Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2026

TAKTIK PELUNCURAN MASSAL DAN DILEMA PERTAHANAN BERLAPIS


Drone-bunuh-diri-Shahed-136 1
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Minggu, 12 Juli 2026

Setelah pada bagian pertama kita membedah anatomi "skuter terbang" ini dan bagaimana teknologi sederhananya justru menjadi kekuatan utama, kini saatnya kita melihat bagaimana Shahed-136 beroperasi di medan laga. Bagaimana senjata semurah ini bisa membuat sistem pertahanan udara kelas dunia seperti Iron Dome atau Patriot tampak kewalahan? Jawabannya ada pada strategi jumlah dan manajemen risiko.

Drone-bunuh-diri-Shahed-136 3
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Taktik Serangan Massal: Menang karena Koordinasi dan Jumlah


Shahed-136 jarang beroperasi seperti "serigala tunggal." Kekuatan utamanya terletak pada taktik swarm atau gerombolan. Alutsista ini diluncurkan dari rak truk yang bisa menampung beberapa unit sekaligus dalam sudut kemiringan tertentu. Begitu roket pendorong (booster) membawanya ke udara, mesin dua taknya mengambil alih dan booster pun dilepaskan untuk meringankan beban.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 2)

Dalam satu serangan, puluhan drone bisa diluncurkan secara bersamaan. Mereka terbang rendah, hampir mencium permukaan tanah untuk menghindari deteksi radar jarak jauh. Drone-drone ini saling berkoordinasi: tidak semuanya menghantam target yang sama. Mereka bisa membagi tugas untuk membuat sistem radar lawan kewalahan. Saat sistem pertahanan udara sibuk menembaki sepuluh drone pertama, sepuluh drone berikutnya mungkin sudah menyelinap masuk melalui celah pertahanan yang sedang melakukan pengisian ulang amunisi.

Drone-bunuh-diri-Shahed-136 5
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Dilema Tiga Lapis Pertahanan


Secara teori, setiap negara maju memiliki tiga lapis pertahanan udara. Lapis pertama adalah rudal jarak pendek seperti Iron Dome (Israel) atau Akash (India). Lapis kedua untuk ancaman medium seperti rudal jelajah, dan lapis ketiga untuk rudal balistik jarak jauh seperti sistem S-400 atau Arrow-3. Masalahnya, Shahed-136 memaksa lapis pertama bekerja terlalu keras.

Drone-bunuh-diri-Shahed-136 7
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Mari kita hitung biayanya. Satu unit pencegat Tamir milik Iron Dome harganya dua hingga tiga kali lipat harga drone Shahed. Jika menggunakan rudal Patriot PAC-2 milik Amerika, harganya melonjak menjadi 2 hingga 3 juta dolar—alias ratusan kali lipat lebih mahal dari target yang dihancurkannya. Menggunakan jet tempur untuk mencegatnya? Itu adalah metode yang paling tidak efisien karena biaya operasional per jam terbang jet tempur sangatlah tinggi. Solusi paling masuk akal adalah kanon anti-pesawat (AAA) dengan radar internal, namun jangkauannya sangat terbatas, hanya sekitar 5 kilometer.

Drone-bunuh-diri-Shahed-136 9
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Krisis Identitas Pertahanan Modern


Shahed-136 telah memicu krisis identitas dalam doktrin pertahanan modern. Alustsita ini membuktikan bahwa di era sekarang, "mahal" tidak selalu berarti "aman." Musuh tidak perlu menghancurkan sistem Patriot dengan ledakan; mereka cukup membuat pihak lawan menghabiskan seluruh stok rudal Patriot yang dimiliki untuk menembaki drone murah, sampai akhirnya lawan tidak punya apa-apa lagi untuk menangkis rudal yang sebenarnya.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 3)

Keberhasilan amunisi yang berkeliaran ini memaksa dunia militer untuk kembali melirik sistem pertahanan berbasis peluru (kanon) dan teknologi laser yang memiliki biaya per tembakan jauh lebih rendah. Shahed-136 bukan sekadar senjata; alutsista ini adalah pengingat yang kejam bagi para petinggi militer bahwa dalam perang, ekonomi adalah panglima. Barangsiapa yang tidak mampu mengelola biaya pertahanannya dengan efisien, akan hancur bukan karena kalah teknologi, melainkan karena bangkrut di tengah jalan. Sebuah pelajaran yang sangat berharga yang harus segera diserap oleh siapa pun yang ingin menjaga kedaulatan langitnya.

Drone-bunuh-diri-Shahed-136 11
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Drone Shahed 136


  • Jenis: Drone serang satu arah
  • Asal negara: Iran

Operator: 

  • Iran
  • Rusia (sebagai Geran-2)

Catatan operasional (Perang)

  • Perang Rusia-Ukraina
  • Serangan September–Oktober 2022 di Kurdistan Irak
  • Serangan Iran di Israel pada April 2024
  • Perang Iran 2026

Catatan produksi

  • Perancang: Industri Penerbangan Shahed
  • Pabrikan: Shahed Aviation Industries (Iran), Rusia
  • Biaya per unit: $193.000 (ekspor; berbagai perkiraan biaya produksi domestik berkisar antara $10.000 hingga $50.000)
  • Jumlah produksi: Belum diketahui, menurut satu sumber lebih dari 10.000 unit

Drone-bunuh-diri-Shahed-136 13
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi dan performa

  • Bobot operasional: 200 kg (440 lb)
  • Panjang: 3,5 m (11 kaki)
  • Lebar sayap: 2,5 m (8,2 kaki)
  • Berat hulu ledak: 50 kilogram atau 90 kilogram (200 lb)
  • Dapur pacu: Mesin piston MD-550
  • Jangkauan operasional: 2.500 km (1.600 mil)
  • Kecepatan maksimum: Sekitar 185 km/jam (115 mph)
  • Sistem panuntun (Pemandu): GNSS, INS, Kemungkinan ada fitur pendeteksi target
  • Platform peluncuran: Lepas landas dengan bantuan roket

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
1. Modern Weapon Drone
2. Wikipedia 
3. Beberapa sumber lain

Sabtu, 11 Juli 2026

DRONE SHAHED-136: KUPAS JEROAN DAN FILOSOFI "SKUTER TERBANG"


Drone Bunuh Diri Shahed-136 Iran 1
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Sabtu, 11 Juli 2026

Hari ini, kita akan membedah salah satu fenomena paling unik dalam sejarah persenjataan modern: Shahed-136. Di dunia di mana rudal Tomahawk seharga 2 juta dolar dianggap sebagai standar emas, Iran muncul dengan sebuah alutsista yang harganya lebih murah daripada harga mobil keluarga, namun mampu menciptakan kekacauan yang setara (atau bahkan lebih, tergantung pada situasinya). Sering dijuluki sebagai "amunisi yang berkeliaran" (loitering munitions) atau drone bunuh diri, Shahed-136 adalah bukti bahwa perang masa depan tidak selalu dimenangkan oleh mereka yang memiliki laboratorium tercanggih, melainkan oleh mereka yang mampu memproduksi "kematian" dengan harga grosir. Mari kita buka jeroan dari alutsista ini dan lihat apa yang sebenarnya membuat drone ini begitu menjengkelkan bagi sistem pertahanan udara dari Barat yang mahal dan canggih.

Drone Bunuh Diri Shahed-136 Iran 3
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Mesin Skuter dan Horor Psikologis


Satu hal yang paling mencolok dari Shahed-136 adalah suaranya. Jika anda berada di medan tempur, anda tidak akan mendengar deru mesin jet yang gagah, melainkan suara berdengung persis seperti mesin skuter dua tak. Itu karena drone ini memang ditenagai oleh mesin bensin sederhana dengan daya 50 tenaga kuda yang terinspirasi dari desain Jerman dan diproduksi secara massal di Tiongkok. Mesin ini mampu menghela drone hingga kecepatan 200 km/jam.


Mesin Pendorong Drone Bunuh Diri Shahed-136 Iran 1
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Penggunaan mesin sederhana ini bukan tanpa alasan. Selain murah, suara dengungan yang konsisten ini menciptakan efek psikologis yang dalam—sebuah taktik yang mengingatkan kita pada sirene Jericho Trumpet milik pesawat Junker Ju-87 Stuka milik Nazi yang sangat fenomenal saat Perang Dunia II. Suara itu adalah pengumuman bahwa serangan sedang datang, memicu kecemasan bahkan sebelum ledakan terjadi. Pendinginannya pun hanya mengandalkan aliran udara saat terbang tinggi (air-cooled), sehingga tidak memerlukan sistem radiator yang rumit dan berat.

Drone Bunuh Diri Shahed-136 Iran 5
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Navigasi: Antara Satelit dan Sensor Mandiri


Di dalam tubuhnya yang berukuran Panjang 3,6 meter, Shahed-136 membawa otak komputer yang terhubung dengan sistem GPS dan GLONASS untuk menentukan posisi. Namun, para insinyur Iran sadar bahwa sinyal satelit mudah diacak (jamming). Oleh karena itu, drone ini dilengkapi dengan sistem navigasi inersia (INS) yang menggunakan giroskop dan akselerometer untuk tetap berada di jalur meskipun koneksi GPS terputus.

Yang lebih berbahaya adalah adanya sensor Anti-Radiation Seeker. Sensor ini mampu mendeteksi emisi gelombang elektromagnetik dari radar lawan. Begitu radar pertahanan udara milik lawan menyala untuk mencari drone ini, si Shahed justru akan "mengendus" sinyal tersebut dan menabrakkan diri tepat ke arah sumber radar. Menghancurkan radar berarti membuat sistem pertahanan lawan menjadi "buta," sebuah taktik yang sangat efektif untuk melumpuhkan baterai rudal yang mahal.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 2)

Drone Bunuh Diri Shahed-136 Iran 7
Drone Shahed-136
militerbanget.blogspot.com

Dengan hulu ledak seberat 30 hingga 50 kg dan kemampuan terbang rendah yang sulit dideteksi radar, Shahed-136 adalah ancaman nyata bagi infrastruktur vital. Namun, bagaimana alutsista ini bisa menembus lapisan pertahanan udara yang paling canggih sekalipun? Kita akan bedah taktik peluncuran secara massal dan dilema pertahanan berlapis di bagian kedua artikel ini.

Sumber: 
1. Modern Weapon Drone
2. Wikipedia 
3. Beberapa sumber lain

Minggu, 02 Agustus 2020

Pesawat Tanpa Awak / UAV - Altair



Ciledug, Kota Tangerang, Banten, Minggu, 2 Agustus 2020

UAV Altair merupakan versi sipil dari pesawat Predator B dengan kemampuan melakukan penerbangan di elevasi tinggi, yang dirancang secara khusus sebagai pesawat tanpa awak pengemban misi penelitian sains dan komersial yang membutuhkan daya tahan, ketangguhan, dan kapasitas ruang muatan/kabin yang lebih besar.



Diproduksi dengan kerjasama bersama NASA, UAV Altair memiliki rentang sayap sepanjang 86 kaki (sekitar 26,2128 meter) dan mampu mengudara di elevasi lebih dari 52.000 kaki (lebih dari 15.800 meter) dengan ketahanan terbang selama lebih dari 30 jam. 


Pesawat tanpa awak ini didapuk sebagai pesawat tanpa awak jarak jauh pertama yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah dalam proyek penerbangan tanpa awak National Air Space. Altair juga dilengkapi dengan sistem kontrol fault-tolerant (peredam kesalahan) dual-architecture (dual kendali), dan tiga alat avionik untuk meningkatkan kualitas ketangguhan pesawat. 


Saat ini, Altair pun sedang dikembangkan dengan sistem penghindar tabrakan otomatis dan alat kendali lalu lintas udara dengan pemandu suara yang tentu saja akan meningkatkan respon dan komunikasi penerbangan National Airspace.

Walaupun UAV Altair saat ini hanya digunakan oleh NASA, bukan suatu hal yang mustahil jika kedepannya UAV ini akan diadopsi juga oleh pihak militer, jika dilihat pada performanya yang cukup menjanjikan.

Fitur
Avionik fault-tolerant tambahan Kendali jarak jauh atau otonomi penuh GPA dan INS Suara UHF/VHF
6 titik di bagian sayap sebagai wadah eksternal muatan Terintegrasi dengan TCASH dalam misi penerbangan National Airspace.


Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak / UAV - Altair

Rentang sayap: 86 kaki (26,2128 m)
Panjang Badan pesawat: 36 kaki (10,9728m) 
Bobot pesawat: 7.000 pon (3.175 kg)
Elevasi opersional maksimum: 52,000 kaki (15.8496 meter)
Ketahanan terbang: 30+ jam

Kapasitas angkut: 
Internal: 660 pon (300 kg) 
Eksternal: 3000 pon (1361 kg) 
Mesin: Honeywell TPE 331-10Y

Kecepatan: 
Pengguna: NASA

Artikel ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber : 
Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Ferdinan Peys
Wikipedia

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer, #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV

Kamis, 12 Maret 2020

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Schiebel Camcopter S-100


Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
UAV - Schiebel Camcopter S-100
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Kamis, 12 Maret 2020

UAV Schiebel Camcopter S-100 dapat dikatakan sebagai anak bawang dalam dunia UAV yang sedang mencuri perhatian dunia. Jika kebanyakan UAV didominasi oleh konfigurasi konvensional dalam lepas landas dan juga mendarat, maka Camcopter mengusung konfigurasi baling-baling yang lebih mirip helikopter dengan kemampuannya mendarat dan lepas landas secara vertikal (Vertical Take Off and Landing/Vtol) sehingga tidak membutuhkan landasan, baik landasan fix maupun landasan portable. Tentu saja hal ini meningkatkan secara signifikan jangkauan misi pesawat UAV tersebut, membuat UAV ini mampu mengemban banyak misi dengan peran yang berbeda, terlepas dari pola pikir pelanggan UAV pada umumnya.

Camcopter S-100 juga dinobatkan sebagai solusi yang dapat digunakan di luar bidang militer, yaitu sebagai alat penunjang aparat penegak hukum dan juga penggunaan sipil lainnya. Sebagai contoh, pesawat VTOL ini dapat digunakan untuk misi pemberantasan penyelundupan, pendukung tim penyelamat saat terjadi bencana alam, serta pesawat pengumpul data intelijen dan juga pesawat pengamat real time.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Izmash PP-19 Bizon)

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
UAV - Schiebel Camcopter S-100
militerbanget.blogspot.com

Perusahaan Schiebel yang bermarkas di Austria ini (sekaligus sebagai pengusung dan juga pencetus ide pembuatan UAV Camcopter S-100) didirikan pada tahun 1951 dan bergerak di bidang bisnis elektronik yang kemudian berekspansi ke produk-produk militer pada tahun 1980an, terutama dalam bidang instrument pendeteksi ranjau. Pabrikan Schiebel pun mencoba mengadu peruntungan untuk memasuki dunia UAVs di tahun 1990-an dan akhirnya berhasil menciptakan S-100 ialah Angkatan Laut Uni Emirat Arab, kemudian menyebar hingga ke Jerman, Pakistan, dan Prancis. S-100 diproduksi Schiebel di fasilitas Wiener Neustadt, Vienna.

Campcopter S-100 memiliki rancang bangun yang sangat menarik, dengan bentuk menyerupai tetesan air di bagian kokpit dan juga bentuk hidung yang dirancang dengan sangat baik. Bagian utama didominasi oleh jaring-jaring besi di bagian atas dan saluran berongga di bagian bawah. Bagian dalam kerangka diisi dengan mesin, sementara bagian bawahnya diisi dengan sejumlah instrument. 

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
UAV - Schiebel Camcopter S-100
militerbanget.blogspot.com

Bagian empennage secara sederhana dapat dikatakan sebagai unit ekor pendek berbentuk sirip vertical yang menghadap ke atas dan ke bawah. Bagian atas sirip tersebut menopang sebuah ekor kecil dengan bentuk “T”, sementara sirip bawah bertugas sebagai skid tambahan pada saat UAV ini mendarat. Bagian kaki pendaratnya terdiri dari sirip bawah tersebut dan sepasang kaki pendarat di bagian depan yang tak beroda. 

Bilah propeller terdiri dari dua bilah dan memiliki poros berupa tiang pendek dan berada di atas kerangka, sementara propeller ekor yang juga terdiri dari dua bilah (untuk meredam torsi yang timbul dari propeller utama) berada di bagian kiri pesawat. Konstruksi S-100 menggunakan bahan campuran dengan penambahan ruang internal untuk mengemban misi yang paling berat sekalipun di laut. Secara dimensi, S-100 memiliki panjang 20 kaki (sekitar 6.1 m). Lebar 4 kaki (sekitar 1.22 m), dan tinggi 3,65 kaki (sekitar 1.11 m)

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank KV-2)

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
UAV - Schiebel Camcopter S-100
militerbanget.blogspot.com

Camcopter S-100 dapat mengangkut beban peralatan lebih dari 110 pon (sekitar 45.4 kg) dengan durasi selama 6 jam dan daya jangkau 124 mil dari GCS dengan system Los (Line of Sight/garis tampak). Hal ini yang membuat Camcopter dapat membawa berbagai muatan dengan waktu yang lama di medan operasi. UAV ini memiliki batas elevasi operasional sampai dengan 18.000 kaki (sekitar 5.000 m) dengan tangki bahan bakar yang menambah durasi penerbangan hingga 10 jam. 

Selain itu, sebagai pesawat dengan spesifikasi VTOL, maka Camcopter-100 juga dapat lepas landas dan mendarat di pangkalan darat maupun laut, tidak seperti beberapa UAVs konvensional yang membutuhkan landasan. Kualitas tersebut telah menuai perhatian dari banyak pihak Angkatan Laut dunia karena system S-100 telah terbukti efektif, terutama untuk menghadapi kondisi laut yang berat. UAV ini menggunakan dapur pacu mesin turbin 50 hp dengan kecepatan jelajah lebih dari 138 mil/jam dalam waktu yang singkat. 

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
UAV - Schiebel Camcopter S-100
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Schiebel Camcopter S-100


Asal Negara: Austria
Tipe Pesawat: Pesawat Tanpa Awak Rotary Wing
Diameter rotor utama: 3400 mm (133,9 ")
Panjang total: 3110 mm (122 ”)
Tinggi total: 1120 mm (44 ")
Berat lepas landas maksimum: 200 kg (440 lbs)
Berat kosong: 110 kg (243 lbs)
Kapasitas muatan: 50 kg (110 lbs)
Kapasitas bahan bakar (tangki internal): 
57 l (15,0 gal) AVGAS 100LL, JP-5 (NATO F-44), Jet A-1 (NATO F-35)
Muatan daya listrik: 1000 W @ 24 V DC
Rentang tautan data: Hingga 200 km (108 nm) 

Performa 

Kecepatan udara maksimum (V NE ): 130 kn (240 km / jam) IAS
Kecepatan dasbor: 120 kn (222 km / jam) IAS
Kecepatan lebih rendah 55 kn IAS (102 km / jam) untuk daya tahan maksimum
Daya tahan > 6 jam dengan muatan 34 kg (75 lbs) plus tangki bahan bakar eksternal opsional yang memperpanjang daya tahan hingga> 10 jam
Elevasi operasional: 18000 kaki dalam kondisi ISA
Beban maneuver: +3,5 g hingga -1 g diberi peringkat
Suhu Operasional: -40 ° C hingga + 55 ° C (-40 ° F hingga + 131 ° F)
Angin (lepas landas dan mendarat): Hingga 25 kn (46 km / jam)

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Schiebel Camcopter S-100, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Pesawat Tanpa Awak 
Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Ferdinan Peys
Laman Schiebel.net 
Beberapa sumber lain

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer, #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer, #pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, #Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson &Jhonson, #CanSino, #Omicron, #Rusia, #Ukraina, #Invasi Rusia-Ukraina, #Perang-Rusia-Ukraina, #Pertempuran-Rusia-Ukraina, #Serbuan-Rusia-Ukraina

Minggu, 09 Februari 2020

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - SELEX Galileo Falco


Pesawat Tanpa Awak/UAV
SELEX Galileo Falco
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang, Banten, Minggu, 9 Februari 2020

UAV Galileo Falco (Falco atau Falcon yang artinya adalah elang) adalah pesawat tanpa awak yang dirancang khusus untuk mengusung misi-misi militer. 

Falco melakukan penerbangan perdananya pada bulan Desember 2003. Setelah melalui serangkaian uji dan juga perbaikan serta peningkatan di beberapa fitur, pesawat tanpa awak ini akhirnya resmi dipasarkan pada tahun 2009. Sampai artikel ini ditulis, sebanyak 50 unit telah diproduksi untuk diserahkan kepada pembeli pertama (dan satu-satunya pembeli yang diketahui oleh publik), yaitu Pakistan. 

Militer Pakistan mengadopsi sekitar 24 unit Falco sejak UAV ini diproduksi, dan militer Pakistan telah menggunakan UAV ini dalam operasi militer Swat Valley (paling tidak, itulah yang diketahui oleh sumber-sumber di luar Pakistan).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun (Suomi Kenepistooli) KP-31)

UAV Falco merupakan pesawat tanpa awak yang bisa digolongkan ke dalam UAV “kelas menengah”, dimana tujuan dari pembuatan UAV ini adalah sebagai sarana untuk pengintaian dan pemantauan sehingga UAV ini tidak dilengkapi dengan kemampuan mengusung persenjataan, tidak seperti UAV Predator dan Reaper buatan Amerika Serikat.

Baca juga artikel tentang UAV Reaper di sini

Pesawat Tanpa Awak/UAV
SELEX Galileo Falco
militerbanget.blogspot.com

Walaupun demikian, UAV ini tetap memiliki beberapa keunggulan, seperti durasi terbang yang cukup panjang, elevasi operasional yang baik, dan juga biaya operasional yang lebih murah. Belum lagi jika dihitung dengan penghematan yang luar biasa yang bisa dilakukan oleh UAV ini, jika misinya harus dijalankan oleh pesawat maupun helikopter yang berawak.

Falco didirikan oleh Galileo Avionica yang kemudian bergabung bersama perusahaan SELEX SGAS menjadi SELEX Galileo. Sebelum era Falco, SELEX memproduksi system pengiriman gambar elektronik canggih kepada sejumlah organisasi pertahanan. SELEX juga merupakan anak industry Finmeccania yang berdiri di Roma pada tahun 1998.

Bentuk kerangka Falco mengikut pada design kerangka langsing dan juga tinggi seperti pesawat olahraga sipil. Kabinnya berkontur apik dan sangat aerodinamis dengan sayap utama yang membentang pada bagian atas badan (high wing) dan sedikit menekuk di bagian tengah. 

Dari sayap ini kemudian muncul batang twin boom yang menjadi dudukan bagi sirip ekor vertikal yang kemudian dihubungkan dengan sirip horizontal pada bagian atasnya. Mesin UAV ini diletakan di bagian buritan, dan mesin ini memutar baling-baling dengan tiga bilah dengan konfigurasi pusher. Roda pendarat pada UAV ini berkonfigurasi statis serta terdiri dari tiga bagian yang masing-masing menopang kerangka. 

Pesawat Tanpa Awak/UAV
SELEX Galileo Falco
militerbanget.blogspot.com

Compartment muatan berada pada bagian bawah kabin dan berisi berbagai macam instrument dimana komposisinya tergantung pada misi yang harus diemban (alat sensor NBC, pengacau elektronik, pencitraan infra merah, radar, dan laser penjejak target), sementara instrument avionic pengendali penerbangan ditempatkan pada compartment di moncong. UAV ini mengandalkan mesin dengan daya 80 hp yang mampu mendorong UAV ini sampai pada kecepatan 220 km/jam, dan elevasi sampai sekitar 5.000 meter. Mesin ini juga mampu memberikan tenaga untuk terbang nonstop selama 14 jam.

Dimensi dari UAV Falco juga tergolong agak besar, dengan panjang badan 5,185 meter, rentang sayap sekitar 7 meter. Pada saat mendarat, Falco memiliki tinggi sekitar 1,83 meter dan membutuhkan beberapa awak darat untuk memindahkan UAV ini. 

Pesawat UAV ini dapat meluncur lewat jalur runway secara independent atau menggunakan system peluncur ketapelt sebagai alternative lepas landas, sedangkan jika tidak tersedia landasan untuk mendarat, UAV ini juga dapat mendarat dengan jarring, seperti UAV berdimensi kecil.

Seperti UAV pada umumnya, Falco juga merupakan paket komplit dari komponen UAV. Sistem ini terdiri dari unit pesawat itu sendiri (atau beberapa unit), GCS (Ground Control Station) dan semua peralatan pendukung lainnya, termasuk pilot dan layer misi (computer). Informasi dikirim ke system GCS secara real time dan berwarna sehingga membuat operator dapat membuat keputusan cepat saat UAV ini mengudara.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Medium / Medium Tank - Panzerkampfwagen III (PzKpfw III)) 

Pesawat UAV tipe Falco juga memiliki kelebihan dengan profilnya yang kecil dan tingkat kebisingan yang rendah dapat menyamarkan posisinya dari identifikasi pihak lawan. Seperti dibuktikan oleh UAV buatan Amerika Serikat di front Irak dan Afghanistan. 

Dalam tahap pengembangan berikutnya, Falco berevolusi menjadi Falco Evo, yang dibekali dengan peluru kendali atau roket berpemandu (dua buah roket di bawah sayap). Yang tentu saja semakin menambah cakupan misi pesawat UAV buatan Italia ini. Falco Evo memiliki dimensi yang lebih besar dan mungkin juga lebih tangguh serta lebih mematikan di medan perang.

Pesawat Tanpa Awak/UAV
SELEX Galileo Falco
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) SELEX Galileo Falco


Karakteristik umum

Kapasitas muatan: 70 kg (154 lb)
Panjang: 5,25 m (17,2 kaki)
Rentang sayap: 7,2 m (23,6 kaki)
Tinggi: 1,8 m (5,9 kaki)
Maks. berat lepas landas : 420 kg (926 lb)
Mesin: 1 × Bensin , 65 hp (48 kW )

Performa

Kecepatan maksimum: 216 km / jam (134 mph)
Plafon servis: 6.500 m (21.325 kaki)

Persenjataan

Pylon: 2 × sayap bawah dengan kapasitas 70 kg

Avionik

Komunikasi: Tautan data tahan-jamming, transmisi data waktu nyata, jangkauan signal> 200 km
Cakupan misi:
Kamera resolusi tinggi, pencitraan termal, pencitraan hiperspektral , TV berwarna, EO
Radar: 
Rana aperture sintetis, radar pengawas maritim
Sistem Penargetan: Laser designator

Lainnya: 

Peralatan pengukur elektronik, sensor NBC, peralatan perlindungan diri (dispenser pengecoh infra merah maupun radar/flare)

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - SELEX Galileo Falco, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Pesawat Tanpa Awak 
Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Ferdinan Peys
Wikipedia 
Beberapa sumber lain

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer, #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer, #pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, #Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson &Jhonson, #CanSino, #Omicron, #Rusia, #Ukraina, #Invasi Rusia-Ukraina

Jumat, 24 Januari 2020

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) SAGEM Sperwer


Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) SAGEM Sperwer
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 24 Januari 2020

Perang modern yang berkecamuk di Kawasan Afghanistan dan Irak memaksa UAV untuk terjun di barisan terdepan. Akibatnya, banyak perusahaan yang bersaing dalam bisnis militer yang sangat menggiurkan ini (dengan kontrak sipil tentu saja), seperti SAGEM Sperwer, perusahaan Prancis yang baru didirikan pada tahun 2002. 

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) SAGEM Sperwer
militerbanget.blogspot.com

Pesawat tanpa awak ini dikembangkan sebagai instrument atau alat pemantau jarak jauh, dan telah menjadi salah satu kekuatan penting dalam militer beberapa negara seperti Kanada (diberi kode Cu-161), Denmark, Prancis, Yunani, Belanda, Swedia (diberi kode UAV01 Owl), dan Amerika Serikat (Air National Guard). Namun Kanada, Denmark, Belanda, dan Swedia saat ini sudah me-nonaktifkan seluruh UAV yang ada dalam jajaran alutsista mereka.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Royal Small Arms Factory/Enfield Sten (STEN GUN)) 

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) SAGEM Sperwer
militerbanget.blogspot.com

UAV Sperwers tidak memiliki design yang se”cantik” dan futuristik seperti lazimnya pesawat UAV modern pada saat ini, karena UAV ini memang dirancang untuk menjalankan satu tipe misi saja, sehingga bentuk designnya dibuat seefesien mungkin. Bagian utama kabin pesawat berbentuk lempeng kotak segi empat, dengan bentuk hidung bundar, dan mengotak pada bagian badannya. Sirip vertikal miring juga terpasang pada bagian ekor. Bagian sayapnya menempel di bagian atas badan dengan sayap tambahan menempel di bagian belakang hidung. 

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) SAGEM Sperwer
militerbanget.blogspot.com

Mesinnya ditempatkan dalam sebuah kompartement di bagian buritan untuk memutar bilah propeller yang berjumlah empat helai. UAV ini menggunakan konfigurasi propeller pusher. Untuk peralatan optic dan juga berbagai instrument penunjang misi disimpan dalam kabin. UAV ini diluncurkan dengan menggunakan rel khusus, dan biasanya, untuk meningkatkan mobilitas, rel tersebut juga dapat dibawa oleh truk.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Medium / Medium Tank - M4 "SHERMAN")

Angkatan Darat Prancis hingga artikel ini ditulis masih mengoperasikan UAV ini dalam berbagai misi dan operasi, walaupun jumlahnya hanya tinggal beberapa unit saja.

Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) SAGEM Sperwer
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) SAGEM Sperwer


Rentang Sayap

Sperwer A: 4.20 m
Sperwer B: 6.8 m

Panjang

Sperwer A: 3.00 m
Sperwer B: 3.50 m

Kapasitas Angkut Beban

Sperwer A: 50 kg
Sperwer B: 100 kg

Kecepatan jelajah

Sperwer A: 175 km/jam
Sperwer B: 150 km/jam

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) SAGEM Sperwer, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu 

Sumber: 
Pesawat Tanpa Awak 
Unmanned Aerial Vehicle (UAV) 
By: Ferdinan Peys
army-technology.com 
Beberapa sumber lain

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer, #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer, #pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, #Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson &Jhonson, #CanSino, #Omicron, #Rusia, #Ukraina, #Invasi Rusia-Ukraina