Jumat, 26 Januari 2018

Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"


Pesawat Pembom Berat (Heavy Bomber) - Focke Wulf Fw 200 "Condor"
Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 26 Januari 2018

Di jagat penerbangan tahun 1930-an, nama Focke-Wulf Fw-200 "Condor" sempat menjadi buah bibir khalayak. Pesawat berkonfigurasi empat mesin ini bukan sekadar alat transportasi biasa; pesawat ini adalah pembuktian ambisi Jerman. Pada tanggal 10 Agustus 1938, Condor berhasil mencetak sejarah dengan terbang non-stop dari Berlin ke New York selama 24 jam 56 menit. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk masanya.

Pesawat Pembom Berat (Heavy Bomber) - Focke Wulf Fw 200 "Condor"
Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Lahir dari Tangan Dingin


Fw-200 pertama kali mengangkasa pada Juli 1937. Proyek ini dikembangkan oleh Bansemir, yang mengambil tongkat estafet dari sang maestro desain, Kurt Tank. Sebagai pesawat sipil, Condor adalah lambang kemewahan dan efisiensi, mampu membawa 25 penumpang dengan daya jelajah mencapai 3.000 km. Namun, pecahnya perang dunia mengubah nasib burung besi ini dari pengangkut penumpang menjadi mesin perang.

Pesawat Pembom Berat (Heavy Bomber) - Focke Wulf Fw 200 "Condor"
Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Transformasi Menjadi "Si Buncit" yang Mematikan


Saat dialihfungsikan menjadi pesawat militer, Fw-200 dirancang sebagai pesawat angkut yang multifungsi. Untuk memenuhi kebutuhan taktis, badan pesawat diperbesar agar lebih leluasa, sayap dilengkapi dengan cantelan bom, dan bagian buritan dipasangi senapan mesin untuk pertahanan diri. Beberapa unit bahkan dilengkapi dengan radar.

Namun, modifikasi ini bukannya tanpa cela. Dimensinya yang membengkak membuat Condor terlihat "buncit" dan sering kali mengalami kendala saat mendarat. Sayangnya, masalah krusial ini seolah diabaikan oleh para petinggi militer Jerman saat itu.

Pesawat Pembom Berat (Heavy Bomber) - Focke Wulf Fw 200 "Condor"
Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Fw-200 sendiri hadir dalam tiga varian utama:


  • Fw-200A: Varian murni sipil yang digunakan oleh Lufthansa, DDL Denmark, hingga Syndicato Condor di Brasil.

  • Fw-200B & C: Varian militer yang bertugas sebagai pembom, pengintai, hingga pengangkut VIP. Bahkan, Hitler tercatat menggunakan Fw-200 V-1 sebagai pesawat pribadinya.

Pesawat Pembom Berat (Heavy Bomber) - Focke Wulf Fw 200 "Condor"
Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Dilema Strategis yang Terabaikan


Meskipun memiliki potensi sebagai pembom strategis yang handal, Condor tidak pernah benar-benar menjadi tulang punggung Luftwaffe. Petinggi militer Jerman saat itu terlalu terpaku pada doktrin Blitzkrieg dan taktik jarak pendek seperti Ju-87 Stuka atau Ju-88.

Pesawat Pembom Berat (Heavy Bomber) - Focke Wulf Fw 200 "Condor"
Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Ironis memang. Jika Luftwaffe memiliki visi yang lebih luas untuk mengembangkan Condor sebagai pembom maritim jarak jauh dengan radar yang mumpuni sejak awal, jalannya "Pertempuran Atlantik" mungkin akan jauh berbeda. Condor, yang sebenarnya bisa menjadi senjata pamungkas untuk memutus rantai logistik Sekutu di Atlantik, justru dianggap sebagai "anak tiri" yang hanya menjadi pengisi celah di daftar intaris alutsista Jerman.

Kegagalan ini memberi kita pelajaran berharga: sehebat apa pun sebuah teknologi, ia akan selalu terbatas jika tidak didukung oleh visi strategis penggunanya. Fw-200 bukan hanya sekadar mesin perang; ia adalah monumen bagi potensi besar yang terbuang sia-sia akibat ego dan ketidaktahuan para pengambil kebijakan.

Pesawat Pembom Berat
Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor"


Jenis: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber, transport
Kru: lima orang
Kapasitas: 30 personel bersenjata lengkap dalam konfigurasi transport

Dimensi dan Bobot Operasional

  • Panjang: 23,45 m (76 kaki 11 inci)
  • Rentang Sayap: 32,85 m (107 kaki 9 in)
  • Tinggi: 6,3 m (20 kaki 8 inci)
  • Luas area sayap: 119,85 m 2 (1.290,1 kaki persegi)
  • Berat kosong: 17.005 kg (37.490 lb)
  • Berat lepas landas maks: 22.714 kg (50.076 lb)

Dapur pacu dan propeller

  • Dapur pacu: Mesin piston radial berpendingin udara 4 × Bramo 323R-2 9 silinder satu baris
  • Baling -baling: baling-baling variabel 3 bilah

Performa

  • Kecepatan maksimum: 380 km/jam (240 mph, 210 kn) pada elevasi 4.800 m (15.700 kaki)
  • Kecepatan jelajah: 335 km/jam (208 mph, 181 kn) pada elevasi 4.000 m (13.000 kaki) (Max cruise)
  • Jarak jelajah maksimum: 3.560 km (2.210 mi, 1.920 nmi)
  • Daya tahan terbang: 14 jam
  • Elevasi operasional: 6.000 m (20.000 kaki)

Persenjataan

Senjata proteksi 
  • 1 × Senapan mesin kaliber 7,92mm (0,312 in) MG 15 senapan mesin di Drehkranz D-30 di turret punggung dengan 1.125 peluru
  • Senapan mesin MG 131 1 × 13 mm (0,512 in.) Di turret punggung belakang dengan 1.000 butir peluru
  • Meriam MG 151 1 × 20 mm (0,787 in) dalam posisi gondola ventral depan dengan 800 peluru
  • Senapan mesin MG 15 1 × 7,92 mm (0,312 in.) Dalam posisi gondola ventral belakang dengan 750 peluru
  • Senapan mesin MG 15 2 × 7,92 mm (0,312 in.) Dalam dudukan fleksibel yang ditembakkan secara lateral, satu di setiap sisi badan pesawat dengan 1.500 butir peluru

Bom: Hingga 1.000 kilogram (2.200 lb) bom internal atau hingga 5.400 kg (11.900 lb) secara eksternal pada empat rak underwing PVC 1006 

Demikianlah artikel tentang Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Wikipedia

5 komentar:

  1. Artikel yang sangat menarik serta menambah wawasan! Great Job!

    BalasHapus
  2. Lumayan bagus....mantab lah mas ! Ditunggu karya lainnya...4 Jempol!

    BalasHapus
  3. Luar biasa, sungguh luar biasa! bentuk kreasi yang boleh dikatakan hasil cipta dari mahakarya!

    BalasHapus
  4. Ini benar-benar karya yang menarik!

    BalasHapus