Kamis, 26 Juni 2025

Messerschmitt Me 323 Gigant, Pesawat Angkut/Transport Raksasa Andalan Pasukan Jerman Saat Perang Dunia II (Bagian Pertama)


Messerschmitt Me 323 Gigant, Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Messerschmitt Me 323 Gigant
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 26 Juni 2025

Messerschmitt Me 323 Gigant (“Raksasa”) adalah pesawat angkut militer terbesar milik Jerman yang dioperasikan selama Perang Dunia II. Secara konstruksi, pesawat ini merupakan varian glider militer Me 321 tetapi dilengkapi dengan motor penggerak sehingga mampu bergerak layaknya pesawat bermotor.

Pesawat ini memang sangat Istimewa karena tercatat sebagai pesawat angkut (transport) berbasis darat terbesar yang diterbangkan selama perang dunia II. Selama perang, Jerman memproduksi sebanyak 213 unit, dimana 15 unit diantaranya adalah konversi dari glider raksasa Me 321. Pada bulan Februari 1941, hampir 14 minggu setelah perintah produksi diberikan oleh militer, pesawat Messerschmitt pertama, yang dijuluki Gigant, berhasil rollout dan siap menjalani uji lapangan.


Messerschmitt Me 323 Gigant, Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Messerschmitt Me 323 Gigant
militerbanget.blogspot.com

Latar Belakang Rancang Bangun Pesawat Messerschmitt Me 323 Gigant


Latar belakang diciptakannya pesawat ini berawal pada tahun 1940, dimana militer Jerman membutuhkan pesawat layang serbu besar untuk memobilisasi pasukan serta peralatan tempur guna mendukung Operasi Sea Lion, suatu rencana invasi militer skala besar untuk menaklukan Inggris (yang mana Sejarah membuktikan bahwa operasi militer ini tak pernah terwujud hingga perang berakhir). Pada saat itu, militer Jerman (terutama Luftwaffe) tengah melakukan analisa pada pesawat layang (glider) ringan DFS 230 yang berhasil menunjukkan performa yang sangat tinggi pada saat digunakan dalam pertempuran saat merebut benteng Eben Emael di Belgia serta pada operasi militer ketika invasi ke pulau Kreta pada tahun 1941. Berdasarkan pada hasil analisa, militer Jerman kemudian mengambil Kesimpulan bahwa untuk menunjang suatu operasi militer yang cepat dan berskala besar serta melintasi perairan akan dibutuhkan pesawat angkut berkapasitas besar yang dapat memobilisasi personel maupun peralatan dalam waktu yang singkat, terutama pada saat gelombang serangan awal. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Senapan Penembak Jitu / Designated marksman rifle - SVD (Bagian 1)")

Messerschmitt Me 323 Gigant, Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Messerschmitt Me 323 Gigant
militerbanget.blogspot.com

Walaupun Operasi Sea Lion kemudian dibatalkan, kebutuhan transportasi udara berat tetap ada, dan kebutuhan tersebut semakin mendesak ketika Operasi Barbarossa yang ditujukan untuk menginvasi Uni Soviet mulai disusun. Pada tanggal 18 Oktober 1940, pabrikan Junkers dan Messerschmitt diperintahkan untuk mengajukan rancangan pesawat angkut glider besar dalam waktu 14 hari.

Messerschmitt Me 323 Gigant, Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Pesawat Angkut/Transport Raksasa
Messerschmitt Me 323 Gigant
militerbanget.blogspot.com

Penekanan utama diberikan pada kemampuan memobilisasi persenjataan dalam waktu yang singkat, yang menuntut pengangkutan meriam 88 mm dan kendaraan tempur half track atau tank medium Panzer IV. Purwarupa pesawat angkut Junkers Ju 322 Mammut terancam ditinggalkan karena masalah pengadaan kayu bermutu tinggi yang sangat sulit dan rancangan yang tidak stabil.

Catatan tambahan:

Invasi ke Pulau Kreta, atau lebih terkenal sebagai Operasi Merkurius, adalah operasi militer dalam skala yang besar oleh pasukan Nazi Jerman yang terjadi pada saat Perang Dunia II. Tujuan dari operasi skala besar ini adalah untuk mengokupasi pulau Kreta, yang saat itu dikuasai oleh pasukan Sekutu supaya jalur logistik pasukan Jerman. Invasi ini ditandai dengan serangan terjun payung besar-besaran pertama dalam sejarah, yang dilakukan pada tanggal 20 Mei 1941. 

Bersambung ke bagian 2

Sumber:
1. World War II Airplane
2. Miltari-Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Pesawat
#Pesawat_Transport
#Perang_Dunia_II

Rabu, 25 Juni 2025

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen, Pistol Mitraliur Inggris Hasil Modifikasi Australia (Bagian Kedua)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 25 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 1

Beberapa Varian


Austen (S) Mark I
Varian dengan fitur peredam yang digunakan oleh Unit Khusus Z untuk operasi khusus.

Varian Mark II Austen
Varian ini dikembangkan selama tahun 1942 dan 200 unit diproduksi pada akhir tahun untuk uji coba. Pada bulan Januari 1943 senjata Mk.II telah menjalani pengujian rutin dan pesanan untuk 200 senjata XP MK.II dengan biaya £ 5 masing-masing dilakukan pada tanggal 8 Februari 1943 untuk pengujian operasional dan serta uji lapangan. Model ini menggunakan proses die casting yang lebih luas lagi, dimana pegangan (gagang pistol atau pistol grip) di bagian depan dan belakang senjata diproduksi dengan cara ini. Ironisnya, varian Mk.II baru dapat diproduksi di awal 1946, setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua. Dua ratus unit purwarupa diproduksi, dan keduanya diadopsi dan dinyatakan usang pada bulan Agustus 1946.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-60PB")

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur Austen tidak pernah meraih kepopuleran seperti yang dicapai oleh pistol mitraliur Owen yang sangat terkenal. Hal ini terutama karena Owen adalah senjata yang sangat handal dan meskipun Austen merupakan perbaikan dari Sten versi standar, pistol mitraliur ini tidak pernah menyaingi keandalan Owen.


Ironisnya, pistol mitraliur ini dianggap sudah usang bahkan sebelum tahun 1945 berakhir, Austen jarang digunakan pada dekade-dekade berikutnya. Sebaliknya, pistol mitraliur Owen masih terus dioperasikan oleh Angkatan Darat Australia hingga tahun 1960-an (walaupun dalam jumlah yang terbatas).

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen Mark 1


Jenis: Pistol Mitraliur (Submachine Gun
Asal Negara: Australia
Operasional aktif: Tahun 1942–1945
Operator: Australia

Catatan Operasional
Perang Dunia II
Revolusi Nasional Indonesia
Perang Semak Rhodesia

Sejarah produksi
Dirancang: Tahun 1941
Diproduksi: Tahun 1942–1944
Jumlah Produksi: 
MK I: 19.914 Unit
MK II: 200 Unit
Varian: Mark I, Mark II

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Teknis


Bobot operasional:
Mk.I 8 lb 8 oz (3,9 kg) kosong,
Mk.II 6 lb 12 oz (3,1 kg) kosong

Panjang
Popor Terentang: 33,25 in (845 mm)
Popor Terlipat: 21,75 in (552 mm)
Panjang laras: 7,8 inci (198 mm)

Amunisi: Parabelum 9×19mm, Kaliber 9 mm
Operasi (mekanisme) Penembakan: Blowback
Rate of fire: 500 tembakan/menit
V’o meninggalkan laras: 1.300 kaki/detik (396 m/detik)
Jarak tembak efektif: Diperkirakan sekitar 100 meter

Sistem pasokan amunisi: Magazin Sten dengan kapasitas 32 butir peluru atau magazin Austen dengan kapasitas 28 butir peluru (Kedua magazin dapat dipertukarkan).

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War Weapon
2. Miltari-Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Australia
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II

Minggu, 22 Juni 2025

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen, Pistol Mitraliur Inggris Hasil Modifikasi Australia (Bagian Pertama)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 22 Juni 2025

Austen (merupakan singkatan dari "Australian Sten") adalah pistol mitraliur Australia yang menggunakan amunisi 9×19mm yang rancangannya berangkat dari pistol mitraliur ”Sten Gun” Inggris yang dikembangkan selama Perang Dunia Kedua. Selama perang, tak kurang dari 19.914 pucuk Austen diproduksi oleh pabrikan Diecasters Ltd dari Melbourne dan WT Carmichael Ltd dari Sydney.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Rancang Bangun dan Pengembangan


Pada saat Perang Dunia II di Eropa berkobar, kebutuhan akan bahan baku penunjang produksi mesin dan senjata untuk perang semakin mendesak, dan Inggris termasuk salah satu negara yang juga mengalaminya. Alhasil, kebutuhan akan persenjataan lebih diprioritaskan untuk dalam negeri ketimbang negara lain. Australia yang pada masa itu tengah menghadapi ancaman bala tentara Kerajaan Jepang tak dapat membeli persenjataan dari Inggris maupun Amerika Serikat, sehingga Australia harus mengembangkan secara mandiri beberapa persenjataan tempur diantaranya adalah pistol mitraliur. Pistol mitraliur Sten kemudian dijadikan dasar rancangan untuk Austen karena dinilai lebih sederhana dan praktis serta lebih mudah untuk diproduksi. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Serang / Attack Helicopter - Kamov Ka-52 “Alligator”")

Komponen laras, badan (receiver) dan mekanisme pemicu Mark II Sten dijiplak secara penuh, sedangkan popor lipat dan bolt, dengan pin penembakan terpisah dan penutup teleskopik di atas pegas pengembali (recoil) merupakan salinan dari MP40 Jerman yang sudah teruji. Popor lipat juga termasuk obeng dan batang pembersih yang keduanya terlepas dari tabung popor. Senjata ini juga mengaplikasikan gagang pistol tambahan di bagian depan (untuk menambah kestabilan pada saat menembak sehingga operator tak harus menggenggam pelindung laras yang mana jelas-jelas sangat mengganggu serta dapat melukai tangan penembak karena pas). Gagang pistol bagian depan ini juga berisi wadah suku cadang kecil di dalamnya. Senjata ini dilengkapi dengan fitur selector penembakan (setelan mode penembakan) yang memiliki dua stelean, yaitu tembakan tunggal atau sepenuhnya otomatis dengan kecepatan menembak (rate of fire) berada di kisaran 500 tembakan per menit.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-60PB")

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Fitur pistol mitraliur produksi Austen ini yang menarik adalah beberapa komponennya diproduksi melalui proses die-casting dan bukan dengan system baja press seperti yang lazim digunakan pada masa itu. Komponen yang menggunakan proses ini adalah rumah magasin (magwell), bagian mekanisme popor, dan bagian depan magasin. Pemuat magasin juga diproduksi menggunakan system die-casting. Proses ini walaupun mahal namun memioiki kualitas yang lebih tinggi ketimbang proses produksi dengan baja press yang kurang akurat. Proses ini dipilih bukan karena pertimbangan ekonomis melainkan pertimbangan praktis. Kedua perusahaan yang memproduksi Austen adalah perusahaan spesialis die-casting sehingga jauh lebih mudah menerapkan proses ini ketimbang harus menggunakan proses lain.

Catatan tambahan:
Die casting adalah proses pencetakan (dalam beberapa istilah disebut sebagai pengecoran) logam yang lebih presisi dan efesien. Proses ini menjadi rujukan untuk memproduksi komponen logam yang rumit secara geometris menggunakan cetakan yang dapat digunakan kembali, yang disebut "die". Proses ini melibatkan injeksi logam cair di bawah tekanan tinggi ke dalam cetakan, sebuah metode yang secara logis untuk memproduksi komponen secara massal dengan akurasi tinggi, massal, dan kualitas yang terjaga.

Berawal pada pertengahan abad ke-19, die casting pada mulanya dikembangkan untuk memproduksi cetakan huruf bergerak untuk industri percetakan, tetapi metode ini dengan cepat meluas ke sektor lain termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Saat ini, die casting terutama menggunakan logam non-ferrous, seperti aluminium, seng, dan magnesium, menjadikan proses ini sebagai proses manufaktur pilihan dalam pembuatan berbagai macam produk, mulai dari mainan kecil yang rumit hingga komponen otomotif yang penting.

Hal yang membedakan die casting dari metode pengecoran lainnya adalah kemampuannya untuk memproduksi komponen dengan toleransi yang ketat dan pemesinan yang minimal. Manfaat ekonomis yang dipadukan dengan daya tahan komponen die-cast yang tinggi juga menjadikannya pilihan yang lebih disukai di antara produsen yang ingin mengurangi limbah material dan meningkatkan produktivitas.

Bersambung ke Bagian 2 

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War Weapon
2. Miltari-Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Australia
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II

Sabtu, 14 Juni 2025

Pesawat Tempur De Havilland Vampire, Pesawat Tempur Jet Pertama Yang Memperkuat Militer Indonesia (Bagian Keempat)


Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 14 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 3

Varian ekspor


F.30
Pesawat pembom tempur berkursi tunggal dengan dapur pacu mesin Nene untuk Angkatan Udara Kerajaan Australia, 57 unit dibuat di Australia oleh De Havilland Australia (DHA).

FB.31
Merupakan varian dari F.30 dengan dapur pacu mesin Nene yang dimodernisasi, 28 unit F.30 dikonversi dan 23 unit baru diproduksi oleh De Havilland Australia.

F.32
Merupakan varian F.30 yang kokpitnya dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Satu dikonversi di Australia oleh De Havilland Australia.

FB.50
Varia ekspor ke Swedia dan dikenal sebagai J 28B. Menurut catatan, diproduksi sebanyak 310 unit dimana 12 unit diantaranya kemudian dimodifikasi menjadi pesawat latih T.55.

FB.51
Merupakan varian ekspor ke Prancis. Diproduksi sebanyak 67 unit dari kit knockdown yang dipasok oleh pabrikan DH, 20 unit diproduksi di Prancis oleh pabrikan Sud-Est.

FB.52
Versi ekspor dari varian FB.6. Diproduksi sebanyak 546 unit dimana 247 unit diantaranya diproduksi oleh Hindustan Aircraft Limited


FB.52A
Varian ekspor FB.6 untuk Aeronautica Militare Italiana, 51 unit diimpor langsung dari Inggris dan 150 unit dibuat di Italia oleh Macchi dan Fiat.

FB.53
Varian contoh untuk pesawat tempur pembom berkursi tunggal sebagai pola untuk Armee de l'Air yang akan diproduksi oleh SNCASE

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

DH.113 Vampir Night Fighter
#10
Versi pesawat tempur malam dua kursi bertenaga Goblin untuk RAF; 81 unit dibangun termasuk 3 prototipe.
#54
Varian ekspor NF.10. Angkatan Udara Italia membeli 14, dan India membeli 30 NF.10 yang diperbaharui.

Pesawat latih Vampir DH.115
Varian pesawat latih navigasi berdasarkan NF.10; 36 dikonversi

T.11
Merupakan varian dengan mesin Goblin 35 dengan konfigurasi pesawat latih dua tempat duduk, 526 diproduksi oleh de Havilland dan Fairey termasuk satu purwarupa. Beberapa unit diantaranya dilengkapi dengan kursi lontar.

T.22
Pesawat latih T.11 untuk Angkatan Laut Kerajaan, diproduksi sebanyak 73 unit.

T.33
Varian pesawat latih dua kursi berdasarkan spesifikasi awal T.11. Dapur pacu menggunakan mesin turbojet Goblin; 36 unit diproduksi di Australia oleh de Havilland Australia.

T.33A
Merupakan varian modernisasi (peningkatan) varian T.33 ke varian T.11 akhir.

T.34
pesawat latih T.22 dua kursi yang dilengkapi dengan instrument navigasi modern untuk Angkatan Laut Kerajaan Australia, lima unit diproduksi di Australia oleh De Havilland Australia. Unit ke enam dikirim sebagai T.34A

T.34A
Merupakan varian T.34 yang dilengkapi dengan kursi lontar.

T.35
Pesawat latih dua tempat duduk spesifikasi T.11 akhir; 68 dibuat di Australia oleh De Havilland Australia.

T.35A
T.35 ditingkatkan dari T.33.

T.55
Varian pesawat latih untuk ekspor, diproduksi sebanyak 322 unit termasuk 30 di Swiss, 60 di India oleh HAL dan enam dikonversi dari T.11.

PR.55
Merupakan varian untuk pesawat intai, 5 unit T.55 dimodifikasi di India untuk pengintaian foto.

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Vampire untuk Angkatan Laut


F.1
Varian purwarupa untuk uji coba di landasan kapal induk, satu konversi dari Vampire F.1.

F.20
FB.5 yang dimodifikasi untuk dapat lepas landas dan mendarat di landasan kapal induk, 18 unit dikonversi oleh English Electric.

F.21
F.3 dengan struktur bawah  yang diperkuat dan kait penahan untuk uji pendaratan tanpa roda pendarat di dek fleksibel. Diproduksi sebanyak dua unit dan (kemungkinan) ada enam unit lain yang merupakan konversi dari varian lain.

T.22
Varian pesawat latih konfigurasi dua kursi untuk Royal Navy; 73 diproduksi oleh de Havilland.

SNCASE (Timur Selatan) Mistral


SE.530 Mistral
Purwarupa dengan mesin Hispano-Nene yang rancangannya berdasarkan FB.53 untuk produksi Prancis, diproduksi sebanyak 4 unit

SE.532 Mistral
versi produksi, diproduksi sebanyak 93 unit.

SE.535 Mistral
Pengembangan SE 532; 150 dibangun.

Jaring uap terbang


J 28A
F.1 Swedia dengan sayap yang kemudian dipotong mirip dengan F.5; 70 diimpor.

J 28B
FB.6 Swedia, diproduksi sebanyak 310 unit.

J 28C-1
spesifikasi awal T.55 Vampire Trainer, 30 dibeli pada tahun 1952. Awalnya digunakan dalam peran tempur.

J 28C-2
spesifikasi akhir T.55, 15 unit dibeli pada tahun 1955.

J 28C-3
Bekas pesawat tempur satu tempat duduk J 28B diubah menjadi pesawat latih dua tempat duduk T.55A oleh de Havilland pada tahun 1956, 12 unit dikonversi menjadi varian ini.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Serang / Attack Helicopter - Kamov Ka-52 “Alligator”")

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tempur Jet De Havilland Vampire (Vampire FB.6)


Karakteristik umum
Awak: 1 orang
Panjang (hingga tail boom): 30 kaki 9 inci (9,37 m)
Rentang sayap: 38 kaki 0 inci (11,58 m)
Tinggi: 8 kaki 10 inci (2,69 m)
Luas sayap: 262 kaki persegi (24,3 m2)

Airfoil 
Root (akar atau pangkal sayap): EC1240/0640 (14%)
Edge (ujung sayap): EC1240/0640 (9%)

Berat kosong: 7.283 lb (3.304 kg)
Berat lepas landas maksimum: 12.390 lb (5.620 kg)
Dapur pacu: 1 × mesin turbojet aliran sentrifugal de Havilland Goblin 3, daya dorong 3.350 lbf (14,9 kN)

Performa
Kecepatan maksimum: 548 mph (882 km/jam, 476 knot)
Jarak jelajah maksimum: 1.220 mil (1.960 km, 1.060 mil laut)
Elevasi operasional maksimum: 42.800 kaki (13.000 m)
Laju mendaki: 4.800 kaki/menit (24 m/s)
Beban sayap: 39,4 lb/kaki persegi (192 kg/m2)

Persenjataan
Senjata: 4 × meriam Hispano Mk.V 20 mm (0,79 inci) dengan total 600 butir peluru (150 butir peluru per senjata).
Roket: 8 × roket 3 inci "60 lb"
Bom: 2 × 500 lb (225 kg) bom atau dua tangki bahan bakar eksternal (drop tank)

Catatan tambahan:

Tim aerobatik udara adalah sekelompok pesawat (biasanya terdiri dari paling sedikit tiga pesawat) yang menampilkan manuver terbang yang sangat berbahaya, sangat rumit sekaligus menarik secara bersama-sama, biasanya dalam formasi atau dengan menggunakan efek visual seperti asap untuk memperkuat aksi mereka. Mereka dikenal dengan ketepatan, kecepatan, dan akurasi dalam menjalankan berbagai aksi aerobatik, dan biasanya tampil di acara publik seperti pertunjukan udara atau perayaan nasional. Ada banyak tim aerobatik yang terkenal di dunia diantaranya adalah Red Arrows (tim aerobatic Angkatan Udara Kerajaan Inggris), Jupiter Aerobatic Team (tim aerobatic TNI Angkatan Udara), dan Thunderbirds (Angkatan Udara AS).

Terkadang tim aerobatic ini digunakan sebagai sarana promosi untuk pesawat tempur, sehingga banyak tim aerobatic di dunia yang menggunakan pesawat tempur utama negara mereka (walaupun dengan sejumlah modifikasi).

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World Fighter Jet
2. Quora
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet

Jumat, 13 Juni 2025

Pesawat Tempur De Havilland Vampire, Pesawat Tempur Jet Pertama Yang Memperkuat Militer Indonesia (Bagian Ketiga)


Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com
 

Beraban, Tabanan, Bali, Jum'at, 13 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 2

Meskipun Vampire tidak terlibat dalam perang, sejak awal kemunculannya pesawat ini langsung didapuk menjadi jet tempur operasional garis depan Inggris dan meraih banyak keberhasilan dalam peran ini. Varian latih T55 merupakan pesawat latih jet tempur pertama yang menempatkan pilot dan siswanya di samping satu sama lain. Kokpit versi awal secara menarik menyerupai Mosquito, karena seluruh kokpitnya sama. 

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Berbagai varian yang merupakan turunan dari pesawat Vampire bertugas di Royal Air Force selama 20 tahun, dan akhirnya pensiun pada tahun 1966. Pada tahun 1948, Vampire juga memperoleh kehormatan sebagai pesawat jet operasional pertama di Royal Canadian Air Force. Pesawat ini diterbangkan selama delapan tahun ketika pesawat skuadron terakhir digantikan dengan Sabre. Blue Devils menjadi tim akrobat jet Angkatan Udara Kanada pertama pada tahun 1949. Tim akrobatik udara ini menerbangkan pesawat Vampire dan mampu menggetarkan khalayak ramai di seluruh negeri dengan berbagai aksi aerobatiknya yang cantik dan memukau. Vampire juga memegang kehormatan sebagai pesawat buatan Inggris terakhir yang dibeli oleh RCAF. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Main Battle Tank / Tank Tempur Utama - EE-T2 Osorio")

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Varian


Pesawat tempur/pembom tempur kursi tunggal DH.100 Vampire
F.1 (atau F.Mk 1 atau Mk.1)
Versi pesawat tempur satu kursi untuk RAF; Tiga unit purwarupa (diberi nama ”Spider Crab”) dibangun untuk spesifikasi E.6/41. Jumlah produksi varian ini sebanyak 228 unit pesawat, termasuk 70 unit untuk Swedia (dikenal sebagai J 28A) untuk pengenalan. 30 unit ex-RAF F.1 ditransfer ke Armee de l'Air pada tahun 1948 dengan fungsi pelatihan bagi awak. TG431 dipasok ke Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) sebagai A78-1 pada bulan Mei 1947. TG278 dimodifikasi dengan sayap diperpanjang dan didukung dengan mesin Ghost 2.

F.2
Purwarupa dengan dapur pacu mesin Nene. Dua unit diproduksi secara menyeluruh dan tiga unit merupakan hasil konversi. TX807 dipasok ke RAAF (dikenal sebagai A78-2) pada bulan Agustus 1948 untuk pelatihan dan pengembangan teknis.

F.3
Varian pesawat tempur konfigurasi kursi tunggal untuk RAF. Dua purwarupa merupakan pesawat konversi dari varian F.1, sedangkan produksi menyeluruh total sebanyak 224 unit, 20 unit diekspor ke Norwegia, dan 150 unit ke Kanada untuk Angkatan Udara Kerajaan Kanada.

F.4
Merupakan proyek eksperimental dengan mesin Nene, tidak pernah terealisasi.

FB.5
Varian pesawat pembom tempur dengan dapur pacu mesin Goblin 2 dan fitur sayap yang bisa dilipat. Total produksi sekitar 1.123 unit, termasuk 930 unit untuk RAF. 94 unit FB.5 ex-RAF ditransfer ke Armee de l'Air pada tahun 1949 untuk skuadron operasional. VV465 dipasok ke RAAF sebagai A78-3 pada bulan Mei 1949 untuk pelatihan.

FB.6
Varian pesawat jet tempur pembom berkursi tunggal ditenagai dengan mesin Goblin 3. 175 unit diproduksi di Inggris ditambah dengan 310 unit diproduksi di Swedia (dikenal sebagai J 28B) dan 103 unit dibuat di Swiss, termasuk tiga unit cadangan.


F.8
Konversi F.1 bertenaga mesihn Goblin digunakan sebagai purwarupa untuk de Havilland Venom; Satu unit diproduksi.

FB.9
Pesawat tempur-pembom F.5 bertenaga mesin Goblin-3 dengan konfigurasi tropis (kokpit dilengkapi dengan AC). 348 unit diproduksi, sebagian besar oleh de Havilland, dan beberapa unit oleh Fairey.

Bersambung ke Bagian 4 

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World Fighter Jet
2. Quora
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet