![]() |
| Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Stridsvagn 103 (Strv 103) militerbanget.blogspot.com |
Kemayoran, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018
Revolusi Desain Tank Tanpa Turet Pertama di Dunia
Di dunia persenjataan militer, khususnya kendaraan tempur lapis baja, ada pakem-pakem desain yang seolah sudah menjadi aturan baku tak tertulis. Salah satunya adalah: sebuah Tank Tempur Utama (Main Battle Tank / MBT) harus memiliki turet atau menara meriam yang bisa berputar 360 derajat. Namun, sejarah mencatat sebuah anomali luar biasa yang lahir dari negara Skandinavia. Stridsvagn 103 (Strv 103), atau yang lebih dikenal secara global sebagai S-Tank buatan Swedia, mendobrak semua aturan tersebut. Kendaraan ini adalah sebuah MBT yang sangat unik, meskipun di kalangan pengamat militer, sebutan "Tank Tempur Utama" sering kali diperdebatkan. Bagi sebagian ahli, julukan Tank Destroyer atau Tank Perusak mungkin lebih tepat untuk mendeskripsikan monster baja yang satu ini.
%20Strv%20103%202.jpg)
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Anatomi Unik S-Tank: Mengapa Swedia Menghilangkan Menara Meriam (Turret)?
%20Strv%20103%202.jpg)
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Satu ciri khas yang paling mencolok dan langsung membedakan Strv 103 dari seluruh tank modern di dunia adalah desainnya yang rata: tank ini sama sekali tidak memiliki turret! Meriam utamanya tertanam kaku menyatu dengan sasis kendaraan. Otomatis, saat kru hendak mengarahkan moncong meriam ke sasaran, mereka tidak bisa hanya memutar turret seperti pada tank M1 Abrams atau Leopard. Tank ini harus melakukan gerakan "pivot" atau berputar secara keseluruhan dengan mengandalkan pergerakan roda rantainya (track). Secara historis, kemungkinan besar ide radikal ini terinspirasi dari kendaraan-kendaraan tank destroyer yang populasinya sangat melimpah dan berjaya pada era Perang Dunia II, seperti Sd.Kfz. 173 Jagdpanther milik Jerman Nazi atau ISU-152 buatan Uni Soviet.
%20Strv%20103%203.jpg)
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Strategi Pertahanan Perang Dingin: Inovasi di Balik Siluet Rendah
%20Strv%20103%203.jpg)
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Namun, Swedia tidak mendesain tank ini tanpa alasan yang kuat. Desain nir-turet ini dikembangkan berdasarkan analisis dan penelitian mendalam terhadap data kerusakan tank serta risiko cedera fatal pada kru saat pertempuran jarak dekat. Penelitian pasca-Perang Dunia II menunjukkan fakta statistik yang mengejutkan: sebagian besar proyektil musuh cenderung menghantam dan merusak bagian turet serta meriam utama karena posisinya yang menonjol dan tinggi. Sebaliknya, area di bawah turet (sekitar 1 meter dari tanah ke bawah) sangat jarang terkena tembakan langsung, dan jika pun terkena, kerusakannya jauh lebih minim. Berangkat dari data krusial inilah para perancang militer Swedia mengambil keputusan ekstrem untuk menghilangkan turret sama sekali. Dengan memasang senjata utama langsung pada sasis, siluet tank menjadi sangat rendah (low profile), membuatnya sangat sulit dideteksi dan diincar oleh musuh di medan pertempuran, terutama dari jarak jauh.
%20Strv%20103%204.jpg)
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Krisis Tank Swedia dan Dilema Pembelian Centurion Inggris
%20Strv%20103%204.jpg)
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Untuk memahami bagaimana tank ini bisa lahir, kita harus menarik mundur waktu ke era 1950-an. Pada masa itu, Perang Dingin sedang memanas, dan Swedia—yang memegang teguh prinsip netralitas—merasa sangat terancam oleh potensi invasi, terutama dari kekuatan Pakta Warsawa. Swedia menyadari bahwa mereka mengalami "krisis tank" yang parah. Desain tank lama mereka terlalu lemah jika harus berhadapan dengan tank-tank kelas berat musuh potensial, sementara program pengembangan tank dalam negeri masih jauh dari kata sukses. Dalam upaya putus asa untuk menambal kelemahan ini, militer Swedia terpaksa berpaling ke luar negeri. Setelah negosiasi yang alot, mereka akhirnya memilih untuk membeli tank medium buatan Inggris, Centurion Mk.3.
![]() |
| Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Stridsvagn 103 (Strv 103) militerbanget.blogspot.com |
Sayangnya, Centurion tidak sepenuhnya sesuai dengan persyaratan taktis dan teknis yang dirumuskan oleh Departemen Persenjataan Angkatan Darat Kerajaan Swedia (KATF - Kungliga Arméförvaltningens Tygavdelning). Doktrin pertahanan Swedia menuntut sebuah tank dengan bobot ringan (sekitar 25-30 ton), dipersenjatai meriam kaliber 75-105 mm, memiliki rasio tenaga mesin 20 hp/ton, dan yang paling penting: berdimensi rendah agar bisa bersembunyi di balik kontur hutan dan bukit bersalju Swedia. Centurion, dengan bobotnya yang mencapai 50 ton, tinggi nyaris tiga meter, dan kecepatan maksimal hanya 35 km/jam, jelas melenceng jauh dari spesifikasi ideal tersebut. Namun, karena Centurion sudah siap diproduksi dan bisa segera dikirim, Swedia terpaksa menerimanya. Centurion Mk.3 pertama tiba di Swedia pada Mei 1953, menjadi solusi sementara alias "plester" untuk luka pertahanan mereka.
%20Strv%20103%206.jpg)
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Kegagalan Proyek Kranvagn dan Gagasan Neformat Sven Berge
%20Strv%20103%206.jpg)
Stridsvagn 103 (Strv 103)
militerbanget.blogspot.com
Sementara militer menggunakan Centurion, para insinyur Swedia tidak tinggal diam. Mereka diam-diam mengerjakan proyek tank ambisius bernama EMIL. Proyek ini awalnya sangat menjanjikan: sebuah kendaraan seberat 28 ton dengan meriam 120 mm, dilengkapi pengisi daya otomatis (autoloader), perlindungan baja depan 120 mm, dan kecepatan impresif 55 km/jam. Namun, dalam proses diskusinya pada tahun 1952, proyek ini mengalami perombakan radikal. Militer tiba-tiba menginginkan ukuran yang lebih besar. Bobot tank membengkak menjadi hampir 42 ton, dan rencananya diubah untuk menampung meriam 150 mm. Perubahan ambisius ini pada akhirnya menjadi bumerang; proyek yang berganti nama menjadi Kranvagn (KRV) pada tahun 1956 ini justru tertunda tanpa kepastian. Meski sasisnya dinilai cukup bagus, tank ini tidak pernah berhasil mendapatkan turet maupun senjata utamanya. Proyek ini gagal memenuhi tenggat waktu.
![]() |
| Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Stridsvagn 103 (Strv 103) militerbanget.blogspot.com |
Di tengah krisis proyek KRV tersebut, muncul seorang tokoh kunci: Sven Berge. Insinyur jenius yang mengawasi proyek KRV untuk KATF ini menyadari bahwa Swedia butuh keajaiban. Pada pertengahan 1950-an, menciptakan tank dengan mobilitas tinggi, meriam 105 mm, perlindungan maksimal, namun bobotnya harus tetap di bawah 30 ton adalah hal yang mustahil secara fisika jika menggunakan desain konvensional. Berge pun menemukan jalan keluar yang out-of-the-box: buang saja turetnya! Ia merancang sebuah konsep di mana meriam ditanam langsung ke lambung. Seluruh badan tank akan berfungsi layaknya turet raksasa yang diarahkan oleh sistem suspensi aktif. Suspensi ini tidak hanya bisa naik-turun, tapi juga membuat tank seolah bisa "jongkok" untuk membidik musuh.
Sven Berge menghabiskan akhir pekannya di bulan Agustus 1956 untuk merampungkan cetak biru tank tanpa turetnya ini. Ketika hari Senin tiba dan ia mempresentasikan idenya di markas KATF, reaksi yang ia terima sungguh di luar dugaan: mayoritas rekannya menganggap ide itu konyol dan hanya mengangkat bahu. Dianggap sebagai proyek khayalan yang tak mungkin diwujudkan, konsep ini nyaris berujung di tempat sampah. Namun, bagaimana sebuah sketsa yang diremehkan ini akhirnya berhasil memenangkan kompetisi melawan desain tank gaya Amerika dan Jerman, hingga akhirnya menjelma menjadi tulang punggung pertahanan Swedia? Kisah perjuangan dan keajaiban rekayasa teknologi S-Tank ini akan kita kupas tuntas pada Bagian 2.
Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe
Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com
%20Strv%20103%201.jpg)
%20Strv%20103%205.jpg)
%20Strv%20103%208.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar