Jumat, 27 Juli 2018

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless


Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 1
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 27 Juli 2018

Lahir dari Kebutuhan akan Presisi


Pada saat Perang Dunia ke II berkecamuk, pemboman dengan ketepatan tinggi (presisi) menjadi hal yang diidam-idamkan oleh negara-negara yang terlibat pada perang tersebut. Pada era itu, teknologi bom tidaklah seperti sekarang. Ketepatan jatuhnya bom pada sasaran dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kecepatan angin, tingkat kerapatan udara, dan lain-lain. efeknya, tingkat perkenaan bom terhadap target sangat kecil, dikisaran 30% saja. Itupun hanya berlaku untuk sasaran yang stasioner atau sasaran diam, jika sasaran bergerak (seperti tank dan kapal laut) maka prosentase tingkat perkenaannya menjadi lebih kecil lagi. 

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 2
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Untuk mensiasatinya, diciptakanlah pesawat pembom tukik (dive bomber) untuk pemboman presisi. Pada saat Perang Dunia ke II, ada beberapa pesawat pembom tukik yang kesohor dan terbukti karena presisinya. Sebut saja Ju-87 Stuka dari Jerman, atau D3A Aichi dari Jepang, dan Dauntless dari Amerika Serikat.


Dauntless adalah pembom tukik paling sukses racikan dari Amerika Serikat pada era Perang Dunia ke II, kisahnya dimulai pada saat pabrikan Northrop menyerahkan proposal pada tahun 1934 untuk merancang bangun pesawat pembom tukik yang baru untuk US Navy berbasis pesawat pembom/serang ringan Northrop A-17.


Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 3
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Evolusi Douglas Dauntless: Dari XBT-1 hingga SBD-6


Satu purwarupa dipesan dan terbang perdana pada bulan Juli 1935 lalu diberi regristrasi XBT-1. Setelah beberapa tahap pengujian, dipesan 54 unit model BT-1. 

Produksi pertama ini diperkuat dengan mesin Wright R-1535-94 825 Hp. Tetapi, produksi terakhir diperkuat dengan mesin R-11820-32 1.000hp dan diberi registrasi XBT-2. Modifikasi berikutnya dilakukan dan setelah Northtrop Corporation menjadi divisi Douglas pada bulan Agustus 1937, pesawat diberi registrasi baru XSBD-1.

Pada bulan Juni 1940 US Marine Corps menerima 57 unit Dauntless SBD-1 dengan ciri khasnya memiliki perforated flap berukuran besar. Beberapa minggu kemudian, US Navy memesan 82 unit pesawat SBD-2 yang memiliki tangki bahan bakar dengan kapasitas yang lebih besar, lapisan baja proteksi pada kokpit, dan juga fitur autopilot. 

Setelah modifikasi berikutnya, US Navy menerima lebih dari 40 unit pesawat pembom tukik SBD-3 saat musim panas tahun 1941. Pada akhir tahun 1941, Dauntless membentuk elemen serang grup udara armada kapal induk US Navy untuk penempatan tugas tempur di Palagan Pasifik. 

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 4
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Taji di Palagan Pasifik: Aksi Tempur SBD Dauntless


Setelah Jepang menyerang Pearl Harbor, SBD dioperasikan dari kapal induk Lexington dan Yorktown pada awal 1942. Pembom tukik ini melaksanakan operasi ofensif menghadapi kapal musuh dan instalasi pertahanan pantai milik Jepang saat Battle of Coral Sea. 

Pada pertempuran ini, SBD bersama-sama pembom torpedo Douglas TBD Devastator berhasil menyerang dan menenggelamkan kapal induk ringan Jepang Shoho dan merusak kapal induk armada Shokaku. 

Aksi ini diikuti lagi pada bulan Juni 1942 saat battle of Midway, SBD Dauntless milik kapal induk Enterprise, Hornet, dan Yorktown menjadi kunci sukses penenggelaman kapal induk Jepang Akagi, Kaga, dan Soryu, serta berhasil menimbulkan kerusakan parah pada kapal induk Hiryu, sehingga terpaksa dikaramkan. 

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 5
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Titik Balik Perang Pasifik


Saat berakhirnya pertempuran itu, Jepang telah kehilangan armada kapal induk terpentingnya di Pasifik (yang kemudian menjadi titik balik dari perang Pasifik, dimana Jepang kehilangan superioritasnya terhadap Sekutu).

Pada bulan oktober 1942 SBD-4 hadir, dilengkapi dengan radar dan alat-alat navigasi radio. Diikuti kemudian dengan SBD-5 yang diproduksi lebih banyak dengan mesin yang lebih kuat, yaitu sekitar 1.200hp. Satu unit SBD-5 dibekali dapur pacu mesin R-1820-66 dengan kekuatan 1.350hp untuk digunakan sebagai purwarupa SBD-6, sekaligus menjadi versi Dauntless terakhir yang diproduksi dan muncul pertama kali tahun 1944

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 6
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless


Karakteristik umum

  • Terbang Perdana: Juli 1935
  • Kru: Dua (Pilot & Gunner)

Dimensi dan Berat (Bobot)

  • Panjang: 10,09 m 
  • Bentang sayap: 12,66 m 
  • Tinggi: 4,14 m 
  • Luas area sayap: 30.19 m² 
  • Aspek rasio: -
  • Berat kosong: 2.963 kg 
  • Max. berat lepas landas : 4858 kg 

  • Mesin: 1 × Wright 1200hp R-1820-60 Cyclone -cylinder radial engine

Performa

  • Kecepatan maksimum: 410 km/jam
  • Jarak tempuh Maksimum: 2.519 km 
  • Ketinggian Maksimum: 7.786 m 
  • Kecepatan menanjak: s/d 457 m per menit

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless 7
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Douglas SBD-5 Dauntless
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan

  • 2 x 12.7mm fixed forward firing machine gun diatas mesin
  • 2 x 7.62mm machine gun di belakang kokpit (flexible)
  • Bom sampai dengan 1.021 kg

Demikianlah artikel yang berjudul "Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Douglas SBD-5 Dauntless", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
wikipedia
Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar