Senin, 26 Januari 2026

KEDR, Pistol Mitraliur Mungil yang Dipeluk Polisi Rusia Sejak Era Soviet Runtuh (Bagian Pertama)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Senin, 26 Januari 2026

Sejarah, Desain, dan Ergonomi yang Tak Biasa

Jika Anda membayangkan polisi Rusia selalu bersenjata AK-47 seperti di film-film propaganda era Perang Dingin, maka berjalan-jalan di Moskow bisa menjadi pengalaman yang sedikit membingungkan. Di balik mantel tebal dan wajah dingin khas musim dingin Rusia, justru sering terselip sebuah senjata mungil berbentuk kotak—tanpa aura heroik, tanpa siluet agresif, dan nyaris tanpa kesan “menakutkan”. Nama senjata ini adalah PP-91 KEDR. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Senjata ini tidak garang seperti AK, tidak legendaris seperti SVD, dan jelas bukan senjata yang membuat orang berdecak kagum di pameran militer. Namun anehnya, justru senjata inilah yang bertahan paling lama di tangan aparat penegak hukum Rusia. Mengapa desain sederhana dari arsip lama Soviet ini bisa terus hidup, bahkan ketika teknologi senjata bergerak jauh ke depan? Jawabannya bukan soal kehebatan semata, melainkan soal kebutuhan, kompromi, dan realitas pahit tugas kepolisian di kota-kota Rusia—sebuah cerita yang mulai masuk akal di bagian pertama, dan baru benar-benar terasa getir di bagian kedua.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

1. Warisan Sang Maestro: Dari SVD ke KEDR

Nama "KEDR" sendiri sebenarnya adalah sebuah akronim dari Konstruktsiya Evgeniya DRagunova (Desain Evgeniy Dragunov). Ya, Anda tidak salah baca. Perancang senjata ini adalah orang yang sama di balik senapan runduk legendaris SVD Dragunov.

Namun, ada cerita menarik di balik kelahirannya. PP-91 KEDR bukanlah desain yang benar-benar baru saat diperkenalkan pada awal 1990-an. Sebenarnya, ini adalah "proyek lama yang bersemi kembali". Desain dasarnya berasal dari proyek PP-71 yang dikembangkan Dragunov pada awal 1970-an untuk personel militer Soviet. Saat itu, militer merasa belum membutuhkan pistol mitraliur, sehingga desain tersebut disimpan rapat-rapat di rak arsip.

Dua puluh tahun kemudian, saat Uni Soviet runtuh dan tingkat kriminalitas melonjak di Rusia, Kementerian Dalam Negeri (MVD) membutuhkan senjata yang kompak untuk pertempuran jarak dekat di lingkungan perkotaan. Mereka pun "meniup debu" dari cetak biru PP-71, memodifikasinya sedikit, dan lahirlah PP-91 KEDR yang kita kenal sekarang.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

2. Desain Sederhana, Efisiensi Maksimal

Salah satu alasan utama mengapa KEDR bisa diproduksi secara masif adalah konstruksinya yang sangat ekonomis. Senjata ini mengadopsi prinsip desain modular. Badannya (receiver) terbuat dari lembaran baja yang dipres atau dicetak tekan (stamped steel), bukan hasil tempaan mesin yang mahal.

Hal ini membuat biaya produksinya rendah dan bobotnya sangat ringan, hanya sekitar 1,57 kilogram (kondisi kosong, tanpa amunisi). Untuk senjata yang dibawa patroli seharian, berat senjata tentu menjadi faktor krusial bagi kenyamanan operator.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PP-91 KEDR
militerbanget.blogspot.com

Fitur teknis utama KEDR meliputi:

  • Laras: Memiliki panjang 15 cm yang dipres permanen ke badan senjata.
  • Popor: Menggunakan popor model lipat atas (top-folding stock) yang menyerupai kruk. Saat dilipat, senjata ini menjadi sangat ringkas, memudahkan personel untuk bermanuver di dalam kendaraan atau ruang sempit.
  • Magasin: Tersedia dalam kapasitas 20 dan 30 butir peluru.

Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Si Beruang Kini Bisa Melibas Target di Eropa dan Amerika dari Wilayah Rusia)

Secara teori, PP-91 KEDR tampak seperti senjata yang penuh kompromi: ringan tapi sulit dikendalikan, sederhana tapi minim kenyamanan, cepat tapi tidak selalu akurat. Senjata ini memang bukan solusi ideal, melainkan jawaban darurat yang kebetulan bertahan terlalu lama. Namun justru di situlah pertanyaan besarnya muncul—jika KEDR memiliki begitu banyak keterbatasan, mengapa senjata ini tetap dipertahankan hingga hari ini? Apakah ini sekadar soal anggaran dan kebiasaan lama, atau ada logika lain yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang benar-benar menghadapi ancaman di gang sempit, lift apartemen, dan mobil patroli yang sesak? Untuk menjawabnya, kita harus keluar dari meja gambar dan brosur teknis, lalu melihat bagaimana KEDR bekerja saat teori bertabrakan langsung dengan realitas jalanan Rusia—dan di situlah cerita sebenarnya baru dimulai.

(Bersambung ke Bagian 2...)

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
World of Submachine Gun 
Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar