Rabu, 29 Mei 2019

Pesawat Tiltrotor Bell Boeing V-22 Osprey


Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019

Bayangkan sebuah pesawat yang bisa lepas landas dan mendarat seperti helikopter tetapi mampu terbang secepat pesawat terbang bermesin turboprop. Dan yang sesuai dengan gambaran tersebut adalah Bell Boeing V-22 Osprey, pesawat tiltrotor pertama yang berhasil memasuki fase produksi dan salah satu pesawat paling inovatif (dan kontroversial) di era modern.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Bell Boeing V-22 Osprey merupakan sebuah pesawat terbang militer tiltrotor sayap tinggi (high wing) dengan kemampuan vertical takeoff and landing (VTOL) dan short takeoff and landing (STOL). Pesawat ini dirancang dengan menggabungkan kelebihan fungsionalitas dari helikopter konvensional dengan performa jarak jauh serta kecepatan dari pesawat terbang turboprop.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Setelah proses rancang bangun yang panjang dan bermasalah, yang bahkan pada prosesnya terjadi beberapa kecelakaan fatal yang memakan korban dalam program ini, Osprey akhirnya lolos dari belitan nasib buruk dan berhasil membuktikan diri ke Pentagon. V-22 telah operasional penuh dalam Korps Marinir AS dan Angkatan Udara AS, dan akan bergabung dengan Angkatan Laut AS di awal tahun 2020-an. Kisah panjang pesawat ini baru saja dimulai.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Senapan Serbu Semi Otomatis / Semi Automatic Rifle M1 GARRAND (BAGIAN 1))

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Pesawat yang sesuai dengan harapan

Impian sebuah pesawat terbang yang bisa lepas landas secara vertikal dan terbang secara horizontal sudah berusia puluhan tahun. Pada 1950-an, Bell Helicopter Textron menerbangkan XV-3, sebuah pesawat yang menempatkan dua mesin Pratt & Whitney R-985 di ujung sayap. Diposisikan di ujung sayap, mereka dapat memutar 90 derajat untuk transisi dari lepas landas / mendarat ke penerbangan ke depan.

XV-3 dapat terbang hingga kecepatan 185 mil per jam, jauh lebih cepat daripada helikopter yang ada pada saat itu (bahkan untuk saat ini). Pilot uji coba membuat 110 konversi dari penerbangan vertikal ke horizontal dan kembali sebelum salah satu dari dua pesawat rusak parah dalam kecelakaan di sarana uji terowongan angin.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Meskipun kecelakaan itu merupakan akhir dari program, XV-3 telah membuktikan konsep tiltrotor adalah konsep yang layak. Dan setelah istirahat panjang, Bell melanjutkan program ini pada tahun 1977 dengan XV-15. Berbeda dengan XV-3, yang menampung mesin di dalam badan pesawat dan menjalankan sistem rumit driveshafts panjang sayap ke baling-baling ujung sayap yang berputar, XV-15 menempatkan mesin turboshaft langsung pada ujung sayap di mana seluruh unit propulsi dapat diputar dari menghadap ke depan ke lurus ke atas. Ini adalah solusi yang lebih praktis dan tidak rumit untuk masalah tiltrotor dan langkah maju yang signifikan, membebaskan ruang di dalam pesawat untuk mengangkut personel dan kargo..

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Sebuah Pesawat Hebat Yang Lahir Dari Kegagalan

Sementara itu, Amerika Serikat menghadapi momok krisis sandera Iran. Kegagalan Operasi Eagle Claw tahun 1980, misi penyelamatan sandera yang gagal, sebagian disebabkan oleh jarak pendek helikopter militer Amerika Serikat. Helikopter RH-53D Angkatan Laut AS, diharuskan untuk terbang dari kapal induk USS Nimitz di Teluk Persia ke ibukota Iran di Teheran, tidak memiliki jangkauan untuk melakukan perjalanan tanpa henti. Pasukan dan pesawat diam-diam akan mengamankan landasan udara di gurun Iran untuk mengisi bahan bakar helikopter dan memastikan mereka memiliki cukup bahan bakar untuk misi mereka. Itu taktik yang sangat berbahaya. Tabrakan antara C-130 Hercules dan RH-53D di lokasi pengisian bahan bakar menyebabkan hilangnya pesawat dan tim penyelamat dan memaksa pimpinan misi untuk membatalkan misi tersebut.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Maka, pada tahun 1981, Pentagon mengeluarkan persyaratan untuk pengadaan Pesawat Angkat Vertikal Layanan Gabungan (JVX). Sebuah pesawat angkut jarak jauh seperti JVX akan menyederhanakan proses penyelamatan, yang memungkinkan tim atau pasukan penyelamat terbang langsung ke Teheran dan kembali tanpa mendarat untuk mengisi bahan bakar. Menanggapi permintaan militer, Bell Helicopter Textron dan Boeing Vertol mengusulkan pesawat tiltrotor dengan daya dukung, kecepatan, dan jangkauan yang mampu memenuhi syarat tersebut.

Bell-Boeing memenangkan kontrak untuk JVX pada tahun 1983. Pesawat ini nantinya akan mampu memikul berbagai misi: sebagai transportasi serangan menengah untuk Korps Marinir, menggantikan helikopter transportasi Sea Knight CH-46E era-1960-an, varian operasi khusus CV-22 untuk Angkatan Udara, pesawat logistik HV-22 untuk Angkatan Laut, dan pesawat elektronik misi khusus untuk Angkatan Darat.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Prospek Pesawat Tiltrotor saat ini

Osprey pertama diluncurkan dari Bell's Flight Research Center di Arlington, Texas pada 23 Mei 1988, dan program V-22 langsung menemui kesulitan besar. Perang Dingin mereda, dan anggaran pertahanan dipangkas secara gila-gilaan. Pihak yang skeptis memberi laporan negatif untuk pesawat V-22 dan mengatakan perannya dapat dicapai dengan helikopter konvensional yang lebih murah. Namun ternyata, program pembuatan pesawat ini selamat dari berbagai upaya untuk membatalkannya, bahkan ketika pesawat ini mengalami serangkaian kecelakaan yang mematikan.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Pada saat ini, Osprey adalah desain pesawat terbang matang yang memenuhi visi Pentagon selama puluhan tahun. Osprey memiliki panjang 57 kaki dan tinggi 22 kaki dengan nacelles mesinnya diputar ke atas. Dalam posisi itu, dengan dua set rotor berdampingan, lebarnya lebih dari 84 kaki.

Pesawat ini dimotori oleh dua mesin Rolls-Royce Liberty, yang masing-masing menghasilkan 6.150 tenaga kuda / 4.568 kilowatt. Hal ini memungkinkan Osprey untuk mengangkut empat awak ditambah hingga 24 personel secara internal. Atau, Osprey dapat membawa hingga 12.500 pound dalam beban tersampir eksternal, termasuk artileri, kendaraan tempur konfigurasi roda, dan persediaan.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Versi untuk Korps Marinir, MV-22 Osprey, dapat mengakomodir atau mengangkut 24 pasukan tempur Marinir pada ruang badan pesawat dan terbang dengan kecepatan hingga 240 knot (276 mil per jam). Sebaliknya, helikopter Sea Knight CH-46E yang ada saat ini hanya bisa mengangkut sekitar 18 pasukan dengan kecepatan jelajah 166 mil per jam. Dan MV-22 memiliki jangkauan yang lebih jauh, memungkinkannya untuk membawa pasukan tersebut hingga jarak operasional 230 mil dibandingkan 186 mil pada helikopter CH-46E. MV-22 juga mampu mengisi bahan bakar dalam penerbangan, yang otomatis meningkatkan jarak operasional yang lebih jauh lagi. Pada Mei 2015, empat MV-22 yang dikerahkan sendiri dari pulau Jepang Okinawa di Pasifik ke Nepal untuk membantu upaya pemulihan gempa bumi, menempuh jarak terbang lebih dari 2.500 mil.


Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Meskipun pada awalnya proses rancang bangun dan produksi pesawat ini mengalami banyak hambatan dan juga insiden, terkadang tragis, kombinasi kecepatan, jangkauan, dan kemampuan lepas landas Osprey telah memenangkan konsep tiltrotor sebagai konfigurasi yang sangat tepat dalam dunia penerbangan. Angkatan Darat AS sekarang mempertimbangkan tiltrotor yang sama, Valor V-280, untuk menggantikan helikopter UH-60 Blackhawk, dan raksasa penerbangan Eropa Leonardo sedang mempersiapkan tiltrotor komersial, AW609. CMV-22B Angkatan Laut akan mulai beroperasi pada 2020. Sementara itu, Angkatan Laut dan Angkatan Udara akan menerbangkan Osprey mereka selama beberapa dekade lagi.

Meskipun rancang bangun pesawat ini berakar pada era 1980-an, Osprey akan melayani militer AS hingga pertengahan abad ke-21.

Pesawat Tiltrotor
Bell Boeing V-22 Osprey
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tiltrotor Bell Boeing V-22 Osprey


Kru: Four (pilot, copilot and two flight engineers/crew cheifs)

Kapasitas: 

24 orang (duduk), 32 orang (di lantai), atau
9.070 kg (20.000 lb) kargo internal, atau 6.800 kg (15.000 lbkg) of external cargo (dual hook)
1× kendaraan Growler

Dimensi

Panjang: 17,5 m (57 ft 4 in)
Diameter baling-baling: 11,6 m)
rentang sayap: 14 m (45 ft 10 in)
Lebar dengan rotor: 25,8 m (84 ft 7 in) (38 ft 0 in)
Tinggi: 6,73 m/22 ft 1 in dengan mesin vertikal (mode helikopter) (5,5 m/17 ft 11 in hingga ujung ekor)
Luas area rotor: 212 m²
Luas sayap: 28 m² (301.4 ft²) (2.268 ft²)

Berat kosong: 15.032 kg (33.140 lb)
Berat isi: 21.500 kg (47.500 lb)
Berat maksimum saat lepas landas: 27.400 kg (60.500 lb)

Mesin: 2 × Rolls-Royce Allison T406/AE 1107C-Liberty turboshaft, 4.590 kW (6.150 hp) masing-masing

Performa

Laju maksimum: 509 km/h[18] (275 knots) pada elevasi permukaan laut / 305 kn (565 km/h; 351 mph) pada elevasi 15000 ft (4600 m)
Laju jelajah: 446 km/h (241 knots) pada elevasi permukaan laut
Jarak terbang maksimum: 1.627 km (879 nmi)
Radius tempur: 722 km (390 nmi)
Jangkauan feri: 3.590 km (1.940 nmi) dengan tangki bahan bakar cadangan
Ketinggian operasional: 7.620 m (25.000 ft)
Kecepatan menanjak: 11,8 m/s (2.320 ft/min)
Beban rotor: 102.23 kg/m² (20.9 lb/ft²)
Power/massa: 427 W/kg (0.259 hp/lb)

Persenjataan

1× 7.62 mm (0.308 in) senapan mesin M240 atau 0.50 in (12.7 mm) senapan mesin M2 Browning di ramp kargo.
1× 7.62 mm (.308 in) GAU-17 minigun, pada dudukan di badan pesawat, mampu tarik, kontrol jarak-jauh dalam sistem Remote Guardian System (opsional)

Demikianlah artikel tentang Pesawat Tiltrotor Bell Boeing V-22 Osprey, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:

Wikipedia
Popularmechanics.com

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson & Jhonson, #CanSino, #Omicron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar