Jumat, 20 April 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 20 April 2018

Artikel kali ini akan membahas tentang pistol mitraliur atau submachine gun besutan dari designer senjata asal negara Prancis. Submachine gun yang muncul di era Perang Dunia Ke II ini memiliki filosofi yang banyak dianut oleh designer-designer senjata pada era itu, murah, mudah, dan cepat dalam hal produksi, operasional, dan perawatan. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Memang, karena tuntutan dari kondisi perang, maka faktor-faktor tersebut seolah menjadi urutan teratas dalam hal perancangan senjata. Walaupun demikian, MAS-38 ini tetap memiliki kelebihan dibandingkan dengan senjata setipe dari negara-negara lain. Beberapa fitur dari MAS-38 dapat dikatakan progresif, dan juga kualitas dari material pembuatnya yang tergolong tinggi.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur MAS-38 (MAS Mle 1938) dikembangkan oleh pabrik senjata di negara Prancis di St.Etienn (Manufaktur d'Armes de Saint-Etienne atau disingkat MAS). Pengembangan pistol mitraliur untuk tentara Prancis dimulai di beberapa gudang senjata negara selama awal 1930-an; sekitar tahun 1935 MAS memproduksi purwarupa senjata yang dikenal sebagai SE-MAS 1935, yang pada tahun 1938 terealisasi menjadi MAS-38. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur ini secara resmi diadopsi oleh pemerintah Prancis pada tahun 1938 dan produksi definitif dimulai pada tahun 1939, tetapi hanya sedikit yang terealisasi ketika Jerman berhasil menaklukan Prancis pada tahun 1940. MAS-38 boleh dikatakan hanya berkiprah secara terbatas saat Perang Dunia 2, dan tak lama setelah Perang Dunia II usai, keberadaan pistol mitraliur ini segera digantikan dengan MAT-49 yang lebih kuat, meskipun beberapa MAS-38 masih terus digunakan pada tahap awal perang Indocina. Walaupun karirnya dalam militer tidak menggembirakan, dalam dinas kepolisian, MAS-38 ternyata bertahan setidaknya selama dua dekade lagi.

Secara umum, MAS-38 adalah senjata yang cukup bagus, andal dan lumayan akurat serta sangat mudah dikontrol saat menembak dalam mode otomatis. Satu-satunya kekurangan dari pistol mitraliur MAS-38 adalah dari sisi amunisinya. Amunisi kaliber 7.65×20 ternyata performanya terbilang payah dibandingkan dengan amunisi pistol mitraliur standar.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Walaupun demikian, MAS-38 adalah pistol mitraliur berkualitas jika dibandingkan dengan senjata sejenis yang umum pada era itu, seperti PPSh-41 atau Sten Gun yang lebih mengedepankan kecepatan produksi dan mengorbankan segi kualitas.


Receiver dibuat dari plat baja monolitik dengan bentuk terlihat sedikit miring. Hal ini disebabkan karena tabung recoil ditempatkan di popor dibuat miring untuk membuat dimensi MAS-38 lebih ringkas. Larasnya tetap lurus 180 derajat, hanya saja alur tempat bergerak bolt memang dimiringkan 15 derajat, untuk meredam efek recoil (tolak balik atau hentakan balik saat menembak). Sebagai konsekuensinya, muka bolt tentu saja tidak datar, namun dibentuk sedemikian rupa sehingga bolt dapat menutup kamar peluru secara tegak lurus.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Seperti juga senapan Prancis lainnya, MAS-38 memiliki fitur-fitur unik seperti pengunci yang diaktifkan dengan mendorong pelatuk ke depan, serta penutup lubang magasen yang aktif secara otomatis pada saat magasen dilepas.


Pistol mitraliur MAS-38 menjadi senjata standar pemerintahan Vichy Prancis yang menjadi boneka Nazi Jerman. Salah satu ketelibatan yang fenomenal dari senjata ini adalah pada saat MAS-38 digunakan untuk mengeksekusi diktator fasis Italia Benito Mussolini.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38)
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur / Submachine Gun – MAS-38


Asal Negara: Prancis
Tahun Produksi: 1938
Kaliber peluru: 7.65 mm Lounge
Sistem operasi: Blowback
Panjang keseluruhan: 623mm
Panjang Laras: 224mm
Bobot kosong: 2,87 kg
Vo meninggalkan laras: 1.148 f/s
Jarak tembak efektif: 100 m
Rate of fire: 600 ppm
Kapasitas magasen: 32 peluru (standar)

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur / Submachine Gun MAS-38 (Manufacture d’armes de saint-Etienne-38), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

1. COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain


Kamis, 19 April 2018

Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARAND (BAGIAN 1)


Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 19 April 2018

Selamat pagi, siang, sore, malam, sobat sekalian. Kali ini, saya kan postingkan artikel tentang senapan serbu semi otomatis yang sangat legendaris, yaitu M1 Garand. Senapan ini mulai beraksi di era Perang Dunia Ke II, dan menjadi standard organik bagi pasukan Amerika Serikat yang terlibat dalam perang tersebut. Untuk para penggemar militer, senapan ini pasti sangat "hits" dan familiar. 

Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Dalam beberapa film yang mengambil latar belakang Perang Dunia Ke II, senapan ini menjadi ikon tersendiri. Contoh dalam film Saving Private Ryan, atau serial Band of Brothers, senapan ini mendapat porsi paling besar dalam hal "penampakan". Yang paling diingat dari senapan ini adalah, suara dentingannya yang sangat "khas", saat peluru telah habis, maka klip peluru akan terlontar keluar secara otomatis dengan disertai dentingan logam yang sangat khas dan berbeda dengan senapan lainnya. Untuk lebih jelasnya, maka artikel ini akan mengulas secara panjang lebar tetang senapan serbu M1 Garand. 

Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Berikut ini adalah ulasan mendetail tentang senapan ini (karena uraiannya panjang, maka tulisan ini akan dibagi menjadi 3 bagian):

Artikel kali ini akan membahas tentang Senapan Serbu semi otomatik yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat saat Perang Dunia Ke II. Senapan ini demikian legendaris, karena menerapkan sistem penembakan yang tergolong maju. Senapan ini tak perlu dikokang setiap kali selesai menembak. System gas operated yang diterapkan, mampu mengeluarkan selongsong peluru, memasukkan peluru baru, dan menset mekanisme picu pada posisi siap tembak. Yang paling dikenal pada senapan ini adalah bunyi yang khas, saat peluru telah habis. Saat peluru terakhir ditembakkan, maka klip peluru akan terlontar keluar, diiringi dengan bunyi “kling” yang keras.

Senapan Semi Otomatis/Semi Automatic Rifle
M1 Garrand
militerbanget.blogspot.com

Terobosan teknologi senapan tempur. Begitulah kesimpulan yang didapat ketika senapan M1 muncul dan selanjutnya digunakan sebagai senapan standar militer Amerika Serikat sejak tahun 1936. Predikat sebagai innovator dalam dunia senapan tempur didapat berkat penerapan system tembak semi otomatis yang diramu oleh J.C Garrand. Nama pencipta kemudian erat menempel di belakang kode resmi M1. Sekarang bandingkan dengan teknologi yang ada pada senapan-senapan sejenis negara-negara lain di luar Amerika Serikat pada masa itu. Uni Soviet dengan Mosin Nagant, Jerman memakai Mauser Type 98, serta Inggris menggunakan senapan klasik Lee Enfield, semuanya merupakan senapan model kokang alias bolt-action.

Demikianlah artikel yang berjudul "Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARAND (BAGIAN 1)", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul: Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARAND (BAGIAN 2).

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi


Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Edisi Koleksi majalah Angkasa-KISAH HEBAT AK-47 & LIMA SENAPAN LEGENDARIS.


Selasa, 10 April 2018

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 1

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 1
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 10 April 2018

Kembali pada artikel tentang hal yang ber”aroma” militer, untuk postingan kali ini, yang akan kita bahas adalah salah satu pesawat tempur yang sangat kondang pada eranya. Pada saat kemunculannya, pesawat ini sangat fenomenal, mampu memberikan “pukulan” yang setara terhadap pesawat-pesawat tempur Blok Barat. Dirancang berdasarkan filosofi khas Uni Soviet, kasar, namun efektif. Ditangan pilot-pilot yang berpengalaman, pesawat ini terbukti mampu menjadi senjata yang sangat mematikan.

Ada satu artikel yang sangat menarik, yang mengulas panjang lebar mengenai pesawat MiG-21 ini, artikel ini saya sadur dari sumber tersebut. Berikut ini adalah ulasan tentang pesawat jet tempur tersebut (disadur dari Sumber: Edisi Koleksi Angkasa “The Most Famous Jet Fighter”). Dan karena panjangnya artikel ini, maka penulisannya akan dibagi menjadi 3 bagian, dan ini adalah bagian pertama.

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 3
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Mikoyan-Guverich-MIG-21 Fishbed Penebar Maut Di Udara (Bagian 1)


Jika mau disebut salah satu momok udara paling menakutkan Blok Barat di era Perang Dingin, itulah Mig-21 Fishbed. Jet tempur ramping dengan kemampuan tinggi ini pernah menjadi bumper diplomasi Indonesia yang ampuh.

Ketika tahun 1950-1960 dunia dicekam oleh Perang Dingin antara Blok Barat (NATO) dan Timur serta perang Korea, ada saat itu keunggulan persenjataan menjadi tolok ukur bagi yang lebih kuat. Tak hanya bom nuklir yang menjadi alat pengancam dan penggertak bagi kedua Blok yang saling berseteru, pesawat-pesawat tempur produksi terbaru pun menjadi tolok ukur yang paling diperhitungkan.

Perang Korea yang menjadi ajang pertarungan udara bagi pesawat produk Blok Barat dan Blok timur makin memicu untuk segera diproduksinya jet-jet tempur canggih yang mampu merontokkan pesawat musuh. Baik perang dingin maupun perang Vietnam, pertempuran udara selalu didominasi oleh pesawat tempur buatan AS dan Uni Soviet (Rusia).

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 5
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Kedua musuh bebuyutan yang pesawat tempurnya telah bertahun-tahun bertarung di udara itu bisa diidentifikasikan dari jenis pesawat tempur yang dioperasikan. Misalnya, dalam Perang Korea, pesawat MiG-15 Fagot Uni Soviet berseteru dengan F-86 Sabre AS. Sedangkan dalam perang Vietnam, MiG-17 fresco dan MiG-19 Farmer mendapatkan lawan yang tangguh dari pesawat AS yang lebih canggih dibandingkan F-86, yaitu F-4 Phantom.

Persaingan ketat dan sengit yang kerap menimbulkan kejutan dan kecemasan itu mencapai puncaknya ketika pada tahun 1956, Uni Soviet berhasil memproduksi jet tempur MiG-21. Oleh Blok Barat atau NATO, pesawat tempur terbaru ini kemudian dijuluki Fishbed. Kehadiran MiG-21 Fishbed yang sanggup mengusung bom berhulu ledak nuklir di perang Vietnam merupakan ancaman serius bagi AS. Apalagi sejak kehadiran MiG-21, lusinan pesawat pembom dan tempur milik Amerika Serikat telah berhasil dirontokkan. 

MiG-21 yang mulai dibuat pada tahun 1955 oleh Mikoyan-Guverich Design Bureau, memang diciptakan untuk menjadi pesawat fighter penyergap yang tangguh. Teknologi dan persenjataan yang dimiliki oleh MiG-21 merupakan pengembangan dari pesawat MiG generasi sebelumnya, MiG-19. Pada prinsipnya, MiG-21 ditargetkan menjadi pesawat yang mudah dikontrol, berarti makin ringan dan manuvernya lebih lincah, serta gampang diproduksi secara massal. Simpelnya dapat dilihat dari sosoknya yang sangat ramping seperti anak panah atau rudal.

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 7
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa awal MiG-21 yang dikenal sebagai Ye-6 sebenarnya mengalami kegagalan saat uji coba terbang. Menjelang tahun 1957, MiG-21 sukses diproduksi, tapi kehadirannya belum mengagetkan NATO karena sejumlah uji coba persenjataan dan teknologinya masih belum akurat. Namun Uni Soviet terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan hingga MiG-21 muncul di Perang Vietnam dan mampu tampil sebagai fighter penebar maut.

Setelah menuai sukses dalam perang Vietnam, MiG-21 yang kemudian diproduksi secara massal dioperasikan lebih dari 46 negara termasuk Indonesia. Varian yang menunjukkan kemampuan setiap generasi MiG pun terus diproduksi hingga tahun 1973. Varian-varian MiG-21 itu antara lain MiG-21 PF Fishbed D, MiG-21 PF Fishbed E, MiG-21 RF Fishbed H, MiG-21 MF Fishbed J, MiG-21 PFMA Fishbed J, dan lainnya. Jumlah varian yang diproduksi kurang lebih 20 jenis. Sedangkan jumlah total produksi MiG-21 yang sangat popular itu bahkan mencapai lebih dari 10.000 unit. Populasi dan keberadaan MiG-21 tersebar di hampir seluruh penjuru dunia.

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 9
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Performa


Pada zamannya selain dikenal sebagai pesawat yang paling laku dan paling banyak diproduksi, MiG-21 yang sanggup terbang pada elevasi 60.000 kaki (18 kilometer lebih)  juga dikenal sebagai pesawat tempur andal. Sebagai pesawat supersonic penyergap bomber AS yang memiliki kecepatan Mach 1, MiG-21 sanggup menyergap mangsanya lebih akurat karena mempunyai kecepatan Mach 2. Dengan senjata rudal dan kanon, keganasan MiG-21 paling tidak telah terbukti pada perang Vietnam, Perang India-Pakistan, dan konflik Timur Tengah yang melibatkan Mesir, Suriah, dan Libya.

Armada MiG-21 (24 unit) yang pernah dimiliki Indonesia (TNI AU) sejak 1962 hingga 1967 pun mampu menunjukkan ketangguhannya. Saat terjadi konfrontasi Irian Barat, pesawat pengintai AS U-2 Dragon Lady yang sengaja diterbangkan dari Filipina menuju Darwin pada ketinggian 70.000 kaki, diam-diam memotret armada MiG-21 yang berderet di Lanud Iswahyudi, Madiun. Hasil pengintaian awak U-2 sangat mengagetkan, karena Indonesia ternyata mempunyai puluhan MiG-21 dan pembom jarak jauh Tu-16. Belanda yang kemudian mengetahui hasil pengintaian itu lebih kaget lagi, karena mereka tak mungkin mampu melawan keganasan Tu-16 dan MiG-21. Belanda akhirnya memilih cara diplomatik damai dengan cara mengembalikan Irian Barat ke Indonesia melalui sidang PBB. Dalam waktu hampir bersamaan, perasaan cemas juga menghantui Australia.

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 11
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Cara penyelesaian yang dikenal sebagai diplomasi MiG-21 itu juga terjadi di negara lain khususnya yang masih merupakan sekutu Soviet. Setiap muncul konflik yang berkaitan dengan negara-negara Blok Barat, Soviet segera mengirimkan MiG-21 untuk menakut-nakuti musuhnya. Cara ini cukup efektif ketika negara Blok Barat mencoba untuk mengganggu Kawasan Timur jauh dan Afrika Utara. Ketika AS ribut-ribut dengan Nikaragua pada 1983, kegentingan langsung surut begitu Soviet mengirimkan armada MiG-21. Demikian juga Kuba yang bertahun-tahun jadi musuh bebuyutan AS, Kuba hingga tahun 1983 sampai memborong 270 unit MiG-21 dalam berbagai varian.

Teknologi MiG-21 yang mampu menggetarkan Blok Barat jika menganut prinsip dan filosofi Uni Soviet sesungguhnya termasuk sederhana namun tangguh. Semua sistem yang harus dioperasikan terbilang tidak rumit sehingga mudah untuk dipelajari. Bagi pilot yang sudah berpengalaman, untuk menguasai sistem itu, hanya butuh waktu yang singkat. Apalagi saat melakukan pendaratan pada landasan yang pendek (400 meter), pilot tak harus menginjak pedal sekuat tenaga, karena system pendaratan MiG-21 telah dilengkapi dengan rem parasut yang bekerja secara otomatis.

Sayapnya yang berbentuk delta dan tipis, mampu meningkatkan kecepatan secara luar biasa pada saat terbang lurus. Tetapi, kecepatan tersebut akan berkurang saat pesawat MiG-21 melakukan manuver berbelok yang tajam. Berkat mesin Tumanski yang memiliki berat total 16.500 lbs (7.500 kg), berat MiG-21 bahkan memiliki Thrust to weight Ratio (TWR) paling baik. Belum ada pesawat lain yang mampu mengimbangi TWR MiG-21 saat itu yang berkisar di angka 5:1. Pesawat F-15 dan F-16 yang diproduksi oleh Amerika Serikat kemudian, TWR-nya tak terpaut jauh (6:2.1). Tetapi, dua generasi pesawat ini tak layak dibandingkan dengan MiG-21 karena sudah berbeda era. Ditambah dengan kemampuan kerja mesin Tumanski yang tak mengeluarkan asap, performa MiG-21 ini menjadi semakin melejit, dan membuat Blok Barat kelimpungan.

Ketangguhan lain MiG-21 adalah pada soal landasan. Berkat kebandelan mesin, struktur pesawat, serta perangkat lainnya, MiG-21 sanggup mendarat di landasan yang kasar seperti tanah yang kering tanpa masalah berarti. Sebagai contoh, saat pilot-pilot MiG-21 TNI AU melakukan latihan di Bandara Kemayoran, Jakarta Utara, sempat ada pesawat yang overshoot dan masuk sawah, tapi kondisi pesawat MiG-21 yang diterbangkan aman-aman saja. 

Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) 13
Pesawat Tempur/Fighter Aircraft Jet
MiG-21 (Fishbed)
militerbanget.blogspot.com

Sistem kursi lontarnya juga terbilang aman, karena sewaktu pilot eject (melontarkan diri), kursi akan melayang bersama modul kokpit dan setelah melayang di udara, kanopi dan modul kokpit akan terlepas sedangkan pilot akan terselamatkan oleh parasut. Teknik eject seperti ini akan mengamankan pilot dari benturan dengan kanopi, karena antara kursi lontar dan kanopi merupakan satu modul yang kemudian bisa melepas secara otomatis. Namun, system eject MiG-21 akan mengalami masalah jika ketinggian terbangnya terlalu rendah, mengingat terpisahnya kursi lontar dengan kanopi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Khusus MiG-21 Fishbed J yang merupakan generasi ketiga, pada tahun 1970 sudah diproduksi di India dengan sejumlah penambahan. Misalnya pemasangan mesin varian terbaru, Tumanski R-13-300 dan bahan anti panas Titanium serta penambahan teknologi pada perangkat avioniknya. Peran MiG-21 generasi ketiga bukan hanya sebagai penyergap saja, tetapi juga berfungsi sebagai pesawat pengintai. MiG-21 yang tergolong paling canggih adalah MiG-21 Bis yang telah mengalami pengembangan. Diantaranya peningkatan daya mesin, avionic, dan persenjataan. Sehingga penampilan MiG-21 jadi semakin tangguh. MiG-21 bis kemudian dikembangkan menjadi pesawat yang lebih canggih, MiG-23.

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 1, jangan lupa untuk membaca lajutan bagian 2 dengan judul; "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft JET MiG-21 (Fishbed) Bagian 2"

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
Edisi Koleksi Angkasa “The Most Famous Jet Fighter” & Wikipedia
Beberapa sumber lain

Sabtu, 07 April 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1 (Bagian Pertama)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 7 April 2018

Kali ini, yang akan dibahas adalah satu pistol mitraliur yang sangat “populer” dikalangan penyuka dan pengamat dunia kemiliteran. Kemunculan paling “hits” dari senjata ini, adalah saat senjata ini digunakan oleh aktor kawakan Tom Hanks, yang memerankan “Kapten Miller” dalam film yang sangat tenar dan fenomenal saat kemunculannya: “Saving Private Ryan”.

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com

Film yang berlatar belakang era Perang Dunia II ini bertutur tentang satu misi independent yang harus dilakoni oleh tim kecil yang dipimpin oleh Kapten Miller. Dalam film ini, kemunculan pistol mitraliur ini memang terasa sangat menonjol, karena hanya digunakan oleh Kapten Miller saja, sedangkan anggota tim yang lain menggunakan senapan M1 Garrand, BAR, serta beberapa tipe senjata lain.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com

Walaupun senjata ini terkesan sangat ringkas, namun kenyataannya, di awal kemunculannya, senjata ini sempat “dipandang sebelah mata” alias tidak mendapat respon yang positif. Pihak militer pada saat itu, tidak terlalu tertarik, karena menilai senjata tipe pistol mitraliur tidak cocok untuk menjadi senjata dalam medan perang. Pola pikir dari kebanyakan petinggi militer masih menganut pola pikir tradisional, dimana kekuatan dan jarak tembak masih menjadi unsur utama dari senjata organik militer. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com

Saat perang berubah menjadi perang jarak dekat (seperti perang kota), terbukti, ternyata senapan standar saat itu, yang memiliki dimensi yang panjang, kedodoran saat diajak berduel dalam model pertempuran jarak dekat. 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com

Keteteran, karena dimensi senapan yang panjang, sangat menyulitkan pasukan dalam bermanuver,  belum lagi mode penembakan yang masih menganut system tembakan tunggal (semi otomatis), atau bahkan bolt action. Alhasil,  senjata yang cocok untuk moda pertempuran tersebut, adalah submachine gun atau pistol mitraliur seperti Thompson ini.


Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1
militerbanget.blogspot.com

Dikembangkan sebagai solusi untuk model perang parit, Thompson SMG sebenarnya sudah operasional pada tahun 1917, namun karirnya menghilang ketika Perang Dunia I selesai. Oleh karena itu, proyek senjata yang pada awalnya dikenal sebagai “Annihilator”, kemudian dilanjutkan sebagai “Thompson submachine gun", dengan menterakan nama penciptanya. Akibat kurangnya minat militer, Thompson SMG dijual kepada banyak pihak, baik aparat pemerintahan seperti kantor pos dan kepolisian sampai kolektor sipil dan juga gangster. 

Demikianlah artikel yang berjudul "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1 (Bagian Pertama)", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul: "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Auto Ordnance Thompson M1928/M1A1 (Bagian Kedua)".

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Kamis, 05 April 2018

Pesawat Tempur / Figter Aircraft JET-MESSERCHMITT ME-262 (Bagian 1)


Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 5 April 2018

Kembali, dalam kesempatan ini, saya akan postingkan artikel tentang dunia militer. 

Kali ini, saya akan postingkan tentang pesawat tempur racikan insinyur-insinyur dari negara Jerman. Satu pesawat yang dapat dikatakan, sangat revolusioner, dan sangat maju dalam hal teknologi dan rancang bangun. Walaupun pesawat ini muncul terlambat, namun kehadirannya mampu memberikan "kejutan" yang sangat menakutkan bagi pihak sekutu. 

Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Secara nyata, pesawat ini merubah konsep strategi pertempuran udara (dogfight) secara keseluruhan.

Untuk lebih jelasnya, artikel berikut akan menjabarkan secara panjang lebar tentang pesawat ini, so, silahkan disimak.

Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Para awak Meriam penangkis serangan udara Jerman yang masih muda-muda itu terperangah dan sejenak melupakan kesiagaan mengawaki meriam kaliber 20mm dan 37mm mereka. Mereka begitu terkejut ketika untuk pertama kalinya menyaksikan beberapa pesawat berwarna hijau zaitun melesat dengan bunyi bergemuruh di atas pangkalan udara Rheine-Hopsten yang tersaput salju pada penghujung 1944. 

Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Pesawat yang berbentuk tubuh ikan hiu itu adalah pesawat tempur jet pertama yang operasional, Messerchmitt Me 262. Mereka sedang berpatroli di angkasa Westphalia, mencari dan memburu setiap pesawat terbang sekutu yang berani melintas. hanya dalam hitungan detik, sekelompok pesawat jet itu menghilang, hanya meninggalkan bunyi gemuruhnya saja. Para awak meriam penangkis serangan udara itupun kembali menyatu dengan meriam-meriam flak.

Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Kemunculan serombongan pesawat Me-262 itu bukanlah hal yang tiba-tiba. Jerman Nazi dari jaman menjelang perang memang sudah berkeinginan memiliki pesawat tempur tercepat di dunia. Sebuah proyek yang diluncurkan 15 Desember 1938 bertujuan untuk membuat “Pesawat Pemburu Berkecepatan Tinggi untuk Operasi terhadap Sasaran di Udara”. 

Pada tanggal 4 Januari 1939, industri pembuat pesawat Messerschmitt AG yang berpusat di Augsburg menerima perintah dari kementrian Udara Jerman, Reichsluftfahrtministerium yang mengembangkan pesawat tempur seperti yang dikembangkan Heinkel.

Pesawat buatan Heinkel, He 280 yang ditenagai mesin turbin reaksi BMW P 3302 ini merupakan pesawat tempur jet pertama buatan Jerman, yang melakukan penerbangan perdana tanggal 30 Maret 1941 dari pangkalan Rostock-Marienehe dengan pilot penguji Fritz Schafer. Dalam tempo hanya beberapa minggu kemudian, Inggris pada 15 Mei juga berhasil menerbangkan pesawat jet pertamanya, Gloster E.28/39.

Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Messerschmitt yang agak terlambat memulai proyek pesawat jetnya, segera membentuk tim perancang yang dipimpin oleh Waldemar Voight. Mereka berkutat di Augsburg, bekerja siang-malam untuk secepatnya menghasilkan apa yang diminta oleh pemimpin Nazi Jerman. Beberapa rancangan mereka hasilkan, namun tak ada yang memuaskan.


Akhirnya mereka menyimpulkan, bahwa yang terbaik adalah memakai 2 mesin yang ditempatkan dibawah sayap. Sebuah purwarupa dinamakan me-262 V1 yang memiliki penggerak kombinasi propeller di hidung serta dua mesin jet diterbangkan pada 18 April 1941. Tetapi mesin jetnya gagal dan pesawat yang aneh ini tidak dikembangkan lebih lanjut. Messerrschmitt malah lebih mementingkan untuk penyempurnaan pesawat tempur pistonnya yang lama, Bf-109 dan Bf-110.


Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter Aircraft
Messerchmitt Me-262
militerbanget.blogspot.com

Sekalipun demikian, usaha mengembangkan pesawat jet terus dilakukan, dan momentumnya tercapai ketika mesin Junkers Jumo 004 yang dibuat oleh tim pimpinan Dr. Anselm Franz dinilai memenuhi syarat dan dipasang pada prototipe Me 262 V3. Pesawat diuji pada 18 Juli 1942 di pangkalan Lepheim. Sementara uji coba pesawat Me sedang berlangsung, pesawat jet buatan Heinkel yang dikembangkan lebih dahulu, malah mengalami berbagai masalah dan akhirnya program He 280 dihentikan pada bulan maret 1943.

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tempur / Figter Aircraft JET-MESSERCHMITT ME-262 (Bagian 1), semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.


Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Edisi Koleksi Angkasa “The Most Famous Jet Fighter”

Tag:
#Jerman, #Pesawat, #Perang Dunia II