Kamis, 16 Mei 2019

Tank Tempur Ringan / Light Tank M1931 Christie


Tank Tempur Ringan/Light Tank
M1931 Christie
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019

Pada saat Perang Dunia I usai, perkembangan tank tempur sebenarnya tidak terlalu masif. Tetapi, keadaan ini berubah setelah J. Walther Christie, seorang insinyur asal Amerika Serikat membuat terobosan dalam rancang bangun tank secara radikal. 

J. Walther Christie merancang dan membuat tank ringan yang dapat bermanuver dengan lincah di segala medan, sekaligus memiliki kecepatan jelajah maksimum yang tinggi berkat sistem suspensi rancangannya. Bahkan, tank rancangannya dapat tetap bergerak atau berjalan dengan sangat baik tanpa track sekalipun, dan hanya mengandalkan road wheel saja.

Tank Tempur Ringan/Light Tank
M1931 Christie
militerbanget.blogspot.com

Rancangan Walther ini memberikan pengaruh besar bagi negara-negara produsen tank di luar Amerika Serikat. Tetapi ironisnya, terobosan yang dilakukan oleh Christie ini ternyata diabaikan di negeranya sendiri. 

Sebenarnya, tank M1931 adalah versi modernisasi dari tank ringan M1928, yang dimodifikasi termasuk memasang turet dan berbagai macam komponen otomotif lainnya, sehingga tank ini sanggup bergerak lincah dan memiliki kecepatan jelajah yang sangat menakjubkan, sekitar 74 km/jam. Dan hebatnya lagi, jika tank ringan ini berjalan tanpa track, atau hanya mengandalkan road wheel saja, kecepatan maksimumnya bisa mencapai angka 113 km/jam.

Tank Tempur Ringan/Light Tank
M1931 Christie
militerbanget.blogspot.com

Tetapi, sayangnya, target pemasaran utama tank ini, yaitu US Army, sama sekali tidak terkesan dengan kemampuan tank ini, dan sama sekali tak mengadopsinya alias tak membelinya. Berbeda dengan negara-negara lain yang mampu melihat potensi dari tank ini. Dua unit tank M1931 yang dibeli oleh Rusia, menjadi pedoman atau acuan bagi perancangan dan pembuatan tank seri BT, dan di Inggris, tank ini menjadi dasar rancangan bagi tank Cruiser.

Tank Tempur Ringan/Light Tank
M1931 Christie
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Tempur Ringan / Light Tank M1931 Christie


Asal Negara: Amerika Serikat
Mulai bertugas: 1931 (hanya versi purwarupa)
Kru: 2 Orang
Bobot: 10.668 kg/10,67 ton

Dimensi 

Panjang: 5.43 m  
Tinggi: (over turret hutch) 2,21 m 
Lebar: 2,24 m

Persenjataan 

Senjata utama: 
1 x Meriam kaliber 37mm rifle gun low velocity
Senjata sekunder: 
1 x 7.65mm machine gun 

Armor: Maksimum 16mm
Mesin:  Liberty 12 cylinder petrol 252 kW/338 hp 

Performa 

Kecepatan maksimum: 
74 km/jam (dengan track terpasang) 
113 km/jam (dengan roda jalan atau road wheel)
Jarak jelajah maksimum: 274 km

Demikianlah artikel yang berjudul "Tank Tempur Ringan / Light Tank M1931 Christie", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com
-----------------------------------------

Jumat, 10 Mei 2019

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Boeing B-47 Stratojet


Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 10 Mei 2019

Menjelang berakhirnya Perang Dunia ke II, US Army Air Force (pada watu itu Angkatan Udara Amerika Serikat atau USAF belum terbentuk, dan pesawat, baik itu pesawat tempur maupun pesawat pembom berada dibawah kendali Angkatan Darat dan Angkatan Laut) berencana untuk memodernisasi armada pesawat pembom yang dimilikinya, maka dimulailah pengembangan pesawat pembom dengan kecepatan subsonik yang beroperasi di elevasi tinggi dan mampu menempuh jarak terbang medium. Permintaan tersebut disambut antusias oleh empat produsen pesawat terbang di Amerika Serikat, dan seluruh rancangan diserahkan pada tahun 1945. 

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Setelah melalui evaluasi singkat pada tiap rancangan, rancangan dari pabrikan Boeing, yaitu XB-47 yang memiliki enam mesin (purwarupa pesawat ini terbang pertama kali pada bulan Desember 1947) yang memiliki performa setara dengan pesawat tempur bermesin jet memenangkan persaingan ini dan menjadi pesawat pembom bermesin jet pertama yang berkonfigurasi sayap sayung.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Medium / Medium Tank - M4 "SHERMAN"

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Pendorong pesawat ini yang terdiri dari enam mesin jet memang menjadi ciri tersendiri dari pesawat ini. Enam mesin jet tersebut dibutuhkan demi memenuhi spesifikasi kecepatan dan daya angkat, dimana pada waktu itu, mesin jet generasi awal masih memiliki performa yang rendah, dimana daya yang dihasilkan masih terbilang kecil. Keenam mesin jet tersebut dipasang pada pod mesin di bawah sayap sayung yang memiliki sudut 35 derajat.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Pod dalam dipasang dua mesin sedangkan satu mesin ditempatkan pada pod terluar yang posisinya hampir di ujung sayap. Pada pesawat B-47 versi awal, demi memenuhi spesifikasi untuk mampu membawa muatan pada bobot maksimal, pada saat proses lepas landasnya, pesawat ini harus dibantu dengan tambahan gaya dorong berupa 18 roket berbahan bakar padat yang dipasangkan di bagian belakang pesawat.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Pesawat pembom B-47 mulai berdinas secara aktif di USAF pada tahun 1952 dan sebelum era misil balistik antar benua, pesawat pembom nuklir yang memiliki kecepatan yang tinggi ini menjadi senjata penggentar nuklir terbaik yang dimiliki oleh Amerika Serikat. 

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Selain fitur sayap sayung dan keenam mesin jetnya, pesawat ini memiliki fitur unik lain seperti turet ekor yang digerakkan dengan remote control, dan roda pendarat yang berkonfigurasi bicycle, yaitu roda pendarat yang berposisi pada badan pesawat dan ditempatkan di depan dan belakang, serta dibantu dengan roda kecil di ujung sayap yang membantu keseimbangan pesawat ini. Versi B merupakan versi produksi pertama tetapi segera digantikan dengan B-47E yang menjadi versi produksi pertama yang difinitif.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Pesawat pembom B-47 yang berawak tiga orang ini merupakan pesawat terberat pada era tersebut dan walaupun pesawat ini hanya digolongkan ke dalam pesawat pembom jarak medium (bukan jarak jauh atau strategis), pesawat ini memiliki bobot tempur yang lebih besar ketimbang pesawat pembom strategis era Perang Dunia ke II. Pesawat ini memiliki fitur parasut  pendarat pada ekornya yang berfungsi sebagai rem pada saat pendaratan, dan pesawat ini menjadi salah satu pesawat yang mengadopsi teknik pengereman ini.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Pesawat pembom B-47 mampu membawa muatan bom hingga seberat 9 ton atau dibatasi hanya membawa dua unit bom nuklir saja pada tahun 1950-an. Tetapi, karena B-47 digelar dalam jumlah yang banyak, tentu saja ini menjadi alasan yang lebih dari cukup untuk mengkhawatirkan bagi Uni Soviet. Untuk muatan bom konvensional, supaya dapat menempuh jarak maksimal, pesawat ini dapat membawa 6 ton bom atau mengangkut delapan unit bom dengan berat masing-masing 454 kilogram.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Jarak terbang maksimum B-47 adalah 5.792 kilometer, sehingga Strategic Air Command harus membuat pangkalan terdepan di negara-negara sahabat seperti Inggris, Spanyol dan Maroko, serta dibuat juga pangkalan di Alaska yang jaraknya lebih dekat terhadap Uni Soviet.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Sebagai fitur tambahan untuk meningkatkan radius tempur, pesawat ini juga dilengkapi dengan perangkat pengisian bahan bakar di udara, sehingga pesawat ini dapat melaksanakan misi selama 36 jam non stop untuk menunjukkan kehebatan armada pembom SAC kepada dunia (terutama Uni Soviet). 

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Sayangnya, saat beberapa negara menolak untuk dijadikan sebagai pangkalan bagi pesawat ini, keunggulan dari B-47 juga harus direduksi karena armada pesawat tanker yang dimiliki oleh Amerika Serikat yang ada saat itu jumlahnya belum mencukupi untuk melayani seluruh pembom yang beroperasi dari daratan Amerika Serikat.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Sama seperti V-bomber (Vulcan, Valiant, dan Victor) milik Inggris, tugas B-47 berubah pada pertengahan 1950-an karena semakin efektifnya peluru kendali Surface to Air Missile (SAM) milik Uni Soviet sehingga pesawat ini harus diperkuat lagi strukturnya agar menjadi pesawat pembom di elevasi rendah untuk menghindari tangkapan radar musuh.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur Propeller / Fighter Aircraft - MITSUBISHI A6M ZERO)

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Sejumlah pesawat B-47 dimodifikasi sebagai pesawat pengintai (RB-47) tetapi karena instrumen atau perangkat pengintai tersebut ternyata menghabiskan ruang yang tersedia pada pesawat tersebut, pesawat pembom ini tak dapat melakukan dua tugas sekaligus, jadi hanya mampu melakukan tugas pemboman saja atau pengintaian saja, dan tidak bisa dirangkap. Tetapi untungnya, perangkat pengintai tersebut bersifat mudah dibongkar pasang, sehingga pesawat pembom tersebut dengan mudah dapat dikonfigurasikan kepada peran semula (pembom) dalam tempo yang singkat.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1956 pengembangan pesawat B-47 mencapai puncaknya, lebih dari 1.300 unit pesawat ini memperkuat 28 Wing milik SAC, selain memiliki 250 unit RB-47. B-47 secara perlahan dipensiunkan atau dinon aktifkan pada awal 1960-an. Sebanyak 400 unit masih dioperasikan hingga tahun 1964, tetapi pada tahun 1966 telah di non aktifkan seluruhnya. Kekosongan posisi yang semula ditempati oleh B-47 ini pelan-pelan diseimbangkan dan diisi oleh rudal nuklir strategis. Menurut beberapa catatan resmi, total ada 2.039 unit B-47 yang telah diproduksi.

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Boeing B-47E Stratojet


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Strategis.
Terbang Perdana: 17 Desember 1947
Awak: 3

Dimensi

Panjang: 107 kaki 1 inci (32,65 m)
Lebar sayap: 116 ft 0 in (35,37 m)
Tinggi: 28 kaki 0 inci (8,54 m)
Area sayap: 1.428 ft² (132,7 m²)
Airfoil: NACA 64A (0,225) 12 mod root dan tip
Berat kosong: 79.074 lb (35.867 kg)
Berat yang dimuat: 133.030 lb (60.340 kg)
Maks. berat lepas landas: 230.000 lb (100.000 kg)
Koefisien hambatan nol angkat: 0,0148 (diperkirakan)
Area seret: 21,13 kaki² (1,96 m²)
Rasio aspek: 9,42
Mesin: 6 × General Electric J47-GE-25 turbojet, masing-masing 7.200 lbf (32 kN)

Pesawat Pembom Strategis/Strategic Bomber
Boeing B-47 Stratojet
militerbanget.blogspot.com

Performa

Kecepatan maksimum: 607 mph (528 kn, 977 km/jam)
Kecepatan jelajah: 557 mph (484 kn, 896 km/jam)
Radius tempur: 2.013 mi (1.749 nmi, 3.240 km) dengan muatan bom 20.000 lb (9.000 kg)
Jarak terbang maksimum: 4,647 mi (4,037 nmi, 7,478 km)
Ketinggian operasional: 40.500 ft (12.300 m)
Kecepatan menanjak: 4.660 kaki/mnt (23,7 m/s)
Rasio daya angkat pada sayap: 93,16 lb/ft² (454,8 kg/m²)
Rasio daya dorongan/berat: 0,22
Rasio angkat-ke-tarik: 20,0 (perkiraan)

Persenjataan


Senjata: 

Autocannon M24A1 2 × 20 mm (0,787 in) dalam turet ekor yang dikendalikan dari jarak jauh dengan AN / APG-39 Radar penjejak senjata

Bom: 

sampai dengan 25.000 lb (11.000 kg) persenjataan, termasuk:
2 × Mk15 bom nuklir (masing-masing 3,8 megaton), atau
4 × B28 bom nuklir (masing-masing 1,1-1,45 megaton), atau
1 × B41 bom nuklir (hulu ledak setara dengan 25 megaton), atau
1 × B53 bom nuklir (hulu ledak setara dengan 9 megaton), atau
Bom konvensional 28 × 500 lb (227 kg)

Demikianlah artikel tentang Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Boeing B-47 Stratojet, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

1. Wikipedia
2. PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Kamis, 09 Mei 2019

Multirole Helicopter / Helikopter Multi Peran Mil Mi-14


Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 09 Mei 2019

Helikopter tipe Mi-14 (diberi kode identifikasi NATO sebagai “Haze) adalah helikopter yang dikembangkan berdasarkan kesuksesan helikopter Mil Mi-8, sebagai helikopter maritim yang digunakan di Uni Soviet, baik oleh pihak militer maupun non militer. Khusus untuk kemiliteran, helikopter ini direncanakan untuk versi anti kapal selam, helikopter anti ranjau laut, dan juga versi SAR. 

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Helikopter Mil Mi-14 ini terbang perdana pada bulan September 1969 dan setelah program pengembangan yang berkesinambungan, helikopter ini mulai operasional dalam skala penuh pada pertengahan 1970-an. Helikopter ini muncul untuk menggantikan helikopter Mil Mi-4 yang sudah menua dan secara operasional tidak lagi efesien dan efektif. Helikopter Mil Mi-14 awalnya dikonfigurasikan sebagai helikopter yang berpangkalan di darat, karena dimensi helikopter ini terlalu besar untuk dapat beroperasi di kapal induk kelas Kiev yang digunakan oleh Angkatan Laut Uni Soviet.


Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara helikopter Mi-14 dengan Mi-8 adalah bentuk profil dari body helikopter. Bentuk lambung helikopter Mi-14 dirancang degan bentuk mirip dengan lambung kapal laut sehingga cocok untuk beroperasi di perairan. Pelampung dipasang di belakang badan helikopter untuk menjaga kestabilan helikopter pada saat helikopter berada di air. Sebuah pelampung tambahan dipasang di bagian bawah ekor untuk menjaga rotor ekor agar tidak terkena air. Benda berbentuk kotak yang terpasang di bagian bawah ekor adalah scanner radar navigasi Doppler. 

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Mil Mi-14 varian Mi-14PL adalah sebuah versi helikopter anti kapal selam dan dilengkapi dengan scanner radar, sonar penyelaman, dan sebuah Magnetic Anomaly Detection (MAD) bernama APM-60 untuk mendeteksi aktifitas kapal selam musuh yang berada di kedalaman laut. Ketika alat ini tidak digunakan, komponen MAD diangkat dan ditempatkan di samping kabin utama.

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Kompartment persenjataan di lambung dapat mengakomodir OKA-2 sonobuoy yang berguna untuk membantu mendeteksi kapal selam dan dapat disinergikan dengan radar pencari. Mil Mi-14 juga dapat membawa persenjataan berupa torpedo dan bom dalam (deep charge). Pada saat perang dingin sedang berkecamuk, Uni Soviet mengembangkan persenjataan yang sangat mematikan berupa bom bawah laut dengan hulu ledak nuklir, dan senjata ini menjadi salah satu senjata andalan yang menjadi kelengkapan helikopter ini. 

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Helikopter Mil Mi-14PL juga dapat dipersenjatai dengan misil udara ke permukaan (air to surface) untuk digunakan melibas kapal musuh yang ada di permukaan. Pada saat operasional di militer Polandia, helikopter ini diberi nama Mi-14PW, dan hanya versi SAR nya saja yang tersedia untuk pasar ekspor. Untuk  varian versi helikopter ASW (Anti Submarine Warfare) yang telah ditingkatkan dan dikembangkan, adalah Mi-14PLM. Helikopter ini berbeda karena dapur pacunya diganti dengan mesin yang lebih kuat dan juga perlengkapan detektor yang lebih ditingkatkan dan juga lebih modern.

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Varian Mi-14PS adalah versi yang dikhususkan untuk fungsi SAR yang dibangun berdasarkan pada versi Mi-14PL, tetapi diberikan sentuhan modifikasi berupa pintu kabin yang dimensinya diperbesar dan dilengkapi denga fitur katrol untuk fungsi penyelamatan di laut. Tambahan lain berupa fitur lampu dengan intensitas yang kuat serta berukuran besar yang sangat berguna paada apabila proses penyelamatan harus dilakukan pada saat malam hari atau pada saat cuaca sedang buruk seperti saat berkabur dan lain-lain. Mi-14PS juga dapat membawa sepuluh perahu karet penyelamat yang masing-masing berkapasitas 20 orang. Apabila keadaan darurat, helikopter ini dapat membawa sepuluh orang di dalam helikopter dan perahu karet penyelamat diderek di belakang helikopter.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Medium / Medium Tank - M4 "SHERMAN")

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Untuk operasi pembersihan ranjau, Mi-14BT dimodifikasi untuk mampu menderek sebuah alat penyapu ranjau untuk membersihkan perairan dari ranjau akustik, ranjau magnetik, dan juga ranjau dengan pemicu kontak (benturan). Helikopter penyapu ranjau ini sangat berguna untuk membersihkan perairan dan memuluskan jalan bagi operasi pendaratan amphibi. Operator alat derek tersebut ditempatkan pada kursi di sebelah samping badan helikopter. Kerekannya dipasang disamping badan helikopter di dalam sebuah fairing aerodinamis. Versi Mi-14 juga dapat berfungsi untuk menebarkan ranjau dan ranjau tersebut ditempatkan di kompartmen senjata di badan helikopter.

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Sampai dengan tahun 1991, 230 unit helikopter Mil Mi-14 telah diproduksi, dan selain dipasok untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut Uni Soviet, banyak juga yang diekspor ke negara-negara Pakta Warsawa, termasuk Angkatan Laut Bulgaria, Angkatan Udara Jerman Timur, Angkatan Laut Polandia, dan Angkatan Udara Yugoslavia. Helikopter ini juga dioperasikan oleh Angkatan Laut Kuba, Angkatan Udara Etiopia, Angkatan Udara Georgia, Angkatan Udara Libya, Angkatan Udara Korea Utara, Syrian Naval Aviation, Ukrainian Naval Aviation, dan Yaman. Banyak dari helikopter ini yang juga beroperasi bersama-sama dengan pendahulunya Mil Mi-8.

Helikopter Multiperan
Multirole Helicopter Mil Mi-14
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Multirole Helicopter Helicopter / Helikopter Multi Peran Mil Mi-14


Asal Negara: Uni Soviet
Terbang Perdana: 12 Maret 1969
Awak: 4

Dimensi

Panjang: 18,38 m (60 kaki 3 in)
Diameter rotor: 21,29 m (69 kaki 10 in)
Tinggi: 6,93 m (22 kaki 9 in)
Luas Area Rotor (berputar): 356 m² (3.832 kaki²)
Berat kosong: 11.750 kg (25.900 lb)
Maks. Take Off Weight: 14.000 kg (30.865 lb)
Mesin: 2 × Klimov TV3-117MT turboshafts, masing-masing 1,454 kW (1,950 shp)

Performa

Kecepatan maksimum: 230 km / jam (124 kt)
Jarak terbang maksimum: 1.135 km (705 mi)
Ketinggian terbang operasional: 3,500 m (11,500 kaki)
Daya tahan terbang dengan bahan bakar maksimal: 4 jam 

Persenjataan:
torpedo, bom, dan muatan dalam. depth charge

Demikianlah artikel tentang Multirole Helicopter / Helikopter Multi Peran Mil Mi-14, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

1. Wikipedia
2. ENSIKLOPEDIA DUNIA “HELIKOPTER MILITER” – FRANCIS CROSSBY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com

Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 3


Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 09 Mei 2019

Artikel kali ini, adalah lanjutan dari artikel bagian 1 yang yang berjudul: “Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 2

Artikel kali ini, adalah artikel bagian ketiga atau terakhir dari tiga bagian artikel tentang pesawat eksperimental Grumman X-29. Bagi para pembaca yang ingin membaca artikel ini secara keseluruhan, dapat disimak pada artikel bagian pertama (Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 1) dan kedua (Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 2) terlebih dahulu. Supaya tak membuang-buang waktu, berikut ini adalah artikel bagian ketiga dari artikel tersebut.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Hasil Yang Dicapai

Sejak pertama kali diterbangkan pada tanggal 14 Desember 1984, purwarupa pertama pesawat X-29 telah mencapai sejumlah prestasi, antara lain, terbang pada kecepatan Mach 1,46, maximum loading pada 5,7 g, dan maksimum angle of attack (AOA) sebesar 21 derajat.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa pesawat X-29 no. 2, yang terbang pertama kali pada bulan Mei tahun 1989, lebih dititikberatkan untuk uji coba penerbangan pada AOA yang besar, yakni dikisaran antara 40 derajat hingga 70 derajat. Oleh karena itu, software dan control laws dibuat baru, disamping dilakukannya sejumlah modifikasi untuk menyempurnakannya.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur Propeller / Fighter Aircraft - MESSERCHMITT Bf-110)

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Selama diuji di Ames Dryden Test Facility milik NASA di pangkalan udara Edward (Amerika Serikat), purwarupa pesawat X-29 no. 2 telah mencatatkan rekor baru, yaitu terbang dengan AOA 67 derajat. Terlebih lagi, dari uji coba penerbangan dengan AOA yang besar, menunjukkan bahwa kualitas manusia dan pengendaliannya lebih baik dibandingkan dengan yang diprediksikan melalui metode komputasi dan model simulasi.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Pesawat X-29 pada awalnya diberi nama pesawat model 712 oleh Grumman. Pada dasarnya, tubuh bagian depan pesawat X-29 dan roda pendarat bagian depan merupakan hasil comotan dari pesawat tempur F-5A. Sedangkan komponen-komponen lain, seperti roda pendarat belakang dan aktuator untuk bilah-bilah kendali diambil dari pesawat F-16.


Bilah-bilah kendali yang memiliki andil untuk mengurangi nilai tahanan udara adalah flaperon dan permukaan kendali pada trailing edge. Disamping itu, keduanya bersamaan dengan canard dan flap pada strake berfungsi untuk memberikan kestabilan.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat (tempur) mesin tunggal
Awak: 1 Orang
Daya angkut Maks.: 4,000 lb (1,810 kg)

Dimensi

Panjang: 48 ft 1 in (14.7 m)
Bentang sayap: 27 ft 2 in (8.29 m)
Tinggi: 14 ft 9 in (4.26 m)
Luas sayap: 188.8 ft² (17.54 m²)

Bobot kosong: 13,800 lb (6,260 kg)
Max. takeoff weight: 17,800 lb (8,070 kg)

Mesin: 

1 × General Electric F404 turbofan, 16,000 lbf (71.2 kN)

Performa

Kecepatan maksimum: Mach 1.8 (1,100 mph, 1,770 km/h at 33,000 ft (10,000 m))
Jarak tempuh: 350 mi (560 km)
Tinggi operasional: 55,000 ft (16,800 m)

Demikianlah artikel tentang Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 3, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
Artikel asli ditulis oleh Rahman Ramadya
Artikel ini telah tayang di majalah TSM (Teknologi Strategi Militer) No. 54

Rabu, 08 Mei 2019

Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 2


Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019

Artikel kali ini, adalah lanjutan dari artikel bagian 1 yang yang berjudul: “Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 1

Sistem Pengendalian Pesawat

Disamping rancang bangun sayap, maka sistem kontrol atau sistem kendali penerbangan pesawat X-29 juga amat vital. Sistem kendali ini secara kontinyu akan memantau dirinya sendiri agar tetap beroperasi sesuai dengan perimeter yang dipersyaratkan, dan berkemampuan mengabaikan setiap input dan output yang salah, serta menginformasikan kepada pilot, apakah sistem kontrol tersebut telah berfungsi dengan baik atau malfungsi.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Sistem kontrol pesawat X-29 terkomputerisasi secara penuh dan memliki kharakteristik “two failure tolerant”. Artinya, sistem kontrol ini tetap berfungsi secara normal apabila terjadi malfungsi pertama, dan keselamatan penerbangan tetap terjamin bila terjadi kesalahan yang kedua. Kemungkinan terjadinya kesalahan pada pesawat X-29 adalah kurang dari tiga kesalahan setelah menjalani enam juta jam terbang.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Lysaght Owen)

Kehandalan ini dapat dicapai berkat pemanfaatan tiga unit komputer digital sebagai sistem pengontrol yang dilengkapi dengan komputer analog cadangan dengan jumlah yang sama. Secara struktural, ketiga komputer tersebut adalah saling berhubungan. Hubungan ini dilakukan oleh bus data, sehingga dapat dilakukan komunikasi antar komputer dan juga lintas data hasil kerja semua sensor.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Kerja komputer adalah melakukan kalkulasi gerakan gerakan bilah kendali, yang diperlukan, untuk mempertahankan agar posisi, arah terbang, dan kecepatan pesawat, tetap selaras dengan gerakan yang dikomandokan pilot, serta sesuai dengan kemampuan pesawat dalam melakukan berbagai manuver. Perangkat lunak, yang menjalankan aturan-aturan kontrol (control laws) untuk ketiga komputer, sama dengan yang menentukan bilah-bilah kendali bagi masing-masing komputer.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Bisa dianalogikan seperti ini, jika pilot menghendaki untuk membelokkan pesawat ke kanan dengan tajam, maka pilot akan menggerakkan tongkat kemudi ke kanan dan kemudian dikembalikan ke posisi normal. Oleh komputer, gerak ini diteruskan ke actuator canard dengan komando gerakan canard ke arah atas dulu, guna memberikan daya angkat pada sayap untuk membuat putaran. Setelah itu canard digerakkan kembali ke arah bawah untuk memberikan kestabilan pada pesawat. Canard kemudian dikendalikan ke posisi semula. Kedua gerakan canard ini, yang juga dikoordinasikan dengan flaperon (gabungan antara flap dan aileron) dan strake flap (flap pada bidang yang memanjang pada sumbu lateral pesawat, atau sirip dengan aspek rasio teramat kecil) dibuat ke dalam software aturan-aturan pengendalian, dan urut-urutannya dilakukan ketika pilot hanya membuat satu gerakan tongkat kemudi.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Setelah melakukan kalkulasi, ketiga komputer tersebut menggabungkan hasil kerja mereka, dan membandingkan bit demi bit. Setiap penyimpangan hasil kerja akan diabaikan, dan nilai tengah (midvalue) dari dua komputer yang lain dikomputasi dalam sistem logaritma midwave.

Jika terjadi "trouble" pada salah satu komputer, kerja sistem harus tetap berlanjut seakan-akan tidak terjadi suatu gangguan. Setiap gangguan akan diinformasikan pada pilot dan petugas di darat. Bila yang terkena gangguan adalah dua komputer, perbandingan output-outputnya menjadi irelevan, dan sistem kendali akan diambil alih oleh komputer analog.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Ketiga komputer analog juga melakukan seleksi nilai tengah dari kerja sensor data yang berbeda. Kali ini sistem logika nilai tengah diimplementasikan pada perangkat keras, bukan lagi perangkat lunak seperti yang dilakukan oleh komputer digital.

Pada dasarnya, perbedaan antara komputer analog dengan digital, adalah cara penginformasian data. Sebagai contoh, pengukuran kecepatan pesawat (air speed). Komputer analog menggunakan data tekanan dinamik secara langsung dari probe air speed. Untuk komputer digital, pasokan data ini dikalkulasikan terlebih dahulu ditampilkan informasi tentang air speed.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Pada proses perpindahan atau transisi operasi, dari komputer digital ke komputer analog, dilakukan “penghalusan” data dengan menggunakan perangkat elektronik, yang tugasnya, secara kontinyu memperbarui komando-komando pada bilah-bilah kendali pada saat komputer digital masih beroperasi.

Tantangan lain, dari segi rekayasa sistem kendali penerbangan, terletak pada piranti elektronika, yang harus mengimbangi segi kestabilan pesawat lantaran rancangan aerodinamikanya. Untuk mengatasi hal ini, para perancang harus meningkatkan gain dan bandwidth komponen-komponen penerbangan sebesar dua hingga tiga kali dari nilai normal. Maksud dari peningkatan ini memang punya pengaruh lain. Sistem kendali penerbangan  menjadi amat sensitif terhadap noise. Problema ini menjadi bertambah parah pada bagian loop pengendali gerak pitch (anggukan), yang digunakan sebagai pengatur gerakan hidung pesawat ke arah atas dan bawah.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur Propeller / Fighter Aircraft - MESSERCHMITT Bf-110

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Vibrasi yang muncul oleh pesawat dengan mudah dapat mengganggu percepatan anguler dalam gerak pitching yang diindera oleh alat gyro dalam loop pengendali gerak pitch. Untuk mengatasinya, maka Grumman menggunakan cara dengan memperkirakan gerakan pitch dengan menggunakan susunan perangkat filter tambahan. Besaran frekuensi rendah dan frekuensi tinggi dari akselerasi gerak pitch dibuat terpisah. Pemisahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Low Pass filter dan High Pass Filter untuk menapis sinyal yang berasal dari dua buah sumber sinyal yang berbeda, dan untuk selanjutnya menjumlahkan sinyal-sinyal yang telah difilter.

Kedua sumber sinyal tadi, pertama, berasal dari Linearly Variable Differential Transformer (LVDT), yang bertugas mengindera posisi bilah canard. Sedangkan yang kedua, berasal dari gyro yang difungsikan untuk mengontrol data kecepatan anguler dan gerakan anggukan pesawat.

Pesawat Eksperimental
Grumman X-29
militerbanget.blogspot.com

Untuk menguji coba sistem kontrol penerbangan pesawat X-29, pabrikan Grumman membangun dua laboratorium simulasi. Laboratorium pertama digunakan untuk melatih test pilot tentang cara menerbangkan pesawat X-29. Sedangkan laboratorium kedua digunakan sebagai sarana studi aspek rekayasa sistem kontrol penerbangan yang memiliki fasilitas ketiga buah komputer pengontrol penerbangan pesawat X-29 dan semua actuator pengontrol bilah-bilah kemudi.

Artikel ini bersambung ke bagian 3 dengan judul: “Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 3

Demikianlah artikel tentang Pesawat (Tempur ?) Eksperimental Grumman X-29 Bagian 2, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Artikel asli ditulis oleh Rahman Ramadya
Artikel ini telah tayang di majalah TSM (Teknologi Strategi Militer) No. 54