Jumat, 20 Juli 2018

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack)

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at 20 Juli 2018

Tupolev Tu-160, yang dikenal oleh NATO dengan sebutan "Blackjack", bukan sekadar pesawat pembom biasa; pesawat ini adalah simbol keunggulan teknik dirgantara Rusia yang memadukan keanggunan desain dengan daya hancur yang mengerikan. Sering dijuluki sebagai "Angsa Putih" (Beliy Lebed) karena warna cat putih anti-radiasi nuklirnya dan lekuk tubuhnya yang aerodinamis dan sangat cantik, Tu-160 berdiri sebagai pembom strategis paling modern, tercepat, dan paling bersenjata di dunia saat ini.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Latar Belakang: Respon Terhadap Perang Dingin


Proses kelahiran Tu-160 dimulai pada tahun 1973. Saat itu, Uni Soviet merasa perlu merespon program pengembangan pembom strategis Amerika Serikat yang nantinya melahirkan Rockwell B-1B Lancer. Soviet menginginkan sebuah platform yang tidak hanya mampu terbang supersonik pada ketinggian tinggi, tetapi juga memiliki kemampuan penetrasi rendah yang sulit dideteksi radar.

Hasilnya adalah desain yang sekilas mirip dengan B-1 Lancer karena konfigurasi sayap ayunnya (variable-sweep wing), namun secara teknis, Tu-160 jauh lebih besar, lebih cepat, dan memiliki kapasitas angkut yang lebih masif. Jika B-1 Lancer dirancang untuk penetrasi ketinggian rendah, Tu-160 dirancang sebagai "platform rudal jelajah" yang mampu melakukan serangan dari jarak jauh dengan kecepatan luar biasa sebelum musuh menyadari keberadaannya.

(Baca juga artikel tentang si “saudara kembar” pembom blackjak ini, yaitu  Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Rockwell B-1 Lancer (Bagian 1))

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Kecanggihan Dapur Pacu dan Aerodinamika


Salah satu kunci keunggulan Tu-160 adalah sistem penggeraknya. Pesawat ini mengandalkan empat unit mesin turbofan Kuznetsov NK-321, dimana masing-masing mesin mampu menghasilkan daya dorong sebesar 25.000 kg, memberikan Tu-160 kemampuan untuk terbang menanjak dengan kecepatan 70 meter per detik dan mencapai ketinggian operasional hingga 59.000 kaki.

Kemampuan sayap ayunnya memungkinkan pilot mengubah geometri sayap dari sudut 20 derajat untuk performa kecepatan maksimum saat jelajah, hingga 65 derajat untuk stabilitas optimal saat lepas landas, mendarat, atau terbang pada kecepatan rendah dengan muatan penuh. Dengan kemampuan supersonic dash, Tu-160 mampu melesat hingga kecepatan Mach 2.05, menjadikannya pembom strategis tercepat yang pernah diproduksi hingga saat ini, jauh melampaui kemampuan B-1 Lancer yang berada di kelas kecepatan subsonik tinggi.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan dan Kemampuan Penetrasi


Dua ruang bom (bomb bay) internal Tu-160 menjadi "gudang senjata" yang mematikan. Pesawat ini mampu membawa total muatan seberat 16.500 kg, yang terdiri dari berbagai varian rudal jelajah strategis seperti Kh-55 atau rudal jarak pendek Kh-15. Selain itu, ia juga mampu membawa bom konvensional serta bom nuklir, menjadikannya tulang punggung triad nuklir Rusia.

Berbeda dengan pembom era sebelumnya seperti Tu-95 "Bear" yang mengandalkan persenjataan pertahanan diri berupa kanon, Tu-160 sepenuhnya mengandalkan teknologi. Pesawat ini dilengkapi dengan Electronic Countermeasure (ECM) mutakhir yang dirancang untuk mengacaukan radar lawan. Selain itu, terrain following radar yang canggih memungkinkan pesawat ini terbang "memeluk" kontur bumi pada elevasi rendah dengan kecepatan tinggi, sehingga meminimalisir kemungkinan terdeteksi oleh radar musuh—sebuah taktik yang menjadi mimpi buruk bagi sistem pertahanan udara konvensional.

(Baca juga artikel tentang si “saudara kembar” pembom blackjak ini, yaitu  Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Rockwell B-1 Lancer (Bagian 2))

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Dinamika Sejarah Pasca-Uni Soviet


Kisah Tu-160 juga diwarnai dengan drama geopolitik. Saat Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, sebanyak 19 unit Tu-160 terdampar di pangkalan udara di Ukraina. Sebagai bagian dari perundingan alot pasca-kemerdekaan Ukraina, Rusia melakukan manuver diplomatik yang intens. Akhirnya, Rusia berhasil mendapatkan kembali mayoritas armada tersebut melalui skema kompensasi penghapusan hutang ekspor gas alam kepada Ukraina.

Kejadian ini sempat membuat jumlah unit yang beroperasi menjadi sangat terbatas, dengan hanya 36 unit yang pernah diproduksi hingga penghentian produksi tahun 1992 akibat perjanjian Strategic Arms Limitation. Namun, pada dekade 2000-an, Rusia memutuskan untuk menghidupkan kembali jalur produksi Tu-160 dalam varian modern, Tu-160M, guna memastikan bahwa "Angsa Putih" tetap relevan dalam doktrin pertahanan abad ke-21.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Visi Masa Depan: Dari Pembom ke Pesawat Induk


Selain fungsi utamanya sebagai pembom, Tu-160 juga memiliki potensi di luar dunia militer murni. Salah satu proyek penelitian yang menarik adalah konsep penggunaan Tu-160 sebagai pesawat induk untuk sistem roket antariksa bernama "Burlak". Konsep ini bertujuan untuk meluncurkan satelit seberat 500 kg ke orbit polar dengan membawa roket di bawah badan pesawat dan melepaskannya pada elevasi tinggi.

Secara teoritis, sistem ini jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan peluncuran roket konvensional dari permukaan bumi. Meskipun belum diimplementasikan secara massal, proyek ini menunjukkan betapa fleksibelnya desain airframe Tu-160.

(Baca juga artikel tentang Tu-95 "Bear", dalam artikel yang sangat menarik berjudul: Pesawat Pembom Strategis / strategic Bomber - Tupolev Tu-95 (kode identifikasi NATO: Bear))

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Kesimpulan: Sang Legenda yang Tetap Relevan


Tupolev Tu-160 adalah bukti nyata keberhasilan teknik Uni Soviet yang mampu bertahan melewati perubahan zaman. Dari hari pertama kemunculannya yang tertangkap satelit mata-mata AS pada tahun 1981, hingga perannya dalam proyeksi kekuatan Rusia modern saat ini, Tu-160 tetap menjadi senjata yang disegani.

Meskipun sistem kendalinya sudah menggunakan fly-by-wire modern dan pilotnya didukung dengan kursi lontar untuk keempat kru, esensi utama dari Tu-160 tidak berubah: ia adalah predator puncak di udara. Dengan kombinasi kecepatan supersonik, kemampuan siluman (berkat teknologi ECM dan terbang rendah), serta daya angkut senjata yang masif, Blackjack tetap menjadi salah satu instrumen pertahanan yang paling menentukan dalam peta kekuatan strategis dunia. Bagi Rusia, pesawat ini bukan hanya sekadar alat tempur, melainkan simbol kedaulatan yang tidak terbantahkan di langit strategis global.

Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack")
Pesawat Pembom Strategis
Strategic Bomber Tupolev Tu-160 “Blackjack"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis /  Strategic Bomber Tupolev Tu-160 (kode identifikasi NATO “Blackjack)


Karakteristik umum

  • Kru: Empat
  • Panjang: 54,10 m 

Lebar sayap, tinggi, aspek rasio, dll:

  • 55,7 m (sayap terentang) 
  • 35.6 m (sayap tertekuk)
  • Tinggi: 13,10 m 
  • Luas area sayap: 360.00 m² 
  • Aspek rasio:
  • Berat kosong: 110.000 kg 
  • Berat Max. lepas landas: 275.000 kg 

Dapur pacu:

  • 4 × Mesin Kuznetsov 25.000 kg/ thrust NK-321 turbofans

Performa
  • Kecepatan maksimum: 2.220 km/jam
  • Jarak tempuh Maksimum: 12.300 km 
  • Elevasi Maksimum: 15.006 m 
  • Kecepatan menanjak: s/d 4.203 m per menit

Persenjataan
  • Maksimum 16.500 kg persenjataan dapat dibawa di dua Bombay atau di bawah sayap, 
  • Termasuk 6 unit Kh-55 misil jarak jauh atau 12 unit Kh-15 misil jarak pendek
  • Atau bom konvensional dan bom nuklir.

Demikianlah artikel tentang pesawat pembom strategis Tupolev Tu-160 “Blackjack”. Baca juga tulisan kedua tentang pesawat ini, dalam artikel yang berjudul: "Angsa Putih Pembawa Kematian", Pesawat Pembom Strategis Jarak Jauh / Long Range Strategic Bomber - Tupolev Tu-160 Blackjack (Tulisan ke 2).

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Tank Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank T-37


Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Jum'at 20 Juli 2018

Artikel kali ini akan membahas tentang Tank tipe Amphibious Light (Tank Ampibi Ringan) yang diproduksi sebelum era Perang Dunia ke II, lansiran dari Rusia. Tank ini memiliki bentuk yang sangat "khas" tank era "jadul", dimana pendekatan fungsional jauh lebih diutamakan ketimbang pendekatan proteksional. 

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Filosofi di Balik Desain Amfibi


Tank ringan ini dirancang agar mampu “berenang” atau melaju di perairan. Pendekatan strategis ini diambil untuk menjawab perubahan strategi perang yang telah berubah dan berkembang. 

Jika strategi pada perang klasik sebelumnya, manuver pasukan mengandalkan pada ekspansi melalui jalur darat, maka perkembangan selanjutnya tak lagi bertumpu pada ekspansi melalui jalur darat, tetapi juga melalui jalur lautan dan udara (walau lewat jalur udara masih dalam kuantitas yang terbatas). Untuk itu, dibutuhkan satu jenis tank yang mampu mendukung pergerakan pasukan infantri setelah mendarat, dan tank amfibi adalah salah  satu jawabannya.

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Dapur Pacu dan Komponen Asing


T-37 dibangun dengan berbasis pada Carden Loyd Amphibious Tank yang lagi-lagi dibeli dari Inggris. Tapi, tank ini bermesin GAZ AA dan memiliki suspensi modifikasi yang diambil dari AMR Light Tank buatan Prancis. Tank ini juga dilengkapi dengan fitur floation pontoon agar bisa mengapung dan “berenang”. Bobotnya operasionalnya sangat ringan, “hanya” 3,15 ton, dengan jumlah kru dua orang, dan memiliki persenjataan utama satu senapan mesin kaliber 7,62mm yang ditempatkan di turret silinder kecil, terpasang di sisi atas kanan badan tank. Beberapa varian T-37 memiliki turret berkonstruksi las seluruhnya seperti pada T-25 atau T-28.

(Baca juga artikel tentang tank lawas buatan Rusia, dengan judul: Tank Tempur Berat / Heavy Tank - JS-3)

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Evolusi dan Akhir Masa Produksi


Menjelang berakhirnya produksi pada tahun 1936, badan tank ini dirancang ulang, khususnya di ruang pengemudi, dan floation pontoon di setiap sisi badan dilepas. Total sekitar 1.200 unit T-37 diproduksi pada periode 1933-1936

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank T-37 


  • Asal Negara: Rusia
  • Mulai bertugas: 1933
  • Kru: 2 Orang
  • Bobot: 3.200 kg/3,20 ton

Dimensi 

  • Panjang: 3,75 m / 12ft 3.5in
  • Tinggi: (over turret hutch) 1,82 m / 5ft 11in
  • Lebar: 2,1 m/ 6ft 10 in

Persenjataan 

  • Senjata utama: Senapan mesin kaliber 7,62mm Gun/0.3in Machine Gun
  • Senjata sekunder:-

Lapisan baja/Proteksi

  • Armor: Maximum 4 mm/0.3in

Mesin: 

  • GAZ AA4-CYLINDER, developing 48.5 kW/65hp

Performa: 

  • Kecepatan maksimum: 56 km/jam (35 mph) 
  • Jarak maksimum: 185 km (115 miles)

Demikianlah artikel mengenai Tank Ringan Amfibi / Amphibious Light Tank T-37, semoga bermanfaat.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Artikel diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Tank Ringan Amfibi (Amphibious Light Tank) T-37
Tank Ringan Amfibi T-37
militerbanget.blogspot.com

Warisan Paradoks T-37


Jika kita menilik kembali sejarah pengembangan tank ringan sebelum Perang Dunia II, T-37 menempati posisi yang unik sekaligus kontroversial. Sebagai salah satu pelopor tank amfibi massal di dunia, ia mewakili ambisi Uni Soviet untuk menembus batas-batas geografis yang selama ini menghalangi gerak laju infanteri. Namun, di balik inovasi "berenang" yang revolusioner pada zamannya, T-37 juga menyimpan realitas pahit yang sering kali luput dari catatan sejarah populer.

Ketergantungan desain pada komponen asing—seperti basis Carden Loyd dari Inggris dan sistem suspensi Prancis—menunjukkan bahwa Soviet saat itu masih dalam fase "mencari jati diri" dalam industri otomotif tempur. Pengorbanan besar pada sisi proteksi baja yang hanya mencapai 4 mm memang secara drastis mengurangi bobot, namun di medan tempur sesungguhnya, angka ini hanyalah pelindung tipis yang tidak mampu menahan tembakan senapan mesin berat, apalagi meriam antitank.

Bagi para penggemar sejarah militer, T-37 bukan sekadar alutsista yang gagal atau sukses, melainkan sebuah laboratorium berjalan. Pengalaman operasionalnya memberikan pelajaran berharga bagi insinyur Soviet dalam memahami keseimbangan antara mobilitas, daya apung, dan ketahanan lapis baja. Tanpa eksperimen "nekat" melalui proyek T-37, mungkin kita tidak akan melihat evolusi kendaraan amfibi Soviet yang jauh lebih tangguh dan mumpuni pada dekade-dekade berikutnya. Artikel ini ditulis sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah teknis yang sering kali terlupakan, namun tetap memegang peranan krusial dalam evolusi taktik perang modern yang kita kenal sekarang.

Sumber: 
ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
wwwannesspublishing.com

Rabu, 18 Juli 2018

Pistol Mitraliur / Submachine Gun - SITES SPECTRE - M4


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 18 Juli 2018

Kembali pada artikel yang mengulas secara singkat, tentang berbagai alat utama sistem senjata, dan juga hal-hal yang berkaitan dengan dunia kemiliteran. Kali ini yang akan kita ulas adalah satu pistol mitraliur/submachine gun lansiran Italia, yang sebenarnya sangat handal dan juga terbilang sangat maju pada jamannya, tetapi, sayang, karena kurangnya minat dari calon pengguna, bahkan dari negerinya sendiri, maka pelan namun pasti, pistol mitraliur ini tersingkir dan hilang dari khazanah pistol mitraliur / submachine gun dunia. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya:

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Inovasi Italia: Visi Claudio Gritti di Tahun 1984


Satu dari sedikit karya luar biasa yang bernasib sial adalah Pistol Mitraliur (Submachine Gun) SPECTRE buatan SITES. Senjata ini dikembangkan oleh perancang senjata yang kesohor, Claudio Gritti pada tahun 1984. Pistol mitraliur ini sesungguhnya menampilkan banyak fitur yang terbilang progresif pada zamannya.


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Desain Kompak dan Ergonomi yang Progresif


Dilihat dari profil receivernya, bentuk SPECTRE terlihat sangat rapi dan juga kompak, walaupun receivernya terbuat dari baja cetak, namun produksinya rapi dan juga sangat akurat. Tambahan lainnya adalah; kombinasi popor lipat yang dapat dilipat ke bagian atas receiver, tanpa mengganggu akses bidikan pada pisir.

(Baca juga artikel tentang pistol mitraliur lawas buatan Italia, Pistol Mitraliur / Submachine Gun Beretta PM-12/12S)
 

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Teknologi 'Closed Bolt' dan Keamanan Double Action


Sistem penembakan pistol mitraliur ini mengadopsi sistem closed bolt, sangat akurat, dan mekanisme ini diamankan oleh mekanisme DA (Double Action) sehingga tidak ada kemungkinan senjata meletus apabila jatuh. 

Berkat penerapan dari sistem pelatuk DA, SPECTRE tidak memiliki tombol pengaman, yang ada hanyalah tombol decocker. 

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Keunikan Magasen Empat Jalur: Solusi Pertempuran Intens


Yang paling unik, sistem pemuatan peluru ke magasen dibuat berjejer empat, sehingga mampu memuat 50 butir peluru dalam magasen yang memiliki panjang yang sama dengan magasen berkapasitas 30 peluru. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan, karena operator tidak perlu terlalu sering mengganti magasen apabila dihadapkan pada kondisi pertempuran yang intens. 

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Lontaran pelurunya juga konsisten, karena mekanisme laras yang menganut sistem polygonal rifling, yang menjamin terjaganya tingkat akurasi tembakan.


Mengapa Sang Pionir Harus Tersingkir?


Sayangnya, pistol mitraliur SPECTRE ini tidak memperoleh sambutan komersial yang memadai untuk dapat mempertahankan eksistensinya, sehingga keberadaan pistol mitraliur/submachine gun ini akhirnya tenggelam seiring waktu.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) - SITES SPECTRE -  M4
Pistol Mitraliur/Submachine Gun
Sites Spectre - M4
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur / Submachine Gun SITES SPECTRE   M4


  • Asal negara: Italia
  • Tahun produksi: 1984
  • Kaliber peluru: 9x19mm
  • Sistem operasi: Delayed Blowback

Dimensi dan bobot

Panjang keseluruhan:

  • 580mm (popor terentang)
  • 350mm (popor terlipat)
  • Panjang Laras: 130mm
  • Bobot kosong: 2,9 kg

  • Vo meninggalkan laras: -  fps
  • Jarak tembak efektif: 150 m
  • Rate of fire: 850 ppm
  • Kapasitas magasen: 30/50 peluru

Demikianlah artikel yang berjudul "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - SITES SPECTRE -  M4", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di: pustakasenjatadanfotografi

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista di: kilas-copas

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang berbagai hal di: portal-lambe-receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang berbagai misteri dan hal-hal yang diluar akal sehat di: portal-kisah

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 

1. COMMANDO-War Machine series, SUB MACHINE GUN, KECIL RINGKAS DAN MEMATIKAN
2. Wikipedia
3. Berbagai sumber lain

Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Aichi D3A Val


Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Selasa, 18 Juli 2018

Pesawat ini menjadi salah satu pesawat pembom yang sangat terkenal pada era Perang Dunia ke II. Dalam beberapa referensi, dituliskan bahwa ahli-ahli Jerman juga turut andil dalam pengembangan pesawat pembom tukik ini (walaupun masih belum dapat dikonfirmasikan). Tak heran, jika pembom tukik Aichi D3A Val ini memiliki performa dan kharakteristik yang mirip dengan pesawat pembom tukik legendaris dari Jerman, yaitu Junkers Ju-87 Stuka. 


Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Darah Jerman di Balik Sayap Jepang


Dalam beberapa catatan resmi Sekutu, diceritakan bahwa pesawat pembom ini memiliki kemampuan pemboman dengan tingkat akurasi yang tinggi. Di awal-awal perang pasifik, banyak sekali kapal sekutu, baik itu kapal perang maupun transport, yang menjadi korban dari keganasan pesawat pembom tukik ini.


Pembom tukik, sayap tunggal dan rendah, dan memiliki kru sebanyak dua orang ini, diberi kode identifikasi “Val” oleh sekutu, dan “Val” ini menjadi kesohor karena ikut serta pada tanggal 7 Desember 1941, ketika Japanese Naval Task Force dibawah komando Laksamana Isoroku Yamamoto meluncurkan 183 pesawat, termasuk didalamnya 51 unit Aichi D3A-2 dari enam kapal induk, untuk menyerang deretan kapal perang Amerika Serikat yang sedang berlabuh dan instalasi US Navy di Pearl Harbor, Oahu, Kepulauan Hawaii. Salah satu kapal yang menjadi korban keganasan dari Aichi D3A-2 ini adalah kapal USS Pennsylvania.

Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Evolusi Desain: Dari Prototipe Gagal Menjadi Andalan


Terinspirasi oleh Heinkel He 70, D3A dirancang sebagai pesawat pembom tukik berbasis kapal induk untuk menggantikan D1A2, Pembom Kapal Induk Tipe 96 Angkatan Laut. Angkatan Laut memesan dua prototipe dengan prototipe pertama selesai pada bulan Desember 1937. Prototipe pertama adalah Nakajima D3N1, ditenagai oleh mesin radial 730-hp Nakajima Hakari 1 tetapi menunjukkan banyak kekurangan selama pengujian penerbangan awal. 

Versi awal ini ternyata kurang bertenaga, dan memiliki kecenderungan untuk snap-roll pada saat membelok dengan tajam. Sistem dive brake pada pesawat ini ternyata mengalami masalah yang sama dengan Junkers Ju 87, yaitu cenderung bergetar hebat pada saat pesawat menukik pada sudut 90 derajat, dan harus diperkuat saat kecepatan menukik ditingkatkan. Namun, pesawat ini ternyata dapat diandalkan, karena memiliki struktur badan pesawat yang kuat dan karakteristik penanganan keseluruhan yang baik, dengan pengecualian pada masalah snap-roll. 

Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa kedua adalah Aichi D3A1, dikonfigurasi dengan roda pendarat tetap untuk menghilangkan bobot ekstra dan kerumitan yang timbul akibat pemeliharaan sistem roda pendarat yang dapat dilipat. Purwarupa Aichi dimodifikasi secara ekstensif untuk mengatasi kekurangan desain Nakajima. Tenaga mesin ditingkatkan menjadi 840 hp dengan dapur pacu Mitsubishi Kinsei 3, mesin radial empat belas silinder, dan penutup mesin yang didesain ulang dipasang. Rentang sayap diperlebar, ekor vertikal dimensinya juga diperbesar, dan dive brake yang lebih baik juga mulai digunakan pada varian ini. Aichi D3A1 yang memiliki kinerja yang lebih baik kemudian dipilih untuk masuk ke produksi dengan kode Model Pembom Kapal Induk Tipe 99 Angkatan Laut.


Daya mesin D3A1 kemudian ditingkatkan dengan mesin Mitsubishi Kinsei 43 dengan daya 1.000 hp, atau mesin Kinsei 44 dengan daya 1.070 hp. Area sayap sedikit berkurang dan sirip punggung besar dipasang, untuk memperbaiki masalah stabilitas pada saat terbang datar. Pesawat ini hanya dilengkapi dengan sistem persenjataan pertahanan yang minim, berupa dua senapan mesin Tipe 97 kaliber 7,7 mm yang menembak ke arah depan dan satu senapan mesin Tipe 92 kaliber 7,7 mm yang dapat diarahkan dan ditempatkan di belakang. Kapasitas bom normal adalah satu unit bom 250 kg (551 lb), dibawa di bawah badan pesawat, yang diayunkan ke bawah dan ke depan dari kontrol kokpit sebelum bom dilepaskan. Dua unit bom tambahan seberat 60 kg (132 lb) dapat dibawa pada pylon di bawah sayap, yang terletak di bawah masing-masing bilah dive brake.

Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Pada bulan Juni 1942, D3A ditingkatkan lebih lanjut dengan mesin Kinsei 54 yang lebih bertenaga (1.300 hp). Varian dengan mesin baru ini masuk ke lini produksi dengan kode D3A2. Varian ini memiliki jarak jelajah hingga 915 mil (1.472 km) dengan kapasitas bahan bakar 1.079 liter (237-4 Imp gal). Secara eksternal, varian ini hampir identik dengan D3A1 dengan pengecualian poros baling-baling dan bagian kanopi belakang yang lebih panjang dan lebih runcing. 

Varian ini lalu diberi kode Angkatan Laut Tipe 99 Carrier Bomber Model 22 dan mulai menggantikan Model 11 di unit garis depan pada musim gugur 1942. Ketika pesawat Yokosuka Suisei yang memiliki performa yang lebih baik telah operasional, pesawat D3A2 lalu pelan-pelan mulai digeser ke kesatuan yang berpangkalan di darat dan dioperasikan dari kapal induk yang lebih kecil, yang memiliki dek yang terlalu pendek untuk kecepatan pendaratan Suisei yang lebih tinggi.


Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Keunggulan dan Kelemahan Fatal di Medan Perang


D3A-2 adalah versi produksi utama, diproduksi sebanyak 1.016 unit dari keseluruhan produksi. Namun, hanya dalam tempo yang singkat, pesawat hebat ini segera menjadi ketinggalan jaman. Di akhir tahun 1942, pesawat ini tak lagi menjadi pesawat yang ditakuti, dan perannya bergeser menjadi pesawat latih maupun pesawat pendukung saja. 

Lebih parahnya lagi, masalah klasik dalam pesawat buatan Jepang, juga menjangkiti D3A ini, mulai dari proteksinya yang lemah, kecepatannya yang tergolong lambat, dan yang lebih parah, akibat dari proteksinya yang lemah, mengakibatkan pesawat ini mudah jatuh saat terkena beberapa tembakan, yang selain menghancurkan pesawatnya, juga membunuh pilotnya (Pesawat bisa diganti dengan cepat, tetapi pilotnya? Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kekalahan Jepang dalam Perang Dunia ke II, kekurangan pilot piawai dan berpengalaman).

Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Misi Terakhir: Babak Tragis Kamikaze


Tetapi, saat arah perang berbalik menghantam Jepang, dan pasukan Amerika Serikat semakin mendekati daratan Jepang, pesawat D3A yang masih tersisa segera diaktifkan, tetapi peruntukannya bukan lagi sebagai pesawat pembom tukik seperti semula, melainkan sebagai pesawat misi bunuh diri, atau Kamikaze, dengan menabrakkan diri ke kapal-kapal perang US Navy saat pertempuran di Leyte dan Okinawa.

Pesawat Pembom Tukik (Dive Bomber) Aichi D3A Val, Pesawat Pembom Tukik andalan Jepang saat Perang Dunia II
Pesawat Pembom Tukik/Dive Bomber
Aichi D3A "Val"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Aichi D3A Val


Kharakteristik Umum 

• Kru: Dua (pilot and gunner)
• Panjang: 10.2 m (33 ft 5 in)
• Rentang Sayap: 14.37 m (47 ft 2 in)
• Tinggi: 3.85 m (12 ft 8 in)
• Wing area: 34.9 m² (375.6 ft²)
• Berat Kosong: 2,408 kg (5,309 lb)
• Max. takeoff weight: 3,650 kg (8,047 lb)
• Mesin: 1 × Mitsubishi Kinsei 44, 798 kW (1,070 hp)

Performa

• Kecepatan Maksimum: 389 km/h (205 kn, 242 mph (389 km/h))
• Jarak jelajah maksimum: 1,472 km (795 nmi, 915 mi (1,473 km))
• Ketinggian Operasional maksimum: 9,300 m (30,500 ft)

Senjata

• 2 × fixed, forward-firing 7.7 mm (0.303 in) Type 97 machine guns
• 1 × flexible, rearward-firing 7.7 mm (0.303 in) Type 92 machine gun
• 1 × 250 kg (551 lb) or 2 × 60 kg (132 lb) bombs

Spesifikasi (D3A2)

Kharakteristik Umum

• Kru: Dua (pilot and gunner)
• Panjang: 10.2 m (33 ft 5.4 in)
• Rentang Sayap: 14.37 m (47 ft 2 in)
• Tinggi: 3.8 m (12 ft 7.5 in)
• Wing area: 34.9 m² (375.6 ft²)
• bobot Kosong: 2,570 kg (5,666 lb)
• Max. takeoff weight: 4,122 kg (9,100 lb)
• Mesin: 1 × Mitsubishi Kinsei 54, 969 kW (1,300 hp)

Performa

• Kecepatan Maksimum: 430 km/h (232 kn, 267 mph (430 km/h))
• Jarak Maksimum: 1,352 km (730 nmi, 840 mi (1,350 km))
• Ketinggian Maksimum: 10,500 m (34,450 ft)
• Laju Menanjak: 8.62 m/s (1,869.685 ft/min)

Persenjataan

• 2 × fixed, forward 7.7 mm (0.303 in) Type 97 machine guns
• 1 × flexible, rearward-firing 7.7 mm (0.303 in) Type 92 machine gun
• 1 × 250 kg (551 lb) or 2 × 60 kg (132 lb) bombs

Demikianlah artikel yang berjudul "Pesawat Pembom Tukik / Dive Bomber Aichi D3A Val", semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)
2. Perang Pasifik, P.K. Ojong
Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Juni, 2001
3. Wikipedia