Jumat, 12 April 2019

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support MiG-27


Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 12 April 2019

Pesawat ini dirancang dan dibuat berdasarkan pada hasil dari pesawat MiG-21 (lihat artikel tentang MiG-21 di sini). Walaupun MiG-21 terbukti menjadi pesawat tempur yang bisa diandalkan, tetapi jarak terbang MiG-21 ternyata sangat mengecewakan, untuk itu, Uni Soviet lalu merancang pesawat pengganti yang dapat terbang lebih jauh. MiG-21 versi yang lebih besar dan proyek Ye-23-11 ditawarkan dan terakhir ini menjadi purwarupa pesawat MiG-23 yang muncul perdana pada tahun 1967. 

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Sama seperti pesawat tempur MiG-21, pesawat ini memiliki dua versi, versi pertama merupakan pesawat tempur pencegat (penyergap) untuk digunakan sebagai pesawat pertahanan udara Rusia, PVO dan pesawat pembom tempur untuk memperkuat kekuatan udara taktis Rusia, Frontal Aviation.

MiG-23 bukan saja menjadi pesawat bersayap ayun pertama Rusia, tetapi sekaligus pesawat bersayap ayun pertama di dunia yang diproduksi secara massal. 

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

MiG-23 dan MiG-27 memiliki tiga sudut posisi ayun sayap: 

1. Posisi minimum (sudut 16 derajat) untuk lepas landas 
2. Posisi medium (sudut 45 derajat) untuk terbang jelajah dalam kecepatan rendah dan juga mendarat
3. Posisi sudut maksimum (72 derajat) untuk terbang pada kecepatan tinggi. 

Sayap pesawat ini diposisikan pada bagian atas badan, dan memiliki mesin tunggal dengan air intake berbentuk kotak yang berada di depan wing root.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber - JUNKER JU 87 STUKA)

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat MiG-27 versi pengembangan berikutnya dari MiG-23, tetapi lebih sederhana, dikhususkan untuk tugas close air support dan serang darat, dirancang agar dapat terbang dengan kecepatan yang relatif rendah di elevasi yang rendah pula, dan dapat membawa muatan senjata lebih banyak serta memiliki kendali yang lebih presisi.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

MiG-27 (diberi kode oleh NATO sebagai Flogger-D) dapat dibedakan dari MiG-23 yaitu pada bentuk hidungnya. Pada MiG-27, pada hidung terdapat tambahan instrument laser rangefinder dan juga piranti elektronik lainnya. MiG-27 juga memiliki hidung dengan bentuk yang khas, dengan sudut kemiringan yang lebih tajam (mirip seperti paruh bebek) agar pandangan pilot jauh lebih luas. 


Bentuk hidung seperti ini sering dijuluki sebagai “Ducknose” oleh para pilotnya (mirip dengan pesawat HS-129 milik Jerman pada saat Perang Dunia ke II). Pilot MiG-27 duduk dengan posisi tinggi agar dapat melihat keluar kokpit dengan lebih baik, dan bagian bawah hidungnya dipasang bagian berkaca untuk unit TV Tracker dan laser rangefinder/designator.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat ini memiliki meriam auto canon multi barrel GSh-6-N-30, mirip dengan meriam pada pesawat A-10. Senjata ini merupakan senjata "pelahap" sasaran darat yang mematikan, karena dapat memuntahkan 900 butir peluru kaliber 30mm per menit, dengan jarak tembak efektif mencapai 2 kilometer.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Karena bertugas sebagai pesawat serang, pilot MiG-27 dilengkapi dengan sistem perlindungan yang memadai. Kokpit MiG-27 diproteksi dengan cukup dan kebal terhadap hantaman peluru kaliber kecil, karena kokpitnya dilapisi dengan baja. Dilengkapi pula dengan terrain avoidance radar untuk penyerangan di elevasi rendah. 

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

MiG-27 tidak dilengkapi dengan radar udara ke udara seperti pesawat MiG-23. Efeknya, pesawat ini sangat mengandalkan perlindungan pesawat tempur pengawal pada saat pelaksanaan misinya, selain itu juga memiliki  tipe mesin yang berbeda. Bukan hanya itu, pesawat ini juga memiliki spesifikasi untuk roda pendarat yang lebih kuat (untuk mendarat dalam jarak pendek dan juga landasan yang kasar), sistem navigasi/serang juga dimodifikasi khusus untuk tugas atau misi serang darat di segala kondisi cuaca.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat MiG-27 ini mampu membawa berbagai macam atau jenis pod untuk pengintaian yang menjadikan pesawat ini juga mampu mengemban misi intai taktis. Menurut sebuah catatan resmi, pesawat ini juga mampu dioperasikan dari kapal induk milik Uni Soviet.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Beberapa negara yang pernah mengoperasikan pesawat MiG 23/27 adalah Polandia, Hungaria, Bulgaria, Jerman Timur, Rumania, dan Cekoslovakia. Untuk negara-negara lain yang berada di luar lingkar Uni Soviet, mendapat jatah pesawat MiG 23/27, namun spesifikasinya dikurangi alias versi “KW” nya. 

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Masih menurut catatan resmi, Versi “KW” atau versi kurang canggih dari MiG-23 juga diekspor ke luar negara anggota Pakta Warsawa seperti Libya (dimana pesawat ini mencatatkan prestasi yang “memalukan” Ketika harus berhadapan dengan F-14), Suriah, Mesir, Ethiopia, India, Kuba, Aljazair, Irak, Afganistan, dan Korea Utara. Sayangnya, nasib dari pesawat ini juga rata-rata sama, memberikan catatan prestasi perang yang memalukan, bukan karena jenis pesawatnya yang buruk, namun karena Uni Soviet selalu memberikan pesawat yang “KW” kepada negara-negara di luar Pakta Warsawa.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Transport Medium / Medium Transport - Douglas DC-3)

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Produksi dari pesawat MiG-27 telah dihentikan oleh Rusia pada pertengahan tahun 1980-an, tetapi pabrikan asal India, Hindustan Aeronautics terus memproduksi MiG-27M (diberi julukan Bahadur/Valiant oleh India) berdasarkan lisensi untuk Angkatan Udara India sampai dengan tahun 1997. Produksi terakhir oleh India ini sekaligus mengakhiri pembuatan Flogger yang telah berlangsung selama hampir tiga dekade dan sekitar 4.000 unit telah diproduksi.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Pesawat MiG-27 ini termasuk pesawat yang pernah mencicipi perang dalam kondisi yang sesungguhnya. Catatan perang yang pernah dijalani oleh pesawat ini adalah konflik di Afganistan (dioperasikan oleh Uni Soviet) sejak tahun 1979 sampai 1989. Sedangkan MiG-27 yang dioperasikan oleh Irak berkiprah saat perang Irak-Iran pada periode 1980-1988 dan juga saat perang Teluk tahun 1991.

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support MiG-27


Asal Negara: Uni Soviet
Tipe Pesawat: Pesawat Serang Tempur mesin jet tunggal
Terbang Perdana: 1972  
Awak: 1

Dimensi

Panjang: 17,08 m (56 kaki)

Lebar sayap:
Sayap terentang: 13,97 m (45 kaki 10 in)
Sayap tertekuk maksimum: 7,78 m (25 kaki 6 in)

Tinggi: 5 m (16 kaki 7 in)

Area sayap:

Dengan sayap terbentang: 37,35 m² (402 kaki²)
Dengan sayap tertekuk maksimum: 34,16 m² (367,7 kaki²)

Berat kosong: 11,908 kg (26.253 lb)
MTOW: 20.670 kg (45.570 lb)

Mesin: 

1 × turbojet afterburning Khatchaturov R-29-B-300
Daya dorong mesin tanpa afterburner: 78,5 kN (17.650 lbf)
Daya dorong dengan afterburner: 112,8 kN (25,360 lbf)

Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support
MiG-27 "Flogger"
militerbanget.blogspot.com

Performa

Kecepatan maksimum:
Di permukaan laut: Mach 1.09 (1.350 km / jam; 839 mi)
Pada 8.000 m (26.250 kaki): Mach 1,5 (1.885 km / jam; 1.171 mph)
Jarak Terbang Maksimum: 2.500 km (1.550 mi; 1.350 nmi)
Radius Tempur: 780 km (480 mi; 420 nmi)
540 km (290 nmi; 340 mi) dengan dua rudal Kh-29 dan tiga tangki bahan bakar cadangan
225 km (120 nmi; 140 mi) dengan dua rudal Kh-29 dan tanpa bahan bakar eksternal
Terbang feri: 2.500 km (1.550 mi; 1.350 nmi)
Ketinggian Operasional: 14.000 m (46.000 kaki)
Kecepatan menanjak: 200 m / s (39.400 kaki / mnt)
Rasio angkat pada sayap: 605 kg / m² (123,9 lb / ft²)
Rasio daya dorong / berat: 0,62

Persenjataan

Meriam putar Gryazev-Shipunov GSh-6-30 1 × 30 mm dengan 260 peluru
Autocannon Gryazev-Shipunov GSh-23 1 × 23 mm dengan 200 peluru
Hardpoint/Pylon: 1 × di posisi garis tengah, 4 × badan pesawat dan 2 × Wingroot dengan kapasitas 4.000 kg (8.800 lb) dan komposisi untuk membawa kombinasi:
Roket:
S-5, S-8, S-25, S-24
Rudal:
Rudal udara-ke-udara: R-60M
Rudal udara-ke-permukaan: Kh-23M, Kh-25ML, Kh-29L / ML / T / D
Rudal anti-radiasi: Kh-27PS
Bom:
Bom berpemandu TV KAB-500KR
Bom berpemandu laser KAB-500L
Bom hingga 500 kg (1.100 lb)

Demikianlah artikel tentang Pesawat Pembom/Serang Darat/Close Air Support MiG-27, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas.blogspot.com

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh.blogspot.com

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah.blogspot.com

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
Wikipedia

Tag:
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #anjay, #tik-tok, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2020, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV, #Covid-19, Vaksin Covid-19, #Corona Virus, #Virus, #Isolasi Mandiri, #OTG (Orang Tanpa Gejala), #lockdown, #PPKM, #varian-Delta, #Sinovac, #AstraZeneca, #Pfizer-BioNTech, #Moderna, #Sinopharm, #Jhonson & Jhonson, #CanSino, #Omicron

Tidak ada komentar:

Posting Komentar