Selasa, 03 November 2020

Kenapa Pistol Mitraliur PPSh-41 Selalu Ada di Setiap Monumen Tentara Merah?


Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur/Submachine Gun
Uni Soviet PPSh-41 adalah salah satu senjata yang paling banyak diproduksi pada saat Perang Dunia II berkecamuk. Setelah perang usai, pistol mitraliur ini tersebar ke seluruh dunia dan setidaknya digunakan dalam tiga palagan besar untuk melawan pasukan Amerika, yaitu saat perang Korea, konflik Kuba, dan yang paling kesohor, Perang Vietnam.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Belajar dari Kekalahan di Perang Musim Dingin

Pada era 1930-an, Uni Soviet secara eksklusif melihat fungsi pistol mitraliur (submachine gun) hanya sebagai senjata pendukung, sementara posisi senapan Mosin-Nagant sebagai senjata utama tetap tak tergantikan. Saat itu, jumlah senapan mesin ringan (senapan Degtyaryov [PPD] yang rumit dan mahal) yang digunakan tentara Uni Soviet jumlahnya tidak banyak.

Namun, keandalan senapan mesin ringan Suomi KP/-31 milik pasukan Finlandia selama Perang Musim Dingin telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi Uni Soviet, bahwa pistol mitraliur inilah jenis senjata masa depan.

Akhirnya, Uni Soviet mulai belajar dari pengalaman dan mulai memproduksi pistol mitraliur Shpagin yang murah dan efektif. Meski produksi massalnya baru dimulai pada akhir tahun 1941, Tentara Merah sudah menggunakan pistol mitraliur PPSh-41 ini sejak 21 Desember 1940.

Para prajurit sering menyebut PPSh-41 dengan kata “Papasha” (dalam Bahasa Rusia berarti “papa”) karena ketiga huruf singkatannya (dalam bahasa Rusia, “Sh” [ะจ] adalah huruf tersendiri) terdengar demikian saat diucapkan sekaligus. PPSh sendiri merupakan singkatan Pistolet-Pulemyot Shpagina (pistol mitraliur Shpagin).

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Lebih Unggul dan Disukai oleh Tentara Jerman

Dengan angka produksi lebih dari lima juta unit, PPSh-41 adalah senapan mesin ringan yang paling banyak diproduksi. Sebagai perbandingan, senapan mesin ringan MP-40 Jerman hanya diproduksi sebanyak satu jutaan unit saja.

Pasukan Jerman ternyata juga lebih menyukai PPSh-41 ketimbang senapan model kokang (bolt action) standar mereka, Mauser 98K. Apalagi ketika harus diajak bertempur pada front perkotaan, dimana pertempuran terjadi pada jarak yang dekat dan dalam ruang yang sempit, menjadikan pistol mitraliur dengan rate of fire tinggi sebagai pilihan yang sangat masuk akal. Efeknya, senjata ini banyak mereka gunakan sebagai rampasan perang. Tak hanya itu, lebih dari 10 ribu pucuk pistol mitraliur Uni Soviet yang direbut dikonversikan ke amunisi standar Jerman, mulai dari kaliber 7,62mm hingga 9mm.

Hanya satu dari sepuluh tentara Jerman yang dipersenjatai dengan senapan mesin ringan MP-40, sedangkan sisanya menggunakan senapan Mauser 98K. Itulah sebabnya pistol mitraliur PPSh yang dirampas langsung menjadi senjata pelengkap tentara Jerman. Selain itu, jarak tembak efektif pistol mitraliur PPSh-41 ternyata lebih unggul dibandingkan dengan MP-40.

PPSh-41 menjadi senjata utama unit asing Tentara Merah yang bertempur bersama pasukan Uni Soviet melawan Hitler, yaitu Batalion Independen Cekoslowakia dan Divisi Pertama Infanteri Tadeusz Kosciuszko.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

Eksperimen Gila "Fire Hedgehog"

Pada tahun 1944, PPSh-41 diujicoba untuk model alutsista "penembakan massif" yang dikenal sebagai “Fire Hedgehog”. Sebanyak 88 pucuk pistol mitraliur dipasangkan pada kompartemen senjata bomber Tupolev Tu-2. Dengan begitu, si pilot bisa melancarkan tembakan intensif dan destruktif pada barisan infanteri musuh. Namun, karena pengisian ulang amunisi pada konfigurasi ini sangat "ribet" (terlalu memakan waktu dan hanya dapat dilakukan di darat), ide ini lantas dikesampingkan.

Pada saat akhir perang, PPSh-41 menjadi pistol mitraliur utama pasukan Uni Soviet. Lebih dari 55 persen personel dipersenjatai dengan pistol mitraliur ini.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41, Simbol keganasan Pasukan Merah saat Perang Dunia II
Pistol Mitraliur/Submachine Gun PPSh-41
militerbanget.blogspot.com

PPSh-41 adalah bagian tak terpisahkan dari image tentara Uni Soviet selama era Perang Dunia II. Tak heran, pistol mitraliur yang terkenal ini hampir selalu ditemukan di sebagian besar monumen yang dipersembahkan untuk tentara Soviet di seluruh dunia.

Setelah Perang Dunia II usai, PPSh-41 diproduksi secara luas di Korea Utara. Salah satu PPSh-41 pertama buatan negara itu bahkan dihadiahkan kepada Stalin pada tahun 1948 di hari ulang tahunnya yang ke-70.

PPSh-41 setidaknya tiga kali digunakan untuk melawan pasukan Amerika (dan CIA), yaitu selama Perang Korea, pada periode awal Perang Vietnam, dan selama Invasi Teluk Babi di Kuba.

Artikel asli berjudul: “Kenapa Senapan PPSh-41 Selalu Muncul di Setiap Monumen Tentara Merah?”. Ditulis oleh Boris Egorov.

Artikel ini telah tayang di laman id.rbth.com. Tulisan asli dapat dibaca di sini.

Artikel ditulis ulang dan diadaptasi oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar