Tampilkan postingan dengan label Pesawat Angkut Taktis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Angkut Taktis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2025

Pesawat Angkut Serbaguna De Havilland Canada DHC-4 Caribou, Tangguh, Bandel, dan Andal (Bagian Ketiga)


Pesawat Transport Taktis De Havilland Canada DHC-4 Caribou
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Airplane
militerbanget.blogspot.com

Beraban,Tabanan, Bali, Rabu, 20 Agustus 2025

Sambungan dari Bagian Kedua

Pesawat No. 238 Diregristasi ulang pada Mei 2010. 

Sebagai veteran KAF, pesawat ini dirgistrasi ulang sebagai N238PT dan dikerahkan ke Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan. Setelah singgah di Newfoundland, Islandia, Swedia, dan Ukraina, pesawat ini mendukung pasukan NATO dan sekutu di wilayah-wilayah terpencil dari tahun 2011 hingga 2017. Pesawat ini kemudian terbang sebentar di Afrika sebelum kembali ke AS, di mana ia sekarang menerbangkan personel militer ke Pulau San Clemente, beroperasi dari NAS North Island dan Pinal Airpark.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank Series – M5 "Stuart")

Pesawat Transport Taktis De Havilland Canada DHC-4 Caribou
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Airplane
militerbanget.blogspot.com

Konversi ketiga, Pesawat No. 303 

Ini adalah Caribou kelima terakhir yang diproduksi dan juga mulai operasionalnya di Angkatan Udara Kenya pada tahun 1972. Setelah bertahun-tahun tidak beroperasi di Cape May, pesawat ini diregistrasi ulang sebagai N303PT dan dikirim ke Indonesia pada tahun 2016 untuk bertugas di Pemerintah Kabupaten Puncar. Tragisnya, pesawat tersebut—yang berganti nama menjadi PK-SWW—hancur dalam sebuah kecelakaan pada tanggal 31 Oktober 2016, saat melakukan penerbangan kargo tak terjadwal. Cuaca buruk dan navigasi visual menyebabkan pesawat tersebut menabrak gunung di ketinggian 12.999 kaki, menewaskan keempat awaknya.

Pesawat Transport Taktis De Havilland Canada DHC-4 Caribou
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Airplane
militerbanget.blogspot.com

Konversi terakhir, Pesawat No. 302

Konversi terakhir adalah pesawat No. 302, yang diproduksi pada tahun 1972 untuk Kenya. Pesawat ini disimpan di Malta dan kemudian di Cape May, dan akhirnya terdaftar sebagai N302PT pada tahun 2016 dan setelah menjalani beberapa perbaikan, pesawat ini kembali terbang pada tahun 2018. Pesawat ini kemudian menjadi anggota dari armada Rampart Aviation pada tahun 2020, menerbangkan misi pelatihan penerjun payung di Arizona bersama N600NC, dengan tanda panggilan "SHADY".

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber – Tupolev SB)

Pesawat Transport Taktis De Havilland Canada DHC-4 Caribou
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Airplane
militerbanget.blogspot.com

Meskipun DHC-4 pertama terbang hampir 70 tahun yang lalu, warisan pesawat tangguh dan serbaguna ini tetap berlanjut. Sejumlah Caribou bermesin radial hingga saat ini masih laik terbang, sementara tiga DHC-4T bahkan masih operasional sebagai pesawat transport serbaguna untuk mendukung militer. Baik saat bergemuruh di landasan udara yang kasar dan berdebu maupun mendarat di pulau-pulau terpencil, Caribou hingga kini tetap bertahan. Eksistensinya menjadi sebuah bentuk pengakuan sekaligus penghormatan bagi salah satu pesawat STOL tercanggih pada masanya.

Catatan Tambahan:

Rampart Aviation LLC adalah Perusahaan Milik Veteran, bersertifikat FAA Bagian 135, dan Dewan Peninjau Angkutan Udara Komersial (CARB) Departemen Pertahanan. Sejak 2008, Rampart telah menjalankan operasi dukungan penerbangan skala penuh di seluruh AS dan internasional, 24/7, 365.

Bersambung ke Bagian Keempat

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. History Of Transport Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Kanada
#Pesawat
#Pesawat_Transport

Rabu, 25 September 2024

Pesawat Transport Taktis Medium / Medium Tactical transport Airplane Ilyushin Il-112 - (Bagian Pertama)


Pesawat Transport Taktis Ilyushin Il-112
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Rabu, 25 september 2024

Pesawat transport taktis (transport medium) Ilyushin Il-112 adalah pesawat angkut atau transport baru milik Rusia yang saat ini masih dalam proses rancang bangun. Pesawat baru ini sengaja di design untuk menggantikan posisi pesawat transport Antonov An-26 yang dirasa sudah mulai uzur, yang mulai beroperasi pada tahun 1969 dan hingga saat ini masih digunakan secara luas. Pesawat ini juga digadang-gadang akan menggantikan posisi An-72, yang digunakan oleh Angkatan Udara Rusia dalam jumlah terbatas. 

Pesawat Transport Taktis Ilyushin Il-112
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa pertama pesawat Il-112 diperkenalkan kepada publik pada tahun 2018 dalam suatu event. Uji coba secara intens juga dimulai pada tahun yang sama untuk mengetahui performa dari pesawat ini. Pesawat ini melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2019.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber Bristol Brigand)

Menurut sumber resmi dari Rusia, kedepannya pesawat ini akan diproduksi menjadi dua varian, Dimana Il-112V adalah versi definitive untuk militer, dan versi untuk komersial dengan kode Il-112T. 

Pesawat Transport Taktis Ilyushin Il-112
militerbanget.blogspot.com

Tetapi rupanya perkembangan pesawat ini tidak semulus yang diharapkan. Pada tahun 2021, satu-satunya purwarupa Il-112 mengalami kegagalan teknis dan jatuh pada saat menjalani uji terbang. Kebakaran terjadi di salah satu mesin (mesin sebelah kanan) dan pesawat kehilangan kendali, jatuh menghujam tanah kemudian meledak sehingga menewaskan seluruh awaknya. Pada saat kecelakaan tersebut, purwarupa itu telah melakukan total 16 uji penerbangan. Para ahli yang menganalisis kecelakaan tersebut berkesimpulan bahwa Il-112 memiliki beberapa kelemahan desain yang serius. Purwarupa tadi memiliki kelebihan berat antara 3 hingga 5 ton. Kelebihan berat ini mendekati seluruh kapasitas total muatan pesawat. Artinya, purwarupa tersebut secara efektif hanya mampu membawa sedikit muatan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Tukik-Torpedo / Dive-Torpedo Bomber Fairey Barracuda)

Pesawat Transport Taktis Ilyushin Il-112
militerbanget.blogspot.com

Setelah penerbangan perdananya, beberapa langkah diambil untuk mengurangi bobot purwarupa pertama sebesar 800 kg. Direncanakan purwarupa kedua akan lebih ringan sebesar 2.000 kg. Hal ini akan menjadi tugas yang sangat sulit bagi pihak Ilyushin untuk mengurangi beban struktur pesawat. Situasi ini menunjukkan bahwa Biro Desain Ilyushin secara bertahap kehilangan keahliannya dalam pengembangan pesawat militer. Insinyur dan desainer lama secara bertahap pensiun sementara para insinyur dan designer yang baru tidak memiliki keahlian yang justru sangat dibutuhkan alias tidak kompeten. 

Demikianlah artikel tentang Pesawat Transport Taktis Medium / Medium Tactical transport Airplane Ilyushin Il-112 - (Bagian Pertama). Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul “Pesawat Transport Taktis Medium / Medium Tactical transport Airplane Ilyushin Il-112 - (Bagian Kedua)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Airplane of The World
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Rusia
#Pesawat

Selasa, 13 April 2021

Pesawat Transport Taktis / Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160 (Bagian 2)


"Kuda Beban" andalan negara-negara NATO saat Perang Dingin, C-160 TRANSALL
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Selasa, 13 April 2021


Kemampuan Angkut dan Performa Taktis


Pesawat ini dioperasikan oleh tiga orang awak, terdiri dari dua pilot dan satu insinyur penerbangan. Pesawat ini mampu membawa 93 pasukan berperlengkapan penuh atau 61 hingga 88 pasukan terjun payung. Atau dapat membawa 62 tandu. TRANSALL C-160 memiliki kapasitas muatan hingga 16 ton. 

Dengan muatan maksimum, pesawat ini memiliki jangkauan maksimum hingga 1.850 km. Juga dapat membawa muatan 8,5 ton melintasi jarak 5.000 km. Muatan tipikal termasuk kendaraan beroda atau track, artileri derek ringan atau sedang, dan palet standar dengan muatan. Pesawat taktis ini dapat beroperasi langsung dari posisi garis depan. Pesawat ini dapat mendarat di landasan udara sepanjang 400 m dan lepas landas dari landasan terbang sepanjang 700 m. 

"Kuda Beban" andalan negara-negara NATO saat Perang Dingin, C-160 TRANSALL
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Kapasitas dan dimensi muatan TRANSALL C-160 secara umum mirip dengan pesawat angkut taktis American Lockheed Martin C-130 Hercules. Namun Hercules bermesin empat memiliki kecepatan tertinggi yang lebih tinggi dan jangkauan yang lebih jauh.

Selama masa operasional, pesawat ini terus ditingkatkan versinya. Modifikasi termasuk navigasi baru dan sistem kontrol penerbangan, autopilot, lapis baja Kevlar, sistem peringatan dini terhadap ancaman rudal, dispenser chaff dan flare, sistem perlindungan diri peperangan elektronik.

Dikemudian hari, pesawat ini terbukti menjadi pesawat yang serbaguna. C-160 telah bertugas dalam peran khusus, seperti intelijen elektronik dan platform komunikasi, kapal tanker pengisian bahan bakar udara.

"Kuda Beban" andalan negara-negara NATO saat Perang Dingin, C-160 TRANSALL
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Evolusi dan Varian C-160


  • Varian C-160D untuk Angkatan Udara Jerman Barat (110 unit).
  • Varian C-160F untuk Angkatan Udara Prancis (50 unit).
  • Pesawat angkut surat sipil C-160P. Empat pesawat C-160F diubah untuk peran ini. Varian ini dioperasikan oleh Air France (4 unit).
  • C-160NG (Nouvelle Generation atau New Generation) versi bahasa Prancis yang ditingkatkan. Ini adalah pesawat produksi generasi kedua. Varian ini dipesan pada tahun  1977 dan diproduksi sejak 1981. Pesawat ini memiliki tangki bahan bakar tambahan di bagian tengah sayap. Versi ini dapat membawa bahan bakar 28.000 liter dibandingkan dengan 19.000 liter C-160F asli. Varian ini juga memiliki probe pengisian bahan bakar dalam penerbangan. 
  • Pintu kargo di sisi kiri telah dihapus. Pesawat ini juga dilengkapi dengan avionik terbaru. Sebanyak 29 pesawat kargo C-160NG diproduksi untuk Angkatan Udara Prancis. Setengah dari varian tersebut dikonfigurasi sebagai tanker pengisian bahan bakar udara. Ditambah ada tambahan 4 pesawat nonstandar untuk misi khusus. Selanjutnya 6 pesawat C-160NG dibangun untuk Indonesia.
  • C-160R (Renove) beberapa pesawat C-160F Prancis ditingkatkan ke standar C-160NG.
  • Pesawat pengintai elektronik Prancis C-160G (Gabriel). Ini dapat dengan mudah dibedakan dengan antena yang dipasang di pesawat. Ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari C-160NG.
  • C-160H ASTARTE. Di Angkatan Udara Prancis, itu disebut sebagai Stasiun Relai Lintas Udara Untuk Transmisi Khusus. Pesawat ini digunakan untuk komunikasi dengan kapal selam nuklir Prancis yang berada di bawah permukaan. Pesawat ini beroperasi hingga awal 2000-an. Varian ini juga didasarkan pada C-160NG.
  • C-160T. Pesawat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Turki. 20 di antaranya dikirim pada tahun 1971.
  • Varian C-160Z untuk Angkatan Udara Afrika Selatan (9 dibangun). Semua pesawat ini dikirim pada tahun 1969 dan 1970. Sekarang semua pesawat ini sudah pensiun.

"Kuda Beban" andalan negara-negara NATO saat Perang Dingin, C-160 TRANSALL
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Transport Taktis / Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160


  • Asal negara: Jerman dan Prancis
  • Operasional aktif: 1967
  • Awak: 3 orang

Dimensi dan berat
  • Panjang: 32,4 m
  • Rentang sayap: 40 m
  • Tinggi: 11,65 m
  • Berat (kosong): 29 ton
  • Berat (lepas landas maksimum): 51 ton

Mesin dan performa
  • Mesin: 2 x Rolls-Royce Tyne Rty. 20 Mk.22 turboprop
  • Tenaga mesin: 2 x 6.100 shp
  • Kecepatan maksimum: 513 km/jam
  • Kecepatan jelajah maksimum: 495 km/jam
  • Elevasi operasional: 8.230 m
  • Jarak jelajah maksimum (dengan muatan 8,5 ton): 5.000 km
  • Jarak jelajah maksimum (dengan muatan 16 ton): 1.850 km
  • Jarak jelajah feri: 8.850 km

Kapasitas angkut
  • Muatan maksimum: 16 ton
  • Pasukan: 93 personel
  • Kendaraan: (belum diketahui)
  • Dimensi kompartemen kargo: (17,2 x 3,15 x 2,98)m3

"Kuda Beban" andalan negara-negara NATO saat Perang Dingin, C-160 TRANSALL

Kisah perjalanan Transall C-160 adalah cerminan dari evolusi kebutuhan logistik militer Eropa. Saat tongkat estafet kini beralih ke tangan Airbus A400M yang jauh lebih modern, kita diingatkan bahwa warisan C-160 bukan hanya soal mesin atau kapasitas muat, melainkan soal keandalan yang teruji waktu. Kini, babak baru telah dimulai, namun peran krusial yang pernah dimainkan C-160 akan selalu diingat sebagai standar emas dalam transportasi taktis di masanya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Senin, 12 April 2021

Pesawat Transport Taktis / Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160 (Bagian 1)


Pesawat Transall C-160, kuda beban angkut militer dari era Perang Dingin
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 12 April 2021

Di tengah gemuruh mesin turboprop yang ikonik, Transall C-160 telah mengabdi lebih dari setengah abad. Bukan sekadar alat angkut, ia adalah saksi bisu logistik militer Eropa yang kini perlahan harus memberi jalan kepada sang penerus, Airbus A400M. Mari kita bedah rekam jejak 'si kuda beban' dari era Perang Dingin ini.

Pesawat Transall C-160, kuda beban angkut militer dari era Perang Dingin
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Lahirnya Konsorsium TRANSALL


Pesawat transport militer C-160 dikembangkan dan diproduksi bersama oleh perusahaan asal Jerman Barat (saat ini Jerman) dan Prancis. Perjanjian antara dua negara untuk mengembangkan pesawat baru tersebut ditandatangani pada tahun 1957. Italia juga terlibat dalam tahap awal proyek, tetapi kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek tersebut dan memilih untuk mengembangkan pesawat dalam negeri mereka. 

Pesawat Transall C-160, kuda beban angkut militer dari era Perang Dingin
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi dan Kapabilitas Operasional


Pada tahun 1959, sebuah konsorsium Transporter Allianz dibentuk (TRANSALL). Terdiri dari Nord Aviation of France dan Weser Flugzeugbau dan Hamburger Flugzeugbaug dari Jerman Barat. Awal kemunculan pesawat ini berdasarkan pada kebutuhan akan sebuah pesawat transport taktis baru, yang memiliki kapasitas angkut sekitar 16 ton kargo, dan mampu menempuh jarak jelajah hingga 1.720 km, atau kapasitas angkut sebesar 8 ton dan menempuh jarak jelajah hingga 4.540 km. 

Pesawat Transall C-160, kuda beban angkut militer dari era Perang Dingin
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

"Si Kuda Beban" di Berbagai Negara


Pesawat juga diharuskan untuk dapat beroperasi pada landasan semi permanen (kasar). Pesawat baru tersebut melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1963. Produksi dimulai pada tahun 1965. Pesawat produksi pertama dikirim pada tahun 1967. Awalnya pesawat kargo ini ditujukan untuk angkatan udara Perancis dan Jerman Barat. Pada kelanjutannya, pesawat ini juga diekspor ke Indonesia (6 unit), Afrika Selatan (9 unit, sekarang sudah pensiun) dan Turki. Produksi dihentikan pada tahun 1985. Menurut catatan resmi, total produksi pesawat ini sampai dinayatakan berhenti adalah 214 unit. 

Meskipun usianya sudah tua, pesawat ini masih tetap dioperasikan oleh Jerman (60 unit), Prancis (50 unit) dan Turki (20 unit). Pesawat C-160 saat ini dalam proses untuk dipensiunkan secara total, dan rencananya posisi pesawat ini akan diganti dengan yang baru Atlas Airbus A400M. Namun jika diperlukan masa operasional pesawat C-160 akan terus dipertahankan sampai batas waktu maksimal.


TRANSALL C-160 dirancang untuk mengusung misi transportasi barang, transportasi pasukan, dan evakuasi medis. Selama operasional lebih dari 50 tahun, C-160 telah memberikan dukungan logistik ke sejumlah misi dan operasi.

Pesawat Transall C-160, kuda beban angkut militer dari era Perang Dingin
Pesawat Transport Taktis
Tactical Transport Aircraft - TRANSALL C-160
militerbanget.blogspot.com

Mengapa Memilih Mesin Ganda?


C-160 mengandalkan dapur pacu dua unit mesin turboprop, Rolls Royce Tyne, masing-masing menghasilkan tenaga sebesar 6.100 shp. Mesin ini menggerakkan baling-baling berkomposisi empat bilah. Konfigurasi mesin ganda dipilih daripada konfigurasi empat mesin untuk mengurangi biaya operasional dan produksi. Selain itu, pesawat bermesin ganda memiliki desain yang lebih sederhana dan lebih dapat diandalkan. Selain itu, lebih ringan dan konsumsi bahan bakarnya juga lebih rendah dibandingkan dengan konfigurasi empat mesin. Sayangnya, konfigurasi dua mesin ini tergolong terlalu "riskan" ketimbang empat mesin, yang mana jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, maka pesawat ini akan kehilangan 50 persen tenaganya, sedangkan pada konfigurasi empat mesin, apabila ada salah satu mesin yang disfungsi maka pesawat hanya akan kehilangan 25 persen tenaga.


Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain