Tampilkan postingan dengan label Helikopter Transport Berat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Helikopter Transport Berat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2026

Nasib Tragis Truk Terbang Terbesar di Dunia: Dari Belantara Kalimantan hingga Berakhir Jadi Besi Tua (Artikel Bagian Kedua)


Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 21 Mei 2026

Pada artikel bagian pertama, kita sedikit mengulas mengenai dasar perancangan helikopter Mi-6, mulai dari ambisi Kremlin menaklukkan dinginnya Siberia dan keberhasilan memecahkan rekor dunia penerbangan pada bagian pertama, Mi-6 Hook merentangkan baling-baling raksasanya ke panggung global. Namun, transisi dari penguasa Perang Dingin menjadi buruh angkut di berbagai belahan dunia justru menyingkapkan batas kemampuan sang monster udara.

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Kekuatan Mi-6 bukan sekadar ukuran fisik, melainkan fleksibilitasnya yang mengerikan. Ruang kargonya didesain menyerupai hanggar berjalan, lengkap dengan pintu belakang model clamshell bertenaga hidrolik yang memungkinkan truk militer, artileri berat, hingga peluncur rudal taktis masuk langsung ke dalam badan pesawat. Dalam konfigurasi standar, helikopter ini mampu mengangkut hingga 80 personel bersenjata lengkap, dan dalam kondisi darurat, kapasitas ini bisa membengkak hingga 150 orang. Jika muatan terlalu besar untuk masuk ke dalam kabin, Mi-6 tinggal menggunakan sistem sling eksternal di bawah badannya untuk menggotong pipa minyak raksasa atau generator pembangkit listrik melintasi pegunungan.


Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Namun, mengoperasikan mesin sebesar ini bukan tanpa konsekuensi. Ukuran masif Mi-6 menciptakan tantangan aerodinamika yang serius. Saat terbang lambat, helikopter ini kerap menghasilkan getaran hebat yang membuat pengendalian menjadi sangat tidak nyaman bagi pilot. Ditambah lagi, hembusan angin ke bawah (downwash) dari rotor utamanya sangat kuat, layaknya tornado skala kecil yang mampu menerbangkan atap bangunan di sekitar lokasi pendaratan. Bobotnya yang sangat berat juga membuat kaki-kaki pendaratannya rawan amblas jika nekat mendarat di atas landasan yang lunak.

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Karakteristik yang unik inilah yang kemudian dirasakan langsung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara pada pertengahan dekade 1960-an. Di bawah pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia sedang gencar memperkuat militer demi menyukseskan Operasi Trikora dan Dwikora. Hubungan mesra Jakarta dengan Moskow membuka jalan bagi kedatangan armada Mi-6 ke tanah air. Dirakit di Lanud Halim Perdanakusuma dengan bantuan teknisi Soviet, raksasa ini segera diterjunkan untuk mendukung operasi logistik militer di pedalaman Kalimantan dan Irian Barat yang terkenal dengan vegetasi hutan tropisnya yang lebat.

Pengalaman Indonesia dengan Mi-6 terbukti menjadi kisah yang campur aduk. Di satu sisi, strukturnya diakui sangat kuat; pernah ada insiden di mana sebuah Mi-6 Indonesia harus melakukan pendaratan darurat di medan pegunungan yang tidak rata, namun berkat sistem kaki pendaratan yang kokoh, helikopter tersebut selamat dan bisa terbang kembali. Di sisi lain, para pilot TNI AU menyadari bahwa performa aslinya di iklim tropis tidak seindah brosur promosi Soviet. Daya angkut efektifnya berkurang drastis karena sebagian besar kapasitas beratnya habis terpakai hanya untuk mengangkut bahan bakarnya sendiri yang luar biasa boros.

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Nasib Mi-6 di Indonesia berakhir prematur pasca-peristiwa politik tahun 1965. Hubungan diplomatik dengan Uni Soviet yang memburuk mengakibatkan pasokan suku cadang terhenti total. Tanpa adanya dukungan logistik, armada Mi-6 Indonesia rontok satu demi satu dan terpaksa dikandangkan hingga akhirnya berakhir di tempat pemotongan besi tua pada akhir dekade 1960-an, tanpa ada satu pun unit yang diselamatkan ke dalam museum.

Ironisnya, kepunahan perlahan ini juga mulai membayangi Mi-6 di tanah kelahirannya sendiri ketika dekade 1980-an tiba. Uni Soviet mulai memperkenalkan Mil Mi-26 "Halo", penerus yang jauh lebih modern, efisien, dan memiliki daya angkut yang lebih masif. Mi-6 pun perlahan digeser dari garis depan pertempuran ke tugas-tugas sipil, termasuk sebuah tugas heroik sekaligus mematikan: menjatuhkan pasir dan material khusus langsung ke atas reaktor nuklir Chernobyl yang meledak pada tahun 1986 demi menekan penyebaran radiasi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Truck Howitzer kaliber 122mm / 122 mm Truck-Mounted Howitzer Jupiter III)

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Meskipun tangguh, faktor usia tidak bisa berbohong. Biaya operasional yang melonjak tinggi, disertai dengan kelangkaan suku cadang, dan perawatan yang rumit membuat banyak negara mulai memensiunkan helikopter ini. Titik nadir dari sejarah panjang sang raksasa akhirnya tiba pada tanggal 10 Juli 2002. Sebuah Mi-6 yang membawa ekspedisi geologi mengalami kecelakaan tragis di wilayah Siberia Utara, jatuh berkeping-keping dan menewaskan seluruh kru serta penumpangnya. Tragedi mematikan ini menjadi pukulan terakhir bagi reputasi sang veteran. Otoritas penerbangan di kawasan bekas Uni Soviet langsung mengambil tindakan tegas dengan mencabut sertifikat operasional penerbangan Mi-6 secara permanen. Dengan selembar surat keputusan tersebut, riwayat dinas sang truk terbang legendaris resmi berakhir di atas kertas dan di atas langit.

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 "Hook", Si Raksasa yang pernah memperkuat militer Indonesia
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Epilog

Mil Mi-6 Hook adalah monumen hidup dari sebuah era di mana batasan teknologi ditantang lewat skala dan ukuran yang masif. Ia adalah perwujudan dari keteguhan mekanis Uni Soviet yang tidak memedulikan estetika atau efisiensi bahan bakar, selama misi logistik super berat dapat diselesaikan. Dari memecahkan belasan rekor dunia, menembus belantara Kalimantan, hingga bertaruh nyawa di atas radiasi Chernobyl, Mi-6 telah menuntaskan tugasnya dengan perkasa. Tragisnya kecelakaan di Siberia yang menutup usianya tidak akan bisa menghapus fakta sejarah bahwa selama lebih dari dua dekade, tidak ada satu pun mesin terbang di planet bumi yang mampu menandingi keperkasaan sang truk terbang raksasa ini di angkasa.

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
1. Military-helicopter
2. Wikipedia 
3. Beberapa sumber lain

Jumat, 22 Mei 2026

Obsesi Soviet Menciptakan Monster Langit: Sejarah Mil Mi-6 Hook yang Mengguncang Perang Dingin (Artikel Bagian Pertama)


Helikopter Raksasa Mil Mi-6 Hook yang Mengguncang Perang Dingin
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 21 Mei 2026

Perang Dingin bukan hanya sekadar adu otot ideologi, melainkan panggung pertunjukan raksasa tempat Amerika Serikat dan Uni Soviet saling pamer monster mekanis. Di dunia penerbangan, ketika Barat fokus pada kecepatan dan kelincahan, Moskow justru terobsesi dengan satu hal: ukuran yang masif. Salah satu bukti paling sahih dari obsesi ini adalah kelahiran Mil Mi-6, sebuah helikopter angkut berat yang begitu raksasa hingga membuat para pengamat militer Barat terperangah. Dijuluki "Hook" oleh NATO, mesin terbang ini bukan sekadar alat transportasi militer biasa. Ia adalah simbol ambisi Uni Soviet untuk menaklukkan ruang dan jarak di wilayahnya yang tanpa batas. Namun, di balik rekor dunia dan reputasinya yang garang sebagai penguasa langit, helikopter legendaris ini ditakdirkan menutup riwayatnya dengan cara yang sangat memilukan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu / Assault Rifle - Colt Canada C7)

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 Hook yang Mengguncang Perang Dingin
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Ambisi Negeri Beruang Merah dan Lahirnya sang Monster Udara

Kisah Mi-6 dimulai pada awal dekade 1950-an, sebuah era di mana ketegangan Perang Dingin sedang berada di titik didih. Uni Soviet menghadapi tantangan geografis yang luar biasa masif. Wilayah kekuasaan mereka membentang sangat luas, dari daratan Eropa hingga ke pedalaman Siberia yang beku dan terisolasi. Di daerah-daerah terpencil inilah Kremlin membangun berbagai proyek industri, fasilitas militer rahasia, tambang, dan pangkalan strategis. Masalahnya, infrastruktur darat sangat primitif; jalan belum memadai, jalur kereta api belum tersambung, dan cuaca ekstrem sering kali membuat transportasi darat menjadi hal yang mustahil dilakukan. Kremlin membutuhkan solusi radikal: sebuah kendaraan udara yang mampu menggantikan fungsi truk besar di daerah tanpa infrastruktur, sebuah mesin yang tidak hanya bisa mengangkut pasukan, tetapi juga membawa muatan super berat dalam jarak jauh.

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 Hook yang Mengguncang Perang Dingin
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Tugas mahaberat ini jatuh ke tangan Mikhail Leontyevich Mil, seorang insinyur penerbangan brilian yang memimpin biro desain helikopter Soviet. Biro Mil sebelumnya sukses menciptakan helikopter Mi-4, tetapi proyek baru ini berada di level yang sama sekali berbeda. Awalnya, helikopter ini hanya dirancang untuk mengangkut muatan seberat 6 ton. Namun, di tengah jalan, pihak militer Soviet menaikkan targetnya secara sepihak menjadi dua kali lipat, yakni 12 ton. Perubahan mendadak ini memaksa tim perancang memutar otak dan merombak total seluruh cetak biru.

Untuk mengangkat beban seberat itu, mesin piston konvensional jelas sudah tidak memadai. Biro Mil mengambil keputusan berani dengan mengadopsi teknologi yang saat itu masih sangat baru: sepasang mesin turboshaft berkekuatan raksasa. Keberanian Mikhail Mil tidak berhenti di situ. Di kala para ahli penerbangan dunia percaya bahwa helikopter raksasa harus menggunakan konfigurasi rotor ganda (seperti seri Chinook milik Amerika), Mil bersikeras mempertahankan konfigurasi rotor tunggal raksasa dengan lima bilah. Keputusan ini dinilai sangat berisiko, namun terbukti menjadi kunci keberhasilan mekanis Mi-6.

Helikopter Raksasa Mil Mi-6 Hook yang Mengguncang Perang Dingin
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Ketika purwarupa pertama Mi-6 siap terbang pada pertengahan tahun 1957 dan dipamerkan di pangkalan udara dekat Moskow, orang-orang yang melihatnya langsung tercengang. Ukurannya benar-benar luar biasa; dibandingkan dengan kendaraan di sekitarnya, Mi-6 tampak seperti monster udara yang datang dari planet lain. Pada penerbangan perdananya di bulan Juni 1957, helikopter ini langsung mematahkan keraguan para kritikus dengan menunjukkan performa terbang yang sangat stabil dan jauh melampaui ekspektasi.

Tak butuh waktu lama bagi Mi-6 untuk mengguncang dunia penerbangan internasional. Hanya beberapa bulan setelah penerbangan perdana, helikopter ini mencatatkan rekor dunia dengan mengangkut muatan 12 ton ke ketinggian lebih dari 2.400 meter. Dan itu baru permulaan. Mi-6 menjadi helikopter pertama di dunia yang mampu menembus kecepatan melaju di atas 300 kilometer per jam—sebuah angka yang sebelumnya dianggap mustahil dicapai oleh helikopter angkut berat. Pada awal dekade 1960-an, sang monster bahkan berhasil mengangkat beban luar biasa seberat lebih dari 20 ton ke udara. Secara total, Mi-6 mengantongi 16 rekor dunia resmi, beberapa di antaranya bertahan hingga puluhan tahun. Saat negara-negara Barat masih meraba-raba teknologi angkut berat, Soviet sudah memiliki kapal kargo terbang yang beroperasi penuh di langit.


Helikopter Raksasa Mil Mi-6 Hook yang Mengguncang Perang Dingin
Helikopter Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mil Mi-6 "Hook"
militerbanget.blogspot.com

Keperkasaan Mi-6 sebagai pemegang belasan rekor dunia ini segera memicu minat dari berbagai negara sahabat Soviet, termasuk sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara yang sedang bergejolak. Namun, di balik ruang kargonya yang mampu menelan kendaraan lapis baja dan rudal raksasa, Mi-6 menyimpan cacat desain tersembunyi yang akan membawa petaka, baik dalam operasinya di belantara tropis Indonesia maupun di akhir masa dinasnya yang tragis, sebagaimana akan dikupas tuntas pada bagian kedua artikel ini.

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
1. Military-helicopter
2. Wikipedia 
3. Beberapa sumber lain

Senin, 16 Maret 2020

Mi-26, Helikopter Raksasa Pengangkut Segalanya


Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 16 Maret 2020

Rusia berencana untuk memproduksi tujuh hingga delapan buah helikopter Mi-26 tahun ini, dengan sejumlah modifikasi, termasuk untuk para pembeli asing. RBTH telah memilih tiga obyek paling luar biasa yang pernah diangkut oleh helikopter Mi-26 sepanjang pengabdiannya.

Pabrikan yang merancang dan memproduksi helikopter Mi-26 menyebutkan, permintaan untuk helikopter kargo kelas berat di pasar helikopter global terus meningkat. Meski telah berusia 30 tahun, Mi-26 masih menjadi "jawara" di kelas helikopter kargo hingga saat ini. Gelar tersebut disandang karena ukuran helikopter ini yang mengesankan dan kemampuan Mi-26 mengangkut berbagai macam cargo dalam ukuran yang besar.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - MINNEBEA PM-9)

Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

"Sapi terbang", julukan yang diberikan para pilot untuk helikopter Mi-26, telah memecahkan banyak rekor. Helikopter ini sudah pernah mengudara di Somalia, Kamboja, Indonesia, memadamkan api di Yunani, bahkan digunakan di bekas wilayah Yugoslavia sebagai bagian dari operasi PBB dalam menjaga perdamaian.

Mi-26 bahkan pernah "disewa" oleh militer Amerika Serikat untuk mengangkut pesawat mereka yang rusak. Pada tahun 2002, NATO meminta perusahaan aviasi Rusia Vertical-T untuk mengangkut helikopter transportasi militer mereka, CH-47 Chinook, yang ditembak jatuh di pegunungan Afganistan.

Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

Untuk menekan jumlah kerugian militer, mereka memutuskan untuk menarik helikopter tersebut dari medan tempur dan memperbaikinya. Meski perbaikan terhitung cukup mahal, secara statistik Amerika tak perlu mengkategorikan helikopter tersebut sebagai 'bangkai korban tembakan'. Evakuasi helikopter rusak tersebut merupakan tugas yang cukup sulit. Amerika telah mencoba mengangkat helikopter itu menggunakan helikopter Chinook lain, namun gagal. Akhirnya mereka memutuskan meminta bantuan dari Rusia.

Pilot Rusia menghabiskan waktu tiga jam untuk menghubungkan kabel-kabel pengangkut ke Chinook, kemudian terbang sejauh 400 kilometer menuju markas pasukan udara AS di Bagram. Sepanjang perjalanan, Mi-26 melakukan dua kali pendaratan untuk pengisian bahan bakar.

Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

Pada tanggal 2 Februari 2012, Mi-26 memecahkan rekor dengan mengangkut pesawat jet terbesar dalam sejarah Uni Soviet, Tu-134. Pesawat tersebut hendak dikirim dari Saint Petersburg ke lokasi uji coba di Nizhny Novgorod untuk digunakan oleh pasukan khusus dalam operasi antiteroris.

Agar bisa diangkut, "Whistler" (sebutan untuk Tu-134 karena karakteristik suara mesinnya) harus melepas mesin pesawat dan sayapnya. Sayap Tu-134 sendiri memiliki panjang 30 meter dan berat keseluruhan badan pesawat mencapai lebih dari 40 ton. Kargo seberat itu sangat berbahaya jika diangkut di luar helikopter, karena hembusan angin yang menerpa pesawat dapat mengakibatkan helikopter meluncur ke bawah.

Mi-26 berhasil mengangkat pesawat Tu-134, akan tetapi helikopter harus terbang mundur karena mereka tak bisa membalikan badan pesawat Tu-134 melawan angin. Untungnya, para pilot berhasil memperbaiki posisi pesawat setelah beberapa saat dan pengangkutan pesawat berjalan sesuai rencana. Selama operasi berlangsung, pihak berwenang menutup jalan tol Saint Petersburg-Pskov demi keselamatan para pengemudi. Para pengguna jalan tol yang bermacet ria berkesempatan menyaksikan duet luar biasa tersebut, namun mereka tak bisa menebak siapa mengangkut apa, karena Mi-26, berdasarkan ukurannya, jauh lebih sederhana dibanding Tu-134.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank JS-1)

Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

Bulan ini, Mi-26T melakukan operasi transportasi yang unik, yakni mengangkut 'kembarannya' sendiri. Helikopter tersebut mengangkut badan pesaswat Mi-26 dengan model yang sama yang berbobot 14 ton. Helikopter tersebut harus dikirim dari Ioshkar Ola ke Rostov untuk perbaikan. Tak ada alternatif lain untuk mengirim tubuh raksasa Mi-26, kecuali menggunakan sang "sapi terbang", karena ia adalah satu-satunya pesawat yang mampu mengangkut kargo sebesar dan seberat itu.

"Operasi pengiriman badan pesawat itu memakan waktu sembilan hari," tutur Komandan Rostvertol-Avia Valeriya Chumakova dan layanan pers Russian Helicopters. "Rute yang dilalui ialah Cheboksary, Ulyanovsk, Saransk, Penza, Saratov, Volgograd. Suhu sepanjang rute tersebut bervariasi cukup ekstrem, melalui zona musim panas hingga musim dingin. Namun kami tak menemui kesulitan. Saya sudah lebih dari 15 tahun menangani Mi-26T dan bisa menyatakan dengan yakin bahwa helikopter ini, tak seperti helikopter lain, memang dirancang untuk operasi semacam ini."

Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Multirole Heavy Transport Helicopter / Helikopter Angkut Berat Mil Mi-26


Terbang Perdana: 14 Desember 1977
Kru: 6 – 2 pilots, 1 navigator, 1 flight engineer, 1 loadmaster, 1 radio/electronic systems operator

Daya Angkut 

80 pasukan dengan perlengkapan penuh
20,000 kg cargo (44,000 lbs)  

Helikopter Angkut/Transport Berat
Heavy Transport Helicopter Mi-26
militerbanget.blogspot.com

Dimensi

Panjang: 40.025 m (131 ft 4 in) (rotor berputar)
Diameter rotor utama: 32.00 m (104 ft 11.8 in)
Tinggi: 8.145 m (26 ft 9 in)
Luas Area Rotor Utama (berputar): 789 m2 (8,495 ft²)

Bobot Helikopter

Bobot kosong: 28,200 kg (62,170 lb)
Bobot isi: 49,500 kg (108,900 lb)
Bobot maksimum saat lepas landas (MTOW): 56,000 kg (123,500 lb)

Dapur pacu/Mesin 

2 × Lotarev D-136 turboshaft, dengan daya 8,380 kW (11,240 shp) pada masing-masing mesin

Kinerja umum

Laju maksimum: 295 km/h, 183 mph (160 kt)
Jarak jelajah maksimum: 1,952 km, 1,240 miles (1,080 nautical miles)
Elevasi operasional (maksimum): 4,600 m (15,100 ft)

Artikel asli diambil dari laman Russia Beyond dengan judul "Mi-26, Helikopter Pengangkut Segalanya"

Demikianlah artikel Mi-26, Helikopter Raksasa Pengangkut Segalanya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Military-today.com
Wikipedia

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer, #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer, #pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, #Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson &Jhonson, #CanSino, #Omicron, #Rusia, #Ukraina, #Invasi Rusia-Ukraina, #Perang-Rusia-Ukraina, #Pertempuran-Rusia-Ukraina, #Serbuan-Rusia-Ukraina

Senin, 15 April 2019

Heavy Transport Helicopter / Helikopter Angkut Berat Mil Mi-26


Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com
 

Kemayoran, Jakarta, Senin, 15 April 2019

Helikopter Mil Mi-26 (kode identifikasi NATO “Halo”) adalah helikopter transportasi kelas berat dalam arti yang sebenarnya. Bahkan, sampai dengan artikel ini ditulis, helikopter ini tetap menjadi helikopter yang terbesar di dunia. Mil Mi-26 memiki bobot lepas landas maksimum (MTOW) dua kali lipat dari MTOW helikopter Boeing CH-47 Chinook, dan memiliki kapasitas ruang internal yang sama dengan pesawat angkut C-130 Hercules.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Helikopter “raksasa” ini terbang pertama kali pada tanggal 17 Desember 1977, dan mulai operasional secara aktif di militer Uni Soviet semenjak tahun 1983 (menggantikan helikopter angkut berat Mil Mi-6). Semeenjak itu, helikopter ini terus berdinas di kemiliteran negara-negara eks Uni Soviet, dan tercatat lebih dari 300 unit yang diproduksi, baik itu versi militer maupun versi sipil. Helikopter ini telah di ekspor ke lebih dari 30 negara di dunia (dan menurut suatu kabar, Indonesia pernah tertarik untuk mengakomodir helikopter ini untuk memperkuat TNI Angkatan Darat, namun belum ada kabar lebih lanjut).

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Sejarah Pembuatan

Pada awal tahun 1970-an, sebuah spesifikasi teknis diterbitkan oleh militer Uni Soviet, dimana spesifikasi tersebut berisi permintaan untuk pengadaan sebuah helikopter angkut berat, dengan spesifikasi, bobot kosongnya (bobot helikopter saja tanpa bahan bakar) tidak boleh lebih dari 50 persen dari bobot maksimum pada saat lepas landas (MTOW). Sedangkan untuk versi militer, helikopter Mil Mi-26  ini disyaratkan mampu mengangkut peralatan militer berat, seperti kendaraan tempur pembawa personil dan peluru kendali balistik antar benua, ke tempat terpencil.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Transport Medium / Medium Transport - Douglas DC-3)

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Sementara untuk kepentingan sipil, helikopter ini ditujukan untuk membantu eksplorasi dan eksploitasi kawasan-kawasan pedalaman yang belum terjamah, di samping membantu pembangunan infrastruktur, seperti jembatan dan sambungan listrik. Dan jawaban dari spesifikasi teknis ini adalah Mil Mi-26, yang dirancang oleh Marat Tischenko, yang merupakan murid dari Mikhail Mil, pendiri dari biro design Mil. 

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Dapur pacu dari helikopter raksasa ini adalah mesin Latorev D-136 turboshaft yang ditempatkan pada bagian atas badan (sehingga memaksimalkan ruangan dalam badan helikopter). Mesin ini menggerakkan rotor utama non konvensional yang memiliki delapan bilah melalui sebuah gearbox. Rotor ekornya memliki lima bilah yang ditempatkan pada sirip yang terletak pada ujung ekor helikopter.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1982, kemampuan angkut beban dari helikopter raksasa ini didemonstrasikan dengan sangat baik dengan memperagakan mengangkat beban seberat 56.768,8 kilogram dan diangkat sampai pada elevasi 2.000 meter. 

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Helikopter ini dibuat dalam 16 varian yang berbeda, termasuk helikopter Mil Mi-26P, yang merupakan helikopter transport udara sipil dengan akomodasi lengkap untuk 63 penumpang. Varian yang sama digunakan juga sebagai helikopter transport pasukan dengan kapasitas untuk 65 personel dengan perlengkapan penuh.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Helikopter Mil Mi-26MS digunakan untuk peran MEDEVAC dan dapat membawa hingga 65 tandu ditambah dengan empat atau lima orang perawat. Versi lainnya adalah versi anti submarine warfare - ASW (anti kapal selam) yang dilengkapi dengan perangkat radar pencari dan piranti pembaca dan pendeteksi anomali magnetik (Magnetic Anomaly Detection – MAD). 

Varian lainnya adalah Mi-26TP yang merupakan helikopter untuk tugas pemadam kebakaran, Mi-26PK/TM yang berfungsi sebagai crane terbang, dan juga Mi-26TZ yang merupakan helikopter tangker pengisi bahan bakar di udara.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Helikopter ini memiliki  kelebihan lain dari segi efesiensi sistem bongkar muat, karena memiliki tiga akses melalui pintu clamshel (pintu kerang) yang terletak di bagian belakang badan helikopter, dua diantaranya berengsel luar (sistem bukaan menyamping) dan yang ketiga memiliki ramp internal yang memudahkan proses bongkar muat.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 2002, setelah operasi Anaconda di Afganistan, Letkol Chuck Jarnot diinstruksikan untuk mengatur proses evakuasi dua bangkai helikopter militer AS (Chinook) yang telah ditembak jatuh dan ditinggalkan di lereng gunung. Terkendala pada ketidaktersediaan armada angkut berat pada militer Amerika Serikat, Jarnot lalu sebuah perusahaan yang menyediakan jasa angkut berat dengan sarana Mi-26 yang berkedudukan di Belgia. Enam minggu kemudian, helikopter tersebut tiba di Afganistan, dan dioperasikan oleh awak dari Eropa Timur. 

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Operasi evakuasi bangkai helikopter tersebut dilakukan dengan menggunakan kait kargo yang ada di bawah badan helikopter Mi-26 yang memiliki kapasitas angkut hingga 30.000 kilogram. Bangkai helikopter Chinook yang telah diikat dengan tali baja tersebut lalu disangkutkan pada kait, dan dievakuasi ke pangkalan Amerika Serikat terdekat. Operasi tersebut seakan menjadi “iklan” bagi kehebatan Mil Mi-26 ini.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Kemampuan helikopter Mi-26 ini bukan hanya untuk sarana evakuasi, namun juga dapat digunakan untuk transportasi perlengkapan berat ke daerah-daerah terpencil dimana tidak tersedia landasan udara yang memadai.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - M3/M3A1)

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Satu lagi catatan prestasi helikopter ini adalah, pada saat terjadi gempa bumi hebat di provinsi Sinchuan di Cina pada bulan Mei 2008. Helikopter ini digunakan untuk memobilisasi traktor dan alat berat lain. Traktor dan alat-alat berat tersebut sangat dibutuhkan untuk membersihkan material longsoran yang menghambat aliran sungai besar pada area tersebut, yang menyebabkan banjir dan mengancam populasi lokal. Prestasi tersebut seakan menegaskan kembali akan fungsi dan kehebatan helikopter “raksasa” ini yang memang tak akan bisa disaingi oleh helikopter manapun (untuk saat ini).

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Militer yang mengoperasikan helikopter ini selain dari negara Rusia adalah Angkatan Udara Belarusia, Angkatan Udara Kerajaan Kamboja, Kongo, India, Kazakhstan, Meksiko, Peru, Ukraina dan Venezuela. Walaupun pihak TNI (dari Angkatan Darat) telah menunjukkan ketertarikannya untuk membeli helikopter ini, namun hingga artikel ini diturunkan, belum ada kejelasan tentang realisasi rencana tersebut.

Heavy Transport Helicopter/Helikopter Angkut Berat
Mi - 26 "Halo"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Multirole Heavy Transport Helicopter / Helikopter Angkut Berat Mil Mi-26


Terbang Perdana: 14 Desember 1977
Kru: 6 – 2 pilots, 1 navigator, 1 flight engineer, 1 loadmaster, 1 radio/electronic systems operator

Daya Angkut: 

80 pasukan dengan perlengkapan penuh
20,000 kg cargo (44,000 lbs)  

Dimensi

Panjang: 40.025 m (131 ft 4 in) (rotors turning)
Diameter baling-baling: 32.00 m (104 ft 11.8 in)
Tinggi: 8.145 m (26 ft 9 in)
Luas Area Rotor Utama (berputar): 789 m2 (8,495 ft²)

Bobot Helikopter:

Bobot kosong: 28,200 kg (62,170 lb)
Bobot isi: 49,500 kg (108,900 lb)
Bobot maksimum saat lepas landas (MTOW): 
56,000 kg (123,500 lb)

Dapur pacu/Mesin: 

2 × Lotarev D-136 turboshaft, dengan daya 8,380 kW (11,240 shp) pada masing-masing mesin

Kinerja umum

Laju maksimum: 295 km/h, 183 mph (160 kt)
Jarak jelajah maksimum: 1,952 km, 1,240 miles (1,080 nautical miles)
Elevasi operasional (maksimum): 4,600 m (15,100 ft)

Demikianlah artikel tentang Heavy Transport Helicopter / Helikopter Angkut Berat Mil Mi-26, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

ENSIKLOPEDIA DUNIA “HELIKOPTER MILITER” – FRANCIS CROSSBY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com
Wikipedia

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson & Jhonson, #CanSino, #Omicron