![]() |
| Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter Eurofighter Typhoon militerbanget.blogspot.com |
Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 21 Januari 2021
Saat ini, pesawat tempur Eurofighter Typhoon adalah pesawat yang membentuk landasan kekuatan udara negara-negara Eropa, sekaligus sebagai bentuk “perlawanan” bagi negara-negara Eropa terhadap tekanan “produk” dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Rusia. Kecuali Prancis (yang memang sedari awal sudah “pasang badan” terhadap Amerika Serikat) Pesawat tempur multi-peran ini rencananya akan tetap beroperasi dengan baik hingga abad ke-21.
![]() |
| Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter Eurofighter Typhoon militerbanget.blogspot.com |
Banyak pengalaman tentang konsep utama tipe ini dibuktikan oleh program demonstran teknologi BAe EAP pada akhir 1980-an. Konsep-konsep ini termasuk konfigurasi canard delta yang tidak stabil, sistem kontrol fly-by-wire digital aktif, kokpit HOTAS dan avionik berkemampuan tinggi meskipun kompleks yang bahkan menyertakan input perintah suara langsung.
![]() |
| Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter Eurofighter Typhoon militerbanget.blogspot.com |
Pada bulan Juni 1986, konsorsium Eurofighter dibentuk oleh Jerman, Italia, Inggris dan, kemudian, Spanyol, untuk mengembangkan pesawat tempur multi-peran baru, yang dioptimalkan sebagai pesawat penyergap jarak jauh dengan kemampuan serangan darat sekunder. Konsorsium lain telah dibentuk untuk mengembangkan mesin EJ200, radar multi-mode ECR90, IRST dan sub-sistem bantuan pertahanan lanjutan (DAAS). DASS terdiri dari paket terintegrasi dari pendekatan rudal, elemen peringatan laser dan radar bersama-sama dengan ESM yang dipasang di ujung sayap dan pod pengukur balasan elektronik dan dispenser flare/chaff yang dipasang di badan pesawat serta pengecoh radar.
![]() |
| Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter Eurofighter Typhoon militerbanget.blogspot.com |
Kontrak pada awal tahun 1988 mencakup produksi delapan unit purwarupa (akan diproduksi di semua negara mitra). Pembiayaan dibagi secara proporsional dengan berbagai partisipasi industri nasional menurut kebutuhan nasional masing-masing.
Dua unit purwarupa Eurofighter 2000 pertama, diselesaikan di Jerman dan Inggris masing-masing sebagai DA.1 dan DA.2, melakukan penerbangan perdananya pada 27 Maret dan 6 April 1994. Produksi purwarupa ini telah diikuti oleh enam purwarupa lebih lanjut (termasuk dua unit dengan konfigurasi dua- seaters) yang digunakan sebagai testbeds untuk mesin EJ200, radar ECR90 dan untuk integrasi avionik dan senjata. Pada tahun 1998 Eurofighter 2000 resmi diberi nama nama Typhoon. Pesawat produksi pertama diluncurkan pada paruh kedua tahun 2001.
![]() |
| Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter Eurofighter Typhoon militerbanget.blogspot.com |
Persyaratan nasional akhirnya diselesaikan pada tahun 2000 dengan jumlah maksimum 297 unit untuk Inggris, 180 unit untuk Jerman, 130 unit untuk Italia dan 103 unit untuk Spanyol. Kenyataannya, jumlah pengadaan pada akhirnya lebih kecil dari angka tersebut karena keterbatasan anggaran dan menurunnya nilai strategis dan taktis dari pesawat tersebuit. Inggris lalu mengakuisisi 160 unit pesawat. Semua pesawat tempur ini telah dikirim pada 2019.
![]() |
| Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter Eurofighter Typhoon militerbanget.blogspot.com |
Jerman memperoleh 143 unit pesawat. Italia memperoleh 96 unit pesawat. Spanyol memesan 73 unit dan berencana memesan tambahan 40 unit lagi. Pesawat tempur multi peran ini telah diekspor ke Austria (15 unit), Oman (12 unit) dan Arab Saudi (72 unit). Kuwait memesan 28 unit pesawat multi peran ini dan Qatar memesan 24 unit.
Typhoon diklaim memiliki kemampuan tempur setengah dari F-22 Raptor Amerika. Ini adalah nilai perkiraan, namun tampaknya Typhoon lebih unggul dari F-15 Eagle, Rafale milik Prancis, varian Su-27 Rusia yang berevolusi, seperti Su-35, serta banyak pesawat lainnya.

Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com
Spesifikasi Pesawat Tempur Multi Peran / Multi-role Fighter - Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com
- Asal negara: Jerman, Italia, Spanyol, Inggris
- Operasional aktif: 2001
- Awak: 1 orang
Dimensi dan berat
- Panjang: 15,96 m
- Rentang sayap: 10,95 m
- Tinggi: 5,28 m
- Berat (kosong): 11 ton
- Berat (lepas landas maksimum): 23 ton
Mesin dan performa
- Dapur pacu: 2 x mesin Eurojet EJ200 turbofan
- Daya dorong tanpa afterburner: 60.00 kN
- Daya dorong dengan afterburner: 90.00 kN
- Kecepatan maksimum: 2.125 km/jam
- Radius tempur: 1.390 km
Persenjataan
- Meriam: 1 x 27 mm Mauser BK27
- Rudal: Berbagai kombinasi dari AIM-120B AMRAAM atau Meteor FMRAAM, ASRAAM atau IRIS-T rudal udara-ke-udara, rudal anti-radar ALARM, rudal anti-kapal Penguin, rudal anti-armor Brimstone
- Bom: Bom berpemandu laser Paveway III
Catatan tambahan:
Konfigurasi canard delta adalah desain/tata letak Sayap Pesawat Terbang yang menggabungkan dua elemen utama:
- Sayap Delta (Delta Wing): Sayap utama yang berbentuk segitiga (menyerupai huruf Yunani Delta). Desain ini memberikan efisiensi aerodinamis yang sangat tinggi pada kecepatan tinggi/supersonik serta struktur yang kuat dan ringan.
- Canard: Sirip/sayap kecil penyeimbang yang ditempatkan di bagian depan (nose section atau bagian hidung) pesawat, di depan sayap utama.

Pesawat Tempur Multiperan-Multirole Fighter
Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com
Mengapa Kombinasi Ini Digunakan?

Eurofighter Typhoon
militerbanget.blogspot.com
Pada pesawat tempur modern (seperti Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, atau Saab Gripen), kombinasi ini menawarkan beberapa keunggulan utama:
- Meningkatkan Kelincahan (Maneuverability): Canard menghasilkan gaya angkat di bagian depan yang membantu pesawat melakukan hidung-menengadah (pitch-up) lebih cepat.
- Performa Take-off & Landing Lebih Baik: Sayap delta murni membutuhkan landasan pacu yang panjang, namun dengan bantuan canard, pesawat dapat lepas landas dan mendarat di jarak yang lebih pendek pada kecepatan lebih rendah.
- Mencegah Stall: Canard membantu mengarahkan aliran udara di atas sayap utama pada sudut serang (angle of attack) yang tinggi, menjaga pesawat tetap terkontrol dan tidak kehilangan gaya angkat secara tiba-tiba.
- Stabilitas Aktif dengan Fly-by-Wire: Sebagian besar pesawat bernavigasi canard delta sengaja didesain tidak stabil secara aerodinamis (aerodynamically unstable) untuk manuver ekstrem, yang kemudian dikendalikan secara instan oleh sistem komputer fly-by-wire.
Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
1. Military today
2. Aviastar.org
3. Beberapa sumber lain






Tidak ada komentar:
Posting Komentar