Tampilkan postingan dengan label Rhodesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rhodesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

Senjata 'Tanpa Identitas': Rahasia di Balik FN FAL Rhodesia dan Kamuflase 'Baby Poop' yang Legendaris (Bagian Kedua)


Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 5 Maret 2026

Pada artikel bagian pertama, kita telah menelusuri bagaimana FN FAL berevolusi di Afrika Selatan dan bagaimana kebutuhan politik melahirkan varian Sterile FAL untuk Rhodesia. Kini, fokus kita beralih ke elemen yang paling mudah dikenali sekaligus paling kontroversial dari FAL Rhodesia: kamuflasenya—serta bagaimana sejarah membawa senjata ini jauh melampaui semak-semak Afrika.

Bagi banyak pengamat militer, citra FAL Rhodesia langsung identik dengan cat lapangan yang tampak asal-asalan. Para prajurit sering mengecat sendiri senapan mereka menggunakan kombinasi hijau tua dan kuning kecokelatan, diaplikasikan dengan kuas seadanya, kain, atau bahkan tangan kosong. Skema ini kemudian mendapat julukan sinis sekaligus legendaris: "Baby Poop". Julukan yang tidak elegan, tetapi jujur.

Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Di balik tampilannya yang semrawut, kamuflase ini sangat fungsional. Medan Rhodesia didominasi semak kering yang warnanya berubah mengikuti musim. Pola kasar dan warna kontras justru efektif memecah siluet senjata, membuatnya sulit dikenali dari kejauhan. Tidak ada standar resmi, tidak ada pola baku—setiap senapan adalah refleksi kebutuhan unit dan kreativitas prajuritnya. Sisa-sisa cat asli yang masih menempel pada handguard atau receiver kit hari ini menjadi artefak berharga, bukti autentik dari improvisasi di medan perang.

Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Yang membuat kisah FAL Rhodesia semakin menarik adalah jejak globalnya. Dalam kunjungan ke Museum Pusat Angkatan Bersenjata di Moskow, Rusia, ditemukan sebuah FAL Rhodesia buatan Afrika Selatan dengan marking steril. Senapan ini dilaporkan ditangkap dari pihak komunis di Angola—sebuah detail kecil yang membuka jendela besar tentang dinamika Perang Dingin di Afrika. Senjata yang dirancang di Belgia, diproduksi secara rahasia di Afrika Selatan, digunakan di Rhodesia, lalu berpindah tangan dalam konflik proksi dan akhirnya berakhir di museum Rusia. Sulit membayangkan perjalanan yang lebih kosmopolitan untuk sebuah senapan tempur.

Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Bagi para kolektor modern, khususnya di Amerika Serikat, FAL Rhodesia asli adalah barang yang nyaris mitologis. Jumlahnya terbatas, kondisinya bervariasi, dan nilainya terus meroket. Tak heran jika banyak penggemar memilih jalur rekonstruksi: membangun clone menggunakan parts kit asli yang dipasangkan dengan receiver baru. Upaya ini bukan sekadar hobi mahal, melainkan bentuk pelestarian sejarah. Setiap lightning cut, setiap sisa cat, dan setiap detail kecil diperhatikan demi mendekati keaslian.

Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Menariknya, pembahasan ini sering disandingkan dengan contoh senjata lain yang berpindah tangan lintas konflik, seperti M4 Bushmaster bantuan Amerika yang kemudian disita pasukan Rusia di Georgia. Fenomena ini menegaskan satu hal: dalam peperangan modern, senjata memiliki nasibnya sendiri. Ia jarang berakhir di tangan yang “direncanakan” oleh pembuatnya.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Penyergap dan Penyerang / Interceptor and Attack Aircraft - Saab 37 Viggen)

Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Namun, di antara semua contoh itu, pesona FN FAL Rhodesia tetap sulit ditandingi. Senapan ini adalah perpaduan antara rekayasa Belgia yang solid, manufaktur rahasia Afrika Selatan, dan adaptasi brutal militer Rhodesia di lapangan. Sebagai penutup, FAL versi ini mewakili sebuah era ketika keterbatasan justru melahirkan inovasi. Reputasi emas yang diberikan para veteran, ditambah nilai historisnya, memastikan bahwa FN FAL akan terus dikenang sebagai salah satu senapan tempur paling ikonik yang pernah mengisi medan perang dunia.

Dengan memahami setiap goresan cat dan setiap nomor seri pada senapan ini, kita diingatkan bahwa di balik setiap senjata, selalu ada kisah besar tentang politik, keberanian, dan kelangsungan hidup.

Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL - Battle Rifle yang penuh dengan kisah sejarah
Senapan Tempur/Battle Rifle Rhodesian FAL
militerbanget.blogspot.com

Sepesifikasi Senapan Tempur/Battle Rifle FN FAL Rhodesia dan Afrika Selatan


Jenis: Senapan Tempur
Asal negara: Belgia

Riwayat servis
Operasional aktif: Tahun 1953–sekarang
Pengguna: Lebih dari 90 negara

Catatan produksi
Perancang: Dieudonné Saive
Dirancang: Tahun 1947–1953

Pabrikan
FN Herstal
Pabrik Senapan Ishapore

Tahun produksi: 
1953–1988 (FN Herstal)
1953–sekarang (produsen berlisensi)

Angka produksi: 7.000.000

Spesifikasi (FAL 50)

Bobot: 4,25 kg (9,4 lb)
Panjang: 1.090 mm (43 inci)
Panjang laras: 533 mm (21,0 inci)

Amunisi: 
7.62×51mm NATO
.280 Inggris

Mekanisme penembakan: Piston gas shor stroke, blok penutup miring tertutup

Laju tembakan: 650–700 tembakan/menit
V’o meninggalkan laras: 840 m/s (2.755,9 kaki/detik)
Jangkauan tembak maksimum: 1000 meter

Pasokan amunisi: Magazin kotak lepas pasang kapasitas 20 atau 30 peluru, magazin drum kapasitas 50 peluru.

Sistem pembidik
bidikan belakang dengan bukaan landai (dapat disesuaikan dari 200 hingga 600 m/yd dengan peningkatan 100 m/yd)
bidikan depan tiang

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Military Weapon
Wikipedia
Berbagai Sumber Lain

Rabu, 04 Maret 2026

Senjata 'Tanpa Identitas': Rahasia di Balik FN FAL Rhodesia dan Kamuflase 'Baby Poop' yang Legendaris (Bagian Pertama)


Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 4 Maret 2026

Dalam sejarah militer, ada senjata yang hanya berfungsi sebagai alat tempur, dan ada pula yang kemudian bertransformasi menjadi artefak sejarah. FN FAL Adalah salah satu senjata yang masuk kategori kedua. Senapan ini dijuluki "The Right Arm of the Free World", bukan hanya diproduksi massal dan digunakan lintas benua, tetapi juga hadir sebagai saksi bisu dari konflik ideologi, embargo internasional, dan perang-perang kecil yang brutal namun menentukan. Salah satu bab paling menarik—dan sering luput dibahas—adalah sepak terjang FAL di Afrika bagian selatan, khususnya di Afrika Selatan dan Rhodesia pada era Perang Semak yang panjang dan menguras tenaga.

Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Awal mula kehadiran senjata ini terbilang konvensional. Afrika Selatan, seperti banyak negara Persemakmuran dan sekutunya, memesan FN FAL langsung dari Fabrique Nationale (FN) di Belgia. Unit-unit awal ini secara tampilan terlihat sangat resmi khas produk dari FN, lengkap dengan lambang nasional Afrika Selatan yang terukir pada receiver tipe satu. Tanda tersebut bukan sekadar hiasan; tanda atau marking tersebut adalah pernyataan politik dan simbol kedaulatan militer. Namun, situasi global berubah cepat. Tekanan internasional dan kebutuhan akan kemandirian industri pertahanan mendorong Afrika Selatan untuk memproduksi FAL secara lokal di bawah lisensi. Dari sinilah identitas FAL versi Afrika Selatan mulai terbentuk. Senjata produksi lisensi ini tampilannya lebih kasar, lebih praktis, dan lebih efesien sesuai dengan kebutuhan lapangan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tiga Dari Deretan yang Terbaik, Helikopter Terbaik Rancangan Biro Desain Kamov)


Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Ketika konflik di Rhodesia memanas, peran FAL memasuki wilayah abu-abu yang jauh lebih menarik. Rhodesia, yang terisolasi oleh sanksi internasional dan terjebak dalam perang kontra-pemberontakan yang brutal, sangat membutuhkan suplai senjata. Afrika Selatan hadir sebagai pemasok utama—tentu saja secara tidak resmi. Solusinya adalah varian yang kini dikenal sebagai "Sterile FAL". Senapan-senapan ini sengaja diproduksi tanpa “tanda pengenal” pabrikan, tanpa lambang negara, tanpa identitas apa pun selain nomor seri. Logikanya sederhana namun cerdas: jika senjata ini berhasil direbut musuh atau dipamerkan ke dunia internasional, tidak ada bukti fisik yang bisa langsung menautkan senjata ini ke Afsel.

Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Secara teknis, FAL Rhodesia bukan sekadar FAL “polos”. Ada detail-detail kecil yang membuat para kolektor dan sejarawan senjata langsung mengernyitkan dahi dengan senyum puas. Salah satunya adalah penggunaan bolt carrier ala L1A1, sebuah elemen dari satuan imperial (inch pattern), meskipun keseluruhan senapan tetap berbasis sistem metrik. Ini menunjukkan pendekatan pragmatis: gunakan apa pun yang tersedia dan terbukti andal. Selain itu, Sebagian dari senapan ini diefesiensikan untuk meningkatkan performa dan handling, contohnya Adalah dihilangkannya fitur folding grenade sight di bagian depan laras, mengurangi kompleksitas dan potensi gangguan di medan semak yang rapat.

Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Ciri lain yang sering muncul adalah lightning cuts pada body senapan. Potongan-potongan ini bukan kosmetik belaka; fitur ini dirancang untuk mengurangi bobot tanpa mengorbankan kekuatan struktural. Dalam perang semak, di mana prajurit harus bergerak cepat, menyusup, dan bertahan di suhu ekstrem dengan membawa perlengkapan tempur yang berat, pengurangan setiap gram terasa berarti. FAL versi Rhodesia adalah hasil kompromi cerdas antara desain Eropa yang matang dan realitas lapangan Afrika yang kejam.

Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Soal performa, reputasi FAL di Rhodesia bisa dikatakan nyaris sempurna. Personel yang pernah menggunakan senjata ini selalu memberikan laporan yang bersifat positif. Kaliber 7,62×51 mm NATO sangat ideal untuk lingkungan tersebut—cukup kuat untuk menembus vegetasi lebat dan memberikan efek mematikan. Di tangan pasukan keamanan Rhodesia, FAL bukan hanya alat tgempur; senapan ini adalah rekan hidup dan mati, senjata yang diandalkan ketika jarak pandang pendek, musuh tak terlihat, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Namun, semua keunggulan teknis itu hanyalah separuh cerita. Ada satu aspek yang justru membuat FAL Rhodesia begitu ikonik di mata generasi setelahnya—sesuatu yang langsung terlihat bahkan oleh orang awam. Aspek ini bukan tentang mekanisme gas atau jenis bolt carrier, melainkan tentang penampilan luarnya yang nyaris terlihat seperti cacat produk.

Senapan Tempur/Battle Rifle - Rhodesia FN FAL
militerbanget.blogspot.com

Mengapa senapan militer dicat dengan pola yang tampak acak, kasar, dan nyaris seperti karya seni abstrak? Dan bagaimana mungkin senjata-senjata ini, yang lahir dari konflik terisolasi di Afrika, akhirnya muncul di museum-museum militer jauh di luar benua tersebut?

Bagian kedua akan mengupas kamuflase legendaris yang dijuluki "Baby Poop" serta perjalanan tak terduga FN FAL Rhodesia melintasi perang proksi dan batas negara, bahkan ideologi.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Military Weapon
Wikipedia
Berbagai Sumber Lain

Senin, 25 Juni 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Kommando LDP / Rhuzi


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kommando LDP / Rhuzi
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018

Kembali pada artikel yang masih beraroma militer, yang akan diulas kali ini adalah satu tipe pistol mitraliur/submachine gun produksi dari negara Rhodesia (Zimbabwe), Afrika. Memang, Pistol Mitraliur ini tidaklah setenar  Madsen M-50, atau PPS-42/43 (Pistolet Pulemyot Sudayeva-42), KP-31, dan lain-lain, tetapi, pistol mitraliur ini sempat menjadi andalan satu negara (Rhodesia atau Zimbabwe) yang sedang dalam kondisi diembargo oleh dunia.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kommando LDP / Rhuzi
militerbanget.blogspot.com

Sebagai negara yang pernah menerapkan politik Apharteid, Rhodesia (kini Zimbabwe) juga terkena sanksi PBB. Apa boleh buat, mereka harus berjuang untuk berdikari alias mandiri mengingat ancaman dari negara tetangga seperti Angola dan faksi ANC (African National Congres) siap menerkam bila mereka tidak siaga. Untuk urusan Pistol Mitraliur/SubMachine Gun, sebenarnya Rhodesia memiliki stock ratusan Vz.25, namun embargo menyebabkan komponen/suku cadang semakin terbatas. Solusi dicapai dengan membuat desain Pistol Mitraliur/SubMachine Gun sendiri, menyadur dari bentuk IMI Uzi.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kommando LDP / Rhuzi
militerbanget.blogspot.com

Dibangun oleh pabrikan Lacoste Engineering dibawah pengawasan Du Pless dan Ponter, Pistol Mitraliur/SubMachine Gun yang dinamai dengan LDP (Land Defense Pistol) ini dibangun dengan mekanisme dan bentuk yang sesederhana mungkin. Di tangan pemakainya, Pistol Mitraliur/SubMachine Gun ini lebih populer dengan nama Rhuzi (Rhodesian Uzi).

Beroperasi dengan sistem open bolt, receiver LDP dibuat dengan silinder baja dengan mur di depan dan belakang untuk mengakses mekanisme dalam senjata. Tidak ada selektor pilihan penembakan, dengan tarikan picu secara penuh akan menembakkan senjata ini secara otomatis (identik dengan mekanisme MP38/40 Jerman). 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kommando LDP / Rhuzi
militerbanget.blogspot.com

Bila ingin memilih mode semi automatis, yang ada hanya tuas eksternal yang terpasang di sisi bawah trigger guard. Dinaikkan sedikit, secara teoritis picu akan tertahan sehingga Pistol Mitraliur/SubMachine Gun ini hanya akan meletus sekali. Namun, pada kenyataannya, tetap saja peluru akan terhambur terus menerus karena tidak ada sear internal yang menahan bolt. Begitu Rhodesia bubar, fasilitas produksi dipindahkan ke Afrika Selatan.


Di Afrika selatan, LDP diproduksi oleh Kommando Arms Manufacturing. Modifikasi varian dilakukan dengan memproduksi LDP dalam varian semi otomatik, ditandai dengan receiver bawah yang terbuat dari bahan plastik. Pistol Mitraliur/SubMachine Gun yang sekarang dikenal dengan nama Kommando LDP ini digunakan oleh kepolisian Afrika Selatan.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kommando LDP / Rhuzi
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi 
Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Kommando LDP / Rhuzi


Asal negara: Rhodesia & Afrika Selatan
Tahun produksi: 1970-an
Kaliber peluru: 9x19mm
Sistem operasi: Blowback

Panjang keseluruhan 

Popor terentang: 686mm
Popor terlipat: 445 mm
Panjang Laras: 284mm

Bobot kosong: 3 kg
Vo meninggalkan laras: -  fps
Jarak tembak efektif: 150 m
Rate of fire: 650 ppm
Kapasitas magasen: 32/20 peluru

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Kommando LDP / Rhuzi, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN