Kamis, 29 Januari 2026

Wiesel: Tank Kecil Jerman dengan Peran Besar di Medan Perang Modern (Part 2)



Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 29 Januari 2026

Sambungan dari bagian Pertama


Varian, spesifikasi, dan alasan mengapa Wiesel tetap relevan


Awal Pengembangan: Ide yang Sempat Terhenti

Pengembangan Wiesel dimulai pada tahun 1975 ketika Porsche dipercaya untuk membuat prototipe kendaraan lapis baja ringan. Sejak awal, konsepnya jelas: kendaraan kecil, ringan, dan mampu mendukung pasukan lintas udara. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek ini dihentikan hanya tiga tahun kemudian.

Baru pada tahun 1985 Bundeswehr kembali menghidupkan program ini. Kebutuhan operasional yang semakin nyata mendorong Jerman untuk memesan 343 unit Wiesel, menandai lahirnya varian produksi pertama: Wiesel 1.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Mi-26, Helikopter Raksasa Pengangkut Segalanya)


Wiesel 1: Kecil tapi Berbahaya

Wiesel 1 dirancang dengan konfigurasi dua hingga tiga awak yang terdiri dari pengemudi, juru tembak, dan komandan. Dari total unit yang diproduksi, 210 unit diantaranya dilengkapi dengan senjata utama berupa rudal anti-tank Raytheon TOW, menjadikannya ancaman nyata bagi kendaraan lapis baja musuh.

Dengan panjang sekitar 11,6 kaki dan bobot hanya 3,03 ton, Wiesel 1 bahkan lebih ringan dibandingkan Humvee. Mesin diesel Audi 2.1 liter bertenaga 86 hp memberinya kecepatan hingga 75 km/jam, memungkinkan kendaraan ini bergerak cepat dan menghindari konfrontasi langsung.

Lapisan bajanya dirancang untuk dapat menahan tembakan senjata kaliber ringan, cukup untuk misi pengawalan dan dukungan, namun tetap menjaga bobot serendah mungkin.


Lebih dari Sekadar Anti-Tank

Selain varian anti-tank, Wiesel 1 dikembangkan dalam berbagai konfigurasi:
  • Kendaraan pengintaian
  • Dukungan tembakan
  • Versi kendali jarak jauh

Fleksibilitas ini menjadikan Wiesel sebagai platform yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi, bukan sekadar kendaraan satu fungsi.


Wiesel 2: Evolusi dengan Tenaga Lebih Besar

Untuk memenuhi kebutuhan misi yang lebih kompleks, Jerman mengembangkan Wiesel 2. Varian ini lebih panjang dan menggunakan mesin Volkswagen 1.9 liter turbo-diesel dengan tenaga 109 hp.

Sebanyak 143 unit Wiesel 2 diproduksi oleh Rheinmetall Landsysteme GmbH. Varian ini mencakup:
  • Sistem pertahanan udara
  • Kendaraan pengintaian tempur
  • Kendaraan pendukung tembakan mortir

Meski bobotnya meningkat hingga 4,78 ton, Wiesel 2 tetap mempertahankan kemampuan transportasi udara—ciri khas yang menjadi alasan keberadaannya.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Lima Pesawat Terbaik Rancangan Biro Desain Tupolev)


Apakah Wiesel Masih Relevan Untuk Peperangan Saat Ini?

Di era drone, rudal presisi, dan peperangan jaringan, Wiesel mungkin terlihat kuno. Namun justru di sinilah keunggulannya. Kendaraan ini dirancang untuk misi yang cepat, fleksibel, dan berisiko tinggi, di mana kendaraan besar justru menjadi beban.

Wiesel membuktikan bahwa inovasi militer tidak selalu berarti lebih besar atau lebih kuat. Terkadang, jawaban terbaik atas masalah strategis adalah kendaraan kecil dengan peran yang dirancang sangat spesifik.
Penutup: Ketika Dimensi yang Kecil Menjadi Keunggulan


Wiesel mungkin tidak akan pernah menjadi ikon seperti MBT Leopard 2. Kendaraan ini tidak diciptakan untuk parade militer atau pertempuran frontal yang menggelegar dan penuh dengan ledakan besar. Namun dalam dunia militer profesional, Wiesel adalah contoh sempurna bahwa desain cerdas dan pemahaman strategi bisa mengalahkan sekadar ukuran dan kekuatan mentah.

Dalam peperangan modern, kemenangan sering ditentukan oleh siapa yang paling siap—dan bagi pasukan lintas udara Jerman, Wiesel adalah salah satu jawaban paling efektif atas tantangan tersebut.


Spesifikasi Kendaraan Pengangkut Senjata Lapis Baja/Armoured Weapon Carrier Wiesel 1


Jenis: Tankette
Tempat asal: Jerman Barat

Riwayat produksi
Pabrikan: Rheinmetall Landsysteme GmbH

Catatan produksi
Tahun produksi: Tahun 1979–1993
Jumlah: 343 Unit

Spesifikasi
Bobot: 2,75 ton hingga 4,78 ton
Panjang: 3,55 meter (11 kaki 8 inci)
Lebar: 1,82 meter (6 kaki 0 inci)
Tinggi: 1,82 meter (6 kaki 0 inci)

Awak: Pengemudi, penembak/komandan atau pengemudi, penembak dan komandan, tergantung pada varian.

Dapur pacu: Mesin Audi 2.1 L 5-silinder segaris turbo – diesel 64 kilowatt (86 hp)

Suspensi: batang torsi
Jangkauan operasional: 200 kilometer (120 mil)
Kecepatan maksimum: 70 kilometer per jam (43 mph)

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
Armoured Weapon Carrier of the World 
Beberapa sumber lain

Rabu, 28 Januari 2026

Wiesel: Tank Kecil Jerman dengan Peran Besar di Medan Perang Modern (Part 1)


Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 28 Januari 2026

Mengapa kendaraan lapis baja mini ini justru krusial bagi pasukan elit Jerman?


Ketika Ukuran Tidak Lagi Menentukan Kekuatan

Dalam sejarah peperangan modern, tank selalu identik dengan kekuatan absolut. Baja tebal, meriam besar, dan suara mesin yang menggelegar mengguncang tanah menjadi simbol dominasi militer sejak pertama kali tank diterjunkam pada Pertempuran Somme tahun 1916. Sejak saat itu, kendaraan lapis baja berat terus berevolusi dan mencapai puncaknya pada pertempuran-pertempuran besar seperti Kursk pada tahun 1943.

Namun, di balik bayangan raksasa baja tersebut, militer modern menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Perang tidak lagi hanya tentang bentrokan langsung di garis depan, tetapi juga tentang kecepatan, fleksibilitas, dan kemampuan proyeksi kekuatan ke wilayah yang sulit dijangkau. Dari kebutuhan inilah lahir sebuah kendaraan yang secara visual nyaris bertolak belakang dengan konsep tank pada umumnya: Wiesel.


Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Apa Itu Wiesel? Kendaraan Lapis Baja yang Melawan Stereotip

Armoured Weapons Carrier (AWC) Wiesel adalah kendaraan lapis baja ringan buatan Jerman yang dikembangkan bukan untuk pertempuran frontal. Berbeda dengan Panzer legendaris seperti PzKpfw V "Panther" atau PzKpfw VI "Tiger" atau Leopard 2 yang modern dan dengan “Aura” mengancam, Wiesel tampil kecil, rendah, dan nyaris tidak mencolok.

Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Namun jangan tertipu oleh ukurannya.

Wiesel dirancang khusus untuk mendukung pasukan lintas udara, unit elit yang sering kali diterjunkan jauh di belakang garis musuh. Dalam situasi seperti ini, pasukan infanteri menghadapi risiko besar karena minimnya dukungan senjata berat. Wiesel hadir untuk mengisi celah tersebut—sebuah kendaraan lapis baja yang cukup ringan untuk diterbangkan, tetapi cukup mematikan untuk melawan kendaraan lapis baja musuh.

Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Mengapa Pasukan Lintas Udara Membutuhkan Wiesel?

Ketika pasukan terjun payung mendarat di medan perang, mereka memasuki fase paling berbahaya dari sebuah operasi militer. Tanpa kendaraan lapis baja, mereka hanya mengandalkan senjata infanteri ringan. Menghadapi musuh yang memiliki kendaraan tempur, kondisi ini bisa menjadi bencana.

Mengangkut tank tempur utama seperti Leopard 2 jelas tidak mungkin. Beratnya puluhan ton dan ukurannya jauh melampaui kapasitas pesawat kargo standar NATO. Inilah dilema yang dihadapi Bundeswehr selama bertahun-tahun.

Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Solusinya adalah Wiesel.

Dengan bobot hanya sekitar tiga ton, kendaraan ini dapat diangkut menggunakan pesawat kargo dan diterjunkan langsung ke zona operasi, memberikan perlindungan dan daya tembak yang sebelumnya tidak dimiliki pasukan lintas udara.

Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Filosofi Desain: Kecil, Lincah, dan Mematikan

Nama “Wiesel”, yang berarti musang, mencerminkan filosofi desainnya. Kendaraan ini tidak dibuat untuk menahan tembakan lawan (seperti pada kendaraan lapis baja), melainkan untuk bergerak cepat, menyerang dengan presisi, lalu dengan cepat berpindah posisi.

Wiesel bukan tank dalam artian yang hakiki. Kendaraan ini lebih tepat disebut sebagai platform senjata lapis baja ringan. Fokus utamanya adalah mobilitas dan fleksibilitas, bukan ketahanan terhadap serangan berat. Baja Wiesel memang cukup kebal untuk menahan tembakan senjata ringan, namun bukan untuk duel langsung melawan MBT musuh.
Justru karena keterbatasan inilah Wiesel harus dipersenjatai dengan senjata yang mampu memberikan efek tembakan yang maksimal dalam waktu singkat—khususnya senjata anti-tank.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Mi-26, Helikopter Raksasa Pengangkut Segalanya)

Kendaraan Lapis Baja Ringan (Armoured Weapon Carrier) - Wiesel
Kendaraan Lapis Baja Ringan (AWC) - Wiesel
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan Kecil dengan Dampak Strategis Besar

Dalam doktrin militer modern, Wiesel berfungsi sebagai force multiplier. Kendaraan ini tidak bertempur sendirian, melainkan memperkuat kemampuan unit yang sebelumnya sangat terbatas. Kehadirannya mengubah dinamika operasi lintas udara, memungkinkan pasukan elit Jerman bertahan dan bahkan melawan kendaraan lawan dalam fase awal operasi.

Namun, ide cerdas ini tidak lahir begitu saja. Wiesel melalui proses pengembangan panjang, menghadapi kendala pendanaan, serta melahirkan berbagai varian dengan peran berbeda. Dari kendaraan anti-tank hingga pertahanan udara, evolusi Wiesel mencerminkan bagaimana Jerman menerjemahkan kebutuhan strategis ke dalam desain militer yang nyata.

Bagaimana sejarah pengembangannya? Senjata apa saja yang dibawa Wiesel? Dan seberapa efektif kendaraan kecil ini di medan perang modern?

Jawabannya akan dibahas tuntas dalam artikel Bagian Kedua (Part 2).

Selasa, 27 Januari 2026

KEDR, Pistol Mitraliur Mungil yang Dipeluk Polisi Rusia Sejak Era Soviet Runtuh (Bagian Kedua)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) PP-19 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-19 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 27 Januari 2026

Sambungan dari bagian Pertama

3. Ergonomi yang "Anti-Mainstream"

Ada satu detail pada KEDR yang jarang ditemukan pada senjata Rusia era itu: tuas pengokang (charging handle) berada di sisi kiri receiver.
Bagi pengguna senapan seri AK (AK-47 misalnya), tuas biasanya ada di kanan. Namun, penempatan di kiri pada pistol mitraliur KEDR memungkinkan operator (yang tidak kidal) untuk menarik tuas pengokang dengan tangan kiri sambil tetap menjaga tangan kanan tetap berada di gagang pistol dan jari siap sedia di pelatuk. Ini mempercepat waktu reaksi menembak dalam situasi darurat.

Selain itu, sistem pengamannya juga unik. Jika pada senapan serbu AK urutan pada setelan kenop pengaman adalah Safe - Auto - Semi, pada pistol mitraliur KEDR urutannya dibalik: posisi bawah untuk Safe, posisi tengah untuk Semi-Auto, dan posisi paling atas untuk Full-Auto.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Si Beruang Kini Bisa Melibas Target di Eropa dan Amerika dari Wilayah Rusia)

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) PP-19 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-19 KEDR
militerbanget.blogspot.com

4. Performa: Kecil-Kecil Cabe Rawit (dengan Catatan)

KEDR menggunakan peluru kaliber 9x18mm Makarov, amunisi standar pistol Uni Soviet. Di sinilah letak perdebatan mengenai efektivitasnya.

Di satu sisi, peluru Makarov memiliki daya henti (stopping power) yang cukup untuk melumpuhkan target tanpa risiko peluru menembus tembok dan mengenai warga sipil (over-penetration)—sangat ideal untuk polisi di kota. Namun di sisi lain, peluru ini lemah dalam menembus rompi antipeluru modern.

KEDR memiliki laju tembakan yang sangat cepat, mencapai 1.000 butir per menit. Dalam mode otomatis, senjata ini bisa "menguras" magasin dalam sekejap. Karena bentuknya yang mungil dan ringan, senjata ini cenderung “bergerak liar” saat ditembakkan secara beruntun. Jarak efektif idealnya hanya sekitar 50 meter. Lebih dari itu, akurasinya akan menurun drastis.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) PP-19 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-19 KEDR
militerbanget.blogspot.com

5. Masalah dan Kelemahan

Tentu tidak ada senjata yang sempurna. KEDR memiliki beberapa kekurangan yang sering dikeluhkan penggunanya:
  • Laras Terbuka: Larasnya tidak memiliki pelindung panas (handguard) yang memadai. Setelah menembakkan banyak peluru, laras menjadi sangat panas dan bisa menyebabkan luka bakar jika tidak sengaja tersentuh tangan.
  • Magasin tidak rigid (goyah): Magasin pada KEDR seringkali terasa kurang rapat atau bergoyang, yang terkadang bisa menyebabkan masalah pengisian peluru ke bilik reaksi(feeding jam).
  • Popor Kurang Ergonomis: Meski praktis, popor besinya dianggap kurang nyaman dan terlalu dekat dengan wajah saat membidik.


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) PP-19 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-19 KEDR
militerbanget.blogspot.com

6. Varian dan Modifikasi

Sepanjang perjalanannya, KEDR telah diproduksi dalam beberapa varian:
  • KEDR-B: Varian dengan peredam suara terintegrasi untuk operasi senyap.
  • KLIN (PP-9): Versi modifikasi yang diperkuat untuk bisa menembakkan amunisi 9x18mm PMM yang lebih bertenaga. Namun, varian ini kurang populer karena risiko tertukarnya amunisi yang bisa merusak senjata.
  • Klin-2: Varian di mana magasinnya dipindahkan ke dalam pegangan pistol (grip) agar lebih seimbang, mirip dengan desain Uzi.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) PP-19 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-19 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Mengapa Masih Digunakan?

Hingga hari ini, pabrik Zlatoust (Zlatmash) masih memproduksi KEDR. Senjata ini bertahan bukan karena ia adalah yang tercanggih di dunia, melainkan karena ia praktis, murah, dan pas untuk tugas kepolisian sehari-hari.

Bagi polisi Rusia, KEDR adalah jembatan antara pistol biasa dan senapan serbu AK yang terlalu besar. Pistol mitraliur ini cukup kecil untuk disembunyikan di bawah jaket, cukup ringan untuk dibawa bergerak atau bermanuver, dan memiliki daya tembak yang cukup untuk menghentikan ancaman di gang-gang sempit Rusia.

PP-91 KEDR mungkin tidak akan memenangkan kontes senjata ter-apik, tapi dalam hal kesetiaan melayani di garis depan keamanan sipil, senjata ini telah membuktikan diri sebagai "pohon pinus" (arti kata Kedr dalam bahasa Rusia) yang kokoh di tengah badai sejarah Rusia.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) PP-19 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-19 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR


Jenis: Pistol Mitraliur (Submachine Gun)
Asal negara: Rusia
Operasional aktif: 1994–sekarang

Pengguna
MVD
FSKN
FSIN

Sejarah produksi
Perancang: Yevgeny Dragunov
Tahun: 1970

Produsen: 
Izhmash
Zlatoust Machine-Building Plant (PP-91 KEDR)

Spesifikasi Teknis


Berat/Bobot: 
1,57 kg (3,4613 pon) (PP-91 KEDR)
1,54 kg (3,40 pon) (PP-9 Klin)

Panjang
  • PP-91 KEDR
530 mm (20,9 in) Popor terentang 
305 mm (12,0 in) Popor terlipat
  • PP-9 Klin
539 mm (21,2 in) stock terentang 
305 mm (12,0 in) popor terlipat
671 mm (26,4 in) (KEDR-B)

Panjang laras: 120 mm (4,7 in)
Peluru: 9×18mm Makarov

Mekanisme: 
Straight blowback (PP-91 KEDR)
Delayed blowback (PP-9 Klin)

Laju tembakan:
1,000 rounds/min (PP-91 KEDR)
975–1,060 rounds/min (PP-9 Klin)

V’o meninggalkan laras:
310 m/s (1.017 ft/s) (PP-91 KEDR)
430 m/s (1.410,8 ft/s) (PP-9 Klin)

Jarak tembak efektif: 70 m (PP-91 KEDR)
Jarak jangkauan: 200 m (PP-91 KEDR)
Amunisi: 20, 30-round detachable box magazine
Alat bidik: Front blade, rear notch

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
World of Submachine Gun 
Beberapa sumber lain

Senin, 26 Januari 2026

KEDR, Pistol Mitraliur Mungil yang Dipeluk Polisi Rusia Sejak Era Soviet Runtuh (Bagian Pertama)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Senin, 26 Januari 2026

Sejarah, Desain, dan Ergonomi yang Tak Biasa

Jika Anda membayangkan polisi Rusia selalu bersenjata AK-47 seperti di film-film propaganda era Perang Dingin, maka berjalan-jalan di Moskow bisa menjadi pengalaman yang sedikit membingungkan. Di balik mantel tebal dan wajah dingin khas musim dingin Rusia, justru sering terselip sebuah senjata mungil berbentuk kotak—tanpa aura heroik, tanpa siluet agresif, dan nyaris tanpa kesan “menakutkan”. Nama senjata ini adalah PP-91 KEDR. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Senjata ini tidak garang seperti AK, tidak legendaris seperti SVD, dan jelas bukan senjata yang membuat orang berdecak kagum di pameran militer. Namun anehnya, justru senjata inilah yang bertahan paling lama di tangan aparat penegak hukum Rusia. Mengapa desain sederhana dari arsip lama Soviet ini bisa terus hidup, bahkan ketika teknologi senjata bergerak jauh ke depan? Jawabannya bukan soal kehebatan semata, melainkan soal kebutuhan, kompromi, dan realitas pahit tugas kepolisian di kota-kota Rusia—sebuah cerita yang mulai masuk akal di bagian pertama, dan baru benar-benar terasa getir di bagian kedua.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

1. Warisan Sang Maestro: Dari SVD ke KEDR

Nama "KEDR" sendiri sebenarnya adalah sebuah akronim dari Konstruktsiya Evgeniya DRagunova (Desain Evgeniy Dragunov). Ya, Anda tidak salah baca. Perancang senjata ini adalah orang yang sama di balik senapan runduk legendaris SVD Dragunov.

Namun, ada cerita menarik di balik kelahirannya. PP-91 KEDR bukanlah desain yang benar-benar baru saat diperkenalkan pada awal 1990-an. Sebenarnya, ini adalah "proyek lama yang bersemi kembali". Desain dasarnya berasal dari proyek PP-71 yang dikembangkan Dragunov pada awal 1970-an untuk personel militer Soviet. Saat itu, militer merasa belum membutuhkan pistol mitraliur, sehingga desain tersebut disimpan rapat-rapat di rak arsip.

Dua puluh tahun kemudian, saat Uni Soviet runtuh dan tingkat kriminalitas melonjak di Rusia, Kementerian Dalam Negeri (MVD) membutuhkan senjata yang kompak untuk pertempuran jarak dekat di lingkungan perkotaan. Mereka pun "meniup debu" dari cetak biru PP-71, memodifikasinya sedikit, dan lahirlah PP-91 KEDR yang kita kenal sekarang.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

2. Desain Sederhana, Efisiensi Maksimal

Salah satu alasan utama mengapa KEDR bisa diproduksi secara masif adalah konstruksinya yang sangat ekonomis. Senjata ini mengadopsi prinsip desain modular. Badannya (receiver) terbuat dari lembaran baja yang dipres atau dicetak tekan (stamped steel), bukan hasil tempaan mesin yang mahal.

Hal ini membuat biaya produksinya rendah dan bobotnya sangat ringan, hanya sekitar 1,57 kilogram (kondisi kosong, tanpa amunisi). Untuk senjata yang dibawa patroli seharian, berat senjata tentu menjadi faktor krusial bagi kenyamanan operator.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Fitur teknis utama KEDR meliputi:

  • Laras: Memiliki panjang 15 cm yang dipres permanen ke badan senjata.
  • Popor: Menggunakan popor model lipat atas (top-folding stock) yang menyerupai kruk. Saat dilipat, senjata ini menjadi sangat ringkas, memudahkan personel untuk bermanuver di dalam kendaraan atau ruang sempit.
  • Magasin: Tersedia dalam kapasitas 20 dan 30 butir peluru.

Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Si Beruang Kini Bisa Melibas Target di Eropa dan Amerika dari Wilayah Rusia)

Secara teori, PP-91 KEDR tampak seperti senjata yang penuh kompromi: ringan tapi sulit dikendalikan, sederhana tapi minim kenyamanan, cepat tapi tidak selalu akurat. Senjata ini memang bukan solusi ideal, melainkan jawaban darurat yang kebetulan bertahan terlalu lama. Namun justru di situlah pertanyaan besarnya muncul—jika KEDR memiliki begitu banyak keterbatasan, mengapa senjata ini tetap dipertahankan hingga hari ini? Apakah ini sekadar soal anggaran dan kebiasaan lama, atau ada logika lain yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang benar-benar menghadapi ancaman di gang sempit, lift apartemen, dan mobil patroli yang sesak? Untuk menjawabnya, kita harus keluar dari meja gambar dan brosur teknis, lalu melihat bagaimana KEDR bekerja saat teori bertabrakan langsung dengan realitas jalanan Rusia—dan di situlah cerita sebenarnya baru dimulai.

(Bersambung ke Bagian 2...)

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
World of Submachine Gun 
Beberapa sumber lain

Kamis, 22 Januari 2026

Bukan Sekadar Pesawat Latih! Inilah Alasan Mengapa JL-9 Ditakuti di Kelas Jet Ringan (Bagian Kedua)


Pesawat Latih & Tempur Ringan Guizhou JL-9
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 22 Januari 2026

Bagian 2: Sang "Elang Gunung" - Kapabilitas Tempur dan Dominasi Global FTC-2000G

Setelah pada artikel bagian pertama membahas asal-usulnya sebagai pesawat latih, maka pada bagian kedua ini kita membedah sisi lain dari Guizhou JL-9. Di balik labelnya sebagai pesawat latih, varian ekspornya, FTC-2000G, ternyata telah menjelma menjadi jet tempur ringan multi-peran yang sangat kompetitif. Cina dengan percaya diri memasarkan pesawat ini sebagai salah satu jet tempur modern termurah di dunia, dengan harga sekitar 8 juta dolar AS per unit. Harga ini adalah sebuah anomali di pasar alutsista yang biasanya menuntut angka puluhan hingga ratusan juta dolar.

Pesawat Latih & Tempur Ringan Guizhou JL-9
militerbanget.blogspot.com

Kecil namun Mematikan

Khalayak pengamat alutsista mungkin tertipu dengan tampilan profilnya yang kecil dan ringkas. Dibalik tampilannya yang “sederhana” tersebut, JL-9 ternyata memiliki "taring" yang cukup untuk membuat lawan berpikir dua kali. Pesawat ini dibekali dengan lima titik pylon (hardpoints) yang mampu mengusung beban persenjataan hingga 2.000 kilogram. Persenjataan yang bisa dipadankan dengan pesawat ini juga sangat fleksibel, mulai dari rudal udara-ke-udara jarak pendek untuk pertahanan diri, hingga rudal udara-ke-permukaan dan bom konvensional untuk misi ofensif.

Untuk pertempuran jarak dekat yang intens, JL-9 juga dipersenjatai dengan meriam internal kaliber 23mm. Kombinasi ini menjadikannya platform yang ideal untuk misi Close Air Support (CAS) atau patroli perbatasan. Bagi negara-negara yang tidak membutuhkan jet tempur berat dengan biaya perawatan selangit, FTC-2000G menawarkan keseimbangan yang sempurna antara performa tempur dan efisiensi logistik.

Pesawat Latih & Tempur Ringan Guizhou JL-9
militerbanget.blogspot.com

Menembus Pasar Internasional dan Ambisi Maritim

Daya tarik "Elang Gunung" telah terbukti di kancah internasional. Kamboja dan Sudan adalah contoh negara yang telah mempercayakan kedaulatan udara mereka pada platform ini. Salah satu fitur yang membuat pembeli mancanegara jatuh cinta adalah opsi in-flight refueling probe (pipa pengisian bahan bakar di udara), sebuah fitur mewah yang jarang ditemukan pada pesawat di kelas harga ini. Fitur ini memungkinkan JL-9 memiliki jangkauan operasi yang jauh lebih luas, menjadikannya aset strategis di peta konflik regional.

Tidak hanya di darat, JL-9 juga memainkan peran vital di laut. Varian JL-9G dikembangkan khusus untuk Angkatan Laut Tiongkok (PLAN). Meskipun tidak memiliki kabel pengait untuk mendarat langsung di kapal induk, pesawat ini digunakan untuk melatih para pilot angkatan laut dalam teknik lepas landas ski-jump. Tanpa JL-9G, ambisi Tiongkok untuk memiliki armada kapal induk yang kuat mungkin akan terhambat oleh kurangnya pilot yang terlatih secara efisien.

Pesawat Latih & Tempur Ringan Guizhou JL-9
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Mahakarya Pragmatisme

Guizhou JL-9 adalah bukti nyata bahwa dalam peperangan modern, kecanggihan bukanlah satu-satunya kunci kemenangan. Efisiensi, kemudahan perawatan, dan ketersediaan jumlah yang memadai sering kali lebih menentukan di atas kertas strategi. JL-9 mengambil keandalan platform masa lalu dan menyuntikkan teknologi masa kini untuk menciptakan solusi masa depan.

Ia mungkin tidak sepopuler jet siluman J-20 atau secepat Su-35, namun tanpa kehadiran JL-9, regenerasi pilot-pilot elit dunia tidak akan pernah berjalan mulus. "Elang Gunung" telah membuktikan bahwa teknologi lama yang diolah dengan cerdas bisa menjadi senjata yang sangat efektif di abad ke-21.

Pesawat Latih & Tempur Ringan Guizhou JL-9
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Latih & Tempur Ringan Multi-peran (FTC-2000)


Karakteristik umum
Awak pesawat: 2 orang
Panjang: 14,555 m (47 kaki 9 inci) tidak termasuk ujung hidung.
Rentang sayap: 8,32 m (27 kaki 4 inci)
Tinggi: 4,105 m (13 kaki 6 inci)
Luas sayap: 26,15 m² (281,5 kaki persegi)
Berat kotor: 7.800 kg (17.196 lb) bersih
7.900 kg (17.417 lb) normal
Berat lepas landas maksimum: 9.800 kg (21.605 lb)
Kapasitas bahan bakar: 2.000 kg (4.409 lb) internal + hingga 1.302 kg (2.870 lb) di tangki eksternal

Dapur pacu: 
  • 1 × mesin Guizhou Liyang WP-13F (C) turbojet, daya dorong 43,15 kN (9.700 lbf) tanpa afterburner dan 63,25 kN (14.220 lbf) dengan afterburner

atau

  • 1 × mesin WP-14C Kunlun-3 untuk FTC-2000G, daya dorong 53,89 kN (12.110 lbf) tanpa afterburner dan 76,53 kN (17.200 lbf) dengan afterburner

Pesawat Latih & Tempur Ringan Guizhou JL-9
militerbanget.blogspot.com

Performa

Kecepatan maksimum: 1.100 km/jam (680 mph, 590 knot) / Mach 0,89
Kecepatan lepas landas dan pendaratan: 260 km/jam (160 mph; 140 knot)
Kecepatan terbang minimum sebelum stall: 210 km/jam (130 mph; 110 knot)
Kecepatan jelajah: 870 km/jam (540 mph, 470 knot)
Kecepatan stall: 125 km/jam (78 mph, 67 kn)
Jangkauan: 863 km (536 mil, 466 mil laut) dengan bahan bakar internal
Jangkauan terbang feri: 2.400 km (1.500 mil, 1.300 mil laut) dengan bahan bakar internal dan eksternal maksimum.
Ketahanan terbang: 3 jam (kecepatan ekonomis)
Elevasi terbang maksimum: 16.000 m (52.000 kaki)
Batas g: + 8 - 3
Laju pendakian: 150 m/s (30.000 kaki/menit) di permukaan laut
Beban sayap: 374,8 kg/m² (76,8 lb/sq ft)
Gaya dorong/berat: 0,00645 kN/kg (0,658 lb f /lb)
Jarak lepas landas: 400–500 m (1.300–1.600 kaki)
Jarak pendaratan: 700 m (2.300 kaki)

Persenjataan
Senjata: 1 × meriam kaliber 23 mm

Titik keras (hardpoint): 5 titik dengan kapasitas maksimum 2.000 kg (4.409 lb), dengan ketentuan untuk membawa kombinasi:
Lainnya: hingga 3 x tangki bahan bakar
Rudal: ** Rudal udara-ke-udara jarak pendek
2 × Rudal udara-ke-udara PL-8 (pada pylon bagian dalam)
2 × Rudal udara-ke-udara PL-9 (pada pylon luar)
Rudal udara-ke-udara jarak jauh di luar jangkauan visual
SD-10 (Hanya pada varian FTC-2000G) 
Rudal anti-radiasi
CM-102 (Hanya pada varian FTC-2000G)

Avionik
Radar Doppler pulsa
Sistem komunikasi
IFF
Transponder
EFIS
HOTAS
GPS / INS