Kamis, 17 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kedua)


Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Kamis, 17 Oktober 2024

Tank perusak racikan Jerman ini memang kurang terdengar gaungnya alias tidak terlalu populer di kalangan pengamat alutsista. Ketenarannya seakan tenggelam oleh alutsista sejenis yang memang sering diulas, seperti StuG III, Jagdpanzer IV, Jagdpanther, Hetzer, dan lain sebagainya. Walaupun demikian, alutsista ini sebenarnya sangat mematikan dan juga andal. Sayangnya, karena hanya diproduksi dalam jumlah "sedikit", maka prestasi yang ditorehkan juga tidak terlalu besar. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Pertama)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

StuG IV Edisi Pertama


Pada awal tahun 1943, Albert Speer mendatangi pejabat Krupp dengan saran untuk memproduksi Sturmgeschütz baru. Segera setelah itu, Krupp mulai mengerjakan gambar dasar pertama kendaraan ini, yang akan menggabungkan sejumlah komponen yang sudah diproduksi. Komponen-komponen ini meliputi superstruktur StuG III Ausf.F, sasis Panzer IV Ausf.H , dan meriam 7,5 cm StuK 40 L/48. Superstruktur StuG III Ausf.F dipilih karena, pada saat itu, Krupp tidak memiliki rencana desain untuk versi Ausf.G yang lebih baru. Tidak seperti Sturmgeschütz yang diproduksi kemudian berdasarkan Panzer IV (PzKpfw IV) yang menggunakan superstruktur StuG III yang tidak berubah, desain awal Krupp berbeda. Bagian depan superstruktur menggabungkan pelat baja yang sangat miring (tebal 50 mm) yang akan memberikan perlindungan yang sangat baik. Perubahan lainnya termasuk meningkatkan perlindungan baja di sisi-sisi menjadi 45 mm, dibandingkan dengan 30 mm pada versi standar, dan track (rantai) yang lebih lebar untuk medan lintas alam yang lebih baik.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Semi Otomatis / Semi-automatic pistol, Glock 17)

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Setelah gambar dan perhitungan pertama selesai, Krupp memberikan proposal alutsista ini kepada Angkatan Darat Jerman dan pejabat pada kementrian peperangan. Sayangnya, meskipun proposal ini sangat mungkin untuk diwujudkan, mereka tidak merekomendasikan untuk memproduksi tank perusak ini. Walaupun tank perusak ini tidak memiliki turet, alutsista ini ternyata memiliki bobot yang nyaris sama dengan PzKpfw IV. Selain itu, proses desain ulang dan kemiringan lapis baja akan menyebabkan penundaan produksi yang artinya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memodifikasi alat produksi, sehingga proposal itu kemudian ditolak.

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Awal Kelahiran StuG IV (Sturmgeschütz IV)


Sementara ide untuk kendaraan StuG baru berdasarkan sasis Panzer IV seakan tersingkir, beberapa bulan kemudian, karena kebutuhan yang mendesak, proposal ini kemudian ditinjau ulang. Pada bulan November 1943, Sekutu membombardir pabrik Alkett yang berperan penting untuk keseluruhan produksi StuG III. Karena produksi kendaraan StuG III yang vital terhenti sementara, Jerman membutuhkan solusi cepat yang baru untuk alutsista yang sejenis. Pada sebuah konferensi militer yang diadakan pada awal Desember 1943, Adolf Hitler diberitahu bahwa superstruktur StuG III Ausf.G dapat, dengan upaya minimal, dipadukan dengan sasis Panzer IV Ausf.H atau J. Namun kali ini, kendaraan baru itu harus memiliki perubahan minimal pada komponen yang digunakan untuk konstruksinya. Satu-satunya modifikasi utama adalah perluasan kompartemen pengemudi. Hitler terkesan dengan proposal ini, karena akan mudah direalisasikan yang disebabkan oleh suku cadang yang tersedia dan kemampuan produksi. Hitler juga menyarankan untuk memberikan kendaraan baru ini kepada Panzer Abteilungen, karena akan memudahkan perawatan dan pengadaan suku cadang.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun QCW-05)

Sisi negatif dari keputusan ini adalah berkurangnya sasis yang tersedia untuk PzKpfw IV. Namun, karena produksi PzKpfw IV harus dihentikan demi memproduksi tank Panther yang lebih besar, hal ini tidak dianggap sebagai masalah yang krusial. Produksi Panzer IV yang sebenarnya, karena tingginya permintaan akan kendaraan tank, tidak pernah dibatalkan dan berlangsung terus hingga akhir perang. Karena kebutuhan akan kendaraan StuG III sangat besar, Hitler memberikan lampu hijau untuk merealisasikan proyek tersebut.

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Fase Produksi StuG IV (Sturmgeschütz IV)


Berdasarkan perintah awal Hitler, StuG IV harus dapat diproduksi dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang singkat. Sekitar 350 kendaraan harus terealisasi pada bulan Desember 1943 dan pesanan tambahan sebanyak 500 unit harus diwujudkan pada akhir bulan Januari 1944. Tentu saja, hal ini tidak mungkin tercapai mengingat situasi ekonomi dan industri Jerman yang buruk.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kedua). Artikel ini bersambung ke bagian ketiga dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Ketiga)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer

Rabu, 16 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Pertama)


Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 16 Oktober 2024

Ketika pabrik Alkett dibombardir habis-habisan oleh Angkatan Udara Sekutu pada bulan November 1943, produksi StuG III hampir terhenti. Dalam upaya untuk menemukan solusi yang relatif mudah, Jerman cukup menggabungkan sasis Panzer IV dengan superstruktur atas StuG III, sehingga terciptalah kendaraan baru, StuG IV. Produksi dilakukan relatif cepat, dengan 30 kendaraan selesai pada bulan Desember 1943 dan, pada bulan April 1945, lebih dari 1.000 kendaraan telah diproduksi. Seperti sepupunya StuG III, StuG IV juga merupakan senjata serbu yang efektif yang akan digunakan di semua medan utama hingga akhir perang.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun Ruger MP9)

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Lahirnya Konsep Sturmgeschütz (Assault Gun/Senjata Serbu)


Selama Perang Dunia I, formasi infanteri Jerman (dan banyak negara lain) didukung oleh artileri yang belum mobile sehingga membutuhkan kendaraan lain untuk mobilisasinya (biasanya ditarik dengan truk kendaraan angkut berpenggerak hybrid). Untuk pasukan Sturmtruppen (Stormtroopers) Jerman yang inti dari manuvernya bertumpu pada mobilitas yang tinggi, artileri model seperti ini jelas sangat mengurangi kecepatan manuver mereka. Artileri yang ditarik terbukti lambat dan tidak memadai untuk tugas pendukung dalam merebut posisi musuh yang lebih kuat. Berdasarkan pengalaman ini, setelah perang usai, ahli taktik Angkatan Darat Jerman yang hebat, Jenderal Erich von Manstein, mengusulkan penggunaan artileri swagerak yang sangat lincah, memiliki proteksi yang memadai, dan memiliki persenjataan utama yang kuat. Artileri swagerak akan sangat berguna bagi pasukan infanteri dengan dukungan tembakan jarak dekat yang lincah selama operasi tempur (di kemudian hari, artileri swagerak ini nantinya akan menjadi bagian organik dari Divisi Infanteri standar dengan kekuatan batalion sekitar 18 kendaraan).

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Karena kurangnya kapasitas produksi industri Jerman pada tahun 30-an, butuh waktu bertahun-tahun sebelum purwarupa pertama terealisasi. Penyebab lain dari terlambatnya proses produksi alutsista ini adalah lemahnya kondisi Jerman setelah kekalahannya di Perang Dunia I. Dalam Perjanjian Versailles dituliskan bahwa Jerman sebagai pihak yang kalah dilarang untuk mengembangkan dan memproduksi tank, yang dikecam secara terbuka oleh Hitler pada saat ia berkuasa. Pengembangan kendaraan ini juga terhambat oleh konflik internal di berbagai cabang Angkatan Bersenjata Jerman. Akhirnya, diputuskan bahwa kendaraan ini akan ditempatkan di bawah pengawasan langsung sub divisi Artileri. Alutsista ini nantinya akan dikenal sebagai Sturmgeschütz III (kendaraan senjata serbu) tetapi secara umum dikenal hanya sebagai StuG III.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Semi Otomatis / Semi-automatic pistol, Glock 17)

Untuk mempercepat pengembangan, diputuskan untuk menggunakan kembali banyak elemen kendaraan Panzer III. Desainnya sangat sederhana dan terdiri dari superstruktur baru yang dipersenjatai dengan meriam laras pendek 75 mm yang ditempatkan pada sasis Panzer III. Walapupun purwarupa pertama selesai pada tahun 1937, baru pada tahun 1940 produksi devinitif dari alutsista ini dimulai. Setelah mulai operasional, StuG III terbukti menjadi kendaraan pendukung infanteri yang sangat berguna dan andal. 

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Ketika Jerman mulai menginvasi Uni Soviet pada tahun 1941, Jerman menyadari bahwa senjata anti-tank mereka yang tersedia hampir tidak berguna melawan desain tank modern Uni Soviet (seperti T-34 dan KV). Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 1942 Jerman memperkenalkan StuG III baru yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 75 mm yang memiliki laras yang lebih panjang yang lebih efektif sebagai penghancur tank. Karena produksi StuG III lebih bergeser ke peran anti-tank, Infanteri dibiarkan tanpa kendaraan pendukung yang tepat. Untuk mengatasi hal ini, versi baru StuG III yang dipersenjatai howitzer 10,5 cm diperkenalkan pada tahun 1943. Kedua versi tersebut tetap diproduksi hingga perang berakhir dengan lebih dari 10.000 unit yang diproduksi, menjadikannya kendaraan lapis baja Jerman yang paling banyak jumlahnya selama perang.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Pertama). Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kedua)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer

Selasa, 15 Oktober 2024

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Ketiga)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 15 Oktober 2024

Kalau melihat secara sepintas orang tak akan percaya kalau pistol mitraliur (submachine gun) ini adalah asli buatan Jerman. Bagaimana tidak, Jerman di era Perang Dunia II sangat terkenal dengan kualitas yang tinggi serta modern untuk berbagai produk alutsistanya. Tetapi kenyataannya memang seperti itu, di masa-masa akhir Perang Dunia II, kondisi Jerman memang benar-benar di titik nadir. Hampir seluruh lini produksi alutsistanya hancur atau berhasil direbut oleh lawan. Ditambah lagi dengan posisi Jerman yang sangat terjepit, sehingga berbagai langkah darurat diambil untuk dapat bertahan dari gempuran pasukan Sekutu. Dan pistol mitraliur ini seakan mampu menggambarkan secara nyata tentang betapa sulitnya kondisi Jerman pada saat itu. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Kedua)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Pasokan amunisi pistol mitraliur ini menggunakan magasen kotak lurus standar dengan kapasitas 30 peluru yang dapat dilepas (sekali lagi, seperti pada STEN Mk II) dan memiiki jarak tembak efektif maksimum sekitar 100 meter. V’o peluru meninggalkan laras adalah 1.200 kaki per detik. Dengan demikian, senjata itu bisa memberikan cukup banyak tembakan terhadap target atau area target dengan relatif mudah.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Tupolev TB-3)

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, sekitar 10.000 unit MP 3008 diproduksi untuk didistribusikan kepada personel yang mempertahankan Jerman (walaupun pada kenyataannya eksistensi pistol mitraliur ini tidak banyak membantu Jerman untuk terhindar dari kejatuhannya). Hasil produksi MP 3008 juga tidak seragam dalam banyak hal karena senjata ini tidak dibuat dalam system industry terpusat melainkan dibuat di banyak tempat dengan berbagai macam bahan baku yang tersedia. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Dengan demikian, pabrik-pabrik kecil yang memproduksinya menggunakan bahan- bahan yang ada dan ini menghasilkan beberapa variasi yang berbeda dari design awalnya (karena itu dijumpai varian yang memioikimpopor kawat atau popor kayu solid dengan mutu yang tidak sama). Bagaimanapun, senjata itu tidak terlalu penting dalam skema besar perang meskipun disebutkan sebagai salah satu proyek putus asa terakhir yang muncul dari Jerman sebelum keruntuhannya pada bulan Mei 1945.

Awalnya semua popor kawat di las mati ke rangka dan biasanya berbentuk segitiga, namun desainnya berubah karena kondisi di Jerman memburuk dan pada senjata terakhir ditemukan popor kayu dan variasi lainnya.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun Ruger MP9)

Ironisnya, pistol mitraliur ini tidak bisa digunakan secara maksimal karena pada saat perang menjelang berakhir, kondisi Jerman benar-benar hancur, dan stock amunisi juga sangat sedikit sehingga banyak sekali senjata yang tidak bisa digunakan karena ketiadaan amunisi.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP3008


Jenis: Pistol Mitraliur
Asal negara: Nazi Jerman
Negara pengguna:
Volkssturm
Tentara Cekoslowakia (setelah Perang Dunia II)
Perang Perang Dunia II

Sejarah produksi

Perancang: Ludwig Vorgrimler
Tahun dirancang: Tahun 1944
Diproduksi: Januari–Mei 1945
Jumlah produksi: Sekitar 10.000 pucuk
Bobot: 3,2 kg (7,05 pon)
Panjang: 760 mm (29,9 inci)
Panjang laras: 196 mm (7,7 inci)
Amunisi: Parabelum 9×19mm
Mekanisme penembakan: Blowback , open bolt
Laju tembakan maksimum: 450 peluru/menit
V’o meninggalkan laras: 365 m/s (1.198 kaki/s)
Jarak tembak efektif: 100 meter
Pasokan amunisi: Magasen kotak yang dapat dilepas dengan kapasitas 32 peluru
Sistem pembidik: Bilah depan, bukaan belakang

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Ketiga), semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Weapon
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pistol_Mitraliur

Minggu, 13 Oktober 2024

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Kedua)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 13 Oktober 2024

kalau melihat secara sepintas orang tak akan percaya kalau pistol mitraliur (submachine gun) ini adalah asli buatan Jerman. Bagaimana tidak, Jerman di era Perang Dunia II sangat terkenal dengan kualitas yang tinggi serta modern untuk berbagai produk alutsistanya. Tetapi kenyataannya memang seperti itu, di masa-masa akhir Perang Dunia II, kondisi Jerman memang benar-benar di titik nadir. Hampir seluruh lini produksi alutsistanya hancur atau berhasil direbut oleh lawan. Ditambah lagi dengan posisi Jerman yang sangat terjepit, sehingga berbagai langkah darurat diambil untuk dapat bertahan dari gempuran pasukan Sekutu. Dan pistol mitraliur ini seakan mampu menggambarkan secara nyata tentang betapa sulitnya kondisi Jerman pada saat itu. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Pertama)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

STEN Inggris sendiri terbukti sebagai desain yang handal dan dioperasikan oleh militer Inggris dan sekutunya, digunakan dari tahun 1941 hingga 1960-an dalam berbagai konflik setelah Perang Dunia 2. Nama STEN berasal dari kedua desainernya - Mayor Reginald Shepherd dan Harold Turpin - inisial nama belakang mereka (" ST") yang mendahului tempat pembuatan awal, Enfield Lock ("EN").

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank tempur / Tank A15 Cruiser Tank Mark VI Crusader (Bagian 1))

Secara kolektif, senjata itu kemudian disebut sebagai "STEN" dan diyakini diproduksi sekitar 3,7 hingga 4,6 juta pucuk. Sederhana namun fungsional, STEN lahir dari kebutuhan yang sama mendesaknya untuk mempersenjatai Inggris jika terjadi invasi Jerman ke Kepulauan Inggris (dan ironisnya, hal ini juga menjadi dasar bagi Jerman pada saat menciptakan pistol mitraliur MP 3008, untuk mempertahankan Jerman dari pasukan Sekutu dan Soviet yang terus merangsek masuk).

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

MP 3008 dibuat dengan filosofi yang sama dengan STEN, dengan mengutamakan kesederhanaan dan kemudahan. Pistol mitraliur ini mengadopsi design yang sebagian besar terbuat dari logam dengan receiver berbentuk tabung dimana di dalamnya ditempatkan seluruh mekanisme penembakan. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Panjang keseluruhannya 30 inci (sekitar 76 cm) dengan berat lebih dari 7 pon (sekitar 3.2 kg). Mekanisme pemicu ditempatkan dibawah receiver sementara pemicunya tertutup dalam pelindung persegi panjang besar yang dilapisi kawat tipis. Popornya bervariasi antara tabung logam pejal atau popor kayu dan dipasang di bagian belakang dalam pengertian tradisional, dimaksudkan untuk menopang senjata di bahu (bantalan bahu menyatu di ujung popor).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Tupolev TB-3)

Larasnya menonjol agak jauh dari receiver berbentuk tabung dan system pembidiknya juga sederhana berupa bilah depan dengan pemasangan bukaan belakang untuk beberapa tingkat akurasi jarak jauh. Rumah magasen diletakkan di bawah bagian depan receiver, hampir sama seperti pada seri pistol mitraliur MP38/MP40, dan dapat berfungsi ganda sebagai pegangan tangan depan. Tuas pengokang berada di sisi kanan receiver dengan pegas internalnya terlihat jelas di sepanjang slot (celah) yang dipotong. Port ejeksi atau celah untuk membuang selongsong juga diposisikan di sisi kanan receiver, di atas magwell, dan arah lontaran selongsong peluru bekas di sebelah kanan penembak.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

MP 3008 dirancang menggunakan mekanisme blowback, open bolt (seperti STEN Mk II sebelumnya), dimana laju tembakan berada di angka 450 peluru per menit. 

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Kedua). Artikel ini bersambung ke bagian ketiga dengan judul “Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Ketiga)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Weapon
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pistol_Mitraliur

Sabtu, 12 Oktober 2024

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Pertama)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 12 Oktober 2024

Tahun 1945 terbukti menjadi tahun yang membawa bencana bagi Jerman (Nazi Jerman atau Third Reich pada saat itu). Pada bulan April 1945, wilayah okupasi Jerman telah menyusut sampai pada level yang sangat menyedihkan karena pasukan Sekutu terus merangsek dari arah selatan dan barat, sementara itu pasukan Merah Soviet dalam jumlah yang sangat besar terus melakukan manuver menekan dari arah timur. Sementara itu, kampanye pemboman dari udara yang dimotori oleh Inggris dan Amerika Serikat telah meluluhlantakan pabrik-pabrik penghasil mesin perang Jerman dalam segala lini dan dalam intensitas yang terus meningkat, sementara itu banyak sekali pabrik atau industri yang menyokong mesin-mesin perang Jerman dihancurkan atau direbut pasukan lawan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber General Dynamics F-111 "Aardvark")

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Kombinasi dari berbagai hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada kekuatan tempur Reich Ketiga. Karena kondisi yang semakin memburuk, pihak berwenang Nazi Jerman mulai melakukan segala macam cara untuk mengatasinya (walaupun Langkah-langkah ini dipandang sebagai Langkah putus asa dari Nazi). Salah satunya adalah dengan membentuk pasukan wajib militer (dengan jargon membela tanah air) dari segala lapisan dan rentang umur yang tak masuk akal (bahkan anak-anak dan orang tua juga direkrut sebagai pasukan), mulai dari rakyat yang dianggap mampu bertempur, kepolisian, dan banyak lagi. Untuk mempersenjatai pasukan ini, Jerman lalu mulai merancang senjata yang sederhana, yang murah serta mudah untuk diproduksi dan dioperasikan.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

MP 3008 (Maschinenpistole 3008) adalah desain pistol mitraliur terakhir yang dimaksudkan untuk mempersenjatai semua personel yang mempertahankan Jerman. Proses perancangan dimulai pada awal tahun 1945 dan setelah pistol mitraliur ini terwujud, profilnya ternyata tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan pistol mitraliur STEN (Mk II) Inggris yang "dikonsep ulang" dengan hanya sedikit pengaruh Jerman untuk memenuhi persyaratan pencetakan, terutama pada magwell (rumah magasen) yang dipasang di bagian bawah. Secara sepintas, pistol mitraliur MP 3008 sangat mirip dengan STEN, hanya berbeda pada posisi magasen (STEN menggunakan konfigurasi pengisian peluru dari samping). Hebatnya, tiruan tersebut ternyata terbukti kokoh dan kinerja keseluruhannya kira-kira setara dengan STEN Mk II milik Inggris.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank tempur / Tank A15 Cruiser Tank Mark VI Crusader (Bagian 1))

Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008
militerbanget.blogspot.com

Perlu dicatat bahwa perusahaan Mauser Jerman telah memproduksi tiruan dari pistol mitraliur STEN Mk II Inggris di "Gerat Potsdam" mulai akhir tahun 1944. Perusahaan ini bahkan memproduksi pistol mitraliur ini secara utuh, termasuk tanda-tanda di senjata dalam bahasa Inggris, mungkin tujuannya untuk digunakan oleh unit klandestin (perlawanan bawah tanah atau gerilyawan) Jerman di beberapa titik. Menurut satu sumber, pistol mitraliur ini telah diproduksi sekitar 10.000 pucuk.

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Pertama). Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul “Pistol Mitraliur/Submachine Gun MP 3008, Simbol Keputusasaan Jerman Menjelang Kekalahan (Bagian Kedua)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Weapon
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pistol_Mitraliur