Selasa, 17 Desember 2019

Main Battle Tank / Tank Tempur Utama - EE-T2 Osorio


Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
EE-T2 Osorio
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2019

Main battle tank/Tank tempur utama Osorio mulai dikembangkan pada pertengahan 1980-an oleh pabrikan Engesa. Awalnya, tank ini akan dioperasikan untuk Angkatan Darat Brasil maupun pasar ekspor. MBT ini dikembangkan secara mandiri sebagai usaha swasta, dengan hanya sedikit dukungan dari pemerintah Brasil. Engesa menginvestasikan lebih dari US $ 100 juta pendapatannya ke dalam proyek MBT ini. Tank tempur utama ini diberi nama "Osorio" untuk menghormati Manuel Luis Osório, pendiri kesatuan kavaleri Angkatan Darat Brasil. Sebanyak dua purwarupa dibuat. 

Purwarupa pertama selesai pada tahun 1985, yang kedua diikuti pada tahun 1986. Secara umum MBT ini adalah desain yang sukses, namun karena kurangnya anggaran mengakibatkan perusahaan ini tak mampu memenuhi permintaan Angkatan Darat Brasil, yang pada saat itu mengajukan persyaratan pengadaan 300 unit tank tempur utama yang baru. Belum lagi MBT ini juga tidak menarik bagi pasar ekspor, sehingga nihil pesanan dari luar negeri. Akhirnya proyek Osorio ditinggalkan dan pabrikan Engesa dinyatakan bangkrut. Pada saat ini, militer Brasil masih mengoperasikan tank tempur utama M60 dan Leopard 1 yang sudah mulai menua.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber, Ilyushin Il-28 “Beagle”)

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
EE-T2 Osorio
militerbanget.blogspot.com

MBT Osorio dirancang khusus untuk mampu beradaptasi dengan infrastruktur Brasil yang terbatas. Bobot tempur maksimal di angka 43 ton bias dicapai, karena berada dalam batas kapasitas beban jembatan dan jalan layang di Brasil; demikian juga, batasan ukuran dimensi MBT Osorio membuat tank ini dapat dikendarai atau diangkut melalui terowongan kereta dan rel kereta yang ada di Brasil, serta untuk disesuaikan dengan kendaraan pengangkut tank dan kereta yang tersedia. Karena infrastruktur ini sebanding dengan sebagian besar negara berkembang pada era 1980-an, diperkirakan bahwa MBT Osorio akan mendapat tanggapan positif dari pasaran ekspor ke negara-negara beberapa negara yang memiliki spesifikasi yang sama dengan Brasil.

Tank Osorio dilengkapi dengan lapisan proteksi baja komposit di bagian depan lambung dan turret. Lapisan baja ini secara umum mirip dengan Chobham Inggris. Ini termasuk baja, aluminium, serat karbon, dan keramik. Meskipun lapisan baja Osorio sangat ringan, tetapi lapisan proteksi ini sangat kuat, dan dikalkulasikan mampu untuk menahan hantaman proyektil anti-tank atas busur frontal (terutama pada amunisi yang banyak digunakan pada era tahun 1986). Kendaraan memiliki pencegah kebakaran otomatis dan sistem perlindungan NBC. Namun dianggap bahwa system perlindungan tank ini lebih inferior jika dibandingkan dengan sebagian besar MBT Blok Barat pada waktu itu.

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
EE-T2 Osorio
militerbanget.blogspot.com

Tank tempur utama EE-T1 Osorio, ditujukan untuk Angkatan Darat Brasil, dipersenjatai dengan meriam rifled gun kaliber 105mm Ordnance L7A3 buatan Inggris, dan tank ini mampu membawa total 45 butir amunisi dalam penyimpanan internalnya. Meriam ini mampu menembakkan amunisi dari tipe APFSDS, HE, HESH, HEAT, APERS, WP, dan juga amunisi tabung. EE-T2 ditujukan untuk pelanggan ekspor dan dipersenjatai dengan meriam smoothbore caliber 120mm G1 buatan Perancis yang lebih kuat, tetapi kapasitas amunisi yang bisa dibawa berkurang menjadi 38 butir. 

Meriam tipe ini mampu menembakkan amunisi tipe APFSDS dan HEAT. Kedua tipe meriam ini sudah dilengkapi dengan penstabil tembakan tetapi masih mengadopsi system pengisian amunisi secara manual. Tank tempur utama EE-T2 memiliki akurasi tembakan sampai dengan 80% pada jarak 2 km terhadap target bergerak, yang mana tingkat akurasi ini termasuk tinggi pada era itu.

Persenjataan sekunder tank EE-T1 terdiri dari dua senapan mesin kaliber 7,62mm. Salah satunya dipasang secara koaksial, sementara yang lain ditempatkan di atas atap. Untuk varian EE-T2 dilengkapi dengan senapan mesin caliber 7,62mm coaxial dan senapan mesin anti-pesawat caliber 12,7mm yang dipasang di atap turret (konfigurasi ini menjadi konfigurasi standar MBT modern saat ini).

Tank Osorio diawaki oleh empat orang kru, termasuk komandan, juru tembak, pengisi peluru dan pengemudi.

Tank tempur utama Osorio dimotori oleh mesin diesel MWM TBD 234 buatan Belanda. Mesin ini mesin ini mampu menghasilkan daya sebesar 1.040 tenaga kuda. Mesin ini juga dikombinasikan dengan transmisi otomatis milik Jerman, yaitu ZF LSG300, yang juga digunakan pada Leopard 2 , K1 , dan C-1 Ariete. Mesin dan transmisi dipasang dalam satu blok dan dapat dengan mudah diganti dalam waktu 30 menit dalam kondisi lapangan. Ada juga unit daya tambahan, yang memberi daya ke semua sistem, saat mesin utama dimatikan. Kendaraan memiliki sistem suspensi hidropneumatik Dunlop buatan Inggris, yang juga digunakan dalam Challenger 1 dan Challenger 2. Osorio menggunakan track Leopard 2 MBT.

Pada bulan Agustus 1989, diumumkan secara resmi oleh pemerintah Arab Saudi bahwa EE-T2 Osorio telah memenangkan kompetisi tank yang diadakan tahun itu, mengalahkan M1A1 Abrams , AMX-40 , dan Challenger I. Kontrak untuk 340 Osorio senilai US $ 7,2 Miliar ditulis pada tahun itu. Tank-tank ini akan dimodifikasi skala kecil untuk meningkatkan kinerja di lingkungan gurun yang keras, dan dinamai "Al Fahd" dalam militer Saudi. Namun, kontrak itu tampaknya tidak pernah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Mitraliur / Submachine Gun Kovrov AEK-919 Kashtan)

Dilema ini diperparah untuk Engesa pada tahun 1990, ketika dipaksa untuk mem-PHK 3.000 karyawan dan menyatakan kebangkrutan, tetapi bahkan ini kebankrutan itu masih diperparah dengan bencana yang lebih besar. Pada tahun 1991, Arab Saudi kembali pada perjanjian mereka, dan memilih MBT M1A2 Abrams sebagai gantinya - kombinasi pemberitaan di media yang “menyanjung” MBT M1A1, ditambah dengan hubungan yang sudah dekat dengan Washington dan hutang perang yang cukup besar ke AS, membuat pengadaan Saudi dari M1 Abrams tak terhindarkan.

Meskipun Engesa terus memasarkan Osorio selama tahun-tahun berikutnya ke beberapa negara potensial, tetapi tampaknya usaha itu sia-sia. Perang Dingin yang berakhir mengakibatkan munculnya gelombang alut sista bekas termasuk MBT ke pasar global, ketika Dunia Industri tiba-tiba melepaskan cadangan tank yang lebih tua. Banyak dari cadangan MBT ini yang memiliki kemampuan lebih dari Osorio, dan bahkan beberapa Leopard 2 dalam penyimpanan dijual pada 1990-an hanya dengan US $ 1 Juta. Tidak dapat bersaing dalam kondisi yang sulit ini, proyek Osorio akhirnya secara efektif dihentikan sebelum tahun 1995.

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
EE-T2 Osorio
militerbanget.blogspot.com

Varian


Model yang diusulkan dengan meriam smoothbore 2A46 kaliber 125mm milik Rusia (tidak pernah dibuat).

Howitzer self-propelled, dipersenjatai dengan GHN-45 155 mm / L45 gun-howitzer Austria. Engesa keluar dari bisnis pada awal 1990-an, dan perusahaan Austria Noricum meninggalkan produksi howitzer GHN-45 beberapa tahun kemudian. Tipe ini tidak pernah mampu mencapai tahap purwarupa, karena rancangannya sendiri tidak pernah selesai.

Meriam anti-pesawat self-propelled (tidak pernah diproduksi).

Jembatan yang diluncurkan kendaraan lapis baja (tidak pernah diproduksi, hanya purwarupa).

Kendaraan rekayasa lapis baja (tidak pernah diproduksi, hanya purwarupa).

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank
EE-T2 Osorio
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Main Battle Tank / Tank Tempur Utama - EE-T2 Osorio


Asal Negara: Brazil
Operasional aktif: -
Awak: 4 orang

Dimensi dan berat

Bobot: 43,7 ton
Panjang (sampai ujung meriam): 10,1 m
Panjang lambung: 7,13 m
Lebar: 3,2 m
Tinggi: 2,37 m

Persenjataan

Senjata  utama: 
1 x Meriam Smoothbore caliber 120mm
Senjata sekunder:
1 x Senapan mesin caliber 7,62 mm 
1 x Senapan mesin caliber 12,7 mm
Sudut meriam: - 10 hingga + 20 derajat
Rotasi turret: 360 derajat
Kapasitas amunisi
Senjata utama: 38 peluru
Senjata sekunder: 
600 butir x caliber 12,7mm
5.000 butir x caliber 7,62mm

Mobilitas

Mesin: MWM TBD 234 diesel
Tenaga mesin: 1.040 hp
Kecepatan maksimum: 70 km/jam
Jarak jelajah maksimum: 550 km

Kemampuan manuver

Tanjakan: 60 derajat
Kemiringan samping: 40 derajat
Halangan vertical: 1,15 m
Halangan parit: 3 m
Genangan air maksimum: 1,2 m
Genangan air (dengan persiapan): 2 m

Versi Wikipedia


EE-T1 Osorio
Engesa EE-T1 / T2 Osorio
Tipe : Tank tempur utama
Asal negara: Brazil
Sejarah produksi
Perancang: Engesa
Dirancang: 1982–86
Pabrikan: Engesa
Biaya satuan: $ 6,855,859.20 BRL,
($ 3,840,261.00 USD)
Diproduksi: 1986 (2 purwarupa)

Spesifikasi

Bobot: 42,9 ton pendek (38,9  ton ; 38,3 ton panjang )
Panjang: 9,99 meter (32 kaki 9 in)
Lebar: 3,26 meter (10 kaki 8 in)
Tinggi: 2,37 meter (7 kaki 9 in)
Awak: 4 orang (komandan, juru tembak, pemuat, pengemudi)
Baja komposit, termasuk aluminium / baja, serat karbon, dan keramik.

Persenjataan utama

120 mm GIAT G1 smoothbore gun (P2),
105 mm L / 52 L7 rifled gun (P1),
Persenjataan sekunder
M2HB senapan mesin 12,7 mm x2
(koaksial dan atap terpasang)

Mesin: 

12 silinder MWM TBD 234 mesin Diesel 1.100 hp
Rasio Daya / Bobot: 26 hp / ton
Sistem suspensi: hidropneumatik
Jarak jelajah: 550 km (340 mi)
Kecepatan maksimum: 70 km/jam (43 mph)

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu 

Sumber: 

military today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Senin, 16 Desember 2019

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg


Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Senin, 16 Desember 2019

Untuk para penyuka game perang, semacam Modern Warfare, tentu saja tak asing lagi dengan senapan mesin yang satu ini, karena memang dalam game tersebut, senapan mesin ini menjadi salah satu senjata yang ada dalam game tersebut.

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Pecheneg PKP adalah senapan mesin racikan Rusia. Nama senapan mesin ini mengambil nama dari salah satu suku asli di Turki. Senapan mesin ini adalah versi peningkatan dan modernaisasi dari senapan mesin PKM yang sudah kesohor karena keandalannya, yang digunakan sejak 1960-an. Sedari awal, senapan mesin ini memang dirancang untuk menggantikan PKM. Beberapa perbaikan diterapkan pada senapan mesin ini, termasuk peningkatan akurasi secara signifikan dan laras yang lebih tahan lama. Pecheneg kemudian diadopsi oleh angkatan bersenjata Rusia pada tahun 2001. Namun karena masalah keterbatasan anggaran yang membelit Rusia, penggantian senapan mesin PKM baru bisa dilaksanakan secara maksimal di tahun-tahun ini.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / light Tank - M551 Sheridan) 

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Senjata ini juga diadopsi oleh Kementerian Dalam Negeri Rusia untuk digunakan oleh badan-badan yang bernaung di bawah otoritas kementrian tersebut. Sebagai catatan, senjata ini juga telah diekspor ke beberapa negara.

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Senapan mesin ini menganut system gas operated, pendinginan laras menggunakan udara, mekanisme penembakan dengan open bolt, dan pasokan peluru menggunakan sabuk peluru. Larasnya dapat dengan cepat dilepas dengan menggunakan pegangan yang menyatu dengan laras. Badan senjata terbuat dari baja yang dipres dan dipaku keling. 

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Senapan mesin ini hanya memiliki sejumlah kecil bagian yang bergerak, sehingga kestabilan saat penembakan dapat terjaga. Senjata ini juga terkenal karena daya tahannya yang luar biasa dalam kondisi pengoperasian yang kasar atau cuaca ekstrem. Dari sudut pandang teknik, senjata ini adalah senjata yang berteknologi rendah, yang justru menjadi kelebihan tersendiri, karena mudah diproduksi. 

Pecheneg tentu saja merupakan senjata yang fungsional, menggunakan amunisi kaliber 7,62x54 mmR yang memiliki kharakteristik ledakan yang kuat, sehingga senjata ini memiliki jarak tembak efektif yang jauh serta daya hantam pelurunya yang mematikan. Meskipun amunisi kaliber 7.62x54mmR adalah amunisi yang kuat, amunisi ini bukan standar amunisi yang digunakan oleh pasukan khusus.

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Senapan mesin ini memang sedari awal dirancang tidak memiliki multi mode penembakan, dan hanya dapat menembak dalam mode otomatis penuh.

Pasokan peluru senjata ini menggunakan sabuk logam non-disintegrasi berkapasitas 100 atau 200 peluru. Untuk memudahkan mobilisasi, senapan mesin ini biasanya menggunakan wadah sabuk peluru berbentuk kotak yang mampu menampung hingga 250 butir peluru. Pecheneg mampu melakukan tembakan secara terus menerus. Apabila laras terlalu panas, laras tersebut dapat dengan mudah diganti di lapangan oleh penembak. Biasanya, kru yang menggunakan senapan mesin ini (2 orang) selalu membawa beberapa laras cadangan untuk berjaga-jaga.

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Pecheneg menggunakan popor dari bahan polimer, yang menggantikan popor kayu tradisional milik PKM. Meskipun popor tersebut baru, namun tetap memiliki bentuk yang sama dengan popor tradisional yang terbuat dari kayu.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber, Ilyushin Il-28 “Beagle”)

Senapan mesin ini memiliki fitur pisir pejera dari besi yang sederhana. Jarak tembak efektif adalah 1.500 meter.

Untuk personel di garis depan, kelengkapan standar senjata ini adalah bipod integral, untuk memudahkan mobilisasi pasukan infantri. Namun, Pecheneg dapat juga ditembakkan dari dudukan tripod atau dudukan di kendaraan.

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Varian


PKP Pecheneg-N 

Varian ini memiliki rel untuk memasang berbagai kelengkapan alat bidik tambahan, seperti red dot, alat bidik optik, atau night vision.

PKP Pecheneg-SP 

Varian ini adalah versi perbaikan dari Pecheneg dengan popor yang bisa disesuaikan. Menurut sebuah laporan, logam Titanium digunakan dalam beberapa bagian senjata ini. Juga ada scope rail tipe-Picatinny dan pegangan vertikal tambahan. Ada versi pasukan khusus dari Pecheneg-SP. Versi Ini memiliki laras yang lebih pendek dan dapat dipasangkan dengan fitur peredam suara. Produksi senjata ini kabarnya dimulai pada tahun 2017.

Versi Bullpup dari Pecheneg 

Versi ini dikembangkan sebagai versi yang lebih kompak untuk corak pertempuran perkotaan. Ada dua versi bullpup Pecheneg yang berbeda.

Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg
Senapan Mesin Serbaguna
General Purpose Machine Gun
PKP Pecheneg
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg


Negara Asal: Rusia
Operasional aktif: 2001
Kaliber peluru: 7.62 x 54mmR
Berat (kosong): 8,7 kg
Berat (lengkap dengan tripod dan peluru): 12,7 kg
Panjang: 1.200 mm
Panjang laras: 658 mm
Vo peluru meninggalkan laras: 900 m / s
Kecepatan tembak (rpm): 600 - 800 rpm
Kecepatan tembak terkontrol: 250 rpm
Kapasitas sabuk peluru: 100, 200, 250 peluru
Jarak bidik efektif: 1.500 m
Jarak tembak efektif: 1.500 m

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu 

Sumber: 

military today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Jumat, 13 Desember 2019

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Alligator


Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Alligator
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 13 Desember 2019

Kendaraan pengangkut personel lapis baja Alligator 6x6 dikembangkan oleh pabrikan BAE Systems. Kendaraan ini merupakan pengembangan dari program kendaraan lapis baja modular SEP yang berkonfigurasi track (roda rantai) dan beroda. 

Program ini dimulai kembali pada tahun 1994. Program ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Angkatan Darat Swedia. Kendaraan pra purwarupa diproduksi pada tahun 2000 (konfigurasi track) dan tahun 2003 (untuk konfigurasi roda 6x6). Secara umum, APC ini memiliki desain yang inovatif dan canggih. Namun ternyata SEP yang diajukan BAE tidak disetujui oleh otoritas Swedia karena dianggap terlalu rumit dan terlalu mahal. Apesnya lagi, ternyata APC ini juga tidak laku dipasaran ekspor. Terlepas dari semua kegagalan yang menimpa, program ini terus dilanjutkan oleh BAE, dan dari usaha tersebut, APC Alligator ini diluncurkan secara resmi pada tahun 2010.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Runduk Berat / Heavy Sniper Rifle - RAI Model M500)

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Alligator
militerbanget.blogspot.com

APC Alligator adalah versi SEP yang disederhanakan dan lebih murah. BAE Systems menyebut APC 6x6 ini sebagai kendaraan patroli lapis baja. APC ini tidak memiliki beberapa fitur inovatif seperti powertrain hybrid dan suspensi variabel. Namun tetap mempertahankan modularitas yang dimiliki oleh kendaraan SEP.

Alligator dapat dilengkapi dengan modul misi yang dapat dipertukarkan. Sejumlah modul misi juga diusulkan untuk menjadi opsi tambahan. Fitur ini memberikan fleksibilitas untuk berbagai misi yang harus diemban APC ini.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Alligator
militerbanget.blogspot.com

APC Alligator menawarkan perlindungan tingkat tinggi. Hull kendaraan ini menggunakan material baja yang dilas. Sistem ini memberikan perlindungan penuh terhadap hantaman proyektil senjata ringan dan serpihan artileri. Add-on armor dapat dipasang dalam kondisi lapangan untuk perlindungan terhadap tembakan senapan mesin berat. Tampaknya sistem perlindungan aktif juga tersedia. Alligator memiliki lambung berbentuk "V" untuk perlindungan terhadap ranjau darat dan ledakan IED. Kendaraan dilengkapi dengan sistem suspensi otomatis. Sistem perlindungan NBC bukanlah fitur standar untuk APC ini, tetapi tetap menjadi fitur opsional.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Alligator
militerbanget.blogspot.com

Alligator dapat dipersenjatai dengan berbagai tipe senjata. APC ini mampu mengadopsi sistem senjata yang dikendalikan melalui remote control dengan senjata berupa senapan mesin kaliber 7,62mm atau kaliber 12,7mm, atau peluncur granat otomatis kaliber 40mm. Kemungkinan berbagai opsi turet tersedia. Atau kendaraan dapat juga dikonfigurasi untuk membawa senjata anti-tank atau mortir kaliber 120mm.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / light Tank - M551 Sheridan)

Alligator dalam bentuk APC memiliki awak 2 atau 3 orang. APC ini mampu menampung hingga 8 pasukan yang lengkap. Akses untuk penumpang masuk dan meninggalkan kendaraan melalui pintu belakang.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Alligator
militerbanget.blogspot.com

Tidak seperti kendaraan SEP sebelumnya yang menggunakan penggerak mesin diesel-listrik hibrida, Alligator menggunakan system penggerak mesin konvensional. Mesin diesel turbocharged terletak di bagian depan. APC SEP, memiliki kemudi pivot dan dapat menghidupkan porosnya sendiri. Alligator tidak memiliki kemampuan ini. Walaupun demikian, APC Alligator memiliki banyak kelebihan, salah satunya adalah APC ini dapat diangkut dengan pesawat angkut taktis C-130 Hercules, sehingga memiliki nilai mobilitas yang tinggi.

Karena modularitasnya, Alligator dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi hanya dengan menukar modul misi. Varian termasuk kendaraan komando, ambulans lapis baja, kendaraan pengintai, kendaraan recovery, pengangkut mortir dan mungkin beberapa varian lainnya.

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - Alligator
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Alligator


Negara Asal: Swedia
Memasuki layanan: -
Awak kendaraan: 2 ~ 3 orang
Daya angkut: Sampai dengan 8 personel

Dimensi dan berat

Berat: sekitar 15 ton
Panjang: Sekitar 6 m
Lebar: Sekitar 2,8 m
Tinggi: Sekitar 2,2 m

Persenjataan

Senjata mesin: Opsional
Mobilitas
Mesin diesel
Tenaga mesin: -
Kecepatan jalan maksimum: 100 km/jam
Jarak jelajah: 600 km

Kemampuan manuver

Tanjakan: 60 derajat
Kemiringan samping: 30 derajat
Halangan vertikal: 0,6 m
Halangan parit: 1,2 m
Genangan air maksimum: 1,2 m

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu 

Sumber: 

military today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Kamis, 12 Desember 2019

Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Avro Lincoln


Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019

Pesawat pembom Avro Lincoln awalnya disebut sebagai Lancaster IV. Pesawat ini dibuat untuk memenuhi permintaan Air Ministry sebagai pesawat pengganti pesawat Lancaster. Pada tahun 1943, perencana strategis Air Ministry ingin mengembangkan armada pesawat pembom jarak jauh (pembom strategis, disebut dengan Tiger Force) yang akan berkiprah di palagan Pasifik. Pesawat pembom ini harus dapat lepas landas dan menjangkau target di wilayah yang sangat luas itu.

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Banyak dari fitur dan juga komponen dari Lancaster yang digunakan pada rancang bangun pesawat yang baru ini. Secara sepintas, bentuknya banyak memiliki kemiripan dengan Lancaster, tetapi sebenarnya, secara keseluruhan pesawat ini merupakan rancang bangun yang baru, sehingga pesawat ini diberi nama baru pula, yaitu Lincoln.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Runduk Berat / Heavy Sniper Rifle - RAI Model M500)

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Badan dari pesawat ini memiliki dimensi yang lebih besar ketimbang Lancaster, dan ditopang dengan bentuk sayap yang baru. Lincoln juga dilengkapi dengan senjata pertahanan diri yang lebih banyak dan mematikan. Beberapa perubahan pada pesawat ini, mengakibatkan bobotnya bertambah secara signifikan, sehingga membutuhkan roda pendarat yang berbeda, dan lebih kuat. Purwarupa pesawat ini, yang diterbangkan oleh Kapten Brown, lepas landas untuk pertama kalinya dari Ringway, Manchester pada tanggal 9 Juni 1944.

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Produksi Lancaster masih terus dilakukan sehingga Lincoln baru masuk jalur produksi setelah produksi Lancaster selesai, dan baru dapat memperkuat RAF pada bulan Agustus tahun 1945, saat Perang Dunia ke II telah selesai. Walaupun Perang Dunia II telah selesai, tetapi pesawat pembom ini menjadi kekuatan utama Bomber Command pada periode kritis pasca perang dan sebelum kemunculan dari V Bomber (Vulcan, Valiant, dan Victor)

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Avro Lincoln memperkuat sekitar 20 skuadron milik RAF Bomber Command, segera disadari bahwa pesawat ini tidak akan mampu menandingi performa pesawat jet yang mulai mendominasi dunia. Untuk itulah, Inggris memutuskan untuk segera membeli pesawat pembom berat / Heavy Bomber - B-29 Superfortress bekas milik USAF. Walaupun demikian, pesawat Avro Lincoln ikut berpartisipasi dan digunakan untuk menggempur pasukan gerilyawan komunis di Malaysia pada tahun 1950 dan gerilyawan Mau-Mau di Kenya pada tahun 1953. 

Pesawat pembom Lincoln mulai digantikan oleh pesawat pembom V- Bomber (Vulcan, Valiant, dan Victor) pada tahun 1955. Lincoln terakhir yang dimiliki oleh RAF digunakan untuk uji coba pengembangan radar sampai pesawat ini benar-benar dinonaktifkan pada bulan Mei 1963.

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Australia membuat pesawat ini secara mandiri oleh pabrikan Government Aircraft Factory (GAF) dan diberi kode Lincoln Mk 30 dan Lincoln pertama buatan GAF, A73-1 diterbangkan pada bulan Maret 1946. Empat unit pesawat gelombang pertama merupakan rakitan di Inggris, tetapi, untuk produksi selanjutnya, sudah dirakit di Australia.

Beberapa unit dari pesawat ini digunakan untuk pesawat angkut berat dan diberi kode Mk 30A. Sebanyak 12 unit merupakan versi dengan design hidung yang lebih panjang untuk memuat tambahan kru menjadi 3 orang dan diberi kode Mk 31. Pesawat Lincoln GR.31 adalah pesawat Lincoln versi Australia yang berfungsi sebagai pesawat anti kapal selam. Lincoln milik Royal Australian Air Force juga ikut dioperasikan pada saat operasi Malayan Emergency.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / light Tank - M551 Sheridan)

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Menjelang berakhirnya Perang Dunia ke II, Kanada juga mengajukan permintaan untuk memproduksi Lincoln secara mandiri untuk memperkuat squadron pesawat pembom Kanada yang akan ditugaskan di Pasifik. Pada saat perang berakhir, produksi tersebut dihentikan setelah mencatatkan angka produksi sebanyak enam unit pesawat. Pada pasca perang, RCAF mengevaluasi Lincoln, kemudian diputuskan untuk tidak lagi memproduksi maupun membeli pesawat ini. Satu-satunya negara yang membeli pesawat Lincoln produksi Inggris adalah Argentina, dengan membeli 30 unit Lincoln Mk II pada tahun 1947.     

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Avro Lincoln


Asal Negara: Inggris
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Berat 4 Mesin
Terbang Perdana: 9 Juni 1944  
Kru: 2 Orang
Bobot: 4.788 kg (Kosong), MTOW : 7.543 kg

Dimensi 

Panjang Pesawat: 11,17 m 
Bentangan sayap: 15,16 m
Tinggi: 4.01 m
Wing Area: 39.2m2

Persenjataan

2 X Meriam kaliber 20mm di sayap
2 X Senapan mesin kaliber 7.62mm di kokpit bagian belakang
Bom 454kg atau torpedo pada ruang bom
Bom 454kg atau roket pada cantelan di kedua sayap

Mesin : 1 X Wright 1900hp Wright R-2600-20 cyclone radial engines

Performa 

Kecepatan maksimum: 434 km/jam
Ketinggian maksimum: 8.875 m
Kecepatan menanjak: 550 m/menit
Radius maksimum: 1.987km 

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Versi Wikipedia


Karakteristik umum

Awak: 7 atau 8 (pilot, insinyur penerbangan / co-pilot, navigator, operator nirkabel, penembak depan / pembidik bom, penembak punggung dan belakang)

Dimensi

Panjang: 78 ft 3,5 in (23.863 m)
Lebar sayap: 37 m (37 m)
Tinggi: 17 kaki 3,5 in (5,271 m)
Area sayap: 1.421 kaki persegi (132,0 m 2 )
Berat kosong: 44.188 lb (20.043 kg) dilengkapi
Berat kotor: 75.000 lb (34.019 kg)
Berat lepas landas maks: 37.000 pon (37.195 kg)
Kapasitas bahan bakar: 3.580 imp gal (4.300 US gal; 16.300 l) dalam 6 tangki sayap; bahan bakar 150 imp gal (180 US gal; 680 l) dalam empat tangki nacelle

Mesin: 4 × Rolls-Royce Merlin 85 atau Packard-Merlin 68 V-12 mesin piston berpendingin cair, masing-masing 1.750 hp (1.300 kW)

Mesin lain yang digunakan:

Rolls-Royce Merlin 66 
Rolls-Royce Merlin 102 
Rolls-Royce Merlin 300 
Rolls-Royce Derwent eksperimental 
Rolls-Royce Tyne eksperimental 
Bristol Phoebus eksperimental 
Armstrong Siddeley Python eksperimental 
Napier Naiad eksperimental 
Napier Nomad eksperimental 
Baling-baling: 4-berbilah ROTOL atau de Havilland Hydromatic , dengan diameter total 13 ft 0 in (3,96 m) diameter 

Performa

Kecepatan maksimum: 310 mph (500 km / jam, 270 kn) pada 18.300 kaki (5.600 m)
Kecepatan jelajah: 215 mph (346 km / jam, 187 kn) pada 20.000 kaki (6.100 m)
Kecepatan stall: 75 mph (121 km / jam, 65 kn) diperpanjang dan undercarriage diperpanjang

Radius tempur: 

2.800 mi (4.500 km, 2.400 nmi) pada 15.000 kaki (4.600 m) dengan beban bom 14.000 lb (6.400 kg) pada 200 mph (170 kn; 320 km / jam).
4.450 mi (3.870 nmi; 7.160 km) pada 15.000 kaki (4.600 m) dengan beban bom 3.000 lb (1.400 kg) pada kecepatan 200 mph (170 kn; 320 km / jam).
2.240 mi (1.950 nmi; 3.600 km) pada 20.000 kaki (6.100 m) dengan beban bom 14.000 lb (6.400 kg) pada 260 mph (230 kn; 420 km / jam).
3.560 mi (3.090 nmi; 5.730 km) pada 20.000 kaki (6.100 m) dengan muatan bom 3.000 lb (1.400 kg) pada kecepatan 260 mph (230 kn; 420 km / jam).

Elevasi terbang operasional: 30.500 kaki (9.300 m)
Kecepatan menanjak: 800 kaki / mnt (4,1 m / s)
Waktu ke ketinggian: 20.000 kaki (6.100 m) dalam 26 menit 30 detik
Beban sayap: 52,77 lb / sq ft (257,6 kg / m 2 )
Rasio Daya/bobot: 12,2 lb / hp (7,4 kg / kW)

Pesawat Pembom Berat/Heavy Bomber
Avro Lincoln
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan

Senjata: 2 x 0,5 in (12,70 mm) M2 Browning senapan mesin di turret hidung Boulton Paul Type F , 2x20 mm (0,787 in) meriam Hispano MK.IV atau meriam Hispano Mk.V di meriam Bristol B.17 dan turret dorsal Bristol 2x 0,5 in (12,70 mm) M2 Browning senapan mesin di turret ekor Boulton Paul Tipe D.
(Beberapa pesawat dilengkapi dengan senapan mesin berat 0,5 Brown (12,70 mm) M2 tunggal dalam posisi perut)

Bom: 

Bom hingga 14.000 lb (6.400 kg) 
Kondisi khusus: 1 x 22.000 lb (10.000 kg) bom Penetrasi Dalam Grand Slam

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia
Beberapa sumber lain