Lanjutan dari bagian Pertama
Di Finlandia, perang tidak selalu diawali oleh sirene atau dentuman bom, melainkan oleh keheningan yang menusuk tulang. Landasan pacu hanyalah hamparan salju yang dipadatkan, udara begitu dingin hingga logam terasa rapuh, dan mesin pesawat harus dibujuk agar mau hidup. Di langit pucat inilah Fokker D.XXI kembali terbang—bukan sebagai pesawat yang ketinggalan zaman, melainkan sebagai alat bertahan hidup. Setiap misi adalah pertaruhan, setiap tembakan harus berarti, dan setiap pilot tahu bahwa di balik kaca kokpit yang membeku, hanya disiplin, insting, dan keberanian yang memisahkan mereka dari jatuh membisu di hutan bersalju. Di tempat inilah kisah D.XXI berubah dari tragedi singkat menjadi perang yang dijalani dengan dingin, sabar, dan mematikan.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank T-55: Tank Klasik Soviet, Veteran Konflik Lokal)

Pesawat Tempur Fokker D.XXI
militerbanget.blogspot.com
Finlandia: Tempat Sang Elang Menemukan Kejayaannya

militerbanget.blogspot.com
Jika di Belanda D.XXI adalah kisah tragis perlawanan singkat, di Finlandia pesawat ini justru menorehkan prestasi yang cukup tinggi. Finlandia mengadopsi D.XXI karena kemampuannya beroperasi dari landasan pacu yang kasar dan tertutup salju. Selama Perang Musim Dingin (1939-1940) melawan Uni Soviet, D.XXI menjadi tulang punggung pertahanan udara Finlandia.
![]() |
| Pesawat Tempur Fokker D.XXI militerbanget.blogspot.com |
Di bawah kepemimpinan Kapten Gustaf Magnuson, pilot-pilot Finlandia mengembangkan taktik tempur yang terbilang revolusioner (atau lebih "nekat" untuk lebih tepatnya). Mereka menggunakan formasi dua pesawat (bukan tiga seperti pada formasi tradisional) dan melatih pilot untuk tidak membuka tembakan hingga jarak sangat dekat (50 meter) demi akurasi maksimal. Hasilnya sungguh fenomenal. Letnan Jorma Sarvanto, misalnya, mencatatkan sejarah dengan menjatuhkan enam pembom DB-3 Soviet hanya dalam waktu 4 menit.
Fokker D.XXI di Finlandia berhasil menembak jatuh 120 pesawat Soviet selama Perang Musim Dingin dengan hanya kehilangan 11 pesawat dalam pertempuran. Keberhasilan ini membuktikan bahwa taktik yang tepat dan keterampilan pilot yang mumpuni dapat menutupi kekurangan teknis pesawat.

Pesawat Tempur Fokker D.XXI
militerbanget.blogspot.com
Transformasi dan Akhir Perjalanan

militerbanget.blogspot.com
Seiring berjalannya perang, Finlandia memproduksi sendiri Fokker D.XXI di bawah lisensi. Karena kelangkaan mesin Bristol Mercury, mereka memasang mesin Pratt & Whitney R-1535 Twin Wasp Jr. yang mengubah profil hidung pesawat. Meskipun performanya menurun dibandingkan versi aslinya, pesawat ini tetap berguna untuk tugas-tugas pengintaian bersenjata hingga akhir perang pada 1944.
Fokker D.XXI melahirkan banyak ace (penerbang ulung) Finlandia, termasuk Ilmari Juutilainen yang memulai karier legendarisnya di atas kokpit pesawat ini.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tujuh Tank Rusia Yang Legendaris)

Pesawat Tempur Fokker D.XXI
militerbanget.blogspot.com
Warisan: Dari Rongsokan Bangkit Kembali ke Angkasa

militerbanget.blogspot.com
Selama puluhan tahun, Fokker D.XXI hanya menjadi artefak bisu di museum. Namun, dedikasi Jack van Egmond dari Belanda berhasil menghidupkan kembali legenda ini. Melalui proyek restorasi yang menggunakan cetak biru asli Fokker, sebuah replika Fokker D.XXI dengan nomor registrasi 229 berhasil terbang kembali pada Mei 2022.
Kesimpulan: Esensi dari Pesawat Tempur
Secara teknis, Fokker D.XXI adalah pesawat yang "usang" saat baru dilahirkan. Namun, sejarah militer mengajarkan kita bahwa efektivitas sebuah sistem senjata tidak hanya diukur dari angka-angka spesifikasi di atas kertas. Fokker D.XXI adalah bukti nyata bahwa reliabilitas, kemudahan perawatan, dan integrasi taktik yang cerdas adalah kunci kemenangan di medan laga.
Pesawat ini bukan hanya sekumpulan kayu, baja, dan kain; Fokker D.XXI adalah simbol ketangguhan bangsa-bangsa kecil dalam menghadapi agresi. Di tangan pilot yang tepat, pesawat "ketinggalan zaman" ini mampu mengubah langit menjadi neraka bagi para penyerbu.

Pesawat Tempur Fokker D.XXI
militerbanget.blogspot.com
Spesifikasi (D.XXI – Finlandia – Merkuri)

militerbanget.blogspot.com
Karakteristik umum
Asal negara: Belanda
Awak: satu orang
Panjang: 8,2 m (26 kaki 11 inci)
Rentang sayap: 11 m (36 kaki 1 inci)
Tinggi: 2,92 m (9 kaki 7 inci)
Luas sayap: 16,2 m² (174 kaki persegi)
Berat kosong: 1.594 kg (3.514 lb)
Berat kotor: 1.970 kg (4.343 lb)
Dapur pacu: 1 × Mesin piston radial 9 silinder berpendingin udara Bristol Mercury VIII , 620 kW (830 hp)
Performa
Kecepatan maksimum: 460 km/jam (290 mph, 250 knot)
Kecepatan jelajah: 429 km/jam (267 mph, 232 knot)
Jangan pernah melebihi kecepatan: 700 km/jam (430 mph, 380 knot)
Jarak jelajah maksimum: 930 km (580 mil, 500 mil laut)
Elevasi operasional maksimum: 11.350 m (37.240 kaki)
Waktu tempuh ke ketinggian: 6.000 m (19.685 kaki 0 inci) dalam 7 menit 30 detik
Rasio Daya/massa: 0,309 kW/kg (0,188 hp/lb)
Persenjataan
4 × senapan mesin Vickers 7,7 mm (0,303 inci)
Catatan: Artikel ini disusun sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para teknisi dan pilot yang mengoperasikan Fokker D.XXI, serta sebagai materi edukasi mengenai strategi udara di masa Perang Dunia II.
Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
World War II Fighter
Beberapa sumber lain








%20Wiesel%204.jpg)
%20Wiesel%209.jpeg)
%20Wiesel%2023.jpeg)
%20Wiesel%2025.jpeg)
%20Wiesel%203.jpg)
%20Wiesel%207.jpeg)
%20Wiesel%2024.jpeg)
%20Wiesel%201.jpeg)
%20Wiesel%202.jpg)
%20Wiesel%206.jpeg)
%20Wiesel%208.jpeg)
%20Wiesel%2010.jpeg)
%20Wiesel%2016.jpg)
%20Wiesel%2019.jpeg)





