Jumat, 27 April 2018

Tank Tempur Medium / Medium Tank - SKODA LT-35


Tank tempur Medium/Medium Tank
SKODA LT-35
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at 27 April 2018

Artikel kali ini akan mengulas tentang tank tempur medium (medium tank), lansiran dari Cekoslovakia, yang pada awalnya dibuat untuk pertahanan negaranya. Walaupun tank ini adalah rancangan dari Cekoslovakia, namun yang mempopulerkan tank ini justru militer Jerman. Jerman mampu melihat potensi dari tank ini, dan merubahnya menjadi beberapa varian, yang kemudian terbukti sangat handal, efesien dan mematikan dalam peperangan. 

Tank tempur Medium/Medium Tank
SKODA LT-35
militerbanget.blogspot.com

Tank medium ini dikembangkan pada pertengahan tahun 1934 dan masuk jalur produksi pada tahun berikutnya. Skoda LT-35 merupakan tank utama Angkatan Darat Cekoslovakia pada saat Nazi Jerman menginvasi negara tersebut. Tank ini juga sempat dijual ke Rumania yang merupakan negara tetangga. Memiliki konstruksi lapisan proteksi berupa baja rivet dan persenjataan utamanya adalah meriam kaliber 37mm, yang merupakan pengembangan dari meriam anti tank “Skoda” yang memiliki kaliber yang sama, namun telah diperbaiki dan ditingkatkan tingkat akurasi tembakannya. Tank ini juga dilengkapi dengan senjata sekunder berupa sepasang senapan mesin (machine gun) kaliber 7,92mm, yang salah satunya dipasang secara koaksial di turret.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Helikopter Multiperan Medium / Medium Utility Helicopter – Oryx (Bagian Pertama)) 

Tank tempur Medium/Medium Tank
SKODA LT-35
militerbanget.blogspot.com

Walaupun terbukti sangat handal, produksi awal dari tank ini sempat mengalami kendala mekanis yang cukup berat, sehingga menurunkan reputasinya. Tetapi, pihak Nazi Jerman, melihat potensi dari tank ini, kemudian merampas sekitar 200 unit untuk dioperasikan, setelah sebelumnya dimodifikasi. Tank hasil modifikasi ini kemudian diberi kode PzKpfw 35 (t). 

Tank tempur Medium/Medium Tank
SKODA LT-35
militerbanget.blogspot.com

Tank ini terus diproduksi untuk negara-negara Poros di Eropa sampai pertengahan tahun 1941, dan turut berperan di medan perang saat pertempuran di Polandia, Prancis, dan Rusia. Seiring berjalannya waktu, negara-negara yang berperang dengan Jerman mulai memproduksi tank-tank dengan performa yang lebih baik (seperti T-34/76, M-4 Sherman, dan lain-lain) sehingga tank ini mulai keteteran menghadapinya. Tank ini lalu ditarik dari garis depan dan digunakan sebagai tank cadangan, termasuk dimodifikasi dan diubah peruntukannya menjadi traktor artileri (Artillery Schlepper 35 (t)).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Helikopter Multiperan Medium / Medium Utility Helicopter – Oryx (Bagian Kedua))

Tank tempur Medium/Medium Tank
SKODA LT-35
militerbanget.blogspot.com

Walaupun tank ini tidak sehebat tank lansiran Nazi Jerman di medio tersebut, ataupun pasca tahun tersebut, seperti PzKpfw IV, tetap saja, kehadiran tank ini patut diperhitungkan, karena mampu mengisi spot kosong dari garis besar strategi penempatan pasukan lapis baja Jerman.

Tank tempur Medium/Medium Tank
SKODA LT-35
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Tempur Medium / Medium Tank - SKODA LT-35 


Asal negara: Cekoslovakia
Operasional aktif: 1935
Kru: 4 Orang
Bobot operasional: 10.670 kg/10,67 ton

Dimensi 

Panjang: 4,9 m / 16ft 1in 
Tinggi: (over turret hutch) 2,21 m / 7ft 3in
Lebar: 2,16 m/ 7ft 1 in

Persenjataan 

Senjata utama: 
1 x 37 mm Rifle Gun/1.46in Rifle Gun         
Senjata sekunder: 
2 X 7.92mm/0.312in machine gun

Lapisan proteksi: maksimum 25 mm/0.98in

Mesin: 

Skoda T11 6-cylinder petrol, developing 89.5 kW/120hp

Performa: 

Kecepatan maksimum: 35 km/jam (22 mph) 
Jarak jelajah maksimum: 190 km (118 miles)

Demikianlah artikel yang berjudul "Tank Tempur Medium / Medium Tank - SKODA LT-35", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com


Kamis, 26 April 2018

Definisi Tank (Secara Umum)



Kemayoran, Jakarta, Kamis, 26 April 2018

Artikel ini ditulis untuk memenuhi permintaan dari sebagian pembaca yang telah ber"unjuk rasa" kepada saya baru-baru ini. Mereka protes, mengapa saya hanya mengetengahkan artikel tentang berbagai Alat Utama Sitem Senjata (Alutsista), tanpa memberikan definisi masing-masing alutsista tersebut.

Dan mereka benar! Kesalahan memang pada saya, saya terlalu asyik memposting artikel-artikel tentang berbagai macam alutsista, tanpa memberikan definisinya.

Untuk itulah, demi menebus kesalahan (dan kebodohan) saya tersebut, saya akan mulai memposting artikel tentang definisi dari tiap-tiap alutsista. Tidak secara lengkap, namun saya coba untuk menghadirkannya selengkap mungkin.

Dan berikut ini adalah uraiannya.


TANK

(Sumber dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Ciri utama tank adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata darat paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan efek mentalnya terhadap infanteri.


Daftar isi  artikel ini:

1 Garis besar

2 Sejarah

2.1 Perang Dunia I: Tank-tank pertama

2.2 Perkembangan desain dan taktik

2.3 Tank pada Perang Dunia II

2.4 Perang Dingin dan seterusnya

3 Perlindungan

4 Persenjataan

5 Mesin

6 Manuver


1. Garis besar

Tank adalah kendaraan tempur yang sangat kuat. Walau begitu, tank tidak beroperasi sendirian. Tank biasa dimasukkan dalam unit lapis baja pada pasukan terpadu, yaitu gabungan antara infanteri dan kavaleri lainnya. Tanpa dukungan unit lain, tank, walaupun memiliki sistem pelindung yang hebat, tetap bisa dilumpuhkan oleh pasukan infanteri, ranjau, artileri, dan helikopter atau pesawat. Tank juga terbukti kurang efektif di medan hutan dan perkotaan, di mana kemampuan menembak jarak jauh tank menjadi mandul, penglihatan pengemudi tank jadi terbatas, dan kubah meriam tank mungkin tidak bisa berputar secara maksimal.


Tank pertama kali operasional pada Perang Dunia I untuk mendobrak stagnasi manuver perang parit, dan peran tank lama-kelamaan berevolusi untuk mengantikan peran kavaleri. Istilah tank (tangki) muncul pada saat pembuatan tank-tank pertama di pabrik-pabrik di Inggris. Pada saat itu, para pekerja diberitahukan bahwa mereka sedang membuat sebuah kendaraan pengangkut air beroda rantai, jadi pembuatan kendaraan tempur ini bisa dirahasiakan.

Tank dan taktik kendaraan lapis baja telah berevolusi selama lebih dari seabad. Walaupun sistem senjata dan pelindung tank masih terus dikembangkan, banyak negara yang mulai mempertanyakan kebutuhan kendaraan berat seperti ini, khususnya dalam era perang non-konvensional.

2. Sejarah

2.1 Perang Dunia I: 

Kondisi pertempuran Perang Dunia I di Front Barat membuat Angkatan Darat Inggris berpikir untuk mengembangkan kendaraan yang bisa melintasi parit, mendobrak barikade kawat berduri, dan kebal terhadap proyektil senapan mesin. Purwarupa tank pertama kali diuji oleh militer Inggris pada tanggal 6 September 1915.

Tank pertama kali mencicipi perang pada saat Kapten H. W. Mortimore membawa tank Mark I dalam Pertempuran Somme pada tanggal 15 September 1916. Prancis mengembangkan tank Schneider CA1 yang dirancang berdasarkan traktor Holt Caterpillar, dan pertama kali digunakan pada 16 April 1917. Penggunaan tank secara besar-besaran dalam pertempuran terjadi pada Pertempuran Cambrai pada tanggal 21 November 1917.


Perubahan-perubahan pada medan perang dan buruknya kinerja tank memaksa Sekutu untuk terus mengembangkan konsep tank ini. Tank terus berkembang pada Perang Dunia I, misalnya tank Mark V, yang dibuat sangat panjang sehingga bisa melintasi parit-parit yang lebar sekalipun.


2.2 Perkembangan desain dan taktik

Pada masa di antara dua perang dunia ini, dikembangkan berbagai macam kelas tank, khususnya di Inggris. Tank ringan, yang beratnya kurang dari sepuluh ton, digunakan untuk tugas pemantauan, dan hanya dipersenjatai dengan senapan mesin ringan yang hanya ampuh digunakan melawan tank ringan lainnya. Tank sedang atau tank cruiser, lebih berat dan bertujuan untuk perjalanan cepat jarak jauh. Dan yang terakhir, tank berat atau tank infanteri, adalah tank dengan lapisan pelindung yang tebal, tetapi kecepatan jelajahnya juga rendah. 

Tank ini dibuat untuk digunakan untuk menembus pertahanan bersama-sama dengan pasukan infanteri. Sistem proteksinya yang tebal membuat tank ini kebal terhadap hantaman senjata anti-tank. Setelah tank berat dan infanteri berhasil membuat celah pada garis pertahanan lawan, tank medium akan dikirim melalui celah tersebut dan menyerang jalur logistik dan satuan komandan. Taktik seperti ini akhirnya dikembangkan dan diterapkan secara cemerlang oleh pasukan Jerman dalam konsep blitzkrieg.


2.3 Tank pada Perang Dunia II

Perang Dunia II merupakan masa dimana perkembangan teknologi tank meningkat dengan pesat. Jerman misalnya, menggunakan tank-tank ringan seperti PzKpfw I yang sebelumnya hanya digunakan untuk keamanan dan juga latihan. Tank-tank ringan dan kendaraan lapis baja lainnya menjadi unsur paling penting dalam blitzkrieg. Namun, tank ringan ini kalah menghadapi tank Inggris dan lebih lagi pada saat berhadapan dengan tank legendaris T-34 milik Uni Soviet. 


Dan pada akhir perang semua negara yang terlibat telah secara drastis menambah ukuran meriam dan lapisan baja pada tank. Misalnya, PzKpfw I hanya bersenjatakan dua pucuk senapan mesin ringan, dan PzKpfw IV, tank paling berat Jerman pada awal Perang Dunia II menggunakan meriam kaliber 75mm dengan spesifikasi kecepatan laras rendah (low velocity), dan beratnya dibawah 20 ton. Pada akhir perang, tank medium standar Jerman, PzKpfw V “Panther”, menggunakan meriam kaliber 75mm dengan spesifikasi kecepatan tinggi (high velocity), dan beratnya 45 ton. Tank medium standar Uni Soviet, T-34, menggunakan meriam kaliber 85mm dengan spesifikasi kecepatan sedang (medium velocity), dan beratnya 32 ton. Tank terberatnya, IS-2, bahkan menggunakan meriam kaliber 122mm, dan beratnya 43,5 ton.


Perkembangan semasa perang lain adalah diperkenalkannya sistem suspensi yang jauh lebih baik. Mungkin hal ini terdengar tidak penting, tetapi performa suspensi adalah penentu kinerja tank dalam melahap medan non jalan raya. Tank dengan suspensi yang buruk akan mengakibatkan guncangan yang besar yang dirasakan awak, ini akan mengakibatkan sulitnya pengoperasian, mengurangi kecepatan, dan melakukan penembakan yang akurat sambil berjalan menjadi hal yang mustahil. Sistem suspensi baru seperti sistem suspensi Christie atau suspensi torsion bar meningkatkan kinerja dan kecepatan secara drastis.


Kubah meriam yang bisa berotasi, yang sebelumnya hanya terdapat pada sebagian tank, menjadi fitur yang sangat penting. Meriam ini harus bisa digunakan melawan tank lain, jadi diusahakan sebesar dan sekuat mungkin, sehingga berarti tank cukup memiliki satu meriam yang harus sangat kuat. Akibatnya, desain tank dengan banyak meriam, seperti T-28 dan T-35 buatan Uni Soviet, mulai ditinggalkan.

2.4 Perang Dingin dan seterusnya

Setelah Perang Dunia II dan memasuki Perang Dingin, negara-negara maju dan adikuasa mengambil pelajaran dari Jerman dalam penggunaan kekuatan tank. Tambahan ancaman perang nuklir dan kimia membuat tank juga dilengkapi perlengkapan perang nuklir dan kimia. Kemajuan dalam teknologi meriam dan amunisinya membuat tank semakin ditakuti, dan masing-masing negara berlomba-lomba untuk menyempurnakan teknologinya.


Namun justru ancaman terbesar tank saat ini adalah pasukan infanteri yang dilengkapi dengan persenjataan ringan yang memiliki daya hancur yang dahsyat, dengan mengembangkan peluru kendali anti-tank jinjing yang merupakan hasil pengembangan dari bazoka pada Perang Dunia II. Ditambah dengan berkembangnya kemampuan angkatan udara dengan helikopter tempur yang memiliki kemampuan anti-tank (contohnya Ka-50, Ka-52, Mil Mi-28), atau pesawat yang mampu melahap tank (Seperti A-10 Warthog dan Su-25 frogfoot).

3. Sistem proteksi

Tank tempur utama (Main battle tank, MBT) adalah kendaraan tempur yang memiliki sistem proteksi paling kuat di medan perang. Perlindungannya dirancang untuk melindungi tank dan awaknya dari semua bahaya, termasuk penetrator energi kinetik yang ditembakkan tank lain, peluru kendali anti-tank (ATGM) yang ditembakkan infanteri atau pesawat udara, dan ranjau. Tetapi jumlah perlindungan yang dibutuhkan untuk melindungi tank dari segala arah akan sangat berat dan tidak memungkinkan; oleh karena itu dalam perancangan sebuat tank harus ditemukan keseimbangan yang tepat antara proteksi dengan berat.

Ada banyak jenis proteksi yang diterapkan pada tank modern. Perlindungan yang paling sering ditemukan adalah perlindungan pasif, yaitu lapisan logam, baja, atau keramik. Tipe perlindungan yang lain adalah perlindungan reaktif. Perlindungan reaktif ini meledak ke arah luar, dan mengubah arah proyektil yang datang. Perlindungan reaktif akan berupa balok yang ditempelkan, bukan lapisan yang permanen. Perlindungan reaktif cocok dipakai melawan proyektil berhulu ledak dan perlindungan pasif cocok melawan proyektil penetrator energi kinetik.

Pembagian ketebalan lapis baja tidak merata. Pada umumnya, lapisan paling tebal ada pada bagian depan tank dan bagian depan meriam. Lapisan pada samping dan atas tank biasanya lebih tipis, sedangkan bagian belakang tank–khususnya bagian di atas mesin–memiliki lapisan yang paling tipis.


4. Persenjataan

Senjata utama tank adalah meriamnya, yang ukurannya hanya dilampaui oleh howitzer artileri yang besar. Biasanya ukuran kaliber tank Blok Barat adalah 120mm dan tank Blok Timur 125 mm. Meriam tank dapat menembakkan peluru penetrator energi kinetik (KE) dan peluru high explosive (HE). Beberapa tank juga bisa menembakkan rudal atau roket melalui meriamnya, yang dapat meningkatkan jarak jangkauan dan memungkinkan untuk menghancurkan target udara. Pada umumnya tank memiliki senapan mesin yang sejajar (coaxial) dengan meriam utama. Senapan mesin ini umumnya berkaliber kecil antara 7,62 mm sampai 12,7 mm untuk digunakan menghadapi target infantri, tetapi ada beberapa tank Prancis yang menggunakan senjata coaxial kaliber besar 20mm seperti tank AMX-30, yang bisa digunakan untuk menghancurkan kendaraan lapis baja ringan. Selain meriam utama dan senjata sekunder, tank juga biasa dilengkapi dengan senapan mesin anti pesawat (skala ringan) yang ditempatgkan di atas turret..

Dahulu, meriam tank menggunakan alat bidik optik yang sederhana saja sehingga kurang akurat, apalagi jika menembak pada saat tank sedang bergerak, dijamin tingkat akurasinya akan merosot drastis. Sekarang tank modern memiliki banyak peralatan canggih untuk membantu meningkatkan akurasi. Giroskop digunakan untuk menstabilkan meriam utama; pengukur laser digunakan untuk menghitung jarak ke target; komputer digunakan untuk menghitung ketinggian dan sudut tembak, dengan memperhitungkan kecepatan angin, suhu udara, dan faktor-faktor lainnya.

Hampir semua tank tempur utama memiliki pelontar granat asap, yang dengan cepat bisa menyebarkan sebuah selimut asap yang akan melindungi tank bila sedang mundur atau disergap. Selimut asap ini tidak dipakai secara ofensif, karena asap juga akan menutupi penglihatan para penyerang, dan asap ini dapat memberitahukan kepada musuh bahwa serangan akan segera dilakukan. Tetapi pada beberapa tank seperti tank Prancis Leclerc, pelontar granat asap ini juga bisa digunakan untuk menembakkan gas air mata dan granat anti personel.

5. Mesin

Tank pada umumnya memakai mesin diesel, karena diesel tidak mudah terbakar walaupun terkena panas yang sangat tinggi. Pada beberapa rancangan, seperti pada tank Merkava milik Israel, tangki bahan bakar diesel diletakkan mengitari kru, dan secara efektif menjadi lapisan pelindung kedua. Selain itu, mesin diesel juga lebih ekonomis dan bisa memberikan jarak jelajah yang lebih besar dibandiungkan dengan mesin lain. Kelemahannya adalah mesin diesel sulit untuk dinyalakan dan terasa kurang bertenaga. Selain itu, asap tebal yang dihasilkan juga menyulitkan untuk menyerang secara diam-diam. Penggunaan mesin bensin memiliki kelemahan yang bertolak belakang dengan mesin diesel. Bensin sangat mudah terbakar, mengharuskan tangkinya diletakkan jauh dari kru. Selain itu, jarak jangkaunya lebih kecil. Keunggulannya adalah mesinnya dapat lebih mudah dinyalakan dan bertenaga tinggi, serta suaranya lebih kecil dari mesin diesel dan mesin turbin. Tank-tank yang lebih baru seperti tank Leopard Jerman memiliki mesin pembakaran dalam multi-bahan bakar, yang dapat menerima diesel, bensin, dan bahan bakar lainnya.

Mesin turbin juga populer pada tank-tank terbaru. Mesin ini bisa mengeluarkan tenaga yang besar dan lebih efisien dari mesin lainnya. Kelemahannya adalah, pada kecepatan paling rendah pun mesin ini tetap mengonsumsi bahan bakar seperti biasa, yang jauh lebih banyak daripada mesin lain pada kecepatan rendah. Pada Perang Teluk, M1 Abrams Amerika Serikat membakar banyak bahan bakar hanya untuk tetap menyalakan peralatan infra-merah dan elektronik lainnya, sementara tank lain dapat menghemat bahan bakar dengan menurunkan kecepatan mesin.

6. Kendaraan pengangkut tank

Sebuah tank tempur utama dirancang untuk memiliki mobilitas tinggi dan dapat melewati segala macam medan. Tank menggunakan dua atau empat tapak rantai untuk bergerak. Rantai ini digerakkan oleh sebuah roda besar di tiap tapaknya yang menyalurkan tenaga dari mesin. Roda rantainya yang lebar menyebarkan tekanan yang dihasilkan oleh beratnya tank, membuat tekanan yang dihasilkan dapat setara dengan kaki manusia. Jenis medan yang sangat menyulitkan tank adalah tanah yang sangat lembut seperti rawa, dan medan berbatu yang memiliki batu-batu besar. Pada medan "biasa", tank diharapkan bisa berjalan dengan kecepatan 30–50 km/jam, dan kecepatan di jalanan bisa mencapai 70 km/jam.

Meskipun begitu, logistik pergerakan tank tidak mudah. Di atas kertas, atau ketika uji coba selama beberapa jam, sebuah tank memang memiliki kemampuan off-road yang mengungguli kendaraan roda biasa apapun. Di atas jalanan sekalipun, kecepatannya juga tidak jauh berbeda dengan kendaraan lapis baja beroda biasa. Namun dalam praktiknya, kecepatan tinggi tank hanya bisa digunakan untuk beberapa saat, sebelum terjadi kerusakan mekanis. Tank tidak bisa terus menerus berjalan pada kecepatan tertinggi, dan harus berhenti secara rutin untuk melakukan perbaikan pencegahan agar selalu siap untuk bertempur.

Karena tank yang tidak bisa bergerak merupakan target yang mudah bagi mortir dan artileri, kecepatan biasanya tidak dipakai secara maksimum, dan selalu diusahakan untuk selalu menggerakan tank dengan kendaraan pengangkut tank atau kereta api, untuk menghemat tenaga tank. Tank pada akhirnya akan bergantung pada kereta api dan infrastruktur rel kereta api, karena tak ada angkatan bersenjata yang memiliki cukup banyak kendaraan pengangkut tank untuk mengangkut semua tank mereka. Karena itulah, jembatan rel kereta api dan stasiun rel kereta api merupakan target utama bagi mereka-mereka yang ingin memperlambat laju serangan tank.

Demikianlah artikel tentang Kendaraan Definisi tank (secara umum), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: TuntasTrisunu

Sumber: 

Wikipedia
Berbagai sumber lain


Senin, 23 April 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun UD-M42


Pistol Mitraliur/Submachine Gun UD-M42
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 April 2018

Artikel kali ini akan membahas tentang pistol mitraliur atau submachine gun hasil rancangan dari designer senjata asal negara Amerika Serikat. Pistol mitraliur yang muncul di era Perang Dunia Ke II ini seakan luput dari perhatian para pemerhati dan pecinta teknologi senjata. Memang, senjata ini sengaja dibuat “below radar” alias tak dikenal, agar dapat digunakan untuk operasi-operasi militer yang sifatnya sangat rahasia. Tujuannya, apabila senjata ini jatuh ke tangan musuh, maka akan sulit dilacak asal dari senjata ini, yang berujung pada tingginya kesulitan untuk menelusuri asal dan tujuan dari pasukan yang menggunakannya!

Untuk lebih jelasnya, artikel dibawah ini akan menjabarkan secara singkat, tentang pistol mitraliur atau submachine gun UD-M42, berikut artikelnya (disadur dari Sumber: COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN)

Pistol Mitraliur/Submachine Gun UD-M42
militerbanget.blogspot.com

Tidak Seperti pistol mitraliur Thompson yang kesohor, nama pistol mitraliur/submachine gun UD M42 ini seakan nyaris tak terdengar. 
Pistol mitraliur United Defense UD M42 dirancang dikisaran tahun 1941-42 oleh Carl Swebilius, perancang senjata Amerika yang bekerja untuk Perusahaan Manufaktur Standar Tinggi (AS). Pistol mitraliur UD M42 pertama dibuat oleh High Standard dan Marlin atas pesanan Belanda, dan sebagian besar dikirim ke Hindia Belanda sesaat sebelum pendudukan Jepang. Sisanya sekitar 15.000 pucuk M42 dibeli oleh pemerintah Amerika Serikat. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun UD-M42
militerbanget.blogspot.com

Senjata ini dipesan sebagai pistol mitraliur komersial oleh United Defense Supply Corporation, M42 menjadi pistol mitraliur andalan dari OSS (
Office of Strategic Services) dan gerakan bawah tanah yang berafiliasi dengannya. Maklum saja, UD sebenarnya adalah perusahaan “hantu” atau perusahaan samaran (ghost company) yang bertugas untuk memasok seluruh barang kebutuhan dari agen rahasia Amerika Serikat yang membantu gerakan perlawanan (resistance) Eropa, terutama yang beroperasi dari wilayah laut tengah.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun UD-M42
militerbanget.blogspot.com

Diproduksi berdasarkan rancang bangun dari pistol mitraliur Thompson M1928, dengan menghilangkan pistol grip, namun tetap menempatkan grip depan, M42 bekerja dengan mekanisme penembakan yang terbilang sangat sederhana, dari receiver berbentuk silinder. Satu fitur yang cukup unik dari pistol mitraliur ini adalah, adanya komponen berupa penyempurnaan dari magasen Thompson yang menjadi rujukannya. Magasen M42 memiliki fitur kaitan atau clamp pada sisi depannya, sehingga dua magasen dapat ditempel berurutan, mempercepat proses penggantian magasen.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun UD-M42
militerbanget.blogspot.com

Aksi pasukan yang menggunakan pistol mitraliur M42 yang paling fenomenal adalah, saat pistol mitraliur ini digunakan oleh agen SOE Mayor Patrick Leigh Fermor dan Mayor Stanley Moss dalam peristiwa penculikan Mayjen Karl kriepe, panglima pasukan Nazi Jerman di pulau Kreta.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun UD-M42
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur / Submachine Gun UD-M42


Asal: Amerika Serikat
Tahun: 1942
Kaliber: 9X19 mm 
Sistem operasi: Blowback
Panjang keseluruhan: 807mm
Panjang Laras: 279mm
Bobot kosong: 4 kg
Vo meninggalkan laras: 400 m/s
Jarak tembak efektif: 200 m
Rate of fire: 700 ppm
Kapasitas magasen: 20 peluru (standar)

Demikianlah artikel yang berjudul "Pistol Mitraliur / Submachine Gun UD-M42", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN
Modernfirearm.net
Beberapa sumber lain


Jumat, 20 April 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 20 April 2018

Artikel kali ini akan membahas tentang pistol mitraliur atau submachine gun besutan dari designer senjata asal negara Prancis. Submachine gun yang muncul di era Perang Dunia Ke II ini memiliki filosofi yang banyak dianut oleh designer-designer senjata pada era itu, murah, mudah, dan cepat dalam hal produksi, operasional, dan perawatan. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Memang, karena tuntutan dari kondisi perang, maka faktor-faktor tersebut seolah menjadi urutan teratas dalam hal perancangan senjata. Walaupun demikian, MAS-38 ini tetap memiliki kelebihan dibandingkan dengan senjata setipe dari negara-negara lain. Beberapa fitur dari MAS-38 dapat dikatakan progresif, dan juga kualitas dari material pembuatnya yang tergolong tinggi.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur MAS-38 (MAS Mle 1938) dikembangkan oleh pabrik senjata di negara Prancis di St.Etienn (Manufaktur d'Armes de Saint-Etienne atau disingkat MAS). Pengembangan pistol mitraliur untuk tentara Prancis dimulai di beberapa gudang senjata negara selama awal 1930-an; sekitar tahun 1935 MAS memproduksi purwarupa senjata yang dikenal sebagai SE-MAS 1935, yang pada tahun 1938 terealisasi menjadi MAS-38. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur ini secara resmi diadopsi oleh pemerintah Prancis pada tahun 1938 dan produksi definitif dimulai pada tahun 1939, tetapi hanya sedikit yang terealisasi ketika Jerman berhasil menaklukan Prancis pada tahun 1940. MAS-38 boleh dikatakan hanya berkiprah secara terbatas saat Perang Dunia 2, dan tak lama setelah Perang Dunia II usai, keberadaan pistol mitraliur ini segera digantikan dengan MAT-49 yang lebih kuat, meskipun beberapa MAS-38 masih terus digunakan pada tahap awal perang Indocina. Walaupun karirnya dalam militer tidak menggembirakan, dalam dinas kepolisian, MAS-38 ternyata bertahan setidaknya selama dua dekade lagi.

Secara umum, MAS-38 adalah senjata yang cukup bagus, andal dan lumayan akurat serta sangat mudah dikontrol saat menembak dalam mode otomatis. Satu-satunya kekurangan dari pistol mitraliur MAS-38 adalah dari sisi amunisinya. Amunisi kaliber 7.65×20 ternyata performanya terbilang payah dibandingkan dengan amunisi pistol mitraliur standar.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Walaupun demikian, MAS-38 adalah pistol mitraliur berkualitas jika dibandingkan dengan senjata sejenis yang umum pada era itu, seperti PPSh-41 atau Sten Gun yang lebih mengedepankan kecepatan produksi dan mengorbankan segi kualitas.


Receiver dibuat dari plat baja monolitik dengan bentuk terlihat sedikit miring. Hal ini disebabkan karena tabung recoil ditempatkan di popor dibuat miring untuk membuat dimensi MAS-38 lebih ringkas. Larasnya tetap lurus 180 derajat, hanya saja alur tempat bergerak bolt memang dimiringkan 15 derajat, untuk meredam efek recoil (tolak balik atau hentakan balik saat menembak). Sebagai konsekuensinya, muka bolt tentu saja tidak datar, namun dibentuk sedemikian rupa sehingga bolt dapat menutup kamar peluru secara tegak lurus.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Seperti juga senapan Prancis lainnya, MAS-38 memiliki fitur-fitur unik seperti pengunci yang diaktifkan dengan mendorong pelatuk ke depan, serta penutup lubang magasen yang aktif secara otomatis pada saat magasen dilepas.


Pistol mitraliur MAS-38 menjadi senjata standar pemerintahan Vichy Prancis yang menjadi boneka Nazi Jerman. Salah satu ketelibatan yang fenomenal dari senjata ini adalah pada saat MAS-38 digunakan untuk mengeksekusi diktator fasis Italia Benito Mussolini.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur / Submachine Gun – MAS-38


Asal Negara: Prancis
Tahun Produksi: 1938
Kaliber peluru: 7.65 mm Lounge
Sistem operasi: Blowback
Panjang keseluruhan: 623mm
Panjang Laras: 224mm
Bobot kosong: 2,87 kg
Vo meninggalkan laras: 1.148 f/s
Jarak tembak efektif: 100 m
Rate of fire: 600 ppm
Kapasitas magasen: 32 peluru (standar)

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur / Submachine Gun MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

1. COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain


Kamis, 19 April 2018

Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARAND (BAGIAN 1)


Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 19 April 2018

Selamat pagi, siang, sore, malam, sobat sekalian. Kali ini, saya kan postingkan artikel tentang senapan serbu semi otomatis yang sangat legendaris, yaitu M1 Garand. Senapan ini mulai beraksi di era Perang Dunia Ke II, dan menjadi standard organik bagi pasukan Amerika Serikat yang terlibat dalam perang tersebut. Untuk para penggemar militer, senapan ini pasti sangat "hits" dan familiar. 

Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Dalam beberapa film yang mengambil latar belakang Perang Dunia Ke II, senapan ini menjadi ikon tersendiri. Contoh dalam film Saving Private Ryan, atau serial Band of Brothers, senapan ini mendapat porsi paling besar dalam hal "penampakan". Yang paling diingat dari senapan ini adalah, suara dentingannya yang sangat "khas", saat peluru telah habis, maka klip peluru akan terlontar keluar secara otomatis dengan disertai dentingan logam yang sangat khas dan berbeda dengan senapan lainnya. Untuk lebih jelasnya, maka artikel ini akan mengulas secara panjang lebar tetang senapan serbu M1 Garand. 

Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Berikut ini adalah ulasan mendetail tentang senapan ini (karena uraiannya panjang, maka tulisan ini akan dibagi menjadi 3 bagian):

Artikel kali ini akan membahas tentang Senapan Serbu semi otomatik yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat saat Perang Dunia Ke II. Senapan ini demikian legendaris, karena menerapkan sistem penembakan yang tergolong maju. Senapan ini tak perlu dikokang setiap kali selesai menembak. System gas operated yang diterapkan, mampu mengeluarkan selongsong peluru, memasukkan peluru baru, dan menset mekanisme picu pada posisi siap tembak. Yang paling dikenal pada senapan ini adalah bunyi yang khas, saat peluru telah habis. Saat peluru terakhir ditembakkan, maka klip peluru akan terlontar keluar, diiringi dengan bunyi “kling” yang keras.

Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Terobosan teknologi senapan tempur. Begitulah kesimpulan yang didapat ketika senapan M1 muncul dan selanjutnya digunakan sebagai senapan standar militer Amerika Serikat sejak tahun 1936. Predikat sebagai innovator dalam dunia senapan tempur didapat berkat penerapan system tembak semi otomatis yang diramu oleh J.C Garrand. Nama pencipta kemudian erat menempel di belakang kode resmi M1. Sekarang bandingkan dengan teknologi yang ada pada senapan-senapan sejenis negara-negara lain di luar Amerika Serikat pada masa itu. Uni Soviet dengan Mosin Nagant, Jerman memakai Mauser Type 98, serta Inggris menggunakan senapan klasik Lee Enfield, semuanya merupakan senapan model kokang alias bolt-action.

Demikianlah artikel yang berjudul "Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARAND (BAGIAN 1)", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul: Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARAND (BAGIAN 2).

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi


Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Edisi Koleksi majalah Angkasa-KISAH HEBAT AK-47 & LIMA SENAPAN LEGENDARIS.