Warisan Si Sangar: Mengapa F-15 Eagle Masih Menguasai Langit?
Pesawat multiperan F-15 Eagle semula dirancang untuk menggantikan posisi dari “sang legenda” pesawat F-4 Phantom. Pesawat ini sangat lincah dan memiliki kemampuan tempur segala cuaca, sengaja diproduksi untuk keunggulan udara yang diemban oleh USAF. Eagle boleh dikatakan sebagai salah satu dari sederetan pesawat multi peran terbaik saat ini.
(baca juga artikel tentang Pesawat Tempur Multiperan / Multirole Fighter - McDonnel Douglas F-4 Phantom II disini)
F-15A terbang perdana pada Juli 1972 dan uji terbang F-15B versi latih dilaksanakan pada Juli 1973. Eagle pertama untuk USAF (F-15B) diserahkan pada November 1974, sedangkan F-15 pertama untuk skuadron garis depan dikirim pada Januari 1976 dan sejumlah skuadron telah siap tempur pada akhir tahun yang sama.
Sebagai pesawat tempur, Eagle dapat meraih keunggulan udara dengan memadukan tingkat manuver yang tinggi dan akselerasi yang responsive serta mumpuni, jarak terbang, senjata, dan avionik. Sebagai pesawat serang, Eagle dapat menembus pertahanan udara musuh sekaligus dapat menghindari bahkan mampu mengeliminir ancaman dari pesawat tempur milik musuh.
Rahasia Kelincahan F-15 Eagle: Perpaduan Mesin Monster dan Desain Sayap Presisi
Kehebatan manuver dan akselerasi F-15 dapat diwujudkan dengan sinergi yang cantik antara high engine thrust to weight ratio dan low wing-loading. Low wing-loading (rasio berat pesawat terhadap luasan sayap) menjadi faktor penting dalam manuver dan dikombinasi dengan high thrust to weight ratio, pesawat dapat melakukan manuver belokan yang tajam tanpa kehilangan kecepatan dalam prosesnya.
F-15E Strike Eagle yang terbang pertama kali pada Juli 1980 adalah versi berkursi ganda, pesawat tempur segala cuaca, mampu melaksanakan misi udara ke udara dan serang darat. Kokpit belakang disediakan untuk Weapon Systems Operator (WSO) dan dipasang banyak avionik udara ke darat terbaru. Pada empat layar di kokpit, WSO dapat menampilkan informasi dari radar, sistem perang elektronik, sensor inframerah, memonitor kondisi pesawat, status senjata, dan berbagai bentuk ancaman, dapat memilih target serta menggunakan "peta berjalan" untuk bernavigasi. Dua stick kendali digunakan untuk memilih tampilan baru dan memperbaharui informasi target pada layar. Layar dapat berganti dari satu layar ke layar lain, dipilih lewat menu pada layar pilihan.
Transformasi F-15E Strike Eagle: Dari Pemburu Udara Menjadi Pembom Serba Bisa
Eagle varian awal dirancang murni sebagai pesawat tempur, sedangkan varian F-15 E dirancang sebagai pesawat pembom tempur. F-15E dapat terbang dengan jarak jelajah yang jauh, mengeliminasi target lawan di darat, dan dapat melakukan pertempuran apabila kondisi memang mengharuskan.
Versi E dapat melaksanakan serangan udara ke udara dan udara ke darat termasuk penyerangan strategis di segala kondisi cuaca baik siang maupun malam. Dapur pacu pesawat ini berteknologi digital canggih untuk meningkatkan performanya dan akselerasi dari maximum afterburner dapat dilakukan dalam empat detik saja. Walaupun tugas primernya sebagai pesawat pembom, F-15E dapat juga mengusung peran untuk pertahanan udara dan misi pengawalan.
F-15E didapuk menjadi alutsista terbaik milik USAF Tactical Air Command saat itu, dan 405th Tactical Training Wing mulai menerima pesawat ini pada April 1988. Strike Eagle menjadi salah satu pesawat tempur buatan Amerika Serikat yang pertama kali beraksi saat pecah Perang Teluk, menjadi ujung tombak untuk menyerang pasukan darat Irak pada 16 Januari 1991.
F-15E dapat membawa muatan eksternal seberat 11 ton meliputi tangki bahan bakar cadangan, peluru kendali, dan bom. Menjadi pesawat tempur taktis tercanggih di dunia (pada saat itu tentunya), F-15E merupakan versi kelima dari F-15 yang muncul sejak 1972.
Lebih dari 1.500 F-15 unit telah dibuat di Amerika Serikat dan pembelinya meliputi Israel, Jepang, dan Arab Saudi. F-151 Thunder adalah versi serang yang didesain khusus untuk Israel, diproduksi di Amerika Serikat sebanyak 25 unit dan salah satunya tiba di Israel pada Januari 1998.
Rekam Jejak di Medan Tempur: Dari Perang Teluk Hingga Jet Tempur Andalan Dunia
F-15E Strike Eagle telah dikerahkan pada Operasi Desert Storm, Operasi Allied Force, Operasi Enduring Freedom, dan Operasi Odyssey Dawn. Pesawat ini melakukan serangan yang mematikan terhadap target bernilai tinggi, patroli tempur udara, dan memberikan dukungan udara dekat untuk pasukan koalisi. Hal ini juga terlihat tindakan dalam berbagai konflik di kemudian hari dan telah diekspor ke beberapa negara.
Boeing F-15E Strike Eagle diproduksi dari tahun 1985 dan terbang perdana pada tanggal 11 Desember 1986. F-15E Strike Eagle diperkenalkan ke AU Amerika Serikat (USAF) pada April 1988. F-15E juga dimiliki oleh AU Arab Saudi, Israel, Korea Selatan, dan juga Singapura. F-15E Arab Saudi adalah F-15SA, Israel adalah F-15I, Korea Selatan adalah F-15K, dan Singapura adalah F-15SG.
Spesifikasi Lengkap dan Persenjataan F-15C & F-15E Strike Eagle
Ciri-ciri umum
- Kru: 1
- Panjang: 63,8 ft
- Rentang sayap: 42,8 ft
- Tinggi: 18,5 ft
- Luas sayap: 608 ft²
- Airfoil: NACA 64A006.6 root, NACA 64A203 tip
- Berat kosong: 28.000 lb
- Berat isi: 44.500 lb
- Berat maksimum saat lepas landas: 68.000 lb
- Mesin: 2 × Pratt & Whitney F100-100,-220, atau -229 turbofan
Daya dorong
- Tanpa afterburner: 17.450 lbf (77,62 kN) masing-masing
Dengan afterburner:
- 25.000 lbf (111,2 kN ) masing-masing untuk varian mesin F220
- 29.000 lbf (129,0 kN ) masing-masing untuk varian mesin F229
Kinerja
Laju maksimum:
- Elevasi rendah: Mach 1,2 (1.450 km/jam)
- Elevasi tinggi: Mach 2,5 (3.018 km/jam)
- Jarak jelajah feri: 3.000 nm (5.600 km) dengan bahan bakar eksternal
- Elevasi operasional maksimum: 65.000 ft
- Kecepatan menanjak: >50.000 ft/min
- Beban sayap: 73,1 lb/ft²
- Rasio daya dorong/berat: 1,12 (F220), 1,30 (F229)
Persenjataan
- Senjata api: 1× meriam M61A1 kaliber 20mm, 940 butir peluru
- Hardpoint: 4 di bawah sayap, 4 di bawah badan, 2 stasiun sayap, stasiun tengah dengan kapasitas 7.300 kg
Rudal:
- AIM-7F Sparrow
- AIM-120 AMRAAM
- AIM-9 Sidewinder
Avionik
Radar:
- Raytheon AN/APG-63 atau AN/APG-70 atau
- Raytheon AN/APG-63(V)2 Active Electronically Scanned Array (AESA)
Sistem pengecoh:
- AN/APX-76 IFF interrogator
- AN/ALQ-128 radar warning suite
- AN/ALR-56 radar warning receiver
- ALQ-135 internal countermeasures system
- AN/ALE-45 chaff/flare dispensers
Spesifikasi Pesawat Tempur Multiperan F-15E
Karakteristik umum
- Kru: 2 (pilot dan perwira sistem senjata)
- Panjang: 63 kaki 9,6 inci (19,446 m)
- Rentang Sayap: 42 kaki 9,6 inci (13,045 m)
- Tinggi: 18 kaki 6 inci (5,64 m)
- Area sayap: 608 kaki persegi (56,5 m 2 )
- Airfoil : root: NACA 64A006.6 ; tip: NACA 64A203
- Berat kosong: 31.700 lb (14.379 kg)
- Berat lepas landas maks: 81.000 lb (36.741 kg)
- Mesin: 2 × Pratt & Whitney F100-PW-220 (atau −229) afterburning turbofan, 14.590 lbf (64.9 kN) dorong masing-masing tanpa afterburner, 23.770 lbf (105.7 kN) dengan afterburner
Performa
- Kecepatan maksimum: 1.434 kn (1.650 mph, 2.656 km/h) / Mach 2.5 + di elevasi tinggi & 782 kn (900 mph; 1.448 km/h) / M 1.2 pada elevasi rendah
- Jarak tempur: 687 nmi (791 mi, 1.272 km)
- Jarak jelajah feri: 2.100 nmi (2.400 mil, 3.900 km) dengan tangki bahan bakar konformal dan tiga tangki bahan bakar eksternal
- Elevasi operasional maksimum: 60.000 kaki (18.000 m)
- batas g: + 9
- Kecepatan menanjak: 50.000 kaki/menit (250 m/s) +
- Rasio daya dorong/berat : 0,93
Persenjataan
- Senjata: 1 × 20 mm (0,787 in) M61A1 Vulcan 6 laras Gatling meriam , 500 peluru kedua M-56 atau PGU-28 amunisi
- Hardpoint: 2 tiang sayap, tiang badan pesawat, rak bom pada CFT dengan kapasitas 23.000 lb (10.400 kg) bahan bakar dan persenjataan eksternal,
Rudal
Rudal udara-ke-udara:
- 4 × AIM-7 Sparrow
- 4 × AIM-9 Sidewinder
- 8 × AIM-120 AMRAAM
Rudal udara-ke-permukaan:
- 6 × RUPS-65 Maverick
- 2 × AGM-84 Harpoon
- 2 × RUPST-84H / K SLAM-ER
- RUPST-130
- RUPST-154 JSOW
- RUPST-158 JASSM
Bom
- Mk 82 bomb
- Mk 84 bomb
- GBU-15
- GBU-10 Paveway II
- GBU-12 Paveway II
- GBU-24 Paveway III
- GBU-27 Paveway III
- GBU-28 (Penghancur bunker)
- GBU-31 atau GBU-38 {8 GBU-31s atau 16 GBU-38s} (JDAM)
- GBU-54 Laser JDAM (LJDAM)
- GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB)
- Bom nuklir B61 atau B83
- CBU-87 atau CBU-103 (CEM)
- CBU-89 atau CBU-104 (GATOR)
- CBU-97 atau CBU-105 (SFW)
- CBU-107 Passive Attack Weapon
- BLU-107 Durandal
Perlengkapan lain
- Tangki lepas eksternal hingga 3 × 600 galon AS (2.300 L ) untuk penerbangan feri atau jarak tempuh yang diperpanjang / waktu terbang lebih lama
- 1x 1.800 liter (480 US gal ) Tangki drop super.
Avionik
Radar
- Raytheon AN / APG-70 atau AN / APG-82
- Pod Radar AN / ASQ-236
Pod penargetan:
- Pod penargetan LANTIRN atau Lockheed Martin Sniper XR atau LITENING
Sistem pengecoh:
- Sistem Elektronik Northrop Grumman AN / ALQ-131 pod pengecoh elektronik
- Hazeltine AN / APX-76 atau Raytheon AN / APX-119 Identify Friend / Foe (IFF) interogator
- Magnavox AN / ALQ-128 Electronic Warfare Warning Set (EWWS) - bagian dari Tactical Electronic Warfare Systems (TEWS)
- Loral AN / ALR-56 Radar warning receiver (RWR) - bagian dari TEWS
- Northrop Grumman Electronic Systems ALQ-135 Internal Countermeasures System (ICS) - bagian dari TEWS
- Marconi AN / ALE-45 Sistem dispenser chaff / Flare - bagian dari TEWS
Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
1. PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain
%20F-15%20Eagle%203.jpg)
%20F-15%20Eagle%202.jpg)
%20F-15%20Eagle%201.jpg)
%20F-15%20Eagle%204.jpg)
%20F-15%20Eagle%205.jpg)
%20F-15%20Eagle%206.jpg)
%20F-15%20Eagle%2017.jpg)
%20F-15%20Eagle%2011.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar