Rabu, 01 Juli 2020

Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook


Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 1 Juli 2020

Pada saat  perang Vietnam berkecamuk, pihak militer AS mengambil pelajaran yang sangat berharga, yaitu kebutuhan akan sarana angkut udara yang berkapasitas angkut besar dan dapat tinggal landas maupun mendarat secara vertical merupakan suatu hal yang sangat vital.

Hal ini dikarenakan medan di Vietnam tidak memungkinkan untuk dibangun landasan pesawat di setiap pangkalan yang letaknya boleh dikatakan berjauhan, dan sarana perhubungan melalui darat juga kurang begitu baik.

Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
militerbanget.blogspot.com

Atas dasar kebutuhan tersebut pihak Angkatan Darat AS membuat suatu perencanaan rancang bangun sarana transport udara dengan dasar pilihan pada pesawat helikopter. Perencanaan ini juga dilakukan oleh pihak angkatan laut untuk memenuhi kebutuhan korps marinir.

Pilihan akhirnya jatuh pada konsep yang diajukan oleh pabrik Boeing Vertol Company. Pada bulan April 1958 diterbangkan model yang pertama yaitu model 107 (H-46 predecessor), dan pada bulan Mei 1959 pihak AD memutuskan untuk memilih CH-47 Chinook, helikopter dengan baling-baling ganda (tandem). Pada bulan September 1961 pihak AD melakukan uji terbang atas purwarupa helikopter Chinook YHC-1B, dan pihak AL menandatangani kontrak untuk CH-46A.

Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
militerbanget.blogspot.com

CH-46 yang diberi nama Sea Knight merupakan produksi helikopter Boeing yang pertama kali mempergunakan dapur pacu mesin turbin gas. Antara tahun 1960 sampai dengan 1971 telah dibuat sebanyak 620 unit CH-46 dengan berbagai versi, baik untuk kebutuhan militer maupun untuk kebutuhan sipil. Kapasitas angkut helikopter CH-46 adalah tiga orang awak dan 25 personel dengan perlengkapan penuh. Pihak AL dan Korps Marinir menggunakan helikopter ini sebagai sarana transportasi pendukung selain untuk mengangkut personel juga untuk mengangkut berbagai muatan termasuk bahan bakar, logistik, dan senjata. CH-46 yang dipergunakan terdiri dari berbagai model seperti CH-46A, HH-46A, UH-46A, CH-46D, UH-46D dan CH-46E.

Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
militerbanget.blogspot.com

Chinook merupakan versi helikopter dengan rotor tandem pilihan angkatan darat. Ukuran dan bobotnya lebih besar sedikit dari CH-46 Sea Knight. Seperti halnya pada CH-46, ruang kabin terletak di antara dua unit rotor dengan ukuran kabin; panjang 9,19 meter, lebar 2,29 meter dan tinggi 1,98 meter.

Saat ini pihak Angkatan Darat AS memiliki 300 unit lebih versi CH-47A, 108 unit versi CH-47B dan 270 unit versi CH- 47C. Sejak bulan Oktober 1987 pihak AD memutuskan untuk melakukan peningkatan atas helikopter ini menjadi versi CH-47D. Versi CH-47D mempergunakan dua unit mesin turboshaft Lycoming T55-L-712 buatan pabrik Textron, dengan daya 7500 shp.

Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
militerbanget.blogspot.com

Bilah baling-baling terbuat dari bahan serat kaca (fiber-glass), masing masing unit baling-baling berdiameter 18,29 meter. Semula Chinook mampunyai batas kecepatan di angka 74 sampai 111 km/jam, tetapi setelah dilakukan peningkatan kecepatan maksimumnya dapat mencapai 213 km/jam, dan dapat beroperasi dalam segala cuaca (-54°C sampai +54°C), serta dapat membawa beban muatan seberat 11. 227 kg dan 33 personel pasukan dengan peralatan lengkap.

Di masa yang akan datang pihak Korps Marinir merencanakan untuk mengganti CH-46 Sea Knight dengan pesawat bersayap tetap dengan sistem tilt-rotor, yaitu  V-22 Osprey. 


Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Helikopter Angkut Boeing CH-47 Chinook


Karakteristik umum
Kru: 3 (pilot, kopilot, juru mesin)

Kapasitas:
33-55 tentara atau
12.700 kg kargo

Dimensi dan bobot
Panjang: 98 ft 10 in (30.1 m)
Diameter rotor: 60 ft 0 in (18.3 m)
Tinggi: 18 ft 11 in (5,7 m)
Area radius rotor: 5.600 ft 2 (2.800 ft 2 per disc rotor) (260 m 2)
Berat kosong: 23.400 lbs (10.185 kg)
Kapasitas muatan: 26.680 lbs (12.100 kg)
Berat lepas landas maksimum: 50.000 lbs (22,680 kg)

Dapur pacu: 2 × mesin Lycoming T55-GA-714A turboshaft, daya 4.733 hp (3.631 kW) masing-masing

Performa

Kecepatan maksimum: 170 knot (196 mph, 315 km/h)
Kecepatan jelajah: 130 kt (149 mph, 240 km/h)
Jarak jelajah maksimum: 400 nm (450 mil, 741 km)
Radius operasional: 200 nm (370,4 km)
Jangkauan terbang feri: 1.216 nm (1.400 mil, 2.252 km)
Elevasi operasional: 18.500 ft (5.640 m)
Kecepatan menanjak: 1.522 ft / min (7.73 m / s)
Disc pemuatan: 9,5 £ / ft 2 (47 kg / m 2 )
Rasio Daya/massa: 0,28 hp / lb (460 W / kg)

Persenjataan
sampai dengan 3 pintle dipasang senapan mesin menengah (1 pada loading ramp dan 2 di bahu jendela), umumnya 7,62 mm (0,308 in) M240 / FN MAG senapan mesin

Avionics
Rockwell Collins umum Avionics Arsitektur Sistem (CAAS) (MH-47G/CH-47F)

Artikel asli oleh: MUHAMMAD ALI HAROEN
Ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Majalah TEKNOLOGI & STRATEGI MILITER No. 27
2. Wikipedia

1 komentar:

  1. Kalau Indonesia apakah juga punya helikopter angkut semacam ini untuk digunakan di medan perang?

    Catering Semarang

    BalasHapus