Tampilkan postingan dengan label Pesawat Pembom Jet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Pembom Jet. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Maret 2021

Pesawat Tempur Siluman / Stealth Fighter - F-117A Nighthawk (Tulisan ke 2)



Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 9 Maret 2021

Pesawat ini lebih dikenal sebagai "stealth fighter" alias pesawat tempur “siluman” ketimbang pesawat pembom. Pesawat pembom F-117 Nighthawk menjadi pesawat pertama yang menggunakan teknologi siluman pengecoh deteksi radar. Pesawat serang presisi ini dapat menyusup ke wilayah udara musuh yang dilindungi dengan pertahanan udara yang kuat dan menjatuhkan bom berpemandu laser ke target penting milik musuh.


F-117A dikembangkan oleh Lokheed Martin setelah pengerjaan teknologi siluman diselesaikan secara sangat rahasia sejak 1975. Pembangunan F-117A dimulai pada 1978 dan diuji terbang pada tahun 1981, tetapi baru pada tahun 1988 eksistensinya diumumkan kepada publik. F-117A pertama diserahkan pada tahun 1982 dan kesatuan pertama yang mulai mengoperasikan penuh pesawat ini adalah 4450th Tactical Group USAF Air Combat Command pada Oktober 1983. Lockheed Martin mengirim pesawat terakhir dari total pesanan sebanyak 59 unit ke USAF pada Juli 1990 dan lima unit pesawat uji masih dimiliki perusahaan ini.

(baca juga artikel lain tentang pesawat ini: "Pesawat Pembom Siluman / Stealth Bomber - F-117 Nighthawk" disini)


Bentuk profil dan permukaan F-117A dirancang sedemikian rupa, dengan banyak sudut untuk mengelak atau mengacaukan gelombang pantul dari radar sehingga hanya menghasilkan sinyal sempit dan sering diabaikan oleh detektor radar musuh. Seluruh pintu dan panel yang bisa terbuka pada pesawat ini berbentuk bergerigi di pinggir depannya untuk memecah pantulan gelombang radar. 


Konstruksi pesawat ini umumnya terbuat dari alumunium dengan menggunakan titanium pada area mesin dan saluran gas buang. Permukaan luar pesawat ini dilapisi dengan lapisan Radar-Absorbent Material (RAM) yang juga berkontribusi terhadap efek silumannya. Selain itu F-117A tidak memiliki radar untuk navigasi dan menentukan target, sebagai gantinya dipasang Forward-Looking Infrared (FLIR) dan Downward-Looking Infrared (DLIR) dengan laser designator buatan Raytheon.


F-117A diperkuat dengan dua mesin tipe turbofan low- bypass General Electric F404-GE-F1D2. Air intake berbentuk persegi panjang di setiap sisi badan, tertutup kisi kisi yang dilapisi RAM. Struktur saluran gas buang mesin berbentuk lebar dan datar untuk mengurangi deteksi inframerah dan radar dari belakang pesawat. Dua ekor vertikal berukuran besar dimiringkan ke luar untuk menghalangi deteksi radar dan inframerah dari area saluran gas buang mesin tersebut.


Sebelum terbang, mission data dimasukkan ke dalam komputer mission control IBM AP-102 yang terintegrasi dengan kontrol navigasi dan pengendali penerbangan sehingga sistem manajemen penerbangannya berlangsung secara otomatis. Setelah lepas landas, pilot dapat menyerahkan kontrol penerbangan kepada mission programme tersebut sampai mencapai target yang ditentukan. Pilot lantas mengambil alih kontrol, bersiap untuk meluncurkan senjata. 


Pesawat ini dipasang Infrared Acquistion and Designation System (IRADS) yang terintegrasi dengan weapon delivery system. Pilot dapat melihat target pada Head-Up Display. Setelah penyerangan, mulai dari proses peluncuran senjata sampai impaknya direkam dengan sistem video sehingga dapat terlihat hasil kerusakannya secara real-time.


F-117A dapat meluncurkan berbagai macam senjata termasuk bom berpemandu laser di ketinggian rendah BLU-109B, bom berpemandu laser GBU 10 dan GBU-27 , serta misil udara ke darat AGM 65 Maverick dan AGM-88 HARM.


F-117A beraksi pertama kali pada Desember 1989 saat Operasi "Just Cause" di Panama, tapi aksi ketika Perang Teluk Pertama yang membuat pesawat ini menjadi terkenal. Saat pelaksanaan misi itu, armada F-117 terbang non-stop dari Amerika Serikat menuju Kuwait, melaksanakan penerbangan selama 18,5 jam dengan sekali mengisi bahan bakar di udara sebuah rekor tersendiri bagi pesawat militer berkursi tunggal.

Periode Januari sampai Februari 1991, ketika Operasi Desert Storm, F-117A menyerang target yang dilindungi sangat kuat dan satu-satunya pesawat tempur jet Koalisi yang dapat menyerang jantung ibukota Irak, Baghdad. F-117A biasanya membawa sepasang bom berpemandu laser GBU-27 908kg, dan pada misi tersebut berhasil merusak dan menghancurkan pembangkit listrik, markas tentara, situs komunikasi, pusat operasi pertahanan udara, lapangan terbang, bunker amunisi, serta fasilitas produksi senjata kimia, biologi, dan nuklir milik Irak.


Walaupun hanya 36 unit F-117A yang digelar saat Operasi Desert Storm dan hanya menyumbang 2,5 persen dari seluruh kekuatan udara yang seluruhnya berjumlah sekitar 1.900 pesawat tempur dan pembom, pesawat ini berhasil melaksanakan sepertiga dari serangan udara pada hari pertama perang. Secara keseluruhan, F-117A melakukan lebih dari 1.250 sorti, menjatuhkan lebih dari 2.000 ton bom, dan membukukan 6.900 jam terbang. Walaupun lebih dari 3.000 meriam anti pesawat dan 60 Surface-to-Air Missile melindungi Baghdad, Nighthawk menguasai wilayah udara di atasnya dan termasuk juga seluruh Irak.

Pada 24 Maret 1999, F-117A memimpin serangan udara NATO terhadap Yugoslavia. Saat kampanye itu, satu F-117A ditembak jatuh, dapat dideteksi oleh radar antik bergelombang panjang buatan Rusia. Biasanya pesawat ini kehilangan sifat silumannya saat badannya basah terkena air hujan atau saat membuka ruang bomnya.

Secara resmi Nighthawk terus dioperasikan oleh USAF sampai tahun 2020 dan hingga artikel ini ditulis, masih belum ada kabar, apakah pesawat ini akan terus mengangkasa, ataukah dipensiunkan.


Spesifikasi Pesawat Tempur Siluman / Stealth Fighter - F-117A Nighthawk


Ciri-ciri umum

Kru: 1
Panjang: 65 ft 11 in
Rentang sayap: 43 ft 4 in
Tinggi: 12 ft 9.5 in
Luas sayap: 780 ft²
Berat kosong: 29,500 lb
Berat isi: 52,500 lb
Mesin: 2 × General Electric F404-F1D2 turbofans, 10,600 lbf masing-masing


Kinerja

Laju maksimum: Mach 0.92 (617 mph, 993 km/h)
Laju jelajah: Mach 0.92
Jangkauan: 930 NM[10]
Langit-langit batas: 69,000 ft
Beban sayap: 65 lb/ft²
Rasio daya dorong/berat: 0.40

Persenjataan

2 × internal weapons bays with one hardpoint each (total of two weapons) equipped to carry:
Bombs:
BLU-109 bomb hardened penetrator
GBU-10 Paveway II laser-guided bomb
GBU-12 Paveway II laser-guided bomb
GBU-27 Paveway III laser-guided bomb
JDAM INS/GPS guided munition

Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
    Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19

Minggu, 12 April 2020

Si Tua yang Masih Terus Diandalkan, Pembom Jarak Menengah / Medium Range Bomber – Xian H-6



Ciledug, Tangerang, Banten, Minggu, 12 April 2020

Pada akhir 1950-an, Republik Rakyat Cina memperoleh beberapa unit pesawat pembom jarak menengah Tupolev Tu-16 dari Uni Soviet. Dikemudian hari, pesawat ini lalu diproduksi secara lisensi di Cina dan dikenal dengan nama Xian H-6. 


Xian H-6 berhasil melakukan terbang perdananya pada tahun 1959. Beberapa sumber melaporkan bahwa pesawat pembom produksi pertama selesai pada tahun 1968. Setidaknya 150 unit pesawat pembom ini diproduksi. Lebih dari 100-120 unit pesawat pembom ini saat ini operasional secara aktif di militer China. Sebagian besar dari pesawat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara, sementara beberapa unit digunakan oleh Angkatan Laut Cina. 


Masih menurut sumber yang dipercaya, negara-negara lain yang juga mengoperasikan pesawat ini adalah Mesir dan Irak.


H-6 versi awal adalah pesawat pembom konvensional. Tak lama kemudian, Cina memperkenalkan varian dari pembom ini yang mampu menggotong persenjataan nuklir, yaitu H-6A.


Pesawat pembom ini pada awalnya dirancang untuk menyerang target prioritas dan mengeliminir gugus tempur yang terdiri dari barisan kapal induk Amerika Serikat. Pesawat pembom H-6 dapat membawa muatan bom seberat 9000 kg, termasuk berbagai rudal udara-ke-permukaan, udara-ke-kapal atau bom konvensional. Pesawat ini memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan nuklir, Beberapa versi dapat membawa rudal jelajah yang diluncurkan melalui udara.


Versi produksi awal bomber H-6 dipersenjatai dengan sejumlah meriam kaliber 23mm untuk pertahanan diri. Ada dua pucuk meriam di turet dorsal, dua pucuk di turet ventral, kedua posisi Meriam ini dikendalikan dengan remote. Masih ada tambahan dua pucuk meriam di turet ekor berawak. Beberapa pesawat membawa satu lagi meriam kaliber 23mm di turret hidung. Untuk varian produksi selanjutnya, sebagian besar meriam pertahanan diri ini dihilangkan karena dinilai kurang efektif. Juga pada varian selanjutnya, jumlah awak pesawat ini dikurangi dari semula enam menjadi empat orang.


Bomber ini dilengkapi dengan dua mesin turbojet Xian WP8. Mesin ini adalah mesin asli dari Tupolev Tu-16 yang diproduksi di Cina dengan system lisensi. Pesawat ini tidak memiliki jarak jelajah yang cukup jauh untuk misi yang benar-benar strategis. Dengan meningkatnya perkembangan dalam teknologi rudal balistik, peran serangan nuklir H-6 juga mulai berkurang.


Meskipun semua peningkatan dan perbaikan desain dilakukan pada Xian H-6, sayangnya pesawat ini tetaplah pesawat yang dirancang untuk tahun 1950-an, sehingga efektifitasnya saat ini juga mulai diragukan. Beberapa sumber melaporkan bahwa China mulai mengembangkan pesawat pembom baru yang akan menggantikan posisi pesawat H-6 yang sudah mulai menua.


Varian

H-6 asli bomber jarak menengah konvensional.
Pembom nuklir H-6A.

Pesawat pengintai H-6B.

Bomber konvensional H-6C dengan fitur pengecoh ancaman yang ditingkatkan.

Versi H-6D digunakan oleh Angkatan Laut Cina. Varian ini diperkenalkan pada awal 1980-an dan dimaksudkan untuk menghadapi gugus tempur kapal induk AS. Awalnya pesawat ini dipersenjatai dengan dua rudal anti-kapal C-601 di bawah setiap sayap. Kemudian persenjataan ini ditingkatkan menjadi dua rudal anti-kapal C-301 atau empat C-101. Pesawat ini dilengkapi dengan radome yang lebih besar di bawah hidung. 30 unit dari pesawat ini beroperasi pada tahun 2010.

B-6D adalah versi ekspor dari H-6D. Pesawat-pesawat ini diekspor ke Mesir dan Irak. Mesir mendapatkan beberapa unit dari pembom ini. Terakhir pensiun pada tahun 2000. Irak memperoleh 4 dari pembom ini. Tiga dari pembom ini dihancurkan pada tahun 1991 selama Perang Teluk. Yang terakhir dihancurkan pada tahun 2003.

Pembom nuklir H-6E dengan fitur pengecoh ancaman yang ditingkatkan. Varian ini mulai operasional dalam Angkatan Udara Cina pada 1980-an.

Varian H-6F untuk pesawat pembom H-6A dan H-6C yang ditingkatkan. Banyak pesawat diperbarui ke konfigurasi ini pada 1990-an. Pesawat ini dilengkapi dengan sistem navigasi dan radar baru.

H-6G menyediakan data penargetan untuk rudal jelajah yang diluncurkan di darat. Varian ini muncul pada 1990-an. Pesawat ini tidak memiliki ruang bom internal dan tidak membawa persenjataan defensif.

Pengangkut rudal jelajah H-6H. varian ini muncul pada 1990-an. Ini mengangkut dua rudal jelajah serangan darat tetapi tidak memiliki ruang bom internal atau persenjataan defensif.

Pengangkut rudal jelajah H-6M, dilengkapi dengan sistem mengikuti medan. Varian ini dapat membawa hingga 4 rudal jelajah. Pesawat ini tidak memiliki ruang bom internal atau persenjataan pertahanan.
Pesawat perang elektronik HD-6. Itu dilengkapi dengan fairing hidung dan kano yang solid dengan peralatan penanggulangan elektronik.

HY-6 (juga disebut H-6U) tanker pengisian bahan bakar udara. Pesawat-pesawat ini dikonversi dari pembom. Sebanyak 10 dari pesawat ini beroperasi pada tahun 2010.

H-6K adalah peningkatan terbaru dari bomber. Varian ini menjalani penerbangan pertama pada tahun 2007 dan mulai operasional secara aktif pada tahun 2009. Pesawat ini dilengkapi dengan mesin Rusia, avionik yang modern, dan struktur keseluruhan yang diperkuat dan lebih baik ketimbang versi awal. Ruang bom dihilangkan untuk dapat menampung bahan bakar tambahan agar jarak jelajahnya dapat ditingkatkan. Varian ini membawa rudal jelajah peluncur udara dengan jangkauan lebih dari 2.000 km di bawah sayapnya. Xian H-6K dianggap sebagai pesawat pembom strategis. Varian ini ditujukan untuk serangan jarak jauh dan stand-off dan mampu menyerang target prioritas di Asia. Misil-misilnya dapat mencapai Alaska, Guam , Hawaii , Jepang, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan bahkan Moskow dari wilayaah territorial Cina, tanpa meninggalkan zona pertahanan udara.

H-6N adalah versi terbaru dengan kemampuan pengisian bahan bakar dalam penerbangan. Alhasil varian ini memiliki jangkauan operasional yang jauh lebih lama daripada H-6K atau sebagai alternatif dapat membawa senjata yang lebih berat. Tampaknya ruang bom telah dihapus dan perut cekung telah dibuat. Diperkirakan bahwa ini memungkinkan untuk membawa pesawat pengintai atau rudal anti-kapal di bawah perut. H-6N pertama kali diungkapkan kepada publik pada tahun 2019. Pada saat itu bomber ini sudah operasional secara aktif dalam militer Cina.


Spesifikasi Pesawat Pembom Jarak Menengah / Medium Range Bomber - H-6

Asal negara: Republik Rakyat Cina
Operasional aktif: 1960-an
Awak: 6 orang


Dimensi dan berat
Panjang: 34,8 m
Rentang sayap: 33 m
Tinggi: 10,36 m
Berat (kosong): 37.2 ton
Berat (lepas landas maksimum): 79 ton

Mesin dan kinerja
Mesin: 2 x Xian WP8 turbojet
Daya dorong mesin 2 x 93,2 kN
Kecepatan maksimum: 1.050 km/jam
Kecepatan jelajah ekonomis: 768 km/jam
Elevasi operasional maksimum: 12,8 km
Jarak jelajah maksimum: 6.000 km
Radius tempur: 1.800 km

Persenjataan
Meriam : 6-7 x Meriam kaliber 23mm
Rudal: Misil anti-kapal KD-88, C-601, C-602, C-301, C-101
Bom: hingga 9,000 kg bom tanpa pemandu


Versi cnbcindonesia

Xian H-6 adalah pesawat lisensi dari Tupolev Tu-16, bomber bermesin ganda Uni Soviet, yang dibuat untuk Angkatan Udara Tiongkok. Pesawat ini bukanlah pesawat baru, sebab sudah ada sejak tahun 1959 dan hanya diproduksi sebanyak 175 buah.

Memiliki panjang 34,8 meter, dengan lebar sayap 33,0 meter dan tinggi 10.36 meter, awalnya, H-6 diklasifikasikan sebagai pesawat pengebom strategis yang berfungsi sebagai pencegah bom nuklir.


Berkat kemajuan teknologi, hadirnya H-6 ini kemudian memberi jalan kepada peran pesawat pengebom yang lebih konvensional, terutama dari rudal balistik yang diluncurkan dari darat atau dengan kapal selam.

Peran pesawat pengebom strategis telah dimainkan sejak zaman Perang Dunia I dan membutuhkan desain pesawat dengan prinsip daya tahan yang kuat yang mampu mengangkut ribuan pound persenjataan atas wilayah musuh, menargetkan posisi musuh tertentu seperti pabrik. 

Pada tahun 1958, Industri Kedirgantaraan Xi'an (Xi'an Aircraft Industrial Corporation, XAC) menandatangani perjanjian lisensi produksi dengan Uni Soviet untuk membangun pesawat bomber dengan kapasitas 4 penumpang ini.

Setelah diproduksi di pabrik Xian, pesawat pertama Tu-16 Tiongkok, atau H-6 seperti disebut dalam kode operasional Tiongkok, pertama kali terbang di langit China pada tahun 1959. Pesawat pengebom H-6 Tiongkok juga ditingkatkan dari versi sebelumnya untuk mendukung persenjataan rudal guna memperluas kegunaan medan perang mereka selama beberapa dekade terakhir.

Xian H-6 sendiri memiliki senjata 2 × 23 mm (0,906 in) Nudelman-Rikhter NR-23 meriam di menara punggung terpencil, 2 × NR-23 meriam di menara ventral terpencil, 2 × NR-23 meriam di menara belakang pesawat, dan senjata opsional 1 × NR-23 meriam di hidung pesawat.


Pesawat ini juga hadir dengan 6 atau 7 rudal KD-88 (antikapal atau udara-ke-permukaan), rudal antikapal C-601, rudal antikapal YJ-62 (C-602), rudal antikapal C-301, rudal antikapal C-101, dan rudal jelajah CJ-10A, serta bom tak berpandu yang memiliki berat 9.000 kg. 

Selain China, Angkatan Udara negara Irak dan Mesir juga sempat menggunakan pesawat jenis ini untuk berperang. Namun sejak 1991, H-6 dipensiunkan oleh Irak. Kemudian Mesir mengikuti jejak Iran yang tak lagi menggunakan pesawat ini sejak tahun 2000 lalu.

(roy/roy)


Sumber:
Military-today.com
cnbcindonesia.com
Wikipedia
Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Kemarin (Seventeen), #Lily (Alan Walker,K-391 & Emelie Hollow), #Celengan Rindu (Fiersa Besari), #Senorita (Shawn Mendes, Camila Cabello), #Hanya Rindu (Andmesh), #Solo (Jennie), #On My Way (Alan Walker, Sabrina Carpenter & Farruko), #I Love You 3000 (Stephanie Putri), #A Whole New World (ZAYN, Zhavia Ward), #sobat ambyar,  #Didi Kempot, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV

Senin, 08 Juli 2019

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber General Dynamics F-111 "Aardvark"


Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019

Pesawat pembom yang satu ini, F-111 pada awalnya merupakan konsep pesawat tempur yang nantinya akan digunakan oleh dua kesatuan, yaitu USAF (United State Air Force – Angkatan Udara Amerika Serikat) maupun US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat). Tetapi, seiring waktu berjalan, dikarenakan pengembangan pesawat ini menemui banyak hambatan, maka US Navy lalu kehilangan minat dan memilih untuk keluar dari proyek ini. Akibatnya, Angkatan Udara Amerika Serikat menjadi satu-satunya institusi yang kemudian tetap bersikeras untuk melanjutkan proyek pembuatan pesawat F-111 dengan segala konsekuensinya. 

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat ini memiliki konfigurasi yang “trend” pada era itu. Menerapkan fitur sayap sayung atau sayap geometri variabel dan pesawat ini memiliki kemampuan serang darat pada segala kondisi cuaca. Alhasil, pesawat ini sejatinya lebih cocok kalau diklasifikasikan sebagai pesawat pembom taktis ketimbang pesawat tempur (yang mana hal ini bertentangan dengan pengkodean nama pesawat ini yang sudah terlanjur diberi kode “F” atau Fighter alias pesawat tempur).

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat F-111 merupakan pesawat pertama bersayap geometri variabel yang diproduksi secara massal di dunia. Konfigurasi sayap ini memang dibutuhkan supaya pesawat ini memiliki fleksibilitas terbang, lepas landas dan mendarat dengan sayap direntangkan pada sudut maksimum pada saat terbang dengan kecepatan rendah, tetapi dapat terbang dengan kecepatan supersonik dengan sayap disayungkan ke belakang.

Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur / Fighter Plane Propeller - Heinkel He 219 Uhu)

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat F-111A mulai berdinas di Angkatan Udara Amerika Serikat pada bulan Oktober 1967. Pada saat masalah yang bermunculan di awal pengoperasiannya mulai dapat diatasi, pesawat F-111 ini menjadi pesawat pembom taktis jarak jauh yang ditakuti, karena dapat menjatuhkan bom baik itu konvensional maupun nuklir pada elevasi rendah (yang otomatis berdampak pada keakuratan perkenaan sasaran).

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Kehebatan lain dari pesawat ini adalah, sistem pengendali pesawat F-111 terintegrasi dengan automatic terrain following radar, sehingga pesawat ini dapat terbang secara otomatis mengikuti bentuk kontur daratan dibawahnya baik pada kondisi siang hari ataupun malam, bahkan pada saat kondisi cuaca sangat buruk sekalipun.

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Kompartment bahan bakar pesawat ini terletak pada sayap dan di belakang kompartment kru. Dengan hanya berbekal bahan bakar internal saja, pesawat F-111 memiliki kemampuan terbang sejauh 4.000 kilometer. Pesawat ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk membawa bahan bakar cadangan pada pylon di bawah sayap, yang otomatis dapat memperbesar jarak terbangnya, dan tangki bahan bakar cadangan ini juga dapat dilepas pada saat kondisi darurat.

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Pada seri F-111E, pesawat ini memiliki air intake yang dimodifikasi secara khusus agar performa mesinnya lebih maksimal pada saat pesawat melaju dengan kecepatan mach 2,2. Kebanyakan pesawat F-111E memperkuat 20th Fighter Wing yang berbasis di RAF Upper Heyford, Inggris sebagai bagian dari garda terdepan NATO

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Pada tanggal 17 Januari 1991, dari Incirlik Air Base, Turki, pesawat F-111E melaksanakan misi pemboman pertama pada saat Operasi Desert Storm. Lebih dari 100 unit pesawat ini ikut dalam penyerangan gelombang pertama terhadap target-target vital milik Irak. Dalam misi ini, pesawat F-111 yang diturunkan adalah varian pembom murni maupun versi elektronik atau versi pengacau radar. 

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Pada saat intensitas perang semakin meningkat, pesawat F-111 ini banyak melakukan tugas pemboman presisi dengan menggunakan bom-bom berpemandu laser, dengan target-target berupa bunker (yang sebagian berfungsi sebagai hanggar pesawat) dan juga bunker pertahanan Irak yang dibangun dengan struktur beton yang sangat kuat. 

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Selain itu, pada saat target-target statis tersebut telah dieliminir dalam jumlah yang signifikan, pesawat F-111 ini juga digunakan untuk menghajar target-target bergerak seperti MBT Irak (semisal T-72 dan juga T-55) atau kendaran tempur lain seperti BRDM (BRDM-2 atau BRDM-1) atau BMP (Baik seri BMP-1, BMP-2, atau BMP-3) pada malam hari.

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Varian F-111F diperkuat dengan dapur pacu mesin turbofan yang berkinerja lebih baik, yang mampu menghasilkan daya dorong 35 persen lebih kuat daripada versi A dan versi E. Model F ini diserahkan kepada Angkatan Udara Amerika Serikat pada bulan November 1976. F-111F ini lalu memperkuat Fighter Wing ke 48 di RAF (Royal Air Force) Lakenheath dan terlibat dalam penyerangan ke Libya pada tahun 1986.
Pengembangan versi EF-111A Raven dimulai pada bulan Januari 1975 pada saat USAF mengajukan proposal kepada Grumman Aerospace untuk memodifikasi dua unit F-111A sebagai pesawat tempur elektronik.

Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank - A9 Cruiser Tank Mark I)

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Salah satu terobosan inovasi yang unik pada design F-111 adalah crew escape module yang unik. Awalnya fitur ini diajukan oleh US Navy, tetapi karena fitur ini ternyata sangat andal, maka fitur ini tetap dipertahankan untuk pesawat yang diperuntukkan bagi USAF. Pilot dan awak Weapon System Office duduk bersebelahan di dalam kompartment yang bertekanan udara dan juga dilengkapi dengan fitur AC. 

Pesawat ini tidak menerapkan fitur kursi lontar tunggal atau independent. Jika kondisi darurat, dan salah satu awak akan menarik eject handle di tengah konsol, dan motor roket akan melontarkan “pod” dari pesawat dan pod tersebut akan jatuh dengan parasut. Modul pod ini bahkan dapat dilontarkan pada saat pesawat masih berada di darat atau bahkan pada saat di dalam air. Modul pod ini kedap air dan kantong akan mengembang pada saat mendarat di perairan.

Pesawat F-111C merupakan versi ekspor untuk dijual ke Royal Australian Air Force, satu-satunya pengguna pesawat ini di luar Amerika Serikat. Pada saat produksi pesawat ini dihentikan di tahun 1976, total produksi pesawat ini mencapai 562 unit dalam berbagai varian.    

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber General Dynamics F-111 "Aardvark"


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Strategis 
Terbang Perdana: -
Karakteristik umum
Kru: 2 (pilot dan operator sistem senjata)

Dimensi

Panjang: 73 ft 6 in (22,4 m)
Bentang sayap:
Sayap terentang maksimum: 63 ft (19,2 m)
Sayap tertekuk maksimum: 32 ft (9,75 m)
Tinggi: 17,13 ft (5.22 m)
Luas area sayap
Sayap terentang maksimum: 657,4 ft ² (61.07 m²)
Sayap tertekuk maksimum: 525 ft ² (48,77 m²)
Airfoil: NACA 64-210,68 pangkal, NACA 64-209,80 ujung

Berat kosong: 47.200 lb (21.400 kg)
Berat muatan maksimum: 82.800 lb (37.600 kg)
MTOW: lb 100.000 (45.300 kg)

Mesin: 2 × Pratt & Whitney TF30-P-100 turbofan
Daya dorong mesin: 
Tanpa afterburner: 17.900 lbf (79,6 kN) masing-masing
Dengan afterburner: 25.100 lbf (112 kN) masing-masing
Zero-angkat koefisien drag: 0,0186
Tarik area: 9.36 ft ² (0,87 m²)
Aspek rasio: spread: 7.56, menyapu: 1,95

Performa

Kecepatan maksimum: Mach 2,5 (1.650 mph, 2.655 km / jam) pada elevasi operasional
Radius Tempur: 1.330 mil (1.160 nm, 2.140 km)
Jarak terbang maksimum: 4.200 mil (3.700 nm, 6.760 km)
Ketinggian operasional maksimum: 66.000 ft (20.100 m)
Kecepatan menanjak: 25.890 ft / min (131,5 m / s)
Rasio daya angkat terhadap posisi sayap:
Sayap terentang maksimum: 126,0 lb / ft ² (615,2 kg / m²)
Sayap tertekuk maksimum: 158 lb / ft ² (771 kg / m²)
Rasio daya dorong / berat: 0,61
Angkat-to-drag ratio: 15,8

Pesawat Pembom Taktis
F-111 "Aardvark"
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan

Senjata: 1 × meriam kaliber 20mm (0.787 in) M61 Vulcan 6-laras meriam Gatling senjata di pod (jarang dipasang)
Pylon/Hard point: 9 total (8 × bawah sayap, 1 × bawah-pesawat antara mesin) ditambah 2 pasang poin di teluk senjata dengan kapasitas £ 31.500 (14.300 kg) dan ketentuan untuk membawa 
kombinasi dari:
Bom:
Bom jatuh bebas/tanpa penuntun
Mk 82 (500 kg lb/227)
Mk 83 (1.000 lb/454 kg)
Mk 84 (2.000 lb/907 kg)
Mk 117 (750 kg lb/340)
Cluster bom
BLU-109 (2.000 lb/907 kg) bom untuk penetrasi
Paveway bom dipandu laser, termasuk 2.000 lb (907 kg) GBU-10, 500 lb (227 kg) GBU-12 dan GBU-28, khusus lb 4.800 (2.200 kg) bom penetrasi
BLU-107 Durandal landasan -kawah bom
GBU-15 elektro-optik bom
AGM-130 stand-off bom

Demikianlah artikel tentang Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber General Dynamics F-111 "Aardvark", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson & Jhonson, #CanSino, #Omicron