Jumat, 10 Agustus 2018

Pesawat Propeller Multi Peran / Multirole Propeller Airplane - Douglas Skyraider


Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 1
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Jum'at, 10 Agustus 2018

Pesawat ini seolah mampu menembus perubahan jaman, tetap berkibar pada saat dunia penerbangan (terutama pesawat tempur) sedang dilanda demam mesin jet untuk dapur pacunya. Skyraider tergolong salah satu pesawat militer terbaik di dunia. Pesawat ini dirancang pada era Perang Dunia ke II, dan direncanakan akan menggantikan posisi pesawat pembom tukik Douglas Dauntless, pesawat serang yang sangat kuat ini beraksi saat Perang Korea dan Perang Vietnam.

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless) 

Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 3
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Dari Era Perang Dunia II Hingga Perang Vietnam: Perjalanan Douglas Skyraider


Purwarupanya, XBT2D-1 terbang pertama kali pada 19 Maret 1945 dan pada bulan Februari 1946 menjadi AD-1 Skyraider, pesawat kursi tunggal terbesar pada saat itu. Dirancang menggunakan dapur pacu mesin wright R-3350, Skyraider diciptakan berdasarkan pengalaman bertempur di berbagai medan perang sebelumnya. Para perancang berusaha memenuhi keinginan operator yang menginginkan sebuah pesawat yang handal, yang dapat menahan serangan dalam batas-batas tertentu dan mampu membawa senjata dalam jumlah yang masif, baik dalam ragamnya maupun kuantitasnya. 

Berdasarkan pada syarat-syarat ini, maka dibuatlah pesawat skyraider dengan konfigurasi seperti pesawat tempur besar, dan Skyraider mampu membawa senjata dalam jumlah mengagumkan di pylon di bawah sayapnya yang dapat dilipat.


Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 5
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Setelah pengujian di kapal induk pada awal tahun 1946, Skyraider secara resmi berdinas di VA-19A pada bulan Desember 1946. Produksi terus dilakukan seiring dengan peningkatan kemampuannya, sehingga, setelah empat tahun dibuat, ada 22 versi yang muncul. Produksinya diteruskan selama 12 tahun dan saat dihentikan pada tahun 1957, sebanyak 3.180 unit Skyraider telah diproduksi dan diserahkan kepada US Navy.

Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 7
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Keunggulan Taktis Skyraider: Bertahan 10 Jam di Udara dan Angkut Senjata Masif


Perang Korea dianggap sebagai perangnya pesawat jet, tetapi Skyraider yang memiliki kemampuan durability atau ketahanan terbang berputar-putar selama 10 jam dan membawa senjata dalam kapasitas yang besar, dapat dikatakan lebih unggul bila dibandingkan dengan pesawat jet tempur waktu itu yang hanya mampu membawa persenjataan dengan jumlah terbatas serta durasi terbang yang singkat. Dan US Navy sangat mengandalkan sekaligus memaksimalkan kemampuan Skyraider ini untuk menunjang operasi atau pertempuran.


Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 9
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Varian dan Evolusi Peran Douglas Skyraider dari AD-1 Hingga A-1H


Salah satu versi yang muncul yaitu AD-2 ditingkatkan kapasitas bahan bakarnya termasuk memasang mesin yang lebih kuat, sedangkan AD-3 diperbaiki bentuk kanopinya dan perbaikan pada propeller serta roda pendaratnya. AD-4 bermesin R-3350 dengan kekuatan 2.700hp dan meningkatkan kapasitas angkutnya, AD-4W merupakan versi Airborne Early Warning berawak tiga orang (digunakan oleh Fleet Air Arm), sedangkan AD-5 berawak empat orang dan merupakan versi multi tugas. Skyraider lalu ditingkatkan lagi kekuatan strukturnya agar dapat mampu membawa peralatan dan senjata yang lebih banyak, dan Skyraider  AD-5 dapat lepas landas dengan bobot total 11,35 ton. 

Skyraider  AD-5 dapat difungsikan juga sebagai pesawat evakuasi atau pesawat angkut dengan kapasitas angkut mencapai 12 pasukan. Skyraider AD-6 merupakan versi serang yang lebih canggih, sedangkan AD-7 memiliki mesin dengan kekuatan 3.050hp dengan struktur sayap dan roda pendarat yang telah ditingkatkan kekuatannya.

Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 11
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Peran Penting di Perang Vietnam: Dukungan Udara Dekat dan Duel Lawan MiG-17


AD-4N dipakai oleh Armee dl’Air di Aljazair dan dipensiunkan pada tahun 1955. Saat Amerika Serikat terlibat dalam Perang Vietnam, terbukti bahwa Skyraider sangat cocok untuk tugas Close Air Support, khususnya bila harus menghadapi target darat yang sulit dihancurkan. Lagi-lagi kemampuan terbang berputar-putar dalam waktu lama dan menahan serangan membuatnya pilihan terbaik jika harus berperang dalam kondisi seperti ini. 

Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 13
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Baik USAF, Navy, dan Marine Corps menggunakan Skyraider di Vietnam termasuk pula Angkatan Udara Vietnam Selatan. Pesawat ini ditugaskan sebagai Forward Air Control (FAC), pengawal helicopter, dan dukungan SAR. Walaupun tidak bertempur di udara (dogfight), Skyraider diperlengkapi dengan empat kanon 20mm di sayap, dan tercatat ada satu pilot Skyraider US Navy yang berhasil menembak jatuh setidaknya dua pesawat tempur jet MIG-17 saat Perang Vietnam.


Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 15
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1962, registrasi pesawat ini mengalami perubahan, sehingga AD-5 menjadi A-1E, AD-5N menjadi A-1G, sedangkan AD-6 dan AD-7 masing-masing menjadi A-1H dan A-2J.

Sama seperti Inggris dan Prancis, Skyraider juga diberikan kepada Chad dan digunakan untuk bertempur pada akhir tahun 1970-an. Skyraider dioperasikan di era ketika pesawat bermesin piston dianggap sudah kuno dan ketinggalan jaman, tetapi kenyataannya, pesawat ini terus bertempur selama lebih dari seperempat abad.

Pesawat Propeller Multi Peran (Multirole Propeller Airplane) - Douglas Skyrider 17
Pesawat Propeller Multiperan
Multirole Propeller Airplane
Douglas Skyrider
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Propeller Multi Peran / Multirole Propeller Airplane - Douglas Skyraider A-1H (AD-6) Skyraider


Informasi umum

  • Tipe Pesawat: Pesawat bomber, Close Air Support, multi peran
  • Terbang Perdana: 19 Maret 1945 (Purwarupa XBTD-1)
  • Kru: 2 Orang
  • Bobot: 5.433 kg (Kosong), MTOW: 11.530 kg

Dimensi 

  • Panjang Pesawat: 11,84 m 
  • Bentangan sayap: 15,25 m
  • Tinggi: 4,76 m

Persenjataan 

  • Untuk sasaran darat: 2 x 2 kanon kaliber 20mm, berbagai persenjataan & bom sampai dengan 3.632kg

Dapur pacu 

  • 1 X Wright 2.700hp R-3350-26WA radial piston engine.

Performa  

  • Kecepatan maksimum: 518 km/jam
  • Kecepatan patroli: - km/jam
  • Ketinggian operasional maksimum: 8.692 m
  • Ketahanan terbang dalam patroli: 10 jam
  • Jarak jelajah maksimum: 2.216 km
  • Kecepatan menanjak: 870m/menit

Demikianlah artikel tentang Pesawat Propeller Multi Peran / Multirole Propeller Airplane - Douglas Skyraider, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber: 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

1 komentar: