Jumat, 20 Juli 2018

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack)

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at 20 Juli 2018

Tupolev Tu-160, yang dikenal oleh NATO dengan sebutan "Blackjack", bukan sekadar pesawat pembom biasa; pesawat ini adalah simbol keunggulan teknik dirgantara Rusia yang memadukan keanggunan desain dengan daya hancur yang mengerikan. Sering dijuluki sebagai "Angsa Putih" (Beliy Lebed) karena warna cat putih anti-radiasi nuklirnya dan lekuk tubuhnya yang aerodinamis dan sangat cantik, Tu-160 berdiri sebagai pembom strategis paling modern, tercepat, dan paling bersenjata di dunia saat ini.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Latar Belakang: Respon Terhadap Perang Dingin


Proses kelahiran Tu-160 dimulai pada tahun 1973. Saat itu, Uni Soviet merasa perlu merespon program pengembangan pembom strategis Amerika Serikat yang nantinya melahirkan Rockwell B-1B Lancer. Soviet menginginkan sebuah platform yang tidak hanya mampu terbang supersonik pada ketinggian tinggi, tetapi juga memiliki kemampuan penetrasi rendah yang sulit dideteksi radar.

Hasilnya adalah desain yang sekilas mirip dengan B-1 Lancer karena konfigurasi sayap ayunnya (variable-sweep wing), namun secara teknis, Tu-160 jauh lebih besar, lebih cepat, dan memiliki kapasitas angkut yang lebih masif. Jika B-1 Lancer dirancang untuk penetrasi ketinggian rendah, Tu-160 dirancang sebagai "platform rudal jelajah" yang mampu melakukan serangan dari jarak jauh dengan kecepatan luar biasa sebelum musuh menyadari keberadaannya.

(Baca juga artikel tentang si “saudara kembar” pembom blackjak ini, yaitu  Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Rockwell B-1 Lancer (Bagian 1))

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Kecanggihan Dapur Pacu dan Aerodinamika


Salah satu kunci keunggulan Tu-160 adalah sistem penggeraknya. Pesawat ini mengandalkan empat unit mesin turbofan Kuznetsov NK-321, dimana masing-masing mesin mampu menghasilkan daya dorong sebesar 25.000 kg, memberikan Tu-160 kemampuan untuk terbang menanjak dengan kecepatan 70 meter per detik dan mencapai ketinggian operasional hingga 59.000 kaki.

Kemampuan sayap ayunnya memungkinkan pilot mengubah geometri sayap dari sudut 20 derajat untuk performa kecepatan maksimum saat jelajah, hingga 65 derajat untuk stabilitas optimal saat lepas landas, mendarat, atau terbang pada kecepatan rendah dengan muatan penuh. Dengan kemampuan supersonic dash, Tu-160 mampu melesat hingga kecepatan Mach 2.05, menjadikannya pembom strategis tercepat yang pernah diproduksi hingga saat ini, jauh melampaui kemampuan B-1 Lancer yang berada di kelas kecepatan subsonik tinggi.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan dan Kemampuan Penetrasi


Dua ruang bom (bomb bay) internal Tu-160 menjadi "gudang senjata" yang mematikan. Pesawat ini mampu membawa total muatan seberat 16.500 kg, yang terdiri dari berbagai varian rudal jelajah strategis seperti Kh-55 atau rudal jarak pendek Kh-15. Selain itu, ia juga mampu membawa bom konvensional serta bom nuklir, menjadikannya tulang punggung triad nuklir Rusia.

Berbeda dengan pembom era sebelumnya seperti Tu-95 "Bear" yang mengandalkan persenjataan pertahanan diri berupa kanon, Tu-160 sepenuhnya mengandalkan teknologi. Pesawat ini dilengkapi dengan Electronic Countermeasure (ECM) mutakhir yang dirancang untuk mengacaukan radar lawan. Selain itu, terrain following radar yang canggih memungkinkan pesawat ini terbang "memeluk" kontur bumi pada elevasi rendah dengan kecepatan tinggi, sehingga meminimalisir kemungkinan terdeteksi oleh radar musuh—sebuah taktik yang menjadi mimpi buruk bagi sistem pertahanan udara konvensional.

(Baca juga artikel tentang si “saudara kembar” pembom blackjak ini, yaitu  Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Rockwell B-1 Lancer (Bagian 2))

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Dinamika Sejarah Pasca-Uni Soviet


Kisah Tu-160 juga diwarnai dengan drama geopolitik. Saat Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, sebanyak 19 unit Tu-160 terdampar di pangkalan udara di Ukraina. Sebagai bagian dari perundingan alot pasca-kemerdekaan Ukraina, Rusia melakukan manuver diplomatik yang intens. Akhirnya, Rusia berhasil mendapatkan kembali mayoritas armada tersebut melalui skema kompensasi penghapusan hutang ekspor gas alam kepada Ukraina.

Kejadian ini sempat membuat jumlah unit yang beroperasi menjadi sangat terbatas, dengan hanya 36 unit yang pernah diproduksi hingga penghentian produksi tahun 1992 akibat perjanjian Strategic Arms Limitation. Namun, pada dekade 2000-an, Rusia memutuskan untuk menghidupkan kembali jalur produksi Tu-160 dalam varian modern, Tu-160M, guna memastikan bahwa "Angsa Putih" tetap relevan dalam doktrin pertahanan abad ke-21.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Visi Masa Depan: Dari Pembom ke Pesawat Induk


Selain fungsi utamanya sebagai pembom, Tu-160 juga memiliki potensi di luar dunia militer murni. Salah satu proyek penelitian yang menarik adalah konsep penggunaan Tu-160 sebagai pesawat induk untuk sistem roket antariksa bernama "Burlak". Konsep ini bertujuan untuk meluncurkan satelit seberat 500 kg ke orbit polar dengan membawa roket di bawah badan pesawat dan melepaskannya pada elevasi tinggi.

Secara teoritis, sistem ini jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan peluncuran roket konvensional dari permukaan bumi. Meskipun belum diimplementasikan secara massal, proyek ini menunjukkan betapa fleksibelnya desain airframe Tu-160.

(Baca juga artikel tentang Tu-95 "Bear", dalam artikel yang sangat menarik berjudul: Pesawat Pembom Strategis / strategic Bomber - Tupolev Tu-95 (kode identifikasi NATO: Bear))

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Sang Legenda yang Tetap Relevan


Tupolev Tu-160 adalah bukti nyata keberhasilan teknik Uni Soviet yang mampu bertahan melewati perubahan zaman. Dari hari pertama kemunculannya yang tertangkap satelit mata-mata AS pada tahun 1981, hingga perannya dalam proyeksi kekuatan Rusia modern saat ini, Tu-160 tetap menjadi senjata yang disegani.

Meskipun sistem kendalinya sudah menggunakan fly-by-wire modern dan pilotnya didukung dengan kursi lontar untuk keempat kru, esensi utama dari Tu-160 tidak berubah: ia adalah predator puncak di udara. Dengan kombinasi kecepatan supersonik, kemampuan siluman (berkat teknologi ECM dan terbang rendah), serta daya angkut senjata yang masif, Blackjack tetap menjadi salah satu instrumen pertahanan yang paling menentukan dalam peta kekuatan strategis dunia. Bagi Rusia, pesawat ini bukan hanya sekadar alat tempur, melainkan simbol kedaulatan yang tidak terbantahkan di langit strategis global.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis /  Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack)


Karakteristik umum

  • Kru: Empat
  • Panjang: 54,10 m 

Lebar sayap, tinggi, aspek rasio, dll:

  • 55,7 m (sayap terentang) 
  • 35.6 m (sayap tertekuk)
  • Tinggi: 13,10 m 
  • Luas area sayap: 360.00 m² 
  • Aspek rasio:
  • Berat kosong: 110.000 kg 
  • Berat Max. lepas landas: 275.000 kg 

Dapur pacu:

  • 4 × Mesin Kuznetsov 25.000 kg/ thrust NK-321 turbofans

Performa
  • Kecepatan maksimum: 2.220 km/jam
  • Jarak tempuh Maksimum: 12.300 km 
  • Elevasi Maksimum: 15.006 m 
  • Kecepatan menanjak: s/d 4.203 m per menit

Persenjataan
  • Maksimum 16.500 kg persenjataan dapat dibawa di dua Bombay atau di bawah sayap, 
  • Termasuk 6 unit Kh-55 misil jarak jauh atau 12 unit Kh-15 misil jarak pendek
  • Atau bom konvensional dan bom nuklir.

Demikianlah artikel tentang pesawat pembom strategis Tupolev Tu-160 “Blackjack”. Baca juga tulisan kedua tentang pesawat ini, dalam artikel yang berjudul: "Angsa Putih Pembawa Kematian", Pesawat Pembom Strategis Jarak Jauh / Long Range Strategic Bomber - Tupolev Tu-160 Blackjack (Tulisan ke 2).

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Tank Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank T-37


Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at 20 Juli 2018

Artikel kali ini akan membahas tentang Tank tipe Amphibious Light (Tank Ampibi Ringan) yang diproduksi sebelum era Perang Dunia ke II, lansiran dari Rusia. Tank ini memiliki bentuk yang sangat "khas" tank era "jadul", dimana pendekatan fungsional jauh lebih diutamakan ketimbang pendekatan proteksional. 

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Filosofi di Balik Desain Amfibi


Tank ringan ini dirancang agar mampu “berenang” atau melaju di perairan. Pendekatan strategis ini diambil untuk menjawab perubahan strategi perang yang telah berubah dan berkembang. 

Jika strategi pada perang klasik sebelumnya, manuver pasukan mengandalkan pada ekspansi melalui jalur darat, maka perkembangan selanjutnya tak lagi bertumpu pada ekspansi melalui jalur darat, tetapi juga melalui jalur lautan dan udara (walau lewat jalur udara masih dalam kuantitas yang terbatas). Untuk itu, dibutuhkan satu jenis tank yang mampu mendukung pergerakan pasukan infantri setelah mendarat, dan tank amfibi adalah salah  satu jawabannya.

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Dapur Pacu dan Komponen Asing


T-37 dibangun dengan berbasis pada Carden Loyd Amphibious Tank yang lagi-lagi dibeli dari Inggris. Tapi, tank ini bermesin GAZ AA dan memiliki suspensi modifikasi yang diambil dari AMR Light Tank buatan Prancis. Tank ini juga dilengkapi dengan fitur floation pontoon agar bisa mengapung dan “berenang”. Bobotnya operasionalnya sangat ringan, “hanya” 3,15 ton, dengan jumlah kru dua orang, dan memiliki persenjataan utama satu senapan mesin kaliber 7,62mm yang ditempatkan di turret silinder kecil, terpasang di sisi atas kanan badan tank. Beberapa varian T-37 memiliki turret berkonstruksi las seluruhnya seperti pada T-25 atau T-28.

(Baca juga artikel tentang tank lawas buatan Rusia, dengan judul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank - JS-3)

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Evolusi dan Akhir Masa Produksi


Menjelang berakhirnya produksi pada tahun 1936, badan tank ini dirancang ulang, khususnya di ruang pengemudi, dan floation pontoon di setiap sisi badan dilepas. Total sekitar 1.200 unit T-37 diproduksi pada periode 1933-1936

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank T-37 


  • Asal Negara: Rusia
  • Mulai bertugas: 1933
  • Kru: 2 Orang
  • Bobot: 3.200 kg/3,20 ton

Dimensi 

  • Panjang: 3,75 m / 12ft 3.5in
  • Tinggi: (over turret hutch) 1,82 m / 5ft 11in
  • Lebar: 2,1 m/ 6ft 10 in

Persenjataan 

  • Senjata utama: Senapan mesin kaliber 7,62mm Gun/0.3in Machine Gun
  • Senjata sekunder:-

Lapisan baja/Proteksi

  • Armor: Maximum 4 mm/0.3in

Mesin: 

  • GAZ AA4-CYLINDER, developing 48.5 kW/65hp

Performa: 

  • Kecepatan maksimum: 56 km/jam (35 mph) 
  • Jarak maksimum: 185 km (115 miles)

Demikianlah artikel mengenai Tank Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank T-37, semoga bermanfaat.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Warisan Paradoks T-37


Jika kita menilik kembali sejarah pengembangan tank ringan sebelum Perang Dunia II, T-37 menempati posisi yang unik sekaligus kontroversial. Sebagai salah satu pelopor tank amfibi massal di dunia, ia mewakili ambisi Uni Soviet untuk menembus batas-batas geografis yang selama ini menghalangi gerak laju infanteri. Namun, di balik inovasi "berenang" yang revolusioner pada zamannya, T-37 juga menyimpan realitas pahit yang sering kali luput dari catatan sejarah populer.

Ketergantungan desain pada komponen asing—seperti basis Carden Loyd dari Inggris dan sistem suspensi Prancis—menunjukkan bahwa Soviet saat itu masih dalam fase "mencari jati diri" dalam industri otomotif tempur. Pengorbanan besar pada sisi proteksi baja yang hanya mencapai 4 mm memang secara drastis mengurangi bobot, namun di medan tempur sesungguhnya, angka ini hanyalah pelindung tipis yang tidak mampu menahan tembakan senapan mesin berat, apalagi meriam antitank.

Bagi para penggemar sejarah militer, T-37 bukan sekadar alutsista yang gagal atau sukses, melainkan sebuah laboratorium berjalan. Pengalaman operasionalnya memberikan pelajaran berharga bagi insinyur Soviet dalam memahami keseimbangan antara mobilitas, daya apung, dan ketahanan lapis baja. Tanpa eksperimen "nekat" melalui proyek T-37, mungkin kita tidak akan melihat evolusi kendaraan amfibi Soviet yang jauh lebih tangguh dan mumpuni pada dekade-dekade berikutnya. Artikel ini ditulis sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah teknis yang sering kali terlupakan, namun tetap memegang peranan krusial dalam evolusi taktik perang modern yang kita kenal sekarang.

Sumber: 
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
wwwannesspublishing.com