Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2026

Jejak Berdarah SAR-80: Mengapa Senapan Murah Buatan Singapura Ini Bertahan di Tengah Perang Saudara Global?


Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Sabtu, 11 April 2026

Mewarisi Genetik AR-18 dengan Sentuhan Lokal

Sebagaimana telah dibahas pada artikel bagian sebelumnya (Bukan Sekadar Tiruan: Mengapa Singapura Nekat Memproduksi SAR-80 Saat Dunia Bergantung pada M16?) mengenai kolaborasi Sterling dan CIS, SAR-80 bukanlah senjata yang muncul dari ruang hampa, melainkan sebuah evolusi matang dari prinsip kerja short-stroke gas piston. Banyak pengamat militer menyebut SAR-80 sebagai "saudara jauh" dari AR-18 milik Eugene Stoner, dan klaim ini memang memiliki dasar teknis yang sangat kuat. Namun, Singapura tidak sekadar menjiplak; mereka melakukan modifikasi yang membuat SAR-80 memiliki karakteristik tembakan yang berbeda.

Di dalam receiver baja cetaknya, terdapat mekanisme bolt carrier berbentuk persegi panjang yang bergerak di atas dua batang pemandu (guide rods) dengan pegas rekoil ganda. Desain ini sangat efisien karena tidak memerlukan ruang di dalam popor untuk pegas rekoil (seperti pada M16), sehingga memungkinkan penggunaan popor lipat yang kokoh. Sistem rotating bolt dengan tujuh pengunci memastikan penguncian bilik ledak yang aman sebelum peluru ditembakkan. Inovasi paling cerdik dari CIS adalah penambahan beban massa pada bolt. Penambahan bobot ini secara sengaja menurunkan laju tembak (rate of fire) hingga ke angka 600 rpm. Angka ini dianggap "jinak" dan ideal, karena memungkinkan prajurit untuk mengontrol semburan peluru dalam mode otomatis dengan jauh lebih akurat dibandingkan M16A1 yang cenderung liar.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Perusak / Tank Destroyer - Jagdpanzer Kanone TD)

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Ergonomi dan Fitur Unik

Salah satu aspek yang paling sering dibicarakan oleh para pengguna SAR-80 adalah tata letak kontrolnya yang akrab. CIS secara sengaja mengadopsi konfigurasi tuas selektor dan pelepas magazin dari M16 agar prajurit Singapura tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi. Senapan ini menggunakan magazin standar STANAG, namun dengan sedikit modifikasi: magazin bawaan SAR-80 bisa digunakan di senapan AR-18, namun magazin AR-18 asli tidak selalu kompatibel dengan SAR-80 tanpa modifikasi pada lubang penguncinya.

Secara visual, SAR-80 memiliki karakteristik yang tidak dimiliki senapan modern saat ini. Kehadiran celah yang memungkinkan prajurit melihat pergerakan hammer (pemukul) di dalam mekanisme penembakan tanpa harus membongkar senjata adalah fitur yang unik. Hal ini memudahkan pemeriksaan keamanan secara visual. Selain itu, senapan ini dirancang sebagai platform multiguna sejak awal. Blok gasnya dapat disetel untuk mengalirkan tekanan yang cukup guna melontarkan granat senapan (rifle grenade) langsung dari moncong laras, sebuah kemampuan standar NATO yang sangat krusial bagi infanteri Singapura pada masa itu.

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Produksi Massal dan Penjualan Internasional

Antara tahun 1980 hingga 1988, lebih dari 80.000 unit SAR-80 keluar dari pabrik CIS. Walaupun awalnya diproyeksikan untuk sepenuhnya menggantikan M16A1 di Singapura, politik pengadaan persenjataan berkata lain. Singapura memutuskan untuk terus menggunakan campuran M16 yang telah ditingkatkan dan mengembangkan SR-88, sebelum akhirnya menetapkan SAR-21 sebagai senjata standar nasional. Akibatnya, sebagian besar stok SAR-80 menjadi komoditas ekspor yang sangat laku di pasar global.

Reputasi SAR-80 sebagai senjata yang murah, andal, dan menggunakan peluru standar NATO (5.56mm) membuatnya sangat diminati oleh negara-negara yang memiliki anggaran pertahanan terbatas namun membutuhkan daya pukul modern. Penggunaannya tersebar luas mulai dari Angkatan Darat Kroasia dan Slovenia di wilayah Balkan, hingga ke Pasukan Pertahanan Papua Nugini di Pasifik. Di Afrika, SAR-80 menjadi pemandangan umum di tangan Gendarmerie Republik Afrika Tengah dan pasukan pemerintah Somalia. Ketangguhan baja cetaknya terbukti mampu bertahan di medan perang yang keras, mulai dari hutan hujan tropis hingga gurun yang berdebu.

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Warisan SAR-80 di Medan Laga

Sayangnya, karena sifatnya yang mudah diproduksi dan dijual, SAR-80 juga sering muncul dalam berbagai konflik berkepanjangan di benua Afrika. Laporan-laporan lapangan dari Republik Demokratik Kongo seringkali mendokumentasikan penggunaan SAR-80 oleh berbagai faksi bersenjata. Keberadaan senapan ini di zona konflik seringkali menjadi misteri karena jalur penjualannya yang kurang terdokumentasi, namun hal ini sekaligus membuktikan bahwa meski sudah berusia puluhan tahun, SAR-80 tetap menjadi alat mekanis yang fungsional dan mematikan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu / Assault Rifle - Arsenal AR-M4SF)

Kini, SAR-80 telah dianggap sebagai senjata "generasi lama" di Singapura, namun perannya dalam sejarah industri pertahanan negara tersebut tetap abadi. Ia adalah bukti pertama bahwa Singapura mampu mengubah desain asing menjadi produk yang sukses secara komersial dan operasional. SAR-80 bukan hanya sekadar potongan logam dan plastik; ia adalah simbol transisi Singapura dari sekadar pengguna teknologi menjadi produsen persenjataan yang diperhitungkan di kancah internasional. Pengalaman yang didapat dari pengembangan SAR-80 inilah yang nantinya menjadi fondasi bagi terciptanya senapan-senapan yang lebih canggih di masa depan.

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Senapan Serbu/Assault Rifle SAR 80


Jenis: Senapan serbu
Asal negara: Singapura

Catatan operasional
Operasional aktif: Tahun 1984-sekarang

Digunakan di: 
Perang Saudara Sri Lanka
Perang Yugoslavia
Perang Saudara Somalia
Konflik Kivu

Riwayat produksi
Perancang: Frank Waters
Dirancang: Tahun 1976-1984
Pabrikan: Chartered Industries of Singapore (CIS, sekarang ST Kinetics)
Jumlah produksi: 20.000 (di Singapura), jumlah ekspor tidak diketahui.

Varian
Standar, Peluncur Granat

Spesifikasi
Bobot: 3,7 kg (8,2 lb) (kosong dan tanpa aksesori)

Panjang
Popor terentang: 970 milimeter (38 inci)
Popor terlipat: 738 milimeter (29,1 inci)
Panjang laras: 459 milimeter (18 inci)

Amunisi/Peluru: 5.56×45mm NATO
Action: Rotating bolt, gas operated
Laju tembakan/Rate of fire: 600 tembakan/menit
Sistem pasokan amunisi: Magasen standar STANAG
Sistem pembidik: Pisir dan pejera standar dari logam

(Artikel ini diterjemahkan dan diadaptasi oleh: Tuntas Trisunu)

Sumber: 
1. military-weapon.com
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Jumat, 10 April 2026

Bukan Sekadar Tiruan: Mengapa Singapura Nekat Memproduksi SAR-80 Saat Dunia Bergantung pada M16?


Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 10 April 2026

Latar Belakang: Dari Lisensi ke Kemandirian

Sejarah persenjataan Singapura tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan mendesak negara kecil tersebut untuk memiliki kemandirian pertahanan pasca-kemerdekaan. Pada awal 1970-an, Singapura sangat bergantung pada senapan serbu M16A1 buatan Amerika Serikat yang diproduksi di bawah lisensi oleh Chartered Industries of Singapore (CIS). Namun, ketergantungan pada lisensi asing membawa keterbatasan, terutama dalam hal hak ekspor dan modifikasi desain. Di tengah kondisi ini, muncul kebutuhan untuk menciptakan senapan serbu asli yang tangguh namun murah untuk diproduksi.

Di belahan dunia lain, tepatnya di Inggris, Sterling Armaments Company sedang berjuang menghadapi tantangan serupa. Frank Waters, kepala perancang Sterling, mulai mengerjakan proyek senapan berkaliber 5.56x45mm yang ditujukan untuk pasar internasional. Proyek ini awalnya dikenal sebagai Sterling Light Automatic Rifle. Meskipun desainnya menjanjikan, Sterling sempat terdistraksi karena keberhasilan mereka mendapatkan lisensi produksi AR-18 milik Eugene Stoner. Penundaan ini justru membuka pintu bagi kolaborasi internasional yang nantinya akan melahirkan identitas unik bagi industri pertahanan Singapura.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu / Assault Rifle – XM8)

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Kolaborasi Sterling dan CIS

Pada Februari 1977, proyek senapan Waters yang sempat terbengkalai dihidupkan kembali melalui kerja sama dengan CIS. Singapura melihat peluang besar dalam desain Sterling untuk mengisi kekosongan lini produksi mereka. Dua purwarupa dikirim ke Singapura untuk pengujian intensif. Namun, jalan menuju kesempurnaan tidaklah mulus. Dalam pengujian awal, ditemukan masalah serius pada sistem penyekat gas (gas seal) saat senjata dipaksa menembak dalam mode otomatis secara terus-menerus.

Para insinyur Sterling di Inggris dan teknisi CIS di Singapura bekerja bahu-membahu memperbaiki desain tersebut. Fokus utama mereka adalah menciptakan senjata yang "mampu bekerja di lingkungan tropis yang lembap" namun tetap memiliki biaya produksi yang rendah. Pada akhir 1977, setengah lusin purwarupa tambahan dikirim untuk pengujian tahap kedua. Di tangan para insinyur CIS, senapan ini mulai mengalami transformasi visual dan ergonomis. CIS memutuskan untuk menggunakan material polimer pada popor dan merancang ulang pelindung tangan (handguard) agar lebih nyaman digenggam, menggantikan elemen logam yang mudah panas saat ditembakkan secara intensif.

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Filosofi Desain: Sederhana dan Mematikan

Ketika akhirnya resmi diluncurkan sebagai Singapore Assault Rifle 80 (SAR-80) pada tahun 1979, dunia melihat sebuah senapan yang "jujur." SAR-80 tidak mencoba menjadi senjata tercanggih secara teknologi, melainkan senjata paling efisien secara ekonomi. Dengan harga ekspor sekitar $300 per unit pada saat itu (setara $1.500 saat ini), SAR-80 jauh lebih murah dibandingkan kompetitornya seperti FN FNC atau varian terbaru M16.

Konstruksi receiver-nya menggunakan teknik stamping baja, sebuah metode yang dipelopori oleh desain AR-18 untuk mempercepat produksi massal tanpa memerlukan mesin CNC yang mahal. Lapisan cat "retak" (crinkle finish) yang diaplikasikan pada badan senjata bukan sekadar estetika; lapisan ini memberikan ketahanan ekstra terhadap korosi dan membantu kamuflase dengan mengurangi pantulan cahaya matahari. Keunikan lainnya adalah slot gagang pengokang yang terbuka tanpa penutup debu, sebuah keputusan desain yang kontroversial namun dianggap mempermudah perawatan di lapangan bagi prajurit yang disiplin.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Perusak / Tank Destroyer - Jagdpanzer Kanone TD)

Senapan Serbu (Assault Rifle) SAR-80
Senapan Serbu/Assault Rifle SAR-80
militerbanget.blogspot.com

Uji Coba dan Penerimaan Awal

Pengiriman pertama SAR-80 ke Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dimulai pada awal 1981. Sebagai senjata produksi massal pertama hasil desain kolaborasi, masalah "penyakit masa kecil" sempat muncul. Beberapa unit awal dilaporkan memiliki kualitas pengerjaan yang kurang konsisten, dengan masalah utama pada ekstraktor yang cenderung bengkok setelah penggunaan intensif. Hal ini menyebabkan selongsong peluru sering tersangkut di dalam bilik ledak.

Namun, CIS dengan cepat merespons keluhan tersebut. Mereka memperkuat komponen ekstraktor dan menyempurnakan kontrol kualitas di lini produksi. Hasilnya, seri produksi berikutnya terbukti jauh lebih andal. Prajurit Singapura mulai mengenal SAR-80 sebagai senapan yang berat namun sangat stabil saat ditembakkan dalam mode otomatis. Stabilitas ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari perhitungan mekanis yang cerdik di dalam jantung senapan itu sendiri.

Meskipun sejarah pengembangannya penuh dengan tantangan birokrasi dan teknis, rahasia sejati dari keandalan SAR-80 terletak pada mekanisme internalnya yang unik—sebuah perpaduan antara filosofi AR-18 dan inovasi Singapura yang akan kita bedah secara mendalam di bagian selanjutnya (Bersambung kebagian kedua dengan judul: Jejak Berdarah SAR-80: Mengapa Senapan Murah Buatan Singapura Ini Bertahan di Tengah Perang Saudara Global?)

(Artikel ini diterjemahkan dan diadaptasi oleh: Tuntas Trisunu)

Sumber: 
1. military-weapon.com
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Rabu, 21 Juli 2021

Artileri Swagerak 155mm / 155 mm Self Propelled Howitzer - SSPH-1 Primus (Bagian Kedua)


Artileri Swagerak SSPH-1 Primus
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Rabu, 21 Juli 2021

Artikel ini adalah sambungan dari artikel bagian pertama, yang berjudul: Artikel ini adalah sambungan dari artikel bagian pertama, yang berjudul: Artileri Swagerak 155mm / 155 mm Self Propelled Howitzer - SSPH-1 Primus (Bagian Pertama).

Artileri swagerak Primus dilengkapi dengan sistem pengendalian tembakan modern, yang mencakup sistem navigasi dan penentuan posisi di permukaan. Sistem pengendali ini dapat menerima informasi target dari pos komando atau pengamat ke depan melalui datalink. Sistem ini juga mampu memberikan akurasi tembakan yang tinggi.

Menurut data dari pabrikan, sistem proteksi lapis baja Primus mampu memberikan perlindungan terhadap hantaman peluru tipe armor penetration kaliber 7,62mm dan mampu menahan benturan dari serpihan peluru artileri lawan. Alutsista ini juga dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran otomatis.

Sistem artileri SSPH-1 Primus memiliki dapur pacu mesin diesel Detroit Diesel 6V92TA, yang mampu menghasilkan daya sebesar 550 tenaga kuda. Sasisnya menggunakan sejumlah komponen otomotif dari Bionix IFV. Alutsista ini juga memiliki dimensi yang cukup kompak dan ringkas, sehingga dapat diangkut oleh pesawat transport Airbus A400M.

Artileri Swagerak SSPH-1 Primus
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Artileri Swagerak 155mm / 155 mm Self Propelled Howitzer - SSPH-1 Primus


Asal negara: Singapura
Operasional aktif: 2004
Awak: 4 orang

Dimensi dan berat

Berat: 28,3 ton
Panjang (Sampai ujung laras meriam): 10,21 m
Panjang lambung: 6,6 m
Lebar: 3 m
Tinggi: 3,28 m

Persenjataan

Senjata utama: howitzer kaliber 155mm
Panjang laras: 39 kaliber
Senapan mesin: 1 x senapan mesin kaliber 7,62mm
V’o meninggalkan laras: - 
Berat proyektil: - 
Jarak tembak maksimum: 30 km
Rate of fire maksimum: 6 rpm
Rentang ketinggian laras: - 3 hingga + 85 derajat
Rotasi turet: 360 derajat
Kapasitas  amunisi
Senjata utama: -
Senjata mesin: -

Mobilitas

Mesin: Detroit Diesel 6V92TA
Tenaga mesin: 550 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 50 km/jam
Jarak jelajah maksimum: 350 km

Kemampuan manuver

Tanjakan maksimum: 60 derajat
Kemiringan samping: 30 derajat
Halangan vertikal: ~ 0,8 m
Halangan Parit: ~ 1,8 m
Genangan air maksimum: ~ 1,2 m

(Baca juga artikel yang sangat menarik, tentang satu alutsista dari jenis tank tempur ringan atau light tank besutan dari Jerman, yang digunakan sebelum Perang Dunia II (walaupun ada sebagian yang sempat digunakan pada saat perang besar tersebut). Artikel tersebut berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank - PzKpfw II

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Artikel di alih bahasa oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19

Selasa, 20 Juli 2021

Artileri Swagerak 155mm / 155 mm Self Propelled Howitzer - SSPH-1 Primus (Bagian Pertama)


Artileri Swagerak SSPH-1 Primus
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Senin, 19 Juli 2021

Alutsista SSPH-1 (Singapore Self-Propelled Howitzer 1) Primus (pertama) rancangannya didasarkan pada howitzer self-propelled M109 155mm milik Amerika Serikat, yang merupakan alutsista yang paling banyak digunakan dari jenisnya di dunia. Primus dikembangkan untuk memenuhi persyaratan operasional yang diajukan oleh Angkatan Bersenjata Singapura. Rancang bangun alutsista ini dimulai pada tahun 1996 dan purwarupa pertama berhasil diselesaikan pada tahun 2000. Saat ini, artileri swagerak SSPH1 Primus dioperasikan olehSingapore Armored Forces (Pasukan Lapis Baja Singapura).

Bobot operasional SSPH-1 kurang dari 30 ton yang mana bobot operasional alutsista ini lebih ringan jika dibandingkan dengan kebanyakan alutsista yang sejenis, seperti M109A6 Paladin atau AS90 Braveheart.

Primus dipersenjatai dengan howitzer kaliber 155mm/L39 yang dipasang di turret, dilengkapi dengan sistem pengisian amunisi semi-otomatis. Sistem pengisian semi-otomatis memungkinkan alutsista inidapat  dioperasikan oleh jumlah awak yang minimum, yang mana alutsista ini hanya membutuhkan 4 orang awak saja untuk operasionalnya. 

Artileri Swagerak SSPH-1 Primus
militerbanget.blogspot.com

Sistem Artileri swagerak SSPH-1 kompatibel dengan semua amunisi standar NATO, seperti HE, HE jarak jauh, asap dan proyektil iluminasi. Amunisi kargo 155mm asli juga dapat ditembakkan. Proyektil HE memiliki jarak tembak efektif maksimum sekitar 19 km dan dengan proyektil dengan tambahan pendorong, maka jarak tembak maksimum efektifnya dapat mencapai 30 km.

SSPH1 Primus memiliki kecepatan tembakan maksimum 6 tembakan per menit. Dan dalam kondisi tertentu, alutsista ini juga dapat melakukan tembakan runtun tiga peluru dalam 20 detik, yang mana sangat tepat untuk taktik serangan hit and run. Dibutuhkan kurang dari 60 detik untuk mempersiapkan kendaraan untuk siap menembak dan 40 detik untuk meninggalkan posisi menembak.

(Baca juga artikel yang sangat menarik, tentang satu alutsista dari jenis tank tempur ringan atau light tank besutan dari Jerman, yang digunakan sebelum Perang Dunia II (walaupun ada sebagian yang sempat digunakan pada saat perang besar tersebut). Artikel tersebut berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank - PzKpfw I


Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, #Corona Virus, #Isolasi Mandiri, #Pendemi Covid-19