Jumat, 06 November 2020

Semakin Garang dan Siap Tempur, Tank T-72 Dimodernisasi dengan Sejumlah Fitur Tempur nan Canggih


Tank Tempur Utama T-72B3, Tank T-72 Yang Sudah Dimodernisasi dengan Sejumlah Fitur Tempur nan Canggih
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank - T-72B3M
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jum'at, 6 November 2020

Dengan sistem proteksi dari lapis baja yang dimodernisasi, mesin ‘turbocharger’, dan amunisi ‘sub-caliber round’ terbaru, armada tank T-72B3 telah menjadi monster baja yang siap tempur.


Tank-tank T-72B3M pertama yang dimodernisasi sudah digunakan militer Rusia. Pada versi sebelumnya, tank ini dilengkapi dengan sistem pembidik multi saluran “Sosna-U” dengan sistem pelacakan target otomatis dan kanal pencitraan termal untuk mendeteksi target bahkan di tengah malam atau kondisi minim cahaya. Kini, para perancang telah meningkatkan sistem pengendalian tembakan tank dan memodernisasi kemampuan balistiknya dalam bentuk meriam 2A46M-5 125 mm.

Namun, dari semua fitur yang dimodernisasi, tank itu masih menggunakan sistem proteksi reaktif ledakan (ERA) yang boleh dibilang ketinggalan zaman. Pelindung lapis baja model  ERA (Explosive Reactive Armour) kini tak lagi mampu melindungi tank dari senjata-senjata antitank modern yang ada saat ini.

Tank Tempur Utama T-72B3, Tank T-72 Yang Sudah Dimodernisasi dengan Sejumlah Fitur Tempur nan Canggih
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank - T-72B3M
militerbanget.blogspot.com

Melompat Sejajar dengan Tank Generasi Baru

Modernisasi dari versi T-72B3 ke T-72B3M bukan sekadar kosmetik, melainkan sebuah lompatan besar demi mempertahankan relevansi di medan perang modern. Dengan menyematkan proteksi lapisan baja Relikt di bagian turret, sisi, dan bodi, para perancang Rusia berhasil menambal kelemahan fatal pada sistem ERA lama yang mulai usang. Hasilnya? Monster baja seberat 46 ton ini kini memiliki tingkat kekebalan yang diklaim mampu sejajar dengan tank generasi terbaru seperti T-14 Armata, menjadikannya momok yang jauh lebih sulit ditundukkan oleh senjata anti-tank modern.

Para perancang juga telah menyematkan dapur pacu berupa mesin diesel baru, yang mana mesin ini mampu menghasilkan tenaga tambahan sekitar 200 tenaga kuda pada tank ini. Dengan bobot 46 ton, versi yang ditingkatkan itu kini memiliki daya sebesar 1.130 tenaga kuda. Artinya, T-72B3M dapat dipacu melintasi medan yang sulit atau cross country dengan kecepatan hingga 50 – 60 km/jam.

Tank Tempur Utama T-72B3, Tank T-72 Yang Sudah Dimodernisasi dengan Sejumlah Fitur Tempur nan Canggih
Tank Tempur Utama/Main Battle Tank - T-72B3M
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Sang Veteran yang Menolak Pensiun

Pada akhirnya, proyek modernisasi T-72B3M ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah platform tank veteran dari era Perang Dingin masih bisa disulap menjadi mesin perang yang mematikan di abad ke-21. Lewat perpaduan sistem bidik Sosna-U yang tajam di kegelapan, meriam 2A46M-5 yang presisi, peningkatan proteksi Relikt, serta suntikan 200 tenaga kuda tambahan pada dapur pacunya, T-72B3M berhasil membuktikan diri. Tank ini bukan lagi sekadar sisa-sisa sejarah, melainkan tulang punggung armada lapis baja yang siap melaju kencang dan menghantam targetnya di medan tempur yang paling ekstrem sekalipun.

Artikel asli berjudul “Siap Tempur, Tank T-72 Dimodernisasi dengan Sejumlah Peralatan Canggih” ditulis oleh IGOR ROZIN

Artikel ini telah tayang di laman id.rbth.com. Tulisan asli dapat dibaca di sini.

Artikel ditulis ulang dan disempurnakan oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Kamis, 05 November 2020

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly


Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Grizzly
militerbanget.blogspot.com

Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 5 November 2020

Kendaraan pengangkut personel lapis baja Grizzly adalah bagian dari keluarga AVGP (Armored Vehicle General Purpose) dari Kanada. Kendaraan lapis baja ini diadopsi oleh militer Kanada pada akhir medio 1970-an. Menurut catatan resmi, sekitar 270 unit kendaraan pengangkut personel lapis baja ini dioperasikan oleh militer Kanada pada periode tersebut. Pada saat ini, APC Grizzly tidak lagi dioperasikan di garis depan, posisinya digantikan oleh APC Bison yang lebih modern. Sisa unit yang masih operasional, diperbaiki dan menjadi kendaraan pendukung operasional, dan beberapa unit kendaraan dijual ke negara lain.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor")

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Grizzly
militerbanget.blogspot.com

APC Grizzly rancangannya didasarkan pada Swiss MOWAG Piranha 6x6. Lambungnya memiliki ketebalan lapis baja dengan ketebalan maksimum 10 mm. Lapisan proteksi ini memberikan perlindungan terhadap hantaman proyektil kaliber kecil dan serpihan peluru artileri.

APC ini menggunakan turret Cadillac Gage, yang dilengkapi dengan senapan mesin berat kaliber 12,7mm dan senapan mesin koaksial kaliber 7,62mm.

APC Grizzly dikendalikan oleh tiga orang awak dan dapat membawa enam prajurit infanteri dengan perlengkapan penuh. Akses untuk pasukan masuk dan keluar dari kendaraan melalui pintu belakang atau pintu atap.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber - Junkers Ju-52)

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Grizzly
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan ini mengandalkan dapur pacu mesin diesel Detroit Diesel 6V53T turbocharged, yang menghasilkan daya sebesar 275 tenaga kuda. APC Grizzly memiliki kemampuan amfibi penuh dan pada saat melaju air, penggeraknya mengandalkan dua mesin waterjet di posisi belakang kendaraan. Namun selama modernisasi, waterjets dikeluarkan dari sebagian besar kendaraan untuk menekan biaya perawatan, sehingga kemampuan amfibinya hilang.

Varian

  • Kendaraan pengintai lapis baja Cougar.
  • Kendaraan pemulihan lapis baja Husky.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Grizzly
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly

Asal negara: Kanada
Operasional aktif: 1976
Awak: 3 orang
Kapasitas angkut Personel: 5 - 6 personel

Dimensi dan berat
Bobot: 10.5 ton
Panjang: 5,96 m
Lebar: 2,53 m
Tinggi: 2,53 m

Persenjataan
1 x Senapan mesin berat kaliber 12,7mm 
1 x Senapan mesin kaliber 7,62 mm

Mobilitas
Mesin: Detroit Diesel 6V53T diesel
Tenaga mesin: 275 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 101 km/jam
Kecepatan amfibi di atas air: 7 km/jam
Jarak jelajah maksimum: 600 km

Kemampuan manuver
Tanjakan: 60 derajat
Kemiringan samping: 30 derajat
Halangan vertical: 0.8 m
Halangan Parit: 0,8 m
Fording: Amfibi

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Grizzly
militerbanget.blogspot.com

Kejayaan yang Meredup demi Efisiensi

Pada awal kemunculannya, Grizzly adalah simbol mobilitas tinggi militer Kanada. Kemampuan amfibi penuh yang didukung oleh dua mesin waterjet di bagian belakang membuatnya siap diterjunkan di berbagai medan basah yang sulit. Namun, sejarah mencatat bahwa modernisasi tidak selalu membawa peningkatan. Demi menekan biaya perawatan yang membengkak, sistem waterjet tersebut justru dicopot pada sebagian besar unit. Keputusan ini seketika "mengebiri" kodrat asli Grizzly sebagai kendaraan amfibi, menyisakannya sebagai pengangkut personel darat biasa sebelum akhirnya benar-benar digantikan oleh APC Bison yang lebih modern.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Grizzly
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Akhir Riwayat Sang Beruang Lapis Baja

APC Grizzly mungkin kini telah turun dari garis depan pertempuran, namun jejaknya dalam sejarah alutsista tak bisa dihapus begitu saja. Dari sebuah kendaraan amfibi taktis yang disegani pada era 1970-an, hingga akhirnya harus mengalah pada efisiensi anggaran, Grizzly menjadi bukti nyata bagaimana dinamika kebutuhan militer dan biaya operasional saling berbenturan.

Meski sebagian besar unitnya telah dipensiunkan atau dialihkan sebagai kendaraan pendukung, sang "Beruang" dari Kanada ini tetap menempati posisi terhormat sebagai salah satu pelopor kendaraan taktis 6x6 yang membentuk cetak biru panser modern hari ini.

Demikianlah artikel tentang Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Grizzly, semoga bisa berguna bagi pembaca semua

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Selasa, 03 November 2020

Kenapa Pistol Mitraliur PPSh-41 Selalu Ada di Setiap Monumen Tentara Merah?


Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur/Submachine Gun
Uni Soviet PPSh-41 adalah salah satu senjata yang paling banyak diproduksi pada saat Perang Dunia II berkecamuk. Setelah perang usai, pistol mitraliur ini tersebar ke seluruh dunia dan setidaknya digunakan dalam tiga palagan besar untuk melawan pasukan Amerika, yaitu saat perang Korea, konflik Kuba, dan yang paling kesohor, Perang Vietnam.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Belajar dari Kekalahan di Perang Musim Dingin

Pada era 1930-an, Uni Soviet secara eksklusif melihat fungsi pistol mitraliur (submachine gun) hanya sebagai senjata pendukung, sementara posisi senapan Mosin-Nagant sebagai senjata utama tetap tak tergantikan. Saat itu, jumlah senapan mesin ringan (senapan Degtyaryov [PPD] yang rumit dan mahal) yang digunakan tentara Uni Soviet jumlahnya tidak banyak.

Namun, keandalan senapan mesin ringan Suomi KP/-31 milik pasukan Finlandia selama Perang Musim Dingin telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Uni Soviet, bahwa pistol mitraliur inilah jenis senjata masa depan.

Akhirnya, Uni Soviet mulai belajar dari pengalaman dan mulai memproduksi pistol mitraliur Shpagin yang murah dan efektif. Meski produksi massalnya baru dimulai pada akhir tahun 1941, Tentara Merah sudah menggunakan pistol mitraliur PPSh-41 ini sejak 21 Desember 1940.

Para prajurit sering menyebut PPSh-41 dengan kata “Papasha” (dalam Bahasa Rusia berarti “papa”) karena ketiga huruf singkatannya (dalam bahasa Rusia, “Sh” [Ш] adalah huruf tersendiri) terdengar demikian saat diucapkan sekaligus. PPSh sendiri merupakan singkatan Pistolet-Pulemyot Shpagina (pistol mitraliur Shpagin).

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Lebih Unggul dan Disukai oleh Tentara Jerman

Dengan angka produksi lebih dari lima juta unit, PPSh-41 adalah senapan mesin ringan yang paling banyak diproduksi. Sebagai perbandingan, senapan mesin ringan MP-40 Jerman hanya diproduksi sebanyak satu jutaan unit saja.

Pasukan Jerman ternyata juga lebih menyukai PPSh-41 ketimbang senapan model kokang (bolt action) standar mereka, Mauser 98K. Apalagi ketika harus diajak bertempur pada front perkotaan, dimana pertempuran terjadi pada jarak yang dekat dan dalam ruang yang sempit, menjadikan pistol mitraliur dengan rate of fire tinggi sebagai pilihan yang sangat masuk akal. Efeknya, senjata ini banyak mereka gunakan sebagai rampasan perang. Tak hanya itu, lebih dari 10 ribu pucuk pistol mitraliur Uni Soviet yang direbut dikonversikan ke amunisi standar Jerman, mulai dari kaliber 7,62mm hingga 9mm.

Hanya satu dari sepuluh tentara Jerman yang dipersenjatai dengan senapan mesin ringan MP-40, sedangkan sisanya menggunakan senapan Mauser 98K. Itulah sebabnya pistol mitraliur PPSh yang dirampas langsung menjadi senjata pelengkap tentara Jerman. Selain itu, jarak tembak efektif pistol mitraliur PPSh-41 ternyata lebih unggul dibandingkan dengan MP-40.

PPSh-41 menjadi senjata utama unit asing Tentara Merah yang bertempur bersama pasukan Uni Soviet melawan Hitler, yaitu Batalion Independen Cekoslowakia dan Divisi Pertama Infanteri Tadeusz Kosciuszko.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Eksperimen Gila "Fire Hedgehog"

Pada tahun 1944, PPSh-41 diujicoba untuk model alutsista "penembakan massif" yang dikenal sebagai “Fire Hedgehog”. Sebanyak 88 pucuk pistol mitraliur dipasangkan pada kompartemen senjata bomber Tupolev Tu-2. Dengan begitu, si pilot bisa melancarkan tembakan intensif dan destruktif pada barisan infanteri musuh. Namun, karena pengisian ulang amunisi pada konfigurasi ini sangat "ribet" (terlalu memakan waktu dan hanya dapat dilakukan di darat), ide ini lantas dikesampingkan.

Pada saat akhir perang, PPSh-41 menjadi pistol mitraliur utama pasukan Uni Soviet. Lebih dari 55 persen personel dipersenjatai dengan pistol mitraliur ini.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

PPSh-41 adalah bagian tak terpisahkan dari image tentara Uni Soviet selama era Perang Dunia II. Tak heran, pistol mitraliur yang terkenal ini hampir selalu ditemukan di sebagian besar monumen yang dipersembahkan untuk tentara Soviet di seluruh dunia.

Setelah Perang Dunia II usai, PPSh-41 diproduksi secara luas di Korea Utara. Salah satu PPSh-41 pertama buatan negara itu bahkan dihadiahkan kepada Stalin pada tahun 1948 di hari ulang tahunnya yang ke-70.

PPSh-41 setidaknya tiga kali digunakan untuk melawan pasukan Amerika (dan CIA), yaitu selama Perang Korea, pada periode awal Perang Vietnam, dan selama Invasi Teluk Babi di Kuba.

Artikel asli berjudul: “Kenapa Senapan PPSh-41 Selalu Muncul di Setiap Monumen Tentara Merah?”. Ditulis oleh Boris Egorov.

Artikel ini telah tayang di laman id.rbth.com. Tulisan asli dapat dibaca di sini.

Artikel ditulis ulang dan diadaptasi oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Senin, 02 November 2020

Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara


Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Senin, 2 November 2020

Salah satu media Amerika Serikat menulis sebuah artikel yang menarik, yaitu; Su-34 adalah salah satu pesawat pembom tempur terbaik yang dimiliki oleh Rusia.

Belum lama ini, The National Interest menerbitkan sebuah artikel dengan tajuk “Pesawat Pembom Tempur Su-34 Melegenda karena Satu Alasan Sederhana.” Tanpa bertele-tele, sang penulis artikel dengan gamblang menjabarkan alasannya sebagai berikut, “Pesawat ini dapat dengan mudah mencapai tujuannya ke mana saja dan kapan saja.”

Si penulis artikel ini, Caleb Larson, mengatakan, Su-34 adalah salah satu pesawat pembom tempur terbaik yang dimiliki oleh militer Rusia.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Jet Pembom dengan Cita Rasa Hotel: Rahasia Toilet dan Dapur di Kokpit Su-34


Masih dalam artikel tersebut, Larson memaparkan sejumlah keunggulan pesawat tersebut, seperti kokpitnya yang besar dan luas (pilot bahkan bisa berdiri tegak di dalamnya). Dan yang lebih “aneh” adalah, kokpit pesawat juga dilengkapi toilet dan dapur kecil.

Kabin atau “cangkang” kokpit terbuat dari material baja dengan tambahan proteksi berupa lapisan titanium. Dengan proteksi seperti ini, pilot akan terlindung dari tembakan senjata api dan senjata anti pesawat level ringan. Berbagai komponen lain yang bersifat vital pada pesawat ini juga dilindungi dengan lapisan baja.

Pesawat Su-34 (Rusia: Сухой Су-34; NATO memberikan kode untuk pesawat ini sebagai “Fullback”) ini memiliki 12 pylon atau cantelan di sayap dan juga di badan yang dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis persenjataan, seperti bom, roket, dan lainnya. Pesawat ini juga dilengkapi dengan meriam kaliber 30mm yang mumpuni untuk melumat sasaran darat dan juga mematikan untuk dogfight jarak dekat.

Tak hanya itu, Larson juga memberikan perhatian pada bodi Su-34 yang unik. Karena bentuk moncongnya yang agak ceper seperti paruh bebek, Su-34 dijuluki Platipus.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Di Balik Desain Unik Su-34: Penggabungan Sempurna Bomber dan Fighter


Pesawat Su-34 secara design merupakan kombinasi kekuatan sebuah bomber yang memiliki muatan persenjataan yang besar dan daya jelajah yang tinggi dengan kemampuan manuver sebuah pesawat tempur yang luar biasa. Kelebihan ini sebagian besar dicapai karena pesawat itu menerapkan konsep three-surface design.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Sengatan dari Belakang: Fungsi Rahasia Ekor Raksasa Si Paruh Bebek


Salah satu fitur yang paling mencolok pada Su-34 adalah bentuk ekornya. Ekor pesawat yang besar dapat menampung parasut untuk membantu pengereman, mesin tambahan, bahan bakar cadangan, dan antena radar belakang yang bisa memperingatkan pilot jika sewaktu-waktu pesawat ini dalam kuncian rudal lawan.

Pada bagian akhir artikel, Caleb Larson menyimpulkan bahwa, walaupun pesawat ini tidak dilengkapi dengan teknologi siluman, Su-34 tetap merupakan lawan sepadan bagi pesawat-pesawat tempur generasi ke-4++ dan militer Rusia jelas tak akan memensiunkan pesawat ini dalam waktu dekat.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Lembar Data Tempur: Spesifikasi dan Persenjataan Sukhoi Su-34
 Sukhoi Su-34 (Сухой Су-34, kode NATO "Fullback")


Tipe: Pesawat Pembom Tempur
Terbang perdana: 13 April 1990
Diperkenalkan pada publik: 4 Januari 2007
Status: Produksi
Pengguna utama: Angkatan Udara Rusia
Jumlah produksi: 22 unit
15 seri
7 purwarupa
Harga satuan: US$36 juta
Acuan dasar: Su-27

Karakteristik umum
Awak pesawat: 2 orang
Panjang: 23.34 m
Rentang sayap: 14.7 m
Tinggi: 6.09 m
Berat isi: 39,000 kg
Kapasitas angkut persenjataan: 8,000 kg
Berat maksimum saat lepas landas: 45,100 kg

Dapur pacu: 2 × Mesin Lyulka AL-35F turbofans, 137.2 kN with afterburner masing-masing

Kinerja/Performa
  • Kecepatan maksimum
  • Elevasi tinggi: Mach 1.8 (1,900 km/h, 1,180 mph)
  • Elevasi rendah: Mach 1.2 (1,400 km/h, 870 mph) at sea level
  • Radius tempur: 1,100 km (680 mi)
  • Jarak jelajah maksimum: 4,000 km (2,490 mi)
  • Ketinggian operasional maksimum: 15,000 m
  • Beban sayap: 629 kg/m²
  • Rasio daya dorong/berat: 0.68

Persenjataan


Persenjataan standar (Tetap):
  • 1 × 30mm Gryazev-Shipunov GSh-30-1 (9A-4071K) cannon, kapasitas 150 peluru

Senjata pertahanan diantaranya: 
  • R-27 Alamo
  • R-73 Archer
  • R-77 Adder series
Keseluruhan rudal di atas dipandu dengan radar PESA yang memiliki kemampuan untuk melacak hingga sepuluh target dan secara bersamaan mengunci serta menembak empat diantaranya dengan tembakan rudal BVR.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

10 cantelan (hardpoint) di sayap dan dua di badan pesawat untuk persenjataan hingga 8.000 kg (17.630 lb), termasuk:
  • Kh-29L / T 
  • Kh-25MT / ML 
  • Kh-25MP 
  • Kh-36 
  • Kh-38 
  • Kh-41 
  • Kh-59M
  • Kh-58 
  • Kh-31P 
  • Kh-35 Ural 
  • Kh-41 
  • Kh-65S 
  • Kh-SD 
  • 2 Moskit 
  • 3 × Jachont air-to-ground missiles 
  • KAB-500L / KR atau KAB-1500L guide bombs 
  • Bom jatuh bebas (tanpa pemandu) 
  • Pod roket B-8 dengan roket S-8 20 × 80 mm 
  • Pod roket B-13 dengan roket S-13 5 × 122 mm 
  • Pod roket O-25 dengan roket S-25 1 × 340 mm 
  • Tangki bahan bakar eksternal 
  • EW- dan pod pengintai

Artikel asli berjudul: “The National Interest: Su-34 Pesawat Legendaris”. Ditulis oleh Fauzan Al-Rasyid.

Artikel ini telah tayang di laman id.rbth.com. Tulisan asli dapat dibaca di sini.

Artikel ditulis ulang dan disempurnakan oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Minggu, 01 November 2020

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua


Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Charrua
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 1 November 2020

Charrua adalah pengangkut personel lapis baja amfibi sistem track, yang dikembangkan di Brasil oleh perusahaan Moto Pecas. APC ini diberi nama suku asli Amerika Selatan yaitu Charrua. APC ini juga disebut sebagai XMP-1. 

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Charrua
militerbanget.blogspot.com

Ambisi Lokal Brasil: Misi Nekat Menantang Dominasi M113 Amerika


Pada awal 1980-an angkatan bersenjata Brasil memiliki persyaratan untuk mengganti armada tua dari 500 pengangkut personel lapis baja M59 Amerika, yang dikirim pada awal 1950-an. Kementerian Pertahanan Brasil sedang mencari APC dengan performa yang mirip dengan M113 Amerika. Proyek ini dimulai pada tahun 1983. Purwarupa pertama dibuat pada tahun 1985. Sejumlah purwarupa telah diproduksi. Charrua sebagian besar menggunakan teknologi dan material local Brasil. Namun akhirnya seluruh program dibatalkan. Akhirnya Angkatan Darat dan Korps Marinir Brasil lebih memilih untuk mengadopsi M113 Amerika dan lebih dari 600 APC ini telah dipesan.

Charrua dapat dikatakan sangat mirip dengan APC M113. Purwarupa pertama memiliki lambung berbentuk kotak dengan sisi vertikal. Purwarupa kedua memiliki sisi lambung miring di area kompartemen personel. Kedua versi memiliki volume internal yang besar.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Charrua
militerbanget.blogspot.com

Lapisan Perisai Keramik: Kebal Peluru Kaliber 12,7mm Hingga Kanon 20mm


Armor pada APC ini memberikan perlindungan menyeluruh terhadap hantaman proyektil kecil 7,62mm dan serpihan peluru artileri. Armor keramik tambahan tersedia untuk perlindungan serba guna terhadap hantaman peluru kaliber 12,7mm. Dengan tambahan lapis baja, busur depan dapat menahan hantaman amunisi kaliber 20mm.

Kendaraan pengangkut personel lapis baja varian dasar dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 12,7mm dengan kubah pelindung. Senjata ini dioperasikan oleh komandan kendaraan. Purwarupa pertama memiliki turret kecil, dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 12,7mm. Juga ada versi yang diusulkan dipersenjatai dengan meriam kaliber 20 atau 25mm.

Charrua dikendalikan oleh dua orang awak dan memiliki kapasitas angkut hingga satu regu infanteri yang terdiri dari 9 pasukan dengan perlengkapan penuh. Personel masuk dan keluar kendaraan melalui pintu belakang. Juga ada lubang atap untuk observasi, bantuan tembakan dan pintu keluar darurat. Ada beberapa celah atau tingkap untuk menembak bagi personel untuk menembakkan senjata masing-masing.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Charrua
militerbanget.blogspot.com

Dapur Pacu SAAB-Scania: Monster Trek yang Melaju Lincah di Atas Air


Awalnya APC baru ini direncanakan menggunakan mesin diesel produksi Brasil. Namun karena beberapa pertimbangan, kendaraan pengangkut personel lapis baja ini akhirnya menggunakan mesin diesel SAAB-Scania DSI-11, yang menghasilkan tenaga sebesar 394 hp. Mesin lain, Detroit Diesel 6V92TA, yang menghasilkan tenaga sebesar 450 hp, diusulkan sebagai opsi lain. Mesin terletak di bagian depan lambung. Mesin ini dipadukan dengan transmisi otomatis Allison. Jarak jelajah maksimum di jalan raya dengan dua tangki bahan bakar 270 liter adalah 500 km.

Kendaraan pengangkut personel lapis baja ini juga memiliki kemampuan amfibi. Pada saat melaju di air, APC ini mengandalkan daya dorong dari dua mesin hidrojet. Kecepatan amfibi saat melaju di air adalah 8 km/jam. APC ini dirancang untuk dapat melintasi sungai dan danau yang umum terdapat di Brasil.

Awalnya Charrua dimaksudkan untuk diproduksi dalam berbagai varian. Beberapa purwarupa diproduksi sebelum akhirnya seluruh program dibatalkan.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Charrua
militerbanget.blogspot.com

Varian


Kendaraan pos komando.

Ambulans lapis baja.

Kendaraan sinyal dengan peralatan komunikasi radio.

Kendaraan pemulihan lapis baja dengan derek yang dipasang di belakang.

Kendaraan rekayasa lapis baja dengan bilah dozer yang dipasang di belakang dan derek.

Pengangkut mortir 120 mm.

Kendaraan pertahanan udara dengan quad turret.

Kendaraan pertahanan udara dengan turret Bofors 40 mm.

Pengangkut rudal anti-pesawat.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua
Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Charrua
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Charrua


Asal negara: Brazil
Operasional aktif: 
Awak: 2 orang
Kapasitas angkut personel: 9 orang

Dimensi dan berat
Bobot: 18 ton
Panjang: 6,43 m
Lebar: 3,26 m
Tinggi: 1,95 m

Persenjataan
Senjata mesin: 1 x Senapan mesin berat kaliber 12,7mm

Mobilitas
Mesin: SAAB-Scania DSI-11 diesel
Tenaga mesin: 394 hp
Kecepatan maksimum: 70 km/jam
Kecepatan melaju di air: 8 km / jam
Jarak jelajah maksimum: 500 km

Kemampuan manuver
Tanjakan: 60 derajat
Kemiringan samping: 40 derajat
Halangan vertical: 0,75 m
Halangan Parit: 2 m
Kemampuan Amfibi: Penuh

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain