Selasa, 25 September 2018

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450


Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450
Pesawat Tanpa Awak (UAV)
Thales Watchkeeper WK450
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 25 September 2018

Artikel kali ini, akan mengulas tentang Pesawat Nirawak (UAV) "made in" Inggris

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450 merupakan pesawat buatan Angkatan Darat Inggris yang mengembangkan model UAV Elbit Hermes 450 buatan Israel (atau biasa yang dikenal sebagai drone, seperti media umum menyebutnya). Militer Inggris pun kini bekerja sama dengan Thales untuk mengembangkan Watchkeeper sebagai pengumpul informasi intelijensi, pemantau dan pelumpuh target dalam tugas operasi mendatang.

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Senapan Serbu / Assault Rifle - AK 47 (Avtomat Kalashnikova 1947)) 

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450
Pesawat Tanpa Awak (UAV)
Thales Watchkeeper WK450
militerbanget.blogspot.com

Program ini dimulai pada tahun 2005, tetapi ditangguhkan tugas selama 3 tahun dan sempat dilanda masalah biaya yang terus membengkak. Pada titik ini, Thales Watchkeeper WK450 terancam akan dibatalkan atau dirombak total. Sejak diciptakan pada tahun 2013, Thales Watchkeeper WK450 menjalani latihan aktif bersama personel Inggris di Wales dan sedang menunggu proses sertifikasi untuk menjalani tugas bersama pesawat berawak di daerah selatan Inggris dimana pesawat nirawak ini akan menjalani latihan bersama artileri (Boscombe Down). 

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450
Pesawat Tanpa Awak (UAV)
Thales Watchkeeper WK450
militerbanget.blogspot.com

Selama mengemban tugas di Afganistan, Angkatan Darat Inggris selalu mengandalkan General Atomic MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat dan UAVs Hermes buatan Israel meski hal ini hanya dianggap sebagai solusi sementara kebutuhan Angkatan Darat Inggris.

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450
Pesawat Tanpa Awak (UAV)
Thales Watchkeeper WK450
militerbanget.blogspot.com

UAV Thales Watchkeeper WK450 menggunakan mesin turbin Wankel untuk memutar propeller yang terdapat di buritan. Kabin pesawat ini berbentuk seperti tabung dengan hidung kerucut yang bertujuan memaksimalkan efek aerodinamis pesawat. Sayapnya membujur lurus dan terpasang di bagian atas badan pesawat, sementara unit ekor menumpang dengan bilah atau sirip berbentuk vertical miring yang disatukan dengan bidang seperti papan horisintal. Kaki tumpuan roda pendarat menganut system statis dan tidak dapat ditarik (dilipat). Alat optic ditempatkan di bagian belakang moncong dengan kemampuan rotasi 360 derajat.

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Pistol Mitraliur / Submachine Gun - MP38/40 (ERMA))

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450
Pesawat Tanpa Awak (UAV)
Thales Watchkeeper WK450
militerbanget.blogspot.com

Saluran udara terdapat di bagian ujung bawah kabin sebagai asupan udara untuk mesin Wenkel, karena Thales Watchkeeper WK450 belum diputuskan apakah akan mengemban perang eksternal, daya angkutnya yang lebih dari 150 kg merupakan daya angkut total termasuk muatan alat alat optic dan juga peralatan penunjang misi. Mesin onboard dan kapasitas bahan bakar mampu menunjang operasional UAV ini sampai dengan maksimum 17 jam sebelum harus kembali ke pangkalan. 

Kesimpulannya, system yang diakomodir Thales Walchkeeper WK450 lebih ditujukan untuk mengemban penerbangan dengan ketinggian operasional rendah sampai dengan ketinggian menengah dengan durasi terbang yang cukup memenuhi syarat untuk menyelesaikan suatu misi.

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450
Pesawat Tanpa Awak (UAV)
Thales Watchkeeper WK450
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450


Asal Negara: Inggris
Tipe Pesawat: Pesawat Tanpa Awak
Bobot: 992 pounds (450 kilograms) kg (MTOW)
Daya angkut: Lebih dari 150 kg
Internal: - kg
Eksternal: - kg

Dimensi 
Panjang Pesawat: 19.69 feet (6 meters) m 
Rentang sayap: 34.45 feet (10.5 meters)
Tinggi: - m

Mesin: 
1 x Wankel rotary 52 horsepower engine driving a three-bladed propeller arranged in "pusher" configuration.

Performa  
Kecepatan maksimum: 109 miles-per-hour (175 kilometers-per-hour; 94 knots)
Kecepatan Menanjak: 900 feet-per-minute (274 meters-per-minute)
Radius tempur: 124 miles (200 kilometers; 108 nautical miles)
Ketinggian maksimum: 18,045 feet (5,500 meters; 3.42 miles)
Daya tahan terbang: 17 jam lebih pada kecepatan jelajah ekonomis

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Thales Watchkeeper WK450, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber  
Pesawat Tanpa Awak 
Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Ferdinan Peys

-----------------------------------------
Tag:
#Inggris
#Drone
#Pesawat_Tanpa_Awak
#UAV

Sabtu, 22 September 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun Kovrov AEK-919 Kashtan


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 21 September 2018

Masih mengulas tentang hal yang menyangkut alutsista, artikel kali ini akan mengulas secara singkat tentang satu alutsista dari spesies Pistol Mitraliur lansiran dari Rusia

Pistol mitraliur ini memiliki bentuk dan dimensi yang kecil, simple dan kompak, tetapi punya daya "gebuk" yang luar biasa, menjadikan pistol mitraliur ini sangat cocok untuk tugas-tugas Perang Jarak Dekat (PJD) dan juga mode peperangan urban. Secara singkat, Inilah kisah Pistol Mitraliur/Submachine Gun Kovrov AEK-919 Kashtan.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Semasa Uni Soviet masih utuh, doktrin angkatan bersenjatanya memang tak terlalu adaptif terhadap kehadiran pistol mitraliur/submachine gun. Senjata standar bagi pasukan Uni Soviet adalah senapan serbu (seperti senapan serbu AK-47), bahkan sampai dengan unit terkecil. Dapat dikatakan, tidak ada ruang untuk kehadiran pistol mitraliur dalam tubuh personel angkatan bersenjata Uni Soviet.

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Senapan Serbu / Assault Rifle - AK 47 (Avtomat Kalashnikova 1947))

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Tetapi, ketika Uni Soviet runtuh, maka kebijakan seperti ini pelan-pelan mulai ditinggalkan. Dan mulai muncul ruang untuk posisi pistol mitraliur dalam tubuh angkatan bersenjata negara-negara eks Uni Soviet. Salah satu design pistol mitraliur yang muncul dan diunggulkan pasca runtuhnya Uni Soviet adalah Kashtan. Dirancang berdasarkan pada konfigurasi UZI yang ringkas, Kashtan seluruhnya dibuat dengan metode stamping, terbilang kasar, tetapi sangat efektif. 

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Laras yang sudah dibuat dengan profil polygonal dengan daya tahan penembakan sampai dengan 6.000 peluru, juga memiliki kelebihan yaitu senjata ini mudah dibongkar seperti Uzi, dan dikunci dengan barrel nut. Konfigurasi dan mekanismenya juga tergolong standar alias konservatif pula, tuas pengokang ada di sisi kiri receiver, sementara lubang pembuangan selongsong ada di sisi kanan. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Israeli Military Industries Uzi)

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Untuk urusan amunisi alias peluru,  pistol mitraliur Kashtan menggunakan peluru 9x18mm PMM. Tidak seperti peluru Makarov yang standar, amunisi PMM memiliki kandungan mesiu 20% lebih banyak, sehingga daya dorongnya melonjak drastis, lebih dari 100m/s dibanding amunisi pistol mitraliur standar. Dari jarak tembak 10 meter, lontaran amunisi Kashtan diklaim masih bisa menjebol plat baja dengan ketebalan 4mm. 

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Tingkat akurasi Pistol Mitraliur/Submachine Gun Kovrov AEK-919 Kashtan juga terbilang dapat diandalkan, mampu membuat grouping berdiameter 4 cm dari jarak tembak 50 meter, dan 10 cm pada jarak tembak 100 meter. Kestabilan penembakan dalam mode full auto ditunjang dengan adanya popor tarik, yang dilengkapi dengan sandaran bahu yang dapat dilipat ke bawah saat akan digunakan.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Kovrov AEK-919 Kashtan
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Kovrov AEK-919 Kashtan
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur / Submachine Gun Kovrov AEK-919 Kashtan


Asal: Rusia
Tahun: 1990-an
Kaliber: 9x18 mm PMM
Sistem operasi: Blowback
Panjang keseluruhan  
Popor terentang: 485mm
Popor terlipat: 325mm
Panjang Laras: 167mm
Bobot kosong: 1,8 kg
Vo meninggalkan laras: 425 m/s
Jarak tembak efektif: 75 m
Rate of fire: 900 ppm
Kapasitas magasen: 20/30 peluru (standar)

Demikianlah artikel tentang Pistol Mitraliur / Submachine Gun Kovrov AEK-919 Kashtan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN

Tag:
#Rusia
#Pistol_Mitraliur
#Submachine_Gun

Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber, Ilyushin Il-28 “Beagle”


Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 21 September 2018

Artikel kali ini akan mengulas tentang satu pesawat pembom bermesin jet lansiran dari Rusia, Ilyushin Il-28. Pesawat pembom yang digolongkan ke dalam pesawat pembom medium ini pernah memperkuat Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), dan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Sebenarnya, merupakan suatu hal yang “luar biasa”, dimana kebanyakan negara mengoperasikan pesawat pembomnya di bawah komando Angkatan Udara atau Angkatan Darat, tetapi, Indonesia malah mengoperasikannya di bawah komando Angkatan Udara dan Angkatan Laut. 

Ditinjau secara taktik strategi, hal ini dapat dikategorikan sebagai langkah yang sangat “revolusioner”  yang diambil oleh para petinggi militer Indonesia saat itu. Kisah tentang Pesawat Pembom Medium Ilyushin Il-28 “Beagle” yang dimiliki oleh Indonesia, akan dituturkan secara terpisah di bawah ini.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Ilyushin Il-28 adalah pesawat pembom bermesin jet pertama buatan Uni Soviet yang operasional. Diberi kode identifikasi “Beagle” oleh NATO, pesawat pembom ini sering dijuluki sebagai “Soviet Canberra” karena kemampuan adaptasinya dan lama pengoperasiannya seperti pesawat Canberra.

Il-28 terbang perdana pada tanggal 8 Agustus 1948 dan mulai memperkuat skuadron garis depan dua tahun kemudian. Sebanyak 25 pesawat pra produksi melaksanakan terbang melintas saat May Day tahun 1950 di Moskow, kehadiran pesawat ini membuat Perang Dingin menjadi semakin “hangat”. Produksi pesawat ini berakhir sampai tahun 1960, dibuat sampai 10.000 unit di Uni Soviet dan diberi lisensi produksi di Tiongkok (RRC) sampai dengan tahun 1969. 

Pengerjaan rancang bangun pesawat pembom medium ini dilakukan pada akhir Perang Dunia ke II dan bentuknya tergolong kuno daripada modern. Il-28 memiliki bentuk sayap lurus (khas pesawat pada era Perang Dunia ke II) tetapi memiliki bentuk sirip ekor vertical dan horizontal berkonfigurasi sayung agar mudah dikendalikan saat menukik pada kecepatan tinggi.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Purwarupanya bermesin dua, turbojet tipe RD-10 yang merupakan pengembangan dari mesin buatan Jerman saat perang Dunia ke II, Junkers Jumo. Tetapi untuk versi produksinya pesawat ini dimotori dengan mesin Klimov VK-1, yang merupakan pengembangan dari tiruan mesin Nene buatan Inggris yang diperoleh Uni Soviet sebelum Perang Dingin,  lalu dibuat dan dikembangkan secara mandiri di Uni Soviet.

Mesin ini dipasang pada pod di bawah sayap, konfigurasinya mirip dengan pesawat Jerman Arado Blitz. Pilot duduk di kokpit berkanopi seperti pesawat tempur, sedangkan navigator/juru bom atau pembidik bom duduk di hidung berkaca yang konfigurasinya juga khas seperti rancangan pesawat pembom era Perang ke II. Di bagian ekor dipasang turret mirip seperti turret B-17 atau B-29, dipersenjatai dengan sepasang meriam caliber 23mm. juru tembak belakang juga merangkap tugas sebagai operator radio di pesawat. Dipasang pula sepasang meriam caliber 23mm di bagian hidung pesawat. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - B-17 Flying Fortress)

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Ilyushin Il-28 dapat membawa muatan senjata sampai dengan tiga ton baik dalam ruang bom maupun di pylon pada sayap pesawat. Pesawat ini dapat dipasang tangki bahan bakar cadangan pada ujung sayap untuk meningkatkan jarak terbangnya. 

Il-28R merupakan versi pengintai taktis dengan memasang kamera di ruang bomnya, tetapi dapat juga dikonfigurasikan sebagai pesawat pengintai elektronik. Il-28 adalah pesawat pembom torpedo yang dimiliki oleh AL Uni Soviet.

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - B-29 Superfortress)

Il-28 "Beagle" telah dinonaktifkan dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Uni Soviet pada tahun 1980-an, tetapi terus dipakai sebagai target tug dan tugas ECM (Electronic Countermeasures) Finlandia dan Jerman Timur mengoperasikan pesawat sasaran target tak bersenjata ini dahulu.
Il-28 diekspor ke banyak negara diantaranya adalah Afganistan, Mesir, Hungaria, Irak, Korea Utara, Polandia, dan Yaman. Nigeria bahkan menggunakan enam Il-28 untuk menyerang penduduk sipil Biafran pada tahun 1968 dan aksi kontroversial ini mengguncangkan dunia.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Banyak negara Timur Tengah memiliki pesawat pembom ini, 50 unit memperkuat Angkatan Udara Mesir pada pertengahan 1950-an saat ketegangan antara Mesir dan Israel sedang berada pada titik puncak. Saat krisis Suez tahun 1956 dan konflik berikutnya pada 1967 dan 1973, Il-28 milik Mesir dihancurkan di darat sebelum dapat terbang untuk membom Israel.

Sebelumnya saat krisis Misil Kuba tahun 1962, Il-28 ditempatkan di Kuba sehingga Amerika Serikat berusaha keras memaksa pesawat pembom ini sekaligus peluru kendali berhulu ledak nuklir milik Uni Soviet disingkirkan dari Kuba (dan langkah Amerika ini berhasil).

Sekitar 500 Il-28 dijual ke RRC sekaligus memproduksinya secara lisensi. Versi domestiknya, H-5 masih tetap operasional pada akhir 1990-an. Il-28 versi pembom masih digunakan oleh negara-negara satelit eks Uni Soviet dan sahabatnya sampai dengan era 1990-an. 

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

(dibawah ini, akan disajikan cerita singkat mengenai pesawat pembom Ilyushin Il-28 di Indonesia)

Kisah Pembom Medium Ilyushin Il-28 di Indonesia


Naskah asli disadur dari www.aviahistoria.com

Diterbitkan oleh Sudiro Sumbodo

Artikel asli disadur dari: 

Il-28 melaksanakan terbang perdana di Indonesia pada tanggal 4 Oktober 1959 di Bandara Kemayoran. Untuk tahap pertama, dikirim delapan unit lewat laut dan diterima bulan sebelumnya. Tipe pembom jet pertama ini bermesin dua, diproduksi secara lisensi di Cekoslovakia dengan kemampuan membawa tiga ton bom dan radius tempur lebih dari 2.000 km. Selain membawa bom, pesawat ini dilengkapi pula persenjataan sepasang meriam Nudelman-Rikhter NR-23 kaliber 23 mm di bawah hidung pesawat dan sepasang meriam tipe yang sama di ekor sebagai senjata defensif.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Saat itu di Kemayoran (sekarang menjadi Jalan Benyamin Suaeb) sudah terbentuk Skadron 11 Kesatuan Pantjar Gas (KPG). Pantjar gas adalah istilah lama untuk mesin jet. Skadron 11 ini sebelumnya berkekuatan delapan unit pesawat latih jet de Havilland DH.115 Vampire namun pada tahun itu sudah diganti dengan pesawat latih jet Mikoyan Gurevich MiG-15UTI “Fagot” dan MiG-17 “Fresco” yang merupakan pesawat tempur. Sebagai tahap awal, Il-28 digabung ke kesatuan ini.


Dua tahun kemudian tepatnya pada tanggal 1 Juni diputuskan untuk membentuk skadron tersendiri untuk Il-28 yaitu Skadron 21. Ada 20 unit Il-28 yang dioperasikan, terdiri atas empat unit versi latih Il-28U, dua unit versi intai/pemotretan udara Il-28R, dan sisanya versi pembom. Nantinya dua unit versi pembom torpedo Il-28T datang sehingga total ada 22 unit.


Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Dengan jumlah sebanyak ini hanya segelintir yang memiliki kualifikasi sebagai pilot Il-28, setali tiga uang dengan navigator/bombardir, semuanya berpengalaman terbang dengan pembom bermesin piston North American B-25 Mitchell dan Douglas B-26 Invader milik Skadron 1 Pembom. Mereka dikonversi dengan mendatangkan instruktur dari Uni Soviet. Kru Il-28 terdiri atas tiga orang, pilot, navigator/bombardier, dan penembak ekor.


Untuk melengkapi kebutuhan kru tambahan dengan segera, AURI lantas mengirim kadet untuk berlatih di Cekoslovakia sebanyak 46 orang yang disebut Tjakra 1. 

Pelatihan ini juga dibagi lagi untuk pilot, navigator/bombardier, dan navigator. Dari Tjakra 1 itu dihasilkan 15  orang pilot Il-28, tapi setelah pendidikan transisi di Indonesia jumlah itu berkurang menjadi sembilan orang saja. Agar tidak sia-sia, pilot pembom yang gagal ini diarahkan untuk menjadi pilot helikopter dan pesawat angkut di skadron lain, atau mengikuti pendidikan navigator/bombardier Il-28.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Karena bukan negara anggota Pakta Warsawa, AURI harus puas menerima Il-28 versi yang telah diturunkan standarnya. Terlebih lagi karena dirancang di negara sub tropik, performa pesawat pembom taktis yang terbang perdana pada tahun 1948 ini menurun drastis. Bila dibandingkan dengan pembom sejenis buatan Blok Barat yaitu English Electric Canberra, Il-28 kalah jauh dari sisi teknologi dan kenyamanan. Alat pembidik bom pada Il-28 merupakan buatan era Perang Dunia II, sistem kendalinya masih menggunakan pneumatik yang menguras tenaga daripada hidrolik. Tapi itulah tipikal seluruh pesawat buatan Blok Timur, lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas.

AURI mengerahkan Il-28 dengan pengawalan MiG-17 dalam Satgas (Satuan Tugas) Senopati saat Kampanye Trikora pada tahun 1962. Berbasis di Morotai dan Pattimura, Il-28 bertugas sebagai unit pengelabuan, terbang tinggi sehingga operator radar Belanda fokus padanya sementara pesawat angkut Lockheed C-130B Hercules terbang rendah, melaksanakan tugas  infiltrasi di Papua dengan menjatuhkan pasukan para.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Saat kampanye itu, Il-28 tidak pernah menjatuhkan bom untuk sasaran militer milik Belanda di Papua karena belum terjadi perang terbuka. Aksi senjata meriam milik Il-28 justru terjadi saat melakukan penembakan terhadap kapal asing yang berada di wilayah terlarang. Il-28 dan pesawat pengawalnya, MiG-17 berhasil merusak parah sasaran laut itu yang ternyata merupakan kapal nelayan asal Jepang. Untungnya aksi ini tanpa korban jiwa walaupun kapal sipil itu harus ditarik ke pelabuhan karena lumpuh dan nyaris tenggelam.

Selama Kampanye Trikora, AURI kehilangan dua unit Il-28, satu unit jatuh di laut saat menjelang pendaratan di Morotai, lainnya mengalami hard landing di Pattimura. Konflik Indonesia vs Belanda demi merebut Papua ini akhirnya selesai di meja perundingan.

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Pasca Trikora, gelombang kedua atau Tjakra 2 menghasilkan tambahan selusin pilot Il-28 lagi. Saat dicanangkan Kampanye Dwikora, Il-28 kembali dilibatkan, kali ini berpangkalan di Medan dan ikut beroperasi bersama-sama alutsista (alat utama sistem senjata) AURI terbaru, pesawat tempur supersonik MiG-21 “Fishbed” dan pembom strategis Tupolev Tu-16 “Badger”.

Pembom “Badger” inilah yang berikutnya menggantikan “Beagle”. Dalam rencana AURI, pengoperasian Il-28 memang singkat, kurang dari lima tahun. Skadron 21 dilikuidasi tahun 1964 dengan seluruh personilnya digabungkan ke Skadron 41 dan 42, tempat Tu-16 bernaung. Bagi AURI, Il-28 memang hanya mengisi celah, menjadi jembatan penghubung dari pembom piston ke pembom jet strategis.

“Beagle” eks Skadron 21 ini lantas dihibahkan ke Skuadron 500 Penerbal (Penerbangan Angkatan Laut) yang bermarkas di Juanda, Surabaya untuk digabungkan dengan Il-28T versi pembom torpedo yang sudah dimiliki. Sayangnya banyak di antaranya dinilai sudah tidak laik terbang. Untuk mengembalikan ke kondisi semula terhambat oleh embargo suku cadang dari negara-negara Blok Timur akibat runtuhnya Orde Lama. Setelah terjadi lima kali kecelakaan terbang, Il-28 ini juga dipensiunkan dari Penerbal pada akhir 1960-an. 

(Aviahistoria.com, Sejarah Penerbangan Indonesia)

Pesawat Pembom Medium (Medium Bomber) Ilyushin Il-28 “Beagle”
Pesawat Pembom Medium/Medium Bomber
Ilyushin Il-28 "Beagle"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Medium Ilyushin Il-28 “Beagle”


Asal Negara: Rusia
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Medium

Terbang Perdana: 
8 Agustus 1948 (Purwarupa definitive)

Kru: sekitar 3 Orang

Bobot: 
12.890 kg (Kosong), MTOW: 21.000 kg

Dimensi 
Panjang Pesawat: 17,65 m 
Bentangan sayap: 21,45 m
Tinggi: 6.7 m
Wing Area: 60.8 m2

Persenjataan:
2 x Meriam kaliber 23mm di ekor  
2 x Meriam kaliber 23mm di hidung 
3.000 kg bom konvensional di ruang bom atau di pylon bawah sayap

Mesin: 
2 X Klimov 2700 kg thrust VK-1 Turbojets

Performa  
Kecepatan maksimum: 900 km/jam
Ketinggian maksimum: 12.300 m
Kecepatan menanjak: 900 m/menit
Radius Tempur: 2.180 km 

Demikianlah artikel tentang Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber, Ilyushin Il-28 “Beagle”, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Tag:
#Rusia
#Pesawat
#Pesawat_Pembom
#Pesawat_Pembom_Medium
#Uni_Soviet

Jumat, 21 September 2018

Tank Tempur Ringan / light Tank - M551 Sheridan


Tank Tempur Ringan (Light Tank) - M551 Sheridan
Tank Tempur Ringan/Light Tank
M551 Sheridan
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at 21 September 2018

Kembali pada artikel yang mengulas secara singkat tentang dunia militer, terutama tentang alut sista. kali ini kita akan mengulas tentang satu jenis/tipe persenjataan dari species Tank Tempur Ringan. Tank tempur ringan ini semula dirancang sebagai ujung tombak atau membantu pergerakan pasukan Infantri, dimana tank ini bisa di "antar" kan ke front menggunakan pesawat terbang (airborne) dengan cara diterjunkan dengan parasut.

M551 Sheridan adalah tank ringan air portable buatan Amerika Serikat untuk memperkuat pasukan lintas udara. Didesign dan direncanakan sebagai pengganti tank M56 Scorpion yang tidak memuaskan (atau dapat dikatakan sebagai gagal). 

(Baca juga artikel yang sangat menarik tentang Tank Perusak / Tank Destroyer - M56 Scorpion)

Tank Tempur Ringan (Light Tank) - M551 Sheridan
Tank Tempur Ringan/Light Tank
M551 Sheridan
militerbanget.blogspot.com

Light Tank/ Tank Tempur Ringan M551 mulai berdinas aktif pada tahun 1968, dengan bobot operasional mencapai 15,6 ton dan diawaki oleh empat orang kru, Sheridan bermesin turbo charged 6 silinder Detroit Diesel 6V-53T, berkecepatan maksimal 72 km/jam, dan jarak tempuh maksimum 600 km.

Persenjataan utama M551 Sheridan adalah MGM-51 Shilelagh tube launched, wire guided, missile system, dapat pula menembakkan peluru meriam kaliber 152mm selain memiliki satu senapan mesin kaliber 7,62mm untuk proteksi terhadap serangan infantry jarak dekat. Tetapi sistem senjata utama ini mengalami banyak kekurangan sehingga membuat jadwal pengoperasiannya tertunda dan terus mengalami masalah di kemudian hari.

Tank Tempur Ringan (Light Tank) - M551 Sheridan
Tank Tempur Ringan/Light Tank
M551 Sheridan
militerbanget.blogspot.com

Tank ini tingkat proteksinya sangat lemah, sebagian besar struktur bodynya terbuat dari aluminium bukannya baja, dengan tujuan menekan bobot keseluruhan tank, tetapi konsekuensinya sangat vital, tank ini sangat rentan terhadap bentuk senjata apapun (bahkan, jika sekarang tank ini masih operasional tanpa diberi tambahan proteksi, maka tank ini akan jadi bulan-bulanan senapan anti material seperti Heavy Sniper Rifle dengan peluru kaliber 12.7mm). 

Tank Tempur Ringan (Light Tank) - M551 Sheridan
Tank Tempur Ringan/Light Tank
M551 Sheridan
militerbanget.blogspot.com

Saat Amerika Serikat mengoperasikan tank ini di Perang Vietnam, system misilnya segera terbukti kurang maksimal dalam hal daya tembak, sehingga tank ini lebih banyak bertempur menggunakan peluru konvensional. Tetapi, tetap saja Sheridan tak dapat beroperasi dengan kinerja yang baik, dan tank ini ternyata sangat rentan terhadap tingginya tingkat kelembaban daerah tropis, dan dengan minimnya tingkat proteksi pada bagian badan tank, membuatnya sangat mudah dilumpuhkan oleh ranjau. 

Walaupun memiliki segudang catatan minor, Sheridan tetap dioperasikan sampai dengan era 90-an. Salah satu contohnya adalah Sheridan yang memperkuat 82 Airborne Division, yang menjadi salah satu AFV pertama yang tiba di teluk Persia pada tahun 1990.

Tank Tempur Ringan (Light Tank) - M551 Sheridan
Tank Tempur Ringan/Light Tank
M551 Sheridan
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Tempur Ringan / light Tank - M551 Sheridan


Asal Negara: Amerika Serikat
Mulai bertugas: 1968
Kru: 4 Orang
Bobot: 15.830 kg/15,83 ton

Dimensi  
Panjang: 6,30 m 
Tinggi: (over turret hutch) 2,95 m 
Lebar: 2,82 m

Persenjataan  
Senjata utama: 
Kaliber 152mm/Missile System
Senjata sekunder: 
1 x Senapan mesin kaliber 7.62 mm /0.30 in machine gun 

Armor: Unspecified
Mesin: Detroit Diesel V-53T 6-cylinder Diesel 223.7 kW/300hp

Performa  
Kecepatan maksimum: 72 km/jam 
Jarak jelajah maksimum: 600 km 

Demikianlah artikel tentang Tank Tempur Ringan / light Tank - M551 Sheridan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com

Tag:
#Amerika_Serikat
#Tank
#Tank_Tempur_Ringan