Minggu, 14 Maret 2021

"Sahabat" Pasukan Infantri Mekanis Rusia - Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena


Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena 1
Sistem Mortir Swagerak - 2S31 Vena
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 14 Maret 2021

Sistem mortir self-propelled 2S31 Vena (vena) diluncurkan pada tahun 1997. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung formasi manuver pasukan infanteri mekanis. Sistem mortir 2S31 Vena telah diujicobakan oleh Angkatan Darat Rusia. Namun produksi skala kecilnya baru dimulai pada tahun 2013. Sebanyak 15 unit telah diekspor ke Azerbaijan.

Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena 3
Sistem Mortir Swagerak - 2S31 Vena
militerbanget.blogspot.com

Daya Gempur 2S31 Vena: Kombinasi Meriam dan Mortir 120mm yang Mematikan


Mortir Swagerak Vena 2S31 dibekali dengan senjata utama berupa meriam/mortir kaliber 120mm. Meriam/mortir ini adalah pengembangan lebih lanjut dari meriam 2A51, yang menjadi senjata utama pada 2S9 Nona-S. Vena 2S31 memiliki jarak tembak yang lebih jauh dibandingkan dengan 2S9 Nona-S, walaupun menggunakan amunisi yang sama. Sistem mortir ini dapat digunakan sebagai mortir atau howitzer, dan dapat digunakan untuk tembakan langsung atau tidak langsung. 

Jarak tembak maksimum adalah 7,2 km dengan amunisi mortir dan 13 km dengan amunisi spesifikasi meriam. Berbagai amunisi dapat digunakan, termasuk HEAT, HE-FRAG, atau amunisi asap. Vena kompatibel dengan semua tipe amunisi, yang dikembangkan untuk sistem meriam/mortir gabungan kaliber 120 mm standar eks Uni Soviet atau Rusia. Alutsista ini juga dapat menembakkan mortir kaliber 120mm. Untuk serangan presisi terhadap target lapis baja, 2S31 menggunakan amunisi presisi berpemandu Kitolov-2M.

Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin kaliber 7,62 mm yang dikendalikan dengan remote. Senjata sekunder ini dipasang di atas atap.

Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena 5
Sistem Mortir Swagerak - 2S31 Vena
militerbanget.blogspot.com

Akurasi Presisi: Sistem Kendali Tembak Canggih dan Proteksi Maksimal


Pada saat peluncurannya, Vena dilengkapi dengan sistem kendali penembakan yang sangat canggih, yang memastikan kemungkinan akurasi tembakan fase pertama yang tinggi. Sistem pengendalian penembakan meliputi sistem pengintaian, akuisisi target, navigasi dan pemosisian.

Lapisan proteksi dari 2S31 Vena mampu memberikan perlindungan terhadap hantaman senjata kaliber kecil dan fragmentasi peluru artileri. Kendaraan dilengkapi dengan perlindungan NBC dan sistem pencegah kebakaran otomatis.

Kendaraan ini diawaki oleh empat orang kru, terdiri dari komandan, juru tembak, juru muat amunisi dan pengemudi.

Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena 7
Sistem Mortir Swagerak - 2S31 Vena
militerbanget.blogspot.com

Mobilitas Tanpa Batas: Perpaduan Sasis BMP-3 dan Kemampuan Amfibi Penuh


Sistem mortir 2S31 Vena didasarkan pada sasis BMP-3 IFV yang banyak dimodifikasi. Alutsista ini mengandalkan penggerak dari mesin diesel UTD-29, yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 500 tenaga kuda. Alutsista Vena memiliki kemampuan amfibi. Pada saat melaju di air, alutsista ini didorong oleh dua mesin waterjets.


Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena 9
Sistem Mortir Swagerak - 2S31 Vena
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Sistem Mortir Swagerak / Self Propelled Mortar System 120mm - 2S31 Vena


Informasi umum

  • Asal negara: Rusia
  • Operasional aktif: 2013
  • Awak: 4 orang

Dimensi dan berat

  • Bobot: ~ 19,5 ton
  • Panjang (sampai ujung meriam): 7,4 m
  • Panjang lambung: 6,75 m
  • Lebar: 3,15 m
  • Tinggi: ?

Persenjataan dan performa

  • Senjata utama: Meriam / mortir kaliber 120mm
  • Senjata mesin: 1 x kaliber 7,62mm
  • Berat proyektil: 17,3 kg
  • Jarak tembak maksimum: 7,2 - 13 km
  • Rate of fire maksimum: 8 - 10 rpm
  • Kisaran ketinggian senjata utama: - 4 hingga + 80 derajat
  • Rotasi senjata utama: 360 derajat

Kapasitas amunisi

  • Senjata utama: 70 peluru
  • Senjata sekunder: 500 peluru

Mobilitas

  • Mesin: UTD-29 diesel
  • Tenaga mesin: 500 hp
  • Kecepatan maksimum (jalan raya): 70 km/jam
  • Kecepatan melaju di air: 10 km / jam
  • Jarak jelajah maksimum: 600 km

Kemampuan manuver

  • Tanjakan: 60 derajat
  • Kemiringan samping: 30 derajat
  • Halangan vertical: 0.8 m
  • Halangan parit: 2,5 m
  • Kemampuan amfibi: Penuh

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar