Minggu, 24 Januari 2021

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Nan Mahal


Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 1
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 24 Januari 2021

Kesan Futuristik dan Desain "Sayap Terbang"


Pada saat pesawat Northrop B-2 Spirit ini menggelinding dari hangar, dan dipertontonkan kepada khalayak untuk pertama kalinya, pada tanggal 22 November 1988, berbagai macam reaksi bermunculan. Kesan futuristik dan “pesawat mahluk asing” menjadi kata yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan pesawat ini. Sama seperti Ketika pesawat pembom revolusioner buatan Northrop sebelumnya, si “sayap terbang” (flying wing), YB-49 muncul di tahun 1947.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 3
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Mengenal B-2 Spirit: Pesawat Pembom Siluman AS


Pesawat B-2 Spirit adalah pesawat pembom strategis jarak jauh, dan teknologi silumannya dapat membuat pesawat ini dengan mudah menyusup ke wilayah lawan yang dilindungi pertahanan udara yang kuat dan canggih. Pesawat B-2 dapat menjatuhkan hingga 16 unit bom nuklir di atas target penting tanpa dapat dijejak apalagi dikunci oleh lawan. Pesawat B-2 terbang perdana pada tanggal 17 Juli 1989.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 5
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Rahasia Teknologi Siluman (Stealth) B-2 Spirit


Kemampuan siluman dari B-2 ini berasal dari kombinasi fitur peredam jejak inframerah, peredam suara (akustik), elektromagnetik, visual, dan pantulan radar. Semua kombinasi ini dapat membuat pesawat B-2 menjadi super sulit untuk terdeteksi oleh sistem pertahanan udara yang ada pada saat ini. Walaupun berbagai aspek yang menyangkut kemampuan siluman B-2 ini tergolong dalam “rahasia”, tapi diperkirakan dari penggunaan material grafit epoxy, lapisan khusus (cat penyerap radar di leading edge wing), dan juga bentuk desain flying wing menyumbangkan kontribusi yang sangat besar pada kemampuan silumannya.

Karena sulit dideteksi, B-2 tidak memerlukan pesawat pendukung (pesawat pengacau elektronik, anti radar, atau pesawat tempur pengawal) untuk menyelesaikan misinya, dan kemampuan angkut senjatanya juga relatif besar, sehingga jauh lebih ekonomis untuk menggelar pesawat ini dalam suatu misi ketimbang mengerahkan pesawat yang lebih kecil dalam jumlah yang banyak. 

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 7
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Keunggulan Efisiensi dan Daya Hancur Mengerikan


Teknologi “siluman” alias anti radar, ditambah dengan bentuk aerodinamiknya yang sangat efesien, serta kemampuannya dalam membawa muatan dalam jumlah yang lumayan besar (walaupun tidak sebesar kapasitas pesawat pembom B-52), membuat pesawat pembom B-2 ini menjadi pesawat pembom yang paling unggul saat ini. Kemampuan silumannya membuat pesawat pembom B-2 lebih bebas beraksi di elevasi yang tinggi sekaligus meningkatkan jarak terbang dan dapat mengaktifkan berbagai macam sensor rahasia di dalam pesawatnya secara lebih efektif. 

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 9
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

USAF (Angkatan Udara Amerika Serikat) telah mempublikasikan skenario misi yang menunjukkan bahwa dua unit pesawat B-2 yang membawa senjata presisi dapat menggantikan kemampuan 75 unit pesawat konvensional. B-2 hanya memiliki awak dua orang. Pilot duduk di sebelah kiri dan pimpinan misi duduk di sebelah kanan, sehingga hanya empat awak saja yang dibutuhkan untuk menjalankan misi yang beresiko ini, dibandingkan mengerahkan hingga 132 awak jika menggunakan pesawat konvensional.

Dapat menjatuhkan bom konvensional maupun bom nuklir, B-2 merupakan alutsista yang mengerikan dan dapat digelar setiap saat untuk menghantam target-target penting dan berharga milik lawan, yang pastinya dilindungi dengan ketat. Tanpa pengisian bahan bakar di udara, pesawat pembom ini dapat terbang hingga jarak jelajah efektif sejauh 9.654 kilometer.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 11
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Rekor Operasi Tempur: Dari Serbia hingga Afghanistan


Pesawat pembom B-2 bertempur pertama kali pada tanggal 24 Maret 1999 sebagai kekuatan operasi Allied Force, dua pesawat menjatuhkan Direct Attack Munitions (JDAM) sebanyak 33 ton di atas target milik Serbia. Dan misi ini dilaksanakan secara maraton, selama 31 jam. Pesawat B-2 ini lepas landas dari Whiteman Air Force Base, Missouri, Amerika Serikat, dan mengisi bahan bakar di udara, lalu menghantam target di Serbia, setelah itu kembali ke pangkalan, tanpa mendarat di pangkalan lain. 

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 13
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Perpaduan antara kemampuan menghantam target dengan akurasi yang tinggi, dalam segala kondisi cuaca, serta kemampuan pesawat ini dalam mengecoh radar lawan, jelas menimbulkan ancaman luar biasa bagi aset-aset penting yang tidak bergerak milik lawan. Pada saat operasi Allied Force itu, B-2 telah melaksanakan 45 sorti penerbangan dengan melibatkan enam unit pesawat. Total, dalam enam sorti itu, pesawat B-2 ini sudah menjatuhkan 656 unit JDAM pada target penting milik Yugoslavia. B-2 menyumbangkan kontribusi yang signifikan, dengan mengeliminir 33 persen target penting milik Serbia selama delapan minggu pada awal perang.

Ketika operasi Enduring Freedom di Afghanistan, pesawat B-2 melakukan total enam misi selama tiga hari pada awal perang. Setiap sorti penerbangan memakan waktu hingga 70 jam terbang, meliputi penerbangan menuju Afghanistan, mendarat di pangkalan di Diego Garcia untuk rotasi awak pesawat, lalu pulang kembali ke pangkalan B-2 di Whiteman Air Force Base.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 15
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Sisi Lemah: Biaya Produksi dan Operasional yang Fantastis


Walaupun demikian, pesawat ini memiliki kelemahan yang sangat vital, yaitu dari biayanya yang super tinggi, baik itu dari biaya produksi, perawatan, maupun biaaya operasional. Pesawat pembom hebat ini biaya produksinya sekitar US$ 1,2 miliar per unit (atau sekitar 16 triliun rupiah kalau disetarakan dengan kurs saat ini). Dan biaya sebesar ini tentu saja tidak semua negara sanggup untuk memikulnya. Dan efeknya, B-2 tetap menjadi pesawat pembom terhebat (atau termahal) yang ada saat ini. 

Selain itu, hingga saat ini, pesawat pembom B-2 ini masih tetap menjadi alutsista penggentar yang masih eksis, karena kemampuan siluman yang melekat padanya.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit, Si Kelelawar "Siluman" Andalan AS 17
Pesawat Pembom Siluman B-2 Spirit
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - B-2 Spirit


  • Asal Negara: Amerika Serikat
  • Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Strategis Stealth 
  • Terbang Perdana: 17 Juli 1989  
  • Kru: 2 Orang
  • Bobot: 69.780 kg (Kosong), MTOW: 170.704 kg

Dimensi 

  • Panjang pesawat: 20,9 m 
  • Bentangan sayap: 52,12 m
  • Tinggi: 5.1 m
  • Wing Area: 464.5m2

Persenjataan

  • 2 ruang bom internal berkapasitas 50,000 lb (22,700 kg) persenjataan (bom dll)
  • 80× 500 lb class bombs (Mk-82) mounted on Bomb Rack Assembly (BRA)
  • 36× 750 lb CBU class bombs on BRA
  • 16× 2000 lb class weapons (Mk-84, JDAM-84, JDAM-102) mounted on Rotary Launcher Assembly (RLA)
  • 16× B61 or B83 nuclear weapons on RLA

Dapur pacu: 

  • 2 X Mesin General Electric 7.854 kg/17.300 lb thrust F-118-GE-100 Engines

Performa  

  • Kecepatan maksimum: 915 km/jam
  • Ketinggian maksimum: 15.250 m
  • Kecepatan menanjak: - m/menit
  • Jarak jelajah maksimum: 9.654 km

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu 

Sumber: 
1. PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
    Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
2. wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Kamis, 21 Januari 2021

Bukti Kemandirian Eropa, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon


Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 1
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 21 Januari 2021

Saat ini,  pesawat tempur Eurofighter Typhoon adalah pesawat yang membentuk landasan kekuatan udara negara-negara Eropa, sekaligus sebagai bentuk “perlawanan” bagi negara-negara Eropa terhadap tekanan “produk” dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Rusia. Kecuali Prancis (yang memang sedari awal sudah “pasang badan” terhadap Amerika Serikat) Pesawat tempur multi-peran ini rencananya akan tetap beroperasi dengan baik hingga abad ke-21.

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 3
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Banyak pengalaman tentang konsep utama tipe ini dibuktikan oleh program demonstran teknologi BAe EAP pada akhir 1980-an. Konsep-konsep ini termasuk konfigurasi canard delta yang tidak stabil, sistem kontrol fly-by-wire digital aktif, kokpit HOTAS dan avionik berkemampuan tinggi meskipun kompleks yang bahkan menyertakan input perintah suara langsung.

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 5
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Pada bulan Juni 1986, konsorsium Eurofighter dibentuk oleh Jerman, Italia, Inggris dan, kemudian, Spanyol, untuk mengembangkan pesawat tempur multi-peran baru, yang dioptimalkan sebagai pesawat penyergap jarak jauh dengan kemampuan serangan darat sekunder. Konsorsium lain telah dibentuk untuk mengembangkan mesin EJ200, radar multi-mode ECR90, IRST dan sub-sistem bantuan pertahanan lanjutan (DAAS). DASS terdiri dari paket terintegrasi dari pendekatan rudal, elemen peringatan laser dan radar bersama-sama dengan ESM yang dipasang di ujung sayap dan pod pengukur balasan elektronik dan dispenser flare/chaff yang dipasang di badan pesawat serta pengecoh radar.

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 7
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Kontrak pada awal tahun 1988 mencakup produksi delapan unit purwarupa (akan diproduksi di semua negara mitra). Pembiayaan dibagi secara proporsional dengan berbagai partisipasi industri nasional menurut kebutuhan nasional masing-masing.

Dua unit purwarupa Eurofighter 2000 pertama, diselesaikan di Jerman dan Inggris masing-masing sebagai DA.1 dan DA.2, melakukan penerbangan perdananya pada 27 Maret dan 6 April 1994. Produksi purwarupa ini telah diikuti oleh enam purwarupa lebih lanjut (termasuk dua unit dengan konfigurasi dua- seaters) yang digunakan sebagai testbeds untuk mesin EJ200, radar ECR90 dan untuk integrasi avionik dan senjata. Pada tahun 1998 Eurofighter 2000 resmi diberi nama nama Typhoon. Pesawat produksi pertama diluncurkan pada paruh kedua tahun 2001.

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 9
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Persyaratan nasional akhirnya diselesaikan pada tahun 2000 dengan jumlah maksimum 297 unit untuk Inggris, 180 unit untuk Jerman, 130 unit untuk Italia dan 103 unit untuk Spanyol. Kenyataannya,  jumlah pengadaan pada akhirnya lebih kecil dari angka tersebut karena keterbatasan anggaran dan menurunnya nilai strategis dan taktis dari pesawat tersebuit. Inggris lalu mengakuisisi 160 unit pesawat. Semua pesawat tempur ini telah dikirim pada 2019. 

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 11
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Jerman memperoleh 143 unit pesawat. Italia memperoleh 96 unit pesawat. Spanyol memesan 73 unit dan berencana memesan tambahan 40 unit lagi. Pesawat tempur multi peran ini telah diekspor ke Austria (15 unit), Oman (12 unit) dan Arab Saudi (72 unit). Kuwait memesan 28 unit pesawat multi peran ini dan Qatar memesan 24 unit.

Typhoon diklaim memiliki kemampuan tempur setengah dari F-22 Raptor Amerika. Ini adalah nilai perkiraan, namun tampaknya Typhoon lebih unggul dari F-15 Eagle, Rafale milik Prancis, varian Su-27 Rusia yang berevolusi, seperti Su-35, serta banyak pesawat lainnya.

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 13
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon


  • Asal negara: Jerman, Italia, Spanyol, Inggris
  • Operasional aktif: 2001
  • Awak: 1 orang

Dimensi dan berat

  • Panjang: 15,96 m
  • Rentang sayap: 10,95 m
  • Tinggi: 5,28 m
  • Berat (kosong): 11 ton
  • Berat (lepas landas maksimum): 23 ton

Mesin dan performa

  • Dapur pacu: 2 x mesin Eurojet EJ200 turbofan
  • Daya dorong tanpa afterburner: 60.00 kN
  • Daya dorong dengan afterburner: 90.00 kN
  • Kecepatan maksimum: 2.125 km/jam
  • Radius tempur: 1.390 km

Persenjataan

  • Meriam: 1 x 27 mm Mauser BK27
  • Rudal: Berbagai kombinasi dari AIM-120B AMRAAM atau Meteor FMRAAM, ASRAAM atau IRIS-T rudal udara-ke-udara, rudal anti-radar ALARM, rudal anti-kapal Penguin, rudal anti-armor Brimstone
  • Bom: Bom berpemandu laser Paveway III


Catatan tambahan: 


Konfigurasi canard delta adalah desain/tata letak Sayap Pesawat Terbang yang menggabungkan dua elemen utama:
  • Sayap Delta (Delta Wing): Sayap utama yang berbentuk segitiga (menyerupai huruf Yunani Delta). Desain ini memberikan efisiensi aerodinamis yang sangat tinggi pada kecepatan tinggi/supersonik serta struktur yang kuat dan ringan.
  • Canard: Sirip/sayap kecil penyeimbang yang ditempatkan di bagian depan (nose section atau bagian hidung) pesawat, di depan sayap utama.

Pesawat Tempur Multi Peran/Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon 17
Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com

Mengapa Kombinasi Ini Digunakan?


Pada pesawat tempur modern (seperti Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, atau Saab Gripen), kombinasi ini menawarkan beberapa keunggulan utama:

  • Meningkatkan Kelincahan (Maneuverability): Canard menghasilkan gaya angkat di bagian depan yang membantu pesawat melakukan hidung-menengadah (pitch-up) lebih cepat.
  • Performa Take-off & Landing Lebih Baik: Sayap delta murni membutuhkan landasan pacu yang panjang, namun dengan bantuan canard, pesawat dapat lepas landas dan mendarat di jarak yang lebih pendek pada kecepatan lebih rendah.
  • Mencegah Stall: Canard membantu mengarahkan aliran udara di atas sayap utama pada sudut serang (angle of attack) yang tinggi, menjaga pesawat tetap terkontrol dan tidak kehilangan gaya angkat secara tiba-tiba.
  • Stabilitas Aktif dengan Fly-by-Wire: Sebagian besar pesawat bernavigasi canard delta sengaja didesain tidak stabil secara aerodinamis (aerodynamically unstable) untuk manuver ekstrem, yang kemudian dikendalikan secara instan oleh sistem komputer fly-by-wire.
Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
1. Military today
2. Aviastar.org
3. Beberapa sumber lain

Senin, 18 Januari 2021

Pesawat Tempur "Paling Populer" Di Dunia, F-16 Fighting Falcon


F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 18 Januari 2021

Predikat sebagai jet tempur terlaris saat ini masih dipegang oleh si elang besi buatan negeri Paman Sam ini, dengan mencatatkan lebih dari 4.400 unit sudah diserahkan pada pengguna. Banyak kelebihan yang disandang pesawat tempur yang punya nama julukan “Viper" ini. Dengan mengadopsi kanopi model gelembung (bubble), membuat ruang pandang (visibility) pilot sangat baik, bahkan disebut sebagai yang terbaik. 

F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.com

F-16 juga menjadi pesawat pelopor yang menerapkan kemudi fly by wire. Pesawat ini juga mengaplikasikan rancangan aerodinamika yang cukup revolusioner untuk pesawat tempur, yaitu relaxed static stability yang membuat pesawat ini sangat lincah dalam bermanuver. Menurut satu sumber,  factor inilah yang menjadi penentu kemenangan kandidat YF-16 (purwarupa F-16) atas YF-17 dalam kompetisi lightweight fighter yang digelar USAF tahun 1970 an. 

F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.com

Kandidat YF-17 sendiri akhirnya dimodernisasi dan dimodifikasi menjadi F/A-18. Karena hampir semua sistemnya menganut asas modular, jet tempur ini sangat mudah di upgrade dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik penggunanya. Dengan sedikit modifikasi saja, jet tempur ini bisa mengusung rudal antikapal Penguin buatan Norwegia ataupun rudal udara ke udara Python racikan Israel.

F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.com

Berbagai varian F-16 telah menjadi kekuatan tempur udara berbagai negara di dunia. Varian paling mutakhir dari jet ini dimiliki oleh AU Uni Emirat Arab, F-16E/F (Block 60) Desert Falcon. Varian tercanggih ini dilengkapi IRSTS dan radar baru dari jenis “agile beam”. F-16 varian A, C dan E merupakan varian pesawat tempur berkursi tunggal, sedangkan varian B, D dan F berkursi ganda/tandem.

F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.con

Mulai dari varian Block 30, pihak pabrikan menawarkan alternatif dapur pacu, bisa memakai Pratt & Whitney F-100 atau mengusung mesin General Electric F-110. Angkaatan Udara Amerika Serikat sebagai penguna terbesar, secara bertahap akan mulai mengganti F-16 ini dengan F-35 Lightning II.

F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.com

Varian
Varian F-16 ditandai oleh nomor blok yang menandakan modernisasi yang signifikan. Blok ini mencakup varian kursi tunggal dan kursi ganda.

Blok 1
Blok awal (Blok 1/5/10) relatif memiliki sedikit perbedaan. Sebagian besar diperbarui menjadi Blok 10 pada awal 1980-an. Ada 94 unit Blok 1, 197 Blok 5, dan 312 Blok 10 yang diproduksi. Blok 1 model awal produksi dengan hidung dicat hitam.

Blok 5
Diketahui kemudian bahwa hidung hitam menjadi identifikasi visual jarak jauh untuk pesawat Blok 1, sehingga warnanya diubah menjadi abu-abu untuk Blok 5 ini. Pada F-16 Blok 1, ditemukan bahwa air hujan dapat berkumpul pada beberapa titik di badan pesawat, sehingga untuk Blok 5 dibuat lubang saluran air.

Blok 10
Pada akhir 1970-an, Uni Soviet secara signifikan mengurangi ekspor titanium, sehingga produsen F-16 mulai mengadopsi material alumunium. Metode pemasangan baru juga dilakukan: aluminium disekrup ke permukaan pesawat Blok 10, menggantikan cara perekatan pada pesawat sebelumnya.

Blok 15
Perubahan besar pertama F-16, pesawat Blok 15 dengan ditambahkan stabiliser horizontal yang lebih besar, ditambah dua hardpoint di bagian dagu, radar AN/APG-66 yang lebih baru, dan menambah kapasitas hardpoint bawah sayap. F-16 diberikan radio UHF Have Quick II. Blok 15 adalah varian F-16 yang paling banyak diproduksi, yaitu 983 buah. Produksi terakhir dikirim pada tahun 1996 ke Thailand. 

Indonesia memiliki varian ini sebanyak 12 unit. Pada bulan Februari 2020, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) sukses melakukan uji coba pesawat tempur F-16 A/B Block 15 hasil pembaruan yang dipiloti Dwayne "Pro" Opella di Apron Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. 

Pesawat tempur F-16 berhasil diperbarui dalam program Enhanced Mid-Life Update (EMLU) – The Falcon Structural Augmentation Rodmap (Falcon STAR) yang dilakukan TNI AU dibantu PT Dirgantara Indonesia. Proyek ini juga melibatkan Lockheed Martin, pengawas dari pabrik pesawat F-16 di Amerika Serikat. Program Falcon Star dan EMLU bertujuan untuk meningkatkan kemampuan airframe, avionic, dan armament system pesawat F-16 A/B Block 15, serta memaksimalkan usia pakainya menjadi 8.000 actual flying hours.

Blok 15 OCU
Mulai tahun 1987 pesawat Blok dikirim ke dengan memenuhi standar Operational Capability Upgrade (OCU), yang mencakup mesin F100-PW-220 turbofans dengan kendali digital, kemamampuan menembakkan rudal AGM-65, AMRAAM, dan AGM-119 Penguin, serta modernisasi pada kokpit, komputer, dan jalur data. Berat maksimum lepas landasnya bertambah menjadi 17.000 kg. 214 pesawat dimodernisasi menjadi varian ini, ditambah dengan beberapa pesawat Blok 10.

Blok 20
150 Blok 15 OCU untuk Taiwan dengan tambahan kemampuan yang serupa dengan F-16 C/D Blok 50/52: menembakkan AGM-45 Shrike, AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, dan bisa membawa LANTIRN. Komputer pada Blok 20 diperbarui secara signifikan, dengan kecepatan proses 740 kali lipat, dan memori 180 kali lipat dari Blok 15 OCU.

F-16 C/D
Varian F-16 C/D adalah varian yang paling banyak diproduksi. Awalnya diperlengkapi dengan radar Westinghouse AN/APG-68, mesin Pratt & Whitney F100, versi-versi selanjutnya juga diperlengkapi dengan turunan radar AN/APG-68, dan juga radar phased array Northrop Grumman AN/APG-80, selain juga mesin General Electric F110 yang lebih bertenaga dibanding Pratt & Whitney F100. Beberapa Block terbaru juga diperlengkapi pod infra merah seperti LANTRIN, LITENING, dan SNIPER untuk memudahkan operasi malam hari, dan pemboman presisi di segala cuaca.

Block 25
Ini adalah varian pertama F-16 C/D dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984. Dibandingkan dengan F-16 A/B, versi ini diperlengkapi radar AN/APG-68 yang memungkinkan perbaikan kinerja untuk operasi malam hari. Selain juga memiliki sistem penembakan dan persenjataan yang lebih baik. Awalnya diperlengkapi dengan mesin Pratt & Whitney F100-PW-200, beberapa pesawat kemudian juga diperlengkapi mesin F100-PW-220E yang lebih bertenaga.

Block 30/32
Block ini adalah varian produksi F-16 pertama yang terdampak oleh program Alternative Fighter Engine Project. Mulai diperkenalkan tahun 1987, tidak seperti versi F-16 terdahulu, pada Block produksi ini beberapa pesawat menggunakan mesin General Electric F110 dan diberi kode Block 30, sementara yang menggunakan mesin Pratt & Whitney F100 diberi kode Block 32. Karena tenaga mesin General Electric lebih besar, kemudian diperkenalkan juga varian Block 30D yang mempunyai intake lebih besar agar kinerja mesin optimal.

Dari segi persenjataan varian ini adalah model pertama yang sanggup menggotong rudal AGM-45, AGM-88, dan AIM-120. Untuk membantu operasional malam hari, Block ini kemudian diupgrade agar bisa menggunakan pod pembidik LITENING.

F-16 C/D terbaru milik TNI-AU, walaupun sering disebut sebagai F-16 Block 52ID, sebenarnya adalah F-16 Block 32+ atau F-16 Block 32 dengan tambahan fitur-fitur teknologi ala Block 52.

Block 40/42
Mulai diperkenalkan tahun 1988, F-16 Block 40/42 adalah pengembangan Block 30/32 yang diperlengkapi dengan pod infra merah LANTRIN, roda pendarat yang lebih tinggi dan lebih kuat, varian radar yang lebih canggih, dan antena GPS.

Block 50/52
Varian yang diperkenalkan pada tahun 1991 ini mempunyai fitur bisa membawa jenis senjata yang jauh lebih banyak daripada pendahulunya, dan sistem navigasi yang lebih handal. Dari segi tenaga, Block ini diperlengkapi dengan mesin yang lebih bertenaga, yaitu General Electric F110-GE-129 untuk Block 50, dan Pratt & Whitney F100-PW-229 untuk Block 52.

Block 50/52 Plus
F-16 Block 50/52 Plus merupakan pengembangan dari Block 50/52. Perbedaan dibanding pendahulunya antara lain tangki bahan bakar tambahan di badan, yang sering disebut sebagai Conformal Fuel Tank, bagian "punuk" (dorsal spine) untuk avionik tambahan, generator oxygen (OBOGS), helm JHMCS yang memungkinkan pilot membidik sasaran melalui pandangan di helm, dan radar APG-68(V9).

Salah satu turunan dari version ini yang cukup terkenal adalah F-16I Sufa milik Angkatan Udara Israel, yang pada dasarnya adalah F-16D Block 52 yang dimodifikasi dengan mengganti 50% avioniknya dengan avionik buatan Israel sendiri.

F-16 E/F Block 60
Kode ini awalnya akan diperuntukan untuk F-16XL yang memiliki konfigurasi sayap "cranked arrow". Sementara Block 60 tadinya akan dipakai untuk varian serang darat F-16, yaitu A-16. Namun karena semua proyek itu dibatalkan, akhirnya kode ini tidak jadi dipakai.

F-16 E/F Block 60 baru dihidupkan lagi sewaktu Uni Emirat Arab berniat untuk memesan pesawat tempur baru. Varian untuk Angkatan Udara Uni Emirat Arab ini merupakan pengembangan dari Block 50 Plus. Beberapa fitur teknologinya membuatnya menjadi salah satu varian tercanggih F-16 yang pernah diproduksi. Tidak seperti pendahulunya yang menggunakan radar pulse dopper AN/APG-68, varian ini menggunakan radar phased array "Agile Beam" AN/APG-80 yang memungkinkan pesawat tempur untuk mengunci dan menyerang target di darat dan udara secara bersamaan. 

Mesin yang digunakan adalah General Electric F110-GE-132 bertenaga 32,500 lbf (144 kN) yang merupakan mesin bertenaga paling besar yang pernah dipakai untuk F-16. Varian ini juga diperlengkapi dengan kamera infra merah yang terpasang paten di badan pesawat (seperti yang ditemui di pesawat MiG-29 dan Sukhoi Su-27) yaitu Northrop Grumman AN/ASQ-28. Hal ini memungkinkan pesawat F-16 Block 60 membawa senjata lebih banyak dibanding pendahulunya.
Varian ini diproduksi antara tahun 2004 hingga 2007, dan sejauh ini, varian ini hanya dioperasikan oleh Angkatan Udara Uni Emirat Arab.


Spesifikasi Pesawat Tempur F-16 (F-16C Block 50 dan 52)

Karakteristik umum
Panjang: 49 kaki 5 inci (15,06 m)
Bentang Sayap: 32 kaki 8 inci (9,96 m)
Tinggi: 16 kaki (4,9 m)
Luas area sayap: 300 kaki persegi (28 m2)
Airfoil: NACA 64A204
Berat kosong: 18.900 lb (8.573 kg)
Berat kotor: 26.500 lb (12.020 kg)
Berat lepas landas maks: 42.300 lb (19.187 kg)
Kapasitas bahan bakar: internal 7.000 pound (3.200 kg)
Mesin: 1 × General Electric F110 -GE-129 turbofan afterburning (untuk versi Block 50), 


Daya dorong 
Tanpa afterburner: 17.155 lbf (76,31 kN)
Dengan afterburner: 29.500 lbf (131 kN)
Mesin: 1 × Pratt & Whitney F100 -PW-229 turbofan afterburning (untuk versi Block 52), 
Daya dorong
Tanpa afterburner: 17.800 lbf (79 kN), 
Dengan afterburner: 29.160 lbf (129,7 kN) 


Performa
Kecepatan maksimum: 
Mach 2.05 1.145 kn (1.318 mph; 2.121 km / jam) pada elevasi 40.000 kaki
Mach 1.2, 800 kn (921 mph; 1.482 km / jam) di permukaan laut
Jarak jelajah tempur: 295 nmi (339 mi, 546 km) dalam misi hi-lo-hi dengan bom 4 × 1.000 lb (454 kg)
Kisaran feri: 2.277 nmi (2.620 mi, 4.217 km) dengan tangki eksternal
Elevasi maksimum operasional: 50.000 kaki (15.000 m) plus
batas g: +9.0
Kecepatan menanjak: 72.000 kaki/mnt (370 m/s)
Beban sayap: 88,3 lb/sq ft (431 kg/m2)
Rasio daya dorong/berat : 1,095 (1,24 dengan berat beban & bahan bakar internal 50%)


Persenjataan
Senjata tetap: 
1 × meriam kaliber 20 mm (0,787 in) M61A1 Vulcan 6-barrel rotary meriam , 511 butir peluru

Pylon: 
2 × rel peluncuran rudal udara-ke-udara ujung sayap, 
6 × di bawah sayap 
3 × pylon di bawah badan pesawat (2 dari 3 untuk sensor) dengan kapasitas hingga 17.000 lb (7.700 kg)

Roket:
4 × LAU-61 / LAU-68 roket pod (masing-masing dengan 19/7 × Hydra 70 mm / APKWS [329] roket, masing-masing)
4 × LAU-5003 roket pod (masing-masing dengan roket 19 × CRV7 70 mm)
4 buah roket LAU-10 (masing-masing dengan roket 4 × Zuni 127 mm)

F-16 Fighting Falcon
militerbanget.blogspot.com

Rudal:
Rudal udara-ke-udara
6 × AIM-9 Sidewinder
6 × AIM-120 AMRAAM
6 × IRIS-T
6 × Python-4
6 × Python-5
Rudal udara-ke-permukaan
6 × RUPS-65 Maverick
2 × RUPST-88 HARM
AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missile (JASSM)
4 × AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW)
Rudal anti-kapal
2 × AGM-84 Harpoon
4 × RUPS-119 Penguin


Bom
8 × CBU-87 Gabungan Efek Munisi
8 × CBU-89 Gator tambang
8 × CBU-97 Sensor Fuzed Weapon
Bom serba guna 4 × Mark 84
8 × Mark 83 GP bom
12 × Mark 82 GP bom
8 × GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB)
4 × GBU-10 Paveway II
6 × GBU-12 Paveway II
4 × GBU-24 Paveway III
4 × GBU-27 Paveway III
4 × Seri Joint Direct Attack Munition (JDAM)

Dispenser Munisi Koreksi Angin (WCMD)
Bom nuklir B61
Bom nuklir B83

Lainnya:
SUU-42A / A Flare / Infrared decoys dispenser pod dan chaff pod atau
AN / ALQ-131 & AN / ALQ-184 ECM polong atau
Pod penargetan LANTIRN , Lockheed Martin Sniper XR & LITENING atau
Hingga 3 × 300/330/370/600 galon AS drop tank Sargent Fletcher untuk penerbangan feri / terbang jarak jauh / waktu terbang atau
Pod sensor EO / IR jarak jauh UTC Aerospace DB-110 berada di garis tengah

Avionik
AN / APG-68 radar
MIL-STD-1553 bus
Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber : 
1. Majalah COMMANDO Volume III, Edisi No. 2 Tahun 2007
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Kemarin (Seventeen), #Lily (Alan Walker,K-391 & Emelie Hollow), #Celengan Rindu (Fiersa Besari), #Senorita (Shawn Mendes, Camila Cabello), #Hanya Rindu (Andmesh), #Solo (Jennie), #On My Way (Alan Walker, Sabrina Carpenter & Farruko), #I Love You 3000 (Stephanie Putri), #A Whole New World (ZAYN, Zhavia Ward), #Didi Kempot, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana,
#Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV

Kamis, 14 Januari 2021

Mengenal Senapan Serbu Type 56: Sejarah, Spesifikasi, dan Bedanya dengan AK-47


Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 1
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 14 Januari 2121

Ya, Serupa tapi tak sama. Senapan serbu ini memang sangat mirip dengan senapan serbu kesohor milik Uni Soviet, AK-47. Tapi sayangnya, kemiripan ini ternyata hanya dari sisi tampilannya saja. Ketika bicara masalah performa, ternyata kedua senapan serbu ini punya cerita yang jauh berbeda. 

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 3
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Awal dari Bantuan Soviet hingga Kelahiran Type 56


Pada kurun waktu 1950-an, Republik Rakyat Cina menjadi sekutu terdekat Uni Soviet. Pada saat itu Cina masih kurang berkembang dalam hal teknologi, dan mendapat bantuan alih teknologi berupa paket rancangan dan bantuan produksi sejumlah senjata infanteri dari Uni Soviet. Bantuan ini termasuk senapan semi otomatis SKS, senapan serbu AK-47, senapan mesin serba guna RPD dan sejumlah persenjataan lainnya. Beberapa modifikasi versi lokal kemudian diterapkan pada senapan serbu AK-47 dan hasil modifikasi ini lalu diadopsi oleh angkatan bersenjata China pada tahun 1956 (kemudian diberi kode resmi “Type 56”). 

Senapan serbu ini adalah senjata infanteri standar, dan terus digunakan sampai pertengahan 1980-an, sebelum posisinya digantikan oleh senapan serbu Type 81 yang lebih baik. Itu artinya, senapan serbu ini telah dijadikan sebagai senjata standar infanteri selama lebih dari 30 tahun! Saat ini, Type 56 masih digunakan oleh unit pasukan cadangan. Senapan serbu Type 56 ini juga diekspor ke sejumlah negara. Bahkan beberapa negara tercatat masih menggunakan senjata ini sebagai senjata standar pasukan garis depannya. Versi modern dari senapan serbu ini masih diproduksi di China untuk ekspor dan pelanggan non militer. Diperkirakan sekitar 10-15 juta unit dari senapan serbu ini diproduksi di Cina.

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 5
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Utama & Kemiripan Mekanisme dengan AK-47


Secara umum, senapan serbu Tipe 56 mirip dengan AK-47. Type 56 adalah senjata api dengan setelan mode penembakan yang mengadopsi gas operated. Untuk amunisinya juga menggunakan amunisi yang sama dengan amunisi AK-47, yaitu kaliber 7,62x39mm. Meskipun ada versi yang lebih baru dari senjata ini, yang menggunakan amunisi standar NATO kaliber 5,56x45mm. Versi produksi awal dari Type 56 memiliki receiver dari baja milled (seperti produksi Uni Soviet), tetapi akhirnya produksi dialihkan ke receiver dari baja press, yang lebih murah dan mudah diproduksi.

Secara umum, senapan serbu ini sederhana dari sisi desain dan teknologi. Menurut beberapa laporan resmi, kualitas dari Type 56 lebih rendah daripada AK-47 made in Uni Soviet. Beberapa bagian dari senapan serbu Cina ini juga tidak dilapisi dengan lapisan krom (seperti pada laras dan sistem gasnya), sehingga lebih mudah terserang karat.

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 7
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Meski begitu senjata ini terbukti sangat andal di berbagai kondisi medan. Tipe 56 tidak mudah macet atau misfire dalam kondisi terburuk sekalipun. Juga mudah digunakan dan dirawat. Senapan serbu ini sangat cocok untuk personil yang kurang terlatih atau bahkan tidak terlatih.

Tuas pemilih mode penembakan memiliki 3 posisi untuk "aman", "semi-otomatis" dan "otomatis penuh". Dalam posisi "aman" mekanisme akan memblokir pelatuk, dan juga berfungsi sebagai penutup debu.


Senapan serbu ini mengandalkan pasokan amunisi dari magasin lengkung dengan kapasitas 30 peluru yang bisa dilepas. Magasin ini juga kompatibel dengan magasen AK-47 Soviet.

Varian dasar dari Type 56 dilengkapi dengan furnitur kayu, terbuat dari kayu solid.

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 9
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Fitur yang tidak biasa dari senjata ini adalah pada bayonetnya. Type 56  dilengkapi dengan dudukan bayonet integral. Fitur ini menggantikan bayonet AK-47 yang bisa dilepas. Saat tidak digunakan, bayonet dilipat di bawah pada garis depan. Rancangan bayonet ini dipengaruhi oleh bayonet Type 56, versi lisensi bayonet untuk senapan semi-otomatis Soviet SKS yang diproduksi oleh Cina. Type 56 adalah satu-satunya senapan serbu model AK yang menggunakan bayonet spike integral. Namun bayonet model ini ternyata melanggar kesepakatan Jenewa tentang kode etik perang, karena bayonet model ini menimbulkan luka yang sangat parah pada jaringan tubuh. Sejak medio 1960-an, bayonet pada Type 56 adalah opsional. Beberapa operator ekspor juga memilih untuk tidak menerapkan bayonet integral pada senjata mereka.

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 11
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Senapan serbu ini memiliki sistem pembidik sederhana dari besi. Jarak bidik maksimum adalah 800 meter, meskipun jarak bidiknya terbilang tinggi, jarak tembak efektif hanya berada pada kisaran 300-400 meter (itupun pada uji coba, bukan pada kondisi sebenarnya). Yang lebih “miris” lagi adalah, menurut satu laporan yang diterbitkan di kisaran 1980-an, sebagian besar personel militer RRC tidak puas dengan kinerja dari senapan serbu ini (terutama karena tingkat akurasinya yang rendah).

Senapan serbu Tipe 56 dapat dipadukan dengan pelontar granat underbarrel QLG-91 kaliber 35mm. Pelontar granat ini adalah tiruan dari pelontar granat M203 milik AS, tetapi menggunakan granat yang lebih kecil dan lebih lemah.

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 13
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Ragam Varian Type 56: Dari Popor Lipat Hingga Versi Kompak


  • Tipe 56-1 adalah versi dengan popor lipat dari besi. Ini adalah versi produksi lisensi dari AKS-47 Uni Soviet. popor dapat dilipat untuk mengurangi panjang keseluruhan senjata. Bayonet integral adalah opsional. Senapan serbu ini ditujukan untuk pasukan lintas udara dan tentara lainnya, yang membutuhkan senjata yang lebih kompak daripada tipe dasar 56.

  • Tipe 56-1S atau Tipe 56-4 adalah versi semi-otomatis  untuk penggunaan non militer. Varian ini menggunakan amunisi standar NATO 5,56x45mm.

  • Tipe 56-2 adalah versi produksi yang ditingkatkan dari tipe dasar 56. Pada awal 1960-an, Soviet menolak memberikan lisensi untuk memproduksi senapan serbu AKM yang modern dan senapan mesin ringan RPK. Hal ini memaksa Cina untuk merancang versi yang lebih baik dari Type 56 sendiri. Senjata baru itu baru diperkenalkan pada 1980-an. Varian baru ini muncul dengan konfigurasi popor logam lipat samping dan ditujukan untuk digunakan oleh seluruh pasukan. Gagang pegangan depan dan pistol grip terbuat dari bahan polimer. Pistol grip memiliki bentuk yang berbeda dan mirip dengan senapan serbu Cekoslowakia vz.58. Pada model produksi selanjutnya, bayonet integral tidak lagi dipasang. Sebagai gantinya senjata ini bisa memasang pisau-bayonet yang bisa dilepas.

  • Type 56C atau QBZ-56C adalah senapan serbu kompak dengan laras yang lebih pendek. Pengembangannya dimulai pada tahun 1988 dan senjata ini diperkenalkan pada tahun 1991. Senjata ini menggunakan magasen yang lebih kecil berkapasitas 20 peluru yang lebih kecil, meskipun varian ini juga dapat menggunakan magasin standar berkapasitas 30 peluru. Bentuk dari pisirnya berbeda. Varian ini juga menggunakan flash hider yang berbeda, mirip dengan milik AKMSU Uni Soviet. Senjata ini digunakan dalam jumlah kecil oleh beberapa unit tentara RRC dan angkatan laut.

  • Type 06 adalah versi modern dari Type 56, menggunakan amunisi standar NATO 5,56x45 mm. Ini memiliki popor lipat dari logam.

  • Type 81 adalah penerus Type 56. Tentara Cina tidak pernah sepenuhnya puas dengan performa Type 56-nya. Ini membuat orang Cina merancang senapan serbu asli baru. Type 81 menggabungkan banyak fitur desain dari Type 56 dan dilengkapi dengan amunisi 7,62x39 mm yang sama, tetapi secara keseluruhan ini adalah desain baru. Satu unit purwarupa siap pada tahun 1980. Produksi awalnya dimulai pada tahun 1983. Senapan serbu ini diadopsi sebagai senapan standar pada tahun 1986 dan secara bertahap menggantikan Type 56. Beberapa sumber melaporkan bahwa dalam hal tingkat akurasi mendekati US M16. Selain itu, ia memiliki tingkat ketahanan dan keandalan yang sama dalam kondisi buruk seperti desain Kalashnikov.

  • KL-7.62 adalah salinan Tipe 56 non lisensi Iran. KL-7.62 asli mirip dengan Tipe 56, namun selama bertahun-tahun beberapa modifikasi asli dibuat. Model produksi selanjutnya memiliki popor polimer dan foregrip. Versi terbaru dilengkapi dengan scope rail tipe Picatinny.

  • MAZ adalah salinan Type 56 yang diproduksi dengan lisensi Sudan.

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 15
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Senapan Serbu / Assault Rifle - Type 56


  • Asal negara: RRC
  • Operasional aktif: 1956
  • Kaliber: 7,62x39 mm
  • Berat (kosong tanpa magasen): 3,87 kg
  • Panjang: 872 mm
  • Panjang laras: 415 mm
  • V’o meninggalkan laras: 710 m/dtk
  • Kecepatan tembak maksimum: 600 rpm
  • Kecepatan tembak terkontrol: 40 - 100 rpm
  • Kapasitas magasen: 30 peluru
  • Jarak bidik efektif: 800 m
  • Jarak tembak efektif: 300 - 400 m

Sumber Wikipedia


  • Jenis: Senapan serbu
  • Asal negara: Republik Rakyat Cina

Sejarah pemakaian

  • Operasional: 1956-sekarang

Sejarah produksi

  • Tahun produksi: 1947
  • Produsen: Norinco, Bangladesh Ordnance Factory (License-made)
  • Diproduksi: 1956 sampai sekarang
  • Jumlah produksi: 10-15 Juta pucuk
  • Varian: Type 56 Assault Rifle, Type 56-1 Assault Rifle, Type 56-2 Assault Rifle, QBZ-56C Assault Rifle, Type 56S, Type 84S rifle

Senapan Serbu (Assault Rifle) Type 56-Senapan Serbu AK-47 Versi Cina 17
Senapan Serbu/Assault Rifle Type 56
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Teknis


Berat

  • Type 56: 4,03 kg (8,88 lb)
  • Type 56-1: 3,70 kg (8,16 lb)
  • Type 56-2: 3,9 kg (8,6 lb)
  • QBZ-56C: 2,85 kg (6,28 lb)

Panjang

  • Type 56: 874 mm (34,4 in)
  • Type 56-1/56-2: 874 mm (34,4 in) w/ stock extended, 654 mm (25,7 in) w/ stock folded.
  • QBZ-56C: 764 mm (30,1 in) w/ stock extended, 557 mm (21,9 in) w/ stock folded.

Panjang laras

  • Type 56, Type 56-I, Type 56-II: 414 mm (16,3 in)
  • QBZ-56C: 280 mm (11,0 in)

Peluru: 7,62 x 39 mm M43

Mekanisme

  • Gas operated, rotating bolt
  • Rata² tembakan 600-650 peluru/min

Kecepatan peluru, dan spesifikasi lain

  • Type 56, Type 56-I, Type 56-II: 735 m/s (2,411 ft/s)
  • QBZ-56C: 665 m/s (2182 ft/s)
  • Jarak tembak efektif:100–800 m
  • Amunisi: Magazen isi 20 atau 30 butir
  • Alat bidik: Pisir dan pejera dari besi

Artikel ditulis oleh: Tuntas Trisunu

Sumber : 
1. Military today
2. wikipedia
3. Beberapa sumber lain