Rabu, 17 Maret 2021

Howitzer Swagerak kaliber 152mm / 152 mm self-propelled howitzer - 2S3 Akatsiya (Bagian 1)


Howitzer Swagerak kaliber 152mm (152 mm self-propelled howitzer) - 2S3 Akatsiya 1
Howitzer Swagerak kaliber 152mm
152 mm self-propelled howitzer - 2S3 Akatsiya
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 17 Maret 2021

Sejarah 2S3 Akatsiya: Jawaban Telak Uni Soviet untuk M109 Amerika


Proses rancang bangun howitzer swagerak 2S3 Akatsiya (atau akasia dalam Bahasa Indonesia) kaliber 152mm dimulai pada tahun 1967. Proses perancangan sistem artileri ini merupakan reaksi Uni Soviet atas kemunculan howitzer self-propelled M109 milik Amerika Serikat. Purwarupa pertama berhasil diwujudkan pada tahun 1968. Artileri ini mulai dioperasikan oleh Angkatan Darat Uni Soviet pada tahun 1971. Sebuah batch signifikan pertama dari 70 sistem artileri dikirim pada tahun 1973. Sistem artileri ini diproduksi dalam jumlah besar sampai produksinya dihentikan pada tahun 1993. Alutsista ini Juga diekspor secara luas ke berbagai negara. 2S3 Akatsiya hingga saat ini masih menjadi alutsista andalan di sejumlah negara, termasuk Rusia.

Howitzer Swagerak kaliber 152mm (152 mm self-propelled howitzer) - 2S3 Akatsiya 3
Howitzer Swagerak kaliber 152mm
152 mm self-propelled howitzer - 2S3 Akatsiya
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Meriam 152mm: Mesin Penghancur dengan Pengisian Mekanis


Akatsiya dilengkapi dengan howitzer D-22 kaliber 152 mm / L27, yang merupakan varian modifikasi dari D-20 towed gun-howitzer (howitzer Tarik). 2S3 dilengkapi dengan alat bantu sistem pengisian amunisi mekanis. Kecepatan tembak maksimum hanya 3-4 tembakan per menit. Howitzer ini dapat menembakkan 30 peluru dalam tempo 10 menit atau 75 tembakan terus menerus per jam. Akatsiya kompatibel dengan semua amunisi kaliber 152mm yang dikembangkan untuk sistem artileri tipe tarik D-20, ML-20 dan D-1. 

Howitzer Swagerak kaliber 152mm (152 mm self-propelled howitzer) - 2S3 Akatsiya 5
Howitzer Swagerak kaliber 152mm
152 mm self-propelled howitzer - 2S3 Akatsiya
militerbanget.blogspot.com

Daya Ledak dan Jangkauan Tembak: Sanggup Melontarkan Proyektil Nuklir!


Amunisi yang bisa digunakan termasuk HE-FRAG, HEAT, AP-tracer, iluminasi dan proyektil nuklir. Jarak tembak maksimum dengan proyektil HE-FRAG tipe standar adalah 17,4 km. Jarak tembak maksimum, untuk metode penembakan secara langsung adalah 4 km. 

Biasanya total 40 tembakan dilakukan dalam satu sorti. Komposisi amunisi standar adalah 36 amunisi HE-FRAG dan 4 amunisi HEAT. Varian modernisasi dari sistem artileri ini, 2S3M juga mampu menembakkan Krasnopolproyektil terpandu presisi dengan panduan laser. Varian peningkatan ini memiliki jarak tembak maksimum hingga 20 km.

Howitzer Swagerak kaliber 152mm (152 mm self-propelled howitzer) - 2S3 Akatsiya 7
Howitzer Swagerak kaliber 152mm
152 mm self-propelled howitzer - 2S3 Akatsiya
militerbanget.blogspot.com

Formasi Kru dan Sistem Pertahanan Sekunder


Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin kaliber 7,62 mm yang dikendalikan dengan remote control dan dipasang di atas atap.

2S3 diawaki oleh empat personel yaitu komandan, juru tembak, juru muat amunisi dan pengemudi. Dua set amunisi biasanya telah disiapkan di darat dan terpasang pada mekanisme pengisian pada saat proses penembakan.


Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain