Kamis, 09 Januari 2020

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4


Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020

Pesawat ini pada awalnya disebut sebagai pesawat Multi Role Combat Aircraft (MRCA). Tornado diproduksi berdasarkan pada kerja sama antara tiga negara di Eropa, yaitu Italia, Inggris, dan Jerman. 

Dalam kerja sama tersebut, setiap negara memiliki tanggung jawab untuk memproduksi komponen sendiri-sendiri untuk digabungkan pada saat proses akhir.  Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, didirikanlah satu perusahaan yang merupakan gabungan dari tiga negara, Panavia di Jerman untuk memproduksi pesawat ini. Hasilnya, Tornado adalah satu wujud dari keberhasilan dari kerja sama yang harmonis dalam bidang teknologi, politik, dan juga administrative yang dijalankan oleh ketiga negara tersebut.  Setiap negara merakit pesawatnya secara mandiri, dan dapur pacu untuk pesawat ini dipercayakan pada Rolls Royce Turbo Union.


Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Pesawat produksi pertama lepas landas pada tanggal 14 Agustus 1974 di Manching, Jerman. Menurut rencana awal, RAF membutuhkan setidaknya 220 unit pesawat Tornado GR1, versi serang dan salah satunya telah hadir di Tri National Tornado Training Establishment (TITE) di RAF Cottesmore pada tahun 1980. 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Skuadron pertama yang diperkuat dengan pesawat Tornado adalah Squadron No. 9 di Honington pada bulan Juni 1982. Tornado GR1 yang berkemampuan serang nuklir ini akhirnya melengkapi total 10 squadron tempur garis depan, yang posisinya berada di Inggris dan Jerman. Fungsi dari squadron-squadron ini adalah sebagai garda terdepan dalam menghadapi kekuatan militer Pakta Warsawa.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Tornado merupakan salah satu dari sedikit pesawat militer saat itu yang memiliki sayap geometri variable (sayap sayung). Posisi sudut sayap dapat dirubah guna memaksimalkan performa manuver di segala kecepatan.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Untuk lepas landas dan mendarat, sayap disayungkan dengan sudut 25 derajat dengan wing slat dan flap turun, sehingga menghasilkan gaya angkat yang maksimal dalam kecepatan yang rendah. Pada saat terbang normal, sayap Tornado membentuk sudut 45 derajat. Dan ketika pesawat ini terbang dalam kecepatan yang tinggi, maka sayapnya disayungkan sampai dengan sudut maksimal, yaitu 67 derajat.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Varian dari GR1 kemudian dimodernisasi atau ditingkatkan menjadi versi GR4. Varian GR 4 dilengkapi dengan instrument Forward Looking Infrared (FLIR), juga dilengkapi dengan HUD atau Head Up Display yang berlayar lebar, tata letak instrument indicator di kokpit jauh lebih ergonomis, alat bantu penglihatan malam  (Night Vision Google – NG), peningkatan dan perbaikan pada system senjata dan juga avionic, penerapan system perangkat lunak terbaru, dan juga Global Positioning System (GPS). 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Dengan sederet peningkatan dan modernisasi tersebut, membuka jalan bagi pesawat Tornado ini untuk mampu membawa berbagai persenjataan modern seperti misil Storm Shadow, misil anti tank Brimstone, pod yang berisi instrument pengitaian yang canggih, dan od target Thermal Imaging Airborne Laser Designator (TIALD). 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Selain berbagai peningkatan tadi, beberapa negara juga menerapkan program peningkatan sendiri secara internal. Beberapa program peningkatan itu meliputi pemasangan defensive Aids Suite terintegrasi yang terdiri atas Radar Warning Receiver, radar jamming pod Sky Shadow, dan chaff and flare dispenser BOZ-107. Semua instrument yang disematkan ini mampu membuat pesawat Tornado beroperasi di wilayah udara lawan dengan tingkat ketahanan yang lebih baik.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Core atau inti dari system navigasi dan serang Tornado GR4 adalah pada computer utamanya. Computer utama tersebut bekerja berdasarkan Inertial Navigation System (INS) yang dikombinasikan dengan Global Positioning System (GPS). Dengan system tersebut, informasi tentang target sasaran dapat disajikan melalui FLIR, TIALD, Laser Ranger and Marked Target Seeker (LRMTS), atau secara visual. 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Beberapa senjata yang dapat dibawa Tornado meliputi bom penuntun laser atau GPS, Paveway, bom konvensional 454kg, Cluster Bomb Unit (CBU atau bom tandan), Storm Shadow, Brimstone, misil Air Launched Anti Radiation  (ALARM atau rudal anti radar) dan untuk pertahanan diri berupa misil Sidewinder dan juga meriam kaliber 27mm. Untuk versi pengintai, Tornado GR4A juga dioperasikan oleh RAF.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Tornado GR4 dioptimalkan untuk menyusup ke daerah lawan dalam mode terbang di elevasi rendah (sehingga sulit terlacak oleh radar) dan mengeliminasi target vital milik lawan dengan tingkat pressisi yang tinggi. Tornado GR4 memiliki system kendali penerbangan “Fly by Wire”, dan apabila system fly by wire ini tiba-tiba tidak berfungsi, ada system kendali cadangan mekanikal. Pesawat ini dapat melakukan misi di segala kondisi cuaca dengan menggunakan Terrain Following Radar (TFR) dan Ground Mapping Radar (GMR) untuk memandu pesawat sekaligus untuk mengidentifikasi target sasaran.


Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1991, Tornado milik RAF melakukan misi serangan penting pada saat Perang Teluk I, melakukan lebih dari 1.500 sorti misi pemboman di atas Irak. Selama misi tersebut, enam unit Tornado ditembak jatuh oleh system pertahanan udara milik Irak yaitu Surface to Air Missile  (SAM), dan sekitar 3 unit ditembak jatuh pada saat terbang rendah.

Satu tahun kemudian, Tornado milik squadron No. 671 “Dambuster” terlibat dalam operasi Fural, yaitu operasi terbang patrol di zona larangan terbang di sebelah selatan Irak.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Pada bulan Januari 2003, Tornado milik RAF ditugaskan untuk melakukan operasi Telic, yaitu kampanye pasukan Koalisi terhadap Irak. Operasi ini tercatat sebagai beberapa hal pertama yang dilakukan oleh pesawat Tornado GR4 Squadron No. 671, diantaranya meluncurkan misil Storm Shadow, menggunakan Enhanced Paveway II dan III berpemandu GPS, dan menggunakan misil anti radar ALARM. Tornado diharapkan menjadi tulang punggung armada pesawat serang milik Inggris pada tahun-tahun berikutnya.

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4


Asal Negara: Inggris, Italia, Jerman
Tipe Pesawat: Pesawat Tempur, Serang Darat, Elektronika
Terbang Perdana: 27 Oktober 1979  
Kru: 2 Orang
Bobot: 13.901 kg (Kosong), MTOW : 27.975 kg

Dimensi 

Panjang Pesawat: 16,70 m 
Bentangan sayap 
Sayap terentang maksimum: 13,91 m
Sayap terentang minimum: 8.60m
Tinggi: 6.95 m
Wing Area: 26,60 m2 sayap sudut 25 derajat

Persenjataan 

2 X Meriam Mauser kaliber 27mm 
Misil Sidewinder
Muatan bom sampai dengan 8.172 kg, terdiri dari:
Bom penuntun laser Paveway 2 atau 3 unit
Cluster bomb
Storm Shadow
ALARM 

Mesin: 

2 X Turbo Union 7.298 kg afterburning thrust RB199-103 turbofans

Performa  

Kecepatan maksimum: 2.336 km/jam
Ketinggian maksimum: 15.250 m
Kecepatan menanjak: 9.150 m/menit
Jarak jelajah maksimum: 2.778 km 

Pesawat Tempur Multi Peran / Multirole Aircraft – Panavia Tornado GR4
Pesawat Tempur Multiperan/Multirole Aircraft
Panavia Tornado GR4
militerbanget.blogspot.com

Versi dari Wikipedia


Spesifikasi umum

Kru: 2 orang
Panjang: 16.72 m
Bentang sayap: 13.91 m at 25° wing sweep, 8.60 m at 67° wing sweep
Tinggi: 5.95 m
Luas sayap: 26.6 m²
Bobot kosong: 13,890 kg
Berat maksimum saat lepas landas: 28,000 kg

Mesin: 

2 × Turbo-Union RB199-34R Mk 103 afterburning turbofans
Daya dorong:
Tanpa afterburner: 43.8 kN (9,850 lbf) masing-masing
Dengan afterburner: 76.8 kN (17,270 lbf) masing-masing

Performa dan Kinerja

Kecepatan maksimum: 800kts IAS Mach 2.34 (2,417.6 km/h, 1,511 mph)
Jarak jelajah: 1,390 km typical combat
Jarak jelajah feri: 3,890 km (2,417 mi) with four external drop tanks
Ketinggian maksimum: 15,240 m
Laju tanjak: 76.7 m/s
Rasio daya dorong/berat: 0.55

Persenjataan

Senjata api: 2× 27 mm Mauser BK-27 cannon with 180 rounds per gun (versus 1× BK-27 mounted on Panavia Tornado ADV)
Pylon: 4× light duty + 3× heavy duty under-fuselage and 4× swivelling under-wing pylon stations holding up to 9000 kg (19,800 lb) of payload, the two inner wing pylons have shoulder launch rails for 2× Short-Range AAM (SRAAM) each

Roket: None

Rudal:
Air-to-air missiles:
AIM-9 Sidewinder or IRIS-T or AIM-132 ASRAAM for self-defence
Air-to-surface missiles:
6× AGM-65 Maverick; or
12× Brimstone missile (12 being the maximum operational limit carried by RAF's Tornado GR4); or
4× Storm Shadow or Taurus KEPD 350 cruise missile

Anti-ship missiles:
2× AS.34 Kormoran; or
2× BAe Sea Eagle; or
Anti-radiation missiles:
4× AGM-88 HARM; or
9× ALARM missile

Bom:
Hunting Engineering BL755 cluster bombs; or
HOPE/HOSBO GPS/electro-optically guided glide bombs; or
Joint Direct Attack Munition; or
Paveway series of Laser-guided bomb (LGB); or
Up to 2× JP233 or MW-1 munitions dispensers (for runway cratering operations)
Up to 4× B61 or WE.177 tactical nuclear weapons

Others:
Up to 4× drop tanks for ferry flight/extended range/loitering time

Avionik

RAPTOR aerial reconnaissance pod
RAFAEL LITENING targeting pod; or
TIALD laser designator pod

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia

Rabu, 08 Januari 2020

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior Versi ke II


Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020

Pada tahun 1947 Angkatan Laut Amerika Serikat mengajukan persyaratan untuk pengadaan pesawat pembom strategis yang berpangkalan di kapal induk. Untuk memenuhi persyaratan ini, pabrikan Douglas lalu merancang pesawat A-3 Skywarrior. Versi purwarupanya XA-3D-1 Skywarrior berhasil melakukan terbang perdana pada 28 Oktober 1952. Awalnya pesawat ini dirancang dengan menggunakan dapur pacu berupa sepasang mesin turbojet Westinghouse XJ40-WE-3.

(Supaya penjabarannya berimbang, silahkan disimak juga artikel dengan topik yang sama, berjudul: Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Douglas A-3 Skywarrior) 

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Sayangnya, mesin ini ternyata gagal memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan, sehingga menyebabkan pabrikan melakukan design ulang, dan kemudian, pesawat Skywarrior dilengkapi mesin jet J57. Model produksi pertama terbang pada bulan September 1953 dan operasional aktif dibawah komando skuadron serangan berat Angkatan Laut pada tahun 1956. A-3 adalah pesawat terberat dan terbesar yang pernah dirancang untuk operasional aktif dari kapal induk. Pesawat ini secara tidak resmi dijuluki "The Whale" (Si Paus) karena dimensinya yang besar. Tetapi, sebagian awak memberikan julukan (atau ejekan) untuk pesawat ini sebagai 'All 3 Dead' karena pesawat ini diawaki oleh 3 orang kru dan sama sekali tidak dilengkapi dengan kursi lontar.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vrabac)

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Versi pertama A3D-1 ini hanya diproduksi dalam jumlah kecil dan segera digantikan oleh A-3B yang berfungsi dengan baik hingga tahun 1960-an. A3-B memiliki beberapa varian khusus yang diproduksi seperti; kapal tanker pengisian bahan bakar dalam penerbangan KA-3B dan EKA-3B yang menggabungkan tugas ECM dengan kapal tanker. Varian ini bertugas lama setelah angkatan laut mengeluarkan versi pembom asli dan keduanya bertugas selama Perang Vietnam. Versi pengintaian foto dan ECM murni kemudian diproduksi dengan EA-3B ECM menjadi versi terlama yang masih beroperasi hingga 1980-an sementara tanker KA-3B dioperasikan oleh US Navy Reserve. Skywarrior lainnya juga digunakan sebagai test bed untuk peralatan ECM baru.

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Untuk pesawat yang dioperasikan oleh USAF, diberi kode registrasi B-66. Untuk B-66 ini memang diproduksi secara spesifik sebagai pesawat pembom, pemotret-pengintai, elektronik, dan juga pengamat cuaca. Pesawat B-66 ini digunakan secara aktif pada saat Perang Vietnam.


Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Varian


XA3D-1 
Dua purwarupa dengan turbojet Westinghouse J40, tidak dilengkapi dengan meriam di turret ekor.

YA3D-1 (YA-3A) 
Satu purwarupa pra-produksi dengan mesin Pratt & Whitney J57. Kemudian digunakan untuk tes di Pacific Missile Test Center.

A3D-1 (A-3A) 
49 unit versi produksi awal, dioperasikan sebagian besar dalam tugas pengembangan dalam layanan operator.

A3D-1P (RA-3A) 
Satu A3D-1 dikonversi sebagai purwarupa untuk A3D-2P dengan fitur kamera pengintai yang ditempatkan di ruang senjata.

A3D-1Q (EA-3A) 
Lima unit A3D-1 dikonversi untuk peran pengintaian elektronik (ELINT), dengan tambahan peralatan ECM dan empat operator di ruang bom.

A3D-2 (A-3B) 
Versi bomber produksi definitif, dengan badan pesawat yang lebih kuat, mesin yang lebih kuat, area sayap yang sedikit lebih besar (812 kaki² / 75 m² versus 779 kaki² / 72 m²), ketentuan untuk reel pengisian bahan bakar dalam penerbangan untuk peran tanker. Menurut satu catatan resmi, 21 unit diproduksi memiliki sistem pemboman AN / ASB-7 yang baru, design ulang pada hidung; turret ekor yang dihapus untuk penempatan instalasi peperangan elektronik.

A3D-2P (RA-3B) 
30 pesawat pengintaian foto dengan paket ruang senjata hingga 12 kamera plus bom fotoflash. Peningkatan tekanan memungkinkan operator kamera untuk memasuki ruang untuk memeriksa kamera. Beberapa mempertahankan ekor, tetapi sebagian besar kemudian dikonversi menjadi ekor ECM akhir A-3Bs.

A3D-2Q (EA-3B) 
24 unit, versi peperangan elektronik dengan kompartemen bertekanan di ruang senjata sebelumnya untuk satu Petugas Warfare Elektronik dan tiga operator ESM, berbagai sensor. Beberapa model awal memiliki senjata ekor, tetapi ini diganti dengan ekor ECM. Itu ditugaskan untuk skuadron pengintai armada VQ-1 (Jepang dan kemudian Guam) dan VQ-2 (Rota. Spanyol) di mana mereka terbang bersama Lockheed EC-121 Warning Star dan EP-3B dan EP-3E. Pesawat ini melayani selama hampir 40 tahun, menjadi varian dengan operasional terlama, dan digantikan oleh ES-3A Shadow yang diterbangkan oleh dua skuadron Fleet Air Reconnaissance (VQ): VQ-5 di NAS North Island, California dan VQ-6 di NAS Cecil Field, Florida. Mereka dinonaktifkan karena keterbatasan anggaran kurang dari 10 tahun setelah commissioning.

A3D-2T (TA-3B) 
12 unit versi bomber- trainer. Lima unit kemudian dikonversi sebagai angkutan VIP (dua didesain ulang UTA-3B ).

KA-3B 
85 unit pembom A-3B dioperasikan kembali pada tahun 1967 untuk peran tanker dengan sistem probe-and-drogue sebagai ganti peralatan pengeboman.

EKA-3B 
34 unit KA-3B tanker dipasang untuk peran penanggulangan elektronik ganda (ECM)/kapal tanker, dengan peralatan perang elektronik dan fairing ekor di tempat menara belakang. Sebagian besar dikonversi kembali ke konfigurasi KA-3B (tanpa gigi ECM) setelah 1975.

ERA-3B 
Delapan unit RA-3B dikonversi menjadi pesawat agresor elektronik (terutama untuk latihan perang di laut) dengan gigi ECM dalam cone ekor panjang dan fairing, bersama dengan dua turbin ram-air yang dilepas yang didukung ALQ-76 pod penanggulangan (satu di bawah setiap sayap), chaff dispenser (pada kerucut ekor dan pesawat belakang) dan empat turbin ram-air (dua per sisi) untuk peralatan listrik yang terletak di ruang bom sebelumnya. Jumlah kru meningkat menjadi empat orang: pilot, navigator, kepala kru, dan Electronic Countermeasures Officer (ECMO) dengan satu "jumpseat" yang sebagian besar tidak digunakan di kompartemen kru buritan (bekas tempat senjata) yang tidak memiliki posisi peralatan untuk Petugas Penanggulangan Elektronik kedua atau mendaftar. awak. "Kursi Lontar" digunakan oleh instruktur ECMO melatih ECMO baru, serta oleh pengamat tamu dan penumpang selama penerbangan operasional. Sementara ERA-3B dapat menahan pendaratan yang ditangkap oleh kabel, peralatan ALT-40 dan ALR-75 tidak tertekan untuk menahan peluncuran katapel, sehingga tidak pernah dikerahkan di atas kapal induk. ERA-3B disajikan dengan VAQ-33 dan kemudian dengan VAQ-34.

NRA-3B 
Enam RA-3B dikonversi untuk berbagai tujuan tes non-tempur.

VA-3B 
Varian ini digunakan oleh Kepala Operasi Angkatan Laut di Nellis AFB.

VA-3B 
Dua EA-3B dikonversi sebagai transportasi VIP. Kedua pesawat ditugaskan ke Kepala Operasi Angkatan Laut yang terbang dari Andrews AFB di Washington, DC.

NTA-3B 
Satu pesawat yang dikonversi oleh Hughes/Raytheon digunakan untuk menguji radar untuk F-14D Tomcat.

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Douglas A-3B Skywarrior


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Taktis 2 Mesin
Terbang Perdana: 28 Oktober 1952  
Kru: 3 Orang
Bobot: 
Kosong: 17.891 kg
MTOW : 37.228 kg

Dimensi 
Panjang Pesawat: 23,27 m 
Bentangan sayap: 22,1 m
Tinggi: 6.95 m
Wing Area: 75,43 m2

Persenjataan 
2 X Meriam kaliber 20mm di turret pada bagian belakang pesawat (remote control) 
Muatan bom sampai dengan 5.448 kg

Dapur Pacu: 
2 X Pratt & Whitney J57 P-10 turbojet dengan daya dorong 4.767 kg masing-masing 

Performa  

Kecepatan maksimum: 982 km/jam
Ketinggian maksimum: 12.505 m
Kecepatan menanjak: 1.100 m/menit
Jarak jelajah maksimum: 1.690 km 

Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas A-3 Skywarrior
Pesawat Pembom Taktis/Tactical Bomber
Douglas A-3 Skywarrior
militerbanget.blogspot.com

Versi Wikipedia


Spesifikasi Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - Douglas (A3D-2 / A-3B Skywarrior) 


Karakteristik umum
Awak: 3 orang
Panjang: 76 ft 4 in (23,27 m)
Bentang sayap: 72 kaki 6 in (22,10 m)
Tinggi: 22 kaki 9,5 in (6,947 m)
Luas area sayap: 754 m 2 ft 812 kaki persegi dengan bilah dan CLE dari A3D-2 / A-3B
Airfoil: root: NACA 63-009.9 (dimodifikasi - {cambered leading edge}) ; tip: NACA 63-008.25 (dimodifikasi - {ujung depan melengkung}) 
Bobot kosong: 39.409 lb (17.876 kg)
Bobot kotor: 70.000 lb (31.751 kg)
Berat lepas landas Max: 82.000 lb (37.195 kg)

Dapur pacu: 
2 × mesin turbojet Pratt & Whitney J57-P-10, 10.500 lbf (47 kN) dorong tanpa afterburner
12.400 lbf (55 kN) dengan injeksi udara

Performa
Kecepatan maksimum: 530 kn (610 mph, 980 km / jam) pada 10.000 kaki (3.000 m)
Kecepatan jelajah: 520 kn (600 mph, 960 km/jam)
Jarak jelajah: 1.825 nmi (2.100 mi, 3.380 km)
Jarak jelajah feri: 2.520 nmi (2.900 mi, 4.670 km)
Elevasi operasional maksimum: 12.000 kaki (12.000 m)
batas g: +3.4
Beban sayap: 86,2 lb / sq ft (421 kg / m2)
Rasio daya dorong / berat: 0,357

Persenjataan
Senjata: 2 meriam M3L kaliber 20mm di turret ekor

Bom: 12.800 pon (5.800 kg) bom atau ranjau bebas, termasuk kombinasi dari:
12 x 500 pound (230 kg) Mark 82 bom atau
6 x 1.000 pound (450 kg) Mark 83 bom atau
8 bom atau armor penetration seberat 1.600 pon (730 kg)
4 x 2.000 pound (910 kg) bom
1 senjata nuklir jatuh bebas

Avionik
AN / ASB-1A (radar awal)
Penuntun bom AN / ASB-7
Perlengkapan penanggulangan elektronik defensif

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia

Selasa, 07 Januari 2020

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre


Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020

Pesawat Super Sabre adalah pesawat tempur pertama yang memiliki kemampuan terbang dengan kecepatan supersonic pada terbang level, pesawat ini dikembangkan oleh North American sejak tahun 1949, dan semula direncanakan sebagai pengganti pesawat F-86 yang sangat sukses. North American telah menemukan rancangan untuk meningkatkan performa pesawat F-86 Sabre agar dapat terbang dengan kecepatan supersonic pada saat terbang level (mendatar). Rancangan ini selanjutnya berkembang menjadi Sabre 45, angka 45 diambil dari sudut sayung sayapnya. Dikemudian hari, pesawat ini diberi registrasi yang tetap, yaitu F-100 Super Sabre.

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Pesawat ini untuk pertama kalinya menggunakan logam titanium yang tahan terhadap panas dan dikembangkan secara cepat. Di Edwards Air Force Base pada tanggal 25 Mei 1953, purwarupa pesawat ini mampu mencapai kecepatan suara pada penerbangan perdananya. Pada tanggal 29 Oktober 1953, pesawat yang diterbangkan oleh Letkol Pete Everest, pesawat produksi pertama ini meraih rekor kecepatan baru, mencapai kecepatan 1.215 km/jam pada koridor sepanjang 15 kilometer di ketinggian 980 kaki dari permukaan tanah.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Tupolev Tu-22 & Tu-22M)

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1954, 479th Fighter Wing USAF menjadi kesatuan yang memiliki pesawat tempur pertama berkemampuan supersonic ini. Tetapi, karena pesawat ini sering mengalami insiden pada saat terbang, tipe ini digrounded sampai tahun 1955. 

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Setelah melalui penyelidikan menyeluruh, didapatkan hasil bahwa bentuk dari ekor serta sayap pesawat ini menjadi penyebab utama dari ketidakstabilan pesawat pada saat terbang mendatar. Setelah sayap dan ekornya dirancang ulang, permasalahan tersebut tak lagi muncul. Sejak saat itu, 200 unit F-100A mulai dioperasikan secara penuh oleh USAF. 

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Pada tanggal 26 Februari 1955, pilot uji George F. Smith melakukan uji coba yang berbahaya, yaitu melontarkan diri dari pesawat pada saat pesawat mencapai kecepatan supersonic. Percobaan tersebut ternyata berhasil baik, dan menjadikan sang pilot sebagai orang pertama yang melakukan hal tersebut.

Pada era itu, pemerintahan Eisenhower sedang giat membangun armada nuklir dan Tactical Air Command USAF ditugaskan untuk dapat membawa senjata nuklir, sebelum nantinya tugas tersebut diserahkan pada Strategic Air Command. F-100 menjadi satu-satunya kandidat dan awal tahun 1954 dimulailah pembuatan pesawat pembom tempur F-100C.

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Versi dari peningkatan dan mesin yang lebih kuat, F-100C dan kemudian pesawat pembom tempur F-100D memperkuat skuadron garis depan pada periode 1956-1957. Versi C memiliki fitur untuk pengisian bahan bakar di udara, sehingga dapat meningkatkan jarak terbang efektifnya. Pada tanggal 20 Agustus 1955, F-100C yang diterbangkan oleh Kolonel Horace Hanes meraih rekor pertama terbang supersonic dengan kecepatan maksimum yang dicapai adalah 1.323 km/jam.

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Sedangkan versi D, dapat dikategorikan sebagai versi pembom tempur, karena versi C adalah modifikasi dari versi pesawat tempur. Versi F-100D yang terbang pertama kali pada tanggal 24 Januari 1956 diproduksi dalam jumlah yang lebih besar daripada versi yang lainnya dan dipasang peralatan ECM serta system pelepasan bom nuklir di elevasi rendah. F-100D juga dilengkapi dengan fitur autopilot yang dirancang khusu untuk pesawat jet dengan kecepatan supersonic. Total tercatat ada 1.274 unit versi D yang diproduksi dengan 19 blok produksi.

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Pada saat Perang Vietnam berkecamuk, di periode 1964-1971, F-100 milik USAF terlibat aktif di kancah tersebut. Pesawat ini melakukan beberapa fungsi, sebagai pesawat tempur, pesawat pengintai, dan juga sebagai pesawat serang darat. Pesawat ini melaksanakan misi dalam kuantitas yang lebih banyak ketimbang P-51 Mustang pada saat Perang Dunia ke II. Misi pertama F-100 di Vietnam dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 1964. Beroperasi dari pangkalan di Da Nang (yang pada saat itu berada di wilayah Vietnam Selatan), armada pembom tempur ini ditugaskan untuk menyerang target di Plaines des Jarres di Laos.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vrabac)

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Super Sabre biasanya beroperasi dari pangkalan modern yang dibangun khusus untuk pesawat-pesawat milik USAF, seperti di Bien Hoa, Phan Rang, Phu Cat, dan Tuy Hoa. Walaupun struktur pesawat ini tidak kuat untuk melakukan pengeboman di elevasi rendah pada kecepatan tinggi, tetapi F-100D melaksanakan 360.283 sorti penerbangan pada periode 1964-1971. Pada periode itu, 186 unit pesawat ditembak jatuh oleh meriam anti serangan udara, namun, tidak ada satupun yang ditembak jatuh pada saat pertempuran udara. Karena jarak terbangnya relatif pendek, pesawat ini hanya dioperasikan di pangkalan di Vietnam Selatan.

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Super Sabre dinonaktifkan dari USAF pada tahun 1972, tetapi masih terus dioperasikan oleh National Guard sampai tahun 1980. Pesawat ini dijual ke Denmark, Prancis, Taiwan, dan Turki. Turki tercatat menonaktifkan pesawat Super Sabre ini pada pertengahan 1980-an.

Pesawat ini juga diproduksi dalam varian dua kursi dan juga varian pengintai. Pada saat produksi pesawat ini dihentikan pada tahun 1959, tercatat sebanyak 2.300 unit Super Sabre yang telah diproduksi.

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100D Super Sabre


Asal Negara: Amerika Serikat
Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Taktis 
Terbang Perdana: 25 Mei 1953 (Purwarupa)
Kru: 1 orang
Bobot: 9.534 kg (Kosong), MTOW: 15.813 kg

Dimensi 

Panjang Pesawat: 15,09 m 
Bentangan sayap: 11.81 m
Tinggi: 4.95 m
Wing Area: 35.77 m2

Persenjataan 

4 x Meriam kaliber 20mm
Bom dan persenjataan lain sampai dengan berat 3.405 kg pada enam pylon di bawah sayap
Mesin: 1 X Pratt & Whitney 7.718 kg afterburning thrust J57-P21 turbojets

Performa 

Kecepatan maksimum: 1.390 km/jam
Ketinggian maksimum: 13.726 m
Kecepatan menanjak: 4.877 m/menit
Jarak Terbang maksimum: 3.210 km (dengan tambahan tangki bahan bakar cadangan) 

Pesawat Pembom-Tempur / Fighter-Bomber - North American F-100 Super Sabre
Pesawat Pembom Tempur/Fighter Bomber
North American F-100 Super Sabre
militerbanget.blogspot.com

Versi Wikipedia


Karakteristik umum

Kru: 1
Panjang: 50 ft (15,2 m)
Bentang sayap: 38 ft 9 in (11,81 m)
Tinggi: 16 ft 2 ¾ in (4,95 m)
Luas area sayap: 400 ft ² (37 m²)
Bobot kosong: 21.000 lb (9.500 kg)
Bobot muatan: £ 28.847 (13.085 kg)
Bobot maksimum lepas landas: £ 34.832 (15.800 kg)
Mesin: 1 × Pratt & Whitney J57 -P-21/21A turbojet
Daya dorong tanpa afterburner: 10.200 lbf (45 kN)
Dorongan dengan afterburner: 16.000 lbf (71 kN)
Zero-angkat koefisien drag: 0,0130
Tarik daerah: 5,0 ft ² (0,46 m²)
Aspek rasio: 3.76

Performa

Kecepatan maksimum: 750 kn (864 mph, 1.390 km/jam, Mach 1,13)
Jarak terbang maksimum: 1.733 NM (1.995 mil, 3.210 km)
Ketinggian maksimum: 50.000 ft (15.000 m)
Kecepatan menanjak: 22,400 ft / min (114 m / s)
Beban sayap: £ 72,1 / ft ² (352 kg / m²)
Rasio daya dorong/berat: 0.55
Angkat-to-tarik rasio: 13.9

Persenjataan

Senjata: 
4 × Meriam kaliber 20mm (0.787 in) Pontiac M39A1
Rudal: 
4 × AIM-9 Sidewinder atau
2 × AGM-12 bullpup atau
2 × atau 4 × LAU-3 / A 2,75 pod roket tanpa penuntun
Bom: £ 7.040 (3.190 kg) senjata, termasuk
Bom konvensional atau penyimpanan khusus:
Mk 7 bom nuklir atau
Mk 28 bom nuklir atau
Mk 38 bom nuklir atau
Mk 43 bom nuklir

Avionics

Minneapolis-Honeywell MB-3 otomatis percontohan
AN/AJB-1B sistem pengeboman ketinggian rendah
AN/APR-26 belakang radar peringatan

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia