Rabu, 16 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Keempat)



Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 16 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 3

Negara Pengguna


Austria
Angkatan Udara Austria (18 pesawat)

Bangladesh
Angkatan Udara Bangladesh (delapan pesawat bekas Jerman)

Belgia
Komponen Udara Belgia (50 pesawat, lima di antaranya bekas Jerman)

Biafra
Angkatan Udara Biafra (lima pesawat)

Brazil
Angkatan Udara Brasil (tujuh pesawat) Sipil CM-170M Magister terdaftar sebagai PT-ZIS

Kamboja
Angkatan Udara Kamboja (empat pesawat)

Kamerun
Angkatan Udara Kamerun (sembilan pesawat bekas Prancis)

El Salvador
Angkatan Udara El Salvador (sembilan pesawat bekas Israel)

Finlandia
Angkatan Udara Finlandia (80 pesawat, 18 diproduksi di Prancis, 62 di Finlandia)

Prancis 
Angkatan Udara Prancis (397 pesawat)
Angkatan Laut Prancis (32 pesawat)
Angkatan Udara Gabon (lima pesawat bekas Jerman)

Jerman
Luftwaffe (250 pesawat (62 baru dan 188 produksi lisensi))
Angkatan Laut Jerman (15 pesawat)

Irlandia
Korps Udara Irlandia (Tujuh CM170-2)

Israel
Angkatan Udara Israel (52 pesawat, 16 baru dan 36 produksi berlisensi, digantikan oleh Beechcraft T-6 Texan II)

Katanga
Jumlahnya tidak diketahui

Republik Khmer
Angkatan Udara Nasional Khmer mengoparsikan setidaknya 4 unit

Libanon
Angkatan Udara Lebanon (delapan pesawat bekas Jerman)

Libya
Angkatan Udara Arab Libya (12 pesawat bekas Prancis)

Maroko
Angkatan Udara Kerajaan Maroko (21 pesawat baru, bekas Prancis dan bekas Jerman)

Nikaragua
Angkatan Udara Nikaragua

Rwanda
Angkatan Udara Rwanda (tiga pesawat bekas Prancis)

Senegal
Angkatan Udara Senegal (lima pesawat bekas Brasil)

Togo
Angkatan Udara Togo (empat pesawat bekas Jerman)

Uganda
Angkatan Udara Uganda (12 pesawat bekas Israel)

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre")


Spesifikasi Pesawat pesawat latih jet Fouga CM.170 Magister


Karakteristik umum
Kru: Dua orang
Panjang: 10,06 m (33 kaki 0 inci)
Lebar sayap: 12,15 m (39 kaki 10 inci)
Tinggi: 2,80 m (9 kaki 2 inci)
Luas sayap: 17,30 m² (186,1 ft²)
Berat kosong: 2.150 kg (4.740 lb)
Berat muatan: 2.850 kg (6.280 lb)
Berat lepas landas maksimum: 3.200 kg (7.055 lb)

Dapur pacu: 2 × mesin turbojet Turbomeca Marboré IIA, masing-masing 3,92 kN (880 lbf)

Performa
Kecepatan maksimum: 715 km/jam (386 knot, 444 mph) pada ketinggian 9.000 m (30.000 kaki)
Jarak jelajah: 925 km (500 mil laut, 575 mil)
Elevasi operasional: 11.000 m (36.080 kaki)
Kecepatan pendakian: 17 m/s (3.345 kaki/menit)
Beban sayap: 165 kg/m² (34 lb/ft²)
Rasio daya dorong/berat: 0,28

Persenjataan
2x senapan mesin kaliber 7,5 mm atau 7,62 mm, kapasitas 200 butir peluru/senjata
Muatan hingga 140 kg (310 lb) senjata pada dua hardpoint (pylon) di bawah sayap, termasuk bom seberat 50 kg (110 lb), roket tanpa penuntun, dan rudal anti-tank Nord Aviation SS.11.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior Versi ke II")


Catatan:
Biafra adalah nama negara yang memproklamasikan kemerdekaannya dari Nigeria pada tahun 1967. Negara ini, dengan nama resmi Republik Biafra, berlokasi di wilayah tenggara Nigeria dan didirikan oleh etnis Igbo. Biafra berdiri selama sekitar tiga tahun, dari 30 Mei 1967 hingga 15 Januari 1970, sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke Nigeria.

Negara Katanga: Sebuah negara yang memproklamasikan kemerdekaan dari Republik Kongo (Léopoldville) pada 11 Juli 1960, di bawah kepemimpinan Moise Tshombe. Negara ini hanya bertahan hingga 1963.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Pesawat
#Pesawat_Latih

Senin, 14 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Ketiga)


Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Trainee Airplane)
Fouga CM.170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 10 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 2

Belgia
Angkatan Udara Belgia mengoperasikan 50 unit Magister sebagai pesawat latih utama. Tim aerobatik The Red Devils juga menggunakannya sebagai pesawat untuk airshow. Sejumlah kecil Magister tetap digunakan hingga September 2007, sebagai pesawat latih untuk menambah jam terbang bagi perwira senior. Angkatan Udara Belgia adalah negara terakhir yang menggunakan Magister untuk tugas operasional.

Kongo
Selama Krisis Kongo, Angkatan Udara Katangese (FAK) yang pro-pemisahan diri membeli sembilan Magister dari Prancis. Dikonfirmasi operasional pada bulan Juli 1961, mereka tampaknya dipiloti oleh tentara bayaran yang diberikan misi untuk menghancurkan beberapa pesawat ONUC pada bulan September, termasuk Douglas DC-4. Hanya satu unit yang ditinggalkan oleh awaknya di Kolwezi karena masalah mekanis - yang selamat dari konflik.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Transport-Multi Peran / Transport-Utility Helicopter - Kaman H-43B Huskie")

Irlandia
Korps Udara Irlandia mengoperasikan enam Fouga Magister dari tahun 1975 hingga 1999, empat di antaranya melengkapi tim aerobatik Silver Swallows.

Brazil
Força Aérea Brasileira (FAB) menggunakan Fouga Magister dalam tim pertunjukan aerobatik mereka, Esquadrilha da Fumaça, dari tahun 1968 hingga 1975. Pesawat ini diberi nomor T-24 dalam seri pelatih dengan sebutan tipe FAB.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Trainee Airplane)
Fouga CM.170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Varian


CM.170 Magister - tiga unit purwarupa dan 10 unit pesawat praproduksi.

CM.170M Magister - dua purwarupa untuk Aéronavale Prancis

CM.170-1 Magister - versi produksi pertama dengan mesin Turbomeca Marboré II; 761 unit diproduksi termasuk 188 unit di Jerman Barat, 62 di Finlandia, dan 50 di Israel.

CM.170-2 Magister – varian dengan mesin Marboré VI yang dimodernisasi dengan daya dorong masing-masing 4,7 kN (1.055 lbf); diproduksi sebanyak 137 unit.

CM.171 Makalu – Varian dengan rangka pesawat yang diperbesar untuk mengadopsi mesin Turbomeca Gabizo dengan daya dorong masing-masing 10,8 kN (2.422 lbf), satu-satunya purwarupa hilang dalam kecelakaan pada tanggal 20 Maret 1957. Tampaknya varian ini tidak diteruskan setelah kecelakaan tersebut.

CM.173 Super Magister/ Potez 94 – Varian dengan mesin Marboré Super VI dengan daya dorong masing-masing 5,1 kN (1.143 lbf) dan dilengkapi dengan kursi lontar, hanya satu purwarupa yang dibuat.

CM.175 Zéphyr Varian pesawat latih kapal untuk Aéronavale, dilengkapi dengan roda pendarat yang diperkuat, alat ketapel, dan kait penahan; diproduksi sebanyak 30 unit.

Potez CM.191 - Varian Magister dengan konfigurasi 4 kursi; diproduksi sebanyak dua unit.

IAI Tzukit atau AMIT Fouga – Varian dari Angkatan Udara Israel, dilengkapi dengan kokpit baru yang terbuat dari material komposit.

Fouga 90/90A – Varian modernisasi berdasarkan CM.170 dengan mesin Turbomeca Astafan yang memiliki daya dorong masing-masing sebesar 7,6 kN (1.715 lbf), kanopi yang dirancang ulang untuk visibilitas yang lebih baik, dan avionik yang dimodernisasi. Satu unit purwarupa dibuat. Versi 90A yang diusulkan dilengkapi dengan mesin Turbomeca Astafan 790 kp; kedua versi ini tidak dilanjutkan ke tahap produksi karena sepi peminat.

Bersambung ke Bagian 4

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Pesawat
#Pesawat_Latih

Kamis, 10 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Kedua)


Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 10 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 1

Angkatan Laut Prancis, Aéronavale, kemudian mengadopsi turunan Magister, CM.175 Zéphyr, sebagai pesawat latih dasar untuk latihan pendaratan di dek dan operasi kapal induk. Pesawat-pesawat ini didahului oleh dua purwarupa "bukti konsep" yang diberi kode CM.170M Magister, yang melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1956/57.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Versi Magister yang disempurnakan (dimodernisasi) yang diberi nama CM.170-2 Magister diproduksi mulai tahun 1960. Pesawat ini menggunakan dapur pacu mesin Turbomeca Marboré IV yang lebih bertenaga. Produksi Magister berakhir di Prancis pada tahun 1962 tetapi pesawat ini terus diproduksi di Finlandia hingga tahun 1967.

Pengembangan pesawat ini berakhir ketika Angkatan Udara Prancis memilih Alpha Jet sebagai pesawat latih jet baru mereka. Setelah dipensiunkan, sejumlah Magister dibeli oleh pribadi di AS dan dioperasikan dalam kategori eksperimental dan juga pesawat koleksi (hobby).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Bulat")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Sejarah operasional


Pelanggan ekspor pertama adalah Jerman yang memesan 62 unit pesawat dari Fouga, dan Flugzeug Union Süd (konsorsium Heinkel dan Messerschmitt) kemudian memproduksi secara lisensi 188 unit pesawat. Selain itu CM.170 juga diproduksi di bawah lisensi oleh Valmet di Finlandia, dan Israel Aircraft Industries di Israel, dengan total produksi 929 unit. Dari jumlah tersebut 286 unit diselesaikan di bawah lisensi.
Israel

Angkatan Udara Israel mengoperasikan versi yang diproduksi dengan lisensi, IAI Tzukit. Meskipun pada dasarnya merupakan pesawat latih, pesawat ini ternyata digunakan dalam Perang Enam Hari 1967 oleh Skuadron 147 sebagai pesawat pendukung jarak dekat, menyerang target di garis depan Mesir selama hari pertama perang, ketika pesawat tempur Israel yang lebih canggih dikerahkan dalam Operasi Fokus terhadap pangkalan udara Arab. Pesawat-pesawat ini kemudian dikerahkan melawan pasukan Yordania, termasuk kendaraan lapis baja, di Tepi Barat. Magister terbukti efektif dalam misi dukungan jarak dekat meskipun menimbulkan banyak korban, dengan enam orang tewas.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

El Salvador
El Salvador membeli 9 unit pesawat bekas Israel dan 3 pesawat Magister Prancis diakuisisi oleh Angkatan Udara Salvador yang kemudian digunakan sebagai pesawat latih dan pesawat serang darat dalam Perang Saudara Salvador dengan menggunakan bom dan senapan mesin 7,62 mm yang dipasang di hidung. Tidak ada yang tercatat hilang akibat tembakan musuh, tetapi hanya lima unit yang masih dalam kondisi siap pakai pada akhir perang.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Transport-Multi Peran / Transport-Utility Helicopter - Kaman H-43B Huskie")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traneer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Finlandia
Pada tahun 1958-1959, Finlandia membeli 18 Fouga Magister dari Prancis. Pada saat yang sama negara ini juga memperoleh lisensi manufaktur. Pabrikan pesawat Finlandia, Valmet, kemudian memproduksi 62 pesawat Fouga antara tahun 1958–67. Pesawat buatan Prancis itu membawa sebutan FM-1...-18 dan FM-21...-82 buatan Finlandia. Pesawat itu lalu dioperasikan sebagai pelatih jet di Angkatan Udara Finlandia antara tahun 1958–1988 hingga posisinya digantikan oleh BAe Hawks. Sebanyak 21 unit Fouga Magister hancur dalam kecelakaan, enam di antaranya berakibat fatal. Julukan Angkatan Udara Finlandia yang biasa untuk pesawat itu adalah Kukkopilli (Ocarina) karena suara unik yang keluar dari mesin turbojet Turbomeca Marboré.

Bersambung ke Bagian 3

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Prancis
#Pesawat
#Pesawat_Latih

Rabu, 09 Juli 2025

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister (Bagian Pertama)


Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 9 Juli 2025

Fouga Magister (nama resmi dari Perusahaan untuk pesawat ini adalah CM.170) adalah pesawat latih jet dua tempat duduk buatan Prancis tahun 1950-an. CM.175 Zéphyr yang dilengkapi dengan tailhook adalah varian untuk landasan kapal Induk Angkatan Laut Prancis.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Meskipun pesawat ini didapuk sebagai pesawat latih pertama yang diproduksi khusus dengan konfigurasi dua kursi dan menggunakan mesin turbojet, ternyata konfigurasi ini sudah ada pada pesawat latih Fokker S.14 Machtrainer yang penerbangan pertamanya, produksi dan operasional aktif satu tahun sebelum CM.170. Namun, Magister jauh lebih sukses ketimbang Machtrainer, diproduksi dalam jumlah yang jauh lebih besar dan diekspor ke banyak negara. Hampir 1.000 unit pesawat Magister diproduksi dibandingkan dengan hanya 21 unit pesawat Machtrainer.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft - Mikoyan-Gurevich MiG-19")

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Desain dan pengembangan

Pada tahun 1948, pabrikan Fouga merancang pesawat latih utama bertenaga jet yang disebut CM.130 untuk digunakan oleh Angkatan Udara Prancis (Armée de l'Air, AdA) yang rencananya diposisikan sebagai pengganti pesawat Morane-Saulnier MS.475 yang bermesin piston. Ketika AdA menemukan bahwa pesawat tersebut kekurangan tenaga dari dua mesin turbojet Turbomeca Palas, Fouga memperluas desain dasar dan menggunakan mesin Turbomeca Marboré yang lebih bertenaga. 

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Ekor berbentuk V yang khas dari CM.170 Magister yang baru berasal dari glider CM.8 (alias Castel-Mauboussin 8) yang digunakan Fouga sebagai basis uji coba penerapan mesin jet. Pada bulan Desember 1950, AdA memesan tiga unit purwarupa, dengan pesawat pertama terbang pada tanggal 23 Juli 1952. Sebanyak 10 pesawat praproduksi dipesan pada bulan Juni 1953 diikuti oleh pesanan produksi pertama sebanyak 95 unit pesawat pada tanggal 13 Januari 1954. Fouga kemudian membangun pabrik perakitan baru di Toulouse-Blagnac untuk memproduksi pesawat tersebut. Pesawat tersebut mulai mulai dioperasikan oleh Angkatan udara Prancis pada tahun 1956.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Bulat")

Fouga Magister 170R dirancang pada tahun 1949 oleh Robert Castello dan Pierre Mauboussin. Purwarupa pertama terbang pada tanggal 23 Juli 1952 dan yang pertama dijual ke AdA terbang pertama kali pada bulan Februari 1956.

Pesawat Latih / Traineer Airplane Fouga CM.170 Magister
Pesawat Latih (Traineer Airplane)
Fouga CM. 170 Magister
militerbanget.blogspot.com

Karena adanya beberapa penggabungan beberapa industri, pesawat ini kemudian dikenal dengan nama "Fouga CM.170 Magister", "Potez (Fouga) CM.170 Magister", Sud Aviation (Fouga) CM.170 Magister" dan "Aérospatiale (Fouga) CM.170 Magister" tergantung di mana dan kapan pesawat tersebut dibuat.

Catatan Tambahan:
Pesawat glider atau pesawat layang adalah pesawat  yang  terbang di udara dengan cara melayang, karena pesawat jenis ini tidak dilengkapi dengan mesin. Secara prinsip adalah pesawat bersayap, dan walaupun memiliki bobot yang lebih berat daripada udara, pesawat ini masih dapat melayang dengan sepenuhnya mengandalkan gravitasi untuk propulsi. Pesawat ini diluncurkan dari dataran tinggi dan meluncur ke depan sambil kehilangan ketinggian, dengan efisiensi penurunannya diukur sebagai laju penurunan. Atau ditarik oleh pesawat lain sampai dengan batas elevasi tertentu dan kemudian dilepas untuk melayang turun secara halus.

Bersambung ke Bagian 2

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pesawat
#Pesawat_Transport
#Perang_Dunia_II

Selasa, 08 Juli 2025

Howitzer Swagerak M7 Priest, Sistem Artileri Swagerak Amerika Yang Paling Mematikan di Perang Dunia II (Bagian Keempat)


Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 8 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 3

Catatan Operasional Artileri Swagerak M7


Melalui Lend-Lease, pengiriman pertama M7 dikirim ke Angkatan Darat Inggris yang beroperasi di Afrika Utara. Batch pertama yang berjumlah 90 unit langsung digunakan dalam pertempuran kedua El Alamein, pada bulan Oktober 1942, berdampingan dengan artileri swagerak 25 pdr Bishop buatan Inggris. Kedua system artileri ini berada dibawah komando Tentara Kedelapan militer Inggris dan terus dioperasikan hingga akhir kampanye dengan jumlah yang terus meningkat secara signifikan. Performa artileri ini terbukti sangat optimal pada front di daerah pegunungan dan perbukitan Sisilia dan Italia.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine gun - TDI Kriss Super V")

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Satu-satunya kendala yang harus dihadapi oleh Inggris adalah bahwa ini adalah alutsista orisinil buatan AS, dengan senjata dan persenjataan AS, yang mempersulit rantai logistik pasokan (terutama pada komponen dan sen jata dan mesin). Pada tahun 1943, semakin banyak Sexton standar Inggris buatan Kanada diperkenalkan. M7 juga terlibat secara besar-besaran di Normandia dan di seluruh kampanye Eropa barat. Walaupun alutsista ini diproduksi secara masif dan didistribusikan ke palagan Eropa, namun tak ada satupun yang dikirim ke Uni Soviet (kemungkinan karena Rusia memiliki inventaris artileri dan juga tank serta derivatifnya dalam jumlah yang sangat masif sehingga AS enggan untuk mendistribusikannya ke Rusia).

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

M7 juga digunakan dalam jumlah yang semakin banyak di teater Pasifik. Misalnya, mereka mengambil peran yang sangat aktif selama kampanye Filipina. Kendaraan Inggris juga terlibat dalam kampanye Burma. Mereka terbukti berperan penting selama Pertempuran Meiktila dan kemajuan di Rangoon pada tahun 1945. Secara taktis, setiap divisi AS memiliki tiga batalion HMC M7, yang menyediakan tingkat dukungan artileri bergerak yang sangat baik. M7 terbukti cukup andal untuk bertugas lama setelah PD II, selama perang Korea. Varian B2 masih menjadi cadangan pada awal tahun 1960-an, dan banyak yang dilestarikan saat ini di beberapa museum dan juga koleksi pribadi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft - Mikoyan-Gurevich MiG-19")

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Artileri Swagerak M7 ”Priest”


Jenis: Arileri Swagerak (Self Propelled Artilerry/Self Propelled Gun)
Asal negara: Amerika Serikat

Negara Pengguna:
Angkatan Darat Amerika Serikat
Angkatan Darat Argentina
Angkatan Darat Austria
Angkatan Darat Belgia
Angkatan Darat Inggris
Angkatan Darat Kanada
Angkatan Darat Prancis
Pasukan Pertahanan Israel
Angkatan Darat Italia
Angkatan Darat Norwegia
Angkatan Darat Pakistan
Angkatan Darat Filipina
Kepolisian Filipina
Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok
Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman Barat)
Tentara Rakyat Yugoslavia

Catatan operasional di medan perang:
Perang Dunia II
Perang Korea

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Sejarah produksi


Pabrikan
American Locomotive Company (M7)
Pressed Steel Car (M7B1)
Federal Machine and Welder (M7) 
Tahun Produksi: April 1942 – Juli 1945

Total produksi 
M7: 3489 Unit
M7B1: 826 Unit
M7B2: 127 Unit dikonversi dari M7B1
Varian: M7, M7B1, M7B2

Spesifikasi Teknis
Bobot operasional: 50.640 pon (22,97 metrik ton)
Panjang: 19 kaki 9 inci (6,02 m)
Lebar: 9 kaki 5 inci (2,87 m) dengan pelindung pasir
Tinggi: 8 kaki 4 inci (2,54 m) atau 9 kaki 8 inci (2,95 m) di atas senapan mesin AA
Awak: 8 Orang
Ketebalan lapisan baja: 12–62 mm

Persenjataan 
Senjata utama: 1 x Howitzer kaliber 105 mm M1/ M2 dengan 69 butir peluru
Persenjataan sekunder: 1 × Senapan mesin Browning M2 kaliber 0,5 inci (12,7 mm) dengan 300 butir peluru

Mesin: 
Continental R-975 C1 /C4 Ford GAA (M7B1) 400 atau 340 hp (298 atau 254 kW)

Suspensi: Pegas volute vertikal
Jangkauan operasional: 120 mil (193 km)

Kecepatan maksimum: 
24 mph (39 km/jam) di jalan raya
15 mph (24 km/jam) Medan off road (lintas alam)

Catatan Tambahan:
Kampanye Filipina (atau dalam literasi lain sebagai “Pertempuran Filipina”, Kampanye Filipina Kedua, atau Pembebasan Filipina dengan nama sandi Operasi Musketeer I, II, dan III) adalah kampanye militer gabungan yang terdiri dari militer Amerika, pejuang Filipina, militer Australia, dan Meksiko untuk mengusir pasukan Kekaisaran Jepang yang menduduki Filipina selama Perang Dunia II.

Militer Kekaisaran Jepang menguasai seluruh Filipina selama paruh pertama tahun 1942. Dua tahun kemudian, pembebasan Filipina dari Jepang dimulai dengan pendaratan pasukan Sekutu di pulau Leyte di Filipina timur pada tanggal 20 Oktober 1944. Sementara Manila berhasil dibebaskan setelah pertempuran perkotaan yang intens pada awal tahun 1945, pertempuran di tempat lain di Filipina berlanjut hingga akhir perang. Pasukan militer Amerika Serikat dan Persemakmuran Filipina, dengan dukungan angkatan laut dan udara dari Australia dan Skuadron Tempur ke-201 Meksiko, masih dalam proses membebaskan Filipina ketika pasukan Jepang di Filipina diperintahkan untuk menyerah oleh Tokyo pada tanggal 15 Agustus 1945, setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom dan invasi Soviet ke Manchuria.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Tank Encyclopedia
2. Miltari Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Artileri
#Artileri_Swagerak
#Perang_Dunia_II