Rabu, 23 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kedelapan)


Tank destroyer/Tank Perusak StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Rabu, 23 Oktober 2024

Tank perusak alias tank destroyer lansiran Jerman ini memang keberadaannya seakan samar, tidak seperti mesin perang milik Jerman lainnya di era Perang Dunia II. Walaupun tidak terlalu terkenal, tank perusak ini tetaplah menjadi bagian dari barisan alutsista Jerman yang cukup mematikan. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Ketujuh)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Tank destroyer/Tank Perusak StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan sekunder StuG IV terdiri dari satu (atau dua) senapan mesin MG 34/42 kaliber 7,92 mm dengan 500-600 butir amunisi. MG tidak ditembakkan dari dalam kendaraan, tetapi dipasang dengan perisai pelindung di bagian atas superstruktur, di sisi kanan. Perisai pelindung ini dapat dilipat ke bawah jika diperlukan. Selain itu, ada juga dua braket pemasangan yang berbeda untuk MG, tergantung pada apakah itu digunakan untuk melawan target darat atau udara.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Short Stirling)

Beberapa unit dari tank perusak ini dilengkapi dengan dudukan senapan mesin Rundumfeuer yang dioperasikan dari dalam kendaraan. Dudukan ini menyediakan radius tembak yang cukup luas. Selain itu, operator tidak perlu mengekspos dirinya terhadap tembakan saat menggunakan senapan mesin. Akan tetapi, penembak tetap perlu keluar untuk mengisi senapan mesin secara manual. Pemasangan senapan mesin ini memerlukan beberapa perubahan pada pintu darurat pemuat (harus diputar 90 derajat) sebelum dipasang ke kendaraan. Senapan mesin diproteksi dengan dua perisai kecil bersudut.

Tank destroyer/Tank Perusak StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Disebutkan pula bahwa, pada beberapa kesempatan langka, beberapa kendaraan tidak dilengkapi dengan senapan mesin dan terpaksa hanya menggunakan peluru berdaya ledak tinggi terhadap infanteri musuh, sementara beberapa kendaraan dilengkapi dengan senapan mesin koaksial yang ditembakkan oleh penembak. Senapan mesin ditembakkan melalui lubang yang dipotong di mantel senjata. Modifikasi ini hanya dilaksanakan dari bulan Juni hingga Oktober 1944 dan tidak jelas berapa unit kendaraan yang benar-benar dilengkapi dengan konfigurasi senapan mesin ini.

Sejumlah kecil StuG IV dilengkapi dengan Nahverteidigungswaffe (senjata pertahanan jarak dekat). Intinya, ini adalah pelontar granat jarak dekat yang akan digunakan melawan infanteri. Karena kekurangan senjata ini, penggunaan massal pada StuG IV tidak memungkinkan. Nahverteidigungswaffe ditempatkan di depan pintu keluar pemuat. Jika tidak dipasang, lubang tersebut ditutupi oleh penutup lapis baja.

Selain itu, para awak juga memiliki senjata pribadi untuk perlindungan. Senjata ini biasanya terdiri dari satu atau dua pucuk pistol mitraliur MP 40 dan terkadang senapan serbu 7,92 mm MP 44.

Tank destroyer/Tank Perusak StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Distribusi ke unit


StuG IV digunakan untuk melengkapi berbagai formasi Jerman. StuG IV digunakan untuk melengkapi unit senjata serbu yang dilengkapi dengan StuG III. Unit senjata serbu mana yang menerima StuG IV baru sulit untuk dipastikan, karena dokumen Jerman tidak membedakan antara kendaraan berbasis Panzer III dan IV. StuG IV yang diproduksi pertama kali diberikan kepada Brigade StuG ke-311 yang beroperasi di Front Timur.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank A10 Cruiser Tank Mark IIA)

Pada fase akhir perang, Divisi Infanteri Jerman dilengkapi dengan Panzer Jäger Abteilung yang berisi satu kompi meriam 7,5 cm PaK 40 (atau versi self-propelled, jika ada) dan satu kompi yang terdiri dari 14 tank perusak. Karena StuG IV tersedia dalam jumlah yang cukup, kendaraan ini juga dialokasikan ke Divisi Infanteri. Selama tahun 1944, jumlah tank perusak pada satu kompi dikurangi menjadi hanya 10 unit saja.

Tank destroyer/Tank Perusak StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Unit-unit lain, seperti Divisi Panzer, Volksgrenadier, dan Panzergrenadier juga menerima sejumlah kendaraan ini. Divisi Panzer Jerman pada awal tahun 1943 sangat kekurangan tank dan, untuk tujuan penggantian sementara, StuG III digunakan. Pada akhir tahun 1944 dan awal tahun 1945, untuk alasan yang sama, beberapa Divisi Panzer dilengkapi dengan kendaraan StuG IV sebagai pengganti tank yang hilang, karena tidak ada yang tersedia dalam jumlah yang cukup.

Terakhir, selama musim panas tahun 1944, unit-unit Waffen SS menerima sekitar 70 unit StuG IV. Misalnya, Divisi Panzergrenadier SS ke-17, karena jumlah tank yang tidak mencukupi, malah diperkuat dengan 42 unit StuG IV.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kedelapan). Artikel ini bersambung ke bagian kesembilan dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kesembilan)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer

Selasa, 22 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Ketujuh)


Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Selasa, 22 Oktober 2024

Tank destroyer dari Jerman ini memang eksistensinya tidak terlalu dikenal, tidak seperti alutsista Perang Dunia II milik Jerman yang lain. Walaupun tidak terlalu terkenal, tank perusak ini tetaplah menjadi bagian dari barisan alutsista Jerman yang cukup mematikan. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keenam)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Kru dan Radio


StuG IV memiliki empat awak, yang terdiri dari komandan, penembak, pengisi peluru, dan pengemudi. Pengemudi ditempatkan di sisi kiri depan badan kendaraan, di kompartemen pengemudi berbentuk kotak. Tepat di belakangnya adalah penembak. Di belakang penembak adalah komandan, yang memiliki kubah komando untuk pengamatan lingkungan sekitar yang lebih baik. Anggota awak terakhir adalah pengisi peluru, yang ditempatkan sendirian di sisi kanan kendaraan. Awak yang bertugas mengisi peluru mungkin adalah anggota awak yang paling terbebani. Di samping peran utamanya untuk mengisi peluru ke senjata utama, dia juga mengoperasikan perangkat radio pemancar-penerima Fu 15 atau 16. Peralatan ini memiliki jangkauan suara efektif sekitar 2 km. Batang antena sepanjang 2 m dipasang pada superstruktur. Di samping radio, awak dapat menggunakan pistol sinyal Walther LP untuk berkomunikasi dengan kendaraan lain. Selain itu, pengisi peluru bertugas menggunakan senapan mesin yang ditempatkan di atas kendaraan dan menggunakan senjata pertahanan jarak dekat pelontar granat (jika kendaraan memilikinya).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armoured Personnel Carrier "Boomerang")

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan


Persenjataan utama StuG IV adalah meriam serbu 7,5 cm StuK (Sturmkanone – meriam serbu) 40 L/48. Meriam ini dikembangkan oleh Rheinmetall-Borsig khusus untuk StuG III dan pada dasarnya merupakan meriam anti-tank 7,5 cm PaK 40 yang dimodifikasi. Panjang larasnya 3,6 m dan memiliki 32 alur, masing-masing sedalam 7,8 mm dan lebar 6,05 mm. Meriam ini memiliki system pengisian semi-otomatis, yang berarti bahwa, setelah ditembakkan, selongsong akan terlontar keluar secara otomatis, sehingga meningkatkan laju tembakan secara keseluruhan. Meriam ini ditembakkan secara elektrik.

Senjata ini memiliki v’o meninggalkan laras sebesar 790 m/s. Peluru penembus baja (Pz.Gr.39) dapat menembus baja setebal 85 mm (dengan kemiringan 30°) pada jarak 1 km. Jangkauan maksimum peluru berdaya ledak tinggi adalah 3,3 km, sedangkan untuk peluru penembus baja, 1,4 hingga 2,3 km, tergantung pada jenis yang digunakan. Penembak menggunakan alat bidik senjata 'Selbstfahrlafetten Zielfernrohr Sfl.ZF1a' untuk mengunci sasaran. Alat bidik ini memiliki perbesaran x5 dan bidang pandang 8°.

Sudut ketinggian senjata ini berkisar antara –6° hingga +20° (atau –5° hingga +15° tergantung sumbernya), sementara lintasannya adalah 10° (atau 20°, tergantung sumbernya) ke kedua sisi. Muatan amunisi, tergantung sumbernya, terdiri dari 61 hingga 63 butir peluru. Amunisi disimpan dalam wadah penyimpanan yang sebagian besar terletak di sisi kanan kendaraan, dengan beberapa ditempatkan di bawah senjata atau di belakang. Krupp secara khusus merancang wadah kotak amunisi yang dapat menampung 8 butir peluru. Wadah ini dapat digunakan pada tank StuG IV atau Panzer IV tanpa masalah.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Short Stirling)

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Sementara, awalnya, meriam dikunci pada sudut melintang 0° pada saat tank ini bergerak, sudut ini kemudian diubah menjadi 12°. Alasan utama mengapa ini dilakukan adalah untuk memberi pengemudi pandangan yang lebih baik ke kanan selama kendaraan bergerak. Selain itu, kunci perjalanan frontal (yang berguna untuk menyangga Meriam) ditambahkan ke sejumlah kendaraan selama produksi.

Di balik celah senjata, perisai logam kecil ditempatkan untuk memberikan perlindungan bagi penembak. Selain itu, kantong peluru ditambahkan ke bagian belakang senjata, yang menampung selongsong bekas. Sementara, awalnya, StuG IV yang diproduksi pertama menggunakan mantel tipe kotak sebelumnya, ini akan digantikan oleh Saukopfblende (mantel kepala babi) dari baja cor, yang secara umum dikenal sebagai Saukopf.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Ketujuh). Artikel ini bersambung ke bagian kedelapan dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kedelapan)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer

Senin, 21 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keenam)


Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Senin, 21 Oktober 2024

Tank destroyer dari Jerman ini memang eksistensinya tidak terlalu dikenal, tidak seperti alutsista Perang Dunia II milik Jerman yang lain. Walaupun tidak terlalu terkenal, tank perusak ini tetaplah menjadi bagian dari barisan alutsista Jerman yang cukup mematikan. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kelima)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Tank perusak ini dilengkapi dengan transmisi enam kecepatan ZF SSG 75S (dan satu transmisi untuk mundur) yang dihubungkan ke mesin melalui poros penggerak yang melewati bagian bawah kompartemen awak. Mekanisme kemudi adalah tipe 'Wilson' yang sama yang dirancang dan diproduksi oleh Krupp.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank PanzerKampfwagen Neubaufahrzeug V)

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Lapisan baja atau Armor


Pelindung lapis baja bagian depan StuG IV relatif kuat dan memadai. Pelat pelindung glacis depan atas memioiki ketebalan 20 mm dan dipasang dengan sudut 70°, glacis bagian depan setebal 80 mm ditempatkan pada sudut 12° dan glacis bagian bawah setebal 30 mm ditempatkan pada sudut 60°. Lapis baja bagian samping memioiki ketebalan 30 mm, pada bagian belakang setebal 14,5-20 mm dan bagian bawah setebal 10 mm.

Pelindung superstruktur depan setebal 80 mm, dengan pelindung atas setebal 30 mm ditempatkan pada sudut 50°. Pelindung depan setebal 80 mm pada beberapa varian ditingkatkan dengan penambahan pelat pelindung yang memioiki ketebalan 30 mm. Pelat pelindung tambahan dipasang menggunakan enam baut. Karena hal ini ternyata terlalu sulit dilakukan di lapangan (apabila kru lapangan harus mengganti plat tambahan ini), kebanyakan mekanik di lapangan memasang pelat tambahan dengan cara di las dengan lapis baja pada body. Pelat pelindung yang diperpanjang dari superstruktur setebal 50 mm ditempatkan pada sudut 15°. Sisi-sisinya setebal 30 mm pada sudut 10°.

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Mantel datar dilindungi oleh lapisan baja setebal 50 mm. Bagian belakang superstruktur setebal 30 mm. Bagian atas superstruktur dan kompartemen mesin setebal 10 mm. Kubah komandan memiliki lapisan baja setebal 30 mm. Kompartemen pengemudi yang baru diperluas dilindungi dengan lapisan baja depan setebal 80 mm dan lapisan baja samping setebal 30 mm.

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

StuG IV, seperti kebanyakan lapis baja Jerman lainnya, dapat dilengkapi dengan lapisan pelindung samping setebal 5 mm, yang dikenal dalam bahasa Jerman sebagai Schürtzen. Misi utama lapisan ini adalah untuk memberikan perlindungan ekstra dari senapan antitank Soviet. Selama transportasi kereta api, lapisan pelindung dapat dengan mudah diturunkan dan kemudian dipasang kembali. Beberapa model kedapatan menggunakan system proteksi kawat kasa Thoma Schürtzen. Meskipun lapisan ini lebih ringan dan memberikan tingkat perlindungan yang sama, penerapan system proteksi ini tertunda karena masalah produksi. Penggunaan lapisan ranjau antimagnetik Zimmerit cukup umum, meskipun, pada akhir September 1944, lapisan ini tidak lagi digunakan pada StuG IV.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armoured Personnel Carrier "Boomerang")

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Para kru sering kali melakukan upaya improvisasi untuk meningkatkan kekuatan proteksi lapis baja kendaraan mereka, dengan harapan untuk meningkatkan kemampuan bertahan tempur StuG IV. Praktik yang agak umum adalah menambahkan lapisan beton (pada tingkat yang lebih besar atau lebih kecil) di bagian depan superstruktur (ini juga dilakukan pada beberapa kendaraan lain, seperti StuG III). Baja beton improvisasi ini terbukti tidak efektif dalam pertempuran. Bahkan Inspektur Artileri Umum memberikan laporan yang menyatakan bahwa improvisasi ini hampir tidak berguna. Meskipun demikian, banyak StuG IV terpaksa menggunakan 'baju besi beton' hingga akhir perang karena perintah. Para kru lainnya menambahkan apa yang dapat mereka dapat di medan perang, mulai dari rantai (track) milik lawan yang berhasil dirampas, suku cadang, seperti roda jalan, dan beberapa bahkan menambahkan kayu gelondongan atau cabang kayu biasa. Beberapa kendaraan dilengkapi dengan pelat baja tambahan yang dilas ke bagian depan dan ditempatkan pada sudut yang sangat besar. Efektivitas upaya improvisasi ini lebih bersifat psikologis daripada realistis.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keenam). Artikel ini bersambung ke bagian ketujuh dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Ketujuh)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer

Minggu, 20 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kelima)



Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 20 Oktober 2024

Tank destroyer dari Jerman ini memang eksistensinya tidak terlalu dikenal, tidak seperti alutsista Perang Dunia II milik Jerman yang lain. Walaupun tidak terlalu terkenal, tank perusak ini tetaplah menjadi bagian dari barisan alutsista Jerman yang cukup mematikan. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keempat)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Di depan kubah komando, terdapat pelat geser sebagai dudukan teleskop gunting yang dapat ditarik yang dioperasikan oleh gunner. Di sisi kanan struktur atas, palka pemuat yang terdiri dari dua bagian ditempatkan. Konfigurasi ini akan digantikan oleh palka satu bagian di kemudian hari dalam produksi.

Sejak Juni 1944, StuG IV yang baru diproduksi ditambahkan fitur lubang kait yang ditempatkan di bagian atas superstruktur. Tujuannya adalah untuk memasang derek lipat dengan kapasitas angkat sekitar 2 ton, untuk membantu perawatan dan perbaikan. Bagian atas superstruktur ditahan di tempatnya dengan baut sederhana dan, jika diperlukan (misalnya untuk mengganti senjata), dapat dengan mudah dilepas. Pada lapisan baja datar belakang superstruktur, ditambahkan lubang ventilasi. Lubang tersebut dilindungi oleh penutup berlapis baja.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu / Assault Rifle FN FAL)


Suspensi dan Roda (Fitur penggerak)


Suspensi tank perusak ini terdiri dari delapan roda dengan diameter kecil (470 x 75 x 660 mm) yang ditempatkan pada setiap sisi, diletakkan secara berpasangan dan diposisikan pada empat rakitan bogie. Roda jalan yang kecil ini digantung oleh unit pegas daun., dan jarak antara setiap poros bogie adalah 500 mm. Ada juga empat rol roda pengembali (250 x 65 x 135 mm) di setiap sisi. Sementara penggunaan tiga rol pengembali per sisi mulai diuji pada bulan Juni 1944, penerapannya pada kendaraan StuG IV ditunda hingga Desember 1944. Karena pada masa akhir perang Jerman mengalami kekurangan sumber bahan baku termasuk karet, rol pengembali yang semula menggunakan baja dengan lapisan luar dari karet lalu disederhanakan dan menggunakan baja sepenuhnya. Di bagian depan, dua sproket penggerak ditempatkan, dan di bagian belakang, dua idler (diameter 650 mm) memiliki mekanisme penegang trek yang dapat disesuaikan.

Ground clearance tank perusak ini sekitar 40 cm. Sementara StuG IV menggunakan track Panzer IV standar, untuk beroperasi di wilayah Timur dan selama musim dingin, track Ostketten yang dirancang khusus dan lebih lebar digunakan (untuk menghadapi medan yang becek atau lunak).


Dapur Pacu dan Sistem Transmisi


Ruang mesin sebagian besar tidak mengalami perubahan. Dapur pacu StuG IV menggunakan mesin Maybach HL 120TRM standar, yang menghasilkan daya sebesar 265 hp pada 2600 rpm. Dengan berat hampir 26 ton (atau 23 ton tergantung sumbernya), kecepatan maksimumnya berada pada kisaran 38 km/jam (atau 20 km/jam pada medan lintas alam) dengan jangkauan operasional sekitar 220 km dan 130 km di medan lintas alam (beberapa sumber menyebutkan 320 km dan 198 km lintas alam). kapasitas bahan bakar internal sebanyak 450 l (kapasitas 430 dan 470 l juga tercantum dalam sumber yang berbeda) disimpan dalam tiga tangki bahan bakar yang ditempatkan di bawah kompartemen untuk kru. Ruang mesin dan kru dipisahkan oleh firewall lapis baja yang tahan api dan kedap gas. Ruang ini dilengkapi dengan sistem pemadam api otomatis. Sementara sasis Ausf.H menggunakan knalpot berbentuk tabung, Ausf.J kemudian menggunakan dua knalpot Flammentöter vertikal.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank PanzerKampfwagen Neubaufahrzeug V)


Menurut instruksi Wa Pruef 6 kepada Krupp mulai Maret 1944, mesin bensin DKW tambahan yang awalnya digunakan untuk menyediakan lintasan bagi turret Panzer IV harus dilepaskan dari tangki. Untuk menggunakan ruang tambahan yang tersedia, teknisi Krupp menambahkan tangki bahan bakar tambahan sebagai pengganti mesin DKW. Meskipun sempat dipertimbangkan untuk menggunakan ini sebagai tempat penyimpanan amunisi tambahan, hal itu akan mengharuskan pelepasan bagian-bagian dari firewall, yang hanya akan menunda dan mempersulit produksi. Hal ini juga berlaku pada StuG IV.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kelima). Artikel ini bersambung ke bagian keenam dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keenam)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer

Sabtu, 19 Oktober 2024

StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keempat)


Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 19 Oktober 2024

Tank destroyer dari Jerman ini memang keberadaannya tidak terlalu dikenal oleh kalangan pengamat alutsista. Eksistensinya seolah "tersingkir" oleh alutsista sejenis yang lebih populer dan lebih banyak ditulis, seperti StuG III, Jagdpanzer IV, Jagdpanther, Hetzer, dan lain sebagainya. Walaupun demikian, alutsista ini sebenarnya sangat mematikan dan juga andal. Sayangnya, karena hanya diproduksi dalam jumlah "sedikit", maka prestasi yang ditorehkan juga tidak terlalu besar. Supaya artikel ini dapat mudah dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Ketiga)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi StuG IV


Seperti yang disebutkan sebelumnya, tank perusak ini dibuat menggunakan kombinasi elemen Panzer IV (PzKpfw IV) dan StuG III. Jadi, wajar saja jika perubahan yang diperkenalkan pada StuG III juga diterapkan pada StuG IV berikutnya. Produsen sasis Panzer IV tidak selalu diberi tahu sebelumnya untuk peran apa sasis yang mereka produksi akan digunakan (untuk tank biasa atau tank perusak). Banyak perubahan yang kemudian diaplikasikan pada StuG IV yang dibuat kemudian tidak selalu diterapkan pada semua kendaraan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank Mk VIII Liberty International)

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Lambung (Body) StuG IV


Lambung StuG IV diproduksi dari material pelat baja yang diperkeras permukaannya dan kemudian digabungkan atau disatukan dengan cara dilas. Lambung atau badan StuG IV dibagi menjadi kompartemen mesin belakang, kompartemen kru tengah, dan transmisi yang dipasang di bagian depan serta kompartemen untuk pengemudi tertutup ( yang merupakan konfigurasi yang baru). Tidak seperti lambung pada Panzer IV memiliki pintu darurat yang ditempatkan di bawah kursi operator radio, pada StuG IV fitur tersebut dihapus. Hal ini dilakukan terutama karena perubahan posisi peralatan radio yang ditempatkan pada akses pintu darurat tadi.

Lambung depan diposisikan untuk sistem transmisi dan kemudi yang dilindungi dengan pelat baja yang dibentuk bersudut. Untuk mendapatkan akses yang lebih baik untuk perbaikan, palka transmisi berbentuk persegi yang terletak di tengah pelat ini dan dua palka inspeksi rem kemudi persegi panjang dengan lubang ventilasi ditambahkan pada bagian lambung.

Tank Perusak/Tank Destroyer StuG IV
militerbanget.blogspot.com

Struktur Atas


Rancangan struktur atas dari StuG IV kurang lebih merupakan salinan dari StuG III. Kendaraan ini terdiri dari dasar berbentuk kotak dengan pelat baja depan yang bersudut. Perubahan yang paling jelas adalah diperkenalkannya kompartemen untuk pengemudi yang berbentuk kotak yang menonjol ke depan. Di atasnya terdapat pintu palka dan dua periskop dengan penutup lapis baja. Awalnya, ada masalah dengan pintu palka yang berbentuk seperti tingkap bisa secara tiba-tiba menutup (akibat guncangan kendaraan) dan berpotensi melukai kepala pengemudi. Jadi, pintu palka diperbaiki dengan menambahkan mekanisme yang mengunci pintu dalam posisi terbuka atau tertutup. Tepat di atas kompartemen pengemudi, selama proses produksi, atap pelindung hujan ditambahkan untuk menghindari air masuk ke dalam palka pengemudi. Selain itu, karena sasis Panzer IV lebih panjang, di samping kompartemen pengemudi yang baru, pelat lapis baja dibaut ke bawah untuk mengisi celah tersebut.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu / Assault Rifle FN FAL)

Di kiri atas bangunan atas ini, ditempatkan kubah komando. Di palkanya, terdapat palka kedua yang lebih kecil yang memungkinkan komandan menggunakan periskop untuk mengamati calon target. Tetapi design kubah komandan ini terus mengalami perubahan selama produksi. Awalnya, pengelasan digunakan selama konstruksinya sementara, di kemudian hari dalam perang, beberapa elemen tidak lagi dilas melainkan dicetak langsung secara keseluruhan, sehingga mempersingkat waktu dan juga lebih kuat. Sementara itu, kubah untuk komandan yang bisa berotasi (yang mana fitur ini sangat penting), karena masalah produksi, kubah itu baru dipasang mulai Agustus 1944 dan seterusnya. Bagian depan kubah diperkuat dengan deflektor pelindung, yang terbukti menjadi titik lemah pada StuG III sebelumnya.

Demikianlah artikel tentang StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Keempat). Artikel ini bersambung ke bagian kelima dengan judul “StuG IV (Sturmgeschütz IV) Tank Perusak Jerman yang Sangat Mematikan (Bagian Kelima)", semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menghibur rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Panzer
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Tank_Destroyer