Jumat, 02 Agustus 2019

Senjata Defensif Perorangan / Personal Defence Weapon (PDW) - CBJ MS



Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 2 Agustus 2019

CBJ MS atau Modular System adalah Senjata Pertahanan Perorangan (atau biasa disebut sebagai PDW - Personal Defence Weapon), dirancang oleh Bertil Johanson, perancang senjata Swedia, yang mendirikan perusahaan manufaktur senjata pribadi CBJ Tech AB. PDW ini terungkap pada awal 2000-an. 



CBJ MS dengan konfigurasi magasen drum dan bipod

Senjata kompak ini ditujukan untuk pasukan yang bertugas bukan di garis depan, komandan, pengemudi kendaraan, awak tank dan artileri, pilot, tim medis dan personel pendukung lainnya. Saat ini sistem senjata ini sedang dalam tahap akhir pengembangan, namun hingga saat ini masih belum ada kabar tentang pemesanan ataupun operasional aktif dari senjata ini.

CBJ MS adalah senjata dengan system operasi blowback, dan memiliki selector moda penembakan. 


Namun komponen bolt group dapat diganti sehingga mekanisme penembakannya menjadi closed bolt action. MS CBJ dibuat berdasarkan pada pistol mitraliur buatan Israel yang sangat terkenal, UZI. 

PDW ini menggunakan amunisi kaliber 6.5x25mm dengan spesifikasi “high velocity” yang baru dikembangkan. Menurut beberapa  laporan, performa peluru caliber ini melebihi performa amunisi standar NATO caliber 5,56mm. Bahkan dalam beberapa kasus performa peluru ini melebihi performa peluru standar NATO kaliber 7.62mm. 


Amunisi ini memiliki spesifikasi armor piercing round, yang memiliki kinerja penetrasi armor yang signifikan. Selama uji coba, proyektil CBJ ini mampu menjebol rompi lapis baja CRISAT standar pada jarak 230 m. Tentu saja, peluru dengan spesifikasi yang lebih “lunak” Juga tersedia, sebagai sarana latihan atau untuk obyek-obyek yang tidak menggunakan pelindung. CBJ MS diklaim lebih unggul dari PDW lainnya, seperti FN P90 dan HK MP7.  PDW CBJ sangat baik untuk misi pertempuran jarak dekat dan pertahanan diri. PDW ini juga terbilang efektif terhadap kendaraan lapis baja ringan.


Peluru CBJ 6,5x25 mm memiliki dimensi luar yang kira-kira mirip dengan peluru Parabellum 9x19 mm. Perlu disebutkan bahwa sebagian besar pistol yang menggunakan peluru kaliber 9x19 mm dan pistol mitraliur dapat dimodifikasi dan dikonversi sehingga dapat menggunakan amunisi CBJ 6,5x25mm (perubahan terutama pada chamber dan barrel). Untuk latihan, CBJ MS dapat menggunakan amunisi 9x19 mm.


Mode pilihan penembakan dilakukan oleh tarikan pada pelatuk dua langkah. Tarikan pendek menghasilkan tembakan tunggal, sedangkan tarikan penuh menghasilkan tembakan otomatis. Ada tombol manual safety, yang terletak di atas triggerguard. Ada lagi safety bawaan yang terletak pada pada pegangan. Pegangan sekaligus sebagai rumah magasen untuk pengisian terletak pada grip bagian belakang. PDW CBJ Ini sepenuhnya ambidextrous dan tidak bergerak ketika pistol ditembakkan.


Sistem Modular CBJ dapat dengan mudah diurai dalam tujuh bagian tanpa menggunakan alat apa pun. Larasnya dapat dengan mudah dilepas untuk perawatan atau penggantian. Design seperti Ini adalah desain yang kasar dan sederhana, yang diklaim oleh perancangnya sebagai design yang sangat andal.

Magasen dimasukkan ke dalam pegangan bagian belakang (pistol grip). CBJ MS PDW kompatibel dengan magasen Carl Gustaf SMG standar. Magasen tipe kotak standar dapat menampung 20 atau 30 peluru. Kotak magasen cadangan dapat disimpan dengan cara dimasukkan ke gagang pegangan depan untuk proses pengisian ulang yang cepat. Magasen drum berkapasitas tinggi yang menampung 100 peluru juga tersedia.


CBJ MS dilengkapi dengan pembidik terbuka yang dapat disesuaikan. Picatinny rail dipasang di atas receiver. Hal ini memungkinkan untuk meambahkan beberapa fitur asesoris yang beragam pada PDW ini, seperti system pembidik optic, laser, dan sebagainya. Sedangkan fitur tambahannya adalah penambahan beberapa Picatinny rail di setiap sisi. Pegangan depan juga bisa diganti dengan aksesoris seperti senter, laser pointer dan sebagainya.

Untuk konfigurasi senyap, CBJ dilengkapi dengan peredam

Senjata pertahanan personal (PDW) ini dilengkapi dengan popor yang dapat ditarik, terbuat dari kawat baja. Uniknya, PDW CBJ dapat dilengkapi dengan bipod yang dapat dilepas dalam konfigurasi senjata pendukung ringan. Juga dapat dilengkapi dengan fitur peredam suara, namun untuk konfigurasi peredam ini, PDW CBJ harus menggunakan amunisi subsonik khusus.

Varian


CBJ MS light support weapon, dilengkapi dengan bipod yang dapat dilepas dan magasen drum bundar berkapasitas 100 peluru. Dalam konfigurasi ini dapat digunakan sebagai senjata serbu.


Spesifikasi Senjata Defensif Perorangan / Personal Defence Weapon (PDW) -  CBJ MS

Negara asal Swedia
Operasional aktif:
Kaliber 6.5x25 mm
Berat (kosong): 2,8 kg
Panjang: 
Popor Terentang: 565 mm
Popor tertarik/terlipat: 363 mm
Panjang laras: 200 mm
Muzzle velocity: 830 m/s
Laju tembakan (Rate of fire): 700 rpm
Laju tembakan praktis: 30 - 100 rpm
Kapasitas magasen: 20, 30, 100 peluru
Jarak tembak efektif: 400 m

Catatan:

PDW (bahasa Inggris: Personal Defence Weapon)atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Senjata pertahanan Perorangan adalah jenis senjata dengan kelas antara pistol mitraliur dan senapan serbu. Bentuk dan bobot yang ringkas dan lebih ringan tetapi mempunyai kemampuan penetrasi di atas pistol mitraliur, hal ini didukung dengan pemakaian peluru dengan kaliber  yang mampu menembus rompi anti peluru standar CRISAT, hal ini tidak dapat dilakukan oleh peluru pistol mitraliur yang memakai kaliber 9 x 19 mm Parabellum.

Detail dan penggunaan
Penggunaan senjata ini lebih condong untuk kepentingan defensive, biasanya dipakai oleh personel militer garis belakang seperti kru altileri, personel perbekalan, kru senjata berawak seperti tank, pesawat, maupun helikopter , operasi pengamanan VIP dikarenakan ukurannya yang ringkas (kurang lebih seukuran pistol), dan mempunyai rata-rata tembakan yang tinggi (untuk "menyembur" musuh yg datang/menyerang), hal ini berbeda dengan karaktristik dari pistol mitraliur yang berfungsi untuk melakukan penyerangan/penyerbuan (assault) pada jarak dekat dengan menggunakan kaliber peluru pistol seperti 9 mm.

Sumber : 
1. Military-today.com
2. Wikipedia
-----------------------------------------
tag: Close Support Vehicle, Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, Heer , Helicopter, Helicopter Angkut/Serang, Helicopter, tempur/serang, Helikopter, Helikopter Anti Kapal Selam, Helikopter multi peran, Helikopter Serang-Tempur, Kapal Cepat, Kendaraan Intai/Tempur Ringan, Kendaraan Serba Guna, Kendaraan Taktis Lapis Baja, Kriegsmarine, Luftwaffe, MiG, Pesawat Angkut Berat Jet, Pesawat Angkut Propeller, Pesawat Anti Kapal Selam, Pesawat Anti Tank Propeller, Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, Pesawat pembom berat Jet, Pesawat Pembom Medium-Propeller, Pesawat Pembom Propeller, Pesawat Pembom Ringan Jet, Pesawat Pembom Strategis, Pesawat Pembom Tukik Propeller, Pesawat Pembom/Tempur Jet, Pesawat serang jet, Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Pesawat Tempur Jet, Pesawat Tempur Malam, Pesawat Tempur Propeller, Pistol Mitraliur/Submachine Gun, Senapan Serbu Otomatis, Senapan Serbu Semi Otomatis, Tank, Tank Amfibi, Tank Destroyer, Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, Tank Tempur Berat/Heavy Tank, Tank Tempur Medium/Medium Tank, Tank Tempur Ringan/Light Tank, Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, senjata, senapan serbu, amunisi, peluru, sniper, pesawat, pesawat tempur, helikopter tempur, perang, lapis baja, pembom.

Kamis, 01 Agustus 2019

Artileri Swagerak / Self Propelled Artillery Artillery Gun Module (AGM) 155 mm self-propelled howitzer



Kemayoran, Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019

Artilery Gun Module (AGM) howitzer self-propelled kaliber  155mm dikembangkan oleh pabrikan swasta (non pemerintah) untuk memenuhi kebutuhan potensial Angkatan Darat Jerman di masa depan. Purwarupa AGM ini terungkap pada tahun 2004. Secara keseluruhan alutsista ini terbukti menjadi satu jenis alutsista yang sukses.


Modul Senjata Artileri didasarkan pada teknologi howitzer self-propelled PzH 2000, yang dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman. Alutsista ini memberikan kinerja yang mirip dengan PzH 2000, tetapi memiliki beberapa kelebihan antara lain biaya produksinya yang lebih kecil, jumlah awak yang juga lebih sedikit serta bobot tempur yang relative lebih ringan. AGM ini juga dapat diangkut melalui transportasi udara (yang memberikan nilai lebih pada alutsista ini dari segi mobilisasi). AGM Ini dikembangkan sebagai alutsista pengganti atau pelengkap untuk PzH 2000 jika dihadapkan pada situasi dimana persenjataan yang lebih berat tidak tersedia, tidak direkomendasikan, atau terlalu mahal.


Artilery Gun Module (AGM) menggunakan meriam kaliber 155mm / L52. AGM memiliki sistem pasokan amunisi yang sepenuhnya otomatis, yang memuat secara simultan dari proyektil dan propelannya. Komponen senjata utama berasal dari arsenal PzH 2000. AGM ini juga mempertahankan fitur dan parameter kinerja PzH 2000. AGM memiliki jumlah tembakan (rpm) maksimum 6-8 tembakan per menit dan mampu menembakkan beberapa tipe amunisi secara simultan. Pada saat kondisi darurat (dimana system operasi otomatisnya mengalami masalah), alutsista ini dapat juga dioperasikan secara manual. 

AGM ini juga kompatibel dengan semua amunisi standar NATO. Jarak tembak maksimumnya adalah 30 km dengan amunisi standar dan 40 km dengan amunisi tipe base bleed rouns. Kapasitas angkut proyektil dari AGM adalah sebanyak 30 proyektil lengkap dengan propelannya. AGM juga dapat diadaptasi untuk jenis meriam yang lebih ringan, seperti meriam caliber 155mm / L39 yang dimensinya lebih pendek atau bahkan meriam kaliber 105mm yang lebih ringan.


Artilery Gun Module (AGM) dilengkapi dengan sistem pengendali tembakan canggih. Sistem referensi mulut laras memasukkan informasi ke dalam sistem pengendali penembakan. Alutsista Ini menerima data lengkap target melalui radio atau datalink. AGM ini dilengkapi dengan Global Positioning System. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan sampai dengan senjata ini siap tembak sekitar 30 detik. Waktu yang dibutuhkan untuk “menggulung” senjata ini bahkan lebih singkat dari 30 detik. Setelah amunisi terakhir ditembakkan, kemampuan ini memungkinkan AGM meninggalkan posisi penembakannya secara singkat dan menghindari tembakan balasan dari lawan.


Sistem artileri ini dioperasikan oleh dua personel. Sistem dudukan atau pijakan (lifting) dipasang di bagian depan turret. Hal ini memungkinkan kru untuk memuat kembali magasen dari luar kendaraan.

Turret dari Artillery Gun Module ini terbuat dari baja aluminium ringan dan memberikan perlindungan terhadap tembakan dari caliber kecil, serpihan peluru artileri dan terhadap serangan perang nuklir, biologis atau kimia.


Purwarupa pertama dari AGM menggunakan sasis tracked yang dimodifikasi dari surplus alutsista US M270 MLRS. AGM memiliki bobot operasional tempur sekitar 27 ton. Kendaraan AGM didukung oleh mesin diesel Cummins VTA-903T, yang menghasilkan daya sebesar 550 tenaga kuda. Kendaraan ini dilengkapi dengan unit daya tambahan, yang mendukung semua sistem yang diperlukan ketika mesin utama dimatikan.

Modul AGM memiliki bobot 12,5 ton dan dapat dipasang pada truk 6x6 atau 8x8, kendaraan berpenggerak track (rantai) atau tank tempur utama. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan AGM ke dalam inventaris kendaraan yang tersedia bagi negara pelanggan, untuk menyediakan sistem artileri modern dan hemat biaya. Modul artileri bahkan dapat digunakan sebagai unit yang berdiri sendiri untuk pertahanan pangkalan-pangkalan operasi garis depan.

Program yang sangat berbeda dipimpin oleh pembuat kapal dikembangkan selama jangka waktu yang sama. Meriam artileri modular angkatan laut MONARC memadukan menara meriam dan autoloader dari howitzer PzH 2000 ke dalam dek kapal angkatan laut.


Varian


Donar 155 mm self-propelled howitzer adalah pengembangan lebih lanjut dari AGM. Kendaraan ini menggunakan sasis yang dimodifikasi dari kendaraan tempur infanteri ASCOD 2.


Boxer RCH 155 adalah AGM dengan turret lengkap yang terintegrasi pada sasis pembawa personel lapis baja Boxer 8x8. Sistem artileri ini diperkenalkan pada tahun 2014. Percobaan penembakan awal terjadi pada tahun yang sama.


Ada juga versi yang diusulkan, berdasarkan sasis truk militer IVECO Trakker 8x8.

Negara asal Jerman
Memasuki layanan -
Awak: 2 personel

Dimensi dan berat
Berat: 27 ton
Panjang (posisi meriam ke arah depan): 10,42 m
Panjang lambung: sekitar 8 m
Lebar: 2,97 m
Tinggi: 3,06 m

Persenjataan
Senjata utama: Meriam caliber 155mm (Howitzer)
Barrel length: 52 calibers
Senapan mesin -
Berat proyektil: 43,5 kg
Jarak tembak maksimum: 30 - 40 km
Jumlah tembakan maksimum permenit (rpm): 6 - 8 rpm
Sudut elevasi meriam: - 2,5 hingga + 65 derajat (?)
Radius putaran: 360 derajat

Kapasitas amunisi
Senjata utama: 30 amunisi
Senapan mesin -

Mobilitas
Mesin Cummins VTA-903T diesel
Daya mesin: 550 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 60 km / jam
Jarak jelajah maksimum: 480 km

Kemampuan manuver
Tanjakan maksimum: 60 derajat
Kemiringan samping maksimum: 30 derajat
Halangan vertikal: 0,9 m
Lebar halangan parit: 2,5 m
Fording ~ 1,2 m

Artillery Gun Module
Jenis artileri swagerak (Self-propelled artillery)
Asal Negara: Jerman
Sejarah produksi
Dirancang: 2004

Spesifikasi
Modul Massa: 12,5 ton, 
Sarana pengangkut: MLRS 27 ton
Panjang: 10,42 m (34 kaki 2 in)
Lebar: 2,97 m (9 kaki 9 in)
Tinggi: 3,06 m (10 kaki)
Persenjataan utama:
Rheinmetall 155 mm L52 Artileri Gun

Sumber : 
1. Military-today.com
2. Wikipedia
-----------------------------------------
tag: Close Support Vehicle, Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, Heer , Helicopter, Helicopter Angkut/Serang, Helicopter, tempur/serang, Helikopter, Helikopter Anti Kapal Selam, Helikopter multi peran, Helikopter Serang-Tempur, Kapal Cepat, Kendaraan Intai/Tempur Ringan, Kendaraan Serba Guna, Kendaraan Taktis Lapis Baja, Kriegsmarine, Luftwaffe, MiG, Pesawat Angkut Berat Jet, Pesawat Angkut Propeller, Pesawat Anti Kapal Selam, Pesawat Anti Tank Propeller, Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, Pesawat pembom berat Jet, Pesawat Pembom Medium-Propeller, Pesawat Pembom Propeller, Pesawat Pembom Ringan Jet, Pesawat Pembom Strategis, Pesawat Pembom Tukik Propeller, Pesawat Pembom/Tempur Jet, Pesawat serang jet, Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Pesawat Tempur Jet, Pesawat Tempur Malam, Pesawat Tempur Propeller, Pistol Mitraliur/Submachine Gun, Senapan Serbu Otomatis, Senapan Serbu Semi Otomatis, Tank, Tank Amfibi, Tank Destroyer, Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, Tank Tempur Berat/Heavy Tank, Tank Tempur Medium/Medium Tank, Tank Tempur Ringan/Light Tank, Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, senjata, senapan serbu, amunisi, peluru, sniper, pesawat, pesawat tempur, helikopter tempur, perang, lapis baja, pembom.

Rabu, 31 Juli 2019

Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber Breguet 691/693



Kemayoran, Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019

Pesawat Breguet 690 dirancang berdasarkan pada proposal yang spesifikasinya diterbitkan pemerintah Perancis pada tahun 1934, untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Perancis akan pesawat tempur berat berawak tiga orang. Purwarupa pesawat tempur bermesin dua tersebut memiliki performa yang sangat baik. Dan ketika Perang Dunia ke II sudah diambang pintu, Pesawat tempur ini lalu dibuat varian pembomnya. Pesawat pembom ringan ini dberi kode Breguet Bre. 691, dapur pacunya menggunakan mesin Hispano Suiza, yang purwarupanya diterbangkan pertama kali tahun 1937, lalu diproduksi secara tergesa-gesa demi menghadapi perang yang sudah diambang pintu. 


Varian pembom ringan ini berbeda dibandingkan dengan versi tempurnya. Versi pembomnya memiliki bombay (kompartment bom) yang berkapasitas maksimum 400 kilogram bom. 


Seratus unit Bre. 691 dipesan untuk segera direalisasikan, tetapi, sebelum produksinya dimulai, varian yang lebih baru dan lebih baik, yaitu Breguet Bre. 693 muncul. Pesawat varian ini memiliki dapur pacu mesin Gnome Rhone yang lebih kuat (dibuat juga versi lain yaitu Bre. 695 yang menggunakan mesin Pratt & Whitney Twin Wasp Junior buatan Amerika Serikat)


Pada saat kekalahan Perancis, hampir 300 unit dari berbagai versi telah dikirim dan ditempatkan ke garis depan. GBA I/54 dan II/54 menjadi grup pertama yang diperkuat dengan pesawat pembom ringan  Bre. 693. Versi ini melaksanakan pertempuran pertamanya pada tanggal 12 Mei 1940, dimana 12 unit pesawat ini menyerang pasukan dan kendaraan tempur Jerman. Hasilnya sangat mengecewakan, dari 12 pesawat yang dikirim, 11 unit berhasil ditembak jatuh oleh Jerman. Ternyata, peawat ini sangat rentan dan kalah manuver dibandingkan dengan pesawat-pesawat tempur Jerman yang lebih superior. 


Belum lagi pesawat ini tidak memiliki persenjataan defensif yang cukup kuat untuk melumpuhkan pesawat musuh.  Pada tanggal 24 Juni 1940, setelah melakukan hampir 500 sorti pertempuran, Angkatau Udara Perancis telah kehilangan hampir separuh dari seluruh pesawat Bre. 693 yang dimilikinya.


Angkatan Udara Vichy akhirnya mengambil alih unit pesawat yang masih tersisa, dan ironisnya, banyak diantaranya yang dikirimkan ke Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), dan oleh Jerman, pesawat ini lalu dicopot mesinnya untuk dipergunakan untuk memotori pesawatnya sendiri. 


Menurut catatan resmi, beberapa unit pesawat Bre. 693 dikirim ke Italia untuk digunakan sebagai sarana latihan operasional pada kurun waktu 1942 sampai 1943.


Spesifikasi Pesawat Pembom Ringan Breguet 691/693

Asal Negara: Perancis
Tipe Pesawat : Pesawat Pembom 2 Mesin
Terbang Perdana : 25 Oktober 1939  
Kru : 3 Orang
Bobot : 3.010 kg (Kosong), MTOW : 5.500 kg


Dimensi :
Panjang Pesawat: 9,67 m 
Bentangan sayap : 15,63 m
Tinggi : 3.19 m
Wing Area: 28.8m2

Persenjataan :
1 X Meriam kaliber 20mm
2 X Senapan mesin kaliber 7.5mm (fix forward firing machine guns)
3 X Senapan mesin kaliber 7.5mm (fix and obliquely rearward  firing machine guns)
Muatan bom sampai dengan 400 kg

Mesin : 2 X Gnome Rhone 14M Mars 700hp cylinder radial engines

Performa : 
Kecepatan maksimum : 475 km/jam
Ketinggian operasional maksimum : 8.500 m
Kecepatan menanjak: 500 m/menit
Jarak jelajah maksimum : 1350km 

Versi Aviastar.org


Breguet 691/693/695 - 1938

Breguet 690 dirancang sebagai jawaban atas spesifikasi yang diterbitkan oleh kementerian udara Prancis tahun 1934 yang meminta pengadaan pesawat tempur dengan konfigurasi tiga kursi dan bermesin ganda. Beberapa pabrikan mengajukan proposal, dan kontes dimenangkan oleh Potez 630. Proposal Breguet lebih berat dan lebih kuat daripada rancangan dari kontestan lainnya, para perancangnya membuat pesawat ini sebagai pesawat terbang multi-peran yang lebih fleksibel. Proses perancangan pesawat Breguet 690 dimulai pada tahun 1935 dan purwarupa selesai pada tahun 1937, pesawat ini terbang perdana pada tanggal 23 Maret 1938. Pesawat ini ditemukan memiliki kinerja yang unggul dibandingkan dengan Potez 630, dan Breguet menerima kontrak untuk memasok 100 pesawat, dikonfigurasikan sebagai pembom & serang ringan.


Breguet 691 yang dibuat adalah pesawat monoplane mid-wing kantilever yang memiliki bentuk mulus  (aerodinamis) dan berkonstruksi sepenuhnya dari logam, dengan dua mesin yang dipasang di sayap dan bentuk hidung pesawat pendek yang secara sepintas mirip dengan pesawat Bristol Beaufighter. Namun di sisi sayap, badan pesawat meruncing ke arah ekor dengan sirip dan kemudi bersudut ganda. 


Konversi dari Bre.690 ke Bre.691 relatif sederhana, perubahan utama adalah dihilangkannya posisi navigator untuk penambahan ruang bom kecil. Pengalaman dengan Bre.691 membuktikan bahwa mesin Hispano-Suiza tidak dapat diandalkan, dan Bre.693.01 diperkenalkan dengan dua mesin Gnome-Rhone 14M-6/7 setelah hanya 78 Bre.691 yang dibangun. 234 unit pesawat Bre.693 dibuat, unit selanjutnya memiliki tambahan persenjataan berupa dua pucuk senapan mesin ringan caliber 7,5mm, satu dipasang di ekor masing-masing mesin nacelle, untuk menambah proteksi pesawat terhadap serangan pesawat musuh.


Sayangnya, permintaan pengadaan pada pesawat seri Bre.690 terganggu oleh invasi Jerman ke Perancis dan Bre.694.01 tunggal dibangun, dimaksudkan sebagai pesawat pengintai tiga kursi, dikirim langsung ke Aeronavale. Bre.694 pada umumnya mirip dengan Bre.690 asli tanpa tempat bom dan kompartemen navigator, tetapi dengan mesin Gnome-Rhone 14M-4/5.


Versi Bre.695 sebenarnya identik dengan Bre.693 tetapi dengan mesin Pratt & Whitney SB4G Twin Wasp Junior. Sebagai alternative, Perancis mulai merancang versi pesawat menggunakan mesin produksi Negara lain sebagai langkah alternative jika terjadi hambatan atau gangguan pada produksi dalam negeri Prancis. Tercatat, 50 unit pesawat  Bre.695 diproduksi, dan dikirimkan ke Groupe 18 pada Juni 1940.


Bre.696 dan 697 dibuat hanya sebagai purwarupa dan masing-masing merupakan pembom ringan dua kursi dan perusak berat dua kursi. Breguet 693 terbukti sangat rentan dan hampir setengah dari pesawat tersebut berhasil dijatuhkan oleh lawan.


Spesifikasi Pesawat Breguet Model/Versi 693 AB2

Jumlah awak: 2 orang
Berat lepas landas 4892 kg 10785 lb
Berat kosong 3006 kg 6627 lb

Dimensi:
Rentang sayap: 15,4 m 51 kaki 6 in
Panjang: 9,7 m 32 kaki 10 in
Tinggi: 3,2 m 11 kaki 6 in
Luas sayap: 29,2 m2 314,31 kaki persegi

Performa:
Kecepatan Maksimum: 490 km / jam 304 mph
Ketinggian operasional maksimum: 9500 m 31150 kaki
Jarak jelajah maksimum: 1350 km 839 mil

Persenjataan: 
1 x Meriam caliber 20mm
3 x Senapan mesin caliber 7.5mm
Bom sampai dengan berat 400kg

Sumber : 
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
WWW.Aviastar.org

-----------------------------------------
tag: Close Support Vehicle, Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, Heer , Helicopter, Helicopter Angkut/Serang, Helicopter, tempur/serang, Helikopter, Helikopter Anti Kapal Selam, Helikopter multi peran, Helikopter Serang-Tempur, Kapal Cepat, Kendaraan Intai/Tempur Ringan, Kendaraan Serba Guna, Kendaraan Taktis Lapis Baja, Kriegsmarine, Luftwaffe, MiG, Pesawat Angkut Berat Jet, Pesawat Angkut Propeller, Pesawat Anti Kapal Selam, Pesawat Anti Tank Propeller, Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, Pesawat pembom berat Jet, Pesawat Pembom Medium-Propeller, Pesawat Pembom Propeller, Pesawat Pembom Ringan Jet, Pesawat Pembom Strategis, Pesawat Pembom Tukik Propeller, Pesawat Pembom/Tempur Jet, Pesawat serang jet, Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Pesawat Tempur Jet, Pesawat Tempur Malam, Pesawat Tempur Propeller, Pistol Mitraliur/Submachine Gun, Senapan Serbu Otomatis, Senapan Serbu Semi Otomatis, Tank, Tank Amfibi, Tank Destroyer, Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, Tank Tempur Berat/Heavy Tank, Tank Tempur Medium/Medium Tank, Tank Tempur Ringan/Light Tank, Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, senjata, senapan serbu, amunisi, peluru, sniper, pesawat, pesawat tempur, helikopter tempur, perang, lapis baja, pembom.

Selasa, 30 Juli 2019

Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - APC Pandur



Kemayoran, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019

Steyr-Daimler-Puch Pandur adalah kendaraan tempur beroda dengan konfigurasi 6x6 (dengan 6x4 sebagai penggerak). Dan kendaraan ini dapat digambarkan sebagai kendaraan tempur multi-guna karena dikembangkan untuk memenuhi berbagai peran tempur, dengan banyak varian, dan hebatnya, seluruh varian tersebut dapat berbagi komponen atau suku cadang dan perlengkapan yang sama.


Kendaraan tempur ini dikembangkan secara mandiri oleh Austria, dan purwarupa pertama muncul pada tahun 1985. Sejak itu serangkaian varian pra-produksi telah diproduksi untuk menunjukkan sejumlah peran, dari kendaraan medis atau ambulans yang tidak dilengkapi dengan senjata, hingga berbagai model turret yang dilengkapi dengan beragam senjata, mulai dari senapan mesin berat kaliber 12,7mm hingga meriam ringan kaliber 30mm.


Model dasar dari APC Pandur pada awalnya tidak memiliki turret, meskipun celah atau tingkap menembak yang terletak di sisi lambung (supaya pasukan yang berada di dalam kendaraan tersebut dapat menembak) menjadi salah satu opsi standar, sementara dua pintu untuk penumpang disediakan di bagian belakang, ada juga pintu atau tingkap pada atap kendaraan.


Varian APC Angkatan Darat Austria, model produksi Pandur pertama yang dipesan pada tahun 1994 dan ditujukan untuk tugas PBB, memiliki atap bagian belakang yang ketinggian atapnya ditambah untuk memperluas ruang kepala internal untuk delapan pasukan yang diangkut, ditambah senapan mesin berat Browning M2 kaliber 12,7mm yang dipasang dan dilindungi secara eksternal yang posisinya tepat di atas kubah komandan. Pesanan awal adalah untuk 68 unit meskipun total akhir untuk varian ini jauh lebih tinggi.


Ada beberapa versi Pandur yang dilengkapi dengan turret, salah satunya adalah MICV 127 yang dilengkapi dengan turret berawak satu orang yang dipersenjatai dengan satu senapan mesin berat kaliber 12,7mm dan satu senapan mesin kaliber 7,62mm, sementara ada juga model lain yang dilengkapi dengan turret berawak dua orang yang dipersenjatai dengan meriam Mauser kaliber 30mm.


Versi lain sebagai kendaraan pendukung tembakan yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 90mm yang ditujukan untuk mendukung manuver unit pengintai lapis baja. 


Dengan konstruksi lambung yang terdiri dari baja yang dilas penuh memungkinkan Pandur untuk mengemban banyak peran, salah satu senjata yang cocok untuk dipadankan dengan kendaraan tempur ini adalah mortir kaliber 81mm yang mampu diakses melalui lubang atap lambung, turret rudal anti tank berpemandu, meriam untuk pertahanan udara jarak dekat/ringan atau turret dengan  rudal.

Varian
Kendaraan Komando.
Armored recovery vehicle.
Kendaraan untuk perang elektronik.
Pandur II, pembawa personel lapis baja yang ditingkatkan, tersedia dalam konfigurasi 6x6 dan 8x8.


Spesifikasi Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - APC Pandur

Negara: Austria
Mulai Operasional: 1995
Awak: 2 orang
Kapasitas angkut personel: 8 orang

Dimensi dan berat
Berat 13 ton
Panjang 5,7 m
Lebar 2,5 m
Tinggi 1,82 m

Persenjataan
1 x senapan mesin berat kaliber 12,7mm

Tenaga gerak
Mesin Steyr WD diesel dengan daya 260 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 100 km / jam
Jarak jelajah operasional: 700 km

Kemampuan manuver
Tanjakan maksimum: 70 derajat
Kemiringan maksimum: 40 derajat
Halangan vertikal: 0,50 m
Lebar Parit maksimum: 1,1 m
Fording 1,2 m


Wikipedia

Pandur: 6×6 APC
Tipe: Kendaraan Angkut personel lapis Baja (APC - Armoured personnel carrier)
Negara asal: Austria

Riwayat operasional
Sejarah produksi
Dirancang: Sekitar tahun 1980-an
Pabrikan: Steyr-Daimler-Puch

Spesifikasi:
Bobot: 13,5 ton
Panjang: 5,7 m (18 kaki 8 in)
Lebar: 2,5 m (8 kaki 2 in)
Tinggi: 1,82 m (6,0 kaki)

Awak: 2 Orang
Kapasitas angkut: 8 pasukan dengan perlengkapan penuh
Perlindungan lapis baja terhadap tembakan kaliber 12,7mm pada busur depan 30 ° 
Perlindungan lapis baja terhadap tembakan kaliber 7,62mm di tempat lain

Persenjataan
Senapan mesin berat kaliber 12.7mm MG (opsi lain tersedia)
Mesin:Steyr 6-cylinder turbo-charged diesel
194 kW (260 bhp) at 2,400 rpm
Jarak jelajah operasional: 700 km (430 mi)
Kecepatan maksimum (jalan raya):100 km / jam (62 mph)

Sumber : 
1. Military-today.com
2. Wikipedia

tag: #Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #