Minggu, 10 November 2024

M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Ketiga)


Senapan Semi Otomatis - M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 10 November 2024

Senapan semi otomatis ringan era Perang Dunia II ini memang sedari awal dirancang sebagai senjata PDW (Personnel Defensi Weapon). Tujuannya adalah untuk mempersenjatai pasukan non garis depan dengan senjata yang memiliki daya tembak yang cukup besar (melebihi daya tembak pistol atau pistol mitraliur), namun daya tembaknya tetap berada di bawah battle rifle (pada waktu itu adalah M1 Garrand). karena itulah, senapan semi otomatis ini dirancang dengan dimensi yang simple dan kompak, serta cukup ringan, sehingga sangat cocok untuk personel non garis depan. Dan karena dimensinya yang kompak, senjata ini juga sangat sesuai sebagai senjata pasukan lintas udara. Supaya artikel ini dapat mudah untuk dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Kedua)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Senapan Semi Otomatis - M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Peredam kilatan cahaya pada ujung laras, peluncur granat, dan dudukan (penjepit) untuk pisau bayonet kemudian juga menjadi fitur tambahan pada senapan ini pada  fase akhir perang.

M1 Carbine produksi standar dilengkapi dengan popor pejal dari kayu kenari, tetapi versi dengan popor logam yang bisa dilipat (varian M1A1) juga diproduksi, untuk mempersenjatai personel lintas udara. Varian lainnya termasuk T3, yang dapat dipasangkan dengan teropong penglihatan malam (inframerah), dan karabin M2 select fire. Versi standar dari M1 dilengkapi dengan magasin dengan kapasitas 15 peluru. Tetapi, berdasarkan pada pengalaman di medan perang dimana klip atau magasen dengan kapasitas yang besar menjadi suatu kebutuhan mutlak, karabin M1 akhirnya dimodifikasi sehinga juga dapat menggunakan magasin dengan kapasitas 30 peluru yang diproduksi kemudian untuk M2.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Handley Page Halifax")

Senapan Semi Otomatis - M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Lebih dari 6 juta pucuk M1 Carabine telah diproduksi pada tahun 1945 (dengan berbagai variannya), menjadikan senapan ini sebagai senjata militer yang paling banyak diproduksi dalam sejarah AS. Sebagian besar diproduksi oleh perusahaan yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam pembuatan senjata api. Senjata-senjata ini digunakan di banyak front, tidak hanya digunakan oleh pasukan pendukung dan di daerah belakang, tetapi juga oleh infanteri Angkatan Darat garis depan dan unit udara serta Korps Marinir di Pasifik. Meskipun senapan ini juga dikritik karena jarak tembaknya yang relative pendek dan daya tembaknya dibawah senapan M1 Garrand dengan peluru .30-06 yang lebih kuat, karabin M1 tetaplah menjadi senjata yang disukai selain karena dimensinya yang kompak serta ringan (dibandingkan dengan M1 Garrand tentunya), daya tembaknya juga mengungguli pistol dan bahkan pistol mitraliur, terutama pada jarak yang lebih jauh.

Senapan Semi Otomatis - M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Setelah perang, banyak karabin yang dibawa pulang oleh personel militer di barak dan tas laut sebagai kenang-kenangan dari dinas di luar negeri. Karabin yang tersisa dalam inventaris militer kemudian direstorasi di gudang senjata pemerintah dan disimpan sebagai senjata cadangan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Tank Perusak / Tank Destroyer M18 Hellcat")

Senapan Semi Otomatis - M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Meskipun jalur produksi karabin M1 telah ditutup pada tahun 1945, laras cadangan tetap diproduksi setelah perang. Tidak seperti amunisi .30-06 yang digunakan dalam senapan M1, amunisi karabin kaliber .30 tidak korosif, yang menghilangkan kebutuhan akan program penggantian laras karabin yang mahal.

Demikianlah artikel tentang M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Ketiga). Artikel ini bersambung ke bagian keempat dengan judul “M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Keempat)", semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Weapon
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Senapan
#Senapan_Semi_Otomatis
#Perang_Dunia_II

Sabtu, 09 November 2024

M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Kedua)


Senapan Semi Otomatis - M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com
 

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 9 November 2024

Senapan semi otomatis ringan era Perang Dunia II ini memang sedari awal dirancang sebagai senjata PDW (Personnel Defensi Weapon). Tujuannya adalah untuk mempersenjatai pasukan non garis depan dengan senjata yang memiliki daya tembak yang cukup besar (melebihi daya tembak pistol atau pistol mitraliur), namun daya tembaknya tetap berada di bawah battle rifle (pada waktu itu adalah M1 Garrand). karena itulah, senapan semi otomatis ini dirancang dengan dimensi yang simple dan kompak, serta cukup ringan, sehingga sangat cocok untuk personel non garis depan. Dan karena dimensinya yang kompak, senjata ini juga sangat sesuai sebagai senjata pasukan lintas udara. Supaya artikel ini dapat mudah untuk dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Pertama)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Senapan Semi Otomatis - M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Dalam waktu kurang dari dua minggu, para insinyur dan desainer Winchester berhasil menyusun model buatan tangan yang kasar berdasarkan receiver Garand yang diperkecil dan sistem gas short-stroke yang diciptakan oleh David M. Williams. Angkatan Darat terkesan dengan desain ini, tetapi dengan waktu kurang dari enam minggu sebelum putaran kedua pengujian, perusahaan New Haven menghadapi tugas berat untuk memproduksi purwarupa operasional "senapan ringan" sebelum batas waktu yang baru.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Anti Kapal Selam / Anti Submarine Warfare Aircraft - Breguet Alize")

Senapan Semi Otomatis - M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Winchester berhasil mencapai prestasi yang hampir mustahil ini, dan ketika kemelut dalam pengujian berakhir, perusahaan tersebut muncul sebagai pemenang dengan keputusan bulat dari para juri pengujian. Senapan ini diberi kode sebagai "Carbine, Caliber .30 M1," desain ini telah berubah dari desain menjadi purwarupa buatan tangan hingga diadopsi oleh Angkatan Darat hanya dalam beberapa bulan.

Senapan Semi Otomatis - M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Angkatan Laut dan Korps Marinir mengikuti langkah yang sama dalam memilih senapan baru untuk digunakan oleh para pelaut dan "pasukan khusus." Kurang dari sebulan sebelum serangan Jepang di Pearl Harbor, Winchester menerima kontrak untuk pengadaan 350.000 pucuk karabin. Winchester juga setuju untuk mengesahkan kontrak produksi karabin M1 tanpa royalti, dan sebagai gantinya, pemerintah membayar perusahaan tersebut sebesar $886.000 sebagai penggantian biaya penelitian dan pengembangan.

Senapan Semi Otomatis - M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Setelah AS bergabung dalam perang melawan kekuatan Poros, pemerintah mensubkontrakkan produksi karabin M1. Sepuluh kontraktor utama, termasuk Winchester, IBM, dan General Motors, merakit dan mengirimkan senjata jadi. Para kontraktor ini juga memproduksi beberapa suku cadang yang dibutuhkan, tetapi sebagian besarnya diproduksi oleh subkontraktor. Produksi dan alokasi suku cadang diarahkan oleh "Komite Integrasi Industri Karabin" yang dikelola pemerintah, guna memastikan tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan produksi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber Handley Page Halifax")

Senapan Semi Otomatis - M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Selama sejarah produksinya, beberapa modifikasi dilakukan pada desain awal untuk meningkatkan kinerja atau mempercepat produksi. Termasuk perubahan pada bolt, klem ujung laras, popor, kenop pengunci mekanisme penembakan, pengunci magasin, dan alat bidik belakang (pisir). 

Demikianlah artikel tentang M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Kedua). Artikel ini bersambung ke bagian ketiga dengan judul “M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Ketiga)", semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Weapon
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Senapan
#Senapan_Semi_Otomatis
#Perang_Dunia_II

Jumat, 08 November 2024

M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Pertama)


Senapan Semi Otomatis M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Jum'at, 8 November 2024

Setelah Perang Dunia II meletus, pihak militer yang bertanggungjawab di segmen pengadaan perlengkapan militer AS mulai menyadari kemungkinan bahwa AS akhirnya akan terlibat dalam konflik tersebut. Pada perang tersebut, militer AS menyadari satu kenyataan dimana trend taktik perang ternyata telah berubah, ketika manuver pasukan yang dipelopori oleh unit lintas udara dan lapis baja telah menggeser pola pertempuran parit yang statis (seperti pada Perang Dunia I), sangat jelas bahwa jalur komunikasi, pasokan, dan garis pertahanan belakang dapat tiba-tiba diserang oleh pasukan musuh. Angkatan Darat juga menyadari perlunya kru non garis depan dilengkapi dengan senjata pertahanan personal (PDW) yang memiliki daya tembak yang lebih besar ketimbang PDW yang mereka miliki saat itu (biasanya kru non garis depan hanya dilengkapi dengan pistol atau pistol mitraliur), tetapi PDW ini harus memiliki dimensi yang lebih kecil dari senapan tempur.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Amfibi / Seaplane Bomber Short Sunderland")

Senapan Semi Otomatis M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi untuk pengadaan senapan baru itu kemudian diterbitkan, di antaranya adalah persyaratan bahwa beratnya tidak boleh melebihi lima pon (atau sekitar 2,5 kg). Selain itu, senjata ini juga harus memiliki jarak tembak efektif sejauh 300 yard (sekitar 275 meter) dengan peluru Winchester kaliber .30 yang baru.  Senjata yang baru ini juga diharuskan untuk mengadopsi pasokan peluru dari magasin kotak yang dapat dilepas. 

Senapan Semi Otomatis M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Pada bulan Mei 1941, beberapa model uji diajukan untuk dievaluasi oleh pihak militer. Beberapa model senjata ini diajukan oleh berbagai perusahaan dan perancang perorangan. Di antara mereka yang diwakili adalah penemu senapan M1 John Garand dari Springfield Armory; Eugene Reising dari Harrington & Richardson (Reising pada saat itu sangat dikenal karena pistol mitraliur buatannya digunakan oleh Marinir di palagan Pasifik), LH Hoover dari Auto Ordnance, produsen pistol mitraliur Thompson; dan Val Browning, putra John Browning, yang desainnya diajukan oleh Colt.

Senapan Semi Otomatis M1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Winchester juga telah mengerjakan desain senapan semi otomatis dengan mekanisme gas operated, tetapi karena perusahaan ini harus menjalankan produksi senapan M1 Garand (yang pada saat itu produksinya dikejar untuk memenuhi kuota yang diminta oleh militer), Perusahaan ini gagal memenuhi tenggat waktu pengajuan. Dua rancangan senjata ditolak karena gagal memenuhi spesifikasi Angkatan Darat, dan enam purwarupa yang lolos kualifikasi awal lalu dievaluasi di Aberdeen Proving Grounds, Maryland, pada bulan Juni.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Anti Kapal Selam / Anti Submarine Warfare Aircraft - Breguet Alize")

Senapan Semi Otomatis M1A1 Carbine
militerbanget.blogspot.com

Meskipun semua purwarupa senapan ini layak dipertimbangkan, tidak satu pun dari senjata dari pengajuan awal ini yang sepenuhnya memenuhi harapan Angkatan Darat, dan uji coba lainnya kemudian dijadwalkan pada bulan September. Karena mendapat dukungan penuh dari pihak militer, pabrikan Winchester kemudian memodifikasi senapan eksperimentalnya agar dapat memenuhi spesifikasi yang diajukan oleh Angkatan Darat.

Demikianlah artikel tentang M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Pertama). Artikel ini bersambung ke bagian kedua dengan judul “M1 Carbine, Senapan Semi Otomatis “Ringan” Era Perang Dunia II (Bagian Kedua)", semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Weapon
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Senapan
#Senapan_Semi_Otomatis
#Perang_Dunia_II

Kamis, 07 November 2024

EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Keempat)


Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Kamis, 7 November 2024

Kendaraan pengintai lapis baja racikan dari Prancis ini memang punya tempat tersendiri bagi pecinta militer di Indonesia. Bukan tanpa alasan, alutsista ini memang pada suatu masa pernah menjadi salah satu alutsista andalan dari TNI. Dan bukan hanya itu, alutsista ini juga punya keunikan tersendiri, karena memioiki sistem kemudi dual, yang artinya pengemudinya ada dua, dimana konfigurasinya saling membelakangi. Alhasil, kendaraan ini dapat bergerak secara dua arah (maju atau mundur) dengan kelincahan dan performa yang sama. Supaya artikel ini dapat mudah untuk dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Ketiga)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan pengintai ini tidak hanya ditujukan untuk misi pelacakan dan identifikasi lawan (misi seperti ini sejatinya dapat dipikul oleh kendaraan yang lebih ringan dengan senjata yang lebih ringan), tetapi juga dengan misi keamanan di medan perang (misalnya pertahanan sisi lambung dan perlindungan ofensif) yang membutuhkan daya tembak yang besar tidak hanya untuk menghancurkan elemen-elemen terdepan musuh, tetapi juga untuk menahan serangan mendadak dari kendaraan lapis baja lawan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber Bristol Beaufort")

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Portugal memesan 50 unit varian EBR dan 28 unit varian ETT pada tahun 1956. Sebagian besar kendaraan ini ditempatkan pada unit pengintaian Angkatan Darat yang ditempatkan di negara-negara jajahan Portugis seperti Angola dan Mozambik. Kendaraan ini ditempatkan di Lokasi tersebut pada saat pecahnya Perang Seberang Laut Portugis dan digunakan pada tahap awal dalam operasi kontra pemberontakan. Pada tahun 1974, selama Revolusi Bunga Anyelir, Kendaraan EBR 75 FL10 dari Gerakan Angkatan Bersenjata berhadapan dengan tank M47 Patton dari pasukan loyalis di Praça do Comércio. Awak kendaraan dari kedua belah pihak akhirnya mundur tanpa insiden.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Amfibi / Seaplane Bomber Short Sunderland")

Selain Portugal dan beberapa negara di di Afrika Utara, satu-satunya penjualan ekspor EBR adalah beberapa jumlah kecil yang diproduksi untuk Angkatan Darat Indonesia dan Bundesgrenzschutz Jerman Barat.

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Umum Kendaraan Pengintai Lapis Baja Panhard EBR


Jenis: Kendaraan pengintai beroda, lapis baja
Asal negara: Prancis
Catatan operasional

Dioperasikan oleh: 
Angkatan Darat Prancis
Angkatan Darat Indonesia
Angkatan Darat Portugis

Sejarah produksi
Perancang: Panhard
Pabrikan: Panhard
Diproduksi: Tahun 1951-1960

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Teknis Kendaraan Pengintai Lapis Baja Panhard EBR


Bobot operasional:  
12,5 ton (13,8 ton pendek; 12,3 ton panjang) (model 1951)
14,9 ton (16,4 ton pendek; 14,7 ton panjang) (model 1954)
Panjang: 6,15 m (20 kaki 2 inci)
Lebar: 2,42 m (7 kaki 11 inci)

Tinggi: 
2,24 m (7 kaki 4 inci) (konfigurasi empat roda)
2,32 m (7 kaki 7 inci) (konfigurasi delapan roda)

Awak: 4 orang (pengemudi, komandan, penembak dan pengemudi belakang)

Proteksi (Lapisan baja): 
Turret depan: 40 mm (miring)
Sisi turret: 25 mm
Lambung depan: 20 mm (miring)
Sisi lambung: 15 mm

Persenjataan utama
Model 1951: meriam laras berulir SA 49 kaliber 75 mm (56 peluru) Model 1951 yang dievaluasi ulang: meriam tekanan rendah CN 90 F2 kaliber 90 mm (43 peluru)
Model 1954: meriam laras berulir kecepatan tinggi SA 50 75 mm (36 peluru)

Persenjataan sekunder
3 x senapan mesin Reibel MAC31 7,5 mm yang paling umum, terkadang 4 x senapan mesin ringan MG 7,5 mm dan 4x mortir asap DREB

Dapur pacu: Mesin bensin Panhard 12 H 6000 S flat-twelve 200 hp pada 3700 RPM

Rasio Daya/berat: 15,6 hp/ton
Sistem kemudi: dua gearbox tandem 4 kecepatan yang menyediakan total 16 rasio gigi yang berbeda

Suspensi: pegas koil dan hidropneumatik, 8×8
Ground clereance: 340 hingga 420 mm
Kapasitas bahan bakar: 370 liter
Jarak jelajah operasional maksimum: 700 km (430 mil)

Kecepatan maksimum: hingga 115 km/jam (71 mph)
75 km/jam (47 mph) hingga 85 km/jam (53 mph) di jalan sekunder
10 km/jam (6,2 mph) hingga 25 km/jam (16 mph) di medan kasar dan tidak rata

Sistem kemudi
As roda depan dan belakang (Artinya bisa bergerak dalam dua arah)

Demikianlah artikel tentang EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Keempat), semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Panhard EBR
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Indonesia
#Kendaraan_Lapis_Baja

Rabu, 06 November 2024

EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Ketiga)


Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Rabu, 6 November 2024

Kendaraan pengintai lapis baja racikan dari Prancis ini memang punya tempat tersendiri bagi pecinta militer di Indonesia. Bukan tanpa alasan, alutsista ini memang pada suatu masa pernah menjadi salah satu alutsista andalan dari TNI. Dan bukan hanya itu, alutsista ini juga punya keunikan tersendiri, karena memioiki sistem kemudi dual, yang artinya pengemudinya ada dua, dimana konfigurasinya saling membelakangi. Alhasil, kendaraan ini dapat bergerak secara dua arah (maju atau mundur) dengan kelincahan dan performa yang sama. Supaya artikel ini dapat mudah untuk dipahami, silahkan baca artikel sebelumnya dengan judul: “EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Kedua)”. Dan berikut ini adalah artikel kelanjutannya:

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Model 1954 dihentikan produksinya pada tahun 1964, tetapi hanya sedikit dari varian ini yang masih bertugas di resimen kavaleri sebagai kendaraan pos komando. Dijuluki sauterelle (bahasa Inggris: grasshopper), EBR ini memiliki senjata SA 50 yang dinonaktifkan dan rak amunisinya dilepas untuk mengosongkan ruang agar sesuai dengan meja peta dan radio jarak jauh. Beberapa model EBR 1954 dibeli oleh Republik Federal Jerman (Jerman barat), Indonesia dan Portugal (78 unit), yang terakhir kemudian digunakan pada Perang Kolonial Portugis.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - APC Pandur II")

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

EBR-ETT


ETT Engin de Transport de Troupe (bahasa Inggris: troop transport vehicle ) adalah varian APC yang awalnya dikembangkan untuk peleton yang berevolusi bersama EBR dalam unit pengintaian tentara Prancis. Dua purwarupa diuji antara tahun 1956 dan 1957, tetapi akhirnya tidak diadopsi oleh Angkatan Darat Prancis karena performanya dinilai tidak memenuhi syarat. Akhirnya, 28 unit varian ini dibeli oleh Angkatan Darat Portugis, untuk memperkuat skuadron pengintaian yang dilengkapi EBR.
Catatan operasional

Sejak tahun 1935, Prancis telah terlibat dalam pembuatan dan penggunaan berbagai macam kendaraan pengintai lapis baja beroda yang dipersenjatai dengan senjata berkemampuan anti-tank. Ini merupakan hasil reformasi yang diprakarsai oleh Divisi Mekanik Ringan (DML).

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Doktrin taktis Prancis mengharuskan elemen pengintaian untuk mencakup dan menjangkau medan perang yang besar dan luas, terutama untuk mengisi celah pada barisan tank yang lambat dan membutuhkan perawatan tinggi pada saat itu. Yang juga perlu diperhatikan adalah cara terbaik untuk mengerahkan, mengumpulkan, dan memusatkan tank, yang mencegah penyebarannya demi keselamatan dan perlindungan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber Bristol Beaufort")

Kendaraan Pengintai Lapis Baja
Scout Car - EBR Panhard
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan pengintai Prancis secara umum berbeda dengan doktrin negara lain, karena pada doktrin strategi yang dianut Prancis, kendaraan pengintai harus memiliki kemampuan anti tank yang memadai, sehingga kendaraan pengintai dari Prancis selalu dilengkapi dengan Meriam kaliber besar. Jejaknya dapat dilihat dari seri MD 178 yang muncul di era sebelum sebelum perang yang dipersenjatai dengan meriam anti-tank 25 mm (yang pada saat itu merupakan kaliber yang signifikan untuk kendaraan sekecil itu) hingga penerus langsung EBR, AMX -10RC, yang juga digunakan untuk pengintaian beroda, dan dipersenjatai dengan meriam kaliber 105 mm yang kuat dengan konfigurasi tembakan otomatis, sehingga daya tembaknya yang setara dengan tank tempur utama tahun 1980-an. Pola yang yang sama diulang pada model AML 90 dan ERC 90 Sagaie.

Demikianlah artikel tentang EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Ketiga). Artikel ini bersambung ke bagian keempat dengan judul “EBR Panhard, Kendaraan Pengintai Lapis Baja Unik dari Prancis Yang Pernah Memperkuat Alutsista Indonesia (Bagian Keempat)", semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Panhard EBR
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Indonesia
#Kendaraan_Lapis_Baja