Tampilkan postingan dengan label Tank Tempur Medium/Medium Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tank Tempur Medium/Medium Tank. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2026

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif (Artikel Bagian Kedua)


Tank Tempur Medium/Medium Tank  T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif
Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34/85
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Minggu, 8 Maret 2026

Jika Bagian Pertama telah mengupas tuntas bagaimana T-34 dirancang sebagai mahakarya efisiensi yang kasar, maka Bagian Kedua ini akan menjawab pertanyaan krusial: bagaimana desain yang 'setengah jadi' dan tidak nyaman ini mampu menekuk supremasi teknologi Jerman? Jawabannya tidak ditemukan di medan tempur Kursk atau Stalingrad, melainkan di balik kepulan asap pabrik-pabrik yang dipindahkan secara heroik ke pegunungan Ural—sebuah babak di mana kuantitas menjadi kualitas tersendiri.

Memasuki tahun 1941, saat Operasi Barbarossa dilancarkan, T-34 menjadi kejutan yang sangat tidak menyenangkan bagi tentara Jerman. Namun, keberhasilan T-34 bukan hanya karena performa tempurnya, melainkan karena kemampuan Uni Soviet untuk melakukan relokasi industri secara kolosal. Sebanyak 1.300 pabrik dipindahkan ribuan kilometer ke Timur, ke wilayah Ural, untuk menghindari serbuan Jerman. Di sanalah lahir kota industri baru bernama "Tankograd".

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu Kompak / Compact Assault Rifle - SR-3 Vikhr)

Tank Tempur Medium/Medium Tank  T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif
Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34/85
militerbanget.blogspot.com

Evolusi Menuju T-34/85: Menjawab Ancaman Tiger dan Panther

Varian awal T-34 menggunakan meriam kaliber 76,2 mm yang cukup untuk menghancurkan tank Jerman tahun 1941. Namun, seiring munculnya tank berat Jerman seperti Tiger dan Panther, Soviet harus beradaptasi. Lahirlah T-34/85 pada tahun 1944.

Perubahan paling signifikan adalah desain kubah (turret) yang lebih besar. Kubah baru ini mampu menampung tiga orang (komandan, penembak, dan pengisi peluru), berbeda dengan versi lama yang hanya menampung dua orang. Dengan adanya kru pengisi peluru (loader) khusus, tugas komandan tidak lagi terbagi, sehingga efektivitas tempur dan kecepatan tembak meningkat drastis.

Meriam ZiS-S-53 85 mm yang baru memiliki kecepatan peluru 792 m/detik, mampu menembus baja setebal 102 mm dari jarak 1.000 meter. Meskipun Soviet awalnya enggan mengubah desain karena takut mengganggu ritme produksi massal, ancaman Tiger Jerman membuat peningkatan ini menjadi harga mati yang harus dibayar.

Tank Tempur Medium/Medium Tank  T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif
Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34/85
militerbanget.blogspot.com

Realitas di Dalam "Kotak Besi"

Meskipun legendaris, berada di dalam T-34 adalah mimpi buruk bagi krunya. Interiornya sangat sempit dan dipenuhi oleh amunisi. Rak amunisi diletakkan di lantai dalam kotak kayu yang ditutup matras karet, membuat pengisi peluru harus melakukan "tarian rumit" di atas tumpukan peluru saat kubah berputar. Lebih ekstrem lagi, tangki bahan bakar justru ditempatkan di dalam kompartemen tempur, tepat di samping kru.

Pengemudi T-34 juga harus memiliki kekuatan fisik yang besar. Tuas kemudi dan pedal koplingnya sangat keras, seringkali membutuhkan tenaga ekstra hanya untuk mengganti gigi. Tidak ada ruang untuk kenyamanan; setiap inci ruang digunakan untuk fungsi tempur atau penyimpanan logistik. Pelatihan kru pun dilakukan dengan sangat singkat, hanya berkisar 4 hingga 8 minggu sebelum mereka dikirim langsung ke garis depan.

Tank Tempur Medium/Medium Tank  T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif
Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34/85
militerbanget.blogspot.com

Kemenangan dalam Angka: Statistik vs Tragedi

T-34 adalah perwujudan dari kutipan Joseph Stalin yang terkenal: "Satu kematian adalah tragedi, satu juta kematian adalah statistik". Secara performa satu-lawan-satu, T-34 seringkali kalah kelas dibandingkan Panther atau Tiger Jerman yang lebih presisi dan memiliki optik lebih baik. Namun, Soviet membalas kualitas dengan kuantitas yang luar biasa.

Selama Perang Dunia II, sekitar 55.000 unit T-34 diproduksi. Namun, angka kehilangan mereka juga sangat mencengangkan: 45.000 unit T-34 hancur dalam pertempuran. Ini berarti Uni Soviet kehilangan hampir 80% dari total tank yang mereka buat. Bagi negara totaliter seperti Soviet saat itu, kehilangan materiil dan nyawa adalah harga yang rela dibayar demi tercapainya tujuan strategis.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: The Weapon That Never Was, Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Iamani)

Tank Tempur Medium/Medium Tank  T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif
Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34/85
militerbanget.blogspot.com

Warisan yang Tak Terhapuskan

T-34 tetap menjadi salah satu desain tank paling berpengaruh dalam sejarah. T-34 membuktikan bahwa dalam perang total, tank yang "cukup baik" dan tersedia dalam jumlah ribuan jauh lebih berharga daripada tank "sempurna" yang hanya tersedia dalam jumlah puluhan. Filosofi desain T-34 yang mengutamakan kemudahan produksi, mobilitas, dan proteksi miring terus menurun ke generasi tank Soviet berikutnya, seperti T-54, T-62, hingga T-72 yang masih digunakan di berbagai belahan dunia hingga hari ini.

T-34 bukan sekadar alutsista; tank ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah bangsa yang sedang terdesak mampu menciptakan senjata yang sanggup menghancurkan tirani Nazi melalui ketangguhan mekanis dan pengorbanan manusia yang luar biasa. Sebuah legenda besi yang akan selalu dikenang sebagai sang pemenang di medan laga.

Tank Tempur Medium/Medium Tank  T-34: Mesin Kemenangan dalam Gelombang Produksi Masif
Tank Tempur Medium/Medium Tank T-34/85
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Simfoni Baja dan Darah

"Pada akhirnya, T-34 bukanlah tank yang memenangkan perang karena ia adalah mesin terbaik, melainkan karena ia adalah mesin yang paling tepat untuk karakter bangsanya. Tank ini adalah manifestasi dari jiwa Soviet yang pragmatis, tahan banting, dan tidak kenal ampun terhadap nyawa manusia demi sebuah kemenangan kolektif. T-34 membuktikan bahwa dalam pusaran perang total, kesempurnaan teknis seringkali kalah telak oleh kesederhanaan yang bisa diproduksi secara massal. Ia tetap berdiri hingga hari ini bukan hanya sebagai monumen besi, melainkan sebagai pengingat abadi: bahwa sejarah tidak selalu ditulis oleh mereka yang memiliki teknologi paling canggih, melainkan oleh mereka yang mampu bertahan paling lama dalam penderitaan dan tetap terus memproduksi senjata hingga peluru terakhir musuh habis terpakai."

Demikianlah artikel mengenai kehebatan tank tempur medium T-34, dan sepak terjang pada masanya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
World War II Tank
Wikipedia
Berbagai Sumber Lain

Jumat, 06 Maret 2026

Tak Tempur Medium/Medium Tank T-34: Simbol Kekuatan Brutal Uni Soviet yang Mengubah Jalur Sejarah (Bagian 1)


Tank Tempur Medium/Medium Tank
T-34 76
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, jum'at, 6 Maret 2026

Dalam dunia desain alutsista, terdapat sebuah konsep yang dikenal sebagai "Segitiga Tank": keseimbangan antara proteksi lapis baja, daya tembak, dan mobilitas. Namun, sejarah mencatat bahwa ada elemen keempat yang seringkali lebih menentukan daripada sekadar spesifikasi teknis di atas kertas—yaitu aspek sosiopolitik dari bangsa yang menciptakannya. Tidak ada kendaraan tempur di dunia yang merepresentasikan ideologi, kebutuhan mendesak, dan ketangguhan sebuah bangsa sedalam tank T-34 milik Uni Soviet.

Seringkali dijuluki sebagai "tank yang memenangkan Perang Dunia II," T-34 bukan sekadar mesin perang; ia adalah instrumen dari strategi Deep Battle Uni Soviet—sebuah metode peperangan skala masif dengan intensitas yang tak tertandingi. Meskipun secara visual terlihat kasar dan dari sisi kenyamanan kru dianggap sangat buruk, T-34 memiliki satu keunggulan yang tidak dimiliki lawan-lawannya: ia adalah senjata yang tepat pada waktu yang tepat.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Penyergap dan Penyerang / Interceptor and Attack Aircraft - Saab 37 Viggen)

Tank Tempur Medium/Medium Tank
T-34 85
militerbanget.blogspot.com

Akar Kelahiran dari Debu Peperangan

Desain T-34 lahir dari pengalaman pahit Uni Soviet dalam Perang Saudara Spanyol dan pertempuran melawan Jepang di Mongolia pada tahun 1939. Pada masa itu, tank-tank Soviet seperti seri BT dan T-26 terbukti sangat rentan. Menggunakan mesin bensin dan lapis baja tipis, tank-tank tersebut mudah terbakar dan hancur oleh senjata anti-tank sederhana.

Maka, munculah keinginan (sebenarnya lebih pada Keputusan dari petinggi Soviet) untuk menciptakan tank yang "kebal tembakan meriam" dan punya dapur pacu mesin diesel untuk mengurangi risiko kebakaran. Di bawah kepemimpinan Mikhail Ilyich Koshkin dari Biro Desain 24, lahirlah purwarupa yang kelak menjadi T-34. Tragisnya, dunia teknik Soviet saat itu penuh dengan intrik politik. Salah satu desainer mesin kuncinya, Konstantin Chelpan, justru dieksekusi oleh NKVD dalam pembersihan politik Stalin tepat setelah menerima penghargaan tertinggi. Inilah ironi T-34: sebuah mahakarya yang lahir di tengah ketakutan dan tekanan rezim.

Tank Tempur Medium/Medium Tank
T-34 76
militerbanget.blogspot.com

Inovasi Lapis Baja Miring: Efisiensi di Atas Segalanya

Secara visual, T-34 dikenal karena penggunaan lapis baja miring (sloped armor). Meskipun bukan yang pertama menggunakan konsep ini, Soviet menerapkannya dengan sangat efektif. Bagian depan T-34 memiliki ketebalan baja 45 mm, namun karena kemiringannya mencapai 60 derajat, efektivitas proteksinya setara dengan baja ketebalan 90 mm terhadap tembakan horizontal.

Efisiensi ini memungkinkan tank tetap ringan namun terlindungi dengan baik. Namun, efisiensi ini juga mengorbankan keamanan kru. Lubang palka pengemudi yang ditempatkan tepat di bagian depan badan tank menjadi titik lemah struktural yang nyata, namun secara logis tidak ada tempat lain untuk meletakkannya dalam desain yang begitu ringkas.

Tank Tempur Medium/Medium Tank
T-34 85
militerbanget.blogspot.com

Mobilitas dan "Kesederhanaan yang Jenius"

Salah satu fitur paling ikonik dari T-34 adalah sistem suspensi Christie—pegas besar dan roda besar yang dirancang untuk kecepatan tinggi. Soviet membuang fitur-fitur rumit untuk mengejar efisiensi serta memudahkan produksi. Contoh paling nyata dari kesederhanaan ini adalah "pin trek" (poros penyambung rantai tank).

Jika tank Jerman seperti Panther menggunakan sistem pengunci yang rumit dengan klip dan kelingan agar pin tidak lepas, Soviet memilih cara yang jauh lebih brutal namun efektif. Pin pada rantai (track) T-34 tidak diberi pengunci sama sekali. Jika pin tersebut mulai bergeser keluar akibat getaran, pin itu akan menghantam sebuah tonjolan logam statis di badan tank yang secara otomatis "memukulnya" kembali masuk ke posisinya. Kasar? Ya. Efektif? Sangat efektif.

Tank Tempur Medium/Medium Tank
T-34 76
militerbanget.blogspot.com

Selain itu, jarak yang lebar di antara roda rantai dirancang khusus untuk menghadapi medan lumpur dan salju Rusia yang membeku. Berbeda dengan sistem roda Jerman yang saling bertumpukan (interleaved) yang seringkali macet jika lumpur membeku di sela-selanya, T-34 tetap bisa melaju di medan tersulit sekalipun. Dapur pacu monster ini adalah mesin diesel Kharkiv V2, sebuah mesin V12 500 hp berbahan blok aluminium yang sangat canggih pada masanya, memberikan rasio tenaga terhadap berat yang luar biasa.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu Kompak / Compact Assault Rifle - SR-3 Vikhr)

Namun, segala kejeniusan desain dan ketangguhan mesin diesel V12 ini hanyalah separuh dari cerita. Sebuah tank sehebat apa pun tidak akan berarti apa-apa jika ia terkubur di bawah reruntuhan pabrik yang dibom atau kalah jumlah di medan laga. Saat mesin-mesin perang Nazi mulai mengetuk pintu Moskow, T-34 harus menghadapi ujian yang lebih besar daripada sekadar spesifikasi di atas kertas: sebuah perlombaan melawan waktu dan logistik yang akan mengubah wajah industri Uni Soviet selamanya. 


Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
World War II Tank
Wikipedia
Berbagai Sumber Lain

Selasa, 10 Februari 2026

T-54, Sang Raja Produksi Massal dari Timur (Bagian Kedua)


Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 10 Februari 2026

Sebagaimana dibahas pada Bagian Pertama, keberhasilan T-54 bukan berarti tank ini lahir tanpa cacat. Justru sebaliknya, di balik produksi masif dan reputasi menakutkan, terdapat persoalan desain serius yang nyaris luput dari perhatian publik awam. Salah satu masalah paling krusial adalah fenomena yang dikenal sebagai trap shot—sebuah kelemahan fatal yang berasal dari bentuk turet awal T-54 itu sendiri.

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Desain turet generasi awal T-54 memiliki bagian bawah yang melengkung ke dalam. Secara teori, bentuk ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas armor dengan memantulkan proyektil musuh. Namun dalam praktiknya, peluru yang menghantam area tersebut justru bisa memantul ke bawah dan menembus atap badan tank, bagian yang relatif lebih tipis. Ironisnya, bentuk yang terlihat kuat justru menciptakan titik lemah tersembunyi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab)

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Uni Soviet tidak tinggal diam. Pada periode 1949 hingga 1951, mereka melakukan serangkaian revisi besar. Bentuk turet diubah menjadi sepertiga bola yang lebih sempurna, menghilangkan sudut berbahaya penyebab trap shot. Ketebalan armor depan sedikit dikurangi, bukan sebagai kemunduran, melainkan sebagai kompromi cerdas untuk meningkatkan mobilitas dan keandalan mekanis. Hasilnya adalah tank yang lebih seimbang—tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga efektif di medan perang.

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Dari sinilah lahir varian lanjutan yang kemudian dikenal sebagai T-55. Secara sederhana, T-55 bisa dianggap sebagai T-54 yang telah “dewasa”. Ia dilengkapi dengan sistem perlindungan NBC (Nuklir, Biologi, Kimia)—sebuah fitur krusial di era ketika perang nuklir terasa begitu dekat. Selain itu, sistem stabilisasi meriamnya ditingkatkan, memungkinkan akurasi tembakan yang lebih baik saat bergerak. Karena variasinya yang sangat banyak dan perbedaannya yang semakin signifikan, penamaan T-55 digunakan untuk memudahkan klasifikasi.

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Lalu, mengapa T-54/55 bisa menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia? Jawabannya sederhana namun kuat: murah, tangguh, dan mudah dirawat. Dibandingkan tank-tank Barat seperti Centurion, T-54/55 menawarkan perlindungan yang setara—bahkan kadang lebih unggul—dengan biaya produksi dan perawatan yang jauh lebih rendah. Inilah alasan mengapa tank ini menjadi tulang punggung militer di Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa Timur. Dari Vietnam hingga konflik Timur Tengah, siluet “kue mochi” ini hampir selalu hadir.

Bahkan di luar dunia militer aktif, T-54/55 memiliki kehidupan kedua. Unit-unit yang telah didemiliterisasi kini beredar di pasar sipil internasional sebagai koleksi atau kendaraan museum, dengan harga yang relatif “terjangkau” untuk ukuran kendaraan tempur utama. Hal ini nyaris mustahil dibayangkan untuk tank Barat modern.

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Namun, T-54/55 bukan tanpa kekurangan yang terus diwariskan. Salah satu kelemahan paling terkenal adalah apa yang sering disebut para pengamat sebagai “depresi yang bikin depresi”. Sudut depresi meriamnya hanya sekitar -5 derajat, membuat tank ini kesulitan menembak ke bawah dari posisi tinggi atau menggunakan taktik hull-down secara optimal. Bandingkan dengan tank Barat seperti Leopard yang mampu mencapai -10 derajat, perbedaannya terasa signifikan di medan berbukit.

Meski demikian, usia panjang T-54/55 membuktikan satu hal penting: kesederhanaan sering kali mengalahkan kompleksitas. Hingga hari ini, banyak negara masih mengoperasikannya dengan berbagai modifikasi modern, mulai dari Explosive Reactive Armor (ERA) hingga sistem elektronik baru. Walau armor homogen aslinya sudah ketinggalan zaman menghadapi ancaman modern seperti ATGM, fleksibilitas desainnya memungkinkan tank ini terus beradaptasi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S)

Tank Tempur Medium/Medium Tank T-54/55
militerbanget.blogspot.com

Pada akhirnya, entah angka pastinya 80.000 atau mendekati 100.000 unit, T-54/55 telah mencatatkan dirinya sebagai tank paling masif dalam sejarah manusia. Ia bukan hanya mesin perang, melainkan simbol sebuah era—era ketika jumlah, kesederhanaan, dan produksi tanpa henti dianggap sebagai kunci kemenangan. Jadi, setiap kali Anda melihat tank berturet bulat di berita konflik atau museum militer, besar kemungkinan itulah sang legenda “Kue Mochi” baja, saksi bisu dari logika perang Perang Dingin yang brutal dan tanpa kompromi.

Demikianlah artikel Bagian Kedua tentang T-54, Sang Raja Produksi Massal dari Timur, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Rabu, 18 Maret 2020

Tank T-55: Tank Klasik Soviet, Veteran Konflik Lokal



Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 17 Maret 2020

Tank tempur medium T-55 hampir menjadi tipikal tank yang mencerminkan falsafah militer Uni Soviet, sama seperti tank T-34, karena diproduksi massal dan didistribusikan ke seluruh dunia selama 60 tahun terakhir. Meski kalah oleh tank milik lawan (NATO) di padang pasir pada saat perang Arab-Israel, di tangan komandan yang terampil, T-55 bisa menjadi andalan untuk konflik lokal di paruh kedua abad ke-20, menapakkan jejak mendalam di negeri nun jauh.

Tak lama setelah Uni Soviet memasukkan tank T-54 dalam perbendaharaan senjatanya pada akhir 1940-an, kompetisi senjata antara bekas sekutu Perang Dunia II meningkat tajam, dan kedua pihak memperebutkan supremasi di semua lingkup pertahanan dan produksi senjata. Bagi Uni Soviet, tank bisa menggambarkan kekuatan militer di darat, dan tank-tank tersebut selalu menjadi mimpi buruk bagi Eropa selama beberapa dekade.

M48 Patton

Tantangan Uni Soviet bersambut. AS meluncurkan tank tempur AS M48 Patton III, dan Inggris mengeluarkan tank tempur Centurion, dan pada tahun 1959 AS mengawali debut tank tempur utama mereka, M60. Modifikasi Mk.10 Centurion juga membuat perancang tank Uni Soviet harus bekerja lembur untuk memperbaharui tank sesuai dengan spesifikasi tercanggih saat itu.

Upaya untuk menciptakan kendaraan lapis baja baru berbasis tank medium T-54B dimulai pada 1957. Proyek rahasia ‘Objek 155’ tersebut memiliki berbagai fitur desain terbaru berdasarkan modernisasi T-54. Uji coba dilakukan dari musim dingin 1957 hingga musim semi 1958, dan Objek 155 kemudian masuk menjadi alutsista militer Uni Soviet sebagai tank T-55 sesuai Resolusi 8 Mei yang dikeluarkan oleh Dewan Kementerian Uni Soviet. Selama masa produksi T-55, sebanyak 24 ribu tank diproduksi dan dipasok untuk berbagai angkatan bersenjata.

Modifikasi utama T-54 terdiri dari penambahan fitur sistem pertahanan antinuklir komprehensif yang dapat mengisolasi kru dari efek radiasi. Ketebalan lapis baja tetap sama, tetapi senjata utama dan senapan mesin koaksial tank tersebut mendapat fitur stabilisasi. Ukuran tank juga lebih kecil, menyusut hingga hampir satu meter.

Tank Centurion

Menghalau Debu di Padang Gurun: T-55 vs Centurion
Meski untungnya tak melawan Centurion di medan tempur Eropa pada konflik global, T-55 beberapa kali berhadapan dengan musuh bebuyutannya, terutama dalam konflik Arab-Israel. Tank Uni Soviet terbukti lebih unggul dalam pengoperasiannya secara umum, tapi tank ini kalah dalam perimeter efektivitas senjata. Meriam kaliber 105mm L7 Inggris yang terpasang di Centurion milik pasukan Israel lebih canggih dari segi jarak pandang dan penetrasi lapis baja, yang terbukti menentukan pemenang dalam pertempuran padang pasir. Perang di Timur Tengah juga menguak kekurangan dalam konfigurasi struktural tank ini, yang menciptakan ledakan cadangan amunisi saat peluru tank lawan berhasil menembus lapisan bajanya.


Pertempuran terbesar pertama MBT T-55 melawan tank Centurion terjadi pada Juni 1967, dalam Perang Enam Hari yang dimenangkan oleh Israel. Israel, dengan 20 unit tank Centurion, berhasil mengalahkan Mesir yang mengerahkan 32 unit tank T-54 dan T-55 di area Bir Lahfan. Namun, situasi berpihak pada tank Soviet di El-Arish pada 1973, ketika Mesir mampu menangkis tiga serangan Centurion dari Brigade ke-7 Israel dan menghancurkan 17 tank musuh.

Secara keseluruhan, Israel kehilangan 122 tank di garis depan pertempuran melawan Mesir, sementara Mesir kehilangan lebih dari 820 dari 935 tank dan senapan otomatis, termasuk 82 tank T-55. Di Golan Heights, Suriah kehilangan 1.116 tank termasuk 627 tank T-54 dan T-55, sementara Israel kehilangan 250 unit tank Centurion dan tank Sherman.

Tank Patton

Namun, tank Uni Soviet kemudian menghadapi tantangan yang lebih berat pada perang 1973 ketika pasukan Mesir meluncurkan serangan pada 14 Oktober dengan 1.200 tank melawan 750 tank Centurion dan Patton milik Israel. Perang tersebut merupakan pertempuran lapis baja terbesar sejak Perang Dunia II. Mesir kehilangan 264 tank, sementara Israel hanya kehilangan 25 tank. Meriam L7 berhasil menghancurkan barisan lapis baja Mesir dari jarak jauh dan pasukan udara Israel mendominasi ruang udara di atas padang Sinai, mengakibatkan kehancuran yang lebih parah bagi pasukan Kairo.

Pada akhir pertempuran, kru tank Israel telah melihat bagaimana meriam tank L7 tak hanya lebih unggul dari meriam 100-mm D-10T2S milik T-55, tapi juga lebih canggih dari meriam 115 mm U5-TC yang dipasang pada tank Soviet T-62. Senapan utama Centurion memiliki peningkatan maksimum yang lebih besar dari rivalnya, yang membuat Israel dapat dengan mudah menghancurkan tank musuh saat berada di luar jangkauan serangan balik.

Namun, kunci dari kesuksesan Israel tak hanya dari keungulan teknis, tapi juga perencanaan militer yang lebih baik dibanding angkatan bersenjata Mesir.

T-62

Prospek yang Lebih Cerah di Afganistan

Tank Soviet T-55 juga digunakan dalam perang 1979 – 1989 di Afganistan. Tank yang paling modern dimiliki oleh pasukan Barat yang berbasis di Eropa. Sementara, formasi tentara di perbatasan selatan Uni Soviet dipersenjatai dengan model T-55 dan T-62 yang sudah usang. Di Afganistan, tank digunakan dalam jumlah kecil untuk memperkuat infanteri dan batalion udara serta garis pertahanan komunikasi di area kunci, berfungsi sebagai senjata manuver jarak jauh.

T-62

Meski beberapa kali mengalami kekalahan, T-55 membuktikan dirinya sebagai aset yang murah dan sederhana bagi tentara di seluruh dunia, dan telah digunakan di 70 negara di dunia. Tank ini lebih mudah untuk dioperasikan dibanding tank Barat, serta dapat bergerak dengan sangat baik mengingat bobot tempur yang relatif ringan yakni hanya 40 ton. Jalur yang lebar memberi tekanan yang lebih rendah pada tanah dan membuat tank ini dapat bergerak dengan baik di medan lunak. Ia juga dilengkapi sistem yang mampu bertahan di cuaca dingin dan snorkel untuk melintasi sungai.

Selain Timur Tengah, tank ini juga digunakan medan tempur pendukung seperti Angola, Vietnam, perang Indo-Pakistan, Balkan, dan Libya. Pada Juli 2014, sebuah T-54 di museum Donetsk, Ukraina timur, dilaporkan mulai digunakan oleh pasukan pemberontak.


Spesifikasi Tank Tempur Medium / Medium Tank T-54/T-55 

Mulai bertugas: 1948
Kru: 4 Orang
Bobot: 36.000 kg/36 ton

Dimensi  
Panjang: 6,45 m 
Tinggi: (over turret hutch) 2,4 m 
Lebar: 3,27 m

Persenjataan  
Senjata utama: Meriam kaliber 100mm Rifle gun
Senjata sekunder: 
2 x Senapan mesin kaliber 7.62 mm /0.30in 
1 x Senapan mesin kaliber 12.7 mm/0.50in 

Armor: maksimum 203mm

Mesin: 
V54 12 cylinder diesel, developing 387.8 kW/520hp

Performa  
Kecepatan maksimum: 48 km/jam (29.8 mph) 
Jarak maksimum: 400 km (248.5 miles)

Artikel asli diambil dari laman Russia Beyond dengan judul "Tank T-55: Tank Klasik Soviet, Veteran Konflik Lokal"

Sumber:
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Kemarin (Seventeen), #Lily (Alan Walker,K-391 & Emelie Hollow), #Celengan Rindu (Fiersa Besari), #Senorita (Shawn Mendes, Camila Cabello), #Hanya Rindu (Andmesh), #Solo (Jennie), #On My Way (Alan Walker, Sabrina Carpenter & Farruko), #I Love You 3000 (Stephanie Putri), #A Whole New World (ZAYN, Zhavia Ward), #sobat ambyar,  #Didi Kempot, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV

Selasa, 18 Februari 2020

Tank Tempur Medium / Medium Tank - TM-800


Tank Tempur Medium/Medium Tank
TM-800
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 18 Februari 2020

Tank tempur medium milik Rumania TM-800 sangat mirip dengan tank T-54 / T-55 milik Uni Soviet. Produksi tank TM-800 dihentikan sejak lama, tetapi masih operasional walaupun dalam porsi yang terbatas dan dalam jumlah yang sedikit di militer Rumania.

Tank tempur medium TM-800 memiliki persenjataan utama berupa meriam rifled kaliber 100mm yang sepenuhnya stabil, yang mirip dengan meriam yang dimiliki oleh tank T-54 / T-55. Meriam ini diproduksi secara lokal di Rumania. Sistem pengisian amunisi pada meriam ini masih menggunakan cara manual.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur / Fighter Plane Propeller - Heinkel He 219 Uhu)

Tank Tempur Medium/Medium Tank
TM-800
militerbanget.blogspot.com

Walaupun pengisian amunisi masih manual, tetapi tank TM-800 sudah dilengkapi dengan fitur yang “agak” modern, seperti komputer balistik dan laser range finder (walaupun dalam versi yang sederhana).

Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin koaksial kaliber 7,62mm, dan senapan mesin berat kaliber 12,7mm yang dipasang di atap turret.

Sistem proteksi yang diterapkan pada tank TM-800 lebih baik dibanding pendahulunya. Lambung dan turretnya menggabungkan armor komposit di busur frontal. Ada juga perlindungan NBC dan sistem pemadaman kebakaran otomatis.

Tank Tempur Medium/Medium Tank
TM-800
militerbanget.blogspot.com

Tank tempur medium ini memiliki empat orang awak, yaitu: komandan, juru tembak,juru muat amunisi dan pengemudi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank - A9 Cruiser Tank Mark I)

Perbedaan eksternal utama dari tank tempur medium ini adalah bahwa tank ini memiliki 6 roda jalan (road wheel) kecil daripada 5 yang lebih besar pada T-54 / T-55. TM-800 juga dilengkapi dengan side skirt. Kendaraan ini dimotori oleh mesin diesel, yang mampu menghasilkan daya 830 tenaga kuda. Mesin ini mungkin berasal dari Cina.

Varian


TR-85 - mirip dengan T-55 tetapi dengan beberapa perubahan kecil.

TR-85N - peningkatan TR-85.

TR-85M1 Bizonul - pemutakhiran terbaru dari TR-85 dengan banyak peningkatan dan pelindung tambahan di atas busur depan menara.

TR-125 - mirip dengan Tank Tempur Utama T-72 milik Uni Soviet, diproduksi dalam jumlah yang sedikit.

TER-800 - kendaraan pemulihan lapis baja, berdasarkan sasis TM-800.

TR-580 - ini diyakini telah mendahului TR-85 dan memiliki lambung yang serupa tetapi enam road wheel tak lagi digunakan, dilengkapi dengan side skirt.

Tank Tempur Medium/Medium Tank
TM-800
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Tempur Medium / Medium Tank - TM-800


Asal negara: Rumania
Operasional aktif: -
Awak tank: 4 orang

Tank Tempur Medium/Medium Tank
TM-800
militerbanget.blogspot.com

Dimensi dan berat

Bobot: 45 ton
Panjang (sampai ujung moncong meriam): 9 m
Panjang lambung: 6,74 m
Lebar: 3,3 m
Tinggi: 2,35 m

Persenjataan

Persenjataan utama: 
1 x Meriam kaliber 100mm rifled
Persenjataan sekunder:
1 x Senapan mesin kaliber 7,62mm 
1 x Senapan mesin berat kaliber 12,7mm
Kisaran ketinggian Meriam:  - 5 hingga + 17 derajat
Rotasi turret: 360 derajat

Kapasitas amunisi

Senjata utama: 43 peluru
Senjata sekunder: 
3.000 butir amunisi kaliber 7,62mm
500 butir amunisi kaliber x 12,7mm

Mobilitas

Mesin: diesel
Daya mesin: 830 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 64 km/jam
Jarak jelajah maksimum: 500 km

Kemampuan manuver

Tanjakan: 60 derajat
Kemiringan samping: 40 derajat
Halangan vertikal: 0,9 m
Halangan parit: 2,8 m
Genangan air: 1,4 m

Demikianlah artikel tentang Tank Tempur Medium / Medium Tank - TM-800, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Military-today.com
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Tag:
#Tank
#Tank_Tempur_Medium
#Rumania