Selasa, 08 Juli 2025

Howitzer Swagerak M7 Priest, Sistem Artileri Swagerak Amerika Yang Paling Mematikan di Perang Dunia II (Bagian Keempat)


Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 8 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 3

Catatan Operasional Artileri Swagerak M7


Melalui Lend-Lease, pengiriman pertama M7 dikirim ke Angkatan Darat Inggris yang beroperasi di Afrika Utara. Batch pertama yang berjumlah 90 unit langsung digunakan dalam pertempuran kedua El Alamein, pada bulan Oktober 1942, berdampingan dengan artileri swagerak 25 pdr Bishop buatan Inggris. Kedua system artileri ini berada dibawah komando Tentara Kedelapan militer Inggris dan terus dioperasikan hingga akhir kampanye dengan jumlah yang terus meningkat secara signifikan. Performa artileri ini terbukti sangat optimal pada front di daerah pegunungan dan perbukitan Sisilia dan Italia.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine gun - TDI Kriss Super V")

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Satu-satunya kendala yang harus dihadapi oleh Inggris adalah bahwa ini adalah alutsista orisinil buatan AS, dengan senjata dan persenjataan AS, yang mempersulit rantai logistik pasokan (terutama pada komponen dan sen jata dan mesin). Pada tahun 1943, semakin banyak Sexton standar Inggris buatan Kanada diperkenalkan. M7 juga terlibat secara besar-besaran di Normandia dan di seluruh kampanye Eropa barat. Walaupun alutsista ini diproduksi secara masif dan didistribusikan ke palagan Eropa, namun tak ada satupun yang dikirim ke Uni Soviet (kemungkinan karena Rusia memiliki inventaris artileri dan juga tank serta derivatifnya dalam jumlah yang sangat masif sehingga AS enggan untuk mendistribusikannya ke Rusia).

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

M7 juga digunakan dalam jumlah yang semakin banyak di teater Pasifik. Misalnya, mereka mengambil peran yang sangat aktif selama kampanye Filipina. Kendaraan Inggris juga terlibat dalam kampanye Burma. Mereka terbukti berperan penting selama Pertempuran Meiktila dan kemajuan di Rangoon pada tahun 1945. Secara taktis, setiap divisi AS memiliki tiga batalion HMC M7, yang menyediakan tingkat dukungan artileri bergerak yang sangat baik. M7 terbukti cukup andal untuk bertugas lama setelah PD II, selama perang Korea. Varian B2 masih menjadi cadangan pada awal tahun 1960-an, dan banyak yang dilestarikan saat ini di beberapa museum dan juga koleksi pribadi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Tempur / Fighter Aircraft - Mikoyan-Gurevich MiG-19")

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Artileri Swagerak M7 ”Priest”


Jenis: Arileri Swagerak (Self Propelled Artilerry/Self Propelled Gun)
Asal negara: Amerika Serikat

Negara Pengguna:
Angkatan Darat Amerika Serikat
Angkatan Darat Argentina
Angkatan Darat Austria
Angkatan Darat Belgia
Angkatan Darat Inggris
Angkatan Darat Kanada
Angkatan Darat Prancis
Pasukan Pertahanan Israel
Angkatan Darat Italia
Angkatan Darat Norwegia
Angkatan Darat Pakistan
Angkatan Darat Filipina
Kepolisian Filipina
Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok
Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman Barat)
Tentara Rakyat Yugoslavia

Catatan operasional di medan perang:
Perang Dunia II
Perang Korea

Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Sejarah produksi


Pabrikan
American Locomotive Company (M7)
Pressed Steel Car (M7B1)
Federal Machine and Welder (M7) 
Tahun Produksi: April 1942 – Juli 1945

Total produksi 
M7: 3489 Unit
M7B1: 826 Unit
M7B2: 127 Unit dikonversi dari M7B1
Varian: M7, M7B1, M7B2

Spesifikasi Teknis
Bobot operasional: 50.640 pon (22,97 metrik ton)
Panjang: 19 kaki 9 inci (6,02 m)
Lebar: 9 kaki 5 inci (2,87 m) dengan pelindung pasir
Tinggi: 8 kaki 4 inci (2,54 m) atau 9 kaki 8 inci (2,95 m) di atas senapan mesin AA
Awak: 8 Orang
Ketebalan lapisan baja: 12–62 mm

Persenjataan 
Senjata utama: 1 x Howitzer kaliber 105 mm M1/ M2 dengan 69 butir peluru
Persenjataan sekunder: 1 × Senapan mesin Browning M2 kaliber 0,5 inci (12,7 mm) dengan 300 butir peluru

Mesin: 
Continental R-975 C1 /C4 Ford GAA (M7B1) 400 atau 340 hp (298 atau 254 kW)

Suspensi: Pegas volute vertikal
Jangkauan operasional: 120 mil (193 km)

Kecepatan maksimum: 
24 mph (39 km/jam) di jalan raya
15 mph (24 km/jam) Medan off road (lintas alam)

Catatan Tambahan:
Kampanye Filipina (atau dalam literasi lain sebagai “Pertempuran Filipina”, Kampanye Filipina Kedua, atau Pembebasan Filipina dengan nama sandi Operasi Musketeer I, II, dan III) adalah kampanye militer gabungan yang terdiri dari militer Amerika, pejuang Filipina, militer Australia, dan Meksiko untuk mengusir pasukan Kekaisaran Jepang yang menduduki Filipina selama Perang Dunia II.

Militer Kekaisaran Jepang menguasai seluruh Filipina selama paruh pertama tahun 1942. Dua tahun kemudian, pembebasan Filipina dari Jepang dimulai dengan pendaratan pasukan Sekutu di pulau Leyte di Filipina timur pada tanggal 20 Oktober 1944. Sementara Manila berhasil dibebaskan setelah pertempuran perkotaan yang intens pada awal tahun 1945, pertempuran di tempat lain di Filipina berlanjut hingga akhir perang. Pasukan militer Amerika Serikat dan Persemakmuran Filipina, dengan dukungan angkatan laut dan udara dari Australia dan Skuadron Tempur ke-201 Meksiko, masih dalam proses membebaskan Filipina ketika pasukan Jepang di Filipina diperintahkan untuk menyerah oleh Tokyo pada tanggal 15 Agustus 1945, setelah Hiroshima dan Nagasaki di bom atom dan invasi Soviet ke Manchuria.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Tank Encyclopedia
2. Miltari Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Artileri
#Artileri_Swagerak
#Perang_Dunia_II

Senin, 07 Juli 2025

Howitzer Swagerak M7 Priest, Sistem Artileri Swagerak Amerika Yang Paling Mematikan di Perang Dunia II (Bagian Ketiga)


Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Senin, 7 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 2

Mobil M7B2 (1952)
Selama perang Korea, artileri swagerak ini dirasa kurang optimal karena sudut dongak senjata utamanya yang terbatas. Perang Korea didominasi oleh medan pertempuran yang berbukit-bukit sehingga membutuhkan sistem artileri yang memiliki sudut defleksi yang besar. Artileri swagerak Priest varian akhir memiliki sudut defleksi dibawah 65°. Akhirnya, modifikasi dilakukan agar sistem artileri ini dapat memioiki sudut senjata yang tinggi. Hal ini dicapai dengan memodifikasi dudukan secara menyeluruh dan penambahan perisai ekstra pada bagian depan. Dudukan senapan mesin berat juga dinaikkan agar dapat mencapai radius tembakan 360° penuh. Varian ini diproduksi sebanyak 127 unit oleh pabrikan Federal Machine and Welder.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Anoa")

Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Modifikasi Non Standar Artileri Swagerak M7 “Priest”
 
Beberapa M7 yang digunakan oleh Inggris dimodifikasi untuk peran kendaraan pengangkut personel lapis baja darurat untuk Operasi Goodwood (Juni 1944), untuk merebut Caen dan menerobos pertahanan Jerman yang mengisolasi Normandia.

Kanguru
Versi M7 Kanada yang diubah menjadi APC khusus, antara Oktober 1944 dan April 1945. Varian ini adalah konversi yang lebih menyeluruh yang dirancang berdasarkan pengalaman, dan dalam versi yang lebih lapang ini, kendaraan dapat mengangkut hingga 20 prajurit infanteri. Sebanyak 102 unit diubah dan digunakan oleh Inggris, Selandia Baru, dan Australia, baik di Eropa Utara maupun Italia.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine gun - TDI Kriss Super V")

Purwarupa Kendaraan Pembawa Mortar Kimia 9,75 inci M7B1
Mortir Kimia PWD 9,75 inci "dipasarkan" ke Angkatan Darat ke-7 AS dalam uji coba di Benny, Prancis pada bulan Februari 1945. Senjata tersebut dikembangkan oleh Departemen Perang Perminyakan dan menembakkan peluru pembakar Fosfor Putih, oleh karena itu kata 'kimia' ada dalam namanya. Sebelumnya, mortir tersebut diuji coba pada sasis tank Valentine. Mortir tersebut dipasang pada tiga rangka HMC M7B1 yang berbeda untuk pengujian (bukan rangka M7). Mortir tersebut tidak diadopsi oleh Angkatan Darat AS karena dianggap tidak layak untuk digunakan (baik dalam hal performa maupun sebab teknis lain).

Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 "Priest"
militerbanget.blogspot.com

Catatan Tambahan:
Pertempuran Caen (berlangsung pada bulan Juni hingga Agustus 1944) adalah pertempuran besar yang terjadi antara Angkatan Darat Kedua Inggris dan Panzergruppe Barat Jerman. Perang tersebut bertujuan untuk menguasai kota Caen dan sekitarnya dan berlangsung selama Pertempuran Normandia. Kota Caen yang berjarak sekitar 9 mil (14 km) ke pedalaman dari pantai Calvados di antara Sungai Orne dan Terusan Caen merupakan kota yang sangat strategis jika ditilik dari kepentingan militer saat itu. Terletak di persimpangan beberapa jalan raya dan rel kereta api merupakan titik vital logistik. Hubungan komunikasi menjadikannya tujuan operasional yang penting bagi kedua belah pihak. Caen dan daerah di selatannya lebih datar dan lebih terbuka jika dibandingkan dengan daerah bocage di Normandia barat, dan komandan angkatan udara Sekutu ingin daerah itu segera direbut untuk membangun lapangan udara guna menempatkan lebih banyak pesawat tempur di Prancis guna mendukung gerak maju pasukan Sekutu di Benua Eropa.

Bersambung ke Bagian 4

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Tank Encyclopedia
2. Miltari Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Artileri
#Artileri_Swagerak
#Perang_Dunia_II

Jumat, 04 Juli 2025

Howitzer Swagerak M7 Priest, Sistem Artileri Swagerak Amerika Yang Paling Mematikan di Perang Dunia II (Bagian Kedua)


Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Jum'at, 4 Juli 2025

Sambungan dari Bagian 1

Karena anggaran untuk pembelian tank sangat besar, militer AS lalu memesan 4.400 unit untuk direalisasikan pada tahun 1943 (namun tidak pernah terwujud). Artileri swagerak ini kemudian mulai dioperasikan pada bulan Februari 1942 dan dikenal sebagai ”Self Propelled Gun 105 mm”. Produksi massal alutsista ini segera dimulai di American Locomotive Company. Pada tahun 1942, Pressed Steel Car bergabung dalam jalur produksi diikuti dengan pabrikan Federal Machine and Welder.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Baltimore")

Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Modifikasi dan varian


Pada saat artileri swagerak ini mulai dioperasikan, didapatkan laporan bahwa kapasitas amunisi yang dbawa kendaraan ini ternyata kurang memadai. Untuk mensiasatinya, pihak perancang kemudian membuat kompartement tambahan di dinding (semacam bracket yang dapat menampung amunisi sebanyak 7 butir di kiri dan 5 butir di kanan), sementara 33 butir peluru sisanya disimpan di ruang pada pelat lantai. Konfigurasi penyimpanan amunisi seperti ini diterapkan di awal jalur produksi pada bulan Maret 1942. 

Sistem Artileri Swagerak Howitzer Swagerak M7 Priest
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Kemudian, selama produksi, dilakukan perubahan teknis pada sasis kendaraan, yang semula menggunakan sasis M3 ke sasis M4 Sherman yang memiliki performa yang lebih baik, dan selanjutnya perubahan ini dijadikan standarisasi. Perubahan lain adalah pada sistem penggabungan bagian kendaraan yang menerapkan sistem modular, ditambah dengan perkuatan pada bagian depan serta peningkatan pada suspensi. Sebagian unit yang dikirimkan ke Inggris juga dilengkapi dengan pesawat radio sehingga mengorbankan kapasitas penyimpanan peluru dan kembali pada konfigurasi awal, dimana kapasitas ruang penyimpanan hanya dapat menampung 24 peluru.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Anoa")

Mobil M7B1 (1943)
Versi modernisasi ini didasarkan pada sasis M4A3 Sherman dan distandarisasi pada bulan September 1943. Diproduksi sebanyak 826 unit oleh pabrikan Pressed Steel Car. Varian ini memiliki ciri khas pada dapur pacu, dimana mesin Ford GAA V-8 (450 hp) digunakan menggantikan mesin yang lama, suspensi yang baru, roda jalan dan idler, serta side skirt, dengan banyak modifikasi internal.

Catatan Tambahan:
Artileri swagerak adalah sistem artileri yang dipasang (atau lebih tepatnya dikombinasikan) pada sasis kendaraan yang dapat bergerak sendiri, baik konfigurasi kendaraan beroda maupun rantai (tetapi mayoritas kendaraan pengusung yang digunakan adalah kendaraan dengan penggerak sistem rantai karena memiliki performa yang lebih baik serta lebih baik dalam hal menahan recoil, sehingga dapat menyederhanakan fitur pasak yang dibutuhkan untuk menstabilkan penembakan). Artinya, artileri ini tidak membutuhkan kendaraan lain untuk mobilisasinya sehingga lebih fleksibel dan juga lebih baik dalam system logistiknya. Fungsi utama system artileri ini sama dengan system artileri non swagerak yaitu untuk memberikan dukungan tembakan dari jarak jauh dalam pertempuran.

Bersambung ke Bagian 3

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Tank Encyclopedia
2. Miltari Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Artileri
#Artileri_Swagerak
#Perang_Dunia_II

Selasa, 01 Juli 2025

Howitzer Swagerak M7 Priest, Sistem Artileri Swagerak Amerika Yang Paling Mematikan di Perang Dunia II (Bagian Pertama)


Howitzer Swagerak M7 "Priest"
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 1 Juli 2025

Selama perang, tulang punggung unit artileri bermotor adalah derivatif dari platform alutsista beroda rantai yang paling banyak diproduksi di Angkatan Darat AS, yaitu tank M4 Sherman. Pada tahun 1941, penasehat Angkatan Darat AS berkesimpulan bahwa untuk mendukung operasi pasukan lapis baja, dibutuhkan artileri swagerak dalam jumlah yang memadai. Jawaban paling masuk akal adalah dengan menciptakan alutsista artileri swagerak dari nol supaya tidak ada kendala antara kendaraan pembawa dan senjatanya. Tetapi, pada saat perang berkecamuk, merancang dan memproduksi kendaraan yang baru akan memakan sumber daya yang cukup besar, sedangkan pada saat itu sumber daya yang tersedia sangat terbatas. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Baltimore")

Untuk itu, pihak militer kemudian memutuskan untuk mengkombinasikan alutsista yang ada, yaitu memadukan senjata utama howitzer kaliber 105mm dengan kendaraan Half track T19, tetapi ternyata alutsista ini tergolong tidak layak, karena sangat minim dalam urusan proteksi maupun kemampuannya dalam melibas medan off road. Akhirnya, pada tahun 1941, sasis M3 Lee dipilih sebagai platform yang baru, yang kemudian mengarah ke purwarupa yang dikonversi, T32.

Howitzer Swagerak M7 "Priest"
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Dari purwarupa hingga produksi


T32 dimodifikasi dengan bagian atas (superstruktur) terbuka, dipadankan dengan howitzer kaliber 105 mm (4,13 in). Howitzer M2 standar ini baru saja operasional ketika Perang Pasifik dimulai, dan terbukti menjadi bagian dari persenjataan yang sangat dapat diandalkan, diproduksi dari tahun 1941 hingga 1953 dan digunakan hingga tahun 1970-an. Dengan elevasi senjata utama antara -5° hingga +66°, jarak tembak efektifnya adalah 12.325 yard (11.270 meter). Dalam praktiknya, elevasi maksimum harus dikurangi menjadi 35° saat kendaraan ini bergerak untuk menjaga siluet tetap rendah. Tingkat akurasinya juga cukup baik, dan peluru tipe HE-nya (105x372R) sangat mumpuni karena daya destruktifnya yang luar biasa. Namun karena rekoil, terutama pada saat senjata utama ditembakkan di elevasi tinggi, mekanisme tolak balik terkendala pada ruang yang terbatas.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Baltimore")

Howitzer Swagerak M7 "Priest"
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Alutsista ini juga punya segudang kelemahan, karena transmisi sasis yang tinggi, lantai kendaraan ini otomatis ikut dinaikan dan berefek pada superstrukturnya tinggi. Untuk melindungi kompartemen kru, dinding lapis baja datar dipasang pada bagian samping, namun pada bagian atas dan belakang dari kompartemen sama sekali terbuka, yang membuat kru rentan dari atas dan belakang. Dengan satu lemparan granat atau bahkan satu bom molotov saja ke dalam kompartemen, dijamin seluruh kru akan langsung terbakar. Kelemahan tadi ditambah dengan siluet dari artileri swagerak ini yang tinggi menjulang hingga sulit untuk berkamuflase. 

Howitzer Swagerak M7 "Priest"
Howitzer Swagerak M7 Priest
militerbanget.blogspot.com

Amunisi pada alutsista ini disimpan di dalam kotak penyimpanan dan di dalam lambung (24 butir peluru). Selama uji coba, tampak jelas bahwa kendaraan ini sangat membutuhkan persenjataan defensif. Setelah melalui banyak pertimbangan, dibuatlah standar proteksi dimana senapan mesin Browning M2 menjadi senjata sekunder untuk melindungi kendaraan dari ancaman pasukan infantri maupun kendaraan ringan lawan. Posisi senjata sekunder dipasang di turret kanan depan yang menghasilkan radius area tembakan yang sangat baik, sementara howitzer ditempatkan miring ke kiri. Karakteristik seperti ini yang membuat kendaraan baru itu disebut dengan "Priest" (pendeta), karena kupola untuk kubah senapan mesin yang berbentuk seperti mimbar.

Bersambung ke Bagian 2

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Tank Encyclopedia
2. Miltari Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Amerika_Serikat
#Artileri
#Artileri_Swagerak
#Perang_Dunia_II

Minggu, 29 Juni 2025

Messerschmitt Me 323 Gigant, Pesawat Angkut/Transport Raksasa Andalan Pasukan Jerman Saat Perang Dunia II (Bagian Keempat)


Pesawat Angkut (Transport) Raksasa Messerschmitt Me 323 Gigant
Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Messerschmitt Me 323 Gigant
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 29 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 3

Kecepatan maksimum Me 323 hanya sekitar 285 km/jam di permukaan laut, dimana kecepatan jelajah pada saat muatan penuh berada di bawah kecepatan ini. Untuk perlindungan diri terhadap serangan pesawat musuh, pesawat ini dipersenjatai dengan lima pucuk senapan mesin MG 131 kaliber 13 mm. Ditempatkan di bagian punggung di belakang sayap dan di dalam badan pesawat, senjata-senjata ini dioperasikan oleh penembak tambahan, operator radio, dan teknisi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Taktis / Tactical Bomber - North American A3J/A-5 Vigilante")

Sepak Terjang Me 323 Gigant di Zona Pertempuran


Pada bulan September 1942, Me 323 mulai dikirim untuk operasi militer di Tunisia, dan mulai bertugas di wilayah Mediterania pada bulan November. Kerugian besar di antara pengiriman Axis mengharuskan pengangkutan udara besar-besaran untuk memasok logistik Korps Afrika Rommel melintasi Mediterania.

Peristiwa kritis terjadi pada 22 April 1943. Tujuh skuadron pesawat musuh menyergap formasi 27 unit Me 323 yang bermuatan penuh, dikawal oleh Messerschmitt Bf 109 dari Jagdgeschwader 27, melintasi Selat Sisilia.

Pesawat penyergap, yang terdiri dari Supermarine Spitfire (Skuadron No. 1 SAAF) dan Curtiss P-40 Kittyhawk (Skuadron No. 7 South African Wing), berhasil menembak jatuh 16 atau 17 pesawat angkut. Sebaliknya, pesawat pengawal berhasil menembak jatuh tiga atau empat P-40. Produksi Me 323 dihentikan pada bulan April 1944 pada saat Jerman mulai terdesak di berbagai front dengan angka produksi sekitar 198 unit pesawat. 

Varian D dan E berikutnya memperkenalkan variasi dalam mesin, persenjataan defensif, kekuatan struktural, muatan kargo, dan kapasitas bahan bakar. Akan tetapi, Me 323 tetap kurang bertenaga (karena keenam mesinnya yang tergolong kecil kekuatannya) dan usulan untuk melengkapinya dengan enam mesin radial BMW 801 tidak pernah terwujud hingga perang berakhir.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Baltimore")

Selain itu, Me 323 memiliki jarak jelajah yang relatif pendek, yakni di kisaran 1.000 – 1.200 km (620–750 mil) pada saat muatan minimum, sedangkan pada muatan maksimum jarak jelajahnya melorot di kisaran 800 km. Meskipun memiliki keterbatasan daya angkut dan jumlah yang terbatas, Me 323 tetap menjadi aset berharga bagi Jerman dan digunakan secara luas.

Pesawat Angkut (Transport) Raksasa Messerschmitt Me 323 Gigant
Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Messerschmitt Me 323 Gigant
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Angkut/Transport Messerschmitt Me 323 Gigant (Me 323D-6)


Karakteristik umum
Kru: 5 orang (diluar tambahan juru tembak)
Kapasitas: 130 pasukan atau muatan seberat 10.000–12.000 kg (22.000–26.500 lb)
Panjang: 28,2 m (92 kaki 6 inci)
Lebar sayap: 55,2 m (181 kaki 1 inci)
Tinggi: 10,15 m (33 kaki 4 inci)
Luas sayap: 300 m2 (3.200 kaki persegi)

Bobot Operasional & Airfoil 
Pangkal sayap: NACA 2R1 19; ujung: NACA 2R1 10
Berat kosong: 27.330 kg (60.252 lb)
Berat kotor: 29.500 kg (65.036 lb)
Berat lepas landas maksimum: 43.000 kg (94.799 lb)

Mesin: 6 × Gnome-Rhône 14N 14 silinder mesin piston radial berpendingin udara 1.180 PS (1.164 hp; 867,9 kW) daya lepas landas

Baling-baling: 6 x baling-baling Chauvière 3 bilah dengan pitch variabel

Performa
Kecepatan maksimum: 285 km/jam (177 mph, 154 kn)
Kecepatan jelajah: 218 km/jam (135 mph, 118 knot)
Jarak jelajah maksimum: 800 km (500 mil, 430 mil laut)
Jangkauan feri: 1.100 km (680 mil, 590 nmi)
Elevasi operasional: 4.000 m (13.000 kaki)
Kecepatan menanjak: 3,6 m/s (710 kaki/menit)

Persenjataan
Senjata: beberapa senapan mesin MG 15 7,92 mm, MG 81 atau MG 131 13 mm

Catatan Tambahan:
Variabel pitch pada pesawat merujuk pada kemampuan baling-baling untuk mengubah sudut bilahnya (pitch) selama penerbangan, memungkinkan penyesuaian kinerja pesawat sesuai dengan kondisi penerbangan yang berbeda. Dengan kata lain, pitch variabel memungkinkan pilot untuk menyesuaikan sudut baling-baling untuk memaksimalkan efisiensi pada berbagai kecepatan dan ketinggian.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War II Airplane
2. Miltari-Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pesawat
#Pesawat_Transport
#Perang_Dunia_II