Tampilkan postingan dengan label Training Airplane / Pesawat Latih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Training Airplane / Pesawat Latih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 November 2025

Nanchang CJ-6 - Pesawat Latih Dasar (Basic Trainer Aircraft) Cina, Pesawat Latih Dasar Andalan CIna di Era 50-an (Bagian Pertama)


Nanchang CJ-6 - Pesawat Latih Dasar (Basic Trainer Aircraft) Cina
Pesawat Latih Dasar/Basic Trainer Aircraft
Nanchang CJ-6
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 25 November 2025

Nanchang CJ-6 adalah pesawat latih dasar dari RRC (Republik Rakyat Cina) yang dirancang dan diproduksi oleh Pabrik Pesawat Nanchang (sekarang Hongdu Aviation) untuk dioperasikan oleh Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) di era 50-an.

Nanchang CJ-6 - Pesawat Latih Dasar (Basic Trainer Aircraft) Cina
Pesawat Latih Dasar/Basic Trainer Aircraft
Nanchang CJ-6
militerbanget.blogspot.com

Perkembangan

Pesawat latih dasar CJ-6 merupakan pesawat yang murni orisinil rancangan dari Cina, namun sering disalahartikan sebagai pesawat Yak-18A dari Uni Soviet. Kesalahan persepsi ini mungkin disebabkan oleh pesawat pendahulunya, Nanchang CJ-5, yang merupakan versi Yak-18 yang diproduksi dengan lisensi di Cina. Namun, perkembangan serta bertambah rumitnya proses pelatihan pilot otomatis menimbulkan kebutuhan akan satu pesawat baru yang memiliki kinerja yang lebih baik ketimbang pesawat latih yang sudah ada saat itu dan terutama harus memiliki kharakteristik pesawat modern, salah satunya adalah roda pendaratan berkonfigurasi Roda Tiga atau Tricycle (Konfigurasi pesawat modern dimana satu roda berada di depan dan berfungsi sebagai roda kendali (noser wheel) dan dua roda utama di belakang, berada di bawah pusat gravitasi. 

Nanchang CJ-6 - Pesawat Latih Dasar (Basic Trainer Aircraft) Cina
Pesawat Latih Dasar/Basic Trainer Aircraft
Nanchang CJ-6
militerbanget.blogspot.com

Ketika Uni Soviet mulai mengembangkan pesawat latih dasar Yak-18A, para insinyur PLAAF memutuskan bahwa kinerja dan desain pesawat Yak-18A kurang sesuai dengan kebutuhan angkatan udara Cina sehingga mereka lebih memilih untuk mengembangkan secara mandiri pesawat latih dasar yang mampu memenuhi kebutuhan mereka.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - SELEX Galileo Falco

Pesawat yang baru ini dirancang pada tahun 1958 oleh Pabrik Pesawat Nanchang (sekarang dikenal sebagai Hongdu Aviation). Karena Pabrik Pesawat Shenyang sudah memiliki pengalaman memproduksi Shenyang JJ-1 dan memulai penelitian teknis untuk CJ-6, lebih dari 20 perancang Shenyang dipindahkan ke Nanchang, termasuk kepala perancang Tu Jida dan Lin Jiahua. Xu Shunshou dan Huang Zhiqian, yang saat itu merupakan perancang pesawat papan atas di Cina, juga dilibatkan dalam program ini. 

Nanchang CJ-6 - Pesawat Latih Dasar (Basic Trainer Aircraft) Cina
Pesawat Latih Dasar/Basic Trainer Aircraft
Nanchang CJ-6
militerbanget.blogspot.com

Pada akhir 1957, Insinyur Aeronautika Cheng Bushi dan Lin Jiahua mulai bekerja di Shenyang pada desain pesawat latih yang dapat menutupi kekurangan dari Yak-18A. Rancangan yang dihasilkan tim ini memioiki kharakteristik badan pesawat semi-monocoque aluminium, dengan paku keling merata di seluruh bagian, dan memperkenalkan desain sayap airfoil Clark yang dimodifikasi dengan dihedral yang menonjol di bagian luar. Dihedral dan ekor vertikal bersudut secara jelas membedakan pesawat ini secara eksternal dari pesawat Yak-18A. 


Pengujian pada terowongan angin membuktikan kehandalan desain tersebut, dan pada Mei 1958 program rancang bangun pesawat tersebut dipindahkan ke pabrik Nanchang Aircraft Manufacturing dibawah kepemimpinan Kepala Insinyur Gao Zhenning dan secara de facto memulai produksi CJ-6. Penerbangan pertama purwarupa CJ-6 berhasil dilaksanakan pada 27 Agustus 1958, oleh pilot Lu Maofan dan He Yinxi.

Nanchang CJ-6 - Pesawat Latih Dasar (Basic Trainer Aircraft) Cina
Pesawat Latih Dasar/Basic Trainer Aircraft
Nanchang CJ-6
militerbanget.blogspot.com

Dapur pacu pesawat purwarupa ini disuplai oleh mesin piston horizontal buatan Ceko, tetapi pada saat uji terbang didapatkan hasil bahwa pesawat ini membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk dapat memenuhi kriteria spesifikasi yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, versi buatan lokal dari mesin radial AI-14 P 260 hp Soviet kemudian didapuk menjadi dapur pacu standar pesawat ini (mesin ini dikenal sebagai Huosai HS-6), dan propeller versi awal kemudian diganti dengan baling-baling yang yang memiliki performa yang lebih baik. 

Bersambung ke Bagian Kedua

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. History Of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Cina
#Pesawat
#Pesawat_Latih
#Pasawat_Latih_Dasar

Sabtu, 06 Maret 2021

Pesawat Latih Dasar / Basic Trainer Aircraft -Yakovlev Yak-152


Yakovlev, Yak-152
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Sabtu, 6 Maret 2021

Selain pesawat jet subsonik Yak-130, pesawat propeller bermesin tunggal dua kursi, Yak-152 akan digunakan untuk melatih taruna penerbang Angkatan Udara Rusia. Pesawat baru ini sangat tepat untuk dijadikan pesawat latih karena bisa diterbangkan kapan saja, bahkan dalam kondisi cuaca yang buruk sekalipun. Pesawat ini muncul perdana ke publik pada saat Rusia memamerkan pesawat latih utama terbarunya pada event Pameran Aviasi dan Kedirgantaraan Internasional MAKS 2017 yang digelar pada 18 – 23 Juli lalu.

Yak-152 adalah pesawat monoplane (pesawat sayap tetap dengan konfigurasi sayap rendah) dua kursi bermesin tunggal yang dirancang oleh Biro Desain Yakovlev, bagian dari Irkut Corporation. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat latih dasar utama untuk taruna penerbang angkatan udara. Pesawat ini merupakan bagian dari sistem pelatihan yang keseluruhannya mencakup pesawat subsonik Yak-130, yang digunakan untuk pesawat latih lanjut.

Yakovlev, Yak-152
militerbanget.blogspot.com

Mudah Diterbangkan

Yak-152 adalah penerus dari pesawat latih (sekaligus pesawat aerobatik) Yak-52 yang terkenal, yang dijuluki sebagai ‘meja terbang’. Kursi depan ditempati oleh calon penerbang (taruna), sedangkan pelatih/instruktur duduk di kursi belakang. Pesawat ini bisa dioperasikan oleh salah satu anggota kru. Pesawat baru ini juga dilengkapi dengan kursi lontar super ringan, Zvezda SKS-94, yang dapat menyelamatkan pilot pada keadaan darurat, bahkan saat kecepatan pesawat mencapai hingga 400 km/jam di elevasi 10 sampai 4.000 meter.

Desain pesawat terbang yang sederhana, kemampuan untuk lepas landas di landasan yang pendek dan sederhana, dan fitur keselamatan yang tinggi membuat para kadet bisa menerbangkan Yak-152 tanpa perlu banyak persiapan.

Karena fungsinya sebagai peswat latih dasar, pesawat ini tidak dilengkapi dengan persenjataan. Walaupun demikian, ada rencana dari pabrikan untuk melengkapi pesawat ini dengan persenjataan dan meningkatkan fungsinya sebagai pesawat COIN.

Yakovlev, Yak-152
militerbanget.blogspot.com

Pelatihan Ketat untuk Pilot

Taruna penerbang akan menjalani proses pelatihan yang ketat, yang terdiri dari tiga tahap: penerbangan utama, lanjutan, dan penerbangan pada pesawat tempur sesungguhnya. Pakar militer Dmitry Litovkin mengatakan kepada RBTH bahwa proses ini sedang dimulai kembali di Rusia untuk pertama kalinya sejak ambruknya Uni Soviet.

Selama masa Uni Soviet, para pilot pernah berlatih dengan menggunakan pesawat jet latih L-39 Czechoslovakian. Pada tahun 1972, pesawat ini dipilih untuk pelatihan dasar bagi calon pilot tempur di negara-negara anggota Pakta Warsawa. Baik L-39 maupun Yak-52 kini sudah terbilang usang dan perlu diganti, kata Litovkin. Upaya untuk menggunakan Yak-130 sebagai pesawat latihan utama juga gagal, katanya menambahkan.


Para pilot pemula merasa kesulitan untuk menerbangkan pesawat jet subsonik Yak-130. Selain itu, menggunakan jet subsonik untuk pelatihan para pemula secara ekonomis bukanlah hal bijak, kata Litovkin. Dengan memasukkan Yak-152 ke dalam Angkatan Udara Rusia, pesawat tersebut akan menjadi pesawat terbang pertama yang diterbangkan para pilot pada awal pelatihan mereka. Setelah mendapatkan lebih banyak pengalaman, mereka akan beralih ke tahap lanjutan dari pelatihan mereka dan menerbangkan Yak-130.

Pada tahap akhir, pilot yang sudah memiliki dasar pengalaman yang memadai tentunya akan mampu dengan mudah menerbangkan pesawat tempur sesungguhnya.

Yakovlev, Yak-152
militerbanget.blogspot.com

Potensi Ekspor

Kementerian Pertahanan Rusia telah memesan 150 pesawat Yak-152, dan kemungkinan akan memesan 150 pesawat lagi di masa depan. Kementerian Perindustrian Rusia pun optimis dengan prospek ekspor Yak-152 ke negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Belarus telah memesan lima pesawat untuk organisasi olahraga paramiliternya. Pesawat itu juga akan digunakan oleh organisasi serupa di Rusia.


Yak-152 akan digunakan untuk melatih pilot yang hendak menerbangkan jet tempur Su-30 dan MiG-29. Negara-negara yang mengoperasikan pesawat-pesawat ini, seperti India, Vietnam, Indonesia, Iran, dan Polandia, mungkin tertarik untuk membeli Yak-152. Kelebihan lain dari pesawat latih ini adalah, perangkat lunak pada Yak-152 bahkan dapat diprogram untuk meniru performa pesawat tempur Rusia modern manapun.


Yakovlev, Yak-152
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Latih Dasar / Basic Training (Yak-152)


Karakteristik umum

Awak: dua orang (instruktur dan kadet)
Panjang: 7,72 m (25 kaki 4 in)
Rentang Sayap: 8,82 m (28 kaki 11 inci)
Tinggi: 2,47 m (8 kaki 1 inci)
Berat kotor: 1.320 kg (2.910 lb)
Berat lepas landas maks: 1.490 kg (3.285 lb)
Kapasitas bahan bakar: 200 kg (440 lb)
Mesin: 1 × RED Aircraft A03 V-12 mesin diesel empat langkah , 370 kW (500 hp)

Performa

Kecepatan maksimum: 500 km/jam (310 mph, 270 kn)
Kecepatan berhenti: 100 km/jam (62 mph, 54 kn)
Jarak jelajah: 1.500 km (930 mi, 810 nmi)
Elevasi maksimum: 4.000 m (13.000 kaki)
batas g: + 9 / -7
Kecepatan menanjak: 10 m/s (2.000 kaki/menit)

Artikel asli dari: 


TEKNO & SAINS, JUNE 30 2017, penulis BORIS EGOROV

Artikel ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional 

Selasa, 03 Juli 2018

Training Airplane / Pesawat Latih Jet - MB-339


Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018

Kembali pada artikel tentang militer, setelah artikel-artikel sebelumnya, yang kita ulas adalah dari jenis tank, pistol mitraliur, dan helikopter, kali ini yang akan kita yang akan kita ulas kali ini adalah pesawat latih jet buatan dari Italia. Italia memang menjadi salah satu negara yang mampu menghasilkan berbagai pesawat maupun helikopter yang hebat. Jika sebelumnya kita mengulas tentang helikopter A-129 Mangusta, maka kali ini kita akan membahas pesawat latih jet yang juga "made in" dari Italia.


Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Pesawat latih MB-339 dibuat oleh pabrikan AERMACCHI – Italia, berdasarkan hasil penelitian yang dimulai tahun 1972 untuk memenuhi kebutuhan pihak Angkatan Udara Italia. Pesawat ini dibuat untuk digunakan sebagai pesawat latih dasar (Basic Training airplane) dan pesawat latih lanjut dengan mesin jet. Program pembuatan MB-339 dimaksudkan untuk menggantikan posisi pesawat latih lanjut dari jenis G-91.


Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Pesawat MB-339 yang pertama diserahkan kepada pihak Angkatan Udara Italia pada tahun 1980, dan pada tahun 1982 dipergunakan oleh tim aerobatik negara Italia. Tercatat, beberapa negara lain juga menggunakan pesawat MB-339 sebagai pesawat latih angkatan udaranya, antara lain: Malaysia, Argentina, Peru, Nigeria, dan Dubai.

Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

MB-339 menggunakan dapur pacu mesin Rolls Royce Viper 680-43 dengan kemampuan yang handal dan sangat ideal untuk penerapan pada pesawat latih. Pemilihan mesin Viper 680-43 ini didasarkan pada kharakteristik pesawat latih yang dipergunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (United Stated Air Force). Sistem dan konfigurasi kokpit dirancang menurut standard USAF (United Stated Air Force). 

Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Kabin pilot dirancang untuk dapat mengakomodir pilot dengan ukuran tubuh kategori 1 (tinggi badan sekitar 161,3 cm) sampai dengan kategori 99 (tinggi badan sekitar 190,2 cm). Pada panel kokpit juga dilengkapi dengan sarana komunikasi dan identifikasi sasaran, serta sarana navigasi yang terbilang modern.

Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Kelebihan lain dari pesawat latih ini adalah, pesawat ini tergolong lincah, dengan profil pesawat yang kecil namun mampu membawa sistem persenjataan yang terbilang lengkap. Belum lagi landas pacu yang dibutuhkan juga tidak terlalu panjang, menjadikan pesawat latih ini sangat adaptif terhadap banyak landasan udara kecil.

Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Sistem Persenjataan

Pesawat latih ini juga dapat dilengkapi dengan berbagai jenis persenjataan standard, antara lain: kanon kaliber 30mm, senapan mesin kaliber 12.7mm dengan sistem pemasangan pada pod, berbagai jenis bom, pod untuk peluncur roket, serta peluru kendali. 

Melihat sistem persenjataan yang dapat diusung oleh pesawat latih ini, kemungkinan besar pesawat ini dapat juga difungsikan sebagai pesawat serang darat atau pesawat tempur ringan terbatas.

Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Training Airplane / Pesawat Latih Jet - MB-339


Kru: Dua 
Panjang: 10,97 m 
Bentang sayap: 11,22 m 
Tinggi: 3,90 m 
Area sayap: 19.30 m² 
Berat kosong: 3.158 kg 
Total beban yang dipasang pada sayap: 1.815 kg
Max. berat lepas landas (MTOW): 4.472 kg
Total kapasitas bahan bakar: 1.388 kg
Mesin: 1 × Rolls-Royce Viper 680-43

Pesawat Latih MB-339
militerbanget.blogspot.com

Performa

Jarak landas pacu yang dibutuhkan untuk tinggal landas: 
430 m (latihan terbang dengan muatan kosong)  
640 m (latihan menembak dengan muatan penuh)
Kemampuan terbang menanjak dengan 50% bahan bakar:
8.500 ft/menit (latihan terbang dengan muatan kosong) 
6.300 ft/menit (latihan menembak dengan muatan penuh)
Jarak landasan pacu untuk mendarat:
425 m (latihan terbang dengan muatan kosong) 
520 m (latihan menembak dengan muatan penuh)

Naskah Asli oleh: MAH

Demikianlah artikel tentang Training Airplane / Pesawat Latih Jet - MB-339, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
MAJALAH TEKNOLOGI STRATEGI MILITER NO. 41