Minggu, 27 April 2025

Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Keempat)


Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 27 April 2025

Bagi para penggemar alutsista dan juga pengamat persenjataan dan militer Indonesia, kendaraan lapis baja ini memang keberadaannya sudah sangat familiar. Bukan tanpa alasan, kendaraan lapis baja ini memang dioperasikan oleh TNI, dan tergolong alutsista yang punya masa operasional yang sangat panjang. Terbukti, kendaraan ini masih terus digunakan hingga saat ini (walaupun telah mengalami sentuhan modernisasi dan juga tidak diposisikan di alutsista garis depan). Supaya postingan ini dapat mudah dipahami, baca juga artikel yang sudah diunggah sebelumnya yang berjudul: “Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Ketiga)”, dan ini adalah artikel kelanjutannya:

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Meskipun kendaraan lapis baja ini sudah berusia tua, Saladin masih aktif dioperasikan hingga saat ini, kiprahnya bisa dilihat dalam beberapa latihan tempur yang digelar oleh TNI. Dalam beberapa operasi pemulihan keamanan pada beberapa daerah konflik di Indonesia, Saladin juga kerap masih muncul, seperti di NAD (Nangroe Aceh Darussalam/Aceh) dan meredam kerusuhan di Jakarta pada tahun 1998. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Steyr TMP")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Pada awal kedatangannya, Saladin dan kedua ”saudaranya” Feeret dan Saracen ditempatkan dalam satuan Yon Kav 7/SerSus Kodam Jaya Jakarta. Namun seiring reorganisasi (dan modernisasi), panser lawas ini kemudian digeser ke satuan-satuan lain di luar ibukota Jakarta alias relokasi ke area-area diluar area garis pertama (area sangat penting). Saat ini Saladin diketahui memperkuat unit kavaleri Kostrad dan beberapa Kodam, seperti di Yon Kav/2 Diponegoro dan Yon Kav/10 Hasanuddin. Tentara Nasional Indonesia menegaskan pada tahun 2014, bahwa akan terus mengoperasikan Saladin pada penugasan di garis depan. Pada awal tahun 2016, produsen senjata milik negara, Pindad mengembangkan paket modernisasi untuk Saladin untuk memastikan penggunaannya di masa depan. Sebanyak 16 unit Saladin setidaknya telah ditingkatkan kemampuannya oleh Pindad.

Walaupun dimodernisasi, kedepannya TNI akan mulai secara berangsur-angsur menonaktifkan kendaraan lapis baja ini dan menggantikannya dengan produk alutsista yang lebih modern dan kemungkinan produk dari dalam negeri.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Beretta MX4 Storm")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Sudan


Tentara Sudan mengerahkan kendaraan lapis baja Saladin selama Perang Saudara Sudan Kedua, beberapa unit di antaranya berhasil dirampas oleh SPLA.

Demikianlah artikel tentang Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Keempat). Artikel ini berlanjut ke bagian kelima dengan judul: "Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Kelima)", semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Catatan tambahan:

PT Pindad (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang industri pertahanan dan keamanan, serta produk-produk industri lainnya. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan), seperti senjata, amunisi, kendaraan tempur, dan juga produk-produk komersial seperti mesin industri, alat berat, dan lainnya. 

Sejarah:
Pindad dibentuk pada tahun 1983 dari Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) yang sebelumnya berada di bawah naungan Departemen Pertahanan dan Keamanan. 

Bidang Usaha:

Alutsista: Produksi berbagai jenis senjata, amunisi, dan kendaraan tempur. 

Produk Industri: Produksi mesin industri, alat berat, dan berbagai produk lainnya. 

Jasa: Memberikan jasa teknik, konsultasi, dan pelatihan terkait industri pertahanan dan produk komersial. 

Tujuan Perusahaan:
Menjadi produsen alutsista terkemuka di Asia dan dunia. 
Meningkatkan kemandirian teknologi pertahanan nasional. 
Meningkatkan kualitas dan varian produk. 
Membangun ekosistem industri pertahanan dan keamanan yang berkelanjutan. 

Produk Unggulan:
Senapan serbu, pistol, amunisi berbagai kaliber, kendaraan tempur Anoa, Tank Tempur Medium (Medium Tank) Harimau (dengan bekerjasama dengan Turki, alat mesin pertanian, ekskavator, dan berbagai produk lainnya.

Sumber:
1. Tank-AFV.com
2. sejarahmiliter.com
3. Wikipedia
6. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Kendaraan_Lapis_Baja
#Perang_Dingin

Sabtu, 26 April 2025

Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Ketiga)


Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 26 April 2025

Bagi pemerhati alutsista dan pengamat persenjataan dan militer Indonesia, kendaraan lapis baja ini memang tidak asing lagi. Hal ini disebabkan kendaraan lapis baja ini memang dioperasikan oleh TNI, dan tergolong alutsista yang punya masa operasional yang cukup lama. Terbukti, kendaraan ini masih dioperasikan hingga sekarang (walaupun telah mengalami sentuhan modernisasi dan juga tidak diposisikan di alutsista garis depan). Agar artikel ini dapat lebih enak dibaca, simak juga artikel yang sudah diupload sebelumnya yang berjudul: “Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Kedua)”, dan ini adalah artikel kelanjutannya:

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Catatan Operasional

Saladin langsung operasional setelah mulai bertugas di Irlandia untuk tugas kepolisian. Oman membeli 36 kendaraan yang aktif beraksi dan dioperasikan angkatan bersenjata Sultan Oman selama konflik Dhofar (1972-76) yang sering diawaki oleh prajurit Inggris, yang meliputi patroli dan memberikan dukungan tembakan jarak dekat kepada personel SAS Inggris, Oman Firqa, pasukan reguler Oman, dan pasukan Iran. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Tank Tempur Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank 2S25 Sprut-SD")

Kendaraan Inggris dari B sqn 16/5 Lancers mempertahankan bandara Nicosia pada tahun 1974 di bawah bendera PBB. Kemudian, kendaraan Kuwait mempertahankan kota tersebut dari tank-tank Irak sebagaimana yang mereka bisa pada tahun 1990. Hingga tahun 2009, kendaraan ini masih digunakan oleh Honduras dan Sri Lanka dalam tugas kepolisian (Perang Saudara Sri Lanka). Pada tahun 2014, kendaraan ini masih bertugas dengan Batalyon Kavaleri KOSTRAD Indonesia dan Kompi Rekon KOSTRAD. Saat ini sebagian besar sudah pensiun dan disimpan, tetapi banyak yang dapat dibeli oleh kolektor pribadi dengan biaya yang relatif rendah.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Steyr TMP")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) mendistribusikan kendaraan lapis baja Saladin untuk "Batalyon Kavaleri KOSTRAD", "Kompi Pengintai KOSTRAD", dan Kompi Mobil Lapis Baja. Pada tahun 2014, Angkatan Darat Indonesia mengonfirmasi bahwa mereka terus mengerahkan Saladin dalam operasi aktif. Trio panser (sebutan akrab di Indonesia untuk kendaraan lapis baja beroda ban), Ferret, Saracen, dan Saladin lansiran Alvis didatangkan pada awal tahun 60-an. 

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Bila Saracen populer sebagai APC (Armoured Personal Carrier) legendaris sebagai kendaraan pengusung peti jenazah Pahlawan Revolusi, bersama dengan kendaraan lapis baja Ferret dan Saracen, panser Saladin turut aktif diterjunkan untuk mengamankan Ibu Kota Jakarta saat terjadi pemberontakan G30S PKI. Trio panser ini memang punya komposisi unit yang ideal. Ferret berfungsi sebagai kendaraan intai, Saracen sebagai kendaraan angkut pasukan, dan Saladin berperan sebagai unit panser pemukul (Fire Support Vehicle). 

Demikianlah artikel tentang Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Ketiga). Artikel ini berlanjut ke bagian keempat dengan judul: "Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Keempat)", semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Catatan tambahan:

Kostrad adalah singkatan dari "Komando Strategis dan Cadangan Angkatan Darat". Kostrad sendiri salah satu kesatuan an­dalan TNI dan merupakan bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Secara umum, Kostrad merupakan satuan elit TNI AD yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan dan integritas wilayah NKRI, serta menghalau ancaman asing maupun dalam negeri terhadap keamanan negara. Kostrad juga dikenal sebagai pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) yang siap siaga dalam berbagai kondisi dan siap dikerahkan untuk melaksanakan tugas-tugas negara. 

Kostrad dibentuk pada tanggal 6 Maret 1961 dengan nama Korps Tentara Ke-1/Cadangan Umum Angkatan Darat (KORRA I/CADUAD). Gagasan pembentukan Kostrad berawal dari inisiatif Jenderal AH Nasution, yang pada saat itu menjabat Kasad. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan dan kesiapan operasional Angkatan Darat dalam menghadapi berbagai ancaman, khususnya di masa sengketa Irian Barat. 

Kostrad memiliki struktur organisasi yang solid, dipimpin oleh Pangkostrad yang berpangkat Letnan Jenderal TNI. Pangkostrad dibantu oleh Kepala Staf berpangkat Mayor Jenderal TNI, unsur pembantu pimpinan, dan unsur pelaksana. Kostrad saat ini terbagi menjadi 3 Divisi Infanteri, masing-masing dipimpin oleh seorang Panglima Divisi berpangkat Mayor Jenderal TNI. 

Tugas pokok Kostrad meliputi: 

1. Membina kesiapan operasional seluruh jajarannya.
2. Menyelenggarakan operasi pertahanan keamanan tingkat strategis.
3. Melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Kostrad memiliki peran penting dalam berbagai operasi, baik dalam negeri maupun luar negeri, termasuk operasi pemulihan keamanan, pengamanan perbatasan, penanggulangan bencana, dan operasi perdamaian dunia. Kostrad juga memiliki pasukan elit seperti Kompi Intai Tempur (Taipur) Kostrad yang memiliki spesialisasi dalam operasi khusus. 

Sumber:
1. Tank-AFV.com
2. sejarahmiliter.com
3. Wikipedia
6. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Kendaraan_Lapis_Baja
#Perang_Dingin

Jumat, 25 April 2025

Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Kedua)


Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Jum’at, 25 April 2025

Bagi pecinta alutsista dan pemerhati militer Indonesia, kendaraan lapis baja ini memang tidak asing lagi. Hal ini dikarenakan kendaraan lapis baja ini memang dioperasikan oleh TNI, dan tergolong alutsista yang punya masa operasional yang cukup lama. Terbukti, kendaraan ini masih dioperasikan hingga sekarang (walaupun telah dimodernisasi dan juga tidak diposisikan di alutsista garis depan). Agar artikel ini bisa lebih mudah dimengerti, baca juga artikel yang sudah diupload sebelumnya yang berjudul: “Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Pertama)”, dan ini adalah artikel kelanjutannya:

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Meskipun demikian, dimensi lambungnya yang kecil mampu menekan bobot operasional kendaraan tersebut di bawah 11,6 ton. Pengemudi ditempatkan di bagian depan dengan posisi di tengah (seperti untuk Ferret) dengan palka penglihatan lipat dan celah penglihatan. Dua celah penglihatan lainnya ada di setiap sisi, menutupi sudut depan, dilindungi oleh deflektor. Di antara roda jalan besar itu terletak empat tempat penyimpanan, total delapan box penyimpanan pada kedua sisinya. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Pengintai / Reconnaissance Helicopter - Ansat 2RC")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Turret memiliki permukaan miring yang sempit dan sisi-sisinya memiliki ceruk belakang yang membentuk pelat belakang setengah belah ketupat. Penembak dan komandan posisinya berdampingan, dengan palka satu bagian. Penembak dilengkapi satu periskop, sementara komandan dilengkapi dengan tiga yang menutupi sudut depan dan cal.30 yang dipasang pada pintle (Browning M1919A4). 

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Penembak pada kendaraan ini mengoperasikan senjata Royal Ordnance Factory L5A1 kaliber 75 mm middle velocity yang dapat menembakkan berbagai peluru dari tipe HE, AP, dan HESH. Senjata ini dirancang bukan untuk tujuan antitank melainkan untuk mengeliminir benteng dan kendaraan ringan lainnya. Selain senjata utama meriam, penembak juga dapat mengoperasikan senapan mesin Browning M1919A4 koaksial yang menembakkan peluru biasa dan pelacak sebagai pelengkap untuk membidik. Selain itu, pada dua sisi miring bagian depan turret dilengkapi dengan deretan peluncur granat 3x2, yang dapat menembakkan granat asap dan granat fragmentasi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Tank Tempur Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank 2S25 Sprut-SD")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Negara Pengguna

Kendaraan lapis baja Saladin cukup sukses di Timur Tengah, mungkin namanya tidak asing lagi, karena Saladin merupakan tokoh legendaris di dunia Arab (Saladin adalah sebutan bangsa barat untuk Salahuddin Ayyubi, tokoh besar Islam saat Perang Salib). Bahkan, Saladin dibeli oleh Yordania, Oman, Qatar, Kuwait, Lebanon, dan Uni Emirat Arab. Kendaraan lapis baja ini merupakan opsi alutsista yang murah dan menggiurkan karena secara kendaraan lapis baja ini dibandrol dengan harga yang cukup wajar sehingga laku keras di Afrika (Ghana, Kenya, Libya, Mauritania, Tunisia, Sudan, Uganda, Yaman), di Asia (Indonesia, Maladewa, Sri Lanka), Eropa (polisi federal Jerman, Portugal (29 pada tahun 1982) dan bahkan Honduras di Amerika Selatan.

Demikianlah artikel tentang Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Kedua). Artikel ini berlanjut ke bagian ketiga dengan judul: "Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Ketiga)", semoga artikel ini bisa berguna bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Catatan:

Tipe amunisi HE: "High Explosive", yang berarti peluru dengan daya ledak tinggi. Peluru HE dirancang untuk meledak saat mengenai target, menyebabkan kerusakan melalui kekuatan ledakan dan fragmentasi.

Tipe amunisi AP: "Armor Piercing" adalah peluru yang dirancang untuk menembus lapis baja atau pelindung keras. Peluru ini biasanya terbuat dari baja keras, tungsten karbida, atau uranium dan dilapisi bahan yang lebih lunak seperti tembaga atau aluminium. 

Peluru AP digunakan untuk menembus target yang dilindungi oleh pelindung yang lebih keras seperti baju tahan peluru, pelindung kendaraan, atau tank. Peluru ini biasanya tidak mengandung banyak peledak, karena tujuannya adalah untuk menembus, bukan meledak. 

Beberapa jenis peluru AP termasuk:

APDS (Armor Piercing Discarding Sabot):
Peluru yang menggunakan sabot (penutup) yang dibuang setelah peluru meninggalkan lubang senapan untuk meningkatkan kecepatan dan daya tembus. 

APFSDS (Armor Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot):
Versi APDS yang dilengkapi sayap stabilisasi untuk meningkatkan akurasi. 

AP-T (Armor Piercing Tracer):
Peluru AP yang dilengkapi dengan pelacak (tracer) untuk memudahkan pelacakan dan koreksi arah tembakan.

Sumber:
1. Tank-AFV.com
2. sejarahmiliter.com
3. Wikipedia
6. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Kendaraan_Lapis_Baja
#Perang_Dingin

Kamis, 24 April 2025

Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Pertama)


Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Kamis, 24 April 2025

Saladin adalah kendaraan pengintai bersenjata berat yang hadir di awal era Perang Dingin asal Inggris. Kendaraan ini dikembangkan tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II untuk menggantikan berbagai kendaraan pengintai beroda di masa perang. Saladin diketahui berbagi banyak komponen otomotif dengan kendaraan lapis baja Saracen dan beberapa kendaraan seri FV600 lainnya. 

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Proses rancang bangun kendaraan ini berawal pada tahun 1945 muncul kebutuhan untuk mengganti mobil lapis baja berat AEC era PD II yang saat itu operasional. Pabrikan Alvis Car and Engineering Company Ltd kemudian merancang sasis universal yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai kendaraan lapis baja, yaitu pengangkut personel lapis baja Saracen, pengangkut muatan mobilitas tinggi Stalwart, dan kendaraan pemadam kebakaran Salamander. Saracen dikembangkan pada sasis yang sama, menggunakan komponen yang sama tetapi dengan turret khusus dan merupakan satu-satunya kendaraan lapis baja tempur dari seri tersebut.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Heavy Sniper Rifle / Senapan Runduk Berat VSKK Vhychlop")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan ini telah melalui uji coba pada tahun 1955, dan enam unit model praproduksi dibuat pada tahun 1957 (kemudian berganti nama menjadi Mk.I) sebelum kendaraan tersebut diadopsi oleh militer pada tahun 1958. Produksi dimulai sesudahnya dan baru dihentikan pada tahun 1972. Untuk Angkatan Darat Inggris, semua pesanan diselesaikan pada tahun 1960, tetapi produksi terus dilanjutkan untuk ekspor, dan cukup berhasil. Sekitar 20 negara membeli kendaraan lapis baja 6x6 yang baru ini. Saat ini kendaraan lapis baja ini masih operasional di beberapa negara dan turut terlibat dalam sedikitnya enam konflik besar di dunia.

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Rancang Bangun

Sasis keluarga kendaraan FV600 adalah penggerak 6x6, dengan unit batang torsi independen. Sasis ini ternyata mampu melakukan putaran dengan radius yang cukup kecil dan sangat lincah di medan off-road. Namun secara keseluruhan as roda tengahnya benar-benar berbeda dari desain sebelumnya pada PD II yang semuanya adalah 4x4. Roda jalan tengah memberikan cengkeraman yang lebih baik di semua medan dan menawarkan beberapa keuntungan lain yang diuji secara intensif oleh Alvis dan khususnya pada Saracen daripada sebelumnya pada Saladin. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Pengintai / Reconnaissance Helicopter - Ansat 2RC")

Kendaraan Lapis Baja Alvis Saladin
militerbanget.blogspot.com

Meskipun demikian, Saladin adalah rancangan yang sangat hebat (untuk ukuran masa itu) karena memiliki dimensi yang kompak dan kecil, terutama jika dibandingkan dengan AEC yang digantikannya. Hal baru yang hebat lainnya adalah kompartemennya yang tertutup sepenuhnya dan kebal terhadap bahaya serangan NBC pada skala tertentu. Rancangan kendaraan ini tergolong konvensional dimana mesin diposisikan di bagian belakang, kompartemen tempur di bagian tengah dengan turret berawak dua orang dan kompartemen pengemudi dibagian depan. Lambungnya terbuat dari pelat baja yang dilas, setebal 13 mm di bagian samping hingga 32 mm di pelat glacis depan, yang cukup kuat untuk menahan hantaman proyektil sebagian besar meriam kaliber menengah (saat itu). 

Demikianlah artikel tentang Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Pertama). Artikel ini berlanjut ke bagian kedua dengan judul: "Alvis Saladin, Panser Lawas Era Perang Dingin Yang Masih Memperkuat TNI di Era Millenium (Bagian Kedua)", semoga artikel ini bisa berguna bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Tank-AFV.com
2. sejarahmiliter.com
3. Wikipedia
6. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Kendaraan_Lapis_Baja
#Perang_Dingin

Rabu, 23 April 2025

Pistol Mitraliur/Submachine Gun F1, Pistol Mitraliur Racikan Australia Dengan Tampilan Yang Unik di Era 60-an (Bagian Ketiga)


Pistol Mitraliur/Submachine Gun - F1
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Rabu, 23 April 2025

Sepak terjang pistol mitraliur (submachine gun) era 60-an racikan dari Australia ini memang kurang "terdengar" baik oleh pengamat persenjataan maupun pemerhati sejarah. Salah satu alasannya karena senjata ini memang populasinya tidak banyak dan juga hanya digunakan oleh militer Australia saja. Belum lagi tampilannya yang aneh dan berbeda dengan pistol mitraliur kebanyakan. Alhasil, eksistensinya seolah terabaikan dan juga sangat samar. Supaya artikel ini bisa enak dibaca dan dipahami, baca juga artikel yang sudah diunggah sebelumnya yang berjudul: “Pistol Mitraliur/Submachine Gun F1, Pistol Mitraliur Racikan Australia Dengan Tampilan Yang Unik di Era 60-an (Bagian Kedua)”, dan ini adalah artikel kelanjutannya:

Pistol Mitraliur/Submachine Gun - F1
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur F1 memiliki bobot operasional yang tergolong ringan, hanya sekitar 7 pon lebih sedikit (3,2 kg), panjangnya 28 inci (sekitar 71,12 cm) dan memiliki rate of fire (kecepatan menembak per menit) sekitar 600 tembakan per menit. Popornya menerapkan konfigurasi popor tetap dari material pejal, tidak seperti Sterling yang popornya bisa dilipat dan berkonfigurasi "tulang". F1 diproduksi hanya oleh Pabrik Senjata Ringan Lithgow dengan sebagian besar sumber menyebutkan angka 25.000 diproduksi untuk militer Australia antara tahun 1963 dan 1973. Museum Pabrik Senjata Ringan Lithgow  melaporkan bahwa ada beberapa ketidakpastian seputar jumlah pasti yang diproduksi dengan total laporan produksi yang bervariasi, memberikan angka total produksi di kisaran 21.916 atau 24.828 pucuk.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Tank Tempur Berat / Heavy Tank SMK (Sergei Mironovich Kirov)")

Pistol mitraliur F1 digunakan secara luas pada Perang Vietnam dan kemudian menjadi senjata pendamping pasukan penjaga perdamaian Australia hingga tahun 1990-an. Senjata ini digunakan untuk pasukan non garis depan, awak ACP dan awak pesawat terbang, serta seksi infanteri. Meskipun F1 diapresiasi karena memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan pistol mitraliur Owen, F1 tetap memiliki kekurangan tertentu (terutama dalam hal ergonomis). 

Pistol Mitraliur/Submachine Gun - F1
militerbanget.blogspot.com

Kolonel Warren Feakes (perwira Angkatan Darat Australia) menuturkan bahwa "setiap kali saya memegang F1, saya merasa ada yang kurang." Veteran Australia lainnya, Perwira Angkatan Darat Kevin Konemann, yang bertugas di Vietnam pada tahun 1966-67, mengenang: "Sulit untuk menembak dari bahu dan lebih sulit lagi untuk menembak dari pinggul" dan bahwa "F1 tidak populer. Para prajurit merasa lebih sulit untuk mengarahkan dan membidik sasaran daripada jika dibandingkan dengan pistol mitraliur Owen dan menembak dari bahu... jelas lebih sulit tanpa pegangan tangan depan (front grip)."

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Heavy Sniper Rifle / Senapan Runduk Berat VSKK Vhychlop")

Meskipun ada kekurangan yang diidentifikasi oleh beberapa pasukan, pistol mitraliur F1 tetap digunakan bersama senapan otomatis L1A1 hingga awal tahun 1990-an, ketika keduanya tidak lagi digunakan seiring diadopsinya senapan serbu 5,56x45mm F88 (Steyr AUG).

Pistol Mitraliur/Submachine Gun - F1
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur/Submachine Gun F1


Jenis: Pistol Mitraliur
Asal negara: Australia

Catatan operasional
Operasional aktif: Tahun 1963–1991

Palagan/Operasional:
Perang Vietnam
Perang Tiongkok-Vietnam

Sejarah produksi
Dirancang: tahun 1962
Pabrikan: Pabrik Senjata Ringan Lithgow
Diproduksi: Tahun 1963–1973

Spesifikasi Teknis
Bobot kosong: 3,7 kg
Bobot dengan amunisi (magasen) penuh: 4,30 kg
Panjang: 714 mm
Panjang laras: 198 mm
Peluru: 9×19mm Parabelum
Kaliber: 9 mm
Mekanisme penembakan: Blowback, open bolt
Rater of fire: 600–640 tembakan/menit
Jarak tembak efektif: 150 meter
Jarak tembak maksimum: 100–200 meter
Sistem pasokan amunisi: Magasen kotak kapasitas 34 peluru (kompatibel dengan SMG Sterling)
Sistem pembidik (Pisir dan pejera): Besi flip

Itulah tadi artikel tentang Pistol Mitraliur F1, Pistol Mitraliur Racikan Australia Dengan Tampilan Yang Unik di Era 60-an (Bagian Ketiga), semoga artikel ini bisa berguna bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. https://armourersbench.com/2018/01/27/f1-submachine-gun/
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Australia
#Pistol_Mitraliur
#Submachine_Gun