Sabtu, 28 Desember 2019

Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Baltimore


Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Baltimore
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019

Pengembangan dari Martin Maryland


Berangkat dari dasar perancangan yang berbeda dengan pesawat pembom medium Martin Maryland, pesawat Martin Baltimore justru dirancang berdasarkan pada spesifikasi yang diajukan oleh RAF. Walaupun pesawat ini dikembangkan dari Maryland, dan menggunakan rancangan sayap yang sama, Martin Baltimore memiliki dapur pacu mesin yang lebih kuat, dan konfigurasi interior pada bodynya dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan komunikasi antar awaknya.

Walaupun dengan pendekatan seperti itu, karena dimensi badan pesawat ini sempit, kru pesawat ini tetap saja sulit bergerak pada saat pesawat ini menghadapi kondisi darurat.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Colt 9 mm SMG (M635))

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Baltimore
militerbanget.blogspot.com

Kinerja dan Operasional di Front Mediterania


Menurut sebuah catatan resmi, RAF memesan 400 unit pesawat ini pada bulan Mei 1940. Tetapi rupanya, ketika perang semakin menghebat, dan kebutuhan akan alutsista semakin meningkat, pesawat ini turut terkena imbasnya dan kebanjiran pesanan alias order. Sampai dengan perang berakhir, tercatat produksi untuk pesawat ini mencapai angka 1.575 unit.

Menurut satu catatan resmi, kiprah pesawat pembom ini hanya digunakan di front Mediterania dan pertama kali memperkuat skuadron No. 223 RAF.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Baltimore
militerbanget.blogspot.com

Pesawat ini dioperasikan oleh empat orang awak yaitu pilot, navigator merangkap juru bom, juru tembak atas dan operator radio yang juga merangkap sebagai juru tembak bawah. Baltimore Mark I sampai dengan Mark IV memiliki mesin radial Wright GR-2600-A5B dengan daya 1.600hp, sedangkan versi Mark V dan Mark VI dipasangkan dengan mesin yang lebih bertenaga, yaitu Wright 1.700hp. Baltimore milik Desert Air Force menjalankan misi pengeboman baik siang atau malam hari untuk mendukung gerakan pasukan darat di Afrika Utara.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Utama / Main Battle Tank - M60)

Dikemudian hari, pesawat pembom ini digunakan untuk mendukung gerakan pasukan sekutu pada saat menginvasi Italia sebagai jalan menuju Jerman.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Baltimore
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Baltimore Mk IV


  • Asal Negara: Amerika Serikat
  • Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Ringan 2 Mesin
  • Terbang Perdana: 14 Juni 1941  
  • Kru: Empat Orang (pilot, navigator/juru bom, radio operator/juru tembak bawah, Juru tembak atas)
  • Bobot: 7.018 kg (Kosong), MTOW: 10.260 kg

Dimensi 

  • Panjang Pesawat: 14,8 m 
  • Bentangan sayap: 18,69 m
  • Tinggi: 5.41 m
  • Wing Area: 50,03 m2

Persenjataan 

  • 4 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di sayap (arah tembakan depan)
  • 2 atau 4 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di turret atas
  • 2 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di turret bawah
  • Muatan bom sampai dengan 908 kg

Dapur pacu

  • 2 X mesin Wright 1.660hp R-2600-19 Cyclone 14 radial piston engine 

Performa  

  • Kecepatan maksimum: 491 km/jam
  • Ketinggian maksimum: 7.106 m
  • Kecepatan menanjak: 381 m/menit
  • Jarak jelajah maksimum: 1.530 km

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Baltimore
militerbanget.blogspot.com

Catatan Tambahan: Mengapa Martin Baltimore Dikenang?


Meskipun sering berada dalam bayang-bayang pembom strategis yang lebih besar, Martin Baltimore membuktikan bahwa efisiensi dan keandalan adalah kunci kemenangan dalam teater operasi yang dinamis seperti Mediterania. Dengan desain yang lebih kompak dibanding pendahulunya, pesawat ini mampu memberikan dukungan taktis yang presisi, menjadikannya aset tak ternilai bagi Desert Air Force. Meski ruang krunya yang sempit sering dikeluhkan oleh para awak, dedikasi mereka dalam mengoperasikan Baltimore di bawah tekanan pertempuran yang intens menunjukkan sisi manusiawi dari sejarah perang udara. 

Warisan Martin Baltimore tidak hanya terletak pada statistik produksinya, melainkan pada kemampuannya beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan mendesak Sekutu dalam membalikkan keadaan di front Timur Tengah dan invasi Italia. Pesawat ini adalah simbol dari kerja keras kru darat dan udara yang memastikan suplai serta dukungan pengeboman tetap mengalir di tengah kerasnya kancah Perang Dunia II.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Jumat, 27 Desember 2019

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - North American A3J/A-5 Vigilante


Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 27 Desember 2019

Pada bulan November 1953, pabrikan North American Aviation mulai mengerjakan proyek pesawat serang segala cuaca, berkemampuan terbang jarak jauh yang berpangkalan di kapal induk, dan memiliki kemampuan menjatuhkan bom nuklir pada kecepatan Mach 2 (2 kali kecepatan suara). 

Agar dapat mewujudkan spesifikasi ini, tim perancang pesawat ini menawarkan pesawat yang memiliki banyak mengadopsi teknologi tinggi di dalamnya, sehingga, pada saat pesawat Vigilante ini hadir, tak ada satupun pesawat yang mampu menandingi kecanggihan pesawat ini (pada saat itu).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Piaggio P.1 HH Hammerhead)

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa pertama, YA3J-1 dimunculkan pada tanggal 16 Mei 1958 dan secara resmi diterakan nama Vigilante. Penerbangan yang pertama kali dari purwarupa ini berhasil dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 1958, dan penerbangan dalam kecepatan supersonic dilaksanakan pertama kali pada tanggal 5 September pada tahun yang sama. 

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa yang kedua melaksanakan uji penerbangan pada bulan November di tahun yang sama. Setelah kedua purwarupa tersebut, disusul dengan produksi pertama A3J-1 dan Vigilante keenam telah melakukan 14 kali uji lepas landas dan mendarat dari kapal induk USS Saratoga pada bulan Juli 1960.

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Pesawat ini dirancang untuk dapat terbang dengan kecepatan dua kali kecepatan suara dan seluruh sistem yang ada di pesawat ini harus mampu terus bekerja tanpa gangguan dalam kondisi terbang seperti itu. Khusus untuk pesawat ini, digunakan nitrogen murni sebagai pengganti cairan hidrolik pada bagian-bagian tertentu dari pesawat ini yang sangat panas. 

Struktur dari pesawat ini juga tergolong sangat unik. Banyak bagian dari pesawat ini yang menggunakan logam titanium agar dapat menyerap panas pada saat pesawat ini terbang dalam kecepatan supersonic. Bahan luar dari struktur sayap terbuat dari campuran logam aluminium dan lithium dan dalam satu bagian utuh, plat lapis emas digunakan untuk memantulkan panas dari ruang mesin.

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Beberapa terobosan yang tergolong canggih pada saat itu, diterapkan pada Vigilante. Fitur aerodinamik modern meliputi sayap sayung high loaded dipasang flap berukuran besar dan memiliki sirip ekor vertical yang juga berdimensi besar, keduanya digerakkan dengan motor elektrik yang berdaya tinggi. 

Pesawat ini menerapkan fitur full variable engine inlet untuk mengontrol kecepatan aliran udara yang masuk ke dalam ruang mesin, kecepatan aliran udara harus dijaga pada level subsonik agar mesin dapat bekerja secara optimal pada saat pesawat ini terbang dalam kecepatan yang variative.

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Fitur untuk pengisian bahan bakar udara juga menjadi fitur standar pada pesawat ini. Vigilante memiliki refuelling probe yang dapat dikeluar-masukan yang terletak di bagian depan sisi kiri badan, di depan kokpit pilot.  

A3J-1 Vigilante dapat dikatakan adalah pesawat yang memiliki fitur elektronik yang paling maju di jamannya, meliputi system control fly by wire, walaupun system mekanik tetap dipertahankan sebagai system cadangan. Kalkulasi untuk pengeboman dan navigasi dilakukan pada komputer digital di pesawat. Bukan itu saja, pesawat ini adalah pesawat pertama yang dilengkapi dengan Head Up Display (HUD), yang pada saat itu, merupakan terobosan yang sangat modern. 

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Radar pesawat Vigilante memiliki kemampuan terrain avoidance (walaupun merupakan versi awal), yang tentu saja mengurangi beban pilot pada saat harus terbang di elevasi rendah (dimana mode terbang seperti ini merupakan mode yang umum diterapkan untuk menghindari sapuan radar lawan).

Pada bulan Desember 1960, Vigilante mengukir rekor untuk terbang di ketinggian di kelasnya sambil membawa muatan seberat 1 ton. Ketinggian yang dicatatkan adalah 91.451 kaki pada koridor sepanjang 6,4 kilometer.

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Senjata nuklir pada Vigilante ditempatkan pada ruang bom internal yang memiliki bentuk yang tak lazim. Ruang ini terletak di perut pesawat, namun tidak memiliki pintu (bom Bay Door). Cara penempatan senjata nuklir itu juga termasuk unik, yaitu ditempatkan di Lorong yang memanjang ke belakang sampai ke area mesin, dan pelepasannya dengan cara dilontarkan ke belakang. System ini bukan hanya tak lazim, tetapi juga sangat rumit, yang efeknya, system pelepasan ini sering mengalami kendala teknis pada saat dioperasikan.

Pesawat ini miulai memperkuat skuadron garis depan pada bulan Agustus 1962, dengan berpangkalan pada kapal induk USS Enterprise. Pada bulan September di tahun yang sama, kode registrasi pesawat ini diubah menjadi A-5A berdasarkan pada sistem registrasi Tri Service yang baru. Tak berapa lama kemudian, armada penggetar nuklir milik US Navy ini posisinya digantikan oleh misil Polaris yang diluncurkan dari kapal selam bertenaga nuklir.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Colt 9 mm SMG (M635))

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Efeknya adalah, pesanan tambahan untuk pesawat ini ditunda setelah mencapai angka 59 unit. Lalu, pesawat-pesawat yang sudah terlanjur diproduksi itu, banyak yang dikembalikan ke pabrikan Notrh American untuk dikonversi menjadi RA-5C. Tercatat ada 53 unit yang dikonversi menjadi RA-5C, yang lalu digabungkan dengan produksi baru menjadi 55 unit. RA-5C masih mempertahankan performanya dalam kecepatan, dan terbukti sangat andal ketika menyandang tugas pengintaian dengan menggunakan instrument-instrument pengintai elektomagnetik, optik, dan juga elektronik. 

Pesawat Vigilante terbukti berperan besar pada saat digunakan oleh US Seventh Fleeth pada saat Perang Vietnam berkecamuk. Skuadron terakhir berkekuatan RA-5C dinonaktifkan oleh US Navy pada bulan September 1979.  

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - North American A-5 Vigilante


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Taktis 
Terbang Perdana: 31 Agustus 1952 (Purwarupa)
Kru: 2
Bobot: 17.252 kg (Kosong), MTOW : 36.320 kg

Dimensi 

Panjang Pesawat: 23,11 m 
Bentangan sayap: 16.15 m
Tinggi: 5.92 m
Wing Area: 70.05 m2

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan 

1 x Mk. 27, Mk. 28 atau Mk. 43 bom nuklir di dalam bom bay linear
1 x Mk. 43 atau 2 x Mk. 83 atau Mk. 84 bom konvensional pada pylon di bawah sayap
Mesin: 2 X General Electric 7.332 kg afterburning thrust J79-2 turbojets

Performa  

Kecepatan maksimum: 2.230 km/jam
Ketinggian maksimum: 20.435 m
Kecepatan menanjak: 2.440 m/menit
Jarak Terbang maksimum: 5.150 km 

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Versi Wikipedia


Karakteristik umum

Kru: 2
Panjang: 76 ft 6 in (23,32 m)
Lebar sayap: 53 ft 0 in (16,16 m)
Tinggi: 19 ft 4 ¾ in (5.91 m)
Area sayap: 700 ft ² (65,1 m²)
Berat kosong: £ 32.714 (14.870 kg)
Berat penuh: £ 47.530 (21.605 kg)
Max. berat lepas landas: £ 62.953 (28.615 kg)
Mesin: 2 × General Electric J79 -GE-8 afterburning turbojet
Daya dorong mesin (tanpa afterburner): 10.900 lbf (48 kN) masing-masing
Daya dorong dengan afterburner: 17.000 lbf (76 kN) masing-masing
Performa
Kecepatan maksimum: Mach 2.0 (1.149 knot, 1.320 mph, 2.123 km / jam) pada 40.000 kaki (12.200 m)
Radius tempur: 1.121 nm (1.289 mil, 2.075 km)
Jarak jelajah maksimum: 1.571 nm (1.807 mil, 2.909 km)
Ketinggian operasional: 52.100 ft (15.880 m)
Kecepatan menanjak: 8.000 ft / menit (40,6 m / s)
Beban sayap: £ 80,4 / ft ² (308,3 kg / m²)
Thrust / weight: 0.72

Pesawat Pembom Taktis (Tactical Bomber) A3J/A-5 Vigilante
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
North American A3J/A-5 Vigilante
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan

Bom:
1 × Mark 27 bom nuklir, B28 atau b43 terjun bebas bom nuklir di ruang bom internal
2 × b43, Markus 83, atau Mark 84 bom pada dua cantelan eksternal
Avionics
Sistem yang dibawa oleh A-5 atau RA-5C
AN/ASB-12 Bom & Navigasi Radar (A-5, RA-5C)
Westinghouse AN/APD-7 SLAR (RA-5C)
Sanders AN/ALQ-100 E / F / G / H-Band Radar Jammer (RA-5C)
Sanders AN/ALQ-41 X-Band Radar Jammer (A-5, RA-5C)
AIL AN/ALQ-61 Radio / Radar / IR Receiver ECM (RA-5C)
Litton ALR-45 "KOMPAS TIE" 2–18 GHz Radar Warning Receiver (RA-5C)
Magnavox AN/APR-27 SAM Radar Warning Receiver (RA-5C)
Itek AN/APR-25 S / X / C-Band Radar Deteksi dan Set Homing (RA-5C)
Motorola AN/APR-18 Elektronik Reconnaissance System (A-5, RA-5C)
AN/AAS-21 IR Reconnaissance Camera (RA-5C)

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Kamis, 26 Desember 2019

Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Maryland


Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019

Asal Usul dan Operasi Awal


Awalnya, pesawat pembom ini dirancang berdasarkan spesifikasi yang diajukan oleh USAAC (United States Army Air Corps), tetapi ternyata pesawat ini tidak dioperasikan oleh Amerika Serikat, dan hanya digunakan oleh Prancis dan Inggris. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat pengintai dan pembom, Maryland memperkuat empat skuadron Angkatan Udara Prancis pada saat negara itu diserbu oleh Jerman pada bulan Mei 1940.


Inggris memesan pesawat ini sekaligus mengambil alih pesanan Prancis setelah negara itu diduduki oleh Jerman. Akibatnya, pesawat yang tadinya akan diberikan kepada Prancis harus dirubah agar dapat digunakan oleh RAF. Beberapa label instruksi pada panel-panel pesawat dicopot dan diganti dengan label berbahasa Inggris. Versi awal pesawat ini diberi nama Maryland I oleh RAF, kemudian dilanjutkan dengan versi yang lebih baik dengan mesin yang lebih kuat, Maryland II.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Konstruksi dan Pengadaan


Martin 167 adalah pesawat dengan konstruksi seluruhnya dari logam bermesin ganda, diawaki oleh tiga orang yang terdiri dari pilot, navigator/penembak bom, dan operator radio/penembak. Sebanyak 215 pesawat dijual ke Prancis, dengan semua kecuali 75 dikirim sebelum jatuhnya Prancis pada Juni 1940.

75 unit pesawat yang tersisa diambil alih oleh Inggris, menjadi Maryland MkI. 32 unit pesawat pertama masih dilengkapi spesifikasi Prancis, tetapi 43 unit terakhir sudah memenuhi standar Inggris, termasuk perubahan mesin ke Pratt & Whitney "Twin Wasp". Pesanan ini diikuti oleh 150 unit Maryland MkII, sehingga total 225 pesawat Martin Maryland dioperasikan oleh militer Inggris.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Peran Operasional dan Pertempuran Taranto


Maryland pertama kali dioperasikan oleh Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Penerbangan No. 431 yang berbasis di Malta pada 6 September 1940 sebagai unit pengintaian. Tiga pesawat pertama yang tiba di Malta dilengkapi dengan kamera vertikal dan berhasil mencoba penerbangan non-stop di atas wilayah pendudukan Prancis.

Peran utama dari Penerbangan No. 431 adalah pengintaian maritim dan fotografi. Pada tanggal 9 Oktober 1940, penerbangan pengintaian dari Malta di atas Taranto dimulai. Hasil pengintaian ini sangat krusial bagi keberhasilan "Operasi Penghakiman" (Pertempuran Taranto) pada malam 11-12 November 1940 yang menggeser keseimbangan kekuatan di Mediterania. Kerusakan pada armada Italia berhasil difoto oleh pesawat Maryland keesokan harinya.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Pada Januari 1941, Penerbangan No.431 menjadi Skuadron No.69 yang berperan penting dalam menenggelamkan kapal-kapal Axis di Mediterania tengah. Total 225 unit Martin Maryland dioperasikan oleh RAF, ditempatkan di front Timur Tengah, dan memperkuat skuadron SAAF (South African Air Force) di Western Desert.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Piaggio P.1 HH Hammerhead)

Maryland yang berpangkalan di Malta menjadi pesawat pengintai yang berperan penting di wilayah ini dan menjadi pesawat pembom ringan yang efektif pada saat dioperasikan oleh skuadron no. 39 dan No. 223 Desert Air Force. Pesawat ini juga memperkuat empat skuadron South African Air Force di Western Desert.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber Martin Maryland Mk II


  • Asal Negara: Amerika Serikat
  • Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Ringan 2 Mesin
  • Terbang Perdana: 14 Maret 1939  
  • Kru: Empat Orang (pilot, navigator/juru bom, radio operator/juru tembak bawah, Juru tembak atas)
  • Bobot: 5.090 kg (Kosong), MTOW: 7.631 kg

Dimensi 

  • Panjang Pesawat: 14,22 m 
  • Bentangan sayap: 18,69 m
  • Tinggi: 4.57 m
  • Wing Area: 50,03 m2

Persenjataan 

  • 4 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di sayap (arah tembakan depan)
  • 2 atau 4 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di turret atas
  • 2 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di turret bawah
  • Muatan bom sampai dengan 908 kg

Dapur pacu 

  • 2 X mesin Pratt & Whitney 1.200hp R-1830-S3C4G Twin Wasp radial piston engine 

Performa  

  • Kecepatan maksimum: 447 km/jam
  • Ketinggian maksimum: 7.930 m
  • Kecepatan menanjak: 546 m/menit
  • Jarak jelajah maksimum: 1.947 km

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Catatan Tambahan: Warisan Martin Maryland


Meskipun Martin Maryland sering kali tertutup oleh popularitas pembom legendaris lainnya seperti B-17 Flying Fortress atau Lancaster, kontribusi pesawat ini dalam teater operasi Mediterania tidak dapat diremehkan. Maryland adalah contoh sempurna dari pesawat yang justru menemukan takdir gemilangnya di tangan operator asing, bukan di negara asalnya. Fleksibilitasnya sebagai pesawat pengintai yang lincah sekaligus pembom ringan menjadikannya "mata dan telinga" Sekutu yang sangat andal di medan perang yang luas dan menantang.

Kisah Martin Maryland mengajarkan kita bahwa efektivitas sebuah senjata tidak selalu ditentukan oleh spesifikasi teknis yang paling unggul di atas kertas, melainkan oleh bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan ke dalam doktrin militer yang tepat. Penggunaan kamera vertikal untuk misi pengintaian di atas Taranto, misalnya, membuktikan bahwa inovasi adaptif di lapangan sering kali memberikan keunggulan strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar kekuatan daya hancur. Bagi para penggemar sejarah penerbangan, Martin Maryland tetap dikenang sebagai pesawat pekerja keras yang memainkan peran krusial dalam mengubah arah pertempuran di masa-masa sulit Perang Dunia II.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:  
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Selasa, 24 Desember 2019

Senin, 23 Desember 2019

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod


Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Desember 2019

Proses rancang bangun dari pesawat Nimrod dimulai pada tahun 1964, dan pesawat ini ditujukan untuk menggantikan posisi pesawat intai maritim Avro Shackleton yang dioperasikan oleh RAF.

Pesawat ini dirancang berdasarkan pada pesawat komersial jet pertama di dunia, yaitu de Havilland Comet, Nimrod diproduksi dalam bentuk baru, dimensinya badannya lebih pendek dan kabin memiliki tekanan udara. Pesawat ini memiliki ruang senjata dan peralatan yang diletakkan pada bagian bawah badan dengan panjang ruang sekitar 15,8 meter. Konfigurasi ini membuat badan pesawat seperti memiliki dua tingkat, dan ruang bom ini diklaim sebagai ruang bom terbesar apabila dibandingkan dengan pesawat pembom milik NATO yang lain (untuk ukuran saat itu).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Medium / Medium Tank - Olifant)

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1965, pemerintah Inggris menyetujui proyek Nimrod ini dan juga persetujuan untuk pembuatan dua unit purwarupa, yang merupakan konversi dari pesawat Comet. Purwarupa tersebut terbang pertama kali pada tahun 1967, pesawat produksi pertama Nimrod MRI, kode XV226 terbang pertama kali pada bulan Juni 1968 dan mulai operasional secara aktif di RAF pada tahun 1969.

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Nimrod merupakan pesawat patroli maritim yang sangat maju (untuk ukuran saat itu), karena biasanya pesawat patrol maritime mengadopsi konfigurasi mesin turboprop (untuk mampu memenuhi syarat ketahanan terbang). Nimrod mengkombinasikan kemampuan terbang tinggi dan terbang dengan kecepatan tinggi dari mesin jetnya digabungkan dengan low wing loading sehingga dapat bermanuver dengan performa tinggi di elevasi rendah.

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Nimrod memiliki reputasi sebagai pesawat anti kapal selam, pengintai di permukaan, dan anti kapal permukaan. Pesawat maritim dengan konfigurasi mesin propeller yang digunakan untuk mengintai kapal selam sangat rentan dideteksi karena mesin propeller menimbulkan vibrasi udara yang tinggi, sedangkan mesin jet pesawat Nimrod efek vibrasinya terbilang rendah sehingga sulit dideteksi.

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Pesawat multi fungsi ini dapat membawa berbagai macam persenjataan, antara lain torpedo Stingray, misil anti kapal permukaan Harpoon, dan misil udara ke udara untuk pertahanan diri, sidewinder. Nimrod juga dilengkapi dengan sarana penangkal atau pengecoh serangan misil seperti flare dan chaff.

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Pada awal tahun 1980-an, tipe ini ditingkatkan dan dimodernisasi menjadi MR2 dengan mempercanggih peralatan intai yang terpasang. Pesawat ini ikut dalam Operasi Corporate saat Perang Malvinas tahun 1982 dan inflight refuelling probe menjadi fitur perlengkapan standar pesawat ini. Nimrod milik RAF ini terbang di penjuru dunia dan memiliki posisi penting saat Perang Malvinas dan Perang Teluk.

Pada saat-saat terakhir, Nimrod didapuk untuk menjalankan tiga tugas secara bersamaan, yaitu Anti Surface Unit Warfare (ASUW), Anti Submarine Warfare (ASW) dan Search and Rescue (SAR). Tanpa mengisi bahan bakar di udara, pesawat ini mampu terbang secara non stop selama 10 jam.

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Setelah lebih dari 25 tahun beroperasi, MR2 lalu ditingkatkan strukturnya dan sistemnya. Hasil modernisasi ini lalu diberi kode sebagai MR.4 agar dapat terus diterbangkan sampai 25 tahun kemudian. Sekitar 80 persen pesawat ini merupakan pesawat baru. Versi MR4 memiliki bobot tempur yang lebih berat sekitar 30 persen daripada versi MR2, dan varian ini dapat membawa 30 persen lebih banyak bahan bakar, dan dapat terbang terus menerus hingga hamper 20 jam. Armada MR4 terdiri atas 18 pesawat masih terus dioperasikan hingga tahun 2009.


Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Salah satu kisah Nimrod yang sering terlupakan adalah Nimrod R1. Tiga unit Nimrod dimodifikasi menjadi R1 pada awal 1970 pasca dipensiunkannya Comet 2R, dan secara konstan ditingkan sejak saat itu. Peralatan intai maritime dilepas dan diganti dengan instrument yang lebih canggih dan sensitive untuk sarana pengintaian dan mengumpulkan data intelejen lewat Electronic Intelligence (ELINT). Kemampuan terbang berputar-putar dalam waktu lama dan dapat terbang cepatmenuju area yang dituju membuat Nimrod sangat sesuai untuk menjalankan tugas ini. R1 secara diam-diam dan rahasia telah mengumpulkan banyak informasi di wilayak konflik dan negara-negara yang dianggap berbahaya sejak tahun 1974.

Spesifikasi Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod


Asal Negara: Inggris
Tipe Pesawat: Pesawat Patroli maritime 
Terbang Perdana: 23 Mei 1967 (Purwarupa)
Kru: 13 Orang
Bobot: 39.362 kg (Kosong), MTOW: 80.585 kg

Dimensi

Panjang Pesawat: 38,63 m 
Bentangan sayap: 35 m
Tinggi: 9.05 m
Wing Area: 197 m2

Persenjataan 

6.129 kg berbagai persenjataan untuk patrol maritime disimpan dalam ruang bom termasuk rudal anti kapal permukaan Harpoon, rocket dan juga rudal sidewinder dibawah sayap.
Mesin: 4 X Rolls Royce 5511 kg / 12.140 lb thrust Spey 250 turbofans

Performa  

Kecepatan maksimum: 926 km/jam
Ketinggian maksimum: 12.810 m
Kecepatan menanjak: - m/menit
Jarak Terbang maksimum: 8.045 km

Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod
Pesawat Patroli Maritim
Maritime Patrol Aircraft
Hawker Siddeley/British Aerospace-Nimrod
militerbanget.blogspot.com

Versi Wikipedia


Spesifikasi Pesawat Patroli Maritime / Maritime Patrol Aircraft Hawker Siddeley / British Aerospace – Nimrod (MR2)


Awak: 13
Kapasitas: 13.500 lb (6.123 kg)
Panjang: 126 ft 9 in (38.63 m)
Bentang sayap: 35 m di (35,00 m)
Tinggi: 31 kaki (9,4 m)
Area sayap: 197,05 kaki persegi (18.307 m 2 )
Bobot kosong: 86.000 lb (39.009 kg)
Bobot lepas landas max: 192.000 lb (87.090 kg)
Kapasitas bahan bakar: 85.840 lb (38.936 kg)
Mesin: 4 × Rolls-Royce Spey mesin turbofan , 12.160 lbf (54,1 kN) masing-masing dorong

Performa

Kecepatan maksimum: 500 kn (580 mph, 930 km / jam)
Kecepatan jelajah: 426 kn (490 mph, 789 km / jam)
Jarak jelajah: 4.501–5.001 nmi (5.180–5.755 mi, 8.336–9.262 km)
Ketinggian maksimum operasional: 43.999 kaki (13.411 m)

Persenjataan

Hardpoint: 2 × stasiun pylon di bawah sayap dan sebuah ruang bom internal dengan kapasitas 20.000 lb (9.100 kg), dengan ketentuan untuk membawa kombinasi dari:

Roket: Tidak Ada

Rudal


Rudal udara-ke-udara:
2 × AIM-9 Sidewinder (bukan senjata standar operasional RAF, hanya dipasang pada MR2 selama Perang Falklands)

Rudal udara-ke-permukaan:
Nord AS.12
Rudal Martel
AGM-65 Maverick
AGM-84 Harpoon

Bom
Bom dalam:
2x bom dalam hulu ledak nuklir B57 milik AS (hingga 1992) 
WE.177A bom dalam hulu ledak nuklir (10kt)

Persenjataan lain:
Torpedo Mk.46 yang dijatuhkan udara
Torpedo Sting Ray
Ranjau laut
Sonobuoys

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber  

PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia