Selasa, 19 Juni 2018

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2


Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2
Tank Tempur Berat/Heavy Tank JS-2
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018

Menyambung pembahasan sebelumnya mengenai Tank Tempur Berat IS-1 (JS-1), kini kita beralih ke generasi penerusnya yang jauh lebih ikonik dan menentukan arah evolusi tank berat Soviet: IS-2.

Jika IS-1 merupakan tahap transisi dari seri KV menuju keluarga tank berat baru, maka IS-2 adalah bentuk pematangan konsep tersebut. Tank ini tidak sekadar memperbaiki kekurangan pendahulunya, tetapi juga menetapkan standar baru dalam keseimbangan antara daya tembak, proteksi, dan mobilitas untuk kelas tank berat pada era Perang Dunia II.

Nama “IS” sendiri merupakan singkatan dari Iosif Stalin (Иосиф Сталин), mencerminkan signifikansi politik dan simbolik kendaraan tempur ini bagi Uni Soviet.

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2
Tank Tempur Berat/Heavy Tank JS-2
militerbanget.blogspot.com

Dari KV ke IS: Evolusi Menuju Daya Hancur Maksimal

Kelahiran keluarga IS tidak dapat dilepaskan dari pengalaman pahit Uni Soviet menghadapi tank berat Jerman seperti Panther dan Tiger. Seri KV yang sebelumnya menjadi andalan mulai tertinggal, baik dari segi mobilitas maupun kemampuan penetrasi. Pada 1943, biro desain di bawah pimpinan Joseph Kotin mengembangkan prototipe KV-13 sebagai fondasi generasi baru.

Dari sinilah lahir dua varian awal: IS-85 (kemudian dikenal sebagai IS-1) dengan meriam 85 mm, serta IS-122 yang kelak menjadi IS-2 dengan meriam 122 mm.

Perbedaan kaliber ini bukan sekadar angka. Meriam D-25T 122 mm yang akhirnya menjadi standar IS-2 mengubah peta pertempuran. Proyektilnya memiliki energi kinetik dan daya ledak yang mampu merusak tank berat Jerman, bahkan ketika penetrasi tidak sempurna. Efek kejut internal sering kali cukup untuk melumpuhkan awak dan sistem mekanis lawan.

Produksi IS-2 disetujui pada akhir Desember 1943, dan pada awal 1944 sekitar 100 unit telah operasional. Sepanjang 1943–1945, total 3.395 unit diproduksi—angka yang signifikan untuk kategori tank berat.

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2
Tank Tempur Berat/Heavy Tank JS-2
militerbanget.blogspot.com

Desain dan Perlindungan: Baja yang Dimiringkan untuk Mendongkrak Sistem Proteksi

IS-2 model awal (1943) masih menggunakan glacis depan “berjenjang”. Namun model 1944 memperkenalkan desain pelat baja depan yang lebih landai (sloped armor), meningkatkan peluang pantulan proyektil musuh sekaligus memperbaiki efisiensi balistik.

Ketebalan lapisan baja depan mencapai 120 mm, dengan tambahan perisai yang meningkatkan proteksi efektif hingga sekitar 150 mm pada titik tertentu. Sisi dan belakang dilindungi baja setebal sekitar 90–100 mm.

Turret cor (cast turret) dengan permukaan melengkung memberikan keuntungan balistik dibandingkan desain bersudut tajam. Selain itu, IS-2 dilengkapi senapan mesin koaksial DT 7,62 mm serta senapan mesin anti-udara DShK 12,7 mm yang dipasang di atas cupola komandan—penambahan penting untuk menghadapi ancaman infanteri dan pesawat serang rendah.

Dengan bobot sekitar 46 ton dan mesin diesel V-2IS 520 hp, kecepatan maksimum mencapai 37 km/jam. Meski bukan tank paling cepat, kombinasi tenaga dan rasio daya terhadap beratnya cukup memadai untuk operasi ofensif Soviet yang agresif pada 1944–1945.

Tak mengherankan bila IS-2 sering dijuluki sebagai “Tank Kemenangan”. Tank ini berperan dalam ofensif besar Soviet hingga jatuhnya Berlin, sekaligus menjadi fondasi lahirnya varian lanjutan seperti IS-3.

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2
Tank Tempur Berat/Heavy Tank JS-2
militerbanget.blogspot.com

Keluarga Tank IS: Evolusi Baja Soviet

Keluarga IS tidak berhenti pada IS-2. Keluarga tank IS berkembang menjadi lini tank berat yang menunjukkan ambisi teknologi Soviet pasca Perang Dunia II.

1. IS-1 (IS-85)
Versi awal dengan meriam kaliber 85 mm. Diproduksi dalam jumlah terbatas (sekitar 107 unit), menjadi tahap transisi sebelum meriam kaliber 122 mm dianggap lebih memadai.

2. IS-2
Varian paling terkenal, senjata utamanya adalah meriam kaliber 122 mm D-25T. Diproduksi hingga tahun 1945 dan mengalami masa operasional yang sangat panjang bahkan hingga dekade 1990-an (walaupun ditempatkan pada alutsista cadangan).

3. IS-3 (Ob’yekt 703)
Diperkenalkan pada 1945 dengan desain glacis “pike nose” berbentuk seperti pembelah ombak. Siluetnya rendah dan turret berbentuk kubah membulat. Meskipun varian ini terlambat untuk ikut berperan dalam Perang Dunia II, desainnya mengejutkan pihak Barat saat parade kemenangan Soviet dan memengaruhi desain tank NATO di masa itu.

4. IS-4 (Ob’yekt 701)
Mengutamakan proteksi ekstrem dengan ketebalan baja hingga ketebalan 250 mm. Bobot operasional melonjak hingga 60 ton, namun produksinya terbatas karena tingginya biaya produksi dan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi.

5. IS-7 (Ob’yekt 260)
Puncak ambisi tank berat Soviet. Berbobot sekitar 68 ton dengan meriam kaliber 130 mm S-70 dan mesin 1.050 hp. Hanya enam unit yang diproduksi, tetapi menjadi demonstrasi kemampuan industri Soviet.

6. T-10 (Ob’yekt 730)
Sering dianggap evolusi akhir keluarga IS. Diproduksi massal (sekitar 8.000 unit) dan operasional hingga era Perang Dingin sebagai tank berat terakhir Soviet sebelum konsep Main Battle Tank (MBT) sepenuhnya menggantikan kategori tank berat.

Platform Turunan: Artileri Swagerak

Sasis IS-2 juga melahirkan artileri swagerak legendaris seperti ISU-152 dan ISU-122. Keduanya menggabungkan proteksi tebal dengan daya hancur besar, menjadi alat penghancur benteng dan dukungan infanteri yang sangat efektif.

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2
Tank Tempur Berat/Heavy Tank JS-2
militerbanget.blogspot.com

Analisis: Warisan Strategis IS-2

IS-2 bukan sekadar tank berat. Tank ini adalah simbol transisi doktrin lapis baja Soviet. Dari pendekatan defensif awal perang, Uni Soviet bertransformasi menjadi kekuatan ofensif yang mengandalkan massa produksi, kekuatan tembak besar, dan tekanan berkelanjutan.

Secara teknis, IS-2 memang memiliki laju tembak lebih lambat dibanding tank Jerman. Namun dalam konteks operasi skala besar dan duel jarak menengah, satu tembakan 122 mm sering kali lebih menentukan daripada dua atau tiga tembakan kaliber lebih kecil.

Lebih jauh lagi, keluarga IS membuka jalan menuju doktrin tank modern Soviet yang akhirnya melebur konsep tank berat dan medium menjadi Main Battle Tank. Dalam konteks ini, IS-2 adalah batu loncatan penting menuju era T-54 dan seterusnya.

IS-2 membuktikan bahwa dalam perang industri total, kombinasi daya hancur besar, desain pragmatis, dan produksi massal sering kali lebih menentukan daripada kompleksitas teknis semata.

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2
Tank Tempur Berat/Heavy Tank JS-2
militerbanget.blogspot.com

C. Spesifikasi (IS-85 dan IS-2 M1944)


Spesifikasi tank IS adalah sebagai berikut.

1. Tank Varian IS-85
Panjang: 6.770mm 
Lebar: 3.070mm 
Tinggi: 2.740mm 
Ground Clearance: 465mm 
Kru: 4 (Juru mudi, komandan, Juru tembak, Juru muat amunisi) 
Berat: 46 ton 

Lapisan baja: 
-Depan: 120mm/30° dan 60mm/78° 
-Depan (bawah): 100mm/-30° 
-Samping: 120mm/0° 
-Belakang: 60mm/30° 
-Belakang (bawah): 60mm/-41° 
-Atap: 30mm 
-Bawah: 30mm 
-Turret (Mask tools): 100mm
-Turret (samping dan belakang): 100mm/15° 
-Turret (atap): 30mm 

Senjata utama: D-5T kaliber 85mm 
Senjata sekunder: 3 senapan mesin berat DT kaliber 7.62mm 
Mesin: V-2IS, V12 diesel engine 4 langkah 
Daya mesin: 520 tenaga kuda 
Kecepatan maksimum: 37 km/jam

2. Tank Varian IS-2
Panjang: 6.770mm 
Lebar: 3.070mm 
Tinggi: 2.630mm 
Ground Clearance: 420mm 
Kru: 4 (Juru mudi, komandan, Juru tembak, Juru muat amunisi) 
Berat: 46 ton 

Lapisan baja: 
-Depan: 120mm/30° dan 60mm/78° 
-Depan (bawah): 100mm/-30° 
-Samping: 120mm/0° 
-Belakang: 60mm/30° 
-Belakang (bawah): 60mm/-41° 
-Atap: 30mm 
-Bawah: 30mm 
-Turret (Mask tools): 100mm 
-Turret (samping dan belakang): 100mm/15° 
-Turret (atap): 30mm 

Senjata utama: Meriam D-25T kaliber 122mm 
Senjata sekunder: 3 senapan mesin berat DT kaliber 7.62mm dan 1 senapan mesin anti-udara DShK kaliber 12.7mm 
Mesin: V-2IS, V12 diesel engine 4 langkah 
Daya mesin: 520 tenaga kuda 
Kecepatan maksimum: 37 km/jam
Mulai bertugas: 1944
Kru: 4 (Juru mudi, komandan, Juru tembak, Juru muat amunisi)
Bobot: 46.000 kg/46,00 ton

Dimensi 
Panjang: 9,00 m / 32ft 6In
Tinggi: (over turret hutch) 2,73 m / 8ft11in
Lebar: 3,09 m/ 10ft 2in
Persenjataan 
Senjata utama: 122mm/4.8in D-25 Gun
Senjata sekunder: 3 x 7.62 mm machine gun
Armor: maximum 120 mm
Mesin: V2-IS 12 cylinder diesel, 382,8 kW/510hp

Performa 
Kecepatan maksimum: 37 km/jam, 
Jarak jelajah maksimum: 240 km
Demikianlah artikel tentang Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-2, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, 
dicetak oleh: 
AnnessPublihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com

#Tank
#Tank_Tempur_Berat
#Rusia
#Perang_Dunia_II

Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-1



Kemayoran, Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018

Kembali pada artikel yang mengulas secara singkat tentang militer, artikel kali ini akan membahas tentang Tank tempur berat yang berasal dari Rusia. 

Muncul di era Perang Dunia Ke II, Tank ini merupakan cikal bakal dari Tank Tempur Berat (Heavy Tank) JS-2 dan JS-3.

Berbasis pada tank tempur berat KV-1, Rusia memproduksi tank baru pada tahun 1941 untuk menyaingi keganasan tank Jerman tipe teranyar saat itu (seperti PzKpfw IV seri terbaru) dan mendukung peran T-34 agar bisa terus mempertahankan dominasi di palagan pertempuran. 


Spesifikasinya secara sederhana atau secara umum adalah tank yang diawaki oleh empat orang kru, senjata utamanya adalah meriam kaliber 85mm, dan proteksi yang kebal terhadap meriam anti tank 50mm milik Jerman (dimana kaliber 50mm adalah senjata anti tank terbaik saat itu), tetapi bobotnya tidak boleh kurang dari bobot tank KV-1


Saat JS-1 muncul di tahun 1943, meriam utama diganti dengan kaliber 100mm. Dengan memperbesar chasis KV-1, memungkinkan dipasang cincin turret yang lebih besar dan turret dapat dipasangkan meriam dengan kaliber yang lebih besar juga.

Tank ini dapat menembak dengan akurasi yang tinggi, siluet badannya cukup kecil, dan sangat handal. 

Pada akhir 1944 beberapa diantaranya diganti dengan meriam kaliber 122 mm. 


Spesifikasi Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-1


Mulai bertugas: 1943
Kru: 4 Orang
Bobot: 46.000 kg/46,00 ton

Dimensi 
Panjang: 8,32 m / 27ft 3In
Tinggi: (over turret hutch) 2,9 m / 9ft 6in
Lebar: 3,25 m/ 10ft 8in

Persenjataan
Senjata utama: Meriam kaliber 100mm/3.94in Gun
Senjata sekunder: 2 x senapan mesin kaliber 7.62 mm machine gun

Armor: maximum 132 mm
Mesin: V2-IS 12 cylinder diesel, 382,8 kW/510hp

Performa 
Kecepatan operasional maksimum: 40 km/jam 
Jarak jelajah maksimum: 250 km

Sumber: 
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com

#Tank
#Tank_Tempur_Berat
#Heavy_Tank
#Rusia
#Perang_Dunia_II