Tampilkan postingan dengan label Prancis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prancis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2026

Tank Ringan AMX-13: Mahakarya Tank Ringan Prancis yang Mengubah Paradigma Perang Modern


Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 1
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Minggu, 19 Juli 2026

Dunia militer pasca-Perang Dunia II dihadapkan pada sebuah dilema besar mengenai masa depan kendaraan lapis baja. Selama perang berkecamuk, doktrin yang mendominasi adalah pembuatan tank-tank raksasa dengan lapisan baja super tebal dan bobot yang sangat berat. Namun, pergerakan yang lambat dan ketidakfleksibelan di medan tempur membuat para insinyur militer mulai berpikir ulang. Di tengah situasi inilah, sekolah teknik militer Prancis mengambil langkah berani yang radikal. Mereka memutuskan untuk membalikkan tren global saat itu, yaitu beralih dari monster besi yang lamban dan menaruh taruhan sepenuhnya pada aspek mobilitas tinggi. Keputusan visioner ini melahirkan salah satu tank ringan paling inovatif dan ikonik dalam sejarah militer dunia: AMX-13.

Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 3
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Inovasi Radikal: Desain Kubah Berosilasi (Oscillating Turret)


Salah satu daya tarik utama sekaligus kebanggaan mutlak dari AMX-13 terletak pada desain kubahnya yang sangat unik dan tidak konvensional, yang dikenal sebagai oscillating turret (kubah berosilasi). Berbeda dengan kubah tank konvensional yang berputar secara horizontal sementara laras meriamnya bergerak naik-turun secara mandiri di dalam kubah, kubah AMX-13 terbagi menjadi dua bagian utama.

Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 5
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Bagian atas kubah dirancang menyatu secara kaku dengan meriam utama berkaliber 75mm serta sebuah senapan mesin koaksial. Ketika tank ini membidik sasaran secara vertikal (naik atau turun), seluruh bagian atas kubah tersebut ikut miring dan bergerak secara utuh. Selain memberikan efisiensi ruang yang luar biasa, mekanisme ini memberikan pertahanan tambahan bagi kru di dalamnya. Tidak hanya itu, untuk memperkuat daya gempur dan pertahanan udara, sebuah senapan mesin antipesawat juga kerap dipasang di bagian atap kubah untuk mengantisipasi ancaman dari langit.

Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 7
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Sistem Pemuat Otomatis dan Kecepatan Tembak yang Menakjubkan


Desain kubah berosilasi yang berani ini bukan sekadar estetika untuk tampil beda, melainkan sebuah solusi teknik cerdas yang memungkinkan integrasi sistem pemuat peluru otomatis (autoloader). Di era di mana sebagian besar tank dunia masih mengandalkan kekuatan fisik manusia untuk memasukkan peluru berbobot berat ke dalam meriam, AMX-13 melompati zaman dengan teknologi barunya.

Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 9
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Dua buah magasin berbentuk revolver berkapasitas masing-masing enam butir peluru ditempatkan di bagian belakang kubah tank. Berkat sistem mekanis yang presisi ini, AMX-13 mampu memuntahkan total 12 selongsong peluru dengan kecepatan yang sangat luar biasa dalam hitungan detik tanpa membutuhkan keberadaan kru pemuat peluru sama sekali. Keunggulan mekanisasi ini memberikan efek kejut yang masif di medan laga, memungkinkan tank ini memberondong posisi musuh dengan rentetan tembakan cepat sebelum musuh sempat melakukan kalkulasi balasan.

Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 11
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Gesit di Lapangan: Filosofi Hit and Run


Sesuai dengan filosofi awalnya yang memprioritaskan aspek kelincahan, AMX-13 dirancang agar bertubuh ramping dan berbobot ringan. Tank ini ditenagai oleh mesin bertenaga 250 tenaga kuda. Kombinasi antara bobot kendaraan yang ringan dan mesin yang responsif membuat AMX-13 mampu melesat hingga kecepatan 60 kilometer per jam atau sekitar 37 mil per jam.

Kemampuan mobilitas yang superior ini memungkinkannya mempraktikkan taktik hit and run secara sempurna di berbagai medan. AMX-13 dapat dengan cepat merangsek ke posisi strategis, mengunci dan menghancurkan target secara sukses dengan 12 tembakan cepatnya, lalu menghilang seketika di balik cakrawala sebelum pasukan lawan menyadari dari mana arah datangnya serangan tersebut.

Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 13
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Rekam Jejak Tempur dan Warisan yang Abadi


AMX-13 membuktikan diri bahwa ia bukanlah sekadar eksperimen laboratorium yang menarik atau sekadar pajangan pameran militer yang teoritis. Tank ringan ini terlibat aktif dalam berbagai operasi tempur riil di berbagai belahan dunia, termasuk menjadi aktor penting dalam beberapa konflik besar di kawasan Timur Tengah.


Tank Ringan AMX-13, tank ringan dari Prancis yang masih memperkuat alutsista Indonesia 15
Tank Tempur Ringan/Light Tank AMX-13
militerbanget.blogspot.com

Keberhasilan desain dan efektivitasnya di medan perang membuat militer Prancis terus mempercayai dan mengoperasikan tank ini dalam waktu yang sangat lama, yaitu hingga akhir dekade 1980-an. Bahkan, warisan AMX-13 tidak berhenti sampai di situ. Berkat cetak birunya yang tangguh dan mudah dimodifikasi, beberapa negara di dunia—termasuk Indonesia dalam sejarah panjang kavaleri TNI Angkatan Darat—terus melakukan modernisasi dan mengoperasikan versi mutakhir dari tank legendaris ini hingga hari ini.

Pada akhirnya, AMX-13 adalah bukti nyata bagaimana sebuah inovasi yang berani menantang arus utama dapat melahirkan mahakarya yang mengubah jalannya sejarah teknologi militer global. Tank ini akan selalu dikenang sebagai sang pelopor kecepatan yang mendefinisikan ulang arti fleksibilitas di medan tempur modern.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Rabu, 16 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Keempat)



Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 16 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 3

Negara Pengguna


Austria
Angkatan Udara Austria (18 pesawat)

Bangladesh
Angkatan Udara Bangladesh (delapan pesawat bekas Jerman)

Belgia
Komponen Udara Belgia (50 pesawat, lima di antaranya bekas Jerman)

Biafra
Angkatan Udara Biafra (lima pesawat)

Brazil
Angkatan Udara Brasil (tujuh pesawat) Sipil CM-170M Magister terdaftar sebagai PT-ZIS

Kamboja
Angkatan Udara Kamboja (empat pesawat)

Kamerun
Angkatan Udara Kamerun (sembilan pesawat bekas Prancis)

El Salvador
Angkatan Udara El Salvador (sembilan pesawat bekas Israel)

Finlandia
Angkatan Udara Finlandia (80 pesawat, 18 diproduksi di Prancis, 62 di Finlandia)

Prancis 
Angkatan Udara Prancis (397 pesawat)
Angkatan Laut Prancis (32 pesawat)
Angkatan Udara Gabon (lima pesawat bekas Jerman)

Jerman
Luftwaffe (250 pesawat (62 baru dan 188 produksi lisensi))
Angkatan Laut Jerman (15 pesawat)

Irlandia
Korps Udara Irlandia (Tujuh CM170-2)

Israel
Angkatan Udara Israel (52 pesawat, 16 baru dan 36 produksi berlisensi, digantikan oleh Beechcraft T-6 Texan II)

Katanga
Jumlahnya tidak diketahui

Republik Khmer
Angkatan Udara Nasional Khmer mengoparsikan setidaknya 4 unit

Libanon
Angkatan Udara Lebanon (delapan pesawat bekas Jerman)

Libya
Angkatan Udara Arab Libya (12 pesawat bekas Prancis)

Maroko
Angkatan Udara Kerajaan Maroko (21 pesawat baru, bekas Prancis dan bekas Jerman)

Nikaragua
Angkatan Udara Nikaragua

Rwanda
Angkatan Udara Rwanda (tiga pesawat bekas Prancis)

Senegal
Angkatan Udara Senegal (lima pesawat bekas Brasil)

Togo
Angkatan Udara Togo (empat pesawat bekas Jerman)

Uganda
Angkatan Udara Uganda (12 pesawat bekas Israel)

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre")


Spesifikasi Pesawat pesawat latih jet Fouga CM.170 Magister


Karakteristik umum
Kru: Dua orang
Panjang: 10,06 m (33 kaki 0 inci)
Lebar sayap: 12,15 m (39 kaki 10 inci)
Tinggi: 2,80 m (9 kaki 2 inci)
Luas sayap: 17,30 m² (186,1 ft²)
Berat kosong: 2.150 kg (4.740 lb)
Berat muatan: 2.850 kg (6.280 lb)
Berat lepas landas maksimum: 3.200 kg (7.055 lb)

Dapur pacu: 2 × mesin turbojet Turbomeca Marboré IIA, masing-masing 3,92 kN (880 lbf)

Performa
Kecepatan maksimum: 715 km/jam (386 knot, 444 mph) pada ketinggian 9.000 m (30.000 kaki)
Jarak jelajah: 925 km (500 mil laut, 575 mil)
Elevasi operasional: 11.000 m (36.080 kaki)
Kecepatan pendakian: 17 m/s (3.345 kaki/menit)
Beban sayap: 165 kg/m² (34 lb/ft²)
Rasio daya dorong/berat: 0,28

Persenjataan
2x senapan mesin kaliber 7,5 mm atau 7,62 mm, kapasitas 200 butir peluru/senjata
Muatan hingga 140 kg (310 lb) senjata pada dua hardpoint (pylon) di bawah sayap, termasuk bom seberat 50 kg (110 lb), roket tanpa penuntun, dan rudal anti-tank Nord Aviation SS.11.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior Versi ke II")


Catatan:
Biafra adalah nama negara yang memproklamasikan kemerdekaannya dari Nigeria pada tahun 1967. Negara ini, dengan nama resmi Republik Biafra, berlokasi di wilayah tenggara Nigeria dan didirikan oleh etnis Igbo. Biafra berdiri selama sekitar tiga tahun, dari 30 Mei 1967 hingga 15 Januari 1970, sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke Nigeria.

Negara Katanga: Sebuah negara yang memproklamasikan kemerdekaan dari Republik Kongo (Léopoldville) pada 11 Juli 1960, di bawah kepemimpinan Moise Tshombe. Negara ini hanya bertahan hingga 1963.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Pesawat
#Pesawat_Latih

Senin, 14 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Ketiga)


Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Trainee Airplane)
Fouga CM.170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 10 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 2

Belgia
Angkatan Udara Belgia mengoperasikan 50 unit Magister sebagai pesawat latih utama. Tim aerobatik The Red Devils juga menggunakannya sebagai pesawat untuk airshow. Sejumlah kecil Magister tetap digunakan hingga September 2007, sebagai pesawat latih untuk menambah jam terbang bagi perwira senior. Angkatan Udara Belgia adalah negara terakhir yang menggunakan Magister untuk tugas operasional.

Kongo
Selama Krisis Kongo, Angkatan Udara Katangese (FAK) yang pro-pemisahan diri membeli sembilan Magister dari Prancis. Dikonfirmasi operasional pada bulan Juli 1961, mereka tampaknya dipiloti oleh tentara bayaran yang diberikan misi untuk menghancurkan beberapa pesawat ONUC pada bulan September, termasuk Douglas DC-4. Hanya satu unit yang ditinggalkan oleh awaknya di Kolwezi karena masalah mekanis - yang selamat dari konflik.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Transport-Multi Peran / Transport-Utility Helicopter - Kaman H-43B Huskie")

Irlandia
Korps Udara Irlandia mengoperasikan enam Fouga Magister dari tahun 1975 hingga 1999, empat di antaranya melengkapi tim aerobatik Silver Swallows.

Brazil
Força Aérea Brasileira (FAB) menggunakan Fouga Magister dalam tim pertunjukan aerobatik mereka, Esquadrilha da Fumaça, dari tahun 1968 hingga 1975. Pesawat ini diberi nomor T-24 dalam seri pelatih dengan sebutan tipe FAB.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Trainee Airplane)
Fouga CM.170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Varian


CM.170 Magister - tiga unit purwarupa dan 10 unit pesawat praproduksi.

CM.170M Magister - dua purwarupa untuk Aéronavale Prancis

CM.170-1 Magister - versi produksi pertama dengan mesin Turbomeca Marboré II; 761 unit diproduksi termasuk 188 unit di Jerman Barat, 62 di Finlandia, dan 50 di Israel.

CM.170-2 Magister – varian dengan mesin Marboré VI yang dimodernisasi dengan daya dorong masing-masing 4,7 kN (1.055 lbf); diproduksi sebanyak 137 unit.

CM.171 Makalu – Varian dengan rangka pesawat yang diperbesar untuk mengadopsi mesin Turbomeca Gabizo dengan daya dorong masing-masing 10,8 kN (2.422 lbf), satu-satunya purwarupa hilang dalam kecelakaan pada tanggal 20 Maret 1957. Tampaknya varian ini tidak diteruskan setelah kecelakaan tersebut.

CM.173 Super Magister/ Potez 94 – Varian dengan mesin Marboré Super VI dengan daya dorong masing-masing 5,1 kN (1.143 lbf) dan dilengkapi dengan kursi lontar, hanya satu purwarupa yang dibuat.

CM.175 Zéphyr Varian pesawat latih kapal untuk Aéronavale, dilengkapi dengan roda pendarat yang diperkuat, alat ketapel, dan kait penahan; diproduksi sebanyak 30 unit.

Potez CM.191 - Varian Magister dengan konfigurasi 4 kursi; diproduksi sebanyak dua unit.

IAI Tzukit atau AMIT Fouga – Varian dari Angkatan Udara Israel, dilengkapi dengan kokpit baru yang terbuat dari material komposit.

Fouga 90/90A – Varian modernisasi berdasarkan CM.170 dengan mesin Turbomeca Astafan yang memiliki daya dorong masing-masing sebesar 7,6 kN (1.715 lbf), kanopi yang dirancang ulang untuk visibilitas yang lebih baik, dan avionik yang dimodernisasi. Satu unit purwarupa dibuat. Versi 90A yang diusulkan dilengkapi dengan mesin Turbomeca Astafan 790 kp; kedua versi ini tidak dilanjutkan ke tahap produksi karena sepi peminat.

Bersambung ke Bagian 4

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Pesawat
#Pesawat_Latih

Kamis, 10 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Kedua)


Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 10 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 1

Angkatan Laut Prancis, Aéronavale, kemudian mengadopsi turunan Magister, CM.175 Zéphyr, sebagai pesawat latih dasar untuk latihan pendaratan di dek dan operasi kapal induk. Pesawat-pesawat ini didahului oleh dua purwarupa "bukti konsep" yang diberi kode CM.170M Magister, yang melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1956/57.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Versi Magister yang disempurnakan (dimodernisasi) yang diberi nama CM.170-2 Magister diproduksi mulai tahun 1960. Pesawat ini menggunakan dapur pacu mesin Turbomeca Marboré IV yang lebih bertenaga. Produksi Magister berakhir di Prancis pada tahun 1962 tetapi pesawat ini terus diproduksi di Finlandia hingga tahun 1967.

Pengembangan pesawat ini berakhir ketika Angkatan Udara Prancis memilih Alpha Jet sebagai pesawat latih jet baru mereka. Setelah dipensiunkan, sejumlah Magister dibeli oleh pribadi di AS dan dioperasikan dalam kategori eksperimental dan juga pesawat koleksi (hobby).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Bulat")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Sejarah operasional


Pelanggan ekspor pertama adalah Jerman yang memesan 62 unit pesawat dari Fouga, dan Flugzeug Union Süd (konsorsium Heinkel dan Messerschmitt) kemudian memproduksi secara lisensi 188 unit pesawat. Selain itu CM.170 juga diproduksi di bawah lisensi oleh Valmet di Finlandia, dan Israel Aircraft Industries di Israel, dengan total produksi 929 unit. Dari jumlah tersebut 286 unit diselesaikan di bawah lisensi.
Israel

Angkatan Udara Israel mengoperasikan versi yang diproduksi dengan lisensi, IAI Tzukit. Meskipun pada dasarnya merupakan pesawat latih, pesawat ini ternyata digunakan dalam Perang Enam Hari 1967 oleh Skuadron 147 sebagai pesawat pendukung jarak dekat, menyerang target di garis depan Mesir selama hari pertama perang, ketika pesawat tempur Israel yang lebih canggih dikerahkan dalam Operasi Fokus terhadap pangkalan udara Arab. Pesawat-pesawat ini kemudian dikerahkan melawan pasukan Yordania, termasuk kendaraan lapis baja, di Tepi Barat. Magister terbukti efektif dalam misi dukungan jarak dekat meskipun menimbulkan banyak korban, dengan enam orang tewas.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

El Salvador
El Salvador membeli 9 unit pesawat bekas Israel dan 3 pesawat Magister Prancis diakuisisi oleh Angkatan Udara Salvador yang kemudian digunakan sebagai pesawat latih dan pesawat serang darat dalam Perang Saudara Salvador dengan menggunakan bom dan senapan mesin 7,62 mm yang dipasang di hidung. Tidak ada yang tercatat hilang akibat tembakan musuh, tetapi hanya lima unit yang masih dalam kondisi siap pakai pada akhir perang.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Transport-Multi Peran / Transport-Utility Helicopter - Kaman H-43B Huskie")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Finlandia
Pada tahun 1958-1959, Finlandia membeli 18 Fouga Magister dari Prancis. Pada saat yang sama negara ini juga memperoleh lisensi manufaktur. Pabrikan pesawat Finlandia, Valmet, kemudian memproduksi 62 pesawat Fouga antara tahun 1958–67. Pesawat buatan Prancis itu membawa sebutan FM-1...-18 dan FM-21...-82 buatan Finlandia. Pesawat itu lalu dioperasikan sebagai pelatih jet di Angkatan Udara Finlandia antara tahun 1958–1988 hingga posisinya digantikan oleh BAe Hawks. Sebanyak 21 unit Fouga Magister hancur dalam kecelakaan, enam di antaranya berakibat fatal. Julukan Angkatan Udara Finlandia yang biasa untuk pesawat itu adalah Kukkopilli (Ocarina) karena suara unik yang keluar dari mesin turbojet Turbomeca Marboré.

Bersambung ke Bagian 3

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Pesawat
#Pesawat_Latih

Rabu, 09 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Pertama)


Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 9 Juli 2025

Fouga Magister (nama resmi dari Perusahaan untuk pesawat ini adalah CM.170) adalah pesawat latih jet dua tempat duduk buatan Prancis tahun 1950-an. CM.175 Zéphyr yang dilengkapi dengan tailhook adalah varian untuk landasan kapal Induk Angkatan Laut Prancis.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Meskipun pesawat ini didapuk sebagai pesawat latih pertama yang diproduksi khusus dengan konfigurasi dua kursi dan menggunakan mesin turbojet, ternyata konfigurasi ini sudah ada pada pesawat latih Fokker S.14 Machtrainer yang penerbangan pertamanya, produksi dan operasional aktif satu tahun sebelum CM.170. Namun, Magister jauh lebih sukses ketimbang Machtrainer, diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar dan diekspor ke banyak negara. Hampir 1.000 unit pesawat Magister diproduksi dibandingkan dengan hanya 21 unit pesawat Machtrainer.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft - Mikoyan-Gurevich MiG-19")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Desain dan pengembangan

Pada tahun 1948, pabrikan Fouga merancang pesawat latih utama bertenaga jet yang disebut CM.130 untuk digunakan oleh Angkatan Udara Prancis (Armée de l'Air, AdA) yang rencananya diposisikan sebagai pengganti pesawat Morane-Saulnier MS.475 yang bermesin piston. Ketika AdA menemukan bahwa pesawat tersebut kekurangan tenaga dari dua mesin turbojet Turbomeca Palas, Fouga memperluas desain dasar dan menggunakan mesin Turbomeca Marboré yang lebih bertenaga. 

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Ekor berbentuk V yang khas dari CM.170 Magister yang baru berasal dari glider CM.8 (alias Castel-Mauboussin 8) yang digunakan Fouga sebagai basis uji coba penerapan mesin jet. Pada bulan Desember 1950, AdA memesan tiga unit purwarupa, dengan pesawat pertama terbang pada tanggal 23 Juli 1952. Sebanyak 10 pesawat praproduksi dipesan pada bulan Juni 1953 diikuti oleh pesanan produksi pertama sebanyak 95 unit pesawat pada tanggal 13 Januari 1954. Fouga kemudian membangun pabrik perakitan baru di Toulouse-Blagnac untuk memproduksi pesawat tersebut. Pesawat tersebut mulai mulai dioperasikan oleh Angkatan udara Prancis pada tahun 1956.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Bulat")

Fouga Magister 170R dirancang pada tahun 1949 oleh Robert Castello dan Pierre Mauboussin. Purwarupa pertama terbang pada tanggal 23 Juli 1952 dan yang pertama dijual ke AdA terbang pertama kali pada bulan Februari 1956.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Karena adanya beberapa penggabungan beberapa industri, pesawat ini kemudian dikenal dengan nama "Fouga CM.170 Magister", "Potez (Fouga) CM.170 Magister", Sud Aviation (Fouga) CM.170 Magister" dan "Aérospatiale (Fouga) CM.170 Magister" tergantung di mana dan kapan pesawat tersebut dibuat.

Catatan Tambahan:
Pesawat glider atau pesawat layang adalah pesawat  yang  terbang di udara dengan cara melayang, karena pesawat jenis ini tidak dilengkapi dengan mesin. Secara prinsip adalah pesawat bersayap, dan walaupun memiliki bobot yang lebih berat daripada udara, pesawat ini masih dapat melayang dengan sepenuhnya mengandalkan gravitasi untuk propulsi. Pesawat ini diluncurkan dari dataran tinggi dan meluncur ke depan sambil kehilangan ketinggian, dengan efisiensi penurunannya diukur sebagai laju penurunan. Atau ditarik oleh pesawat lain sampai dengan batas elevasi tertentu dan kemudian dilepas untuk melayang turun secara halus.

Bersambung ke Bagian 2

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pesawat
#Pesawat_Transport
#Perang_Dunia_II

Kamis, 07 November 2024

EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Keempat)


Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Kamis, 7 November 2024

Kendaraan pengintai lapis baja racikan dari Prancis ini memang punya tempat tersendiri bagi pecinta militer di Indonesia. Bukan tanpa alasan, alutsista ini memang pada suatu masa pernah menjadi salah satu alutsista andalan dari TNI. Dan bukan hanya itu, alutsista ini juga punya keunikan tersendiri, karena memioiki sistem kemudi dual, yang artinya pengemudinya ada dua, dimana konfigurasinya saling membelakangi. Alhasil, kendaraan ini dapat bergerak secara dua arah (maju atau mundur) dengan kelincahan dan performa yang sama. Supaya artikel ini dapat mudah untuk dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Ketiga)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan pengintai ini tidak hanya ditujukan untuk misi pelacakan dan identifikasi lawan (misi seperti ini sejatinya dapat dipikul oleh kendaraan yang lebih ringan dengan senjata yang lebih ringan), tetapi juga dengan misi keamanan di medan perang (misalnya pertahanan sisi lambung dan perlindungan ofensif) yang membutuhkan daya tembak yang besar tidak hanya untuk menghancurkan elemen-elemen terdepan musuh, tetapi juga untuk menahan serangan mendadak dari kendaraan lapis baja lawan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber Bristol Beaufort")

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Portugal memesan 50 unit varian EBR dan 28 unit varian ETT pada tahun 1956. Sebagian besar kendaraan ini ditempatkan pada unit pengintaian Angkatan Darat yang ditempatkan di negara-negara jajahan Portugis seperti Angola dan Mozambik. Kendaraan ini ditempatkan di Lokasi tersebut pada saat pecahnya Perang Seberang Laut Portugis dan digunakan pada tahap awal dalam operasi kontra pemberontakan. Pada tahun 1974, selama Revolusi Bunga Anyelir, Kendaraan EBR 75 FL10 dari Gerakan Angkatan Bersenjata berhadapan dengan tank M47 Patton dari pasukan loyalis di Praça do Comércio. Awak kendaraan dari kedua belah pihak akhirnya mundur tanpa insiden.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Amfibi / Seaplane Bomber Short Sunderland")

Selain Portugal dan beberapa negara di di Afrika Utara, satu-satunya penjualan ekspor EBR adalah beberapa jumlah kecil yang diproduksi untuk Angkatan Darat Indonesia dan Bundesgrenzschutz Jerman Barat.

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Umum Kendaraan Pengintai Lapis Baja Panhard EBR


Jenis: Kendaraan pengintai beroda, lapis baja
Asal negara: Prancis
Catatan operasional

Dioperasikan oleh: 
Angkatan Darat Prancis
Angkatan Darat Indonesia
Angkatan Darat Portugis

Sejarah produksi
Perancang: Panhard
Pabrikan: Panhard
Diproduksi: Tahun 1951-1960

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Teknis Kendaraan Pengintai Lapis Baja Panhard EBR


Bobot operasional:  
12,5 ton (13,8 ton pendek; 12,3 ton panjang) (model 1951)
14,9 ton (16,4 ton pendek; 14,7 ton panjang) (model 1954)
Panjang: 6,15 m (20 kaki 2 inci)
Lebar: 2,42 m (7 kaki 11 inci)

Tinggi: 
2,24 m (7 kaki 4 inci) (konfigurasi empat roda)
2,32 m (7 kaki 7 inci) (konfigurasi delapan roda)

Awak: 4 orang (pengemudi, komandan, penembak dan pengemudi belakang)

Proteksi (Lapisan baja): 
Turret depan: 40 mm (miring)
Sisi turret: 25 mm
Lambung depan: 20 mm (miring)
Sisi lambung: 15 mm

Persenjataan utama
Model 1951: meriam laras berulir SA 49 kaliber 75 mm (56 peluru) Model 1951 yang dievaluasi ulang: meriam tekanan rendah CN 90 F2 kaliber 90 mm (43 peluru)
Model 1954: meriam laras berulir kecepatan tinggi SA 50 75 mm (36 peluru)

Persenjataan sekunder
3 x senapan mesin Reibel MAC31 7,5 mm yang paling umum, terkadang 4 x senapan mesin ringan MG 7,5 mm dan 4x mortir asap DREB

Dapur pacu: Mesin bensin Panhard 12 H 6000 S flat-twelve 200 hp pada 3700 RPM

Rasio Daya/berat: 15,6 hp/ton
Sistem kemudi: dua gearbox tandem 4 kecepatan yang menyediakan total 16 rasio gigi yang berbeda

Suspensi: pegas koil dan hidropneumatik, 8×8
Ground clereance: 340 hingga 420 mm
Kapasitas bahan bakar: 370 liter
Jarak jelajah operasional maksimum: 700 km (430 mil)

Kecepatan maksimum: hingga 115 km/jam (71 mph)
75 km/jam (47 mph) hingga 85 km/jam (53 mph) di jalan sekunder
10 km/jam (6,2 mph) hingga 25 km/jam (16 mph) di medan kasar dan tidak rata

Sistem kemudi
As roda depan dan belakang (Artinya bisa bergerak dalam dua arah)

Demikianlah artikel tentang EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Keempat), semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Panhard EBR
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Indonesia
#Kendaraan_Lapis_Baja