Sabtu, 29 Mei 2021

Pesawat Tempur Superioritas Udara berbasis Kapal Induk / Carrier Based Air Superiority Fighter - Sukhoi Su-33 (Flanker D) - Bagian Pertama


Pesawat Tempur Superioritas Udara berbasis Kapal Induk / Carrier Based Air Superiority Fighter - Sukhoi Su-33 (Flanker D)
Pesawat Tempur Multiperan (Multirole Aircraft)
Sukhoi Su-33 (Flanker-D)
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Sabtu, 29 Mei 2021

Sukhoi Su-33 dirancang sebagai pesawat tempur yang berpangkalan pada kapal induk penjelajah berat milik Rusia Admiral Kuznetsov. Pesawat ini merupakan evolusi atau peningkatan berkesinambungan dari pesawat tempur Su-27. Awalnya varian kapal iniduk ini lebih dikenal sebagai Su-27K, tetapi kemudian Namanya diganti menjadi Su-33. Su-33 adalah pesawat tempur dengan peran utama sebagai pesawat tempur superioritas udara. Pesawat tempur varian kapal induk ini diberi kode identifikasi oleh NATO sebagai “Flanker-D”. Produksinya dimulai pada tahun 1985 di Uni Soviet. Su-33 berhasil melakukan penerbangan perdananya pada tahun 1987, tetapi baru resmi diperkenalkan kepada khalayak sebagai alutsista Angkatan Laut Rusia pada tahun 1998. Sayang, tampaknya produksi pesawat ini dihentikan pada tahun 1997.


Pesawat Tempur Superioritas Udara berbasis Kapal Induk / Carrier Based Air Superiority Fighter - Sukhoi Su-33 (Flanker D)
Pesawat Tempur Multiperan (Multirole Aircraft)
Sukhoi Su-33 (Flanker-D)
militerbanget.blogspot.com

Produksi pesawat ini berjalan lambat. penyebabnya adalah biaya riset dan pengembangan yang tinggi dan fakta bahwa Su-33 ini adalah pesawat berbasis di kapal induk. Saat ini Russian Naval Aviation mengoperasikan sekitar 24 pesawat berbasis kapal induk ini. Mengingat Rusia hanya memiliki satu unit kapal induk, jumlah yang ada ini sepertinya sudah lebih dari cukup.


Pesawat Tempur Superioritas Udara berbasis Kapal Induk / Carrier Based Air Superiority Fighter - Sukhoi Su-33 (Flanker D)
Pesawat Tempur Multiperan (Multirole Aircraft)
Sukhoi Su-33 (Flanker-D)
militerbanget.blogspot.com

Dan menurut satu informasi resmi, baru-baru ini Angkatan Laut Rusia memesan satu resimen pesawat tempur multi-peran Mikoyan MiG-29 varian kapal induk. Tampaknya Angkatan Laut Rusia lebih memilih untuk mengadopsi MiG-29K yang lebih ringan daripada Su-33 karena harganya yang lebih murah dan biaya servis yang juga lebih rendah. Walaupun performa MiG-29K tidak begitu mumpuni dan masih berada di bawah performa Su-33, tetapi, MiG-29 tetap dijadikan pilihan karena alasan anggaran.

Pesawat Tempur Superioritas Udara berbasis Kapal Induk / Carrier Based Air Superiority Fighter - Sukhoi Su-33 (Flanker D)
Pesawat Tempur Multiperan (Multirole Aircraft)
Sukhoi Su-33 (Flanker-D)
militerbanget.blogspot.com

Untuk beberapa waktu, Rusia mengusulkan supaya pesawat Su-33 dapat diekspor dan beberapa negosiasi yang potensial sedang dalam proses. Cina tertarik untuk mendapatkan beberapa unit pesawat tempur Sukhoi Su-33 untuk memperkuat kapal induk mereka. Pembelian 50 unit Sukhoi Su-33 dinegosiasikan senilai $ 2,5 miliar pada tahun 2006. Namun akhirnya negosiasi antara kedua negara tersebut gagal. Kesepakatan tersebut gagal ketika Cina diketahui melanggar perjanjian kekayaan intelektual (alias meniru atau menjiplak secara masif) dan mengembangkan versi mereka sendiri dari pesawat ini, yang dikenal sebagai Shenyang J-15.


Artikel ini dialihbahasa dan diadaptasi oleh: Tuntas Trisunu

Pesawat Tempur Superioritas Udara berbasis Kapal Induk / Carrier Based Air Superiority Fighter - Sukhoi Su-33 (Flanker D)
Pesawat Tempur Multiperan (Multirole Aircraft)
Sukhoi Su-33 (Flanker-D)
militerbanget.blogspot.com

Catatan Penulis:

Meskipun pengembangan Shenyang J-15 Tiongkok sering dianggap sebagai titik gesekan dalam hubungan pertahanan Rusia-Tiongkok karena isu kekayaan intelektual, hal ini menandai pergeseran penting dalam doktrin penerbangan angkatan laut global. Saat ini, Rusia dan Tiongkok telah melangkah maju dengan fokus pada pengembangan teknologi kapal induk yang lebih modern dan mandiri untuk memenuhi kebutuhan operasional masing-masing di masa depan.

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar