Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Definisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2018

Definisi - Pistol Mitraliur / Submachine Gun



Kemayoran, Jakarta, Jum'at 4 Mei 2018

Seperti yang sudah saya janjikan, artikel kali ini akan mengulas tentang definisi Pistol Mitraliur atau sebagian sobat penggemar militer, lebih akrab dengan istilah "submachine gun".

Apa sih Pistol Mitraliur atau submachine gun itu? 

Nah, secara super singkat dan ringkas, definisinya dapat diterangkan sebagai; "suatu senjata api, yang mampu menembak secara runtun atau rentetan layaknya senapan otomatis (mitraliur), tetapi amunisinya, menggunakan catridge atau peluru seperti peluru senjata api genggam atau pistol.

Dari definisi singkat tersebut, sebenarnya, istiilah "submachine gun" kurang tepat untuk menyebut tipe senjata api ini. Justru yang lebih mendekati adalah istilah "pistol mitaliur". karena dengan sangat tepat menjabarkan tentang kaliber yang diusung. 

Perkembangan dari pistol miraliur ini sebenarnya sempat mandek atau berjalan sangat lambat, di fase antara Perang Dunia Ke I dan Perang Dunia Ke II. Melambatnya evolusi pistol mitraliur ini disebabkan oleh mentalitas penyusun strategi dalam angkatan bersenjata di banyak negara pemenang Perang Dunia Ke I, yang masih beranggapan pada sistem perang klasik, yaitu parit, dan perang jarak jauh. Alhasil, perkembangan persenjataan personal (organik) lebih menitikberatkan pada jarak tembak dan akurasi tembakan. Akibatnya, pada periode tersebut, senjata yang paling banyak diadopsi adalah tipe "kokang" atau bolt action. Bagi para "petinggi" tersebut, pistol mitraliur yang jarak tembak efektifnya pendek, dan kurang akurat, bukanlah senjata yang tepat pada taktik perang yang mereka adopsi!


Ketika Perang Dunia Ke II meletus, barulah petinggi militer menyadari "kelebihan" dari senjata ini. Saat Perang Dunia Ke II berkobar di Eropa, palagan pertempuran bukan lagi didominasi oleh perang parit atau perang jarak jauh, melainkan perang kota (urban) atau perang jarak dekat, dimana jarak tembak bukan lagi hitungan ratusan meter, melainkan puluhan meter. Jelas sudah, tipe perang seperti ini me"mandul"kan senjata tipe bolt action yang panjang dan berat, serta terbatas amunisinya. Sebaliknya, tipe pistol mitraliur dalam model perang seperti ini memiliki keuntungan berlipat, kecil, ringkas, dan punya kapasitas magasen yang sangat besar. 

Kemampuan manuver tempur dari pasukan yang bersenjatakan pistol mitraliur, jauh lebih "mobil" dan lincah, ketimbang pasukan yang bersenjatakan "konservatif" seperti senapan bolt action.

Lewat pengalaman terebut, maka penggunaan pistol mitraliur menjadi semakin berkembang, demikian pula teknologinya.

Untuk berimbangnya pemaparan saya, dalam artikel ini akan saya sertakan definisi dari pistol mitraliur, diambil dari sumber wikipedia bahasa indonesia, demikian penuturannya:


Pistol mitraliur Definisi dan sejarah singkat

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Pistol mitraliur (bahasa Inggris: submachine gun, biasa disingkat jadi SMG) adalah sebuah senjata api yang menggabungkan kemampuan menembak otomatis senapan mesin dengan amunisi pistol. Konsep senjata api seperti ini pertama kali dicoba pada tahun 1900-an, yaitu pistol yang diberi popor dan menembak secara otomatis.


Rancangan yang definitif baru muncul pada akhir Perang Dunia I, sebagai pengembangan dari pistol berpopor yang sudah ada sebelumnya, dan untuk digunakan pada perang parit. Pistol mitraliur mulai banyak digunakan pada Perang Dunia II, sebagai senjata untuk prajurit garis depan dan pasukan khusus. Sekarang, pistol mitraliur banyak digunakan oleh satuan polisi dan satuan paramiliter. Pistol mitraliur sangat cocok untuk digunakan pada pertempuran jarak dekat di perkotaan, dimana kemampuan menghujani peluru ke target lebih penting ketimbang jarak jangkau dan tingkat akurasi. Pistol mitraliur juga sangat populer pada tahun 1920-an dan 30-an sebagai senjata yang sering digunakan oleh mafia, khususnya pistol mitraliur Thompson, yang dikenal dengan julukan "Tommy Gun".

Daftar isi  

1 Sejarah
1.1 Perang Dunia I
1.2 Masa di antara dua perang
1.3 Perang Dunia II
1.4 Setelah Perang Dunia II
1.5 Pemakaian pistol mitraliur di Indonesia

Sejarah Kemunculan Pistol Mitraliur


Perang Dunia I

Pistol mitraliur muncul pada akhir Perang Dunia I. Dan pistol mitraliur ditempa oleh kerasnya pertempuran di model peperangan parit, yang telah menjadi pertempuran yang konyol dan brutal, menggunakan pistol, granat, bayonet, sampai alat gali tanah yang ditajamkan.

Italia adalah negara pertama yang mengembangkan senjata tipe pistol mitraliur, dengan julukan Villar Perosa. 

Mulai diperkenalkan pada tahun 1915, senjata ini sering dianggap sebagai pistol mitraliur pertama karena menembakan peluru pistol kaliber 9mm Glisenti. Senjata ini sebenarnya dikembangkan sebagai senjata anti pesawat terbang, tetapi akhirnya sampai ke tangan infantri, untuk digunakan sebagai senjata jarak dekat dan sebagai senapan mesin ringan. Desain unik ini akhirnya dikembangkan menjadi pistol mitraliur, Beretta 1918.

Tapi pistol mitraliur yang pertama adalah senjata buatan Jerman, Bergmann MP18, walaupun Beretta 1918 sudah dipakai lebih dahulu sebelum MP18, MP18 sudah menjalani tes purwarupa sejak tahun 1916. 

Rancangan Bergmann dibuat khusus sebagai pistol mitraliur, dengan popor khusus pistol otomatis, dan menggunakan peluru kaliber 9mm Parabellum dengan magazen keong atau drum.

Pistol mitraliur Thompson juga sedang dikembangkan pada waktu yang sama dengan desain Bergmann dan Beretta, tetapi pengembangan pistol mitraliur ini ditunda ketika Amerika Serikat dan si perancang senjata ikut memasuki perang. Rancangan Thompson baru diselesaikan setelahnya, dengan desain mekanisme yang berbeda dari Beretta 1918 dan MP18, tetapi terlambat menjadi pistol mitraliur desain khusus pertama yang dipakai di medan perang, karena Perang Dunia I sudah usai.


Masa di antara dua perang

Pada masa di antara perang, pistol mitraliur terkenal menjadi senjata mafia, yaitu gambaran ikonik gangster dengan jas panjang menembakan pistol mitraliur Thompson dengan magazen drum. 

Hal ini sempat mengakibatkan beberapa perencana militer seolah enggan untuk mengadopsi pistol mitraliur. Tapi akhirnya pistol mitraliur secara bertahap diterima oleh militer, dengan sejumlah negara merancang desain masing-masing, mulai tahun 1930-an.

Uni Soviet mengembangkan PPD-34 dan PPD-38, Prancis mengembangkan MAS-35 menjadi MAS-38. Jerman memperbarui MP18 menjadi MP28/II dan MP34. Dan pada akhirnya Nazi Jerman mengadopsi MP38, yang uniknya, tidak memakai bagian-bagian dari kayu. Italia juga banyak memperbaiki desain mereka, dengan tujuan utama mengurangi biaya produksi, serta memperbaiki kualitas serta bobot senjata.


Perang Dunia II

Pada awal Perang Dunia II, dalam invasi Nazi Jerman ke Polandia, produksi MP38 baru dimulai dan baru beberapa ribu pucuk yang operasional, tetapi pistol mitraliur ini ternyata sangat digemari, khususnya dalam model peperangan di perkotaan. Dari desain MP38, dirancanglah pistol mitraliur serupa, yaitu MP40, yang lebih aman dan lebih murah untuk diproduksi. MP40 dirancang untuk menggunakan material alumunium, dan berhasil dibuat lebih ringan dari MP38 karena memakai besi cetak yang lebih ringan dari besi machined.

Inggris pada awalnya mengadopsi pistol mitraliur Lanchester yang merupakan tiruan dari MP28/II Jerman. Tapi karena tingginya biaya yang dibutuhkan serta lamanya waktu produksi, Inggris kemudian memutuskan untuk merancang pistol mitraliur mereka sendiri, yaitu Sten (Royal Small Arms Factory/Enfield Sten (STEN GUN)). Karena murah dan mudah untuk diproduksi, pada akhir Perang Dunia II Jerman juga meniru rancangan Sten dan membuat tiruannya, yang diberi nama MP 3008.

Amerika Serikat beserta sekutunya memakai pistol mitraliur Thompson, yaitu versi M1A1 (Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1), yang sedikit lebih sederhana dari versi awal, dan menggunakan magazen box. 

Tapi pistol mitraliur Thompson M1A1 masih termasuk mahal untuk diproduksi, dan pada tahun 1942 Amerika mengadopsi pistol mitraliur M3 "Grease gun", diikuti versi M3A1 pada tahun 1944. Pistol mitraliur M3 tidak lebih efektif, tetapi lebih murah karena terbuat dari besi cetak.

Pada akhir Perang Dunia II, pihak yang paling banyak memakai pistol mitraliur adalah Uni Soviet, bahkan ada batalyon dan divisi yang hanya dipersenjatai pistol mitraliur saja. PPSh-41 buatan Uni Soviet terkenal karena rata-rata tembakannya yang sangat tinggi dibanding pistol mitraliur lain di era Perang Dunia II (900 peluru/menit). 

Karena ditangan seorang prajurit tak berpengalaman sekalipun, seperti prajurit wamil dan partisan di daerah pendudukan Nazi di Eropa Timur dan Balkan, banyaknya jumlah peluru yang ditembakan bisa membuatnya sangat mematikan. Ini salah satu faktor yang nanti akan mengakibatkan dikembangkannya senapan serbu.

Setelah Perang Dunia II

Setelah Perang Dunia II, pemakaian pistol mitraliur di satuan militer mulai berkurang. Pistol mitraliur mulai digantikan oleh senapan serbu, yang merupakan “jalan tengah” yang menjembatani antara pistol mitraliur dengan senapan tempur. Dan pistol mitraliur hanya secara terbatas dipakai oleh pasukan khusus, kru tank dan pesawat, dan satuan anti-teroris.

Pistol mitraliur juga masih banyak dipakai pada konflik-konflik bersenjata pada masa Perang Dingin oleh para gerilyawan dan partisan seperti Vietcong pada masa Perang Vietnam.

Pistol mitraliur masih banyak dipakai oleh satuan kepolisian dan anti-teroris, tetapi dengan dikembangkannya rompi anti-peluru yang semakin kuat dan canggih, mereka pun mulai banyak beralih memakai senapan serbu dan karabin yang lebih pendek. Tetapi pistol mitraliur juga sudah mulai berkembang, pistol mitraliur modern seperti FN P90 dan HK MP7 dibuat untuk menggunakan peluru yang merupakan campuran antara peluru pistol dengan peluru senapan laras panjang, yang diharapkan bisa memiliki daya tembus dan jangkauan yang lebih baik. Jenis senjata seperti ini juga kerap disebut Personal Defence Weapon (PDW).

Pemakaian pistol mitraliur di Indonesia

Di Indonesia, pistol mitraliur mulai dipakai pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia. Umumnya senjata ini diperoleh setelah terjadi pertempuran, di mana pistol mitraliur yang tertinggal diambil untuk tambahan senjata. Pistol mitraliur yang banyak dipakai adalah Sten (khusus buatan ke-2 dan ke-3), Carl Gustav M/45 buatan Swedia, pistol mitraliur Lysaght Owen buatan Australia, Thompson, dan Bergmann MP18. Pistol mitraliur tersebut terbukti ampuh dalam setiap pertempuran melawan tentara Belanda sampai masa penyerahan kedaulatan RI tahun 1949. Kini pemakaian pistol mitraliur hanya dibatasi untuk pasukan khusus saja.

Demikianlah artikel tentang pistol mitraliur, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: TuntasTrisunu

Sumber: 
Wikipedia
Berbagai sumber lain

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer, #pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, #Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson &Jhonson, #CanSino, #Omicron

Kamis, 26 April 2018

Definisi Tank (Secara Umum)



Kemayoran, Jakarta, Kamis, 26 April 2018

Artikel ini ditulis untuk memenuhi permintaan dari sebagian pembaca yang telah ber"unjuk rasa" kepada saya baru-baru ini. Mereka protes, mengapa saya hanya mengetengahkan artikel tentang berbagai Alat Utama Sitem Senjata (Alutsista), tanpa memberikan definisi masing-masing alutsista tersebut.

Dan mereka benar! Kesalahan memang pada saya, saya terlalu asyik memposting artikel-artikel tentang berbagai macam alutsista, tanpa memberikan definisinya.

Untuk itulah, demi menebus kesalahan (dan kebodohan) saya tersebut, saya akan mulai memposting artikel tentang definisi dari tiap-tiap alutsista. Tidak secara lengkap, namun saya coba untuk menghadirkannya selengkap mungkin.

Dan berikut ini adalah uraiannya.


TANK

(Sumber dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata darat paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan efek mentalnya terhadap infanteri.


Daftar isi  artikel ini:

1 Garis besar

2 Sejarah

2.1 Perang Dunia I: Tank-tank pertama

2.2 Perkembangan desain dan taktik

2.3 Tank pada Perang Dunia II

2.4 Perang Dingin dan seterusnya

3 Perlindungan

4 Persenjataan

5 Mesin

6 Manuver


1. Garis besar

Tank adalah kendaraan tempur yang sangat kuat. Walau begitu, tank tidak beroperasi sendirian. Tank biasa dimasukkan dalam unit lapis baja pada pasukan terpadu, yaitu gabungan antara infanteri dan kavaleri lainnya. Tanpa dukungan unit lain, tank, walaupun memiliki sistem pelindung yang hebat, tetap bisa dilumpuhkan oleh pasukan infanteri, ranjau, artileri, dan helikopter atau pesawat. Tank juga terbukti kurang efektif di medan hutan dan perkotaan, di mana kemampuan menembak jarak jauh tank menjadi mandul, penglihatan pengemudi tank jadi terbatas, dan kubah meriam tank mungkin tidak bisa berputar secara maksimal.


Tank pertama kali operasional pada Perang Dunia I untuk mendobrak stagnasi manuver perang parit, dan peran tank lama-kelamaan berevolusi untuk mengantikan peran kavaleri. Istilah tank (tangki) muncul pada saat pembuatan tank-tank pertama di pabrik-pabrik di Inggris. Pada saat itu, para pekerja diberitahukan bahwa mereka sedang membuat sebuah kendaraan pengangkut air beroda rantai, jadi pembuatan kendaraan tempur ini bisa dirahasiakan.

Tank dan taktik kendaraan lapis baja telah berevolusi selama lebih dari seabad. Walaupun sistem senjata dan pelindung tank masih terus dikembangkan, banyak negara yang mulai mempertanyakan kebutuhan kendaraan berat seperti ini, khususnya dalam era perang non-konvensional.

2. Sejarah

2.1 Perang Dunia I: 

Kondisi pertempuran Perang Dunia I di Front Barat membuat Angkatan Darat Inggris berpikir untuk mengembangkan kendaraan yang bisa melintasi parit, mendobrak barikade kawat berduri, dan kebal terhadap proyektil senapan mesin. Purwarupa tank pertama kali diuji oleh militer Inggris pada tanggal 6 September 1915.

Tank pertama kali mencicipi perang pada saat Kapten H. W. Mortimore membawa tank Mark I dalam Pertempuran Somme pada tanggal 15 September 1916. Prancis mengembangkan tank Schneider CA1 yang dirancang berdasarkan traktor Holt Caterpillar, dan pertama kali digunakan pada 16 April 1917. Penggunaan tank secara besar-besaran dalam pertempuran terjadi pada Pertempuran Cambrai pada tanggal 21 November 1917.


Perubahan-perubahan pada medan perang dan buruknya kinerja tank memaksa Sekutu untuk terus mengembangkan konsep tank ini. Tank terus berkembang pada Perang Dunia I, misalnya tank Mark V, yang dibuat sangat panjang sehingga bisa melintasi parit-parit yang lebar sekalipun.


2.2 Perkembangan desain dan taktik

Pada masa di antara dua perang dunia ini, dikembangkan berbagai macam kelas tank, khususnya di Inggris. Tank ringan, yang beratnya kurang dari sepuluh ton, digunakan untuk tugas pemantauan, dan hanya dipersenjatai dengan senapan mesin ringan yang hanya ampuh digunakan melawan tank ringan lainnya. Tank sedang atau tank cruiser, lebih berat dan bertujuan untuk perjalanan cepat jarak jauh. Dan yang terakhir, tank berat atau tank infanteri, adalah tank dengan lapisan pelindung yang tebal, tetapi kecepatan jelajahnya juga rendah. 

Tank ini dibuat untuk digunakan untuk menembus pertahanan bersama-sama dengan pasukan infanteri. Sistem proteksinya yang tebal membuat tank ini kebal terhadap hantaman senjata anti-tank. Setelah tank berat dan infanteri berhasil membuat celah pada garis pertahanan lawan, tank medium akan dikirim melalui celah tersebut dan menyerang jalur logistik dan satuan komandan. Taktik seperti ini akhirnya dikembangkan dan diterapkan secara cemerlang oleh pasukan Jerman dalam konsep blitzkrieg.


2.3 Tank pada Perang Dunia II

Perang Dunia II merupakan masa dimana perkembangan teknologi tank meningkat dengan pesat. Jerman misalnya, menggunakan tank-tank ringan seperti PzKpfw I yang sebelumnya hanya digunakan untuk keamanan dan juga latihan. Tank-tank ringan dan kendaraan lapis baja lainnya menjadi unsur paling penting dalam blitzkrieg. Namun, tank ringan ini kalah menghadapi tank Inggris dan lebih lagi pada saat berhadapan dengan tank legendaris T-34 milik Uni Soviet. 


Dan pada akhir perang semua negara yang terlibat telah secara drastis menambah ukuran meriam dan lapisan baja pada tank. Misalnya, PzKpfw I hanya bersenjatakan dua pucuk senapan mesin ringan, dan PzKpfw IV, tank paling berat Jerman pada awal Perang Dunia II menggunakan meriam kaliber 75mm dengan spesifikasi kecepatan laras rendah (low velocity), dan beratnya dibawah 20 ton. Pada akhir perang, tank medium standar Jerman, PzKpfw V “Panther”, menggunakan meriam kaliber 75mm dengan spesifikasi kecepatan tinggi (high velocity), dan beratnya 45 ton. Tank medium standar Uni Soviet, T-34, menggunakan meriam kaliber 85mm dengan spesifikasi kecepatan sedang (medium velocity), dan beratnya 32 ton. Tank terberatnya, IS-2, bahkan menggunakan meriam kaliber 122mm, dan beratnya 43,5 ton.


Perkembangan semasa perang lain adalah diperkenalkannya sistem suspensi yang jauh lebih baik. Mungkin hal ini terdengar tidak penting, tetapi performa suspensi adalah penentu kinerja tank dalam melahap medan non jalan raya. Tank dengan suspensi yang buruk akan mengakibatkan guncangan yang besar yang dirasakan awak, ini akan mengakibatkan sulitnya pengoperasian, mengurangi kecepatan, dan melakukan penembakan yang akurat sambil berjalan menjadi hal yang mustahil. Sistem suspensi baru seperti sistem suspensi Christie atau suspensi torsion bar meningkatkan kinerja dan kecepatan secara drastis.


Kubah meriam yang bisa berotasi, yang sebelumnya hanya terdapat pada sebagian tank, menjadi fitur yang sangat penting. Meriam ini harus bisa digunakan melawan tank lain, jadi diusahakan sebesar dan sekuat mungkin, sehingga berarti tank cukup memiliki satu meriam yang harus sangat kuat. Akibatnya, desain tank dengan banyak meriam, seperti T-28 dan T-35 buatan Uni Soviet, mulai ditinggalkan.

2.4 Perang Dingin dan seterusnya

Setelah Perang Dunia II dan memasuki Perang Dingin, negara-negara maju dan adikuasa mengambil pelajaran dari Jerman dalam penggunaan kekuatan tank. Tambahan ancaman perang nuklir dan kimia membuat tank juga dilengkapi perlengkapan perang nuklir dan kimia. Kemajuan dalam teknologi meriam dan amunisinya membuat tank semakin ditakuti, dan masing-masing negara berlomba-lomba untuk menyempurnakan teknologinya.


Namun justru ancaman terbesar tank saat ini adalah pasukan infanteri yang dilengkapi dengan persenjataan ringan yang memiliki daya hancur yang dahsyat, dengan mengembangkan peluru kendali anti-tank jinjing yang merupakan hasil pengembangan dari bazoka pada Perang Dunia II. Ditambah dengan berkembangnya kemampuan angkatan udara dengan helikopter tempur yang memiliki kemampuan anti-tank (contohnya Ka-50, Ka-52, Mil Mi-28), atau pesawat yang mampu melahap tank (Seperti A-10 Warthog dan Su-25 frogfoot).

3. Sistem proteksi

Tank tempur utama (Main battle tank, MBT) adalah kendaraan tempur yang memiliki sistem proteksi paling kuat di medan perang. Perlindungannya dirancang untuk melindungi tank dan awaknya dari semua bahaya, termasuk penetrator energi kinetik yang ditembakkan tank lain, peluru kendali anti-tank (ATGM) yang ditembakkan infanteri atau pesawat udara, dan ranjau. Tetapi jumlah perlindungan yang dibutuhkan untuk melindungi tank dari segala arah akan sangat berat dan tidak memungkinkan; oleh karena itu dalam perancangan sebuat tank harus ditemukan keseimbangan yang tepat antara proteksi dengan berat.

Ada banyak jenis proteksi yang diterapkan pada tank modern. Perlindungan yang paling sering ditemukan adalah perlindungan pasif, yaitu lapisan logam, baja, atau keramik. Tipe perlindungan yang lain adalah perlindungan reaktif. Perlindungan reaktif ini meledak ke arah luar, dan mengubah arah proyektil yang datang. Perlindungan reaktif akan berupa balok yang ditempelkan, bukan lapisan yang permanen. Perlindungan reaktif cocok dipakai melawan proyektil berhulu ledak dan perlindungan pasif cocok melawan proyektil penetrator energi kinetik.

Pembagian ketebalan lapis baja tidak merata. Pada umumnya, lapisan paling tebal ada pada bagian depan tank dan bagian depan meriam. Lapisan pada samping dan atas tank biasanya lebih tipis, sedangkan bagian belakang tank–khususnya bagian di atas mesin–memiliki lapisan yang paling tipis.


4. Persenjataan

Senjata utama tank adalah meriamnya, yang ukurannya hanya dilampaui oleh howitzer artileri yang besar. Biasanya ukuran kaliber tank Blok Barat adalah 120mm dan tank Blok Timur 125 mm. Meriam tank dapat menembakkan peluru penetrator energi kinetik (KE) dan peluru high explosive (HE). Beberapa tank juga bisa menembakkan rudal atau roket melalui meriamnya, yang dapat meningkatkan jarak jangkauan dan memungkinkan untuk menghancurkan target udara. Pada umumnya tank memiliki senapan mesin yang sejajar (coaxial) dengan meriam utama. Senapan mesin ini umumnya berkaliber kecil antara 7,62 mm sampai 12,7 mm untuk digunakan menghadapi target infantri, tetapi ada beberapa tank Prancis yang menggunakan senjata coaxial kaliber besar 20mm seperti tank AMX-30, yang bisa digunakan untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan. Selain meriam utama dan senjata sekunder, tank juga biasa dilengkapi dengan senapan mesin anti pesawat (skala ringan) yang ditempatgkan di atas turret..

Dahulu, meriam tank menggunakan alat bidik optik yang sederhana saja sehingga kurang akurat, apalagi jika menembak pada saat tank sedang bergerak, dijamin tingkat akurasinya akan merosot drastis. Sekarang tank modern memiliki banyak peralatan canggih untuk membantu meningkatkan akurasi. Giroskop digunakan untuk menstabilkan meriam utama; pengukur laser digunakan untuk menghitung jarak ke target; komputer digunakan untuk menghitung ketinggian dan sudut tembak, dengan memperhitungkan kecepatan angin, suhu udara, dan faktor-faktor lainnya.

Hampir semua tank tempur utama memiliki pelontar granat asap, yang dengan cepat bisa menyebarkan sebuah selimut asap yang akan melindungi tank bila sedang mundur atau disergap. Selimut asap ini tidak dipakai secara ofensif, karena asap juga akan menutupi penglihatan para penyerang, dan asap ini dapat memberitahukan kepada musuh bahwa serangan akan segera dilakukan. Tetapi pada beberapa tank seperti tank Prancis Leclerc, pelontar granat asap ini juga bisa digunakan untuk menembakkan gas air mata dan granat anti personel.

5. Mesin

Tank pada umumnya memakai mesin diesel, karena diesel tidak mudah terbakar walaupun terkena panas yang sangat tinggi. Pada beberapa rancangan, seperti pada tank Merkava milik Israel, tangki bahan bakar diesel diletakkan mengitari kru, dan secara efektif menjadi lapisan pelindung kedua. Selain itu, mesin diesel juga lebih ekonomis dan bisa memberikan jarak jelajah yang lebih besar dibandiungkan dengan mesin lain. Kelemahannya adalah mesin diesel sulit untuk dinyalakan dan terasa kurang bertenaga. Selain itu, asap tebal yang dihasilkan juga menyulitkan untuk menyerang secara diam-diam. Penggunaan mesin bensin memiliki kelemahan yang bertolak belakang dengan mesin diesel. Bensin sangat mudah terbakar, mengharuskan tangkinya diletakkan jauh dari kru. Selain itu, jarak jangkaunya lebih kecil. Keunggulannya adalah mesinnya dapat lebih mudah dinyalakan dan bertenaga tinggi, serta suaranya lebih kecil dari mesin diesel dan mesin turbin. Tank-tank yang lebih baru seperti tank Leopard Jerman memiliki mesin pembakaran dalam multi-bahan bakar, yang dapat menerima diesel, bensin, dan bahan bakar lainnya.

Mesin turbin juga populer pada tank-tank terbaru. Mesin ini bisa mengeluarkan tenaga yang besar dan lebih efisien dari mesin lainnya. Kelemahannya adalah, pada kecepatan paling rendah pun mesin ini tetap mengonsumsi bahan bakar seperti biasa, yang jauh lebih banyak daripada mesin lain pada kecepatan rendah. Pada Perang Teluk, M1 Abrams Amerika Serikat membakar banyak bahan bakar hanya untuk tetap menyalakan peralatan infra-merah dan elektronik lainnya, sementara tank lain dapat menghemat bahan bakar dengan menurunkan kecepatan mesin.

6. Kendaraan pengangkut tank

Sebuah tank tempur utama dirancang untuk memiliki mobilitas tinggi dan dapat melewati segala macam medan. Tank menggunakan dua atau empat tapak rantai untuk bergerak. Rantai ini digerakkan oleh sebuah roda besar di tiap tapaknya yang menyalurkan tenaga dari mesin. Roda rantainya yang lebar menyebarkan tekanan yang dihasilkan oleh beratnya tank, membuat tekanan yang dihasilkan dapat setara dengan kaki manusia. Jenis medan yang sangat menyulitkan tank adalah tanah yang sangat lembut seperti rawa, dan medan berbatu yang memiliki batu-batu besar. Pada medan "biasa", tank diharapkan bisa berjalan dengan kecepatan 30–50 km/jam, dan kecepatan di jalanan bisa mencapai 70 km/jam.

Meskipun begitu, logistik pergerakan tank tidak mudah. Di atas kertas, atau ketika uji coba selama beberapa jam, sebuah tank memang memiliki kemampuan off-road yang mengungguli kendaraan roda biasa apapun. Di atas jalanan sekalipun, kecepatannya juga tidak jauh berbeda dengan kendaraan lapis baja beroda biasa. Namun dalam praktiknya, kecepatan tinggi tank hanya bisa digunakan untuk beberapa saat, sebelum terjadi kerusakan mekanis. Tank tidak bisa terus menerus berjalan pada kecepatan tertinggi, dan harus berhenti secara rutin untuk melakukan perbaikan pencegahan agar selalu siap untuk bertempur.

Karena tank yang tidak bisa bergerak merupakan target yang mudah bagi mortir dan artileri, kecepatan biasanya tidak dipakai secara maksimum, dan selalu diusahakan untuk selalu menggerakan tank dengan kendaraan pengangkut tank atau kereta api, untuk menghemat tenaga tank. Tank pada akhirnya akan bergantung pada kereta api dan infrastruktur rel kereta api, karena tak ada angkatan bersenjata yang memiliki cukup banyak kendaraan pengangkut tank untuk mengangkut semua tank mereka. Karena itulah, jembatan rel kereta api dan stasiun rel kereta api merupakan target utama bagi mereka-mereka yang ingin memperlambat laju serangan tank.

Demikianlah artikel tentang Kendaraan Definisi tank (secara umum), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: TuntasTrisunu

Sumber: 

Wikipedia
Berbagai sumber lain