![]() |
| Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab militerbanget.blogspot.com |
Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta, Jum'at, 20 Maret 2020
Dalam dunia artileri modern, nama AHS Krab mungkin tidak sepopuler PzH 2000 Jerman atau K9 Thunder Korea Selatan. Namun jangan salah—howitzer swagerak asal Polandia ini adalah contoh sempurna bagaimana sebuah program alutsista yang nyaris “gagal napas” justru bangkit dan membuktikan nilainya di medan perang nyata.

Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com
Dari Ambisi Besar ke Jalan Terjal

militerbanget.blogspot.com
Program AHS Krab berawal dari kebutuhan Angkatan Darat Polandia akan artileri swagerak modern yang menggunakan amunisi kaliber standar NATO. Dalam kompetisi internasional, desain Krab—yang kala itu melibatkan BAE Land Systems—keluar sebagai pemenang. Target awalnya ambisius: sekitar 130 unit howitzer untuk modernisasi kekuatan artileri nasional.
Namun realitas industri pertahanan jarang berjalan lurus. Pesanan awal yang direncanakan terealisasi pada 2008 justru terhambat oleh skandal korupsi internal di Departemen Pertahanan Polandia. Program melambat, produksi tersendat, dan masa depan Krab sempat terlihat abu-abu. Dari 24 unit yang dipesan, hanya delapan yang berhasil dikirim hingga 2012.
Pada titik ini, Krab bukan hanya diuji secara teknis, tapi juga secara politis dan industrial.

Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com
Turret Inggris, Otak Polandia

militerbanget.blogspot.com
Salah satu kekuatan utama Krab terletak pada turret-nya, yang nyaris identik dengan turret AS90 Braveheart milik Inggris. Turret ini diproduksi di Polandia berdasarkan lisensi, dan dipersenjatai dengan howitzer 155 mm/L52, sepenuhnya kompatibel dengan amunisi standar NATO.
Dengan sistem pengisian otomatis dan modular, Krab mampu menembakkan:
18 peluru dalam 3 menit (mode cepat)
2 peluru per menit secara berkelanjutan
Jangkauan tembaknya mencapai:
30 km dengan proyektil HE-FRAG standar
40 km dengan amunisi roket atau Excalibur berpemandu
Kapasitas amunisi internal mencapai 60 peluru, menjadikannya platform yang siap bertempur tanpa terlalu bergantung pada kendaraan perbekalan di fase awal pertempuran.

Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com
Masalah Sasis dan Solusi Korea Selatan

militerbanget.blogspot.com
Masalah terbesar Krab justru datang dari bawah turret: sasis. Awalnya, Krab menggunakan sasis tank PT-91 Twardy dengan mesin diesel S-12U bertenaga 850 hp. Sayangnya, produksi mesin ini dihentikan pada 2012. Upaya mengganti mesin dengan MTU Jerman pun gagal karena masalah kompatibilitas ruang mesin.
Solusinya datang dari Korea Selatan.
Pada 2014, Polandia memutuskan untuk mengadopsi sasis K9 Thunder buatan Korea Selatan—platform yang sudah terbukti andal dan juga menjadi basis howitzer T-155 Firtina Turki. Keputusan ini terbukti krusial. Sasis baru pertama selesai pada 2015, dengan rencana produksi 36 unit di Korea Selatan dan 84 unit di Polandia.
Inilah titik balik Krab: dari proyek bermasalah menjadi sistem tempur matang.
Siap Tempur dan Terbukti di Ukraina
Sejak resmi operasional pada 2016, AHS Krab menjadi tulang punggung artileri Polandia. Konfigurasi satu baterai Krab terdiri dari:
6 unit howitzer Krab
2 kendaraan logistik amunisi (Star 1466 6×6)
Kendaraan pemeliharaan Waran
Kendaraan C3I Azalia
Reputasi Krab melonjak drastis setelah digunakan oleh Angkatan Darat Ukraina dalam perang melawan Rusia. Di medan tempur intens, Krab membuktikan keandalan, akurasi, dan daya tahannya—sebuah validasi yang tidak bisa dibeli dengan brosur pameran alutsista.

Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com
Spesifikasi Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer AHS Krab

militerbanget.blogspot.com
Jenis: Artileri swagerak
Asal negara: Polandia
Catatan operasional
Operasional aktif: 2016 – sekarang
Negara pengguna (Operator)
Angkatan Darat Polandia
Angkatan Darat Ukraina
Perang Rusia ke Ukraina
Riwayat produksi
Perancang
Huta Stalowa Wola
BAE Systems
Samsung Techwin
Dirancang: Tahun 1997–2016
Pabrikan: Huta Stalowa Wola
Biaya per unit: US$11,45 juta (perkiraan)
Diproduksi: 2008 – sekarang
Spesifikasi
Bobot: 48 ton (47 ton panjang; 53 ton pendek)
Panjang: 12,1 m (39 kaki 8 inci)
Panjang laras: 8,06 m (26 kaki 5 inci) L/52
Lebar: 3,63 m (11 kaki 11 inci)
Tinggi: 3 m (9 kaki 10 inci) ke atap menara
Awak: 5 orang
Kaliber: 155 mm (6,1 inci)
Sudut senjata utama: +70° (1244 mil)/-3,5° (-62 mil)
Rotasi senjata utama: 360° (6400 mil)
Laju tembakan
2 tembakan/menit berkelanjutan
18 tembakan/3 menit cepat
Jangkauan tembak maksimum
base bleed: 30 km (19 mi)
Excalibur: 40 km (25 mil)
Ptoteksi: Lapisan baja ketebalan max 16 mm (0,63 inci)
Persenjataan utama
1 x Meriam howitzer 155 mm/52 kaliber dengan kapasitas 40 peluru (29 di turret, 11 di lambung)
Persenjataan sekunder
WKM-B .50 BMG
Dapur pacu: Mesin STX / MTU Friedrichshafen MT881Ka-500 Mesin diesel 8 silinder berpendingin air 750 kW (1.000 hp)
Penggerak: Track
Transmisi:
SNT Dynamics / Allison Transmission X1100-5A3
4 gigi maju, 2 gigi mundur
Suspensi: Unit Suspensi Hidropneumatik (HSU) Mottrol /Horstman
Jangkauan operasional: 400 km (250 mil)
Kecepatan maksimum
60 km/jam (37 mph) di jalan raya
Kecepatan 30 km/jam (19 mph) di luar jalan raya
Kesimpulan
AHS Krab adalah bukti bahwa ketahanan sebuah program alutsista tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tapi juga oleh keputusan strategis yang tepat. Dengan menggabungkan turret Barat, sistem kendali Polandia, dan sasis Korea Selatan, Krab menjelma menjadi howitzer modern yang bukan hanya “siap perang”, tetapi sudah perang—dan selamat.
Sumber:
Military-today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:
Posting Komentar