Rabu, 15 Januari 2020

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)


Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020

TAPV atau Tactical Armoured Patrol Vehicle dikembangkan oleh pabrikan Textron sebagai perusahaan swasta. APC ini adalah varian yang lebih berat dari kendaraan patroli keamanan lapis baja Guardian M1117 yang telah menyandang gelar combat proven, yang digunakan oleh Angkatan Darat AS. TAPV dirancang untuk digunakan dalam perang asimetris (pertempuran di perkotaan atau urban). 

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Angkatan Bersenjata Kanada telah memesan 500 unit kendaraan ini pada tahun 2012 dengan opsi 100 unit tambahan. Kendaraan pertama dijadwalkan akan dikirimkan pada tahun 2014. Namun ternyata pengiriman tersebut mundur dari kesepakatan, dan kendaraan ini baru bisa dikirimkan kepada pemesan pada tahun 2016. Rencananya seluruh pesanan akan selesai dikirim sekitar tahun 2018.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber - Junkers Ju-52)

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan baru ini secara bertahap akan menggantikan posisi RG-31, kendaraan anti ranjau, yang saat ini masih dioperasikan secara luas oleh Angkatan Bersenjata Kanada. Direncanakan bahwa dari 500 unit TAPV yang dipesan oleh Angkatan Bersenjata Kanada, sekitar 200 unit kendaraan akan digunakan untuk fungsi pengintaian, sementara yang lain akan digunakan sebagai sarana angkut personel lapis baja.

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

APC TAPV memiliki fitur sebagai kendaraan angkut personel lapis baja dan juga kendaraan anti ranjau sekaligus sebagai kendaraan pembersih ranjau. APC ini dirancang untuk dapat melindungi awak dan pasukan terhadap ledakan ranjau darat dan alat peledak improvisasi (IED). Seperti diketahui, baik ranjau maupun IED adalah penyebab utama kematian bagi tentara Kanada di Afghanistan. 

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan ini memiliki lambung berbentuk V, dengan tambahan pelindung pada lambung yang mampu menyerap efek ledakan dan lubang roda berventilasi. 

Perlindungan ledakan juga ditingkatkan dengan peningkatan ground clearance. Awak dan penumpang memiliki kursi terpisah yang juga memiliki proteksi terhadap ledakan. TAPV dirancang untuk dapat menahan ledakan ranjau maupun bahan peledak improvisasi (IED) setara dengan 10 kg TNT pada setiap titik di bagian lambungnya. 

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Tingkat proteksi APC ini diklaim setara dengan tingkat proteksi yang terdapat pada kendaraan anti ranjau. Sistem proteksi lambung masih ditingkatkan lagi dengan pemasangan armor komposit. Bagian busur depan kendaraan ini dirancang untuk mampu menahan benturan atau tembakan amunisi kaliber 12,7mm dari tipe armor-piercing rounds. Sementara, bagian lain dari kendaraan ini memiliki ketahanan terhadap hantaman atau tembakan senjata ringan dan serpihan artileri. Dikatakan bahwa TAPV ini memiliki tingkat proteksi 20% lebih tinggi dibandingkan dengan M1117 sebelumnya.

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan lapis baja ini dilengkapi dengan stasiun senjata ganda yang dikendalikan dengan remote control, dipersenjatai dengan peluncur granat otomatis kaliber 40mm atau senapan mesin berat kaliber 12,7mm, bersama dengan senapan mesin kaliber 7,62mm. Sebagai opsi tambahan, TAPV juga dapat dipasangkan dengan meriam kaliber 25mm, namun persenjataan yang berat ini ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi awal TAPV.

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Versi pengangkut personel lapis baja memiliki 3 awak, termasuk komandan, juru tembak, dan pengemudi, dan dapat mengangkut hingga 7 personel dengan perlengkapan penuh. Versi pengintaian memiliki empat orang awak, termasuk komandan, juru tembak, pengemudi dan operator. Akses keluar masuk para awak kendaraan melalui pintu samping atau atap.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank - JS-3)

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Textron TAPV memiliki dapur pacu mesin diesel turbocharged Cummins QSL, yang menghasilkan daya sebesar 365 hp. Mesin terletak di bagian belakang. Kendaraan lapis baja ini menggunakan sistem poros suspensi independen, yang awalnya dirancang oleh Irish Timoney. Kendaraan dilengkapi dengan sistem inflasi ban sentral. Sayangnya, APC TAPV ini tidak memiliki kemampuan amfibi.

Meskipun peran dasar dari pengangkut personel lapis baja atau kendaraan pengintaian, Textron TAPV dapat disesuaikan agar sesuai dengan banyak peran dalam pertempuran. Versi yang mungkin dapat dilakoni oleh APC ini adalah; ambulans lapis baja, kendaraan komando, pengangkut mortir atau kendaraan pemulihan/bantuan mekanis.

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier
TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier – TAPV (Tactical Armoured Patrol Vehicle)


Asal Negara: Amerika Serikat
Operasional aktif: 2016
Awak: 3 orang
Kapasitas angkut personel: 7 orang

Dimensi dan berat

Berat: 17 ton
Panjang: 6,81 m
Lebar: 2,69 m
Tinggi: sekitar 3 m

Persenjataan (Standar)

1 x Senapan mesin berat kaliber 12,7mm 
1 x Senapan mesin kaliber 7,62 mm

Mobilitas

Mesin: Cummins QSL diesel
Daya mesin: 365 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 105 km/jam
Jarak jelajah maksimum: 644 km

Kemampuan manuver

Tanjakan maksimum: 60 derajat
Kemiringan samping maksimum: 30 derajat
Halangan vertikal: sekitar 0,6 m
Halangan parit: sekitar 0,6 m
Genangan air maksimum: 1,5 m

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Military-today.com
Wikipedia
Beberapa sumber lain


Selasa, 14 Januari 2020

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar


Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar
Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) - Saab Skeldar
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020

Artikel kali ini akan mengulas secara singkat, tentang Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang juga digunakan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia). Pesawat Nir Awak Saab Skeldar (Skeldar dalam bahasa Nordik berarti tameng atau perisai) merupakan sebuah unit UAV yang memiliki konfigurasi baling-baling seperti layaknya helikopter (konfigurasinya sama dengan MQ-8C dan MQ-8 Fire Scout buatan Northtrop Grumman). UAV ini bisa dikatakan sebagai pemain baru alias “anak bawang” dalam jagat UAV yang lebih banyak didominasi oleh unit dengan sayap tetap atau statis, tentu saja dengan sedikit pengecualian. 

Saab Skeldar memiliki mesin dengan kekuatan 55 tenaga kuda untuk memutar propeller utama dengan dua bilah daun dan propeller ekor, mampu terbang sampai dengan ketinggian 2.400 kaki (750 meter) dan dapat terbang secara horisontal maupun vertikal seperti helikopter pada umumnya. 

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar
Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) - Saab Skeldar
militerbanget.blogspot.com

Meskipun pada saat ini UAV Saab Skeldar belum diperlengkapi dengan kemampuan mengangkat persenjataan, design UAV ini mirip dengan generasi awal pesawat tanpa awak yang mengusung misi utama sebagai pengintai, atau pengamat untuk mengumpulkan data-data intelijen, dan UAV ini juga dapat dipasangi dengan berbagai peralatan untuk menunjang misi tersebut.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor")

UAV Skledar dapat mengemban beberapa tugas, seperti patroli maritim terbatas, alat transportasi ringan, alat untuk perang elektronik, dan alat pemantau. UAV ini juga dipasarkan sebagai solusi pesawat serba bisa yang dapat diluncurkan dari daratan maupun geladak kapal, sehingga UAV ini banyak diminati oleh Angkatan Darat maupun Angkatan Laut di seluruh dunia.

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar
Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) - Saab Skeldar
militerbanget.blogspot.com

Kelebihan UAV dengan konfigurasi baling-baling terhadap UAV dengan sayap statis adalah dalam hal mobilitasnya. UAV dengan baling-baling tidak memerlukan landasan untuk proses mendarat maupun lepas landas, dan dapat melayang statis di atas target ataupun mampu mengirimkan paket tanpa harus mendarat. Kelebihan lain dari UAV adalah tentu saja tanpa awak pada moda tersebut, sehingga alutsista model ini dapat meminimalisir kehilangan awak selama misi berlangsung. 

Skeldar juga dapat dikatakan memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan UAV konvensional bersayap statis yang saat ini banyak dioperasikan di dunia. Skeldar dikendalikan melalui stasiun di darat oleh sejumlah kru. Skeldar tergolong ke dalam kelas UAV jarak menengah dengan mengusung pendaratan dan peluncuran menggunakan alat yang dijalankan oleh awak darat. UAV ini belum memiliki system otonomi secara penuh sehingga masih bergantung pada system GCS untuk merubah perimeter misi secara tiba-tiba pada saat sedang mengudara.

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar
Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) - Saab Skeldar
militerbanget.blogspot.com

Rancang bangun dari UAV ini terbilang masih dasar dengan bagian utama membawa alat avionic, mesin, persediaan bahan bakar, peralatan misi dan lain-lain. UAV ini mengusung konsep helikopter berdimensi besar dengan menggunakan propeller utama di bagian atas tengah ruang utama dan propeller ekor kecil yang menghadap ke kiri yang diputar oleh batang internal melewati batang kerangka. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber - Junkers Ju-52)

Struktur pesawat bertumpu ke atas dengan kaki pendarat berupa skid statis seperti yang umum digunakan oleh helikopter konvensional. UAV ini memiliki panjang 4 meter, lebar 1,2 meter dan tinggi 1,3 meter. UAV ini dapat mengangkut peralatan misi berbobot lebih dari 40 kg dengan MTOW 200 kg. Memiliki kecepatan sekitar 130 km/jam dengan jarak operasi 150 kilometer di batas elevasi 2.400 m dengan lama terbang sekitar 5 jam.

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar
Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) - Saab Skeldar
militerbanget.blogspot.com

UAV Skeldar merupakan pengembangan dari CybAero APID 5.5. CybAero berdiri pada tahun 2003 sebagai kontraktor pesawat dan industri pertahanan dengan bidang utama pengembangan dan perancangan design system UAV. Skeldar lahir pada tahun 2005 atas inisiatif Saab yang kemudian menciptakan Skeldar V-150 di tahun 2006. Jenis ini lalu terus dikembangkan dan kemudian lahirlah V-200. Sampai saat ini, Skeldar masih menjadi produk UAV yang terus berevolusi dan memiliki masa depan yang menjanjikan.

Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) - Saab Skeldar
Pesawat Tanpa Awak/Unmanned Aerial Vehicle
(UAV) - Saab Skeldar
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Saab Skeldar V-200


Asal Negara: Swedia
Tipe Pesawat: Pesawat Tanpa Awak Rotary Wing
Bobot: 235 kg (MTOW)
Daya angkut: 40 kg

Dimensi

Panjang: 4,00 m 
Lebar: 1,20 m
Tinggi: 1.30 m
Diameter rotor utama: 4.70 m
Mesin: Water cooling Piston Engine 55 shp 

Performa 

Kecepatan maksimum: 140 km/jam
Radius tempur: 100 km
Ketinggian maksimum: 3.000 m
Daya tahan terbang: 6 jam lebih pada kecepatan jelajah ekonomis

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

Pesawat Tanpa Awak 
Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
Ferdinan Peys

Senin, 13 Januari 2020

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance


Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Senin, 13 Desember 2020

Awalnya, pesawat ini dirancang atas permintaan dari RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) yang kagum akan kehebatan dari pesawat tukik milik Jerman yang sangat kesohor saat itu yaitu Ju-87 Stuka, yang begitu hebat sepak terjangnya pada saat Perang Sipil Spanyol. Pada perang tersebut, memang Ju-87 Stuka menunjukkan performa puncaknya, dan kehebatannya dalam mendukung gerakan pasukan darat dalam strategi Blietzkriegnya pada fase awal Perang Dunia ke II. Berdasarkan kenyataan itu, pihak RAF mengambil kesimpulan, bahwa RAF juga harus memiliki pesawat dengan kemampuan yang serupa dengan Ju-87 Stuka tersebut.

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Ironisnya, pada saat pihak pabrikan asal Amerika Serikat sudah berhasil mewujudkan keinginan RAF tersebut dalam bentuk pesawat yang definitive, yaitu Vultee Vengeance, pihak RAF malah berubah pikiran. RAF berkesimpulan, bahwa pesawat tipe ini ternyata sangat rentan dan menjadi target yang sangat mudah bagi pesawat 
tempur. Kesimpulan tersebut berdasarkan kenyataan yang didapat pada saat Battle of Britain, dimana pada saat itu, Ju-87 Stuka ternyata sangat rentan dan sangat mudah dijatuhkan oleh pesawat tempur mesin tunggal milik Inggris. Akibatnya, RAF lalu memutuskan bahwa pesawat Vengeance tidak sesuai jika dioperasikan di Front Eropa tetapi cukup memenuhi syarat jika dioperasikan di wilayah yang kharakteristik perangnya berbeda, seperti di Birma (Myanmar).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Lapis Baja / Panzer - Schwerer Panzerspahwagen SdKfz 231 (8-rad))

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Walaupun ketenaran pesawat ini seakan-akan lenyap dan tak tercatat dalam sejarah, tetapi faktanya, pesawat ini sangatlah andal, stabil, dan juga akurasinya sangat tinggi pada saat menjatuhkan bom di atas target. Di Myanmar, walaupun tanpa pengawalan pesawat tempur, Vengeance milik RAF dan Indian Air Force menyerang posisi Jepang di Imphal dan Kohima, serta melakukan serangan pemboman presisi terhadap target strategis berupa jembatan, yang merupakan jalur logistik yang sangat vital bagi bala tentara Jepang.

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Fleet Air Arm (FAA) menerima 113 unit Vengeance, 88 unit dikirim pada akhir bulan Agustus 1945 dan sisanya dikirimkan pada tahun 1946. Tidak ada satupun Vengeance milik FAA tersebut yang pernah mencicipi pertempuran, dan pesawat-pesawat tersebut hanya digunakan sebagai target tug saja.

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Royal Australian Air Force (RAAF) menerima Vengeance dalam jumlah yang signifikan pada tahun 1942, yaitu sekitar 342 unit. RAAF mengoperasikan pesawat ini di front Papua Nugini dan setelah ditarik dari garis depan, pesawat ini digunakan sebagai target tug dan pesawat penghubung/komunikasi sampai akhirnya dipensiunkan pada tahun 1946. Beberapa unit Vengeance dimodifikasi sebagai pesawat penyemprot hama pada saat perang berakhir di tahun 1945.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Focke-Wulf Fw-200 "Condor")

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Free Franch Air Force menggunakan pesawat ini di front Afrika Utara dan beberapa unit dikirim ke Brazil. USAAF meminta agar pesawat Vengeance yang ada dalam inventarisnya diambil alih oleh Inggris, tetapi pesawat-pesawat ini juga tidak pernah digunakan dalam pertempuran. Pada saat produksi pesawat ini berakhir pada tahun 1944, tercatat ada 1.528 unit pesawat Vultee Vengeance yang telah diproduksi.

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee A-35B Vengeance


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Tukik mesin tunggal
Terbang Perdana: Juli 1941 (Purwarupa milik RAF)
Kru: 2 orang
Bobot: 4.676 kg (Kosong), MTOW: 7.445 kg

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - Vultee Vengeance
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Vultee Vengeance
militerbanget.blogspot.com

Dimensi

Panjang Pesawat: 12,12 m 
Bentangan sayap: 14,63 m
Tinggi: 4.67 m
Wing Area: 30.84m2

Persenjataan

6 X Senapan mesin kaliber 7.62mm di sayap dan di kokpit bagian belakang
Muatan bom sampai dengan 908 kg, 

Mesin: 1 X Wright 1.700 hp Double Row Cyclone R-2600 radial piston engine

Performa  

Kecepatan maksimum: 449 km/jam
Ketinggian maksimum: 6.800 m
Kecepatan menanjak: 366 m/menit
Jarak jelajah maksimum: 1.931 km

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia

Jumat, 10 Januari 2020

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX


Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - BDX
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 10 Januari 2020

Kendaraan angkut personel lapis baja BDX adalah hasil kerjasama antara pabrikan Beherman Demoen dari Belgia dan perusahaan Irlandia Technology Investments Limited untuk memproduksi APC beroda Timoney 4 x 4 di Belgia. Hasilnya, BDX, pertama kali diproduksi pada tahun 1977, kendaraan ini didasarkan pada rancangan Irlandia, yang telah diproduksi di Irlandia dalam jumlah terbatas untuk Angkatan Darat Irlandia. 

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - BDX
militerbanget.blogspot.com

BDX Belgia telah diproduksi untuk Angkatan Udara Belgia (63 unit) dan Negara Gendarmerie (80 unit), sementara lima unit lagi telah dipasok ke Argentina (menurut beberapa sumber, APC ini juga ditawarkan kepada Malaysia dan Indonesia, namun tidak ada kabar tentang pembeliannya).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: “Siulan Kematian Si Sayap Bengkok”, Pesawat Tempur Vought F4U Corsair (Bagian Ketiga))

Secara umum, APC BDX pada dasarnya mirip dengan Timoney, beberapa perubahan diperkenalkan untuk memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Belgia. BDX APC versi dasar tidak memiliki turret, konfigurasi lambung baja lapis baja dengan pintu akses di samping dan belakang. Kompartemen pasukan dapat menampung hingga 10 pasukan dengan perlengkapan penuh, semuanya dilengkapi dengan tempat duduk individu. perlindungan kolektif atau sistem pendingin udara NBC dapat ditambahkan (opsional).

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - BDX
militerbanget.blogspot.com

Beberapa kendaraan memiliki bilah dozer kecil di bagian depan untuk menyingkirkan rintangan. Salah satu fitur yang tidak biasa dari BDX adalah bahwa, meskipun bentuknya tidak “streamline” alias mulus, kendaraan ini memiliki kemampuan amfibi, daya dorong ketika di dalam air menggunakan roda meskipun unit water jet dapat dipasang untuk meningkatkan kinerja. Sebanyak 13 kendaraan Belgia Gendarmerie dilengkapi dengan mortir kaliber 81mm yang ditembakkan ke belakang melalui atap. 

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - BDX
militerbanget.blogspot.com

Kendaraan ini dapat juga dimodifikasi  untuk memasang turret kecil di atap lambung depan untuk dilengkapi dengan satu atau dua pucuk senapan mesin kaliber 7,62mm. Senjata lain yang sifatnya opsional adalah meriam, termasuk meriam kaliber 20mm, atau mortir kaliber 81mm atau meriam rifle kaliber 90mm.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: “Siulan Kematian Si Sayap Bengkok”, Pesawat Tempur Vought F4U Corsair (Bagian Kedua))

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - BDX
militerbanget.blogspot.com

Berbagai varian lain telah diusulkan, termasuk pembawa rudal anti-tank (untuk varian ini, turret dilepas untuk mengakomodir system pembawa rudal), ambulans, dan sistem roket peluncuran multi kaliber 51mm. Mesin diesel telah diuji sebagai opsi yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan sebagai pengganti dapur pacu berbahan bakar bensin yang digunakan saat ini.

Sejak BDX mulai memasuki masa operasional, berbagai modifikasi dan perbaikan telah dilakukan pada APC ini, seperti suspensi yang ditingkatkan untuk dapat membawa bobot yang lebih besar dan lambung depan yang ditingkatkan untuk menyediakan ruang lebih luas bagi pengemudi, telah dimasukkan ke dalam model yang ditingkatkan yang dikenal sebagai Valkyr. Varian ini telah diproduksi dalam jumlah kecil di Inggris oleh Vickers Defense Systems.

Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX
Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja
Armored Personnel Carrier - BDX
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BDX


Negara Asal: Belgia
Operasional aktif: 1978
Awak: 2 orang
Kapasitas angkut personel: 10 orang

Dimensi dan berat

Berat: 10,7 ton
Panjang: 5,0 m
Lebar: 2,5 m
Tinggi: 2,06 m

Mobilitas

Mesin: Bensin Chrysler V-8
Daya mesin: 180 hp
Kecepatan maksimum (jalan aspal): 100 km/jam
Jarak jelajah maksimum: 900 km

Kemampuan manuver

Tanjakan: 60 derajat
Kemiringan samping: 40 derajat
Halangan vertikal: 0,4 m
Halangan parit: 0,5 m
Kemampuan amfibi: penuh

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Military-today.com
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Kamis, 09 Januari 2020

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4


Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020

Pesawat ini pada awalnya disebut sebagai pesawat Multi Role Combat Aircraft (MRCA). Tornado diproduksi berdasarkan pada kerja sama antara tiga negara di Eropa, yaitu Italia, Inggris, dan Jerman. 

Dalam kerja sama tersebut, setiap negara memiliki tanggung jawab untuk memproduksi komponen sendiri-sendiri untuk digabungkan pada saat proses akhir.  Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, didirikanlah satu perusahaan yang merupakan gabungan dari tiga negara, Panavia di Jerman untuk memproduksi pesawat ini. Hasilnya, Tornado adalah satu wujud dari keberhasilan dari kerja sama yang harmonis dalam bidang teknologi, politik, dan juga administrative yang dijalankan oleh ketiga negara tersebut.  Setiap negara merakit pesawatnya secara mandiri, dan dapur pacu untuk pesawat ini dipercayakan pada Rolls Royce Turbo Union.


Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Pesawat produksi pertama lepas landas pada tanggal 14 Agustus 1974 di Manching, Jerman. Menurut rencana awal, RAF membutuhkan setidaknya 220 unit pesawat Tornado GR1, versi serang dan salah satunya telah hadir di Tri National Tornado Training Establishment (TITE) di RAF Cottesmore pada tahun 1980. 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Skuadron pertama yang diperkuat dengan pesawat Tornado adalah Squadron No. 9 di Honington pada bulan Juni 1982. Tornado GR1 yang berkemampuan serang nuklir ini akhirnya melengkapi total 10 squadron tempur garis depan, yang posisinya berada di Inggris dan Jerman. Fungsi dari squadron-squadron ini adalah sebagai garda terdepan dalam menghadapi kekuatan militer Pakta Warsawa.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Tornado merupakan salah satu dari sedikit pesawat militer saat itu yang memiliki sayap geometri variable (sayap sayung). Posisi sudut sayap dapat dirubah guna memaksimalkan performa manuver di segala kecepatan.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Untuk lepas landas dan mendarat, sayap disayungkan dengan sudut 25 derajat dengan wing slat dan flap turun, sehingga menghasilkan gaya angkat yang maksimal dalam kecepatan yang rendah. Pada saat terbang normal, sayap Tornado membentuk sudut 45 derajat. Dan ketika pesawat ini terbang dalam kecepatan yang tinggi, maka sayapnya disayungkan sampai dengan sudut maksimal, yaitu 67 derajat.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Varian dari GR1 kemudian dimodernisasi atau ditingkatkan menjadi versi GR4. Varian GR 4 dilengkapi dengan instrument Forward Looking Infrared (FLIR), juga dilengkapi dengan HUD atau Head Up Display yang berlayar lebar, tata letak instrument indicator di kokpit jauh lebih ergonomis, alat bantu penglihatan malam  (Night Vision Google – NG), peningkatan dan perbaikan pada system senjata dan juga avionic, penerapan system perangkat lunak terbaru, dan juga Global Positioning System (GPS). 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Dengan sederet peningkatan dan modernisasi tersebut, membuka jalan bagi pesawat Tornado ini untuk mampu membawa berbagai persenjataan modern seperti misil Storm Shadow, misil anti tank Brimstone, pod yang berisi instrument pengitaian yang canggih, dan od target Thermal Imaging Airborne Laser Designator (TIALD). 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Selain berbagai peningkatan tadi, beberapa negara juga menerapkan program peningkatan sendiri secara internal. Beberapa program peningkatan itu meliputi pemasangan defensive Aids Suite terintegrasi yang terdiri atas Radar Warning Receiver, radar jamming pod Sky Shadow, dan chaff and flare dispenser BOZ-107. Semua instrument yang disematkan ini mampu membuat pesawat Tornado beroperasi di wilayah udara lawan dengan tingkat ketahanan yang lebih baik.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Core atau inti dari system navigasi dan serang Tornado GR4 adalah pada computer utamanya. Computer utama tersebut bekerja berdasarkan Inertial Navigation System (INS) yang dikombinasikan dengan Global Positioning System (GPS). Dengan system tersebut, informasi tentang target sasaran dapat disajikan melalui FLIR, TIALD, Laser Ranger and Marked Target Seeker (LRMTS), atau secara visual. 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Beberapa senjata yang dapat dibawa Tornado meliputi bom penuntun laser atau GPS, Paveway, bom konvensional 454kg, Cluster Bomb Unit (CBU atau bom tandan), Storm Shadow, Brimstone, misil Air Launched Anti Radiation  (ALARM atau rudal anti radar) dan untuk pertahanan diri berupa misil Sidewinder dan juga meriam kaliber 27mm. Untuk versi pengintai, Tornado GR4A juga dioperasikan oleh RAF.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Tornado GR4 dioptimalkan untuk menyusup ke daerah lawan dalam mode terbang di elevasi rendah (sehingga sulit terlacak oleh radar) dan mengeliminasi target vital milik lawan dengan tingkat pressisi yang tinggi. Tornado GR4 memiliki system kendali penerbangan “Fly by Wire”, dan apabila system fly by wire ini tiba-tiba tidak berfungsi, ada system kendali cadangan mekanikal. Pesawat ini dapat melakukan misi di segala kondisi cuaca dengan menggunakan Terrain Following Radar (TFR) dan Ground Mapping Radar (GMR) untuk memandu pesawat sekaligus untuk mengidentifikasi target sasaran.


Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1991, Tornado milik RAF melakukan misi serangan penting pada saat Perang Teluk I, melakukan lebih dari 1.500 sorti misi pemboman di atas Irak. Selama misi tersebut, enam unit Tornado ditembak jatuh oleh system pertahanan udara milik Irak yaitu Surface to Air Missile  (SAM), dan sekitar 3 unit ditembak jatuh pada saat terbang rendah.

Satu tahun kemudian, Tornado milik squadron No. 671 “Dambuster” terlibat dalam operasi Fural, yaitu operasi terbang patrol di zona larangan terbang di sebelah selatan Irak.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Pada bulan Januari 2003, Tornado milik RAF ditugaskan untuk melakukan operasi Telic, yaitu kampanye pasukan Koalisi terhadap Irak. Operasi ini tercatat sebagai beberapa hal pertama yang dilakukan oleh pesawat Tornado GR4 Squadron No. 671, diantaranya meluncurkan misil Storm Shadow, menggunakan Enhanced Paveway II dan III berpemandu GPS, dan menggunakan misil anti radar ALARM. Tornado diharapkan menjadi tulang punggung armada pesawat serang milik Inggris pada tahun-tahun berikutnya.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4


Asal Negara: Inggris, Italia, Jerman
Tipe Pesawat: Pesawat Tempur, Serang Darat, Elektronika
Terbang Perdana: 27 Oktober 1979  
Kru: 2 Orang
Bobot: 13.901 kg (Kosong), MTOW : 27.975 kg

Dimensi 

Panjang Pesawat: 16,70 m 
Bentangan sayap 
Sayap terentang maksimum: 13,91 m
Sayap terentang minimum: 8.60m
Tinggi: 6.95 m
Wing Area: 26,60 m2 sayap sudut 25 derajat

Persenjataan 

2 X Meriam Mauser kaliber 27mm 
Misil Sidewinder
Muatan bom sampai dengan 8.172 kg, terdiri dari:
Bom penuntun laser Paveway 2 atau 3 unit
Cluster bomb
Storm Shadow
ALARM 

Mesin: 

2 X Turbo Union 7.298 kg afterburning thrust RB199-103 turbofans

Performa  

Kecepatan maksimum: 2.336 km/jam
Ketinggian maksimum: 15.250 m
Kecepatan menanjak: 9.150 m/menit
Jarak jelajah maksimum: 2.778 km 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Versi dari Wikipedia


Spesifikasi umum

Kru: 2 orang
Panjang: 16.72 m
Bentang sayap: 13.91 m at 25° wing sweep, 8.60 m at 67° wing sweep
Tinggi: 5.95 m
Luas sayap: 26.6 m²
Bobot kosong: 13,890 kg
Berat maksimum saat lepas landas: 28,000 kg

Mesin: 

2 × Turbo-Union RB199-34R Mk 103 afterburning turbofans
Daya dorong:
Tanpa afterburner: 43.8 kN (9,850 lbf) masing-masing
Dengan afterburner: 76.8 kN (17,270 lbf) masing-masing

Performa dan Kinerja

Kecepatan maksimum: 800kts IAS Mach 2.34 (2,417.6 km/h, 1,511 mph)
Jarak jelajah: 1,390 km typical combat
Jarak jelajah feri: 3,890 km (2,417 mi) with four external drop tanks
Ketinggian maksimum: 15,240 m
Laju tanjak: 76.7 m/s
Rasio daya dorong/berat: 0.55

Persenjataan

Senjata api: 2× 27 mm Mauser BK-27 cannon with 180 rounds per gun (versus 1× BK-27 mounted on Panavia Tornado ADV)
Pylon: 4× light duty + 3× heavy duty under-fuselage and 4× swivelling under-wing pylon stations holding up to 9000 kg (19,800 lb) of payload, the two inner wing pylons have shoulder launch rails for 2× Short-Range AAM (SRAAM) each

Roket: None

Rudal:
Air-to-air missiles:
AIM-9 Sidewinder or IRIS-T or AIM-132 ASRAAM for self-defence
Air-to-surface missiles:
6× AGM-65 Maverick; or
12× Brimstone missile (12 being the maximum operational limit carried by RAF's Tornado GR4); or
4× Storm Shadow or Taurus KEPD 350 cruise missile

Anti-ship missiles:
2× AS.34 Kormoran; or
2× BAe Sea Eagle; or
Anti-radiation missiles:
4× AGM-88 HARM; or
9× ALARM missile

Bom:
Hunting Engineering BL755 cluster bombs; or
HOPE/HOSBO GPS/electro-optically guided glide bombs; or
Joint Direct Attack Munition; or
Paveway series of Laser-guided bomb (LGB); or
Up to 2× JP233 or MW-1 munitions dispensers (for runway cratering operations)
Up to 4× B61 or WE.177 tactical nuclear weapons

Others:
Up to 4× drop tanks for ferry flight/extended range/loitering time

Avionik

RAPTOR aerial reconnaissance pod
RAFAEL LITENING targeting pod; or
TIALD laser designator pod

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia