![]() |
| Pistol Mitraliur/Submachine Gun Thompson M1928/M1A1 militerbanget.blogspot.com |
Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 7 April 2018
Dari Layar Perak 'Saving Private Ryan' ke Ganasnya Medan Tempur Jarak Dekat
Kali ini, yang akan dibahas adalah satu pistol mitraliur yang sangat “populer” dikalangan penyuka dan pengamat dunia kemiliteran. Kemunculan paling “hits” dari senjata ini, adalah saat senjata ini digunakan oleh aktor kawakan Tom Hanks, yang memerankan “Kapten Miller” dalam film yang sangat tenar dan fenomenal saat kemunculannya: “Saving Private Ryan”.
Film yang berlatar belakang era Perang Dunia II ini bertutur tentang satu misi independent yang harus dilakoni oleh tim kecil yang dipimpin oleh Kapten Miller. Dalam film ini, kemunculan pistol mitraliur ini memang terasa sangat menonjol, karena hanya digunakan oleh Kapten Miller saja, sedangkan anggota tim yang lain menggunakan senapan M1 Garrand, BAR, M1 Carbine serta beberapa tipe senjata lain.
(Baca artikel yang sangat menarik tentang Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARRAND (BAGIAN 1))

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com
Sejarah Sang 'Annihilator': Mengapa Pistol Mitraliur Ini Sempat Diremehkan Militer?

Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com
Walaupun senjata ini terkesan sangat ringkas, namun kenyataannya, di awal kemunculannya, senjata ini sempat “dipandang sebelah mata” alias tidak mendapat respon yang positif. Pihak militer pada saat itu, tidak terlalu tertarik, karena menilai senjata tipe pistol mitraliur tidak cocok untuk menjadi senjata dalam medan perang. Pola pikir dari kebanyakan petinggi militer masih menganut pola pikir tradisional, dimana kekuatan dan jarak tembak masih menjadi unsur utama dari senjata organik militer.
![]() |
| Pistol Mitraliur/Submachine Gun Thompson M1928/M1A1 militerbanget.blogspot.com |
Saat perang berubah menjadi perang jarak dekat (seperti perang urban di perkotaan), terbukti, ternyata senapan standar saat itu, yang memiliki dimensi yang panjang, kedodoran saat diajak berduel dalam model pertempuran jarak dekat.
Keteteran, karena dimensi senapan yang panjang, sangat menyulitkan pasukan dalam bermanuver, belum lagi mode penembakan yang masih menganut system tembakan tunggal (semi otomatis), atau bahkan bolt action. Alhasil, senjata yang cocok untuk moda pertempuran tersebut, adalah submachine gun atau pistol mitraliur seperti Thompson ini.
(Baca artikel yang sangat menarik tentang Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARRAND (BAGIAN 2))

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com
Evolusi Thompson M1928/M1A1: Senjata Penentu Taktik Infanteri di Perang Dunia II

Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com
Dikembangkan sebagai solusi untuk model perang parit, Thompson SMG sebenarnya sudah operasional pada tahun 1917, namun karirnya menghilang ketika Perang Dunia I selesai. Oleh karena itu, proyek senjata yang pada awalnya dikenal sebagai “Annihilator”, kemudian dilanjutkan sebagai “Thompson submachine gun", dengan menterakan nama penciptanya. Akibat kurangnya minat militer, Thompson SMG dijual kepada banyak pihak, baik aparat pemerintahan seperti kantor pos dan kepolisian sampai kolektor sipil dan juga gangster.
Demikianlah artikel yang berjudul "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1 (Bagian Pertama)", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul: "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1 (Bagian Kedua)".
Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh
Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe
Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi
Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN
Wikipedia
Beberapa sumber lain


Tidak ada komentar:
Posting Komentar