Kamis, 04 Maret 2021

"Mematikan, Tapi Kurang Laku" Artileri Swagerak Kaliber 155-mm / Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT


Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 1
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 4 Maret 2121

Sistem artileri AU-F1 GCT (Grand Cadence de Tir - atau laju tembakan tinggi dalam bahasa Indonesia) Adalah artileri swagerak buatan Perancis yang sayangnya, kurang sukses di pasaran. Nama lengkap dari sistem artileri ini adalah AMX-30 AU-F1. 

Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 3
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Kisah AMX-30 AU-F1: Artileri Swagerak Prancis yang Mematikan namun Sepi Peminat


Terkadang, sistem artileri swagerak ini juga disebut sebagai CN 155 AU-F1. Artileri swagerak ini dikembangkan pada akhir 1960-an. Purwarupa pertama dibuat pada tahun 1972, dan produksi definitif F1 GCT dimulai pada tahun 1977 dan terus berlanjut sampai produksinya dihentikan pada tahun 1993. Sebanyak 250 sampai 273 unit sistem artileri ini diproduksi untuk Angkatan Darat Perancis. Pada tahun 2020 hanya 32 unit yang masih dioperasikan oleh militer Perancis. Beberapa howitzer ini diekspor ke Irak (86 unit), Kuwait (18 unit) dan Arab Saudi (63 unit).

Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 5
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Kehebatan Daya Tempur: Laju Tembak Tinggi dan Jangkauan Meriam 155mm


Sistem artileri swagerak F1 GCT dipersenjatai dengan howitzer kaliber 155mm / L40, dan mekanismenya dilengkapi dengan pemuat amunisi otomatis. Sistem artileri ini memiliki tingkat tembakan maksimum 8 tembakan per menit. Artileri ini juga dapat direload secara manual dengan kecepatan maksimum 1-2 tembakan per menit. Sistem artileri F1 GCT mampu menembakkan peluru standar dan peluru HE-FRAG dengan pendorong roket, serta amunisi penetrasi lapis baja, asap, dan pembakar. Jarak tembak maksimum adalah 23,5 km dengan amunisi HE-FRAG standar dan 30 km dengan amunisi dengan pendorong roket. 

Sistem ini juga mampu menembakkan proyektil berpemandu anti-armor ADC. Kapasitas internal F1 GCT mampu menampung 42 proyektil dan 42 primer. Amunisi ini disimpan di rak amunisi. Amunisi dimuat melalui palka pasokan bagian belakang. Empat personel dapat mengisi ulang amunisi F1 GCT dalam waktu sekitar 20 menit.

Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 7
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin kaliber 7,62mm atau senapan mesin berat kaliber 12,7mm yang dipasang di atap.

Lapisan pelindung (armor) F1 GCT memberikan perlindungan terhadap tembakan senjata kaliber kecil dan serpihan artileri. Sistem artileri ini juga dilengkapi dengan perlindungan NBC dan sistem pencegah kebakaran otomatis.

Sistem artileri swagerak ini diawaki oleh empat personel, termasuk komandan, penembak, pemuat, dan pengemudi.

Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 9
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Performa Mobilitas: Menggunakan Basis Lambung Tank Tempur Utama AMX-30


Howitzer self-propelled F1 GCT dibuat berdasarkan pada lambung tank tempur utama AMX-30. Kendaraan ini didukung oleh mesin diesel multi-bahan bakar Hispano-Suiza HS-110, yang menghasilkan tenaga 720 hp. Meski lebih berat dari Tank AMX-30, F1 GCT tetap mempertahankan mobilitas serupa.


Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 11
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Varian


Turret F1 GCT lengkap dapat juga dipasang pada tank tempur utama Leopard 1 atau T-72 . Namun hingga saat ini varian ini masih berupa rancangan dan belum berupa purwarupa.



Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 13
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Lengkap Artileri Swagerak AU-F1 GCT Kaliber 155-mm


Informasi umum

  • Asal negara: Perancis
  • Operasional aktif: 1977
  • Awak: 4 orang

Dimensi dan berat

  • Bobot: 42 ton
  • Panjang (Sampai ujung meriam): 10,25 m
  • Panjang lambung: 6,7 m
  • Lebar: 3,15 m
  • Tinggi: 3,25 m

Persenjataan

  • Senjata utama: Meriam kaliber 155mm
  • Panjang laras: 40 kaliber
  • Senjata mesin: 1 x 7,62 mm
  • Berat proyektil: 42 kg
  • Jarak tembak maksimum: 23,5 - 30 km
  • Rate of fire maksimum: 8 rpm
  • Kisaran ketinggian: - 4 hingga + 66 derajat
  • Rentang lintasan: 360 derajat

Kapasitas amunisi

  • Senjata utama: 42 butir
  • Senjata sekunder (senapan mesin): 2.000 peluru

Mobilitas

  • Mesin: Hispano-Suize HS-110 diesel
  • Tenaga mesin: 720 hp
  • Kecepatan maksimum (jalan raya): 60 km/jam
  • Jarak jelajah maksimum: 500 km

Artileri Swagerak Kaliber 155-mm (Self Propelled Howitzer 155-mm) - AU-F1 GCT 15
Artileri Swagerak Kaliber 155-mm
Self Propelled Howitzer155-mm - AU-F1 GCT
militerbanget.blogspot.com

Kemampuan manuver

  • Tanjakan: 60 derajat
  • Kemiringan samping: 30 derajat
  • Halangan vertikal: 0,93 m
  • Halangan parit: 2,9 m
  • Genangan air: 1,3 m

Catatan tambahan: 


CN 155 AuF1 (Canon de 155 Automoteur Modèle F1) adalah sistem artileri swagerak (jazufo/self-propelled howitzer) kaliber 155 mm legendaris buatan Prancis yang dikembangkan oleh Nexter (dahulu GIAT Industries). Mulai operasional pada tahun 1977, alutsista ini dirancang untuk menggantikan artileri Mk F3 yang tidak memiliki proteksi bagi krunya. 

Keunggulan utama artileri AuF1 terletak pada integrasi kubah meriam berpelindung penuh di atas sasis tank utama AMX-30. Desain ini memberikan mobilitas tinggi serta perlindungan menyeluruh bagi empat kru dari ancaman proyektil, serpihan, dan sistem senjata nuklir, biologi, serta kimia (KBRN/NBC). 

Persenjataan utamanya berupa meriam laras panjang 155 mm L/39 yang dilengkapi sistem pengisian amunisi otomatis (autoloader). Sistem canggih tersebut memungkinkan kendaraan menembakkan hingga 8 peluru per menit, atau mode tembakan berlanjut sebanyak 3 peluru dalam waktu 15 detik. 

Apabila menggunakan amunisi konvensional, meriam ini memiliki daya jangkau efektif sejauh 23 kilometer, yang dapat ditingkatkan hingga 28–30 kilometer apabila menggunakan proyektil dengan tambahan pendorong roket (Rocket Assisted Projectiles). Selain digunakan oleh militer Prancis, sistem artileri ini juga diekspor ke negara lain seperti Arab Saudi dan Kuwait.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar