Pada bagian sebelumnya (Artikel Bagian Pertama), kita telah menyelami silsilah lahirnya AW159 Wildcat, penerus sah tahta Westland Lynx, dan bagaimana kerangka barunya yang revolusioner menjamin helikopter ini sanggup dihajar ombak samudra maupun peluru lawan. Struktur paduan termesin dan kokpit berlapis baja miliknya memang menakjubkan, namun di medan perang maritim abad ke-21, kekerasan mekanik harus dikomandoi oleh kecerdasan silikon. Untuk menghentikan kapal selam musuh yang berselimut senyap, Wildcat harus dilengkapi sensor penjejak dan kapabilitas destruktif tingkat dewa. Mari kita bedah bagaimana AgustaWestland (Leonardo) dan mitra strategisnya mengubah helikopter utilitarian menjadi anjing pelacak lautan berdarah dingin yang sarat rudal canggih.

Helikopter Pemburu Kapal Selam AW159 Wildcat
militerbanget.blogspot.com
Arsitektur Avionik Glass Cockpit Thales: Otak Digital di Medan Tempur

militerbanget.blogspot.com
Sistem saraf pusat Wildcat dipasok oleh perusahaan pertahanan multinasional, Thales UK. Thales merancang ulang kokpit Wildcat dari sebuah panel usang peninggalan era mekanik, menjadi instalasi glass cockpit modern berspesifikasi tempur. Pilot disambut oleh empat layar pintar LCD berukuran besar (10x8 inci) yang memproyeksikan seluruh data misi dan instrumen penerbangan seketika (real-time). Kejeniusan dari sistem arsitektur avionik terbuka ini didukung penuh oleh Sistem Perencanaan Misi (Mission Planning System/MPS). Dengan sistem ini, perwira misi tak perlu lagi memasukkan kordinat sasaran secara manual di tengah guncangan udara. Seluruh rute tempur, titik drop sonar, dan simulasi taktis sudah dimuat dan divisualisasikan dalam bentuk 2D dan 3D di ruang pengarahan kapal induk, yang lalu diunduh seketika ke dalam komputer penerbangan helikopter.
Baca juga artikel yang menarik berjudul: Lawan Tangguh F-15E Strike Eagle, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Sukhoi Su-30 (Flanker C))

Helikopter Pemburu Kapal Selam AW159 Wildcat
militerbanget.blogspot.com
Sensor Optik L3 Wescam & Radar AESA Sea Spray 7000E: "Mata Merpati" Pengunci Target

militerbanget.blogspot.com
Beralih ke bagian moncong helikopter—area yang kerap dipanggil kru sebagai "Mata Merpati" (Pigeon Eyes) yang khas—terdapat kubah optik elektro-laser pemandu L3 Wescam MX-15Di. Sensor bola yang berputar ini adalah modul pembidik optik berlensa sakti (electro-optical laser designating turret). Jangkauan sensor ini memungkinkan awak helikopter memindai garis cakrawala dari puluhan mil jauhnya, dengan resolusi visual sejernih kristal, melacak iring-iringan armada kapal perang musuh maupun menyinari periskop kapal selam dengan penanda laser. Pada varian Royal Navy, kapabilitas mata ini disempurnakan lagi melalui dukungan modul radar SELEX Sensors and Airborne Systems tipe Sea Spray 7000E. Ini merupakan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) berkemampuan sangat tinggi yang mampu mengunci kontak target multi-permukaan serentak.

Helikopter Pemburu Kapal Selam AW159 Wildcat
militerbanget.blogspot.com
Mesin LHTEC CTS800-4N: Monster Turboshaft Berdaya Jelajah 4,5 Jam

militerbanget.blogspot.com
Untuk mengangkut semua "otak" seberat ini, Wildcat ditenagai oleh mesin kembar turboshaft LHTEC CTS800-4N buatan Rolls-Royce dan Honeywell. Lompatan tenaga yang dihasilkan tak main-main: mesin ini memberikan semburan tenaga 36% lebih brutal dibandingkan dengan mesin Gem tua milik pendahulunya, Lynx. Efisiensi pembakaran dari monster CTS800-4N memungkinkan helikopter bermassa total 6 ton ini memiliki daya jelajah ekstrem (endurance) hingga 4,5 jam mengangkasa tiada putus saat dikombinasikan dengan tangki bensin tambahan. Ketahanan 4,5 jam ini adalah teror absolut bagi komandan kapal selam manapun. Artinya, Wildcat dapat menurunkan susunan sonar (sonar arrays) mereka ke dalam air dan mengorbit tanpa lelah berjam-jam lamanya demi menyusuri suara sekecil apapun di kedalaman. Dan ketika kapal selam tersebut terdeteksi, Wildcat akan segera menyapanya dengan melepaskan hulu ledak torpedo kelas berat seperti Sting Ray ke dalam ombak.

Helikopter Pemburu Kapal Selam AW159 Wildcat
militerbanget.blogspot.com
Kombinasi Rudal Martlet, Sea Venom, dan Fleksibilitas Misi Kabin

militerbanget.blogspot.com
Tetapi Wildcat tidak hanya dirancang untuk membunuh armada bawah air. Sebagai predator serba bisa, helikopter ini dapat membawa persenjataan anti-permukaan mutakhir dari program rudal anti-kapal generasi terbaru (FASGW) milik Kementerian Pertahanan Inggris, termasuk hulu ledak misil Martlet dan Sea Venom. Di ranah konfrontasi jarak dekat, baik varian Navy maupun Army dapat dipasangi senapan mesin kaliber 50 (M3M Heavy Machine Gun/HMG) pada dudukan pintu sampingnya. Pada konfigurasi pengerahan taktis darat atau evakuasi medis, lambungnya (cabin) dirombak habis. Ruang kompartemen ini dapat dikosongkan dan difungsikan sebagai rumah sakit terbang kecil—dengan kursi redam getar penahan hantaman jatuh (crash-resistant crew seating) untuk keselamatan tulang belakang—memuat berbagai tipe tandu untuk 2 hingga 5 tentara yang terluka, atau menerjunkan dengan tali (fast-roping) hingga 7 personel tempur infanteri khusus ke hutan-hutan dan atap gedung.
Baca juga artikel yang menarik berjudul: Handal dan Tangguh, Senapan Serbu / Assault Rifle - Heckler & Koch HK416)

Helikopter Pemburu Kapal Selam AW159 Wildcat
militerbanget.blogspot.com
Penutup

militerbanget.blogspot.com
AgustaWestland AW159 Wildcat telah mendobrak batasan apa yang bisa dicapai oleh sebuah helikopter maritim utilitas kelas menengah. Perpaduan harmonis antara garis keturunan pemburu andal dari Westland Lynx, kerangka komposit termesin super kuat, avionik Thales mutakhir, serta durabilitas mesin CTS800-4N yang sanggup terbang selama 4,5 jam, telah mengubah platform ini menjadi momok sesungguhnya di udara maritim. Tidak heran jika kedigdayaannya telah memikat pasar militer global, di mana Angkatan Laut Korea Selatan—dengan garis depan maritim mereka yang sensitif dan rawan kapal selam negara tetangga—serta Filipina telah mengakuisisinya demi memproteksi kedaulatan laut mereka. Sebagai sebuah garda pertahanan sekaligus mesin serang udara-ke-permukaan/bawah permukaan mutakhir, AW159 adalah anugerah terbesar bagi pelaut Inggris Raya dan kutukan kematian paling senyap bagi armada kapal selam musuh.







%20T-90%20MS%20Tagil%2010.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%2011.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%2012.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%2013.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%2014.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%2018.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%2017.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%201.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%202.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%203.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%204.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%205.jpg)
%20T-90%20MS%20Tagil%206.jpg)








